0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan29 halaman

Bab Ii

Dokumen ini membahas tentang hasil belajar biologi, khususnya pada materi struktur dan fungsi sel, serta faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar siswa. Terdapat penjelasan mengenai teori belajar, ciri-ciri belajar, dan faktor internal serta eksternal yang mempengaruhi belajar, seperti kesehatan, psikologi, lingkungan keluarga, dan masyarakat. Selain itu, dokumen ini juga menyoroti pentingnya metode pengajaran dan interaksi antara guru dan siswa dalam meningkatkan hasil belajar.

Diunggah oleh

Ambar Ritonga
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan29 halaman

Bab Ii

Dokumen ini membahas tentang hasil belajar biologi, khususnya pada materi struktur dan fungsi sel, serta faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar siswa. Terdapat penjelasan mengenai teori belajar, ciri-ciri belajar, dan faktor internal serta eksternal yang mempengaruhi belajar, seperti kesehatan, psikologi, lingkungan keluarga, dan masyarakat. Selain itu, dokumen ini juga menyoroti pentingnya metode pengajaran dan interaksi antara guru dan siswa dalam meningkatkan hasil belajar.

Diunggah oleh

Ambar Ritonga
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

8

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori

2.1.1 Hasil belajar biologi pada materi pokok struktur dan fungsi sel

Belajar dapat di artikan sebagai proses perubahan tingkah laku sebagai akibat

adanya interaksi antara individu dengan lingkungannya. Tingkah laku itu mencakup

aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap. Jadi perubahan tingkah laku dalam proses

belajar merupakan akibat dari interaksi siswa dengan lingkungannya. Interaksi ini

berlangsung secara di sengaja. Hal ini terbukti dari adanya tujuan yang ingin di capai,

motivasi untuk belajar, dan kesiapan siswa untuk belajar baik secara fisik maupun psikis

(Slameto, 2010).

(Purwanto, 2009) Belajar dalam arti luas adalah semua persentuhan pribadi

dengan lingkungan yang menimbulkan perubahan perilaku. Pengajaran adalah usaha

yang memberikan kesempatan agar proses belajar terjadi dalam diri [Link] karena

itu belajar dapat terjadi ketika pribadi bersentuhan dengan lingkungan maka

pembelajaran terhadap siswa tidak hanya dilakukan di sekolah, sebab dunia adalah

lingkungan belajar yang mungkinkan perubahan perilaku.

Menurut susanto (2013,) hasil belajar merupakan perubahan perubahan yang

terjadi pada siswa baik pada aspek kognitif, efektif, psikomotorik, sebagai hasil dari

kegiatan belajar. Hasil belajar juga diartikan sebagai tingkat keberhasilan siswa dalam

mempelajari materi pelajaran disekolah dalam bentuk skor yang di peroleh dari hasil tes

mengenai materi pelajaran tertentu.


9

Menurut Bloom dalam Wahab (2013) hasil belajar dari ranah kognitif meliputi

penguasaan konsep, ide, pengetahuan faktual, dan berkaitan dengan keterampilan-

keterampilan intelektual. kebanyakan pendidik lebih menitikberatkan evaluasi atau

penilaian terhadap hasil belajar kognitif. Tujuan pembelajaran terkait dengan ranah

kognitif ini secara umum dirumuskan dengan mendeskripsikan perilaku peserta didik.

Taksonomi hasil belajar ini bersifat kumulatif dan merupakan hirarki yang bersifat

sistematis untuk mendeskripsikan dan mengklasifikasikan kegiatan pembelajaran.

Menurut teori belajar Gagne (1977), belajar merupakan seperangkat proses yang

bersifat internal bagi setiap individu sebagai hasil transformasi rangsangan yang berasal

dari peristiwa eksternal di lingkungan individu yang bersangkutan (kondisi). Agar

kondisi eksternal itu lebih bermakna sebaiknya diorganisasikan dalam urutan peristiwa

pembelajaran (metode atau perlakuan). Selain itu, dalam usaha mengatur kondisi

eksternal diperlukan berbagai rangsangan yang dapat diterima oleh panca indera, yang

dikenal dengan nama media dan sumber belajar (Miarso, 2004:245).

Menurut pengertian saya belajar merupakan suatu proses aktif dalam memperoleh

pengalaman/pengetahuan baru, misalnya setelah belajar siswa itu mampu

mendemontrasikan pengetahuan dan keterampilannya dimana sebelumnya ia tidak dapat

melakukannya Berdasarkan pengertian belajar di atas dapat di pahami bahwa belajar

adalah suatu perubahan. Maksudnya seseorang itu belajar untuk merubah diri dari tidak

tahu atau tidak mampu manjadi mengetahui dan mampu. Jadi, belajar merupakan usaha

seseorang untuk merubah sesuatu yang tidak pada dirinya. Sebab pada prinsipnyabelajar

adalah melakukan serangkaian kegiatan dengan tujuan untuk mengubah tingkah laju

seseorang atau penampilanny dalam kehidupan sehari-hari.


