Skripsi Rifal Fix
Skripsi Rifal Fix
PENDAHULUAN
Selatan dan kondisi prasarana jalan. Aspek keselamatan berlalu lintas yang di kaji,
ada upaya mengutamakan keselamatan berlalu lintas dalam kehidupan sehari hari.
1
Meningkatnya pertumbuhan sarana trasportasi ini sangat
± 1000 m. dengan kondisi jalan yang sangat curam, dan rusak serta berkelok-
kelok, hal ini terjadi Yng memicu seringnya terjadi kecelakaan lalu
2
bersangkutan agar dapat menemukan solusi adanya
Oleh karena itu, berdasarkan uraian di atas maka penulisan tertarik untuk
3
1. Bagi mahasiswa hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi
Buton Selatan.
Selatan.
akhir ini adalah penyajian materi yang dibahas hanya mengenai keselamatan
lalu lintas dan kecepatan lalu lintas pada jalan Pendakian Warope.
4
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
(1) aspek geometrik yang meliputi jarak pandang menyiap, posisi evaluasi
(2) Aspek perkerasan yang meliputi kerusakan berupa alur bekas roda
kendaraan
5
(3) Aspek harmonisasi yang meliputi rambu batas kecepatan di tukungan,
penaganan kecelakaan.
karena dapat dilihat pada data kecelakaan yang terjadi 5 tahun terakhir
kategorikan baik.
Menyatakan bahwa lalu lintas adalah berjalan bolak balik, hilir mudik dan perihal
perjalanan dijalan dan sebagainya serta berhubungan antara kedua tempat dengan
6
tempat lainnya. Sedangkan disebutkan dalam undang-undang No.22 tahun 2009,
lalu lintas diartikan sebagai gerak kendaraan dan orang diruang lalu lintas jalan.
Ruang lalu lintas itu sendiri adalah prasarana yang berupa jalan dan fasilitas
pendukung dan diperuntukan bagi gerak pindah kendaraan, orang dan atau barang.
Di dalam lalu lintas memiliki 3 (tiga) sistem komponen yang antara lain adalah
kendaraan.
Manusia
Kendaraan Jalan
Manusia merupakan salah satu unsur dalam lalu lintas yang spesifik, artinya
setiap individu mempunyai komponen fisik dasar tertentu dan non fisik
yang barangkali berbeda antara satu dengan yang lainnya. Manusia juga
b. Kendaraan
lalu lintas dan angkutan jalan, jenis kendaraan bermotor di bagi menjadi :
7
1. Sepeda motor
2. Mobil penumpang
3. Mobil bus
4. Mobil barang
5. Kendaraan khusus
c. Jalan
Jalan dalam lalu lintas adalah yang digunakan untuk mengalirkan aliran lalu
Rambu Lalu Lintas adalah bagian dari perlengkapan jalan yang memuat
Tingkat arus lalu lintas bervariasi terhadap hari dalam satu minggu. Variasi
harian dalam satu minggu sangat dipengaruhi oleh kegiatan manusia yang
umumnya mempunyai jadwal yang tetap dalam seminggu. Variasi harian jalan
perkotaan berbeda dengan jalan antar kota, dan jalan menuju tempat rekreasi
berbeda dengan jalan bukan didaerah [Link] penelitian Titi Liani 2007
8
bahwa variasi arus lalu lintas untuk jalan perkotaan, jalan antar kota dan jalan
a. Untuk jalan perkotaan puncak kesibukan berada pada tengah hari minggu,
yaitu pada hari senin sampai jum’at. Sedangkan untuk hari sabtu dan minggu
b. Untuk jalan antar kota, mempunyai puncak pada akhir hari minggu, yaitu
jum’at, sabtu dan minggu. Sedangkan untuk hari senin sampai kamis arus lalu
c. Untuk jalan yang menuju tempat rekreasi mempunyai variasi arus lalu lintas
sama dengan jalan antar kota yaitu puncakarus berada pada akhir hari minggu
yaitu jum’at, sabtu dan minggu. Dan hari senin sampai kamis arus lalu lintas
cenderung rendah.
