Bab Ii
Bab Ii
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.1 Hasil belajar biologi pada materi pokok struktur dan fungsi sel
Belajar dapat di artikan sebagai proses perubahan tingkah laku sebagai akibat
adanya interaksi antara individu dengan lingkungannya. Tingkah laku itu mencakup
aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap. Jadi perubahan tingkah laku dalam proses
belajar merupakan akibat dari interaksi siswa dengan lingkungannya. Interaksi ini
berlangsung secara di sengaja. Hal ini terbukti dari adanya tujuan yang ingin di capai,
motivasi untuk belajar, dan kesiapan siswa untuk belajar baik secara fisik maupun psikis
(Slameto, 2010).
(Purwanto, 2009) Belajar dalam arti luas adalah semua persentuhan pribadi
yang memberikan kesempatan agar proses belajar terjadi dalam diri [Link] karena
itu belajar dapat terjadi ketika pribadi bersentuhan dengan lingkungan maka
pembelajaran terhadap siswa tidak hanya dilakukan di sekolah, sebab dunia adalah
terjadi pada siswa baik pada aspek kognitif, efektif, psikomotorik, sebagai hasil dari
kegiatan belajar. Hasil belajar juga diartikan sebagai tingkat keberhasilan siswa dalam
mempelajari materi pelajaran disekolah dalam bentuk skor yang di peroleh dari hasil tes
Menurut Bloom dalam Wahab (2013) hasil belajar dari ranah kognitif meliputi
penilaian terhadap hasil belajar kognitif. Tujuan pembelajaran terkait dengan ranah
kognitif ini secara umum dirumuskan dengan mendeskripsikan perilaku peserta didik.
Taksonomi hasil belajar ini bersifat kumulatif dan merupakan hirarki yang bersifat
Menurut teori belajar Gagne (1977), belajar merupakan seperangkat proses yang
bersifat internal bagi setiap individu sebagai hasil transformasi rangsangan yang berasal
kondisi eksternal itu lebih bermakna sebaiknya diorganisasikan dalam urutan peristiwa
pembelajaran (metode atau perlakuan). Selain itu, dalam usaha mengatur kondisi
eksternal diperlukan berbagai rangsangan yang dapat diterima oleh panca indera, yang
Menurut pengertian saya belajar merupakan suatu proses aktif dalam memperoleh
adalah suatu perubahan. Maksudnya seseorang itu belajar untuk merubah diri dari tidak
tahu atau tidak mampu manjadi mengetahui dan mampu. Jadi, belajar merupakan usaha
seseorang untuk merubah sesuatu yang tidak pada dirinya. Sebab pada prinsipnyabelajar
adalah melakukan serangkaian kegiatan dengan tujuan untuk mengubah tingkah laju
Belajar sebagai proses atau aktivitas disyaratkan oleh banyak sekali hal-hal atau
a. Faktor intern yaitu faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar.
d. Faktor Intern yaitu faktor yang ada dalam diri individu, yang sangat besar
pengaruhnya terhadap aktivitas belajar seseorang. Faktor ini dibagi menjadi tiga,
yaitu
1. Faktor Jasmaniah
2. Faktor Kesehatan
Sehat berarti dalam keadaan segenap badan beserta bagian-bagiannya bebas dari
penyakit. Proses belajar akan terganggu jika kesehatan seseorang terganggu. Selain itu
ia akan cepat lelah, kurang bersemangat, mudah pusing, ngantuk dan lain-lain. Agar
seseorang belajar dengan baik maka haruslah mengusahakan kesehatan badannya tetap
terjamin.
a. Cacat Tubuh
mengenai tubuh/badan. Cacat itu dapat berupa buta, setengah buta, tuli, patah
Faktor Psikologis
a. Intelegensi
Intelegensi adalah kecakapan yang terdiri dari tiga jenis yaitu kecakapan untuk
menghadapi dan menyesuaikan ke dalam situasi yang baru dengan cepat dan efektif,
b. Perhatian
c. Minat
beberapa kegiatan. Minat besar pengaruhnya terhadap belajar, karena bila bahan
pelajaran yang dieplajri tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar
d. Bakat
Bakat adalah kemampuan untuk belajar. Adalah penting untuk mengetahui bakat
siswa dan menempatkan siswa belajar di sekolah yang sesuai dengan bakatnya.
