0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan25 halaman

Bab Ii

Dokumen ini membahas manajemen proyek, termasuk pengertian, fungsi, dan struktur organisasi yang terlibat dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Manajemen proyek meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian, dan evaluasi untuk mencapai tujuan proyek dengan efisiensi waktu dan biaya. Unsur-unsur penting dalam proyek termasuk pemilik proyek, konsultan perencana, konsultan pengawas, dan kontraktor pelaksana, yang bekerja sama untuk memastikan keberhasilan proyek.

Diunggah oleh

nurvaisa9
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan25 halaman

Bab Ii

Dokumen ini membahas manajemen proyek, termasuk pengertian, fungsi, dan struktur organisasi yang terlibat dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Manajemen proyek meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian, dan evaluasi untuk mencapai tujuan proyek dengan efisiensi waktu dan biaya. Unsur-unsur penting dalam proyek termasuk pemilik proyek, konsultan perencana, konsultan pengawas, dan kontraktor pelaksana, yang bekerja sama untuk memastikan keberhasilan proyek.

Diunggah oleh

nurvaisa9
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

PROFIL INDUSTRI

A. Manajemen Proyek
1. Pengertian Umum Proyek
Proyek adalah suatu rangkaian aktivitas yang dapat direncanakan,
yang didalamnya menggunakan sumber – sumber, misalnya: uang dan
tenaga kerja untuk mendapatkan manfaat atau hasil di masa yang akan
datang. (Gray, Clifford F. 2006: 4) menjelaskan sebuah proyek adalah
usaha ynag kompleks, tidak rutin yang dibatasi oleh waktu, anggaran,
sumber daya dan spesifikasi kinerja yang dirancang untuk memenuhi
kebutuhan pelanggan.
Peran manajemen proyek sangat signifikan bagi keberhasilan
proyek, terlebih proyek publik, antara lain untuk pencapaian efektivitas
dan efisiensi proyek khususnya yang berhubungan dengan pelaksanaan
fungsifungsi manajemen proyek yang terdiri dari perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian proyek. Fungsi
perencanaan terkait dengan pengendalian proyek, dimana alat ukur
keberhasilan proyek adalah target capaian hasil yang ditentukan dalam
perencanaan proyek. Di dalam perencanaan proyek ada prediksi
kebutuhan dan analisa lingkungan. Fungsi pengorganisasian
menyangkut pengelolaan SDM dan sumber daya lainnya dan
bagaimana pekerjaan dan fungsi-fungsi dalam pekerjaan proyek
dibagibagi dan kemudian diintegrasikan sehingga ada kesatuan gerak
pencapaian hasil proyek. Fungsi pengarahan/penggerakan proyek
adalah fungsi kepemimpinan dalam proyek untuk menggerakkan
SDM, pola dan proses komunikasi dalam lingkungan internal dan
eksternal proyek. Fungsi pengendalian proyek menyangkut monitoring
pada proses pelaksanaan proyek dan evaluasi pada akhir pekerjaan
proyek.
Manajemen proyek adalah sebuah disiplin keilmuan dalam hal
perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan (menjalankan serta
pengendalian), untuk dapat mencapai tujuan-tujuan proyek.
Manajemen proyek merupakan suatu proses merencanakan,
mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengontrol sumber daya
perusahaan dengan sasaran jangka pendek untuk mencapai tujuan dan
sasaran yang spesifik.
Manajemen proyek didesain untuk mengatur dan mengontrol
sumber daya perusahaan sesuai dengna aktivitas yang terkait, efisiensi
waktu, efisiensi biaya, dan performa yang baik. Hal ini memerlukan