Data lalu lintas merupakan data utama dari suatu perencanaan lalu lintas
lebar, aligemen, kelandaian dan sebagainya. Dalam kegiatan dengan tugas akhir
1. Klasifikasi kendaraan
9
3. Truck ringan : mencakup truck dengan 2 as
dipakai standart peraturan perencanaan Geometrik Jalan Raya tahun 1970 Dirjen
Binamarga.
Volume adalah suatu peubah (variable) yang paling penting pada teknik lalu
dengan jumlah gerakan persatuan waktu pada lokasi tertentu, ( Hobbs, 1995 ).
Volume adalah jumlah kendaraan yang melalui satu titik yang tetap pada
jalan dalam satuan waktu. Volume lalu lintas dapat di hitung dengan
V = n/t..........................................................................................(2.1)
waktu pengamatan
t = waktu pengamatan
Adapun beberapa masalah yang sering ada dalam lalu lintas adalah :
kecepatan. Kecepatan dapat di sebabkan oleh sarana dan prasarana yang masih
terbatas, manajemen lalu lintas yang belum atau tidak berfungsi secara optimal
10
dan semestinya dan beberapa masalah pemanfaatan sebagian ruas jalan yang
Keselamatan berasal dari kata dasar selamat. Menurut kamus besar bahasa
berarti suatu keadaan aman, dalam suatu kondisi yang aman secara fisik, sosial,
faktor sekeliling, sarana, manusia dan rambu atau peraturan. Keselamatan jalan
raya merupakan suatu bagian yang tak terpisahkan dari konsep transportasi
semua orang dan kalangan, baik oleh para penyandang cacat, anak-anak, ibu
11
Tujuan dari keselamatan jalan raya adalah untuk menekan angka kecelakaan
lalu lintas di indonesia (Soejachmoen, 2004). Hal ini karena dengan rendahnya
angka kecelakaan lalu lintas maka kesejahteraan dan keselamatan bagi mereka di
jalan raya adalah untuk menciptakan ketertiban lalu lintas agar setiap orang yang
melakukan kegiatan atau sktivitas di jalan raya dapat berjalan dengan aman
(Soejachmoen, 2004).
prioritas utama pengguna jalan harus diberikan kepada pejalan kaki. Artinya
ini. Prioritas selanjutnya adalah para pengguna kendaraan tidak bermotor, karena
lebih ramah lingkungan. Prioritas ketiga adalah angkutan umum. Dan yang paling
fasilitas jalan. Jalan raya yang baik adalah jalan yang terencana dan dapat
memberikan tingkat keselamatan lalu lintas yang lebih baik, kesalahan penilaian
menjadi lebih kecil, tidak ada konsentrasi kendaraan pada suatu saat atau tidak
dihindari dengan penyediaan lebih banyak ruang dan waktu dalam perancangan
(Patti, 2007). Banyak kecelakaan yang sebenarnya tidak perlu terjadi karena
12
fasilitas yang ada tidak dapat memenuhi kebutuhan dari setiap kelompok pemakai
lalu lintas dan angkutan jalan pasal 22 ayat 1 menyatakan bahwa keselamatan,
kelancaran dan ketertiban lalu lintas dan angkutan jalan ditetapkan ketentuan
mengenai rekayasa dan manejemen lalu lintas. Definisi manajemen lalu lintas
menurut UU No. 14 tahun 1992 adalah suatu kegiatan yang meliputi perencanaan,
lalu lintas ini maka diadakan rekayasa lalu lintas yang meliputi kegiatan
jalan serta rambu - rambu lalu lintas, marka jalan,lampu lalu lintas dan fasilitas
kelancaran dan keselamatan lalu lintas juga dipengaruhi oleh 3 indikator, yaitu:
a. Pengemudi
13
pengemudi dalam menjalankan kendaraannya. Dalam menjalankan tugasnya
Faktor eksternal
Faktor Internal
Surat Izin mengemudi (SIM). Sikap, hal ini biasanya dipengaruhi oleh
kondisi fisik mental dan sikap sangat berpengaruh pada watak dan
b. Pejalan kaki
Tingkah laku pejalan kaki dapat dilihat dari kecepatan berjalan dan