10

Ciri-Ciri Belajar Menurut Surya (1997) dalam Rusman.2015:13-16)


Surya menyampaikan bahwa terdapat 8 ciri-ciri dari belajar.
1. Perubahan yang didasari dan disengaja (intensional)
Ciri tersebut menjelaskan bahwa belajar merupakan perubahan
tingkah laku yang disadari atau disengaja oleh individu tersebut. Dia
juga menyadari hasil dari perubahan tersebut. Individu tersebut
memahami bahwa telah terjadi peningkatan pengetahuan atau
keterampilan dari hasil iya belajar.
2. Perubahan yang berkesinambungan (kontinu)
Perubahan yang berkesinambungan memiliki arti bahwa perubahan
yang terjadi pada individu merupakan perubahan lanjutan dari
keterampilan, pengetahuan yang telah dia miliki sebelumnya.
Misalkan : Si X sudah memiliki pengetahuan tentang penjumlahan
dan pengurangan, kemudian dia belajar tentang perkalian dan
pembagian. Maka dia dapat memanfaatkan pengetahuan terdahulunya
untuk mempelajari pengetahuan barunya.
3. Perubahan yang fungsional
Hasil dari perubahan belajar adalah perubahan yang fungsional,
artinya hasil dari perubahan tersebut berguna. Hasil perubahan
tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masa sekarang atau
yang akan datang, Mislakan seorang mahasiswa fakultas pendidikan
mempelajari mata kuliah teori pembelajaran, suatu saat materi tersebut
akan bermanfaat untuk keperluannya menjadi guru.
4. Perubahan yang bersifat positif
Belajar adalah terjadinya perubahan pada diri individu, perubahan
tersebut harus bersifat positif atau kearah kebaikan. Jika sebaliknya
maka itu bukan belajar. Misal: Seorang guru yang belajar tentang tipe
tipe cara belajar anak. Setelah dia belajar dia paham bahwa setiap
anak memiliki cara belajar yang berbeda, sehingga kini dia selalu
menggnakan metode yang disesuaikan dengan siswa untuk belajar
mereka.
5. Perubahan Bersifat Aktif
Hal ini berarti bahwa perubahan yang terjadi pada individu akibat
belajar diperoleh dari kegiatan aktif individu tersebut untuk
mendapatkan hasil dari perubahan tersebut.
6. Perubahan yang bersifat permanen
Hasil belajar merupakan hasil yang permanen. Jdi orang dikatakan
belajar jika dia memperoleh perubahan tingkah laku yang sifatnya
permanen (bertahan lama). Misalnya seorang mahasiswa yang belajar
tentang komputer, kemudian dia bisa mengoperasikan komputer.
Kemampuan tersebut selanjutnya bertahan untuk waktu yang lama.
7. Perubahan yang terjadi berarah atau bertujuan
Seseorang dikatakan belajar jika ia sadar, termasuk dikatakan sadar
jika ia punya tujuan. Jadi belajaar harus terarah untuk meraih tujuan.
Misalnya seseorang yang belajar bermain bola, ia punya tujuan agar
mahir bermain sepak bola atau punya kehidupan yang sehat.
11

8. Perubahan prilaku secara keseluruhan


Maksudnya adlaah bahwa hasil dari belajar mempengaruhi perubahan
secara keseluruhan individu. Tidak hanya pengetahuannya yang
berubah, tetapi juag keterampilan dan sikapnya.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belajar

Belajar sebagai proses atau aktivitas disyaratkan oleh banyak sekali hal-hal atau

faktor-faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar itu adalah banyak sekali

macamnya, yaitu : Menurut Drs. Slameto (2010), faktor-faktor yang mempengaruhi

belajar itu adalah :

a. Faktor intern yaitu faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar.

antara lain : Faktor jasmaniah, faktor psikologis dan faktor kelelahan.

b. Faktor extern yaitu faktor yang ada di luar diri individu.

c. Antara lain : faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor masyarakat.

d. Faktor Intern yaitu faktor yang ada dalam diri individu, yang sangat besar

pengaruhnya terhadap aktivitas belajar seseorang. Faktor ini dibagi menjadi tiga,

yaitu

1. Faktor Jasmaniah

2. Faktor Kesehatan

Sehat berarti dalam keadaan segenap badan beserta bagian-bagiannya bebas dari

penyakit. Proses belajar akan terganggu jika kesehatan seseorang terganggu. Selain itu

ia akan cepat lelah, kurang bersemangat, mudah pusing, ngantuk dan lain-lain. Agar

seseorang belajar dengan baik maka haruslah mengusahakan kesehatan badannya tetap

terjamin.

a. Cacat Tubuh

Cacat tubuh adalah sesuatu yang menyebabkan kurang baik/kurang sempurna

mengenai tubuh/badan. Cacat itu dapat berupa buta, setengah buta, tuli, patah

kaki/tangan, lumpuh dan lain-lain.


12

Faktor Psikologis

a. Intelegensi

Intelegensi adalah kecakapan yang terdiri dari tiga jenis yaitu kecakapan untuk

menghadapi dan menyesuaikan ke dalam situasi yang baru dengan cepat dan efektif,

mengetahui/menggunakan konsep-konsep yang abstrak secara efektif, mengetahui relasi

dan mempelajarinya dengan cepat.

b. Perhatian

Perhatian adalah keaktifan yang dipertinggi, jiwa itupun semata-mata tertuju

kepada suatu objek (benda/hal) atau sekumpulan objek.

c. Minat

Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang

beberapa kegiatan. Minat besar pengaruhnya terhadap belajar, karena bila bahan

pelajaran yang dieplajri tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar

dengan sebaik-baiknya demikian sebaliknya.

d. Bakat

Bakat adalah kemampuan untuk belajar. Adalah penting untuk mengetahui bakat

siswa dan menempatkan siswa belajar di sekolah yang sesuai dengan bakatnya.

e. Motif

Dalam proses belajar haruslah diperhatikan apa yang dapat mendorong siswa agar

dapat belajar dengan baik/padanya memepunyai motif untuk berpikir dan memusatkan

perhatian, merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang berhubungan/menunjang

belajar.

f. Kematangan

Kematangan adalah suatu tingkat/fase dalam pertumbuhan seseorang, dimana

alat-alat tubuhnya sudah siap untuk melaksanakan kecakapan baru.