pengelolaan yang baik dan terarah karena suatu proyek memiliki
keterbatasan agar tujuan akhir dari suatu proyek dapat tercapai. Yang
perlu dikelola dalam area manajemen proyek mencakup biaya, mutu,
waktu, kesehatan dan keselamatan kerja, sumber daya lingkungan,
risiko dan sistem informasi.
Secara umum, fungsi manajemen dibagi menjadi beberapa bagian
yaitu :
a. Perencanaan (Planning)
Untuk mencapai tujuan, sebuah proyek perlu suatu
perencanaan yang matang, yaitu dengan meletakkan dasar tujuan
dan sasaran dari suatu proyek sekaligus menyiapkan segala
program teknis dan administrasi agar dapat diimplementasikan. Hal
ini dilakukan agar memenuhi persyaratan spesifikasi yang
ditentukan dalam batasan waktu, mutu, biaya, dana keselamatan
kerja. Perencanaan proyek dilakukan melalui studi kelayakan,
rekayasa nilai, dan perencanaan area manajemen proyek (biaya,
waku, mutu, kesehatan dan keselamatan kerja, sumber daya
lingkungan, risiko dan sistem informasi).
b. Pengaturan/Penjadwalan (Organizing)
Tahapan ini merupakan implementasi dari perencanaan
terkait dengan informasi tentang jadwal rencana dan kemajuan
proyek yang meliputi sumber daya (biaya, tenaga kerja, peralatan,
material), durasi dan progres waktu untuk menyelesaikan proyek.
Penjadwalan proyek seiring dengan perkembangan proyek dan
berbagai permasalahannya. Proses monitoring dan updating harus
selalu dilakukan untuk mendapatkan penjadwalan yang realistis
agar sesuai dengan tujuan proyek. Ada beberapa metode untuk
mengelola penjadwalan proyek, mencakup : kurva S, barchart,
penjadwalan linear (diagram vektor), network planning, serta
waktu dan durasi, kegiatan. Bila terjadi penyimpangan terhadap
rencana semula maka dilakukan evaluasi dan tindakan koreksi agar
proyek tetap berada di jalur yang diinginkan.
c. Pelaksanaan (Actualing)
Kegiatan ini adalah implementasi dari perencanaan yang
telah ditetapkan, dengan melakukan tahapan pekerjaan yang
sesungguhnya secara fisik atau non fisik sehingga produk akhir
sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan. Karena
kondisi perencanaan sifatnya masih ramalan dan subyektif serta
masih perlu penyempurnaan, dalam tahapan ini sering terjadi
perubahan-perubahan dari rencana yang telah ditetapkan biasanya
pada tahapan pelaksanaan, pihak-pihak yang terlibat lebih seragam.
Oleh karena itu, dibutuhkan koordinasi terpadu untuk mencapai
keserasian dan keseimbangan kerja. Pada tahapan ini juga telah
ditetapkan konsep pelaksanaan serta personil yang terlibat pada
organisasinya, kemudian secara detail menetapkan jadwal,
program, alokasi biaya, serta sumber daya yang digunakan.
d. Pengendalian/Pengawasa (Controlling)
Pengendalian akan mempengaruhi hasil akhir suatu proyek.
Tujuan utama adalah meminimalisasi segala penyimpangan yang
dapat terjadi selama berlangsungnya proyek. Tujuan dari
pengendalian proyek yaitu optimasi kinerja biaya, waktu, mutu,
dan keselamatan kerja sehingga dapat menjadi kriteria sebagai
tolak ukur. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengendalian
yaitu berupa pengawasan, pemeriksaan, maupun koreksi yang
dilakukan selama proses implementasi.
e. Evaluasi (Evaluating)
Setelah tahap pengawasan dan pelaksanaan maka hasil yang
didapat dapat segera dievaluasi dengan periode tertentu. Evaluasi
itu bisa berbentuk rapat mingguan maupun bulanan denagn dihadiri
oleh beberapa pihak dari pemilik, kontraktor, maupun semua pihak
yang terkait langsung.