14
rata- rata 1,4 meter/detik. Untuk anak kecil kadang kala lebih cepat,
pejalan kaki adalah orang yang melewati suatu titik tertentu dalam
waktu tertentu. Volume pejalan kaki dapat juga berarti jumlah pejalan
mencari jalan yang mudah dan cepat. Dalam hai ini bila ada 2 macam
c. Kendaraan
15
Jumlah berat maksimum yang diangkut harus disesuaikan dengan jenis
dan ukuran kendaraan agar tidak terjdi hal – hal yang tidak diinginkan
angkutan barang dan orang, tetapi masih juga terdapat kekurangan yang
ergonomis (tinggi tempat duduk dan ketinggian lutut dan panjang kaki)
Penerangan
melihat jalan, sebagai tanda adanya kendaraan dan memberi isyarat untuk
Rem
Perlambatan dapat dicapai dengan peralatan rem dan atau dengan mesin
16
Sehingga untuk mendukung penerapan keselamatan di jalan raya maka
menekan angka kecepatan lalu lintas sehingga keselamatan lalu lintas dapat
terwujud. Program – program keselamatan jalan raya yang telah ada diantaranya
adalah mewajibkan pemakaian hlem bagi pengedara motor dan safety belt bagi
sepeda motor di siang hari, melakukan himbaun lewat promosi keselamatan atau
- Instrumental Aggression
- Emotional Aggression
17
adalah perilaku pengemudi yang positif, seperti tidak mengendarai
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
18
Gambar 3.1 Peta Wilayah Penelitian.
Penelitian ini diperkirakan selama tiga bulan yaitu mulai dari penyusnan
proposan sampai skripsi. Meliputi tahap persiapan, pengumpulan data, analisis data
19
3.2 Metode Pengumpulan Data
1. Data Primer
2. Data Sekunder
Sulawesi Tenggara.
20
3.4 Metodologi
Dilihat dari sifatnya, penelitian yang penulis lakukan ini dapat digolongkan
deskriptif.
penelitian.
21
3.5. Kerangka Penelitian
Mulai
Studi Studi
Rumusan Masalah Lapangan
Pustaka
Pengumpulan Data
Analisis Data
Selesai
22
BAB IV
jalan dan fasilitas pendukung lain yang dianggap kurang memenuhi standar atau
persyaratan teknis sehingga Hasil inspeksi dapat dilihat pada Tabel 4.1.
Kondisi Umum
Daftar Periksa
Ya (Y)/
Fokus Pemeriksaan Keterangan
Tidak (T)
23
Lanjutan 1
Papakah ruas jalan
ekisting memiliki T Tidak ada median
median?
24
Lanjutan 2
Jumlah 16
Sumbe: Data Survei 2022
dengan difokuskan pada Jawaban T dan identifikasi pada bagian desain jalan yang
1. Median
Pada Jalan Pendakian Warope tidak memiliki median ruas jalan eksisting
karena pada lokasi penelitian jalan tersebut tidak memiliki lokasi yang
cukup.
2. Bahu Jalan
Pada Jalan Pendakian Warope tidak memiliki bahu jalan eksisting karena
pada lokasi penelitian jalan tersebut tidak memiliki lokasi yang cukup.
25
3. Tinggi Kerb
Pada lokasi penelitian tidak ada kerb jalan karena lokasi penelitian jalannya
4. Drainase
Pada lokasi penelitian tidak ada drainase jalan karena lokasi penelitian
5. Tempat Parkir
Pada lokasi penelitian tidak ada tempat parkir karena keadaan jalan yang
jawaban Ya dan Tidak dengan jumlah kondisi umum berjumlah 5 untuk jawaban
perbandingan persenya untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
26
Tabel 4.2 Perbandingan Antara Indikasi Ya dan Tidak
Perbandingan Ya/Tidak
Daftar
Ya Tidak
Periksa Keterangan
Jumlah Persen Jumlah Persen
Hasil perbandingan
menyatakan persentase
Kondisi
6 37,50 % 10 62,50 % Ya lebih rendah
Umum
dibandingkan
persentase Tidak
Sumber: Analisis Data, 2022
Dari hasil pemeriksaan berdasarkan tabel 4.2 maka dapat dianalisi dengan
sehingga identifikasi pada aspek kondisi umum jalan sudah memenuhi standar.