13

g. Kesiapan

Kesiapan adalah kesediaan untuk memberikan response atau bersaksi. Kesediaan

itu timbul dari dalam diri seseorang dan juga berhubungan dengan kematangan, karena

kematangan berarti kesiapan untuk melaksanakan kecakapan.

h. Faktor Kelelahan

Kelelahan disini dibagi dua yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan rohani.

Kelelahan jasmani terlihat dengan lemah lunglainya tubuh dan timbul kecenderungan

untuk membaringkan tubuh sedangkan kelelahan rohani dapat dilihat dengan adanya

kelesuan dan kebosanan, sehingga minat dan dorongan untuk menghasilkan sesuatu

hilang.

Faktor-Faktor Extern.

1. Faktor keluarga

Siswa yang belajar akan menerima pengaruh dari keluarga berupa :

a. Cara orang tua mendidik

Cara mendidik anak dengan memberikan bimbingan dan penyuluhan memegang

peranan yang sangat penting. Keterlibatan orang tua akan sangat mempengaruhi

keberhasilan bimbingan tersebut.

b. Relasi antar anggota keluarga

Yaitu hubungan orang tua dengan anak adalah sangat penting. Selain itu juga anggota

keluarga yang lain pun turut mempengaruhi belajar anak.

c. Suasana rumah

Yaitu situasi/kejadian-kejadian yang sering terjadi di dalam keluarga dimana

anak berada dan belajar. Agar anak dapat belajar dengan baik, maka ciptakanlah

suasana rumah yang tenang dan tenteram.

d. Keadaan ekonomi keluarga


14

Keadaan ekonomi keluarga erat hubungannya dengan belajar anak. Anak yang

sedang belajar selain harus terpenuhi kebutuhan pokoknya, juga membutuhkan fasilitas

belajar seperti alat tulis menulis, buku-buku dan lain0lain. Fasilitas belajar itu hanya

dapat terpenuhi jika keluarga mempunyai cukup uang. Jika anak hidup dalam keluarga

yang miskin, kebutuhan pokok anak kurang terpenuhi, akibatnya anak terganggu,

sehingga belajar anak juga terganggu.

e. Pengertian Orang Tua

Anak belajar perlu dorongan dan pengertian dari orang tua. Bila anak sedang

belajar jangan diganggu dengan tugas-tugas di rumah.

f. Latar belakang kebudayaan

Pada diri anak perlu dibiasakan/ditanamkan kebiasaan-kebiasaan agar

mendorong semangat anak untuk belajar.

2. Faktor Sekolah

 Metode Mengajar

Metode mengajar adalah suatu cara/jalan yang harus dilalui di dalam mengajar.

Metode mengakar yang kurang baik dapat mempengaruhi belajar siswa yang tidak baik

pula. Demikian sebaliknya. Oleh sebab itu agar siswa dapat belajar dengan baik, maka

metode mengajar harus diusahakan yang setepat, efisien, dan efektif mungkin.

 Kurikulum

Kurikulum adalah sejumlah kegiatan yang diberikan kepada siswa. Kegiatan itu

sebagian besar adalah menyajikan bahan pelajaran agar siswa menerima, menguasai dan

mengembangkan pelajaran itu. Jelaslah bahan pelajaran itu mempengaruhi belajar

siswa.

a. Relasi guru dengan siswa


15

Guru yang relasi dengan siswa baik, maka siswa akan menyukai gurunya, juga suka

mata pelajarannya, sedangkan guru yang kurang berinteraksi dengan siswa secara akrab,

menyebabkan proses belajar mengajar itu kurang lancar.

b. Relasi siswa dengan siswa

Relasi siswa yang satu dengan siwa yang lain juga akan mempengaruhi belajar. Relasi

yang baik akan memberikan pengaruh positif terhadap belajar siswa.

c. Disiplin sekolah

Agar siswa belajar lebih maju, siswa harus didiplin di dalam belajar baik di

sekolah, di rumah dan di perpustakaan. Agar siswa disiplin haruslah guru beserta staf

yang lain disiplin.

d. Alat Pelajaran

Mengusahakan alat pelajaran yang baik dan lengkap adalah perlu agar guru

dapat mengajar dengan baik, sehingga siswa dapat menerima pelajaran dengan baik

serta dapat belajar dengan baik pula.

e. Waktu Sekolah

Yaitu waktu terjadinya proses belajar mengajar di sekolah, waktu dapat pagi

hari, siang, sore/malam hari.

f. Standar pelajaran di atas ukuran

Guru yang menuntut penguasaan materi harus sesuai dengan kemampuan siswa

masing-masing yang penting tujuan yang telah dirumuskan dapat tercapai.

g. Keadaan gedung

Dengan jumlah siswa yang banyak serta variasi karakteristik mereka masing-

masing menuntut keadaan gedung dewasa ini harus memadai di dalam setiap kelas.

h. Metode Belajar
16

Banyak siswa melaksanakan cara belajar yang salah. Dalam hal perlu pembinaan

dari guru. Maka perlu belajar setiap hari secara teratur, membagi waktu dengan baik,

memilih cara belajar dengan tepat dan cukup istirahat dapat meningkatkan hasil belajar.

i. Tugas rumah

Waktu belajar terutama adalah di sekolah, di samping untuk belajar waktu di

rumah biarlah digunakan untuk kegiatan yang lain. Maka diharapkan guru jangan terlalu

banyak memberi tugas yang harus dikerjakan di rumah, sehingga anak tidak mempunyai

waktu untuk kegiatan yang lain.