2. Unsur-Unsur Pokok Dalam Proyek


Pengelola proyek adalah sekelompok orang atau badan hukum yang
terlibat langsung dalam proses terwujudnya suatu bangunan.
Hubungan antara pihak tersebut dapat dilihat pada skema hubungan
kerja pihak-pihak yang terkait dalam proyek.

Pemilik Proyek (Owner)


Pemerintah Kabupaten Bantul Dinas
Pekerjaan Umum, Prumahan, dan
Kawasan Permukiman

Konsultan Perencana Kontraktor Pelaksana konsultan Pengawas


PT. Tri Patra Konsultan PT. Arena Reaka Buana PT. Tri Patra Konsultan

Gambar 1. Susunan Pelaksana Proyek Pembangunan Konstruksi


Akses Jalan Menuju Kawasan Industri Piyungan
(Sumber: Pribadi 2021)
Berdasarkan skema diatas susunan pelaksana proyek Pembanguan
Konstruksi Akses Jalan Menuju Kawasan Industri Piyungan, unsur-
unsur yang terlibat yaitu:
a. Pemilik Proyek (Owner)
Pemilik proyek (owner) adalah seseorang/perorangan/individu
ataupun badan hukum/Lembaga/instansi yang mempunyai
keinginan untuk mendirikan bangunan dan mempunyai biaya/dana
untuk mewujudkan keinginan tersebut. Pemilik Proyek
Pembanguan Konstruksi Akses Jalan Menuju Kawasan Industri
Piyungan adalah Pemerintah Daerah Bantul PUPR. Tugas dan
kewajibannya adalah menanggung seluruh biaya pembangunan
proyek yang akan dilaksanakan sesuai dengan waktu yang telah
disepakati Bersama dan mengesahkan tanda terima pekerjaan bila
ppekerjaan telah selesai seluruhnya atau Sebagian dengan
kesepakatan antara pemilik dan kontraktor.
Dalam hubungannya dengan pengawasan, pemilik proyek
mempunyai wewenang yaitu:
1) Mempunyai wewenang penuh dalam menentukan dan
mengankat Konsultan Perencanan, Pengawas dan Kontraktor
dalam pembangunan proyek.
2) Menerima atau menolak laporan-laporan dari pengawas, baik
itu yang bersifat incidental atau periodik.
3) Meminta laporan dan penjelasan tentang pelaksanaan pekerjaan
kepada pelaksana proyek baik secara lisan maupun tulisan.
Selama pelaksana pembangunan proyek, pemilik proyek
mempunyai wewenang sebagai berikut:
1) Mengesahkan pekerjaan tambahan atau pengurangan pekerjaan
dengan pertimbangan dan sran dari konsultan.
2) Mengesahkan adanya perubahan baik di dalam desain maupun
pekerjaan.
3) Membri intruksi kepada pelaksana baik melalui wakilnya atau
secara langsung.
b. Konsultan Perencana
Konsultan perencana adlah pihak yang ditunjuk oleh pemberi tugas
untuk melaksanakan pekerjaan perencanaan, perncana dapat berupa
perorangan atau badan usaha baik swasta maupun pemerintah.
Konsultan Perencana Proyek Pembanguan Konstruksi Akses Jalan
Menuju Kawasan Industri Piyungan adalah PT. Tri Patra
Konsultan. Tugas perencana dalam pelaksanaan proyek konstruksi
yaitu:
1) Mengadakan penyesuaian keadaan lapangan denagan keinginan
pemilik bangunan.
2) Membuat gambar kerja pelaksanaan.
3) Membuat rencana kerja dan syarat-syarat pelaksanaan
bangunan (RKS) sebagai pedoman pelaksaaan.
4) Membuat rencanan anggaran biaya bangunan.
5) Memproyeksikan keinginan-keinginan atau ide-ide pemilik ke
dalam desain bangunan.
6) Melakukan perubahan desain yang tidak memungkinkan desain
terwujud diwujudkan.
7) Mempertanggungjawabkan desain dan perhitungan struktur
jika terjadi kegagalan konstruksi.
Wewenang konsultan perencana yaitu:
1) Mempertahankan desain dalam hal adanya pihak-pihak
pelaksana bangunan yang melkasankan pekerjaan tidak sesuai
dengan rencana.
2) Menentukan warna dan jenis material yang akan digunakan
dalam pelaksanaan bangunan.
c. Konsultan Pengawas
Konsultan pengawas adalah suatu organisasi yang bertugas
mengawasi dan mengkoordinir pelaksanaan pekerjaan di lapangan
agar sesuai dengan yang direncanakan. Konsultan pengawas
dituntut memiliki keahlian dalam bidang yang terkait denagn
proyek pembangunan. Melalui keterampilan dan kecermatan
konsultan pengawas, proyek akan dapat diselesaikan tepat mutu,
tepat waktu, dan tepat biaya. Konsultan pengawas membuat
catatan-catatan mengenai prestasi pelaksanaan pembangunan
proyek tersebut dan memberikan nasihat jika dibutuhkan.
Konsultan pengawas pada Proyek Pembanguan Konstruksi Akses
Jalan Menuju Kawasan Industri Piyungan adalah PT. Tri Patra
Konsultan. Tugas dan kewajiban konsultan pengawas yaitu:
1) Menyelesaikan pelaksanaan pekerjaan dalam waktu yang telah
ditetapkan.
2) Membimbing dan mengadakan pengawasan secara periodic
dalam pelaksanaan pekerjaan.
3) Melkaukan perhitungan prestasi pekerjaan.
4) Menyusun laporan kemajuan pekerjaan (harian, mingguan,
bulanan).
5) Meyiapkan dan menghitung adanya kemungkinan tambah atau
berkurangnya pekerjaan.
d. Kontraktor Pelaksana
Konstraktor pelaksana adalah oihak yang dipilih oleh owner untuk
membangun konstruksi sesuai dengan ketentuan dalam dokumen
kontrak dan bertanggung jawab akan pelaksanaanya agar sesuai
dengan ketentuan yang berlaku. Kontraktor pelaksana pada Proyek
Pembanguan Konstruksi Akses Jalan Menuju Kawasan Industri
Piyungan adalah PT. Arena Reaka Buana. Tugas dan wewenang
dari kontraktor pelaksana yaitu:
1) Melaksanakan pekerjaan di lapangan sesuai dengan SPK dan
spesifikasi. Memberi rekomendasi kepada konsultan pengawas
untuk menggunakan bahan material.
2) Membuat dan membrikan laporan harian tentang pengawas dan
pelaksanaan proyek, dan laporan lainnya yang menunjukkan
kualitas pekerjaan kepada konsultan pengawas.
3) Memilih dan mempelajari terlebih dahulu gambar-gambar
sebelum melaksanakan pekerjaan dan apabila terdapat
kesalahan/kekeliruan dan kekurangan harus memberitahu
konsultan pengawas, konsultan perencana, dan pemilik.

