Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi E-ISSN : 2962-2093
Vol. 1 No. 1 April 2022
RANCANG BUCK BOOST CONVERTER
UNTUK MENGATUR ENERGI
PADA BATERAI
Reza Maulidin1*, Puspa Jiwa Parahita Yunta2, Lisa Indriyani3
1,2,3
Program Studi Teknik Elektro,Fakultas Teknik dan Informatika,Universitas PGRI Semarang
[Link] Timur [Link] Semarang, 50232 Indonesia
*
Email: rezabatang24@[Link]
ABSTRAK
Konverter DC-DC merupakan salah satu jenis rangkaian daya yang berfungsi untuk mengkonversi tegangan masukan searah konstan menjadi
tegangan keluaran searah yang dapat divariasikan berdasarkan perubahan duty cycle rangkaian kontrolnya. Pada pengembangannya,
penerapan DC-ke-DC konverter telah memungkinkan suatu perangakat elektronika dapat berfungsi dengan mengunakan sumber energi
penyimpanan baterai. Maka dari itu penulis akan membuat eksperimen rancang buck boost converter untuk mengatur energi pada baterai dan
menganalisa hasil simulasi dari rancang bangun buck boost converter. Simulasi dan analisa dilakukan menggunakan perangkat lunak PSIM,
meliputi percobaan pengaturan tegangan dan arus beban, dengan parameter yang diamati berupa arus kualitas tegangan DC. Dari hasil
pengujian dan analisa rangkaian buck boost converter ini di dapat hasil pengujian pada keadaan buck converter dengan efisiensi Vin = 12 dan
Vout = 48 dengan hasil Arus beban 0.6A. Sedangkan dalam keadaan boost converter dengan efisiensi Vin = 48 dan Vout = 12 didapatkan
hasil arus beban 0.24A.
Kata Kunci : Buck boost converter, Baterai, PSIM
PENDAHULUAN DC dengan proses discharging dan bagaimana proses
Saat ini, konverter DC-ke-DC banyak dikembangkan karena charging pada baterai pada saat tegangan pada baterai rendah,
mempunyai berbagai keungulan, diantaranya adalah serta bagaimana bentuk sinyal tegangan dan arus keluaran
bentuknya yang lebih kompak dan mempunyai efisiensi pada buck boost converter.
tinngi. Terdapat dua jenis konverter yang sering digunakan,
2. Tujuan Penelitian
yaitu buck dan boost. Konverter buck digunakan untuk
Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
menurunkan tegangan masukan dan konverter boost untuk
a. Memahami cara kerja konverter DC-DC buck boost
menaikan tegangan. Agar suatu konverter dapat menaikkan
dua arah.
dan menurunkan tegangan masukan dan juga mempunyai
kisaran tegangan masukan lebih besar, dikembangkanlah b. Mensimulasikan rancang bangun buck boost converter
koverter dengan konfigurasi buck boost. Pada dua arah.
pengembangannya, penerapan DC-ke-DC konverter telah c. Memahami pengaruh duty cycle pada rancang bangun
memungkinkan suatu perangakat elektronika dapat berfungsi buck boost converter dua arah.
dengan mengunakan sumber energi penyimpanan baterai. d. Dapat Menganalisa hasil tegangan masukan dan
Maka dari itu penulis akan membuat eksperimen rancangan keluaran dari rancang bangun buck boost converter
buck boost converter untuk mengatur energi pada baterai. pada baterai dan digrid DC.
