0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan43 halaman

RMPK

Dokumen ini adalah Rencana Mutu Pekerjaan Konstruksi (RMPK) untuk proyek pembangunan jalan di Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil oleh PT. Anak Laut Indah. Proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp. 2.448.220.000,- dan dijadwalkan berlangsung selama 90 hari kalender mulai dari 25 Juni 2025. Struktur organisasi dan tanggung jawab manajerial diuraikan untuk memastikan pelaksanaan proyek sesuai dengan standar mutu dan keselamatan kerja.

Diunggah oleh

nur hadi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan43 halaman

RMPK

Dokumen ini adalah Rencana Mutu Pekerjaan Konstruksi (RMPK) untuk proyek pembangunan jalan di Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil oleh PT. Anak Laut Indah. Proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp. 2.448.220.000,- dan dijadwalkan berlangsung selama 90 hari kalender mulai dari 25 Juni 2025. Struktur organisasi dan tanggung jawab manajerial diuraikan untuk memastikan pelaksanaan proyek sesuai dengan standar mutu dan keselamatan kerja.

Diunggah oleh

nur hadi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI

(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 1 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

DAFTAR ISI

I. INFORMASI PEKERJAAN
1.1 Data Umum Pekerjaan
1.2 Lingkup Pekerjaan
II. STRUKTUR ORGANISASI
2.1 Penyedia Jasa
III. TAHAPAN PEKERJAAN
IV. JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN
V. GAMBAR DAN SPESIFIKASI TEKNIS
5.1 Gambar Kerja
5.2 Spesifikasi Teknis
VI. RENCANA PELAKSANAAN PEKERJAAN (Work Method Statement)
6.1 Metode Kerja Pelaksanaan
6.2 Tenaga Kerja
6.3 Material
6.4 Peralatan
6.5 Aspek Keselamatan Konstruksi
VII. RENCANA PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN (Inspection and Test
Plan/ITP)
VIII. PENGENDALIAN SUB-PENYEDIA JASA DAN PEMASOK
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 2 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

BAB I INFORMASI PEKERJAAN DATA UMUM PEKERJAAN

Nama Pekerjaan : Penunjang/ Holding Jalan Kota Subulussalam


– Batas Prov. Sumut, Penanggalan - Lipat
Kajang – Bts Prov. Sumut
Lokasi Pekerjaan : Kota Subulussalam dan Kab. Aceh Singkil
No. Kontrak : HK.02.01/[Link]/07.1/APBN/2025
Tanggal Kontrak : 25 Juni 2025
Nilai Kontrak : Rp. [Link],-
Sumber Dana : APBN Tahun 2024

Waktu Pelaksanan
Masa Kontrak : 90 (sembilan puluh) Hari Kalender
Tanggal Mulai Kerja : 25 Juni 2025

Pengguna Jasa
Satuan Kerja : Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Provinsi
Aceh
PPK : 2.6 Provinsi Aceh
Alamat : Jl. Malikul Shaleh No. O3. Kota Subulussalam
dan Kab. Aceh Singkil Prov. Aceh
Penyedia Jasa
Nama : PT. Anak Laut Indah
Alamat : Jalan Oentung Surapati, Desa Kuta Ateuh
Kec. Sukakarya Kota Sabang
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 3 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

Lokasi Kegiatan

LOKASI PEKERJAAN

KOTA SUBULUSSALAM
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 4 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

BAB II STRUKTUR ORGANISASI

2.1. Struktur Organisasi Penyedia Jasa

MANAGER PELAKSANA/PROYEK

NURHADI, ST

MANAGER TENIK MANAJER KEUANGAN PETUGAS K3

- - ASRIZAL

a. Tugas dan Tanggung Jawab

1. Manager Pelaksana Proyek


Uraian Tugas :
- Melaksanakan penerapan Sistem Jaminan mutu.
- Membuat perencanaan proyek sesuai dengan persyaratan.
- Memimpin seluruh kegiatan pelaksanaan di lapangan :
 Pendayagunaan tenaga, dana, alat, waktu dan teknologi
secara optimal.
 Mengusahakan pemenuhan persyaratan mutu, batasan waktu
serta batasan biaya.
- Melakukan kegiatan pengendalian di lapangan agar proses kerja
dan hasil kerja berlangsung secara efektif dan efesien.
- Mengevaluasi hasil kegiatan pelaksanaan pekerjaan terhadap
rencana pelaksanaan pekerjaan.
- Menyelenggarakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
- Membuat laporan pertanggungjawaban aspek-aspek finansial,
manajerial dan teknologi.
- Membuat/menghimpun catatan penting yang menyangkut
pelaksanaan proyek.
- Mengidentifikasi dan mencari penyelesaian masalah yang terjadi
selama proses pelaksanaan pekerjaan agar proyek dapat
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 5 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

diselesaikan sesuai dengan jadwal serta meningkatkan citra


bagi perusahaan.
- Melakukan fungsi sebagai agen pemasaran perusahaan untuk
diteruskan kepada pihak-pihak terkait di dalam perusahaan.
- Memelihara hubungan baik dengan Pemberi Kerja, Mitra Usaha dan
masyarakat sekitar.
- Melatih dan membina Sumber Daya Manusia (SDM) untuk
meningkatkan kemampuan teknologi dan manajerialnya.
- Bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan Full Time.

2. Manajer Teknik
Uraian Tugas :
- Mengikuti petunjuk teknis dan instruksi dari Manajer Proyek,
serta mengusahakan agar Manajer Proyek dan Direksi
Pekerjaan selalu mendapat informasi yang diperlukan
sehubungan dengan pengendalian mutu.
- Melakukan review RAB dan RAP dari gambar kontrak untuk
back up progres 0% (awal proyek).
- membuat proposal pekerjaan tambah-kurang ke owner
berdasarkan back up volume dari MC-0.
- Menyampaikan rencana pekerjaan (request for work) kepada
konsultan pengawas dan pemilik proyek.
- Melakukan opname pekerjaan dan memonitor pekerjaan di
lapangan.
- Melakukan monitoring progres pekerjaan dan membuat laporan
kemajuan fisik proyek.
- Membuat sertifikat bulanan beserta data pendukungnya untuk
penagihan prestasi ke owner berdasarkan progress pekerjaan.