3. Struktur Organisasi Proyek


Struktur organisai proyek adalah bagian dari organisasi yang lebih
besar seperti pemerintah, institusi, badan atau Lembaga atau dapat juga
dengan skala yang lebih kecil seperti perusahan, Lembaga Pendidikan,
Lembaga Kesehatan, kumpulan dari kelompok kepentingan, dan
lainnya. Struktur organisasi sebagai sarana dalam pemcapaian tujuan
dengan mengatur dan mengorganisasi sumber daya, tenaga kerja,
material, peralatan dan modal secara efektif dan efesien dengan
menerakan system manajemen sesuai dengan kebutuhan proyek.
Edy Purwanto H, [Link]
Direktur

Sigit Sunarjati, ST
Manajer Proyek

Priyambodo Dwi W, ST
Ahli K3

Sulistiyorini Nurhadiyanti, Ir. Suranto


SPd. Manajer Teknik
Manajer keuangan

Arjun Dedy Suryadi


Quality Engineer Quantuty Engineer Pelaksana

Wuris Erva Dewi


Lab. Tek Surveyor Logistisk

Gambar 2. Struktur Organisasi Proyek Pembangunan Konstruksi


Akses Jalan Menuju Kawasan Industri Piyungan
(Sumber: Pribadi)
Berdasarkan skema struktur organisasi Proyek Pembangunan
Konstruksi Akses Jalan Menuju Kawasan Industri Piyungan, unsur-
unsur yang terlibat yaitu:
a. Project Manager
Project Manager merupakan orang yang ditunjuk untuk
menggerakkan organisasi proyek dan memimpinnya dalam
mencapai objective proyek. Project manager memiliki tanggung
jawab yang besar atas kesuksesan suatu proyek, untuk itu seorang
project manager harus memiliki kompetensi yang luas. Tugas dan
wewenang dari Project Manager pada suatu proyek adalah sebagai
berikut:
1) Melakukan koordinasi ke dalam (team proyek, manajemen, dll)
dan keluar.
2) Melaksanakan dan mengontrol operasional proyek sehingga
operasi proyek dapat berjalan sesuai dengan rencana (on track).
3) Mengidentifikasi dan menyelesaikan potensi masalah yang
akan timbul sehingga dapat diantisipasi dan segera diperbaiki
untuk menjaga mutu.
4) Taat kepada setiap kebijakan yang di keluarkan organisasi.
5) Mengambil keputusan dengan wewenang yang terbatas dari
organisasi.
b. Ahli K3
Wewenang dari seorang Site Manager pada proyek adalah
sebagai berikut:
1) Menerapkan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang
dan terkait K3 Konstruksi
2) Mengevaluasi dokumen kontrak dan metode kerja pelaksanaan
konstruksi
3) Mengevaluasi program K3
4) Mengevaluasi prosedur dan instruksi kerja penerapan ketentuan
K3
5) Melakukan sosialisasi, penerapan dan pengawasan pelaksanaan
program, prosedur kerja dan instruksi kerja K3
6) Melakukan evaluasi dan membuat laporan penerapan SMK3
dan pedoman teknis K3 konstruksi
7) Mengevaluasi perbaikan metode kerja pelaksanaan konstruksi
berbasis K3, jika diperlukan
8) Mengevaluasi penanganan kecelakaan kerja dan penyakit
akibat kerja serta keadaan darurat
c. Site Manager
Wewenang dari seorang Site Manager pada proyek adalah
sebagai berikut:
1) Bertanggungjawab atas pelaksanaan pekerjaan keseluruhan.
2) Memberikan instuksi pekerjaan dan pengarahan kepada
pelaksana dalam menunjang pelaksanaan proyek dan menjaga
kualitas bangunan.
3) Mengatur penggunaan tenaga pekerja di proyek untuk
menunjang rencana Time Schedule sehingga pekerjaan dapat
selesai sesuai waktu yang direncakan.
d. Quality Control (QC)
Quality Control merupakan penanggung jawab dalam
pengendalian mutu dalam pelaksanaan konstruksi proyek. Adapun
tugas dan wewenang seorang quality control pada proyek
konstruksi bangunan adalah sebagai berikut:
1) Mengontrol pelaksanaan operasional Quality Control.