Alinyemen Jalan
Daftar
Ya (Y)/
Periksa 2 Fokus pemeriksaan Keterangan
Tidak (T)
Apakah ada rambu Tidak ada rambu
T
peringatan? peringatan pada jalan
1. Kecepatan
Rencana Tidak adanya rambu
Apakah ada rambu batas batas kecepatan pada
T
kecepatan? daerah rawan
kecelakaan
27
Lanjutan 1
Dari hasil pemeriksaan berdasarkan tabel 4.3, lebih banyak jawaban Tidak
dari pada jawaban Ya, maka dapat dianalisis dengan difokuskan pada jawaban T
dan identifikasi pada bagian desain jalan yang tidak memenuhi standar yaitu
sebagai berikut :
1. Kecepatan Rencana
Pada lokasi penelitian hanya ada rambu peringatan tapi tidak memiliki
tersebut.
2. Pengharapan Pengemudi
Marka jalan pada lokasi penelitian belum ada sehingga atau di karenakan
kondisi jalan yang sudah rusak sehingga marka jalan sudah sudah terhapus.
28
3. Lebar Jalur dan Lajur
jalan arteri primer dan lebar badan jalan minimum tidak kurang dari 6 meter
meter.
Berdasarkan survei yang dilakukan pada penelitian pada daerah studi bahwa
standar.
jawaban Ya dan Tidak dengan jumlah Aliyemen jalan berjumlah 1 untuk jawaban
perbandingan persenya untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini
yaitu :
Perbandinga Ya/Tidak
Daftar
Periksa Ya Tidak
Keterangan
Jumlah Persen Jumlah Persen
Hasil perbandingan
Alinyemen
0 0% 5 100% menyatakan bahwa
Jalan
persentase Tidak lebih
29
tinggi dibandingkan Ya
Sumber : Analisa Data, 2022
Fasilitas jalan yaitu prasarana transpotasi darat yang meliputi segala bagian
jalan, termasuk bangunan pelengkap yang diperuntuhkan bagi lalu lintas yang
terhadap pemakai jalan pada kondisi fasilitas jalan Pendakian Warope dilihat pada
Kondisi Umum
Daftar
Ya (Y)/
Periksa Fokus Pemeriksaan Keterangan
Tidak (T)
Tidak terdapat rambu
Apakah tersedia rambu- untuk
T
rambu? menginformasikan
kepada pengendara
Tidak terdapat rambu
1. Rambu Apakah penempatan untuk
T
sesuai dengan standar? menginformasikan
kepada pengendara
Apakah tersedia rambu Tidak ada rambu
peringatan sebelum T peringatan pada
mendekati persimpangan daerah rawan
30
dan daerah rawan kecelakaan
kecelakaan?
2. Marka
Apakah marka jalan
tampak jenis dan efektif Tidak ada marka
T
pada semua kondisi jalan
( pagi,siang,malam,dsy)
Apakah Lampu
3. Lampu penerangan jalan Tidak ada lampu
Penerang ditempatkan pada lokasi T penerang jalan
jalan yang tepat?
31
Apakah penerangan
Tidak ada lampu
untuk rambu masih T
penerang jalan
memadai?
Jumlah 14
Sumber: Data Survei, 2022
Dari hasil pemeriksaan Tabel 4.5 terhadap kondisi fasilitas jalan terdapat
dengan difokuskan pada jawaban T dan indikasi pada bagian desain jalan yang
1. Rambu
32
Pada lokasi pengamatan rambu lalu lintas belum ada. Namun tidak adanya
tidak hati-hati.