3. MANAGER KEUANGAN.
- Memimpin semua aktifitas dalam bidang Administrasi,
Keuangan dan Umum
- Mencatat dan menata semua karyawan yang di Proyek
- Membantu Manager Proyek untuk mencatat transaksi keuangan
di Proyek.
- Membantu Manager Proyek untuk mencatat dan menyimpan
surat keluar dan masuk di Proyek.
- Bertanggung jawab penuh semua aktifitas Administrasi,
Keuangan dan Umum.
- Bertanggung jawab penuh kelangsungan sernua aktifitas
karyawan di Proyek
- Bertangung jawab penuh terhadap bukti dan pencatatan
transaksi keuangan di Proyek.
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 6 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

- Memberikan masukan kepada, Manager Proyek tentang kondisi


keungan di Proyek

4. PETUGAS K3
Uraian Tugas :
- Membuat, menerapkan dan memelihara prosedur untuk
identifikasi bahaya, penilaian resiko dan pengendaliannya
secara berkesinambungan.
- Membuat dokumentasi dan menjaga rekaman hasil identifikasi
bahaya, penilaian resiko dan pengendaliannya secara lebih baik.
- Melaksanakan atau menyelenggarakan Rapat Mingguan dan
atau Rapat Bulanan internal dan eksternal guna mengevaluasi
dan membuat tindak lanjut atas aspek K3 di lapangan dan
semangat kerja tim proyek.
- Secara berkala mengkaji ulang dan revisi prosedur tanggap
darurat, khususnya setelah pengujian berkala dan sesudah
terjadinya situasi darurat.
- Mengidentifikasi, melaksanakan pelatihan K3 dan SKMK3 sesuai
kebutuhan serta menjamin setiap karyawan yang terlibat dalam
pekerjaan yang mengandung resiko K3 memiliki kopetensi atas
dasar pendidikan dan pelatihan atau pengaaman yang sesuai.
- Berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan kerja dilokasi
Paket tersebut perlu diperhatikan beberapa hal yang
berhubungan dengan masalah kesehatan dan keselamatan
kerja.
A. Kesehatan Kerja
1. Kondisi di sekitar proyek perlu diperhatikan beberapa hal :
2. Kebersihan Kantor dan mess pekerja, termasuk tempat
pembuangan sampah.
3. Kebersihan fasilitas makanan dan minuman
4. Fasilitas MCK yang sesuai.
5. Penyediaan air bersih yang cukup
6. Penyediaan obat – obatan P3K
7. Pemeriksaan awal kesehatan pekerja.

B. Keselamatan Kerja
Beberapa hal yang penting menyangkut dengan keselamatan kerja
adalah :
1. Tergelincir/tersandung
2. Tertimpa Alat Kerja
3. Jatuh pada saat bekerja
4. Terpental
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 7 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

5. Terkena benda tajam


6. Terkena benda tumpul
7. Terkena aliran listrik
8. Tertabrak alat berat
9. Kebakaran
10. Kondisi alam yang buruk dan berbahaya
11. Tertabrak oleh kendaraan yang melintas

C. Perlengkapan untuk keselamatan Kerja yang perlu disediakan :


1. Helm pengaman standar SNI;
2. Rompi dengan reflector;
3. Sepatu safety standar SNI;
4. Sarung tangan;
5. Rambu-rambu kerja;
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 8 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

BAB III. TAHAPAN PEKERJAAN


RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 9 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

BAB IV JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN


RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 10 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

BAB V GAMBAR DAN SPESIFIKASI TEKNIS

a. Gambar Rencana
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 11 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 12 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 13 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

b. Spesifikasi Teknis

URAIAN
NO. STANDAR PROSEDUR
PEKERJAAN
1. Mobilisasi 1. Mobilisasi semua Personil Penyedia Jasa sesuai
dengan struktur organisasi pelaksana yang telah
disetujui oleh Pengawas Pekerjaan termasuk para
tenaga kerja yang diperlukan dalam pelaksanaan
dan penyelesaian pekerjaan dalam Kontrak
termasuk, tetapi tidak terbatas, Koordinator
Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas
(KMKL) sesuai dengan ketentuan yang
disyaratkan dalam Seksi 1.8, Personil Ahli K3
atau Petugas K3 sesuai dengan ketentuan yang
disyaratkan dalam Seksi 1.19 dari Spesifikasi ini,
dan Manajer Kendali Mutu (Quality Control
Manager, QCM) sesuai dengan ketentuan yang
disyaratkan dalam Seksi 1.21 dari Spesifikasi
Umum 2018 Revisi 2.

2. Mobilisasi personil inti dan peralatan utama dapat


dilakukan secara bertahap sesuai dengan
kebutuhan lapangan yang disepakati dalam Rapat
Persiapan Pelaksanaan (Pre Construction
Meeting) yang disebutkan dalam Pasal 1.2.2
dalam Spesifikasi ini yang kemudian dituangkan
dalam Adendum.

3. Lahan, base camp termasuk kantor lapangan,


tempat tinggal, bengkel, gudang, ruang
laboratorium beserta perlengkapan dan peralatan
ujinya, dan semua fasilitas dan sarana lainnya
yang disediakan oleh Penyedia Jasa untuk
mobilisasi menurut Seksi ini tetap menjadi milik
Penyedia Jasa setelah Kontrak berakhir.

4. Pembongkaran tempat kerja oleh Penyedia Jasa


pada saat akhir Masa Pelaksanaan, termasuk
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 14 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

pemindahan semua instalasi, peralatan dan


perlengkapan dari tanah milik Pemerintah dan
pengembalian kondisi tempat kerja menjadi
kondisi seperti semula sebelum Tanggal Mulai
Kerja dari Pekerjaan. Dalam hal ini, pemindahan
instalasi, peralatan dan perlengkapan dari tanah
milik Pemerintah tidak akan mengurangi
kewajiban Penyedia Jasa untuk menyediakan
semua sumber daya yang diperlukan selama
Masa Pemeliharaan seperti keuangan,
manajemen, peralatan, tenaga kerja dan bahan.

5. Kecuali ditentukan lain sebagaimana yang


disebutkan dalam Pasal [Link]).a).vi) maka
seluruh mobilisasi harus diselesaikan dalam
jangka waktu 60 hari terhitung mulai tanggal
mulai kerja, kecuali penyediaan Fasilitas dan
Pelayanan Pengendalian Mutu yang terdiri dari
tenaga ahli, tenaga terampil, dan sumber daya uji
mutu lainnya yang siap digunakan sesuai dengan
tahapan mobilisasi yang disetujui (jika ada),
harus diselesaikan dalam waktu paling lama 45
hari.

6. Dalam waktu paling lambat 7 hari setelah


Tanggal Mulai Kerja, Rapat Persiapan
Pelaksanaan (Pre Construction Meeting) harus
dilaksanakan dan dihadiri Wakil Pengguna Jasa,
Pengawas Pekerjaan, dan Penyedia Jasa untuk
membahas semua hal baik yang teknis maupun
yang non teknis dalam kegiatan ini.