2) Melakukan pengecekan terhadap material yang didatangkan
dilokasi proyek.
3) Melakukan pengecekan ke lapangan apakah pelaksanaan
pekerjaan sudah sesuai dengan gambar pelaksanaan atau shop
drawing.
e. Quantity Surveyor
Menurut Quantity Surveyor adalah bertugas menghitung
volume dan kebutuhan material bangunan yang digunakan untuk
melaksanakan pekerjaan proyek. Tugas dan wewenang seorang
quantity surveyor pada proyek adalah sebagai berikut:
1) Menghitung luas m2 pekerjaan bangunan.
2) Menghitung volume m3 pekerjaan seperti pengecoran beton,
dll.
3) Menghitung kebutuhan besi dan material bangunan dalam
satuan kg.
4) Mengecek penggunaan material apakah sudah sesuai dengan
hitungan.
f. Logistik
Logistik merupakan suatu bagian profesi yang bertugas
pendatangan, penyimpanan, dan penyaluran material atau alat
proyek ke bagian pelaksana lapangan. Tugas dan wewenang dari
logistik pada proyek adalah sebagai berikut:
1) Mencari dan mensurvey data jumlah material beserta harga
bahan bangunan dari beberapa supplier atau toko material
bangunan.
2) Bertanggungjawab kepada site manager dalam hal
menyelenggarakan kegiatan perbekalan dan peralatan untuk
pelaksanaan pekerjaan proyek.
3) Menyediakan dan mengatur tempat penyimpanan material yang
sudah didatangkan ke lokasi proyek agar tidak rusak dan tidak
hilang.
4) Menyusun laporan material sesuai format laporan yang sudah
disediakan.
g. Pelaksana
Tugas dan wewenang dari pelaksana pada proyek adalah
sebagai berikut:
1) Bertanggungjawab atas pekerjaan konstuksi lapangan.
2) Bertanggungjawab kepada site manager.
3) Mengkoordinir pihak-pihak yang berhubungan dengan
pelaksanaan pekerjaan.
4) Menyusun laporan tentang kemajuan pekerjaan kepada site
manager.
h. Surveyor
Tugas dan wewenang dari surveyor pada proyek adalah sebagai
berikut:
1) Bertanggungjawab terhadap perencanaan struktur tanah dan
elevasi bangunan.
2) Bertanggungjawab kepada site manager dan project manager.
3) Mengkoordinasi dan mengevaluasi pekerjaan struktur tanah.
4) Ruang Lingkup Proyek
i. Teknisi Lab
Tugas dan wewenang dari teknisi lab pada proyek adalah sebagai
berikut:
1) Melaksanakan pengambilan contoh tanah/material dan
melakukan pengujian tanah/material di laboratorium.
2) Mengevaluasi hasil tes tersebut dan beranggung jawab terhadap
ketelitian dan kebenaran hasil yang diproses.
4. Deskripsi Proyek
Proyek Pembangunan Konstruksi Akses Jalan Menuju Kawasan
Industri Piyungan Data umum tentang proyekini merupakan proyek
pembanguan jalan dan jembatan dengan panjang jembatan 40 m, lebar
14,5 m dengan total anggaran Rp. [Link],00. Proyek ini
dibangun sebagai sarana penunjang pekerja/warga menuju kawasan
insustri di daerah piyungan. Proyek Pembangunan Konstruksi Akses
Jalan Menuju Kawasan Industri Piyungan berlokasi di Jalan Nasional
III, Payak, Srimartani, Piyungan, Bantul, Yogyakarta. Proyek ini
dilaksanakan 210 hari kalender.
5. Data Umum Proyek
Pemilik/Owner : Pemerintan Kabupaten Bantul PUPR
Nama Kegiatan : Penyelenggaraan jalan Kabupaten/kota
Nama Pekerjaan : Pembangunan Konstruksi Akses Jalan
Menuju Kawasan Industri Piyungan
Lokasi Proyek : Kabupaten Bantul
Nilai Kontrak : Rp. [Link],00
Proyek
No. Kontrak : [Link]/V/003/[Link]/2021
Proyek
Tgl. Kontrak : 24 Mei 2021
Proyek
Waktu 210 (Dua Ratus Sepuluh) Hari Kalender
Pelaksanaan
Sumber Dana : APBD
Tahun Anggaran : 2021
Kontraktor : PT. Arena Reka Buana
Pelaksana
Konsultan : PT. Tri Patra Konsultan
Pengawas

