LEMBAR PERSIAPAN MENYULUH
1. Judul : Pembuatan pupuk bokashi
2. Kompetensi dasar : Petani mampu memahami membuat dan
menggunakan pupuk bokashi secara mandiri
dengan memanfaatkan bahan organik lokal
untuk meningkatkan kesuburan tanah dan
hasil pertanian.
3. Sasaran : Petani di Kelompok tani
4. Indikator keberhasilan : Peserta mampu menyebutkan alat dan bahan
pembuatan pupuk bokashi dengan benar serta
memahami dan menjelaskan langkah- langkah
proses pembuatan pupuk bokashi.
5. Alat bantu dan media : Leaflet
6. Metode penyuluhan : Ceramah,demcar,diskusi
7. Lokasi dan waktu :
pelaksanaan
8. Alokasi waktu : 90 menit
KEGIATAN PENYULUHAN
Materi Penyuluhan waktu Isi materi
1. Bagian awal o Pengantar : salam pembuka, dan
dilanjutkan dengan obrolan yang
difokuskan pada materi yang
disampaikan.
10 menit o Menjelaskan tujuan dan pelaksanaan
penyuluhan dan hasil yang ingin
dicapai
2. Isi o Ceramah: Menyampaikan isi Materi
tentang :
o Pupuk Bokashi
o Pengertian Pupuk Bokashi
o Kelebihan pupuk Bokashi
o Alat/bahan dan cara pembuatan
Pupuk Bokashi
o Ciri-ciri bokashi yang berhasil dan
tidak berhasil/gagal
o Aplikasi pupuk bokashi
60 menit
2. Demonstrasi cara
o Diskusi :
[Link] kesempatan kepada petani
untuk mengajukan pertanyaan
3. Penutup 20 menit 1. Menyimpulkan point penting
dari materi yang telah
disampaikan
2. Salam penutup
Mengetahui BPP,.................
Koordinator BPP ANTONIUS SERAN
SINOPSIS
PEMBUATAN BOKASHI DARI KOTORAN
TERNAK
A. Pupuk Bokashi
Bokashi adalah suatu kata dalam bahasa Jepang yang berarti “bahan organik
yang telah difermentasikan”. Bokashi adalah hasil fermentasi bahan-bahan
organik seperti sekam, dedak, kotoran ternak dan lain-lain. Bahan-bahan tersebut
difermentasikan dengan bantuan mikroorganisme yang digunakan untuk
mempercepat fermentasi dikenal sebagai effective microorganism (EM4).
Penggunaan EM4 tidak hanya mempercepat proses fermentasi tetapi juga
menekan bau yang biasanya muncul pada proses penguraian bahan organik.
B. Pengertian Bokashi
Bokashi adalah pupuk yang dihasilkan dari bahan-bahan organik yang
difermentasikan selama kurang lebih 7-14 hari dengan penambahan teknologi
EM4. Penggunaan teknologi EM4 yang ditambah kedalam pupuk dapat dihasilkan
dalam waktu yang relatif singkat dibandingkan dengan cara konvensional,
memberikan keunggulan bagi pupuk organik untuk digunakan lebih praktis, tidak
berbau, tanaman tampak lebih segar dan hijau serta menekan pertumbuhan
patogen dalam tanah.
Wididana et al. (1996) menyatakan bahwa pupuk bokashi dapat memperbaiki
sifat fisika tanah, kimia tanah, biologi tanah, meningkatkan produksi tanaman dan
menjaga kestabilan produksi tanaman, serta menghasilkan produk yang
berkualitas dan kuantitas produksi pertanian yang berwawasan lingkungan.
C. Keunggulan Bokashi
Kelebihan pupuk bokasih terhadap kesuburan tanah antara lain:
1) Dapat menyuburkan tanaman
2) Sebagai pengganti pupuk kimia
3) Bahannya murah dan mudah diperoleh
4) Dapat memperbaiki struktur tanah, menyebabkan tanah menjadi ringan
untuk diolah dan mudah ditembus akar.
5) Meningkatkan daya menahan air (water holding capaci-ty), sehingga
kemampuan tanah untuk menyediakan air menjadi lebih banyak,
kelangsungan air tanah lebih terjaga.
6) Meningkatkan KPK (kapasitas pertukaran kation) sehingga kemampuan
mengikat kation menjadi lebih tinggi, akibatnya apabila di pupuk dengan
dosis tinggi hara tanaman tidak mudah tercuci.
7) Dapat meningkatkan daya sangga (buffering capasitiy) terhadap goncangan
perubahab drastis sifat tanah (Nasih, 2008).
D. Pembuatan Bokashi
1. Alat yang Dibutuhkan dalam Pembuatan Bokashi:
1) Cangkul atau sekop
2) Ember
3) Karung
4) Parang
5) Sendok makan
2. Bahan-bahan pembuatan bokashi antara lain:
1) Pupuk kandang (500 kg)
2) Dedak padi halus (150 kg)
3) Jerami (100kg)
4) Hijauan/Daun gamal (50kg)
5) Gula air/ gula pasir (1 Kg)
6) EM4 pertanian (1 botol)
7) Air secukupnya
3. Cara Membuat
1) Larutkan gula air/gula pasir dan EM4 dalam air
2) Bersihkan pupuk kandang dari kotoran yang tercampur
3) Jerami padi dan hijauan dicincang atau dipotong-potong menjadi bagian
kecil
4) Campur pupuk kandang dengan dedak padi,jerami padi dan hijauan sampai
merata
5) Siramkan larutan EM4 dan Gula air/gula pasir secara merata ke dalam
adonan (bahan kering)
6) Indikasi campuran sudah pas yaitu bila adonan dikepal dengan tangan,
air tidak menetes dan bila kepalan tangan dilepas maka adonan tidak
pecah.
7) Adonan dimasukkan kedalam karung selama 14 hari dan tiap 3 hari harus
di balik, agar hasil fermentasinya dapat maksimal.
E. Ciri-ciri Bokashi yang berhasil dan Tidak Berhasil/gagal
Pembuatan bokashi dikatakan berhasil jika memiliki ciri-ciri:
1. Ditumbuhi jamur yang berwarna putih.
2. Aromanya sedap.
Sedangkan jika bokashi berbau busuk maka pembuatan bokashi dikatakan
gagal.
F. Aplikasi Pupuk Bokashi
Susetya, (2004) Cara penggunaan pupuk bokashi dapat diaplikasikan dengan
beberapa metode yakni:
1. Sistem sebar: bokashi disebar diatas tanah secara merata dengan dosis 5-10
ton/Ha. Sistem ini dilakukan sebelum dan sesudah pengolahan tanah.
2. Sistem alur atau larikan: caranya bokashi disebar sepanjang alur atau barisan
tanaman dengan dosis 5-10 ton/Ha.
3. Sistem tugal: bokashi diberikan pada lubang tanam yang akan ditanami
dengan dosis 50-200 gr/tanaman. Pemberian ini dilakukan pada tanaman
sayuran atau sebagai pupuk susulan.
4. Cara melingkar: bokashi dilakukan dengan cara melingkar disekitar tanaman
(untuk tanaman keras) dengan cara dibuat alur melingkar dibawah tajuk
pohon, setelah bokashi disebar kemudian tanah ditutup kembali.
5. Untuk persemaian: Media untuk persemaian yaitu bokashi dicampur dengan
pasir dengan perbandingan 2:1, bisa juga ditambah dengan tanah secukupnya