7. Dalam waktu 14 hari setelah Rapat Persiapan


Pelaksanaan, Penyedia Jasa harus menyerahkan
Program Mobilisasi (termasuk program perkuatan
bangunan pelengkap antara lain jembatan, bila
ada) dan Jadwal Kemajuan Pelaksanaan kepada
Pengawas Pekerjaan untuk dimintakan
persetujuannya.
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 15 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

8. Setiap perubahan pada peralatan maupun


personil yang diusulkan dalam Penawaran harus
memperoleh persetujuan dari Pengawas
Pekerjaan.
9. Mobilisasi harus dibayar atas dasar lump sum
menurut jadwal pembayaran yang diberikan di
bawah, di mana pembayaran tersebut merupakan
kompensasi penuh untuk penyediaan dan
pemasangan semua peralatan, dan untuk semua
pekerja, bahan, perkakas, dan biaya lainnya yang
perlu untuk menyelesaikan pekerjaan yang
diuraikan dalam Pasal [Link]) dari Spesifikasi ini.
Walaupun demikian Pengawas Pekerjaan dapat,
setiap saat selama pelaksanaan pekerjaan,
memerintahkan Penyedia Jasa untuk menambah
peralatan yang dianggap perlu tanpa
menyebabkan perubahan harga lump sum untuk
Mobilisasi.

10. Pembayaran biaya lump sum ini akan


dilakukan dalam tiga angsuran sebagai berikut:
a) 50 % (lima puluh persen) bila mobilisasi 50 %
selesai (tidak termasuk instalasi konstruksi),
dan fasilitas serta pelayanan pengujian
laboratorium telah lengkap dimobilisasi
menurut tahapannya.
b) 20 % (dua puluh persen) bila semua peralatan
utama berada di lapangan dan semua fasilitas
pengujian laboratorium telah lengkap
dimobilisasi dan diterima oleh Pengawas
Pekerjaan.
c) 30 % (tiga puluh persen) bila seluruh
demobilisasi selesai dilaksanakan.

2. SMKK 1. Seksi ini mencakup ketentuan-ketentuan


penanganan dampak lingkungan dan tindakan
yang diperlukan untuk melaksanakan setiap
pekerjaan konstruksi yang diperlukan dalam
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 16 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

Kontrak. Pasal-pasal dari Seksi lain yang terkait


dan tertuang dalam Spesifikasi ini merupakan
bagian tidak terpisahkan dalam rangka
pemenuhan akan ketentuan-ketentuan tentang
Pengamanan Lingkungan Hidup.

2. Penyedia Jasa harus membuat/menyiapkan


Rencana Kerja Pengelolaan dan Pemantauan
Lingkungan (RKPPL) berdasarkan Dokumen
Lingkungan, Surat Keputusan Kelayakan
Lingkungan Hidup (SKKLH) dan/atau Izin
Lingkungan yang telah tersedia pada saat Rapat
Persiapan Pelaksanaan (Pre Construction
Meeting, PCM) untuk dilakukan pembahasan
bersama Wakil Pengguna Jasa dan Pengawas
Pekerjaan. Penyedia Jasa juga diwajibkan untuk
menyiapkan sendiri semua persyaratan Izin
Lingkungan yang berkaitan dengan aktivitas
mereka di semua lokasi kegiatan seperti Quarry,
AMP (Asphalt Mixing Plant, CBP
(ConcreteBatching Plant), Base Camp, sesuai
persyaratan, dan melampirkan salinan izin
lingkungan tersebut saat Rapat Persiapan
Pelaksanaan (PCM) dan Laporan Pelaksanaan
RKPPL. Bentuk RKPPL sebagaimana ditunjukkan
dalam Lampiran 1.17 Spesifikasi Umum 2018
Revisi 2.

3. Penyedia Jasa harus melaksanakan pengambilan


sampel sesuai dengan ketentuan dalam dokumen
lingkungan, SKKLH, dan/atau Izin
[Link] ketentuan pengambilan sampel
tidak diatur dalam dokumen lingkungan, SKKLH
dan/atau Izin Lingkungan, maka Penyedia Jasa
harus tetap melaksanakan pengambilan sampel
kualitas air, kualitas udara ambien, kebisingan
dan/atau getaran.

4. Kriteria lokasi pengambilan sampel harus


mengikuti ketentuan yang ada di dalam
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 17 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

dokumen lingkungan, SKKLH, dan/atau Izin


Lingkungan. Titik lokasi pengambilan sampel
pada umumnya mewakili keberadaan kegiatan di
sekitar lokasi kegiatan antara lain permukiman,
fasilitas umum (sekolah, puskesmas, pasar,
rumah sakit), sumber mata air, air permukaan
(sungai, danau), yang berdekatan dan/atau
dilintasi kegiatan, sumber bahan (quarry),
kegiatan budidaya (hutan, sawah, kebun dan
sebagainya) dan lokasi basecamp.

5. Sebelum memulai Pekerjaan Penyedia jasa harus


memastikan bahwa kualitas air (sungai, danau,
mata air, air bawah tanah) atau saluran
pembuangan lainnya tidak melebihi baku mutu
kualitas air atau parameter yang tercantum di
dalam dokumen lingkungan, RKPPL, dan/atau
Izin Lingkungan. Jika telah melebihi baku mutu
lingkungan, agar menginformasikan kepada
masyarakat atau instansi terkait khususnya
instansi lingkungan hidup di daerah tersebut.
Baku mutu kualitas air terlampir dalam Tabel
1.17.(1) dari Lampiran 1.17 Spesifikasi Umum
2018 Revisi 2.

6. Sungai, danau, mata air, dan air bawah tanah


yang berada di dalam, atau di sekitar lokasi
pekerjaan dalam Kontrak ini tidak boleh
diganggu tanpa persetujuan Wakil Pengguna
Jasa.

7. Setiap penggalian untuk bahan timbunan tidak


diizinkan mengganggu aliran drainase yang ada.

8. Setiap bahan berbahaya dan beracun (B3) yang


digunakan dan/atau dihasilkan dari kegiatan
penyedia Jasa, seperti minyak hidrolik atau
minyak pelumas/oli, yang jatuh atau tumpah di
lokasi pekerjaan dan sekitarnya, harus segera
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 18 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

dibersihkan oleh Penyedia Jasa agar dapat


menghindari terjadinya pencemaran air dan
tanah.

9. Air limbah domestik dari basecamp harus diolah


terlebih dahulu sebelum dibuang ke sungai, atau
saluran pembuangan lain sesuai manajemen
pengolahan limbah cair untuk memenuhi standar
baku mutu kualitas air. Jika tidak bisa mencapai
standar tersebut maka Penyedia Jasa harus
melakukan waste water treatment (pengolahan
air limbah) dalam rangka memenuhi standar
baku mutu kualitas airdengan metode yang
disetujui oleh Wakil Pengguna Jasa. Baku mutu
kualitas air limbah domestik terlampir dalam
Tabel 1.17.(2) dari Lampiran 1.17 dari
Spesifikasi Umum 2018 Revisi 2.

