0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan2 halaman

Document 2

Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan memberikan keterangan mengenai permohonan rekomendasi bebas kawasan hutan dan PIPPIB untuk PT. Anugrah Surya Agro terkait proses Hak Guna Usaha (HGU) seluas ± 2.008,3808 Ha. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa lahan tersebut tidak berada dalam kawasan hutan dan dapat dipertimbangkan untuk proses lebih lanjut, dengan catatan mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Dinas juga menekankan pentingnya upaya konservasi dalam pembangunan perkebunan kelapa sawit di luar kawasan hutan.

Diunggah oleh

fisheyessn
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan2 halaman

Document 2

Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan memberikan keterangan mengenai permohonan rekomendasi bebas kawasan hutan dan PIPPIB untuk PT. Anugrah Surya Agro terkait proses Hak Guna Usaha (HGU) seluas ± 2.008,3808 Ha. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa lahan tersebut tidak berada dalam kawasan hutan dan dapat dipertimbangkan untuk proses lebih lanjut, dengan catatan mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Dinas juga menekankan pentingnya upaya konservasi dalam pembangunan perkebunan kelapa sawit di luar kawasan hutan.

Diunggah oleh

fisheyessn
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA SELATAN

DINAS KEHUTANAN
Jaan Kotonel H. Burlian Punti Kayu Km. 6,5 Patembang Provinsi Sumatera Selatan
Telepon (0711) 410739, 411476 Faksimile (0711) 411479, Kode Pos 30152
Laman : [Link], Pos-el : [Link]

Palem bang, 3 Februari 2026

Nomor : [Link]/ 667 /Dishut. 1/2026


Sifat : Biasa
Lampiran 1 (satu) dokumen
Hal Keterangan Bebas Kawasan Hutan dan PIPPIB . -.
Yth. Direktur PT. Anugrah Surya Agro

di
Palem bang

Sehubungan dengan surat Saudara Nomor 03.003/SPm/ASA-PLM/I/2026 tanggal 15


Januari 2026 perihal Permohonan Rekomendasi Bebas dan Kawasan Hutan dan PIPPIB pada
lahan PT. Anugrah Surya Agro untuk proses Hak Guna Usaha (HGU) kepada Kantor Wilayah
Badan Pertanahan Nasional Prov. Sumsel sesuai Peta Bidang Tanah (PBT) Nomor 2/2026
tanggal 05 Januari 2026, dengan hormat kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:
1. Berdasarkan dokumen yang disampaikan Direktur PT. Anugrah Surya Agro pada lampiran
surat tersebut diatas, bahwa PT. Anugrah Surya Agro yang berdiri berdasarkan Akta
Pendirian Perseroan Terbatas Nomor 09 tanggal 03 Maret 2019 yang dibuat dihadapan Dwi
Yuniarti, S.H,.MKn selaku Notaris di Palembang dan berdasarkan Keputusan Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor [Link].01 .01 .Tahun
2019 tanggal 08 Juli 2019 telah mendapatkan pengesahan Akta Pendirian Perseroan
Terbatas, telah mendapatkan beberapa perizinan bidang usaha perkebunan kelapa sawit
yaitu.
a. Perizinan Berusaha Berbasis Risiko melalui Sistem OSS (Online Single Submission)
dengan Nomor Induk Berusaha 9120105741281 dan ditetapkan tanggal 18 Juli 2019
dengan kode KBLF 01262.
b. Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) Untuk Kegiatan
Berusaha Nomor : 03092410311602006 yang ditandatangani secara elektronik oleh
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu atas nama Bupati
Ogan Komering (hr dan diterbitkan tanggal 03 September 2024.
c. Peta Bidang Tanah Nomor 2/2026 tangga! 05 Januari 2026 dengan luas keseluruhan
pengukuran bidang tanah setelah dikurangi enclave adalah seluas 2.008.3808 Ha
dengan Nomor Identifikasi Bidang Tanah (NIB) [Link].0717 yang diterbitkan oleh
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Direktorat Jenderal
Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang, Direktorat Pengukuran dan Pemetaan
Kadastral.
2. Tim pemeriksaan lapangan dan unsur Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan telah
melaksanakan identifikasi peta dan pemeriksaan / pengecekan lapangan terhadap Sebagian
batas luar areal rencana proses Hak Guna Usaha (HGU) sesuai Peta Bidang Tanah Nomor
2/2026 tanggal 05 Januari 2026 pada bulan Januari 2026 sebagaimana tercantum dalam
Berita Acara Pemeriksaan dan Pengecekan Lapangan sebagai berikut:
a) Hasil identifikasi antara Peta Bidang Tanah dengan plotting titik koordinat pal hasil
pengecekan lapangan pada areal yang dimohon terhadap:
1) Peta Kawasan Hutan dan Konservasi Perairan Provinsi Sumatera Selatan Skala 1
250.000 (Lampiran Keputusan Menteri LHK Nomor SK. 454/MenLHKI SETJENI
PLA.2/6/2016 tanggal 17 Juni 2016) yang telah dimutahirkan beberapa kahi, terakhir
dengan Peta Perkembangan Pengukuhan Kawasan Hutan sampai Tahun 2020 Skala
1: 250.000 (Lampiran Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor
SK.6600/MENLHK-PKTL/KUH /PLA.2!10/2021 tanggal 27 Oktober 2021), bahwa
status dan fungsi seluruh areal dimaksud seluas ± 2.008,3808 Ha seluruhnya berada
pada Areal Penggunaan Lain (APL)/di luar kawasan hutan;
2) Peta Indikatif Penghentian Pemberian Perizinan Berusaha, Persetujuan Penggunaan
Kawasan Hutan atau Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan Baru Pada Hutan Alam
Primer dan Lahan Gambut Periode II Tahun 2025 Skala 1 : 250.000 (Lampiran
Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 6156 Tahun 2025 Tanggal 17 September
2025), bahwa status seluruh areal dimaksud seluas ± 2.008,3808 Ha seluruhnya tidak
berada pada Iahan gambut maupun hutan alam primer/bukan merupakan areal
indikatif penghentian pemberian perizinan berusaha baru;
-4