e. Motif
Dalam proses belajar haruslah diperhatikan apa yang dapat mendorong siswa agar
dapat belajar dengan baik/padanya memepunyai motif untuk berpikir dan memusatkan
belajar.
f. Kematangan
g. Kesiapan
itu timbul dari dalam diri seseorang dan juga berhubungan dengan kematangan, karena
h. Faktor Kelelahan
Kelelahan disini dibagi dua yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan rohani.
Kelelahan jasmani terlihat dengan lemah lunglainya tubuh dan timbul kecenderungan
untuk membaringkan tubuh sedangkan kelelahan rohani dapat dilihat dengan adanya
kelesuan dan kebosanan, sehingga minat dan dorongan untuk menghasilkan sesuatu
hilang.
Faktor-Faktor Extern.
1. Faktor keluarga
peranan yang sangat penting. Keterlibatan orang tua akan sangat mempengaruhi
Yaitu hubungan orang tua dengan anak adalah sangat penting. Selain itu juga anggota
c. Suasana rumah
anak berada dan belajar. Agar anak dapat belajar dengan baik, maka ciptakanlah
Keadaan ekonomi keluarga erat hubungannya dengan belajar anak. Anak yang
sedang belajar selain harus terpenuhi kebutuhan pokoknya, juga membutuhkan fasilitas
belajar seperti alat tulis menulis, buku-buku dan lain0lain. Fasilitas belajar itu hanya
dapat terpenuhi jika keluarga mempunyai cukup uang. Jika anak hidup dalam keluarga
yang miskin, kebutuhan pokok anak kurang terpenuhi, akibatnya anak terganggu,
Anak belajar perlu dorongan dan pengertian dari orang tua. Bila anak sedang
2. Faktor Sekolah
Metode Mengajar
Metode mengajar adalah suatu cara/jalan yang harus dilalui di dalam mengajar.
Metode mengakar yang kurang baik dapat mempengaruhi belajar siswa yang tidak baik
pula. Demikian sebaliknya. Oleh sebab itu agar siswa dapat belajar dengan baik, maka
metode mengajar harus diusahakan yang setepat, efisien, dan efektif mungkin.
Kurikulum
Kurikulum adalah sejumlah kegiatan yang diberikan kepada siswa. Kegiatan itu
sebagian besar adalah menyajikan bahan pelajaran agar siswa menerima, menguasai dan
siswa.
Guru yang relasi dengan siswa baik, maka siswa akan menyukai gurunya, juga suka
mata pelajarannya, sedangkan guru yang kurang berinteraksi dengan siswa secara akrab,
Relasi siswa yang satu dengan siwa yang lain juga akan mempengaruhi belajar. Relasi
c. Disiplin sekolah
Agar siswa belajar lebih maju, siswa harus didiplin di dalam belajar baik di
sekolah, di rumah dan di perpustakaan. Agar siswa disiplin haruslah guru beserta staf
d. Alat Pelajaran
Mengusahakan alat pelajaran yang baik dan lengkap adalah perlu agar guru
dapat mengajar dengan baik, sehingga siswa dapat menerima pelajaran dengan baik
e. Waktu Sekolah
Yaitu waktu terjadinya proses belajar mengajar di sekolah, waktu dapat pagi
Guru yang menuntut penguasaan materi harus sesuai dengan kemampuan siswa
g. Keadaan gedung
Dengan jumlah siswa yang banyak serta variasi karakteristik mereka masing-
masing menuntut keadaan gedung dewasa ini harus memadai di dalam setiap kelas.
h. Metode Belajar
16
Banyak siswa melaksanakan cara belajar yang salah. Dalam hal perlu pembinaan
dari guru. Maka perlu belajar setiap hari secara teratur, membagi waktu dengan baik,
memilih cara belajar dengan tepat dan cukup istirahat dapat meningkatkan hasil belajar.
i. Tugas rumah
rumah biarlah digunakan untuk kegiatan yang lain. Maka diharapkan guru jangan terlalu
banyak memberi tugas yang harus dikerjakan di rumah, sehingga anak tidak mempunyai
3. Faktor Masyarakat
belajarnya adalah perlu. Jika mungkin memilih kegiatan yang mendukung belajar.