3 Manajemen Mutu 1. Pekerjaan harus dilaksanakan melalui proses


manajemen mutu, memanfaatkan sumber daya
Pengguna Jasa, Pengawas Pekerjaan, Penyedia
Jasa, dan pihak ketiga sebagaimana diperlukan.

2. Pengendalian Mutu (Quality Control, QC): Proses


memeriksa mutu hasil produk atau jasa
pelayanan tertentu dari Penyedia Jasa untuk
menentukan apakah hasil-hasil tersebut
memenuhi standar mutu terkait yang
dipersyaratkan di dalam spesifikasi teknis,
memperbaiki kesalahan-kesalahan atas mutu
yang diperoleh lebih rendah serta cara-cara
mengidentifikasi untuk menghilangkan sebab-
sebab produk atau kinerja jasa pelayanan yang
tidak memenuhi syarat. Proses pemeriksaan dan
persetujuan/penolakan mutu produk atau kinerja
jasa pelayanan tertentu ini dilakukan oleh
Manajer Kendali Mutu (QCM) yang disiapkan
oleh Penyedia Jasa mengontrol dan menjamin
secara internal mutu hasil pelaksanaan
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 19 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

pekerjaan konstruksi oleh wakil Penyedia Jasa


(General Superintendent/GS) sesuai yang
dipersyaratkan di dalam spesifikasi teknis ini.
Laporan hasil QC dari QCM disampaikan kepada
Penyedia Jasa dengan tembusan kepada
Pengawas Pekerjaan.

3. Jaminan Mutu (Quality Assurance, QA): Proses


mengevaluasi prosedur standar dan instruksi
kerja seluruh produk atau jasa pelayanan, yang
dievaluasi oleh Pengawas Pekerjaan untuk dapat
menjamin bahwa mutu hasil pekerjaan yang
dilaksanakan oleh Penyedia Jasa dapat diterima
atau ditolak sebagai dasar persetujuan
pembayaran pekerjaan yang memenuhi syarat
kontrak.

4. Penyedia Jasa harus menyediakan akses yang


tidak dibatasi terhadap semua kegiatan dan
dokumentasi Pengendalian Mutu yang dihasilkan
oleh atau atas nama Penyedia Jasa dan harus
memberikannya kepada Pengawas Pekerjaan
untuk mendapat akses sepenuhnya pada setiap
saat.

5. Pekerjaan yang gagal memenuhi Syarat-syarat


Kontrak harus dipandang sebagai Pekerjaan
yang Tidak Dapat Diterima.

6. Sebagai bagian dari Program Mutu Penyedia


Jasa yang disyaratkan dalam Syarat-syarat
Kontrak, Penyedia Jasa harus bertanggung-
jawab atas semua Pengendalian Mutu selama
pelaksanaan Pekerjaan. Pekerjaan Pengendalian
Mutu (QC) termasuk memantau, menginspeksi
dan menguji cara, metoda, bahan, kecakapan-
kerja, prosesproduk dari semua aspek Pekerjaan
sebagaimana diperlukan untuk memastikan
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 20 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

kesesuaian dengan persyaratan Kontrak.

7. Rencana Jaminan Mutu (QA Plan) harus


mencakup Pekerjaan secara keseluruhannya,
termasuk tanpa pembatasan terhadap semua
bahan yang dipasok Penyedia Jasa dan Sub-
Penyedia Jasa, dan semua jenis dan tahap
pelaksanaan pada Kegiatan.

8. Program Pengendalian Mutu Penyedia Jasa dan


Pekerjaan harus dilaksanakan sesuai dengan
Rencana Pengendalian Mutu (QC Plan) dan
harus dikelola dengan baik, dengan hasil
pengujian yang mewakili pelaksanaan yang
aktual. Hasil-hasil tersebut akan dilaporkan
dengan akurat dan dalam suatu waktu tertentu.
4 Perbaikan Lapis 1. Pekerjaan ini harus meliputi pemasokan,
Fondasi Agregat pemrosesan, pengangkutan, penghamparan,
Kelas A pembasahan dan pemadatan agregat di atas
permukaan yang telah disiapkan dan telah
diterima sesuai dengan detail yang ditunjukkan
dalam Gambar, dan memelihara lapis fondasi
agregrat atau lapis drainase yang telah selesai
sesuai dengan yang disyaratkan. Pemrosesan
harus meliputi, bila perlu, pemecahan,
pengayakan, pemisahan, pencampuran dan
kegiatan lainnya yang perlu untuk menghasilkan
suatu bahan yang memenuhi ketentuan dari
Spesifikasi Umum 2018 revisi 2.
2. Pekerjaan ini termasuk penambahan lebar
perkerasan eksisting sampai lebar jalur lalu lintas
yang diperlukan dan juga pekerjaan bahu jalan,
yang ditunjukkan pada Gambar. Pekerjaan harus
mencakup penggalian dan pembuangan bahan
yang ada, penyiapan tanah dasar, dan
penghamparan serta pemadatan bahan dengan
garis dan dimensi yang ditunjukkan dalam
Gambar.
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 21 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

3. Toleransi Elevasi Permukaan Relatif Terhadap


Elevasi Rencana.

Bahan dan Lapisan Toleransi Elevasi


Fondasi Agregat Permukaan relatif
terhadap elevasi
rencana
Lapis Fondasi Agregat + 0 cm
Kelas B digunakan - 2 cm
sebagai Lapis Fondasi
Bawah (hanya
permukaan atas dari
Permukaan Lapis + 0 cm
Fondasi Agregat Kelas A. - 1 cm

Bahu Jalan Tanpa + 1,5 cm


Penutup Aspal dengan - 1,5 cm
Lapis Fondasi Agregat
Kelas C atau Kelas S,
dan Lapis Drainase.

4. Pada permukaan semua Lapis Fondasi Agregat


tidak boleh terdapat ketidakrataan yang dapat
menampung air dan semua punggung (camber)
permukaan itu harus sesuai dengan yang
ditunjukkan dalam Gambar.
5. Pada permukaan Lapis Fondasi Agregat Kelas A
yang disiapkan untuk lapisan resap pengikat atau
pelaburan permukaan, bilamana semua bahan
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 22 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

yang ter- lepas harus dibuang dengan sikat yang


keras, maka penyimpangan maksimum pada
kerataan permukaan yang diukur dengan mistar
lurus sepanjang 3 m, diletakkan sejajar atau
melintang sumbu jalan, maksimum satu
sentimeter.
6. Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada
Pengawas Pekerjaan berikut di bawah ini paling
sedikit 21 hari sebelum tanggal yang diusulkan
dalam penggunaan setiap bahan untuk pertama
kalinya sebagai Lapis Fondasi Agregat atau Lapis
Drainase:
7. Dua contoh masing-masing 50 kg bahan, satu
disimpan oleh Pengawas Pekerjaan sebagai
rujukan selama Masa Pelaksanaan.