3) Peta Pelepasan Kawasan Hutan Produksi yang dapat dikonversi (HPK) untuk
perkebunan tebu an. PT. Bumi Sriwijaya Sentosa di Kabupaten Ogan Komering Ilir
Skala 1 :100.000 (Lampiran Keputusan Menten Kehutanan RI Nomor
SK.l92lMenhut-U/2012 tanggal 25 April 2012), bahwa seluruh lokasi permohonan
HGU sesual PBT Nomor 2/2026 tanggal 05 Januari 2026 seluas ± 2.008,3808 Ha
berada pada areaf pefepasan kawasan hutan untuk areal perkebunan tebu
an. PT. Bumi Sriwijaya Sentosa.
b) Hasil pemeriksaan I pengecekan fapangan pada sebagian batas areal dimohon sesuai
Peta Bidang Tanah Nomor 2/2026 tanggal 05 Januan 2026 diketahui sebagai berikut:
1) Tanda batas rencana HGU dilapangan berupa patok kayu namun terdapat perbedaan
antara penomoran patok kayu rencana HGU di lapangan dengan penomoran pal
HGU yang tergambar pada Peta Bidang Tanah Nomor 2/2026 tanggal 05 Januari
2026 selain itu juga terdapat papan pengumuman yang bertuliskan fokasi
permohonan HGU PT. Anugrah Surya Agro.
2) Kondisi penutupan lahan pada sebagian bates areal yang diperiksa tersebut berupa
semak belukar, tanaman gelam, tahan terbuka dan pant kanal;
3) Topografi areal dimaksud yang dimohon rekomendasi kondisi relatif datar, dengan
kelerengan 0-5 % dan ketinggian tempat berkisar 5-15 meter di atas permukean
laut (nidpl).
3. Berdasarkan surat Direktur PT. Bumi Sriwijaya Seritosa Nomor 006/BYH-BSS/1X1201 5 tanggal
01 September 2015 yang ditujukan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI di
Jakarta, PT. Bumi Sriwijaya Sentosa selaku pemegang ijin pelepasan kawasan hutan telah
mengembalikan Kawasan HPK yang dilepaskan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan
Kehutanan RI serta mempedomani Keputusan Menteri Kehutanan Nomor RI Nomor
SK.l92lMenhut-1112012 tanggal 25 April 2012 disebutkan path Amer KedeIpan, bahwa
kawasan hutan yang telah dilepaskan sebagaimana dimaksud dalam Amer Kesatu dan
pelaksanaan pembangunan High Conse,vation Value Forest (HCVF) sebagairnana
dimaksud dalam Amar Kelima huruf d, pengurusan dan pengawasannya menjadi tanggung
jawab Badan Pertanahan Nasional. Kementerian Pertanian dan Pemerintah Daerah
Kabupaten Ogan Komering liii sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
4. Memperhatikan uraian angka I sampai dengan 3 di atas, terhadap areal seluas
± 2.008,3808 Ha dimaksud sesuai Peta Bidang Tanah Nomor 2/2026 tanggal 05 Januari
2026 dapat dipertimbangkan untuk proses Iebih lanjut dalam rangka proses HGU untuk
perkebunan kelapa sawit an. PT. Anugrah Surya Agro apabila telah sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berfaku;
5. Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan sesuai tugas pokok dan fungsinya hanya dapat
memberikan informasi status lahan terkait bidang kehutanan, sedangkan informasi status
lahan terkait perizinan perkebunan dan/atau penguasaan lahan APL yang berasal dan
pelepasan kawasan hutan, PKKPR, lahan transm igrasi, pertambangan, jenis komoditi,fungsi
ekosistem gambut (fungsi lindurig atau budidaya), sempadan sungal, lahan baku sawah,
betas administrasi. penguasaan lahan kepemilikan dan lain fain menjadi tanggung jawab
den kewenangan iristansi pemerintah lainnya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing
masing.
6. Selanjutnya agar dalam pembangunan perkebunan kelapa sawit dan sarana pendukung
Iainnnya di luar tcawasan hutan (APL) hendaknya memperhatilcan upaya-upaya konservasi
yaitu antara lain tidak membuka lahan 100 meter kini-kanan sungal besar, 50 meter kin-
kanan sungal kecil (diluar pemukiman) dan minimal 200 meter untuk anak sungai pada rawa-
rawa sebagaimana ditetpkan oleh Keputusan Presiden Nomor 32 Tahun 1990 dan tidak
diizinkan pernbersihan lahan dengan cara pembakaran karena dapat menimbulkan asap.
Demikian disampaikan, atas perhatian Saudara diucapkan terima kasih.

Koimud , S.1-L,M.M
embina Utama Madya / IV.d
NIP. 19691208 1996031001
Tembusan:
1. Kepala Kantorwilayah Badan Pertanahan Nasionat Provinsi Sumatera Selatari di Palembang.
2. Kepala inas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan di Palembang.
3. Kepala Kantor Perlanalian Kabupaten Ogan Komeninig Uir di Kayu Agung.
4. Kepala Balal Pemantapan Kawasan Hutan Wiiayah II di Palembang.

Anda mungkin juga menyukai