Gambar 3. Data Umum Proyek


(Sumber : Dokumen Pribadi, 2021)
B. Jenis Pekerjaan Yang Sesuai Dengan Bidang Gerak Industri
Proyek Pembangunan Konstruksi Akses Jalan Menuju Kawasan
Industri Piyungan terdapat jenis-jenis pekerjaan yang sesuai dengan
jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan. Seperti pekerjaan
pondasi, pekerjaan abutment, pekerjaan retening wall, pekerjaan plat lantai
jembatan, pekerjaan wing wall dan pekerjaan balok Girder. Pada proyek
ini masih pada proses pekerjaan abutment dan retening wall.
C. Proses Produksi dan Proses Jasa
Proses produksi pada Proyek Pembangunan Konstruksi Akses
Jalan Menuju Kawasan Industri Piyungan ini menggunakan proses
produksi transportasi dan pabrikasi langsung di lokasi proyek. Seperti
pekerjaan pabrikasi besi untuk tulangan bore pile, abutment, retening wall
yang meliputi pemotongan dan pembengkokan besi yang dikerjakan pada
lokasi proyek. Kemudian untuk material digunakan proses produksi
transportasi dengan mendatangkan bahan material dari lokasi supplier ke
proyek menggunakan truk.
D. Peralatan dan Bahan Yang Digunakan
1. Uraian Secara Umum
Suatu pekerjaan akan berjalan sesuai dengan tujuan yang diinginka
apabila telah direncanakan dengan matang. Perencanaan yang matang
tentu tidak lepas dari pemilihan bahan bangunan dan peralatan kerja
yang sesuai dengan standar. Bahan bangunan yang merupakan
komponen pokok yang sangat penting dalam mendirikan suatu proyek
atau bangunan. Dalam hal pemilihan bahan bangunan pihak penyedia
bahan bangunan tidak boleh sembarangan atau asal-asalan karena
kualitas dan keamanan suatu bangunan akan didapat apabila bahan
bangunan yang digunakan sesuai dengan standar atau bahkan lebih
bagus dari standar yang telah ditentukan.
Selain diperlukan bahan bangunan yang berkualitas baik, dalam
pelaksanaan suatu proyek diperlukan pula peralatan kerja yang
memadai. Pemilihan jenis dan jumlah peralatan kerja yang digunakan
tergantung atas jangka waktu pelaksanaan pekerjaan, biaya yang
tersedia, jenis pekerjaan yang dilaksanakan, volume
pekerjaan/kapasitas alat yang digunakan, kondisi lapangan, dan tingkat
kesulitan serta kemampuan operator alat kerja tersebut.
2. Bahan Bangunan
Bahan bangunan merupakan faktor yang sangat penting dan
menentukan kualitas struktur yang memenuhi syarat keamanan dalam
konstruksi bangunan sipil. Perlu diperhatikan untuk tempat
penyimpanan bahan material yang digunakan untuk menghindari
penurunan mutu dan tidak mengganggu pelaksanaan pekerjaan proyek.
Semua bahan material yang dilapangan bisa digunakan apabila telah
mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas. Didalam
pelaksanaan Proyek Pembangunan Konstruksi Akses Jalan Menuju
Kawasan Industri Piyungan ini digunakan beberapa macam bahan
bangunan, yaitu sebagai berikut:
a. Semen Portland
Semen yang digunakan untuk pekerjaan beton yaitu jenis
semen Portland tipe I, II, III, IV, dan V yang memenuhi SNI 15-
2049-2004 tentang Semen Portland. Semen tipe IA (Semen
Portland tipe I dengan air-entraining agent), IIA (Semen Portland
tipe II dengan air-entraining
20 agent), IIIA (Semen Portland tipe III dengan air-entraining
agent), PPC (Portland Pozzolan Cement), dan PCC (Portland
Composite Cement) dapat digunakan apabila diizinkan oleh
Direksi Pekerjaaan.
Pada proyek Pembangunan Gedung PSLH dan EFSD UGM
Yogyakarta semen yang digunakan yaitu semen tiga roda dan
dynamix.