8. Pernyataan perihal asal dan komposisi setiap


bahan yang diusulkan untuk Lapis Fondasi
Agregat atau Lapis Drainase, bersama dengan
hasil pengujian laboratorium yang membuktikan
bahwa sifat-sifat bahan yang ditentukan dalam
Pasal [Link]) terpenuhi.
9. Penyedia Jasa harus mengirim berikut di bawah
ini dalam bentuk tertulis kepada Pengawas
Pekerjaan segera setelah selesainya setiap ruas
pekerjaan dan sebelum persetujuan diberikan
untuk penghamparan bahan lain di atas Lapis
Fondasi Agregat atau Lapis Drainase :
 Hasil pengujian kepadatan dan kadar air
pada Lapis Fondasi Agregat seperti yang
disyaratkan dalam Pasal [Link]).
 Hasil pengujian pengukuran permukaan dan
data hasil survei pemeriksaan yang
menyatakan bahwa toleransi yang
disyaratkan dalam Pasal [Link]) dipenuhi.
10. Lapis Fondasi Agregat tidak boleh
ditempatkan, dihampar, atau dipadatkan sewaktu
turun hujan, dan pemadatan tidak boleh
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 23 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

dilakukan segera setelah hujan atau bila kadar air


bahan jadi tidak berada dalam rentang yang
ditentukan dalam Pasal [Link]).
11. Bahan Lapis Fondasi Agregat dan Lapis
Drainase harus dipilih dari sumber yang disetujui
sesuai dengan Seksi 1.11 Bahan dan
Penyimpanan, dari Spesifikasi ini.
12. Lapis Fondasi Agregat yang terlalu basah
untuk pemadatan seperti yang ditentukan dalam
rentang kadar air yang disyaratkan dalam Pasal
[Link]) atau seperti yang diperintahkan
Pengawas Pekerjaan, harus diperbaiki dengan
menggaru bahan tersebut secara berulang-ulang
pada cuaca kering dengan peralatan yang
disetujui disertai waktu jeda dalam
pelaksanaannya. Alternatif lain, bilamana
pengeringan yang memadai tidak dapat diperoleh
dengan cara tersebut di atas, maka Pengawas
Pekerjaan dapat memerintahkan agar bahan
tersebut dibuang dan diganti dengan bahan
kering yang memenuhi ketentuan.
13. Perbaikan atas Lapis Fondasi Agregat yang
tidak memenuhi kepadatan atau sifat-sifat bahan
yang disyaratkan dalam Spesifikasi ini harus
seperti yang diperintahkan oleh Pengawas
Pekerjaan dan dapat meliputi pemadatan
tambahan, penggaruan disertai penyesuaian
kadar air dan pemadatan kembali, pembuangan
dan penggantian bahan, atau menambah suatu
ketebalan dengan bahan tersebut.
14. Pengendalian Lalu Lintas harus sesuai dengan
ketentuan Seksi 1.8 Manajemen dan Keselamatan
Lalu Lintas.
15. Penyedia Jasa harus bertanggung jawab atas
semua akibat yang ditimbulkan oleh lalu lintas
yang melewati jalur lalu lintas dan bahu jalan
yang baru selesai dikerjakan dan bila perlu
Penyedia Jasa dapat melarang lalu lintas yang
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 24 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

demikian ini dengan menyediakan jalan alih


(detour) atau pelaksanaan setengah badan jalan.
16. Bahan Lapis Fondasi Agregat dan Lapis
Drainase harus dipilih dari sumber yang disetujui
sesuai dengan Seksi 1.11 Bahan dan
Penyimpanan, dari Spesifikasi Umum 2018 revisi
2.
17. Terdapat empat jenis yang berbeda dari Lapis
Fondasi Agregat yaitu Kelas A, Kelas B, Kelas C
dan Kelas S. Pada umumnya Lapis Fondasi
Agregat Kelas A adalah mutu Lapis Fondasi Atas
untuk lapisan di bawah lapisan beraspal, dan
Lapis Fondasi Agregat Kelas B adalah untuk
Lapis Fondasi Bawah. Lapis Fondasi Agregat
Kelas S digunakan untuk bahu jalan tanpa
penutup dan Lapis Fondasi Agregat Kelas C dapat
digunakan untuk bahu jalan tanpa penutup untuk
LHRT < 2000 kendaraan/hari pada jalur lalu
lintas (carriageway).

18. Gradasi Lapis Fondasi Agregat dan Lapis


Drainase.
Persen Berat Yang
Ukuran
Lapis Fondasi
Ayakan Lapis
Agregat
Drainase
AST (mm Kela Kelas Kel
M ) sA B as S
2” 50 100
1½” 37,5 100 88 - 100 100
1” 25,0 79 - 70 - 77 - 71 - 87
¾” 19,0 58 - 74
½” 12,5 44 - 60
3/8” 9,50 44 - 30 - 41 - 34 - 50
No.4 4,75 29 - 25 - 26 - 19 - 31
No.8 2,36 8 - 16
No.1 2,0 17 - 15 - 15 -
No.1 1,18 0-4
No.4 0,42 7- 8- 7-
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 25 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

No.2 0,07 2-8 2-8 4-

19. Sifat-sifat Lapis Fondasi Agregat dan Lapis


Drainase
Lapis Fondasi Lapis
Sifat – sifat Kela Kela Kela Drain
sA sB sS ase

Abrasi dari Agregat 0- 0- 0- 0-


Kasar (SNI 2417:2008) 40 % 40 40 % 40
% %
Butiran pecah, 80/
95/9 55/5 55/5
tertahan ayakan No.4
(SNI 01) 02) 02) 753
Batas7619:2012)
Cair (SNI 0- 0- 0- -
1967:2008) 25 35 35
Indek Plastisitas (SNI 0-6 4- 4- -
1966:2008) 10 15
Hasil kali Indek mak - - -
Plastisitas dengan % s.25
Lolos Ayakan No.200
Gumpalan Lempung
0-5 0-5 0-5 0-
dan Butiran-butiran
% % % 5%
Mudah Pecah (SNI
4141:2015)
CBR rendaman (SNI min. min. min. -
1744:2012) 90 % 60 50 %
%
Perbandingan Persen
mak mak - -
Lolos Ayakan No.200
s.2/3 s.2/3
dan No.40