Untuk mengoptimalkan efisiensi keluaran pada baterai maka
diperlukan beberapa subjek dan pengetahuan dasar dalam
perancangan, salah satunya adalah penerapan konsep Buck- 3. Manfaat Penelitian
Boost converter sebagai kontrol charger. Dengan Adapun manfaat yang diharapkan penelitian ini yaitu antara
menerapkan konverter ini akan memungkinkan suatu lain sebagai berikut :
perangkat elektronika dapat menggunakan sumber energi a. Dapat menambah pengetahuan yang berkaitan dengan
masukan yang bernilai kecil atau rendah. Tipe konverter konverter buck boost.
buck-boost juga banyak digunakan karena tegangan b. Peneliti diharapkan dapat menjadi informasi, evaluasi,
keluarannya dapat bernilai lebih besar ataupun lebih kecil referensi dan keuntungan untuk penelitian yang akan
dari pada tegangan masukannya, atau dengan kata lain, level datang serta dapat memberikan perbandingan dalam
tegangan keluaran dapat diatur sesuai kebutuhan pemakaian mengadakan penelitian terkait dengan rancang buck
boos converter untuk mengatur energi pada baterai.
1. Rumusan Masalah
c. Dapat membantu memanfaatkan energi terbaru untuk
Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat dirumuskan digunakan kebutuhan sehari-hari atau sesuai kapasitas
masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana desain beban yang tersimpan pada batera
simulasi rancang buck boost converteruntuk mengatur energi
pada baterai yang dapat mensetabilkan tegangan pada digrid
19
20 Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi Vol. 1, No. 1, April 2022
STUDI PUSTAKA Tabel 1 Standar charge baterai
Model boost-buck untuk membentuk konverter DC-ke-DC.
Konverter ini tersusun dari konverter boost dan buck.
Konverter boost mengonversi tegangan masukan menjadi
tegangan di kapasitor bersama dengan empat mode operasi:
tanpa beban, transisi-naik, boost, dan transisi turun.
Sementara itu konverter buck mengonversi tegangan di
kapasitor bersama menjadi tegangan keluaran. Untuk
memperkecil waktu transien dan tegangan kerut, konverter
buck menanggapi kemungkinan naik/turunnya tegangan
keluaran dengan manurunkan/menaikkan waktu on/off pulsa
switching. Konverter boost-buck ini mempunyai waktu
transien 1 mikrodetik dan tegangan kerut 20 mV pada beban
5 A.( Freddy Kurniawan,2018).Penelitian yang dilakukan
oleh Mosey (2016), yang berjudul simulasi dan pembuatan
rangkaian sistem kontrol pengisian batrai untuk pembangkit
listriktenaga surya, dalam penelitian ini metode penelitian
yang di lakukan yaitu dengan merangkai rangkaian yang di
dapat dari pustaka kemudian di simulasikan dengan
perangkat lunak proteus ISIS profesional, selanjutnya 2. Buck Boost Converter Dua Arah
dilakukan pembuatan rangkaian Konverter DC-DC dua arah umumnya digunakan untuk
elektronika dalam sebuah PCB. Untuk mengetahui penuh mengatur aliran daya dari suatu level tegangan DC menuju
atau tidaknya batrai, sistem ini bekerja dengan memonitor leveltegangan DC yang lain seperti yang sering digunakan
tegangan baterai 15 VDC. Sebelumnya batas tegangan atas pada kendaraan listrik (sheng, dkk. 2012). Pada kendaraan
indikator baterai penuh adalah 14,8 volt dan batas tegangan listrik , konverter DC-DC buck boost dua arah ini dapat
bawah. Untuk tegangan ambang 11,95 Volt<Vbaterai< 14,8 berfungsi mengatur aliran daya pada saat akselerasi maupun
Volt, pengisian baterai atau pembebanan ke dummy load pengereman. Pada saat mode akselerasi, konverter
akan ditentukan oleh user dengan menekan switch on-off mengalirkan daya dari baterai menuju ke motor. Tegangan
pada kontrol. pada motor dapat diubah ubah dengan cara mengubah pola
pensaklaran dan duty cycle pada konverter. Pada mode
1. Baterai pengereman konverter mengalirkan daya dari motor menuju
Baterai adalah perangakat yang mengandung sel listrik yang baterai, pada keadaan ini kecepatan mototr dapat diperlambat
dapat menyimpan energi yang dapat dikonversi menjadi daya. dan arus pengereman dapat digunakan untuk pengisian
Baterai menghasilkan listrik melalui proses kimia. Baterai baterai. Arus pda mode pengereman dapat diatur sehingga
atau akkumulator adalah sebuah sel listrik dimana mencegah kerusakan baterai saat tegangan baterai turun,
didalamnya berlangsung proses elektrokimia yang reversible pada keadaan ini tegangan pengisian baterai harus lebih kecil
(dapat berkebalikan) dengan efisiensi yang tinggi. Yang dari tegangan maksimum pengisian baterai sehingga arus
dimaksud dengan reaksi elektrokimia menjadi tenaga listrik pengisian tidak terlalu besar.(Yudo, dkk. 2015).Topologi
(proses pengosongan) dan sebaliknya dari tenaga listrik buck boost dua arah terdiri dari empat saklar, empat dioda,
menjadi tenaga kimia (proses pengisian) dengan cara proses duakapasitor dan satu iinduktor sebagai mana ditunjukan
regenerasi dari elektroda –elektroda yang dipakai yaitu pada gambar 1.