Gambar 4. Semen
(Sumber : Dokumen Pribadi, 2021)
b. Air
Air digunakan untuk proses ikatan dan pengerasan semen. Selain
itu air di proyek jembatan ini berfungsi untuk pengeboran titik bore
pile dan pemeliharan beton dengan cara disemprotkan ke abutment.
Air yang digunakan dalam proyek ini berasal dari sungai di area
proyek yang diambil memaluli pompa
c. Agregat Kasar (Split/Kerikil)
Agregat kasar terdiri dari kerikil dan batu pecah. Kerikil
merupakan batuan yang berukuran besar dengan diameter butir
lebih dari lima millimeter. Kerikil dapat berasal dari pelapukan
alam dan dari proses pemecahan batu. Kerikil yang dihasilkan dari
mesin pemecah batu mempunyai ukuran diameter butir 10 sampai
25 milimeter.
d. Agregat Halus
Agregat halus dapat berupa pasir yang dapat digunakan
sebagai campuran adukan beton dan adukan untuk pasangan batu
kali. Yang dimaksud pasir adalah bahan batuan berukuran kecil
dengan diameter butir kurang dari 5 milimeter.
e. Beton Ready Mix
Beton Ready Mix merupakan istilah untuk beton yang telah
di blend dengan rangkaian bahan material yang terdiri dari pasir
dengan formulasi khusus. Pembuatan campuran ready mix beton
dilakukan oleh para ahli khusus di bidang mixing, sehingga dapat
menghasilkan mutu beton dengan kualitas tinggi. Dalam Proyek
Pembangunan Konstruksi Akses Jalan Menuju Kawasan Industri
Piyungan ini digunakan mutu beton f’c 35 MPa. Sedangkan beton
ready mix yang digunakan dipesan dari PT. ADP yang terletak di
Piyungan .
f. Baja Tulangan
Baja tulangan digunakan sebagai tulangan pada struktur
beton bertulang dan merupakan bahan utama yang diperhitungkan
untuk menahan kekuatan tarik pada struktur beton bertulang. Hal
ini disebabkan karena beton mempunyai sifat yang lemah terhadap
gaya tarik sehingga perlu digunakan baja tulangan untuk menahan
gaya tarik tersebut. Pada proyek ini digunakan baja tulangan polos
BjTP 280 dan baja tulangan sirip BPTS 420 A.

Gambar 5. Baja Tulangan


(Sumber : Dokumen Pribadi, 2021)
g. Kawat Bendrat
Kawat bendrat digunakan untuk mengikat rangkaian
tulangan-tulangan antara satu dengan yang lainnya sehingga
membentuk suatu rangkaian rangka elemen struktur yang siap
untuk proses pengecoran. Kawat bendrat yang digunakan adalah
berdiameter 1 milimeter dan digunakan 3 sampai 5 lapis kawat
bendrat agar ikatan antar tulangan lebih kuat dan kencang.

Gambar 6. Kawat Bendrat


(Sumber : Dokumen Pribadi, 2021)
h. Tahu Beton (Beton Decking)
Tahu beton merupakan beton pengganjal untuk memberi
jarak antara tulangan utama dengan bekisting ataupun selimut
beton. Tahu beton biasanya berbentuk lingkaran dengan ukuran
sesuai tebal selimut beton yang direncakan.

Gambar 7. Tahu Beton


(Sumber : Dokumen Pribadi, 2021)
3. Peralatan Kerja
Dalam melaksanakan suatu pembangunan proyek, selain bahan
bangunan dan tenaga kerja, juga diperlukan peralatan kerja yang
memadai dan layak pakai. Penggunaan berbagai alat kerja ini
dimaksudkan untuk memperlancar dan mempermudah pekerjaan
pembangunan proyek. Didalam pelaksanaan Proyek Pembangunan
Konstruksi Akses Jalan Menuju Kawasan Industri Piyungan ini
digunakan beberapa macam peralatan kerja, antara lain sebagai
berikut:
a. Ekskavator
Ekskavator merupakan alat berat yang terdiri dari mesin diatas
roda khusus yang dilengkapi dengan lengan, alat pengeruk, dan
digerakkan oleh tenaga hidrolis. Alat ini biasanya digunakan untuk
menyelesaikan pekerjaan berat seperti penggalian tanah yang tidak
bisa dilakukan secara langsung oleh tangan manusia. Penggunaan
ekskavator ini tidak hanya sebagai penggalian tanah, tapi bisa
digunakan untuk pekerjaan lain, seperti membuat kemiringan,
pemuatan bahan material, dan pemecah batu besar. Karena
multifungsi, alat ini selalu dipakai untuk pekerjaan konstruksi
bangunan.