Misalnya kursus bahasa Inggris, PKK remaja, Kelompok diskusi dan lain-lain.
b. Mass Media
Yang termasuk mass media adalah bioskop, radio, surat kabar, majalah, buku-
buku dan lain-lain. Mass media yang baik memberi pengaruh yang baik terhadap siswa
dan juga terhadap belajarnya. Demikian sebaliknya. Oleh sebab itu siswa perlu
mendapatkan bimbingan dan kontrol yang cukup bijaksana dari pihak orang tua dan
pendidik.
c. Teman bergaul
Pengaruh-pengaruh teman yang bergaul dengan siswa lebig cepat masuk dalam
jiwanya dari pada yang kita duga. Teman bergaul yang baik akan berpengaruh baik
Masyarakat yang terdiri dari orang-orang yang tidak terpelajar, penjudi, suka mencuri
dan mempunyai kebiasaan yang tidak baik akan berpengaruh jelek kepada anak (siswa)
yang berada di situ. Sebaliknya jika lingkungan masyarakatnya baik maka akan
Proses belajar Menurut (Sudjana, 2010) Ada tiga ranah yang di perhatikan
dalam pengelolahan hasil belajar dari proses belajar mengajar yaitu:
1. Ranah kognitif ( Pengetahuan)
a. Pengetahuan, mengacu kepada kemampuan ingatan tentang hal yang
telah di pelajari dan tersimpan dalam ingatan.
b. Pemahaman, mencakup pengetahuan memahami arti dan makna
tentang hal yang terjadi.
c. Penerapan, mencakup tentang kemampuan menerapkan materi yang
sudah di pelajari pada masalah atau situasi yang baru.
d. Analisis, mencakup kemampuan menguraikan materi ke dalam
komponen-komponen dan mampu memahami hubungan di antara
bagian yang satu dengan bagian yang lainnya sehingga terstruktur dan
aturannya dapat lebih mengerti.
e. Sintesis, mencakup kemampuan membentuk suatu pola baru
(Purwanto, 2014)
2. Ranah efektif (Sikap)
a. Penerimaan, mencakup kemampuan memperlihatkan dan memberi
respon terhadap stimulasi yang tepat.
b. Partisipasi, mencakup kerelaan, kesediaan dan mempertisifasikan
dalam suatu kegiatan.
c. Pembentukan pola, mencakup kemampuan menghayati nilai dan
mencakup keterampilan menjadi nilai kehidupan pribadi (Purwanto,
2014).
3. Ranah psikomotrik (keterampilan)
Berhubungan erat dengan kerja otot mencakup keterampilan bergerak
dan bertindak. Bentuk hasil belajar dapat di nyatakan berupa huruf
yang menggambarkan tingkat penguasaan siswa terdapap apa yang
telah di pelajarinya. Setelah proses belajar mengajar dapat di ketahui
melalui suatu indikator hasil belajar yaitu tes. Guru dapat menjadikan
hasil belajar acuan penilaian(Purwanto, 2014).
18
menerima pengalaman belajarnya. Hasil belajar tampak sebagai perubahan tingkah laku
pada diri siswa, yang dapat diamati dan diukur dalam bentuk perubahan pengetahuan,
sikap dan keterampilan. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil
belajar merupakan hal penting dalam proses belajar mengajar. Karena dapat menjadi
petunjuk untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan seorang siswa dalam kegiatan
belajar mengajar yang telah dilaksanakan. Dengan demikian jika pencapaian hasil
belajar itu tinggi, dapat dikatakan bahwa proses belajar mengajar itu berhasil
Hasil belajar menurut Rosyid, dkk (2019) adalah proses untuk melihat sejauh
mana siswa dapat menguasai pembelajaran setelah mengikuti kegiatan proses belajar
mengajar atau keberhasilan yang dicapai seorang peserta didik setelah mengikuti
pembelajaran yang ditandai dengan bentuk angka, huruf atau simbol tertentu yang
Hasil belajar adalah kompetensi atau kemampuan tertentu baik kognitif, afektif
maupun psikomotorik yang dicapai atau dikuasai peserta didik setelah mengikuti proses
belajar mengajar. Hasil belajar adalah perubahan perilaku siswa akibat belajar.
