Laporan Praktikum Ilmu Ukur Tanah: Andhi Rachmadi 241106011414
Laporan Praktikum Ilmu Ukur Tanah: Andhi Rachmadi 241106011414
Disusun Oleh:
LABORATORIUM TRANPORTASI
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK DAN SAINS
UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR
2025
LEMBAR PENGESAHAN
Laporan Praktikum Ilmu Ukur Tanah (Pemetaan dan GIS) ini diterima dan disahkan
oleh Kepala Laboratorium Transportasi Program Studi Teknik Sipil Fakultas
Teknik dan Sains Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, sebagai syarat mata
kuliah Praktikum Ilmu Ukur Tanah (Pemetaan dan GIS).
Kelompok : 2 (dua)
Diperiksa oleh
Menyetujui/Mengesahkan
Kepala Laboratorium Transportasi Laboran Transportasi
Program Studi Teknik Sipil Program Studi Teknik Sipil
ii
LABORATORIUM TRANSPORTASI
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK DAN SAINS
UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR
Jl. Raya Sholeh Iskandar Km. 2 Bogor -16710 Telp/Fax. (0251) 8380993
Bogor, … …….2025
Diperiksa oleh,
Instruktur Praktikum
Syahdan, S.T.
iii
FTS-LAB-P03-F-04
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan
inayah-Nya kepada kita semua, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan
Praktikum Ilmu Ukur Tanah ini.
Laporan Praktikum Ilmu Ukur Tanah yang telah penulis susun dengan
maksimal dan dengan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat terselesaikan
dalam pembuatan laporan ini. Untuk itu penulis mengucapkan banyak terima kasih
kepada semua pihak yang bersangkutan yang telah berkontribusi dalam pembuatan
laporan ini.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih mempunyai kekurangan dari segi
pemilihan kata, pemilihan objek dan lain sebagainya. Oleh karena itu penulis
berharap saran, masukan dan kritik dari pembaca agar penulis dapat
memperbaikinya.
Semoga Laporan Praktikum Ilmu Ukur Tanah ini dapat memberikan manfaat
dan dapat diaplikasikan dipekerjaan nyata maupun sebagai referensi terhadap
pembaca.
Penyusun
Kelompok 2
iv
FTS-LAB-P03-F-04
DAFTAR ISI
BAB I .................................................................................................................... 10
PENDAHULUAN ................................................................................................ 10
1.1 Latar Belakang ...................................................................................... 10
1.2 Maksud dan Tujuan ............................................................................... 10
1.3 Ruang Lingkup Pengujian ..................................................................... 11
1.4 Waktu dan Tempat ................................................................................ 11
BAB II .................................................................................................................. 12
v
FTS-LAB-P03-F-04
LAMPIRAN ......................................................................................................... 50
vi
FTS-LAB-P03-F-04
DAFTAR TABEL
vii
FTS-LAB-P03-F-04
DAFTAR GAMBAR
viii
FTS-LAB-P03-F-04
ix
FTS-LAB-P03-F-04
BAB I
PENDAHULUAN
Sebagai cabang dari Ilmu Geodesi, Ilmu Ukur Tanah bertujuan untuk
memahami bentuk dan kontur permukaan bumi. Melalui disiplin ini, seorang
surveyor dapat melakukan berbagai pekerjaan lapangan seperti pengukuran profil
memanjang dan melintang, penentuan poligon, penghitungan luas area, pembuatan
lingkaran di lapangan, serta penyusunan peta topografi yang menggambarkan
kondisi vertikal maupun horizontal dari suatu wilayah.
Maksud dari pelaksanaan praktikum Ilmu Ukur Tanah ini adalah untuk
memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam menggunakan
berbagai alat ukur yang biasa digunakan dalam survei lapangan. Dengan demikian,
mahasiswa dapat memahami serta menguasai teknik-teknik dasar pengukuran tanah
secara praktis.
10
FTS-LAB-P03-F-04
11
FTS-LAB-P03-F-04
BAB II
DASAR TEORI, DATA, DAN ANALISA DATA
Waterpass (atau sering disebut juga alat level) adalah alat ukur dalam
survei tanah yang digunakan untuk menentukan perbedaan tinggi antar titik di
permukaan bumi. Dalam istilah teknik, waterpass digunakan untuk pengukuran
nivelman (levelling).