3. Faktor Masyarakat

Masyarakat merupakan faktor extern yang juga berpengaruh terhadap belajar

siswa. Pengaruh itu terjadi karena keberadaan siswa dalam masyarakat.

a. Kegiatan siswa dalam masyarakat

Membatasi kegiatan siswa dalam masyarakat supaya jangan mengganggu

belajarnya adalah perlu. Jika mungkin memilih kegiatan yang mendukung belajar.

Misalnya kursus bahasa Inggris, PKK remaja, Kelompok diskusi dan lain-lain.

b. Mass Media

Yang termasuk mass media adalah bioskop, radio, surat kabar, majalah, buku-

buku dan lain-lain. Mass media yang baik memberi pengaruh yang baik terhadap siswa

dan juga terhadap belajarnya. Demikian sebaliknya. Oleh sebab itu siswa perlu

mendapatkan bimbingan dan kontrol yang cukup bijaksana dari pihak orang tua dan

pendidik.

c. Teman bergaul

Pengaruh-pengaruh teman yang bergaul dengan siswa lebig cepat masuk dalam

jiwanya dari pada yang kita duga. Teman bergaul yang baik akan berpengaruh baik

terhadap diri siswa, begitu juga sebaliknya.


17

d. Bentuk kehidupan masyarakat

Kehidupan masyarakat di sekitar siswa juga berpengaruh terhadap belajar siswa.

Masyarakat yang terdiri dari orang-orang yang tidak terpelajar, penjudi, suka mencuri

dan mempunyai kebiasaan yang tidak baik akan berpengaruh jelek kepada anak (siswa)

yang berada di situ. Sebaliknya jika lingkungan masyarakatnya baik maka akan

berpengaruh baik pada diri siswa.

Proses belajar Menurut (Sudjana, 2010) Ada tiga ranah yang di perhatikan
dalam pengelolahan hasil belajar dari proses belajar mengajar yaitu:
1. Ranah kognitif ( Pengetahuan)
a. Pengetahuan, mengacu kepada kemampuan ingatan tentang hal yang
telah di pelajari dan tersimpan dalam ingatan.
b. Pemahaman, mencakup pengetahuan memahami arti dan makna
tentang hal yang terjadi.
c. Penerapan, mencakup tentang kemampuan menerapkan materi yang
sudah di pelajari pada masalah atau situasi yang baru.
d. Analisis, mencakup kemampuan menguraikan materi ke dalam
komponen-komponen dan mampu memahami hubungan di antara
bagian yang satu dengan bagian yang lainnya sehingga terstruktur dan
aturannya dapat lebih mengerti.
e. Sintesis, mencakup kemampuan membentuk suatu pola baru
(Purwanto, 2014)
2. Ranah efektif (Sikap)
a. Penerimaan, mencakup kemampuan memperlihatkan dan memberi
respon terhadap stimulasi yang tepat.
b. Partisipasi, mencakup kerelaan, kesediaan dan mempertisifasikan
dalam suatu kegiatan.
c. Pembentukan pola, mencakup kemampuan menghayati nilai dan
mencakup keterampilan menjadi nilai kehidupan pribadi (Purwanto,
2014).
3. Ranah psikomotrik (keterampilan)
Berhubungan erat dengan kerja otot mencakup keterampilan bergerak
dan bertindak. Bentuk hasil belajar dapat di nyatakan berupa huruf
yang menggambarkan tingkat penguasaan siswa terdapap apa yang
telah di pelajarinya. Setelah proses belajar mengajar dapat di ketahui
melalui suatu indikator hasil belajar yaitu tes. Guru dapat menjadikan
hasil belajar acuan penilaian(Purwanto, 2014).
18

2.1.2. Hasil Belajar

Hasil belajar merupakan kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia

menerima pengalaman belajarnya. Hasil belajar tampak sebagai perubahan tingkah laku

pada diri siswa, yang dapat diamati dan diukur dalam bentuk perubahan pengetahuan,

sikap dan keterampilan. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil

belajar merupakan hal penting dalam proses belajar mengajar. Karena dapat menjadi

petunjuk untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan seorang siswa dalam kegiatan

belajar mengajar yang telah dilaksanakan. Dengan demikian jika pencapaian hasil

belajar itu tinggi, dapat dikatakan bahwa proses belajar mengajar itu berhasil

menyatakan bahwa hasil-hasil penelitihan menunjukkan bahwa teknik-teknik

pembelajaran kooperatif lebih unggul dalam meningkatan hasil belajar dibandingkan

dengan pengalaman-pengalaman belajar individu atau kompetitif.

Hasil belajar menurut Rosyid, dkk (2019) adalah proses untuk melihat sejauh

mana siswa dapat menguasai pembelajaran setelah mengikuti kegiatan proses belajar

mengajar atau keberhasilan yang dicapai seorang peserta didik setelah mengikuti

pembelajaran yang ditandai dengan bentuk angka, huruf atau simbol tertentu yang

disepakati oleh pihak penyelenggara pendidikan.

Hasil belajar adalah kompetensi atau kemampuan tertentu baik kognitif, afektif

maupun psikomotorik yang dicapai atau dikuasai peserta didik setelah mengikuti proses

belajar mengajar. Hasil belajar adalah perubahan perilaku siswa akibat belajar.

Perubahan ini di upayakan dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan

pendidikan. Perubahan perilaku individu akibat proses belajar tidaklah tunggal, setiap

proses belajar mempengaruhi perubahan perilaku pada domain tertentu pada diri siswa,
19

tergantung perubahan yang diinginkan terjadi sesuai dengan tujuan pendidikan. Hasil

belajar adalah kemampuan kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima

pengalaman belajarnya. Hasil belajar berkaitan dengan pencapaian dalam memperoleh

kemampuan sesuai dengan tujuan khusus yang direncanakan (Kunandar,2014).