Koefisien Keseragaman : - - - >


Cv = D60/D10 3,5

20. Bilamana Lapis Fondasi Agregat akan


dihampar pada perkerasan atau bahu jalan
eksisting, semua kerusakan yang terjadi pada
perkerasan atau bahu jalan eksisting harus
diperbaiki terlebih dahulu sesuai dengan Seksi
10.1 dari Spesifikasi Umum 2018 revisi 2.
21. Bilamana Lapis Fondasi Agregat akan
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 26 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

dihampar pada suatu lapisan perkerasan


eksisting atau tanah dasar baru yang disiapkan
atau lapis fondasi yang disiapkan, maka lapisan
ini harus diselesaikan sepenuhnya, juga Lapis
Drainase di atas tanah dasar baru yang disiapkan,
sesuai dengan Seksi 3.3, atau 5.1 dari Spesifikasi
ini, sesuai pada lokasi dan jenis lapisan yang
terdahulu.
22. Bilamana Lapis Fondasi Agregat akan
dihampar langsung di atas permukaan
perkerasan aspal lama, yang menurut pendapat
Pengawas Pekerjaan dalam kondisi tidak rusak,
maka harus diperlukan penggaruan atau
pengaluran pada permukaan perkerasan aspal
lama agar meningkatkan tahanan geser yang
lebih baik.
23. Setiap lapis harus dihampar pada suatu
kegiatan dengan takaran yang merata agar
menghasilkan tebal padat yang diperlukan dalam
toleransi yang disyaratkan. Bilamana akan
dihampar lebih dari satu lapis, maka lapisan-
lapisan tersebut harus diusahakan sama tebalnya.
24. Lapis Fondasi Agregat dan Lapis Drainase
harus dihampar dan dibentuk dengan salah satu
metode yang disetujui yang tidak meyebabkan
segregasi pada partikel agregat kasar dan halus.
Bahan yang bersegregasi harus diperbaiki atau
dibuang dan diganti dengan bahan yang
bergradasi baik.
25. Tebal padat maksimum tidak boleh melebihi
20 cm, kecuali digunakan peralatan khusus yang
disetujui oleh Pengawas Pekerjaan.
26. Segera setelah pencampuran dan
pembentukan akhir, setiap lapis harus dipadatkan
menyeluruh dengan alat pemadat yang cocok dan
memadai dan disetujui oleh Pengawas Pekerjaan,
hingga kepadatan paling sedikit 100 % dari
kepadatan kering maksimum modifikasi
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 27 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

(modified) seperti yang ditentukan oleh SNI


1743:2008, metode D untuk Lapis Fondasi
Agregat. Bilamana kepadatan yang diperoleh
kurang dari yang disyaratkan, maka kepadatan
yang kurang ini harus diperbaiki kecuali disetujui
oleh Pengawas Pekerjaan.
27. Jumlah data pendukung pengujian bahan yang
diperlukan untuk persetujuan awal harus seperti
yang diperintahkan Pengawas Pekerjaan, namun
harus mencakup seluruh jenis pengujian yang
disyaratkan dalam Pasal [Link]) minimum pada
tiga contoh yang mewakili sumber bahan yang
diusulkan, yang dipilih untuk mewakili rentang
mutu bahan yang mungkin terdapat pada sumber
bahan tersebut.
28. Kepadatan dan kadar air bahan Lapis Fondasi
Agregat yang dipadatkan harus secara rutin
diperiksa, mengunakan SNI 2828:2011 dan
keseragaman kepadatan diuji dengan Light
Weight Deflectometer (LWD) sesuai dengan Pd
03-2016-B (prosedur LWD ditunjukkan dalam
Lampiran 3.2.B) bilamana diperintahkan oleh
Pengawas Pekerjaan. Pengujian harus dilakukan
sampai seluruh kedalaman lapis tersebut pada
lokasi yang ditetapkan oleh Pengawas Pekerjaan,
tetapi tidak boleh berselang seling lebih dari 100
m per lajur untuk pembangunan jalan atau
penambahan lajur dan 50 m untuk pelebaran
menuju lebar standar.

5 Perbaikan 1. Pekerjaan ini mencakup lapisan padat yang awet


Campuran Aspal berupa lapis perata, lapis pondasi, lapis antara
Panas atau lapis auscampuran beraspal panas yang
terdiri dari agregat, bahan aspal, bahan anti
pengelupasan, dan bahan tambah atau stabilizer
untuk stone matrix asphalt (SMA), yang dicampur
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 28 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

secara panas di pusat instalasi pencampuran,


serta menghampat dan memadatkan campuran
tersebut diatas pondasi atau permukaan jalan
yang telah disiapkansesuai dengan spesifikasi.
2. Sebelum memulai pekerjaan, Penyedia Jasa harus
menyiapkan dan menyerahkan Gambar Kerja
detail saluran beton untuk mendapat persetujuan
dari Pengawas Pekerjaan.
3. Seluruh pekerjaan dan bahan untuk perbaikan
campuran aspal panas harus memenuhi toleransi
dimensi dan berbagai ketentuan untuk perbaikan
pekerjaan yang tidak memenuhi ketentuan, yang
diberikan dalam Seksi-seksi dari Spesifikasi
Umum 2018 revisi 2 ini sesuai dengan pekerjaan
atau bahan yang digunakan.
4. Beton yang digunakan untuk seluruh pekerjaan
struktur yang diuraikan dalam Seksi ini harus
memenuhi ketentuan yang disyaratkan dalam
Seksi 6.3 dari Spesifikasi Umum 2018 revisi 2.
5. Bahan yang digunakan :
o Agregat Kasar
Fraksi agregat kasar untuk rancangan campuran
adalah yang tertahan ayakan no. 4 (4,75 mm)
yang dilakukan secara basah dan halus bersih,
keras, awet dan bebas dari lempung atau bahan
yang tidak dikehendaki lainnya.
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 29 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

o Agregat Halus
Agregat halus dari sumber bahan manapun
harus terdiri dari pasir atau hasil pengayakan
batu pecah dan terdiri dari bahan yang lolos
ayakan no. 4 (4,75 mm).

o Bahan Pengisi (filler) untuk campuran beraspal


Bahan pengisi yang ditambahkan (filler added)
dapat berupa debu batu kapur (limestone dust)
atau debu kapur padam atau debu kapur
magnesium atau dolomit atau semen atau abu
terbang tipe C dan F yang sumbernya disetujui
oleh pengawas pekerjaan. Bahan pengisi jenis
semen hanya diizinkan untuk campuran beraspal
panas dengan bahan pengikat jenis aspal keras
Pen. 60-70.
o Bahan Anti Pengelupasan
Bahan anti pengelupasan hanya digunakan jika
stabilistas marshal sisa (IRS-index of retained
stability) atau nilai indect tensile ratio (ITSR)
campuran beraspal sebelum ditambah bahan
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 30 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

anti pengelupasan lebih kecil dari yang


disyaratkan. Jika bahan anti pengelupasan harus
digunakan maka sebelum bahan anti
pengelupasan ditambahkan ke dalam campuran,
stabilitas marshal sisa (setelah direndam 24 jam
60°c) haruslah min. 75%.