dengan melewatkan arus listrik dalam arah polaritas yang
berlawanan didalam [Link] pengisian baterai dapat
diketahui berdasarkan tegangan atau berat jenis elektrolit.
Perubahan kepadatan beratjenis asam sulfat baterai
memberikan suatu keadaan pengisian yang berbeda. Berat
jenis elektrolit baterai dapat dibaca menggunakan
hydrometer untuk memberikan informasi tentang keadaan
pengisian secara tepat. Namun hydrometer tidak dapat
digunakan untuk baterai berjenis sealed, AGM, dan baterai
gel [Link] juga dapat digunakan untuk menunjukkan
kondisi pengisian baterai. Voltmeter memberikan akurasi
untuk membaca tegangan dan mudah untuk digunakan
Gambar 1 Topologi Buck Boost Converter Dua arah
Reza Maulidin dkk.: Rancang Buck Boost Converter Untuk Mengatur Energi Pada Baterai 21
Konfigurasi rangkaian sebagaimana ditunjukan pada gambar
1.1 adalah dua saklar yang disusun secara seri pada sisi
tegangan V1dan dua saklar yang disusun secara seri pada sisi
tegangan V2 Terpasang empat dioda yang masing-masing
terpasang secara paralel dengan keempat saklar. Titik
diantara kedua saklar pada sisi tegangan V1 dan titik diantara
kedua saklar pada sisi tegangan V2 tersebut dihubungkan
dengan sebuah induktor. Sisi negatif dari kedua tegangan V1
dan V2 saling dihubungkan. Kapasitor C1 berfungsi Gambar 2.1 Konfigurasi Sistem Buck Boost Converter
memperhalus riak tegangan pada sisi V1,sedangkan
kapasitor C2 berfungsi memperhalus riak tegangan pada sisi Konverter DC-DC buck boostmerupakan konverter yang
V2 dapat bekerja menurunkan tegangan (buck) dan menaikan
tegangan (boost). Mekanisme kerja konverter sehingga
3. Microbrid dapat menurunkan atau menaikan tegangan ditentukan oleh
Microgrid secara sederhana dapat didefinisikan sebagai pensaklaran 𝑆1, 𝑆2, 𝑆3, dan 𝑆4. Pensaklaran nyala dan
sistem listrik kecil yang terdiri dari pembangkit terdistribusi padam dari keempat saklar tersebut diatur mengunakan
dan beban yang beroperasi sebagai kesatuan jaringan gerbang [Link] pada penjelasan diatas, konverter ini
otonom, baik tersambung dengan sistem eksternal ataupun berfungsi mengalirkan daya secara dua arah, sehingga
beroperasi secara terisolasi. Dalam microgrid, sumber dibutuhkan mekanisme kontrol yang berfungsi mengatur
energi dan beban bisa terhubung maupun terputus ke konverter untuk dapat bekerja pada dua keadaan tersebut.