12
FTS-LAB-P03-F-04
2. Tripod/statif
Tripod atau statif adalah alat penyangga berbentuk tiga kaki yang
digunakan untuk menopang instrumen pengukuran seperti theodolite, waterpass
(nivel), total station, atau perangkat lainnya. Fungsinya adalah untuk menjaga
kestabilan alat ukur agar hasil pengukuran menjadi akurat dan tidak terganggu
oleh getaran atau ketidakseimbangan.
3. Rambu Ukur
Rambu ukur adalah alat bantu dalam pengukuran tanah yang digunakan
sebagai sasaran atau target untuk instrumen pengukur seperti waterpass (nivel),
13
FTS-LAB-P03-F-04
theodolite, atau total station. Rambu ukur biasanya berupa tongkat panjang
berbahan ringan (seperti aluminium atau fiberglass), yang memiliki skala atau
garis-garis vertikal untuk membantu pengamatan dan pembacaan beda tinggi atau
jarak secara optik.
4. Meteran
5. Alat tulis
14
FTS-LAB-P03-F-04
Alat tulis biasanya digunakan untuk mencatat data hasil dari membaca
rambu dalam pengukuran Ilmu Ukur Tanah.
2.1.3 Dasar Teori
A. Waterpass (Automatic Level)
Waterpass adalah alat ukur optik yang digunakan dalam pekerjaan survei
dan konstruksi untuk menentukan perbedaan tinggi dan jarak datar antar titik pada
permukaan tanah. Alat ini berfungsi untuk menghasilkan garis horizontal yang
presisi, sehingga sangat penting dalam proses pembangunan jalan, saluran air,
jembatan, bangunan, maupun pengukuran topografi.
• ta : tinggi alat di A
• b = bacaan BT rambu di B
• HA : tinggi titik A
• HB : tinggi titik B
15
FTS-LAB-P03-F-04
Adapun untuk menghitung jarak datar antara dua titik menggunakan rumus :
D = 100 × ( b - a )
Keterangan:
B. Double Stand
Double Stand adalah salah satu metode dalam survei nivelir (pengukuran
beda tinggi), yang bertujuan untuk meningkatkan ketelitian hasil pengukuran
dengan cara melakukan dua kali pengukuran pada jalur yang sama, yaitu
pengukuran maju (muka) dan pengukuran balik (belakang). Metode ini digunakan
dalam pekerjaan sipil dan geodesi, khususnya dalam pekerjaan pembangunan jalan,
jembatan, saluran, dan pengukuran topografi. Prinsip dasar pengukuran Double
Stand :
1. Dilakukan dua kali, artinya satu kali dari titik A ke B (pengukuran maju), dan
satu kali dari titik B ke A (pengukuran balik).
2. Hasil dari kedua pengukuran akan dibandingkan.
3. Jika selisihnya masih dalam batas toleransi (biasanya ditentukan berdasarkan
standar pengukuran, seperti dari Bina Marga atau SNI), maka hasilnya dianggap
valid.
4. Selisih antara pengukuran maju dan balik bisa dirata-ratakan untuk memperoleh
nilai beda tinggi akhir.
16
FTS-LAB-P03-F-04
17
FTS-LAB-P03-F-04
18
FTS-LAB-P03-F-04
2. Tripod/Statif
3. Prisma
19
FTS-LAB-P03-F-04
Dikenal juga sebagai Single Prisma. Prisma Target biasa digunakan untuk
pengukuran sebagai reflector dari Alat Ukur Total station, Prisma Polygon berdiri
stick/pool.
4. Stick Prisma
5. Meteran
20
FTS-LAB-P03-F-04
ΔX = d ⋅ sin(θ)
ΔY = d ⋅ cos(θ)
Di mana:
• d : jarak horizontal antara dua titik
• θ : sudut azimuth
• ΔX , ΔY : perubahan koordinat (arah timur dan utara)
21
FTS-LAB-P03-F-04
halus, putarlah alat sampai terlihat titik 1. Perputaran alat ke arah kanan. Catat
besar sudut yang terbentuk (S2). Maka a23 = a23 – S2
• Ulangi langkah ke-4 sampai ke-5 untuk setiap titik sampai kembali ke titik 1.
• Masukkan data-data hasil pengukuran ke dalam buku tabel
• Koreksi hasil pengukuran
• Buat gambar peta lokasi dari hasil pengukuran dengan menggunakan skala yang
benar. Polygon terbuka menggunakan dua titik acuan. Titik P dan B merupakan
titik yang diketahui. A adalah awal pengukuran dan 2 akhir dari pengukuran.