o Aspal Moifikasi
Proses pembuatan aspal modifikasi dilapangan
tidak diperbolehkan kecuali ada lisesnsi dari
pabrik pembuatnya menyediakan instalasi
pencampur yang setara dengan yang digunakan
di pabrik asalnya.
Aspal modifikasi harus dikirim dalam tangki
yang dilengkapi dengan alat pembakar gas atau
minyak yang dikendalikan secara termostatis.
Pembakaran langsung dengan bahan bakar
padat atau cair didalam tabung tangki tidak
dipekenankan dalam kondisi apapun.
Pengiriman dalam tangki harus dilengkapi
dengan sistim segel yang disetujui untuk
mencegah kontaminasi yang terjadi apakah dari
pabrik pembuatnya atau dari pengirimannya.
Aspal modifikasi harus disalurkan ketangki
penampung di lapangan dengan system sirkulasi
yang tertutup penuh. Penyaluran secara terbuka
tidak diperkenankan.
6. Sebelum memulai penghamparan, sepatu (screed)
alat penghampat harus dipanaskan. Campuran
beraspal harus dihampar dan diratakan sesuai
dengan kelandaian, elevasi, serta bentuk
penampang melintang yang disyaratkan.
Penhamparan harus dimulai dari lajur yang lebih
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 31 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

rendah menuju lajur yang lebih tinggi bilaman


pekerjaan yang dilaksanakan lebih dari satu lajur.
7. Segera setelah campuran beraspal dihampar dan
diratakan, permukaan tersebut harus diperiksa
dan setiap ketidaksempurnaan yang terjadi harus
diperbaiki. Temperatur campuran beraspal yang
dihampar dalam keadaan gembur harus dipantau
dan penggilasan harus dimulai dalam rentang
viskositas aspal yang disyaratkan.
Pemadatan harus dimulai dari tempat sambungan
memnjang dan kemudian dari tepi luar.
Selanjutnya penggilasan dilakukan sejajar dengan
sumbu jalan beraturan menujua arah sumbu
jalan, kecuali untuk superelevasi pada tikungan
harus dimulai dari tempat yang terendah dan
bergerak kearah yang lebih tinggi. Lintasan yang
berurutan harus saling tumpang tindih (overlap)
minimum setengah lebar roda dan lintasan-
lintasan tersebut tidak boleh berakhir pada titik
yang kurang dari satu meter dari lintasan
sebelumnya.
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 32 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

BAB VI RENCANA PELAKSANAAN PEKERJAAN

Metode Kerja Pelaksanaan

1. Mobilisasi

Pekerjaan ini akan dilaksanakan pada tahap awal pelaksanaan


pekerjaan antara lain :
 Mobilisasi Peralatan yang digunakan sesuai Jadwal Peralatan
yang dibutuhkan pada tahap pelaksanaan konstruksi.
 Membuat Barak Kerja, Gudang dengan ukuran luas sesuai
Gambar atau menurut Petunjuk Direksi Lapangan, semua
bangunan ini bersifat sementara yang dibuat dari kayu dan
triplek dan atap seng dan serta papan nama Jembatan.
 Pekerjaan Pekerjaan Pengukuran Awal.
Meliputi persiapan alat/bahan dan personil, termasuk juga
program kerja dan form-form yang telah disetujui Direksi.
Selanjutnya peninjauan lapangan untuk mengetahui kondisi
lapangan dan dilanjutkan dengan stacking out, pembuatan
kerangka dasar pengukuran, leveling dan situasi, serta
pengukuran MC-0.
 Demobilisasi Tenaga Kerja yang dibutuhkan.

2. Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas


Pengendalian lalu-lintas:
 Rambu pengaman Lalulintas dari kayu/papan
Rambu pengaman lalu lintas dari kayu/papan dibuat terlebih
dahulu sesuai dengan spesifikasi teknis dan kemudian dipasang
pada lokasi yang telah ditentukan Dalam pelaksanaannya
menggunakan tenaga manusia dibantu dengan alat pendukung
lainnya seperti palu, gergaji, dan lain-lain.
 Rubber cone
Rubber cone pabrikasi dengan bentuk sesuai spesifikasi teknis dan
kemudian dipasang pada lokasi yang telah di tentukan sebagai
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 33 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

batas/petunjuk bagi pengalihan/ pengimpitan lalu lintas.


 Petugas Bendera
Petugas bendera ditempatkan di semua tempat kegiatan
pelaksanaan yang mengganggu arus lalu lintas. Tugas utama
petugas bendera adalah mengarahkan dan mengatur arus lalu
lintas yang melalui dan di sekitar pekerjaan tersebut.

3. Pengamanan Lingkungan Hidup 1.17.(1a) Pengujian pH


Pekerjaan ini akan dilakukan oleh tenaga ahli dengan pengambilan 3
sampel untuk masing- masing pengujian yang akan dilakukan.
Pengujian akan dilakukan di lokasi kerja dan dilaboratorium sesuai
dengan item yang dikerjakan. Setelah pengujian selesai dikerjakan,
akan diminta laporan hasil pengujian sebagai salah satu acuan
untuk identifikasi resiko selama pekerjaan berlangsung.

4. Keselamatan dan Kesehatan Kerja


Tahapan pelaksanaan pekerjaan ini :
 Penyediaan Petugas Keselamatan dan kesehatan kerja dan
harus bekerja secara penuh (full time) untuk mengurus dan
menyelenggarakan keselamatan dan kesehatan kerja.
 Petugas keselamatan dan kesehatan kerja tersebut bersama-
sama dengan panitia pembina keselamatan kerja ini bekerja
sebaik-baiknya, dibawah koordinasi pengurus atau Penyedia
Jasa, serta bertanggung jawab kepada pemimpin proyek.
 Setiap kejadian kecelakaan kerja atau kejadian yang berbahaya
harus dilaporkan kepada Instansi yang terkait.
 Menunjukkan gambaran kecelakaan-kecelakaan dan sebab-
sebabnya.

5. Manajemen Mutu
Manajemen Mutu sangat diperlukan untuk menjaga mutu hasil
pekerjaan sesuai dengan spesifikasi. Dalam pengendalian mutu,
tim manajemen mutu harus selalu memonitor proses pekerjaan
mulai pengawasan pengadaan material, peralatan, personil hingga
pelaksanaan pekerjaan sampai selesai. Pekerjaan ini meliputi:
 Persiapan Personil
Personil yang kompeten di bidang Manajemen Mutu.
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 34 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

 Pengawasan Mutu Material, Peralatan, dan Personil


Pengawasan mulai dari material, peralatan, dan tenaga kerja hinga
pelaksanaan pekerjaan akan mampu meningkatkan nilai mutu
hasil pekerjaan.
 Pembuatan Laporan
Membuat laporan secara berkala selama masa pelaksanaan
pekerjaan sebagai bahan evaluasi perbaikan secara rutin dalam
setiap kegiatan pekerjaan. Hasil pekerjaan yang efektif, tepat
mutu,tepat biaya dan tepat waktu.