Perubahan ini di upayakan dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan
pendidikan. Perubahan perilaku individu akibat proses belajar tidaklah tunggal, setiap
proses belajar mempengaruhi perubahan perilaku pada domain tertentu pada diri siswa,
19
tergantung perubahan yang diinginkan terjadi sesuai dengan tujuan pendidikan. Hasil
Hasil belajar adalah terjadinya perubahan tingkah laku pada diri seseorang yang
dapat diamati dan diukur bentuk pengetahuan, sikap dan keterampilan. Berhasil
tidaknya pencapaian pembelajaran siswa bergantung pada proses belajar mengajar yang
dilaksanakan disekolah. Hasil belajar dapat dikatakan tuntas apabila mencapai nilai
KKM, yang diukur dengan ujian, nilai harian, sikap dan kehadiran.
Mata pelajaran biologi merupakan salah satu mata pelajaran SMA XI Biologi
mempelajari tentang struktur fisik dan fungsi alat-alat tubuh manusia serta mempelajari
melalui klasifikasi. Seorang guru biologi perlu memotivasi siswanya agar senang belajar
biologi, memberi penguatan dan memperlihatkan bahwa belajar biologi yang baik
bukan dengan cara menghafal. Berikut merupakan ciri-ciri sains antara lain :
d. Menggunakan cara berfikir logis, yang bersifat deduktif artinya berfikir dengan
Ada beberapa materi biologi kelas XI SMA, salah satunya adalah materi struktur
A. Pengertian Sel
Sel merupakan kata latin cella. Berarti ruangan kecil, yang ditemukan oleh
kecil yang menyusun gabus tersebut) (Kusnadi [Link], 1968).Sel merupakan suatu
ruangan kecil yang bibatasi oleh membran, yang didalamnya terdapat cairan
(protoplasma). Protoplasma terdiri dari plasma sel (sitoplasma) dan inti sel (nukleus).
Di dalam inti sel terdapat plasma inti atau nukleoplasma. Sel merupakan satuan terkecil
membentuk organisme. Sel berkembang biak dengan cara membelah diri (secara
mitosis), mengandung materi genetik yaitu materi penentu sifat sifat mahluk hidup.
Orang yang pertama menyebutkan istilah sel yaitu cellulae = ruangan kecil
yang kosong dan mengamati sayatan gabus tutup botol (Quercus suber),
bentuk-bentuk bakteri
Ilmuwan Skotlandia yang pertma kali menemukan inti sel pada sayatan sel
yang hidup (sarkode) yang merupakan bagian penting dari sel Menururtnya
bagian terpenting dari sel adalah isi sel yang berupa cairan hidup yang
5. Johanes Purkinje
hiudp terususn atas sel. Tokoh pencetus teori ini adalah: - M. Schleiden
hewan
22
hidup.
pada keturunanya.
C. Struktur Sel
ganggang biru.
a. Dinding sel:
b. Membran plasma:
sekitar, mengatur lalu intas molekul dan ion - ion dari dan
kedalam tubuh.
c. Sitoplasma
- enzim.
d. Mesosom
menghasilkan energi,
kopian) DNA.
DNA.
a. Membran plasma
menyusun tepi luar & dalam membran, selain itu ada protein yang
Struktur
nukleotida, asam lemak, gula, & ion - ion. (* Sitosol punya nama
Fungsi Sitoplasma
26
metabolisme sel (enzim - enzim, ion - ion, gula, lemak & protein),
informasi genetik dan sintesis protein) untuk sintesis protein saja. Nukleus
terdiri atas:
- Nukleoplasma
Disebut juga matriks nukleus (tersusun atas air, protein, ion, enzim, &
protein dan DNA). Lalu DNA akan mentranskripsi diri (mengkopi diri)
pembelahan sel.