jaringan distribusi (grid).Sistem microgrid PLTS yang
dikembangkan ini untuk menjadi pasokan daya listrik untuk 2. Perancangan Sistem
beban-beban penting. Microgrid sendiri adalah jaringan
lokal dengan kemampuan kendali, yang berarti dapat
memisahkan diri dari jaringan listrik tradisional dan bekerja
secara mandiri atau terpisah. Cara kerja jaringan pada
microgrid menghubungkan rumah, bisnis dan bangunan lain
ke sumber listrik pusat, yang memungkinkan kita
menggunakan alat-alat rumah tangga, sistem pemanas atau
pendingin dan alat-alat elektronik. Secara umum microgrid
beroprasi ketika terhubung dengan jaringan listrik, tetapi
dapat memisahkan diri dan bekerja secara mandiri
menggunakan energi lokal, misal ketika badai, mati lampu
atau alasan lainnya. Microgrid bisa ditenagai oleh generator,
baterai atau sumber tenaga yang dapat diperbarui seperti
panel surya. Microgrid dapat berfungsi tanpa batas waktu,
bergantung pada sumber tenaga dan pengolahannya.
Microgrid tidak hanya dapat berfungsi sebagai backup
dalam keaddan darurat, tetapi juga dapat mengurangi biaya
atau terhubung dengan sumber energi lokal yang terlalu
kecil. Microgrid memungkinkan masyarakat untuk lebih
mandiri dalam hal energi dan dalam beberapa kasus dan
lebih ramah lingkungan.
METODE PENELITIAN
1. Konfigurasi sistem
Topologi konverter DC-DC buck boost dua arah pada tugas
akhir ini menggunakan baterai sebagai sumber tegangan 𝑉1,
rangkaian konverter DC-DC buck boost dua arah. Baterai
berfungsi sebagai sumber tegangan pada saat mode buck
sekaligus berfungsi menyimpan energi. Digrid DC berfungsi
sebagai beban dan sebagai sumber pada saat baterai habis.
Dengan demikian konverter DC-DC mempunyai dua fungsi
yaitu untuk mengalirkan daya dar
baterai menuju beban dan sebaliknya. Konfigurasi system
ditunjukan pada gambar 2. Gambar 3 Perancangan Sistem
22 Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi Vol. 1, No. 1, April 2022
HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 3 Parameter Simulasi Konverter Mode Boost
1. Pengujian Simulasi Converter
Pada simulasi konverter ini dibagi menjadi dua bagian yaitu
pengujian konverter mode boost dan mode buck. Pengujian
mode boost dilakukan dengan menaikan tegangan dari sisi
𝑉1 sebesar 12V menuju tegangan sisi 𝑉2 sebesar
[Link] ini dinamakan discharging dikarenakan pada
simulasi konverter menggunakan sumber energi baterai dan
beban digrid DC, mode ini mengalirkan daya darin baterai
(𝑉1) menuju beban digrid DC (𝑉2). Pada mode buck , Pada rangkaian penganti konverter saat bekerja pada mode
konverter menurunkan tegangan 𝑉2 sebesar 48V menjadi boost, saklar yang berfungsi sebagai ON/OFF adalah saklar
tegangan 𝑉1 sebesar 12V . mode ini dinamakancharging S4. Saklar S3 bekerja berkebalikan dengan saklar S4. Saklar
dikarenakan pada simulasi konverter mengunakan baterai S1 selalu menyala, sedangkan saklar S2 selalu padam.
dan digrid DC, konverter mengalirkan daya dari digrid DC Dengan demikian pada saat saklar S4 menyala, pada
(𝑉2) menuju baterai (𝑉1). Nilai parameter pengujian induktor dilakukan pengisian, sedangkan saat saklar S4
konverter pada pengujian ini ditunjukkan oleh tabel 2. padam, pada induktor dilakukan pengosongan. Pada saat
pengosongan, arus yang mengalir adalah arus pengosongan
Tabel 2 Nilai Parameter Pengujian Konverter induktor.