2. Marka
Secara keseluruhan marka dan delineasi pada lokasi pengamatan belum ada
sama sekali. Dikarenakan sudah memudar dan tidak kelihatan sama sekali.
Secara umum untuk lampu penerangan pada lokasi belum ada sama sekali
masing.
Pada lokasi penelitian tidak memiliki alat pemberi isyarat lalu lintas yang
33
Pembanding Ya/Tidak
Daftar Periksa Ya Tidak
Keterangan
Jumlah Persen Jumlah Persen
Hasil perbandingan
menyatakan
Fasilitas Jalan 0 0% 14 100 % persentase Ya lebih
tinggi dibandingkan
persentase Tidak
Sumber : Analisa Data, 2022
berjumlah 0 sementara jawaban Tidak berjumlah 14, maka dapat dianalisi dengan
kondisi fasilitas jalan belum memenuhi standar namun masih harus dilalukan
perbaikan.
34
Kondisi Umum
Daftar
Ya (Y)/
Periksa Fokus Pemeriksaan Keterangan
Tidak (T)
1. Tiang Apakah penempatan Tiang listrik dan tiang
Listrik dan tiang listrik dan tiang telepon berada pada sisi
Y
Tiang telepon cukup aman jalan yang cukup aman
Telepon dari lalu lintas? dari lalu lintas
Apakah pagar
(Penghalang)
keselamatan dibuat
Tidak ada penghalang
pada lokasi-lokasi Y
tabrakan
penting misalnya pada
2. jembatan telah sesuai
Penghalang dengan standar?
Tabrakan
apakah sistem
penghalang tabrakan Tidak ada penghalang
T
telah sesuai dengan tabrakan
tujuannya?
jalan lebih banyak jawaban Tidak dari pada Ya, maka dapat dianalisis dengan
difokuskan pada jawaban T dan identifikasi pada bagian desain jalan yang tidak
35
1. Pagar Penghalang Tabrakan
Papan penunjuk arah dan papan iklan tidak ada pada lokasi penelitian.
Pada lokasi penelitian penempatan tiang listrik dan tiang telepon tidak
jawaban Ya dan Tidak pada bangunan pelengkap jalan dapat dilihat pada tabel di
bawah ini.
Pembanding Ya/Tidak
Daftar
Ya Tidak
Periksa Keterangan
Jumlah Persen Jumlah Persen
Hasil perbandingan
Bangunan menyatakan persentase
Pelengkap 2 40% 3 60% Tidak lebih tinggi
Jalan dibandingkan persentase
Ya
Sumber : Analisa Data, 2022
36
Kondisi umum untuk tempat pemberhentian terdapat banyak di bahu jalan
persimpangan untuk ruas bebas sampling dengan sudut persimpangan tidak bebas
dari bangunan yang ada di sekitarnya. Fasilitas jalan seperti marka jalan sudah
mengalami pemudaran atau tidak kelihatan sama sekali sehingga marka jalan pada
lokaksi penelitian sudah tidak ada lagi. Kemudian untuk bangunan pelengkap
jalur 2 arah pada jalan Pendakian Warope selama 1 hari yaitu pada kondisi hari
pasar (Hari Sabtu) yang dapat dilihat pada lampiran. Pencataan volume lalu lintas
waktu 1 jam, data volume tersebut diplot kedalam grafik fluktuasi volume lalu
lintas harian yang dapat dilihat pada tabel dan grafik gambar 4.1 di bawah ini :
Tabel 4.9 Volume Lalu Lintas Per 1 Jam Jalan Pendakian Warope Dalam Satuan
Mobil Penumpang (SMP)
Volume Kendaraan (smp/jam)
Waktu
Naik Turun
07.00-08.00 40 23
37
08.00-09.00 49 27
09.00-10.00 36 25
10.00-11.00 30 20
11.00-12.00 33 17
12.00-13.00 35 18
15.00-16.00 29 22
16.00-17.00 52 21
Jumlah 264 150
Sumber : Analisis Data 2022
Fluktuasi volume lalu lintas dapat dilihat pada grafik 4.1 dibawah ini;
52
49
40
36 35
33
30 29
27
25
23 22
20 21
17 18
Naik Turun
Gambar 4.1 Grafik Fluktuasi Volume Lalu Lintas Untuk Jalan 2 Lajur 2 Arah
Dari grafik fluktuasi lalu lintas harian tersebut diketahui jam puncak
tertinggi terdapat pada jam 16.00 - 17.00 lebih banyak yang naik dari pada yang