Gambar 8. Excavator
(Sumber : Dokumen Pribadi, 2021)
b. Drilling Bore/Machine Bor
Machine bore merupakan alat utama yang di gunakan untuk
pekerjaan pondasi. Machine bore berfungsi untuk menggali tanah
yang akan dibangun untuk pekerjaan pondasi bore pile.

Gambar 9. Machine bore


(Sumber : Dokumen Pribadi, 2021)
c. Truk Beton Ready Mix
Truk mixer digunakan untuk mengangkut adukan beton
ready mix dari tempat pembuatan adonan atau batching plant ke
lokasi proyek konstruksi sambil menjaga konsistensi beton agar
tetap cair dan tidak mengeras saat perjalanan menuju lokasi
proyek. Mixer ini terus berputar searah jarum jam selama
pengangkutan baik saat berjalan maupun saat berhenti agar beton
tidak mengalami perkerasan. Dalam proyek ini digunakan truk
mixer dari PT. ADP.

Gambar 10. Truk Mixer


(Sumber : Dokumen Pribadi, 2021)
d. Chasing
Chasing merupakan peralatan yang digunakan untuk membantu
pengecoran pondasi bored pile. Chasing berfungsi untuk menahan
tanah agar tanah tidak longsor, sehingga tidak memperlambat
proses pengecoran. Setelah proses pengecoran pada pondasi maka
casing yang digunakan harus di cabut kembali.

Gambar 11. Chasing


(Sumber : Dokumen Pribadi, 2021)
e. Concrete Bucket
Concrete bucket merupakan corong yanh terbuat dari bahan baja
yang di gunakan untuk menampung beton yang dikeluarkan dari
truk mixer kedalam pipa tremie.

Gambar 12. Concrete Bucket


(Sumber : Dokumen Pribadi, 2021)
f. Pipa Tremie
Pipa tremie merupakan alat bantu yang digunakan untuk
menyalurkan beton readymix ke dalam pondasi bore pile.

Gambar 13. Pipa Tremie


(Sumber : Dokumen Pribadi, 2021)
g. Bar Cutter
Bar Cutter merupakan alat pemotong baja tulangan sesuai
dengan ukuran yang diinginkan. Dalam proyek ini digunakan bar
cutter listrik karena digunakan baja tulangan dan untuk
mempersingkat waktu pengerjaan pemotongan.
Gambar 14. Bar Cutter
(Sumber : Dokumen Pribadi, 2021)
h. Bar Bender
Bar Bender merupakan alat untuk membengkokkan baja tulangan
dalam berbagai macam sudut kemiringan sesuai dengan
perencanaan. Dalam proyek ini digunakan bar bender listrik 1 set
dalam pelaksanaan konstruksinya.

Gambar 15. Bar Bender


(Sumber : Dokumen Pribadi, 2021)
i. Vibrator Concrete
Vibrator Concrete merupakan alat yang digunakan untuk
proses pengecoran beton agar memperoleh kemampatan beton
yang baik dan mencegah timbulnya rongga-rongga dalam adukan
beton, khususnya pada daerah tulangan yang rapat dan sudut
struktur.
j. Gerobak Dorong Roda Satu
Pada proyek ini digunakan gerobak dorong roda satu untuk
memudahkan saat Slump Test, memindahkan material seperti pasir,
tanah urug, dan batu kali.

Gambar 16. Gerobak Dorong Roda Satu


(Sumber : Dokumen Pribadi, 2021)
k. Alat – alat lainnya
Selain alat-alat yang disebutkan diatas, pada proyek
pembangunan gedung PSLH dan EFSD UGM Yogyakarta ini juga
digunakan alat-alat lainnya yang berupa peralatan K3 dan perkakas
tangan untuk pekerja agar pekerjaan pembangunan lebih lancar dan
aman yaitu sebagai berikut ini:
1) Peralatan K3
Peralatan K3 yang digunakan oleh semua orang pada
proyek gedung ini adalah seperti Pelindung kepala (helm),
masker, kacamata las, sepatu safety, rompi, sabuk/tali
pengaman, APAR, rambu-rambu papan K3, dan sarung tangan.
2) Peralatan pekerja
Peralatan pekerja yang digunakan seperti gergaji, meteran,
catut, palu, tali, pensil, waterpass, sekop, cangkul, ember,
unting-unting, cetok, tang, dan lain-lain.

Anda mungkin juga menyukai