Gambar 4 Arus Boost Converter
3. Simulasi Mode Buck
Pada simulasi konverter mode buck,konverter bekerja
Pada pengujian konverter, beban yang digunakan pada sisi menurunkan tegangan 𝑉2 sebesar 48V menjadi tegangan 𝑉1
𝑉1 pada mode discharging adalah resistor 79,5Ohm sebesar 12V. Dengan demikian tegangan 𝑉2 merupakan
sehingga dengan tegangan 48V arus yang melewati beban tegangan masukan (input) dan tegangan 𝑉1 merupakan
adalah sebesar arus bebanpenuh yakni sebesar 0,6A. tegangan keluaran (Output) konverter. Konverter diuji pada
Sebaliknya pada pengujian konverter mode buck, daya sesuai desain, yaitu sebesar 450W, dengan demikian
bebanyang digunakan pada sisi V1 adalah resistor sebesar arus keluaran converter (I1) diatur 0,24A dengancara
50 Ohm sehingga dengan tegangan sebesar 12V arus memberikan beban resistif pada sisi 𝑉1 sebesar.
melewati beban adalah sebesar 0,24A. Selanjutnya pada
pengujian dalam dua kondisi diatas pengamatan dilakukan
mengunakan simulasi pada gelombang tegangan dan arus
induktor. Parameter yang digunakan pada simulasi konverter mode
buck ditunjukan oleh tabel 3.
2. Simulasi Boost
Tabel 3 Parameter Simulasi Konverter Mode Buck
Pada simulasi konverter mode ini, konverter berkerja
menaikan tegangan 𝑉1sebesar 12V menjadi tegangan 𝑉2
sebesar 48V. Konverter ini diuji dengan daya sebesar 200W,
dengan demikian besarnya arus keluaran (𝐼2) diatur sebesar
0.6A dengan cara memberikan beban resistif (𝑅𝐿) sebesar.
Parameter lain yang digunakan pada simulasi konveter Pensaklaran pada mode buck ini sama dengan pensaklaran
mode boost ditunjukan pada tabel [Link] 3.2 Parameter pada mode boost. Namun yang berperan sebagai pencacah
Simulasi Konverter Mode Boost pada mode ini adalah saklar S3. Saat sakalar S3 menyala,
pada induktor dilakukan pengisian, sedangkan saat saklar S3
padam, pada induktor dilakukan pengkosongan.
Reza Maulidin dkk.: Rancang Buck Boost Converter Untuk Mengatur Energi Pada Baterai 23
Gambar 9 Output Tegangan Pada Saat Duty Cycle 80%
Gambar 5 Pensaklaran Buck Converter
Sedangkan saat rangkaian tanpamengunakan kapasitor
Pada konverter DC-DC dua arah ini, kapasitor 𝐶1 tegangan output sebesar 26,2V dimana keadaan tunak pada
merupakan kapasitor yang berfungsi mengurangi riak output tegangan mencapai waktu 0.05002507, kemudia pada
tegangan pada sisi 𝑉1. Sama halnya dengan induktor,waktu keadaan overshoot pada output tegangan mencapai
pengisian kapasitor 𝐶1 adalah pada saat saklar S3 menyala waktu 0.050044568. Dapat dilihat pada gambar 10
dan dikosongkan padasaat saklar S3 padam. Pada pengujian
konverter mode buck, tegangan 𝑉1 yang dikehendaki pada
sisi keluaran konverter bernilai 12V. Grafik tegangan 𝑉1
dan 𝑉2 pada saat simulasi ditunjukan pada gambar 6 dan 7
Gambar 10 Output Tegangan Saat Tidak Mengunakan
Kapasitor
Gambar 6 Tegangan Input Buck Converter Saat keadaan Buck Converter Pengujian Duty Cycle 20%
Pada saat keadaan duty cycle 20% output tegangan
rangkaian buck converter mengalami kenaikan. Dimana
tegangan output sebesar 11,7V yang dipengaruhi oleh nilai
duty cycle. Keadaan tunak pada duty cycle 20% pada output
mencapai waktu 0.00050557103. Kemudian pada keadaan
Gambar 7 Tegangan Output Buck Converter overshoot pada output mencapai 0.0005264624. Saat
Tegangan keluaran pada pengujian konverter mode boost, keadaan duty cycle 40% tegangan output sebesar 11,7V
yaitu tegangan V adalah sebesar 12V. Pada pengujian dimana keadaan tunak pada output tegangan saat
konverter mode boost ini arus yang dialirkan pada konverter mengunakan kapasitor mencapai waktu 0.00050626741,
ini yaitu 0,24A yang ditunjukan pada gambar 8. kemudian pada keadaan overshoot pada output tegangan
mencapai waktu 0.00052855153. Dapat dilihat pada gambar
11.