sepi pada jam 15.00 - 16.00 yang lebih sedikit di bandingkan dengan kendaraan
38
Sementara untuk volume lalu lintas rata-rata pada Jalan Pendakian Warope
Tabel 4.10 Rekapitulasi Volume Lalu Lintas Rata-rata Jalan Pendakian Warope
dilapangan didapatkan Volume lalu lintas rata-rata saat jam puncak pada Jalan
Pendakian Warope adalah sebesar 68,25 smp/jam, pada saat jam sepi volume lalu
lintas 51,00 smp/jam dan volume lalu lintas rata-rata pada Jalan Pendakian
pengukuran waktu tempuh kendaraan dalam satuan detik, untuk melewati pias
39
pengamatan yang telah ditentukan yaitu berjarak 50 meter yang nantinya akan
diperoleh dari pengamatan masih dalam satuan detik, kemudian diubah kedalam
Kecepatan
(Km/Jam/1 Jalur/2
Waktu
Arah
Titik A Titik B
07.00 - 08.00 14,69 15,24
08.00 - 09.00 19,92 17,44
12.00 - 13.00 11,20 12,65
13.00 - 14.00 20,19 18,33
16.00 - 17.00 17,51 16,37
17.00 - 18.00 15,79 16,80
Sumber : Analisis Data 2022
Grafik kecepatan lalu lintas dapat dilihat pada grafik 4.2 dibawah ini:
40
Fluktasi Kecepatan Lalu Lintas
19.92 20.19
18.33
17.44 17.51 16.8
16.37 15.79
15.24
14.69
12.65
11.2
07.00 - 08.00 08.00 - 09.00 12.00 - 13.00 13.00 - 14.00 16.00 - 17.00 17.00 - 18.00
Titik A Titik B
Gambar 4.2 Grafik Fluktuasi Kecepatan Lalu Lintas Untuk Jalan 1 Jalur 2 Arah
kecepatan lalu lintas bisa dilihat pada Titik A dan Titik B yaitu :
Titik A (Puncak) :
Titik B (Puncak)
Kecepatan lalu lintas rata-rata Jalan Pendakian Warope dapat dilihat pada
tabel berikut ini dengan menentukan antara Titik A dan titik B yaitu:
41
Tabel 4.12 Rekapitulasi Kecepatan Lalu Lintas Rata-Rata Jalan Pendakian
Warope
kendaraan dari Titik A dan Titik B yang meliputi antara jam puncak/sepi dengan
mempunyai waktu kecepatan kendaraan yang tidak beda jauh antara kendaraan
kemudian dari hasil yang didapat untuk setiap kendaraan dibagi dengan 10 sampel
kendaraan km/jam.
Dalam pergerakan arus lalu lintas, tiap kendaraan berjalan pada kecepatan
yang berbeda. Dengan demikian pada arus lalu lintas tidak dikenal karakteristik
kecepatan tunggal akan tetapi lebih sebagai distribusi dari kecepatan kendaraan
42
tunggal. Dari distribusi tersebut, jumlah rata-rata nilai dapat digunakan untuk
mengetahui karakteristik dari arus lalu lintas. Dalam perhitungan kecepatan rata-
dilapangan didapatkan 2 titik data kecepatan lalu lintas yaitu titik A dan titik B,
untuk di Titik A rata-rata pada Jalan Pendakian Warope saat jam puncak dari jam
16.00 - 17.00 rekapitulasi kecepatan lalu lintas sebesar 17,51 km/jam dimana
angka ini diambil dari data sampel pengambilan kecepatan di titik A, Pada jam
08.00 - 09.00 rekapitulasi kecepatan lalu lintas sebesar 19,92 km/jam dimana
angka ini diambil dari data sampel pengambilan kecepatan di titik A, dan Pada
jam 13.00 - 14.00 rekapitulasi kecepatan lalu lintas sebesar 20,19 km/jam dimana
angka ini diambil dari data sampel pengambilan kecepatan di titik A. Pada saat
jam sepi dari jam 12.00 - 13.00 Rekapitulasi kecepatan lalu lintas sebesar 11,20
km/jam dimana angka ini diambil dari data sampel pengambilan kecepatan di titik
A, Pada jam 07.00 - 08.00 Rekapitulasi kecepatan lalu lintas sebesar 14,69
km/jam dimana angka ini diambil dari data sampel pengambilan kecepatan di titik
A, dan Pada jam 17.00 - 18.00 Rekapitulasi kecepatan lalu lintas sebesar 15,79
km/jam dimana angka ini diambil dari data sampel pengambilan kecepatan di titik
A.