αA1 = sudut jurusan titik A – 1 terhadap arah utara = αAp = S0
α12 = αA1 + S1 - 360
αAp = sudut jurusan antara A dengan P (titik acuan)
S1 = sudut yang terbentuk apabila alat diarahkan dari A ke 2.
a2B = a12 + S2 - 360
x2 = xa + d1 sin αAi
y2 = ya + d1 sin αAi
2. Polygon Tertutup
Polygon tertutup digunakan apabila kita akan mengukur suatu lapangan
terbuka, sedangkan Polygon terbuka digunakan apabila kita ingin mengetahui
koordinat titik-titik berdasarkan suatu titik yang tetap yang sudah diketahui
koordinatnya.
Pada umumnya cara kerja Polygon tertutup tidak berbeda dengan Polygon
terbuka, hanya saja pada Polygon tertutup pengukuran akan kembali ke titik semula.
22
FTS-LAB-P03-F-04
23
FTS-LAB-P03-F-04
3. Tripod/Statif
4. Prisma
Dikenal juga sebagai Single Prisma. Prisma Target biasa digunakan untuk
pengukuran sebagai reflector dari Alat Ukur Total station, Prisma Polygon berdiri
stick/pool.
24
FTS-LAB-P03-F-04
6. Stick Prisma
25
FTS-LAB-P03-F-04
menyajikannya dalam bentuk peta situasi. Peta situasi memuat informasi posisi
dan bentuk objek seperti jalan, bangunan, saluran, pohon, pagar, kontur tanah, dan
batas lahan. Kegiatan ini menjadi dasar penting dalam berbagai perencanaan
teknik sipil, arsitektur, pertanahan, dan pembangunan infrastruktur.
Untuk dapat menggambarkan keadaan permukaan bumi tersebut,
diperlukan pengukuran-pengukuran geodesi (surveying) pada dan diantara titik-
titik dipermukaan bumi. Besaran – besaran yang diukur meliputi :
• Arah
• Sudut
• Jarak
• Dan ketinggian
Secara skematis metode pemetaan situasi dapat digambarkan seperti pada
skema berikut :
Proses pembuatan peta atau juga disebut pemetaan bila ditinjau dari
perolehan datanya dapat dibedakan :
• Pemetaan secara terestis adalah pemetaan dimana seluruh data yang digunakan,
perolehannya melalui pengukuran langsung dilapangan.
• Pemetaan secara fotogrametris dalah pemetaan dimana sebagian datanya
diperoleh melalui foto hasil pemotretan udara.
Pada pemetaan situasi terdapat beberapa proses diantaranya adalah :
• Pengumpulan data.
• Pengolahan data.
• Penyajian data.
26
FTS-LAB-P03-F-04
27
FTS-LAB-P03-F-04
• Membuat point
28
FTS-LAB-P03-F-04
• Kemudian ketik Z > Enter > E > Enter untuk menampilkan hasil input data
secara menyeluruh.
29
FTS-LAB-P03-F-04
30
FTS-LAB-P03-F-04
• Atur besar huruf pilih “point label style” lihat Gambar 2.19 Buat poin group
dan edit
• Atur masing-masing nama komponen dengan tinggi huruf 0.5mm
• Pilih OK
31
FTS-LAB-P03-F-04
• Membuat kontur
• Pilih name dan pilih kelompok 2
• Edit kontur
32
FTS-LAB-P03-F-04
• Pilih Contours > Contour Intervals> ubah minor interval menjadi 0.1 m
• Ubah Smooth Contours > True, atur Contour smoothing > Increase (8)
• Apply > OK.
• Menampilkan kontur,
• Pilih point group kelompok 2
• Apply > OK.
33
FTS-LAB-P03-F-04
34
FTS-LAB-P03-F-04
• klik garis panjang yang telah dibuat > Enter > pilih Reverse,
• OK
35
FTS-LAB-P03-F-04
• Membuat profil dengan mengklik Profile > Create Surface Profile > pilih Long
Section > Add “Kontur” pada Select surfaces
• Pilih Draw in profile view > pilih profile view pada profile view style > klik Next
> Next > Next > Next > Next > Create Profile View.