6. Perbaikan Lapis Fondasi Agregat Kelas A


Pekerjaan ini dimaksudkan untuk perbaikan Lapis Pondasi Agregat
Kelas A dari permukaan yang beralur dari penanganan lubang di
lokasi pekerjaan Pemeliharaan Rutin Jalan.
Tenaga Kerja
Tenaga kerja yang terlibat dalam pekerjaan Perbaikan Lapis
Pondasi Agregat Kelas A
NO PERSONIL JUMLAH KETERANGAN
1 Pelaksana 1 Orang SKT/SKA
2 Petugas K3 1 Orang Petugas K3/SKA
3 Operator 2 Orang SILO
4 Petugas Lalu Lintas 2 Orang -
5 Sopir 3 Orang -
5 Mandor 1 Orang -
6 Pekerja 4 Orang -

Bahan
Bahan yang digunakan untuk pekerjaan Perbaikan Lapis Pondasi
Agregat Kelas A
NO BAHAN VOLUME SATUAN KETERANGAN
1 Agregat Kelas A 144,00 M3
2 Lapis Resap Pengikat 864,00 Liter

Peralatan yang digunakan dalam pekerjaan Perbaikan Lapis


Pondasi Agregat Kelas A
NO PERALATAN JUMLAH KETERANGAN
1 Jack Hammer 1 Unit
2 Air Compresor 1 Unit
3 Wheel Loader 1 Unit
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 35 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

7. Perbaikan Campuran Aspal Panas


Pekerjaan meliputi pengembalian kondisi perkerasan yang telah
rusak sedemikian rupa sehingga terjadi lubang-lubang besar,
kenting (corrugotion), retak struktural pada permukaan dengan
kedalaman tidak lebih dari 3 cm, dan hanya memerlukan
penambalan dengan menggunakan material campran aspal panas..
Tenaga Kerja
Tenaga kerja yang terlibat dalam pekerjaan Perbaikan Campuran
Aspal Panas
NO PERSONIL JUMLAH KETERANGAN
1 Pelaksana 1 Orang SKT/SKA
2 Petugas K3 1 Orang Petugas K3/SKA
3 Petugas Lalu Lintas 2 Orang -
4 Sopir 1 Orang -
5 Mandor 1 Orang -
6 Pekerja 4 Orang -

Bahan
Bahan yang digunakan untuk pekerjaan Perbaikan Campuran
Aspal Panas
NO BAHAN VOLUME SATUAN KETERANGAN
1 Aspal Panas 991,30 Ton
2 Lapis Perekat 3.771,25 Liter

Peralatan yang digunakan dalam pekerjaan Perbaikan Campuran


Aspal Panas
NO PERALATAN JUMLAH KETERANGAN
1 Jack Hammer 1 Unit
2 Baby Vibratory Roller 1 Unit
3 Asphalt Cutter 1 Unit
4 Compresor 1 Unit
5 Wheel Loader 1 Unit
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 36 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 37 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

Lembar Work Methode Statement

Nama Paket Penanganan Longsoran Bts. Subulussalam-Bts. Prov.


Pekerjaan: Sumut, Cs
Pekerjaan :
Revisi No:
Tanggal
Deskripsi Pekerjaan
:
Lokasi pekerjaan :
Tugas :
Waktu dimulai :
Durasi Pekerjaan :
Tahapan Tugas :
Personil

Pengawas pekerjaan
:
Pabrikasi/
Peralatan :

Material/ Bahan :

APD/APK :
Identifikasi bahaya
dan risiko :
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 38 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

Contoh Tabel Tenaga Kerja dalam Work Method Statement


2025
Jumlah SKA/SKT
No Personil JULI AGUSTU SEPT
(Orng) S
1 2 3
1 Pelaksana 1 SKT/
SKA
2 Operator 1 SIO
3 Staf Quality Control 1 SKA
4 Staf Administrasi 1
5 Unit Keselamatan Konstruksi 1 SKT
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 39 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

Contoh Tabel Material dalam Work Method Statement


2024

No Material / Bahan Vol Satuan Ket JULI AGUSTU SEPT


S
1 2 3

1
2
3
4
5
6
7
8
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 40 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

Contoh Tabel Peralatan dalam Work Method Statement


2024

No Nama Alat Vol Satuan Ket JULI AGUSTUS SEPT


1 2 3

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 41 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

*
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 42 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

BAB VII RENCANA PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN

Contoh Tabel Rencana Pemeriksaan dan


Pengujian

No. Item Pekerjaan Metode Kriteria Waktu Pelaksana


Penerimaan Pengujian
a. Design Mix Per Quarry
Formula
b. Job Mix Formula Per Quarry
c. Tes Rutin
Analisa ukuran partikel Masuk Zona Grading
CBR lapangan ≥ 10 %
Maximum Dry Density Sesuai spesifikasi Per 1000 m3
Plasticity Index Max 6 %
3 Timbunan Pilihan Nilai aktif ≤ 1.25
Berbutir dari sumber
galian

Field Dry Density Min. 95% Per 200 m’

Kuat Grab (Grab Strength) 1400 N

Kuat Sambungan (Sewn Seam 1260 N


Strength)

Kuat Tusuk (Puncture Strength) 2750 N

Kuat Sobek (Tear Strength) 500 N

Permitivitas (Permitivity) 0,02 detik


4 Geotextile Separator
Ukuran Pori (AOS) 0,60 mm
Kelas 1
Stabilitas Ultraviolet 50% setelah
terekspos 500 jam
RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI
(RMPK)

[Link] LAUT INDAH


No. Dok : 13/ALI/VI/2025 Tanggal diterbitkan : Hal : 43 / 43
No. Rev : 00 25 Juni 2025
Paraf :

BAB VIII. PENGENDALIAN SUB-PENYEDIA JASA


PEKERJAAN KONSTRUKSI PEMASOK

Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi harus dapat menunjukkan bentuk


pengendalian pekerjaan yang dikerjakan pihak ke-3 (Sub Penyedia Jasa
Konstruksi dan pemasok) yang menjadi acuan dalam proses pelaksanaan
pekerjaan dan hasil produk pekerjaan yang harus dicapai.

Dibutuhkan penjelasan rencana penyedia jasa konstruksi dalam


mengendalikan sub-penyedia jasa dan pemasok supaya dapat mengikuti
rencana mutu pekerjaan konstruksi yang telah disepakati. Pengendalian Sub
Kontraktor/Vendor mencakup antara lain: Jumlah & jenis subkon /Vendor,
kriteria pemilihan, prosedur pemilihan, list dan record subkon/ vendor

Anda mungkin juga menyukai