Hasil belajar adalah terjadinya perubahan tingkah laku pada diri seseorang yang

dapat diamati dan diukur bentuk pengetahuan, sikap dan keterampilan. Berhasil

tidaknya pencapaian pembelajaran siswa bergantung pada proses belajar mengajar yang

dilaksanakan disekolah. Hasil belajar dapat dikatakan tuntas apabila mencapai nilai

KKM, yang diukur dengan ujian, nilai harian, sikap dan kehadiran.

Mata pelajaran biologi merupakan salah satu mata pelajaran SMA XI Biologi

mempelajari tentang struktur fisik dan fungsi alat-alat tubuh manusia serta mempelajari

sekitar lingkungan. Serta memiliki kekhasan dalam mengembangkan berfikir logis

melalui klasifikasi. Seorang guru biologi perlu memotivasi siswanya agar senang belajar

biologi, memberi penguatan dan memperlihatkan bahwa belajar biologi yang baik

bukan dengan cara menghafal. Berikut merupakan ciri-ciri sains antara lain :

a. Obyek kajian berupa benda konkret dan dapat ditangkap indera.

b. Dikembangkan berdasarkan pengalaman empiris (pengalaman nyata).

c. Memiliki langkah-langkah sistematis yang bersifat baku.

d. Menggunakan cara berfikir logis, yang bersifat deduktif artinya berfikir dengan

menarik kesimpulan dari hal-hal yang umum menjadi ketentuan khusus.

e. Hasil berupa hukum-hukum yang berlaku umum, dimanapun diberlakukan

Ada beberapa materi biologi kelas XI SMA, salah satunya adalah materi struktur

dan fungsi sel.


20

Materi Struktur dan Fungsi Sel

A. Pengertian Sel

Sel merupakan kata latin cella. Berarti ruangan kecil, yang ditemukan oleh

Robert Hooke, Sel pengamatan terhadap sayatan gabus (terdapat ruangan-ruangan

kecil yang menyusun gabus tersebut) (Kusnadi [Link], 1968).Sel merupakan suatu

ruangan kecil yang bibatasi oleh membran, yang didalamnya terdapat cairan

(protoplasma). Protoplasma terdiri dari plasma sel (sitoplasma) dan inti sel (nukleus).

Di dalam inti sel terdapat plasma inti atau nukleoplasma. Sel merupakan satuan terkecil

makhluk hidup yang dapat melaksanakan merupakan unit terkecil

penyusunkehidupan (tidak dapat dibagi-bagi lagi). secara struktural) makhluk hidup

(dilihat Secara fungsional, sel berfungsi untuk menjalankan fungsi kehidupan

(menyelenggarakan kehidupan jika sel-sel penyusunnya berfungsi). Kemudian

membentuk organisme. Sel berkembang biak dengan cara membelah diri (secara

mitosis), mengandung materi genetik yaitu materi penentu sifat sifat mahluk hidup.

Maka sifat makhluk hidup dapat diwariskan kepada keturunannya.

B. Sejarah dan Teori Sel

Tokoh-tokoh penemu teori sel :

1. Robert Hooke (1635 – 1703)

Orang yang pertama menyebutkan istilah sel yaitu cellulae = ruangan kecil

yang kosong dan mengamati sayatan gabus tutup botol (Quercus suber),

merupakan sel mati yang tidak memilki isi sel.

2. Antonie Van Leeuwenhoek (1723)


21

Seroang ahli asah lensa dari Belanda, membuat mikroskop sederhana ,

microscopic “animalcules” (hewanMemeriksa cairan setetes air kolam

merupakan:sel bakteri dan orang yang pertama kali melukiskankecil)

bentuk-bentuk bakteri

3. Robert Brown (1833)

Ilmuwan Skotlandia yang pertma kali menemukan inti sel pada sayatan sel

anggrek Inti sel disebutnya sebagai [Link] ini merupakan struktur

sel yang sangat penting bagai kehidupan.

4. Felix Durjadin (1835)

Tokoh berkebangsaan Perancis yang pertama kali menemukan cairan sel

yang hidup (sarkode) yang merupakan bagian penting dari sel Menururtnya

bagian terpenting dari sel adalah isi sel yang berupa cairan hidup yang

berada dalam suatu lumen.

5. Johanes Purkinje

Merupakan ilmuwan yang menyatakan bahawa isi sel adalah protoplasma.

Protoplasma merupakan bahan penting pada sel yang melangsungkan

kehidupan 2 TEORI SEL Ada beberapa teori tentang sel diantaranya:

1. Sel merupakan kesatuan struktural dari makhluk hidup, semua makhluk

hiudp terususn atas sel. Tokoh pencetus teori ini adalah: - M. Schleiden

(1804-1881) : sel tumbuhan - Theodore Schwann (1810 -1882) : sel

hewan
22

2. Sel merupakan kesatuan fungsional makhluk hiudp - Dikemukakan oleh

Max Schulze tahun 1861 - Sel mengatur fungsi-fungsi pda makhluk

hidup.

3. Sel adalah kesatuan pertumbuhanm dari makhluk hiudp - dikemukakan

oleh Rudolf Virchow (1858) - dia menyatakan bahwa makhluk hiudp

berasal dari pertumbuhan sel sebelumnya “omne cellulae a cellulae”.

4. Sel merupakan kesatuan herediatas (sifat menurun) makhluk hidup -

dikemukakan oleh biarawan Austria Gregor Mendel (1822-1884) - sel

mengandung sifat keturunan (genetik) atau hereditas yang diwariskan

pada keturunanya.