kelompok 2
36
FTS-LAB-P03-F-04
37
FTS-LAB-P03-F-04
38
FTS-LAB-P03-F-04
STA) > At Range Start & End nya ubah ke True > OK. Maka tampilannya akan
seperti gambar dibawah ini
39
FTS-LAB-P03-F-04
40
FTS-LAB-P03-F-04
No. X Y Z Code
1 1000 100 100 BM1
2 1017.06 125.554 99.01 P1
3 996.851 107.804 100.399 L
4 995.574 101.862 100.447 R
5 1001.8 107.807 100.105 L
6 1004.14 108.087 99.976 L
7 1005.21 109.503 99.803 L
8 1006.54 112.352 99.313 L
9 1004.46 113.806 99.18 SK
10 1001.73 114.199 99.361 SK
11 1003.65 120.137 99.26 SK
12 1001.48 122.446 99.29 BG
13 999.541 116.656 99.366 BG
14 996.595 117.617 99.454 BG
15 1003.85 97.9793 99.927 R
16 1004.58 98.2485 99.905 R
17 1005.15 99.367 99.918 R
18 1007.85 104.722 99.982 R
19 1009.22 106.967 99.83 R
20 1011.75 112.112 99.086 R
21 1004.93 98.0361 99.972 TM
22 1009.28 96.517 99.032 TM
23 1028.84 145.862 99.005 TM
24 1022.61 141.396 98.966 R
25 1008.39 121.778 99.204 PR
26 998.209 125.209 99.295 PR
27 1007.49 153.257 99.326 PR
28 1017.71 149.833 99.346 PR
29 1014.83 136.269 99.064 JM
30 1014.17 134.327 99.055 JM
41
FTS-LAB-P03-F-04
42
FTS-LAB-P03-F-04
43
FTS-LAB-P03-F-04
• pilih PENZD.
• Kemudian ceklis Add Point to Point Group
• Masukan point group kelompok 2
• OK.
• Kemudian ketik Z > Enter > E > Enter untuk menampilkan hasil input data
secara menyeluruh.
44
FTS-LAB-P03-F-04
• Untuk mengatur ukuran titik dan deskripsi agar lebih kecil, Block semua titik >
Edit Point Groups.
• Klik tanda “ ↓ “ pada bagian Point style > Edit Current Selection > Size diubah
menjadi 0.50 mm dan Custom Marker (× dan ¤) > Apply > OK.
45
FTS-LAB-P03-F-04
46
FTS-LAB-P03-F-04
• Beri nama pada gambar dengan cara Command MT (MultiText) > Enter.
Lakukan langkah tersebut sesuai dengan hasil pengukuran.
47
FTS-LAB-P03-F-04
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari hasil praktikum yang dilakukan di Laboratorium Teknik
Sipil Fakulltas Teknik Universitas Ibn Khaldun Bogor dan dilapangan (area kampus
UIKA Bogor) ini penyusun dapat mengambil kesimpulan bahwa hasil dari teori
yang di dapatkan dalam perkuliahan mata kuliah Ilmu Ukur Tanah lebih bertambah
lagi ilmu yang didapatkan apabila diteruskan dengan sekaligus mengikuti
praktikum ilmu ukur tanah dilapangan.
Dalam kegiatan praktikum pengukuran, metode double stand digunakan
untuk menentukan beda tinggi antar titik dengan cara melakukan pengukuran dua
arah, yaitu pengukuran maju dan balik. Metode ini bertujuan untuk meningkatkan
ketelitian hasil pengukuran dan meminimalkan kesalahan sistematik. Dengan
membandingkan hasil dari kedua arah pengukuran, dapat diketahui apakah hasil
tersebut masih berada dalam batas toleransi yang dapat diterima. Hasil akhir
diperoleh dengan cara merata-ratakan nilai beda tinggi dari kedua arah pengukuran.
Sementara itu, pada kegiatan pemetaan situasi, pengukuran dilakukan
untuk mendapatkan data spasial berupa posisi horizontal dan elevasi dari berbagai
objek fisik di lapangan seperti jalan, bangunan, pohon, saluran, dan batas lahan.
Data ini kemudian diolah menjadi peta situasi yang merepresentasikan kondisi
eksisting suatu area. Pengukuran ini dilakukan menggunakan alat seperti total
station, dan hasil pengukuran disajikan dalam bentuk peta berskala. Secara
keseluruhan, kedua kegiatan ini sangat penting dalam perencanaan dan
perancangan teknis di bidang teknik sipil dan geospasial, serta melatih ketelitian,
pemahaman penggunaan alat ukur, dan keterampilan pengolahan data hasil survei.
5.2 Saran
Didalam saran ini penyusun lebih menitik beratkan pada berbagai
keinginan dan harapan yang ditunjukkan terhadap:
1. Keluarga Besar Civitas Akademik Teknik Sipil
48
FTS-LAB-P03-F-04
49
FTS-LAB-P03-F-04
LAMPIRAN
50
FTS-LAB-P03-F-04
51