Gambar 8 Arus Output Buck Converter
4. Pengaruh Duty Cycle (D) Dan Kapasitor C Pada Gambar 11 Output Tegangan Pada Saat Duty Cycle 20%
Rangkaian.
Sedangkan saat rangkaian tanpa mengunakan kapasitor
Saat keadaan Boost Converter tegangan output sebesar 43,9V dimana keadaan tunak pada
Pengujian Duty Cycle 80% Pada saat keadaan duty cycle output tegangan mencapai waktu 0.00050487465, kemudia
80% output tegangan rangkaian boost convertermengalami pada keadaan overshoot pada output tegangan mencapai
kenaikan. Dimana tegangan output sebesar 47,8V yang waktu 0.00052785515. Dapat dilihat pada gambar 12.
dipengaruhi oleh nilai duty cycle. Keadaan tunak pada duty
cycle 80% pada output mencapai waktu 0, 050019.
Kemudian pada keadaan overshoot pada output mencapai
0,050024. Saat keadaan duty cycle 80% tegangan output
sebesar 47,8V dimana keadaan tunak pada output tegangan
saat mengunakan kapasitor mencapai waktu
0.050019499,kemudian pada keadaan overshoot pada output
tegangan mencapai waktu 0.050025766. Dapat dilihat pada Gambar 12 Output Tegangan Saat Tidak Mengunakan
gambar 9. Kapasitor
24 Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi Vol. 1, No. 1, April 2022
KESIMPULAN DAN SARAN [5] dewi, r., Prijono, a., & & dkk. (2015). Dasar-dasar
1. Kesinpulan rangkaian listrik . Bandung: Alfabeta.
Dari hasil percobaan dapat ditarik kesimpulan sebagai [6] Fitri, A. L., Iskandar, R. F., & Qurthobi, A. (2018).
berikut: Desain Dan karakterisasi Konverter DC Ke DC
a. Konverter DC-DC buck boost dua arah pada tugas Berbasis RANGKAIAN BUCK-BOOST PADA
akhir ini dapat menaikan atau menurunkan level SISTEM MAXIMUM POWER POINT TRACKING
tegangan DC pada dua arah aliran daya. (MPPT). e-Proceeding of Engineering, 2314-2321.
b. Dari hasil pengujian simulasi nilai duty cycle (D) [7] Juarsah, M. A., Facta, M., & Nugroho, A. (2015).
sangat berpengaruh pada output. Saat nilai duty cycle PERANCANGAN DC CHOPPER TIPE BUCK-
diatas 50% maka akan berkerja sebagai boost converter BOOST CONVERTER PENGUATAN UMPAN
dan saat nilai duty cycledibawah 50% maka akan BALIK IC TL 494. TRANSIENT, 597-562.
berkerja mde buck converter. [8] Justiadi, Houssein, E. H., & Samman, F. A. (2014).
c. Dari hasil pengujian dan analisa rangkaian buck boost SISTEM KENDALI LEVEL TEGANGAN
converter ini di dapat hasil pengujian pada keadaan KONVERTER BUCK-BOOST TIPE SEPIC. Seminar
buck converter dengan efisiensi Vin = 12V dan Vout = Nasional Teknik Energi dan Ketenagalistrikan
48V dengan hasil Arus beban 0,6A. Sedangkan dalam (SNTEK), 133-136.