C. Struktur Sel

1. Struktur Sel Prokariotik (Tidak Ada Membran Inti)

 Mempunyai membran plasma, nukleoid (berupa DNA & RNA), dan

sitoplasma yang mengandung ribosom.

 Tidak memiliki endo membran (membran dalam inti sel): tidak

memiliki mitokondria dan kloroplas, tetapi punya struktur yang

berfungsi sama yaitu mesosom dan kromatofor. Contoh: bakteri dan

ganggang biru.

Bagian-bagian dari sel prokariotik (Escherichia coli)

a. Dinding sel:

 Struktur → tersusun atas: polisakarida, lemak; protein.

 Fungsi → sebagai pelindung, pemberi bentuk tetap, terdapat

pori-pori sebagai jalan keluar masuknya molekul-molekul.


23

b. Membran plasma:

 Struktur → tersusun atas molekul lemak dan protein.

 Fungsi → sebagai pelindung molekuler sel terhadap lingkungan

sekitar, mengatur lalu intas molekul dan ion - ion dari dan

kedalam tubuh.

c. Sitoplasma

 Struktur → tersusun atas air, protein, lemak, mineral, dan enzim

- enzim.

 Fungsi → Enzim - enzim, digunakan untuk mencerna makanan

ekstraseluler dan melakukan metabolisme sel.

d. Mesosom

 Struktur → terdapat pada membran plasma yang melekuk ke

dalam, membentuk organel sel → mesosom.

 Fungsi → Sebagai penghasil energi, terdapat enzim - enzim

pernafasan yang berperan dalam reaksi oksidasi untuk

menghasilkan energi,

e. Ribosom → tempat berlangsungnya sintesis protein

f. DNA (Asam deoksiribonukleat) → deoxyribonucleic acid

 Struktur → merupakan persenyawaan atas gula deoksiribosa,

fosfat dan basa Nitrogen.

 Fungsi: - sebagai pembawa informasi genetik → merupakan

sifat - sifat yang akan diwariskan pada keturunannya.

g. RNA (Asam ribonukleat) → ribonucleic acid.


24

 Struktur → merupakan hasil transkripsi (hasil cetakan, hasil

kopian) DNA.

 Fungsi → membawa kode - kode genetik sesuai dengan pesanan

DNA.

Gambar 2.1 Sel Prokariotik Dengan Komponen Penyusunnya


Sumber: [Link]

2. Struktur Sel Eukariotik (Memiliki Membran Inti)

Memiliki organel-organel bermembran seperti retikulum endoplasma, kompleks

golgi, mikondria, dan lisosom.

Bagian-bagian dari sel eukariotik

a. Membran plasma

 Tersusun dari molekul lemak (2 lapis, terdapat di bagian tengah

membran) dan protein (luar: protein perifer (protein tepi) →

menyusun tepi luar & dalam membran, selain itu ada protein yang

menembus ke dalam 2 lapisan lemak (disebut protein integral).

 Fungsinya → sangat penting untuk menjaga kehidupan sel yaitu :

Melindungi isi sel (mempertahankan isi sel), Mengatur keluar

masuknya molekul-moleku (bersifat semipermeabel / selektif

permeabel, berarti hanya zat - zat tertentu yang dapat melewati


25

membran), Sebagai reseptor (penerima) rangsangan dari luar sel

(bagian sel yang berfungsi sebagai reseptor adalah glikoprotein);

rangsang kimia, mis. hormon, racun, listrik, mekanik.

Gambar 2.2 Membran Sel Dengan Komponen Penyusunnya


Sumber: [Link]

b. Sitoplasma (Plasma Sel)

 Struktur

Merupakan cairan yang berada dalam sel selain nukleoplasma

(plasma inti). Cairannya disebut sitosol, padatannya berupa organel -

organel. Sitosol tersusun atas: air, protein, asam amino, vitamin,

nukleotida, asam lemak, gula, & ion - ion. (* Sitosol punya nama

lain: matriks sitoplasma).

Padatan sitoplasma terdiri dari organel – organel yaitu: ribosom,

mitokondria, & kompleks Golgi. Dan mempunyai sifat fisik

berubah-ubah karena mengandung protein. Dapat berupa fase sol

(cair) & fase gel (gelatin, padat).

 Fungsi Sitoplasma
26

Tempat penyimpanan bahan - bahan kimia yg penting bagi

metabolisme sel (enzim - enzim, ion - ion, gula, lemak & protein),

Terjadi pembongkaran & penyusunan zat - zat melalui reaksi - reaksi

kimia. Contoh: Pembentukan energi, sintesis asam lemak, asam

amino, protein, dan nukleotida. Sitoplasma selalu “mengalir” agar

metabolisme berjalan dengan baik.

c. Nukleus → organel terbesar yang berada di dalam sel.

Terletak di tengah sel & berbentuk bulat/oval. Kromosom tersusun atas

protein & DNA (berfungsi untuk RNA berfungsi untuk menyampaikan

informasi genetik dan sintesis protein) untuk sintesis protein saja. Nukleus

terdiri atas:

- Membran Nukleus → membran luar & dalam : Membran luar langsung

berhubungan dengan RE, dan akhirnya ke membran sel.

- Nukleoplasma

Disebut juga matriks nukleus (tersusun atas air, protein, ion, enzim, &

asam inti) → bersifat gel. Di dalamnya terdapat benang2 kromatin

(benang penyerap warna), pada saat proses mitosis maka benang

kromatin itu tampak memendek dan disebut kromosom (tersusun atas

protein dan DNA). Lalu DNA akan mentranskripsi diri (mengkopi diri)

menjadi RNA → dikeluarkan ke sitoplasma.