27
d. Sentriol
Dapat dilihat ketika sel mengadakan pembelahan; pada fase tertentu dalam
hidupnya sentriol memiliki silia/flagela dan hanya ditemui pada sel hewan.
nukleus, pada pemb. motosis sentriol terbagi menjadi 2, tiap - tiap bagian
e. Retikulum Endoplasma
Fungsi RE:
28
RE) untuk disalurkan pada kompleks golgi dan berakhir pada sel (RE
KASAR).
- Transportasi molekul2 dari bag. yang satu ke bagian yang lainnya (RE
f. Ribosom
Tersusun atas: RNA-ribosom & protein, tdk punya membran, ribosom tidak
punya membran.
Menurut bentuknya: maka ada ribosom terdiri dari unit besar & unit kecil.
g. Kompleks Golgi
h. Lisosom
berfungsi untuk pencernaan intra sel (mencerna zat2 yang masuk ke dalam
sel).
- Pembentukan Lisosom
Enzim lisosom tdk aktif mencerna jika membran lisosom pecah, jika
membran pecah maka enzim lisosom akan keluar dari membran &
(Kurniasi, 2015) Salah satu model pembelajaran kooperatife yaitu tipe Numbered
Heads Together (NHT) atau kepala bernomor [Link] ini dapat dapat dijadikan
kelompok beranggotakan 3-5 siswa, setiap anggota memiliki satu nomor. Kemudian
Model pembelajaran ini memiliki ciri khas dimana guru hanya menunjuk
seorang siswa untuk mewakili kelompoknya tanpa memberikan terlebih dahulu siapa
yang akan mewakili kelompoknya tersebut. Sehingga cara ini menjamin keterlibatan
31
total semua siswa. Cara ini upaya sangat baik untuk meningkatkan tanggu jawab
sehingga setiap siswa dalam tim mempunyai nomor berbeda-beda, sesuai dengan
jumlah siswa di dalam kelompok. Dengan pemberian nomor tersebut, guru dapat
materi pelajaran tertentu yang memang sedang di pelajari. Dan dalam membuat
pertanyaan diusahakan dapat bervariasi dari yang spesifik hingga bersifat umum dengan
(Shoimin, 2014).
a. Ada siswa yang takut diintiminasi bila memberi nilai jelek kepada
anggotanya
b. Ada siswa yang mengambil jalan pintas dengan meminta tolong pada
(Shoimin, 2014).
Adapun kajian penelitian yang relavan yang menunjang penelitian ini adalah:
Biologi Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Aek Natas” Hasil siklus I diperoleh
ketuntasan belajar yang mendapatkan nilai lebih dari 65 sebanyak 16 siswa atau
sebesar 69,6 % dari 23 siswa dengan nilai rata-rata 67,3, sedangkan 7 siswa
memperoleh nilai kurang dari 65 atau sebesar 30,4% dari 23 siswa. Hasil
dari 65 sebanyak 21 siswa atau sebesar 91,1% dari 23 siswa dengan nilai rata-
rata 83,3, sedangkan 2 siswa memperoleh nilai kurang dari 65 atau sebesar
8,9% dari 23 siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Tipe Numbered
Head Together dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 1
Aek Natas.
Together Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Aek
kontrol eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas
VIII SMP Negeri 1 Aek Natas tahun pelajaran 2020/2021 yang berjumlah 240
34
siswa. Dua kelas sebagai sampel diambil secara acak dengan cara diundi yaitu
kelas VIII. 6 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.7 sebagai kelas
nilai siswa dianalisis dengan menggunakan uji t. Dari hasil analisis data post-
test kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan taraf kepercayaan 0,05%
didapat thitung = 3,53 dan ttabel = 1,67 karena thitung > ttabel, berarti rata-rata
nilai kelas eksperimen lebih besar daripada kelas kontrol, maka dapat
Hasil belajar
36
Berdasarkan latar belakang masalah, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah :
Ho : Tidak terdapat peningkatan hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri I
Aek Natas
Ha : Terdapat peningkatan hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri I Aek
Natas