keadaan [9] Komarudin, A. (2014). DESAIN DAN ANALISIS
d. boost converter dengan efisiensi Vin = 48V dan Vout = PROPORSIONAL KONTROL BUCK BOOST
12V didapatkan hasil arus beban 0,24A. CONVERTER PADA SISTEM PHOTOVOLTAIK.
e. Dari hasil percobaan rangkaian buck boost converte Jurnal ELTEK, 78-89.
didapat bahwa fungsi nilai capasitor adalah untuk [10] kurniawan, F. (2018). Pengembangan Model Boost-
mengurangi riak tegangan. Buck untuk Mempertinggi Stabilitas Tegangan
f. Sistem yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Keluaran Konverter DC-ke-DC. Jurnal EECCIS, 98-
sistem microgrid. Karena sistem microgrid sangat 103.
cocok di pakai di daerah pegunungan atau pedalaman, [11] Mahrubi, I., Bintoro, J., & Djatmiko, W. (2018).
yang sangat mempengaruhi intensitas cahaya saat RANCANG BANGUN SOLAR CHARGE
diterapkan. Microgid adalah sistem yang ramah CONTROLLER MENGGUNAKAN SYNCRONOUS
lingkungan karena energi yang dihasilkan dari energi NON-INVERTING BUCK BOOST CONVERTER
matahari. PADA PANEL SURYA 50 WATT PEAK (WP)
BERBASIS ARDUINO NANO V3.0. Jurnal
2. Saran Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika Volume I,
14-17.
Sebagai saran kedepannya hasil penelitian berupa simulasi
ini dapat dikembangkan lagi dengan caramerealisasikannya [12] Maulana, A., Sarwoko, I., Rusdinar, A. P., & MT,K. B.
(2016). RANCANG BANGUN KONVERTER BUCK
dalam bentuk perangkat keras. Pada aplikasi perangkat
– BOOST MENGGUNAKAN FUZZY LOGIC
keras yang akan dirancang, alat ini dapat digunakan untuk
UNTUKPEMBANGKIT LISTRIK TENAGA
mensuplai beban DC yang nilai bebannya tetap dengan
OMBAK. e-Proceeding of Engineering, 35-42.
menggunakan sistem microgrid.
[13] Putra, W., Bachtiar, I. K., & Suhendra, T. (2017).
Perancangan Battery Charge Control Unit (BCCU)
DAFTAR PUSTAKA untuk Aplikasi Solar Home System (SHS). -, 1-10.
[1] Adi, a. n. (2010). Mekatronika. Yogyakarta: Graha [14] Sandewo, R. A., Kurniawan, E., & Adam, K. B. (2017).
Ilmu. Perancangan Dan Implementasi Pengisian Baterai
[2] Arifin, B., Suryoatmojo, H., & Soedibojo. (2016). Lead Acid Mengunakan Solar Cell Dengan
DESAIN DAN IMPLEMENTASIPENAIK Mengunakan Metode Three Steps Charging Design
TEGANGAN MENGGUNAKAN KOMBINASI KY and Implementation Of Charging Lead Acid Battery . -,
CONVERTER DAN BUCK BOOST CONVERTER. hal 26-35.
JURNAL TEKNIK ITS, B176-B182. [15] Santoso, Y. A., Setiawan, D. K., & Kaloko, B. S. (-).
[3] Ashari, M. (2012). Sistem Konverter [Link]: Rancang Bangun Sistem Pengisi Baterai Lead Acid
ITS PRESS. Berbasis Mikrokontroler Atmega328 dengan Sumber
[4] Cahyadi, L. W., Andromeda, T., & Facta, M. (2017). Stand-Alone PV System. Jurnal Aris Elektro Indonesia
KINERJA KONVERTER ARUS SEARAH TIPE (JAEI), 1-7.
BUCK CONVERTERDENGAN UMPAN BALIK [16] Wijaya, Y. K. (2015). DESAIN DAN
TEGANGAN BERBASIS TL494. TRANSIENT, 161- IMPLEMENTASI KONVERTER DC-DC BUCK
167. BOOST DUA ARAH UNTUK APLIKASI
KENDARAAN LISTRIK. -, -.