Fungsi Nukleus: pengendali seluruh kegiatan sel, pengatur pembelahan

sel, pembawa informasi genetik (DNA) atau mewariskan sifat2 melalui

pembelahan sel.
27

Gambar 2.3 Nukleus Dan Komponen Penyusunnya


Sumber: [Link] sel

d. Sentriol

Dapat dilihat ketika sel mengadakan pembelahan; pada fase tertentu dalam

hidupnya sentriol memiliki silia/flagela dan hanya ditemui pada sel hewan.

Cara pembelahan sel: sentriol terletak tegak lurus antarsesamanya, dekat

nukleus, pada pemb. motosis sentriol terbagi menjadi 2, tiap - tiap bagian

menunjukkan kutub sel, maka terbentuklah benang – benang spindel yang

menghubungkan kedua kutub & berfungsi “menarik” kromosom menuju

kutub masing - masing.

e. Retikulum Endoplasma

Letaknya: memusat pada bagian dalam sitoplasma (endoplasma), maka

disebut Retikulum Endoplasma (RE), hanya pada sel eukariotik.

Macam – macam Retikulum Endoplasma:

- RE Kasar → berhadapan dengan sitoplasma & ditempeli ribosom

(maka tampak berbintil - bintil).

- RE Halus → tidak mengandung ribosom.

Fungsi RE:
28

- Menampung protein dihasilkan oleh ribosom (masuk ke dalam rongga

RE) untuk disalurkan pada kompleks golgi dan berakhir pada sel (RE

KASAR).

- Mensintesis lemak dan kolesterol (RE KASAR & HALUS)

- Menetralkan racun (detoksifikasi)

- Transportasi molekul2 dari bag. yang satu ke bagian yang lainnya (RE

KASAR & RE HALUS).

f. Ribosom

Tersusun atas: RNA-ribosom & protein, tdk punya membran, ribosom tidak

punya membran.

Menurut bentuknya: maka ada ribosom terdiri dari unit besar & unit kecil.

g. Kompleks Golgi

Kompleks Golgi pada sel tumbuhan disebut diktiosom. Kompleks Golgi

merupakan organel polimorfik, tersusun atas membran berbentuk kantong

pipih, berupa pembuluh, gelembung kecil, atau bentukan seperti mangkok.

 Cara kerja kompleks golgi: RE menampung & menyalurkan protein

ke Golgi, Golgi mereaksikan protein itu dengan glioksilat sehingga

terbentuk glikoprotein untuk dibawa ke luar sel. (Maka golgi disebut

juga sebagai organel sekretori).

 Fungsi Golgi: menambah glioksilat pada protein, sebagai organel

sekretori, mensintesis (membentuk) glikopida, membentuk dinding

sel tumbuhan, membentuk lisosom


29

Gambar 2.4 Kompleks Golgi Dan Komponen Penyusunnya


Sumber: [Link]

h. Lisosom

(lyso = pencernaan; soma = tubuh) merupakan membran yg berbentuk

kantong kecil yg berisi enzim hidrolitik (hidrolase) disebut lisozim yang

berfungsi untuk pencernaan intra sel (mencerna zat2 yang masuk ke dalam

sel).

- Pembentukan Lisosom

1. Enzim Lisosom / protein yg diproduksi oleh ribosom → masuk ke

RE → enzim dimasukkan ke dalam membran → dikeluarkan ke

sitoplasma → menjadi lisosom.

2. Selain itu ada yg enzim dimasukkan ke Golgi → dibungkus

membran → dilepaskan di dalam sitoplasma.

- Proses pencernaan oleh lisosom

Contoh: sel menelan benda asing berupa bakteri secara fagositosis →

bakteri dimasukkan ke dalam vakuola → didatangi lisosom → membran


30

lisosom & membran vakuola bersinggungan → membran bersatu →

enzim dari lisosom masuk ke vakuola → mencerna bakteri.

Enzim lisosom tdk aktif mencerna jika membran lisosom pecah, jika

membran pecah maka enzim lisosom akan keluar dari membran &

mencerna sel itu sendiri.

Gambar 2.5 Pembentukan Lisosom


Sumber:
[Link] › pengertian-lisosom

2.1.3 Model Pembelajaran Numbered Heads Together (NHT)

(Kurniasi, 2015) Salah satu model pembelajaran kooperatife yaitu tipe Numbered

Heads Together (NHT) atau kepala bernomor [Link] ini dapat dapat dijadikan

alternatifif variasi model pembelajaran dengan membentuk kelompok heterogen, setiap

kelompok beranggotakan 3-5 siswa, setiap anggota memiliki satu nomor. Kemudian

guru mengajukan pertanyaan untuk di diskusikan bersama dalam kelompok dengan

menunjukan salah satu nomor untuk mewakili kelompok.

Model pembelajaran ini memiliki ciri khas dimana guru hanya menunjuk

seorang siswa untuk mewakili kelompoknya tanpa memberikan terlebih dahulu siapa

yang akan mewakili kelompoknya tersebut. Sehingga cara ini menjamin keterlibatan
31

total semua siswa. Cara ini upaya sangat baik untuk meningkatkan tanggu jawab

individual dalam diskusi kelompok (Kurniasi, 2015).

Model pembelajaran ini harus dilaksanakan dengan memberikan penomoran

sehingga setiap siswa dalam tim mempunyai nomor berbeda-beda, sesuai dengan

jumlah siswa di dalam kelompok. Dengan pemberian nomor tersebut, guru dapat

mengajukan pertanyaan kepada [Link] yang diberikan dapat diambil dari

materi pelajaran tertentu yang memang sedang di pelajari. Dan dalam membuat

pertanyaan diusahakan dapat bervariasi dari yang spesifik hingga bersifat umum dengan

tingkat kesulitan yang bervariasi (Shoimin,2014).