Di titik A rata-rata pada Jalan Pendakian Warope saat jam puncak dari jam
08.00 - 09.00, 13.00 - 14.00, dan 16.00 - 17.00 kecepatan rata-rata sebesar 19,21
km/jam, pada saat jam sepi dari jam 08.00 - 09.00, 13.00 - 14.00, dan 17.00 -
43
18.00 kecepatan rata-rata sebesar 13,89 km/jam dan kecepatan rata-rata lalu lintas
pada 2 titik di jalan tersebut adalah 16,55 km/jam. Kecepatan rata-rata jam puncak
lebih rendah dari pada kecepatan rata-rata jam sepi. Hal ini dipengaruhi oleh
besarnya volume lalu lintas pada jam puncak sehingga kecepatan lalu lintas
menurun.
Untuk Titik B rata-rata pada Jalan Pendakian Warope saat jam puncak dari
jam 08.00 - 09.00, 13.00 - 14.00, dan 17.00 - 18.00 kecepatan rata-rata sebesar
17,52 km/jam, pada saat jam sepi dari jam 07.00 - 08.00, 12.00 - 13.00, dan 16.00
- 17.00 kecepatan rata-rata sebesar 14,75 km/jam dan kecepatan rata-rata lalu
lintas pada 2 titik di jalan tersebut adalah 16,135 km/jam. Kecepatan rata-rata jam
puncak lebih rendah dari pada kecepatan rata-rata jam sepi. Hal ini dipengaruhi
oleh besarnya volume lalu lintas pada jam puncak sehingga kecepatan lalu lintas
menurun.
Dari hasil analisis terdapat kecepatan rata-rata lalu lintas yang di dapat oleh
hasil rata-ratanya adalah 16,135 km/jam, sedangkan kecepatan ideal yang saya
44
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
yang dilaksanakan
terjadinya
bermotor lainnya,
45
hati. Untuk marka bagian tengah dan pada bagian tepi
2. Dari hasil pengambilan dan pengolahan data selama 1 hari Volume lalu
lintas pada saat jam puncak sebesar 76 smp/jam dan untuk jam sepinya
sebesar 50 smp/jam. Sedangkan Volume lalu lintas rata-rata pada jam puncak
sebesar 68,25 smp/jam namun untuk jam sepinya sebesar 51,00 smp/jam.
Sedangkan kecepatan lalu lintas pada Titik A saat jam puncak sebesar 20,19
km/jam dan untuk jam sepinya sebesar 11,20 km/jam. Sedangkan untuk Titik
B jam puncaknya sebesar 18,33 km/jam dan jam sepinya sebesar 12,65
km/jam, sedangkan Kecepatan lalu lintas rata-rata pada Titik A saat jam
puncak sebesar 19,21 km/jam dan untuk jam sepinya sebesar 13,89 smp/jam
dan kecepatan lalu lintas rata-rata pada Titik B saat jam puncak sebesar 17,52
5.2 Saran
Adapun saran-saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini, antara lain:
perbaikan dan
rambu-rambu
46
2. Kepada para pengguna jalan agar meningkatkan kesadaran,
berhati-hati dan
47