2.1 Langkah-langkah pembelajaran Numbered Heads Togerher (NHT)

No Tahap atau Langkah-Langkah Tingkah Laku Guru


1 Establishing set Menjelaskan tujuan pembelajaran,
Menyampaikan tujuan dan informasi latar belakang pelajaran,
mempersiapkan peserta didik. mempersiapkan peserta didik untuk
belajar.

2 Demonstrating Mendemonstarsikan keterampilan


mendemonstrasikan yang benar, menyajikan informasi
pengetahuan atau keterampilan tahap demi tahap

3 Guided Practice Merencanakan dan memberi


Membimbing pelatihan pelatihan awal.
4 Feedback Mengecek apakah peserta didik
Mengecek pemahaman dan telah berhasil melakukan tugas
memberikan umpan balik dengan baik, memberikan umpan
balik
32

5 Extended practice Mempersiapkan kesempatan


Memberikan kesempatan untuk melakukan pelatihan lanjutan,
pelatihan lanjutan dan dengan pelatihan khusus pada
penerapan penerapan kepada situasi lebih
kompleks dalam kehidupan sehari-
hari.

2.1.4 Kelebihan Model Pembelajaran Numbered Heads Together (NHT)

a. Dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

b. Mampu memperdalam pemahaman siswa.

c. Melatih tanggung jawab siswa.

d. Menyenangkan sisiwa dalam belajar.

e. Mengembangkan rasa ingin tau siswa.

f. Meningkatkan rasa percaya diri siswa.

g. Mengembangkan rasa saling memiliki dan kerjasama.

h. Setiap siswa termotivasi untuk menguasai materi.

i. Menghilangkan kesenjangan antara yang pintar dengan tidak pintar

(Shoimin, 2014).

2.1.5 Kekurangan Model Pembelajaran Numbered Heads Together (NHT)

a. Ada siswa yang takut diintiminasi bila memberi nilai jelek kepada

anggotanya

b. Ada siswa yang mengambil jalan pintas dengan meminta tolong pada

temannya untuk mencarikan jawabannya. Solusi nya mengurangi poin

pada siswa yang membuat dan dibuat.


33

c. Apabila pada satu nomor kurang maximal mengerjakan tugasnya, tentu

saja mempengaruhi pekerjaan pemilik tugas lain pada nomor selanjutnya

(Shoimin, 2014).

2.2 Penelitian Relevan

Adapun kajian penelitian yang relavan yang menunjang penelitian ini adalah:

1. Sulestiyana (2017) Melakukan penelitian dengan judul“Pengaruh Pembelajaran

Kooperatif Tipe Numbered HeadTogether (NHT) Terhadap Hasil Belajar Ipa

Biologi Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Aek Natas” Hasil siklus I diperoleh

ketuntasan belajar yang mendapatkan nilai lebih dari 65 sebanyak 16 siswa atau

sebesar 69,6 % dari 23 siswa dengan nilai rata-rata 67,3, sedangkan 7 siswa

memperoleh nilai kurang dari 65 atau sebesar 30,4% dari 23 siswa. Hasil

tindakan siklus II diperoleh ketuntasan belajar yang mendapatkan nilai lebih

dari 65 sebanyak 21 siswa atau sebesar 91,1% dari 23 siswa dengan nilai rata-

rata 83,3, sedangkan 2 siswa memperoleh nilai kurang dari 65 atau sebesar

8,9% dari 23 siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Tipe Numbered

Head Together dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 1

Aek Natas.

2. Triyanti (2016) Skripsi yang berjudul “Pengaruh Model Numbered Head

Together Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Aek

Natas”hasil penelitian ini adalah menggunakan metode eksperimen dengan

rancangan berbentuk pretest-postest control group design atau desain kelompok

kontrol eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas

VIII SMP Negeri 1 Aek Natas tahun pelajaran 2020/2021 yang berjumlah 240
34

siswa. Dua kelas sebagai sampel diambil secara acak dengan cara diundi yaitu

kelas VIII. 6 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.7 sebagai kelas

[Link] pengumpulan data menggunakan teknik tes pilihan ganda. Data

nilai siswa dianalisis dengan menggunakan uji t. Dari hasil analisis data post-

test kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan taraf kepercayaan 0,05%

didapat thitung = 3,53 dan ttabel = 1,67 karena thitung > ttabel, berarti rata-rata

nilai kelas eksperimen lebih besar daripada kelas kontrol, maka dapat

disimpulkan ada pengaruh model Numbered Head Together terhadap hasil

belajar biologi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Aek Natas.


35

2.4 Kerangka Berfikir

Hasil belajar biologi siswa rendah

Hasil belajar biologi materi struktur dan fungsi sel


masih rendah

Kelas kontrol Kelas eksperimen

Ceramah: guru menyamapaikan Model pembelajaran:


materi pembelajaran melalui proses
 Menyampaikan tujuan dan
penerangan dan penuturan secara
mempersiapkan peserta didik
lisan kepada siswanya.
 Mendemonstrasikan
pengetahuan atau keterampilan
 Membimbing pelatihan
 Mengecek pemahaman dan
memberikan umpan balik

1) Siswa tidak aktif 1) Siswa lebih aktif


2) Tidak ada interaksi 2) Adanya interaksi
antara guru dan siswa anatara guru dan murid
3) Hasil belajar siswa di 3) Hasil belajar siswa
bawah KKM memenuhi KKM

Hasil belajar
36

2.5 Hipotesis Penelitian

Berdasarkan latar belakang masalah, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah :

Ho : Tidak terdapat peningkatan hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri I

Aek Natas

Ha : Terdapat peningkatan hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri I Aek

Natas

Anda mungkin juga menyukai