ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN SENI RUPA
FASE C JENJANG SD /MI
KELAS VI SEMESTER 2
Nama Sekolah : SD Inpres Tetebatu I
Tahun Pelajaran : 2025/2026
KOMPETENSI
Elemen Mengalami Merefleksikan Berpikir dan Bekerja Artistik Menciptakan Berdampak
Menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri Mengenali dan menguji coba variasi teknik Membuat karya seni rupa berdasarkan Menghasilkan karya seni rupa yang mewakili
dalam benda-benda di sekitar/karya seni rupa. sendiri dan teman sekelas menggunakan penggunaan alat dan/atau bahan. pengalaman dan/atau hasil pengamatan terhadap minatnya
Capaian Pembelajaran kosa kata seni rupa yang sesuai. lingkungan pengembangan imajinasi.
Perkiraan jumlah jam
34 jp
pelajaran
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Mampu mensyukuri ciptaan Tuhan dengan menghargai keindahan alam, tubuh manusia, dan karya seni yang dibuat.
Kewargaan
Menghargai keberagaman budaya Indonesia dan peduli lingkungan melalui kegiatan seni dan daur ulang.
Penalaran Kritis
Mampu membedakan jenis-jenis keseimbangan, memahami proporsi, menilai teknik yang tepat, dan menganalisis langkah kerja seni.
Kreativitas
Mampu membuat berbagai jenis ornamen, menggaya-kan bentuk, membuat patung sederhana, dan menciptakan karya sesuai ide sendiri.
Dimensi Profil Lulusan
Kolaborasi
Mampu bekerja sama, berdiskusi, berbagi tugas, serta menghargai pendapat dan karya teman.
Kemandirian
Mampu menyiapkan alat dan bahan, merencanakan karya, dan menyelesaikan tugas seni secara mandiri.
Kesehatan
Mampu bekerja dengan rapi dan aman, menjaga kebersihan alat dan area kerja, serta menggunakan bahan dengan bijak.
Komunikasi
Mampu menjelaskan konsep seni, menceritakan proses berkarya, dan menyampaikan pesan melalui karya seninya.
[Link] Murid mampu menjelaskan tiga jenis prinsip keseimbangan (Simetris, Asimetris, Bebas) sebagai unsur desain (Elemen Mengalami).
[Link] Murid mampu menguji coba teknik menggambar salinan dengan cara melipat dan menggosok kertas menggunakan sendok (Elemen Berpikir dan Bekerja Artistik).
[Link] Murid mampu menciptakan karya ornamen sederhana yang menerapkan prinsip keseimbangan simetris (Elemen Menciptakan).
[Link] Murid mampu merefleksikan hasil karya mereka, terutama terkait kejelasan prinsip simetri yang diterapkan (Elemen Merefleksikan).
[Link] Murid mampu menjelaskan perbedaan antara keseimbangan simetris (kaku) dan asimetris (dinamis) (Elemen Mengalami).
[Link] Murid mampu menguji coba teknik menggambar ornamen secara bebas (tanpa teknik salin) di kedua sisi garis tengah (Elemen Berpikir dan Bekerja Artistik).
[Link] Murid mampu menciptakan karya ornamen sederhana yang menerapkan prinsip keseimbangan asimetris (berbeda di ruang kiri dan kanan namun tetap seimbang) (Elemen Menciptakan).
[Link] Murid mampu merefleksikan kesulitannya dalam membuat karya asimetris yang kreatif dan dinamis (Elemen Merefleksikan).
[Link] Murid mampu menjelaskan konsep keseimbangan bebas (lebih mudah namun butuh kreativitas tinggi) (Elemen Mengalami).
[Link] Murid mampu menguji coba teknik menggambar ornamen secara bebas (memulai dari bagian manapun) tanpa terpaku pembatasan bidang/garis tengah (Elemen Berpikir dan Bekerja Artistik).
[Link] Murid mampu menciptakan karya ornamen sederhana yang menerapkan prinsip keseimbangan bebas/informal (Elemen Menciptakan).
[Link] Murid mampu mengapresiasi karya teman dan merefleksikan proses kreatifnya (Elemen Merefleksikan).
[Link] Murid mampu menguji coba pemahaman tersebut dengan menjawab soal latihan tertulis pilihan ganda dan esensial (Elemen Berpikir dan Bekerja Artistik).
[Link] Murid mampu menguji coba pemahaman tersebut dengan menjawab soal latihan tertulis pilihan ganda dan esensial (Elemen Berpikir dan Bekerja Artistik).
[Link] Murid mampu merefleksikan proses pembuatan karya untuk penilaian sumatif kinerja (Elemen Merefleksikan).
[Link] Murid mampu menyelesaikan Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran) sebagai tolok ukur penguasaan materi (Elemen Menciptakan dan Berdampak).
[Link] Murid mampu menjelaskan pengertian prinsip desain Proporsi (hubungan antar bagian dengan keseluruhan) (Elemen Mengalami).
[Link] Murid mampu mengidentifikasi penerapan proporsi pada wajah manusia sebagai anugerah Tuhan YME (Elemen Mengalami).
[Link] Murid mampu membandingkan dua motif ragam hias berpola tumbuhan (Jepara dan Cirebon) untuk menemukan inspirasi berkarya (Elemen Berpikir dan Bekerja Artistik).
KESIMPULAN FASE C [Link] Murid mampu merefleksikan perbedaan utama antara motif Jepara (realistis, prisma) dan Cirebon (stilasi, bulat seperti awan) (Elemen Merefleksikan).
KELAS 6 SEMESTER 2.
[Link] Murid mampu menjelaskan kembali langkah-langkah membuat ragam hias berpola tumbuhan (Elemen Mengalami).
Tujuan Pembelajaran disusun
secara berurutan [Link] Murid mampu melakukan eksplorasi (uji coba) di kertas pertama untuk menemukan pola tumbuhan sendiri, dengan menggabungkan atau memodifikasi unsur Jepara/Cirebon (Elemen Berpikir dan Bekerja Artistik).
[Link] Murid mampu menciptakan karya ragam hias berpola tumbuhan yang proporsional di kertas kedua berdasarkan hasil eksplorasi (Elemen Menciptakan).
[Link] Murid mampu mengkonsultasikan karyanya kepada guru untuk mendapatkan masukan dan pengembangan (Elemen Merefleksikan).
[Link] Murid mampu menghasilkan karya ragam hias tumbuhan yang merepresentasikan minat dan pilihan motif pribadinya (Elemen Berdampak).
[Link] Murid mampu menjelaskan kembali pengertian prinsip desain Proporsi (Elemen Mengalami).
[Link] Murid mampu mengidentifikasi asal motif ragam hias tumbuhan (Jepara dan Cirebon) berdasarkan ciri visualnya (Elemen Merefleksikan).
[Link] Murid mampu menyebutkan jenis-jenis proporsi dalam menggambar tumbuhan (Elemen Berpikir dan Bekerja Artistik).
[Link] Murid mampu menjelaskan pentingnya proporsi untuk menciptakan kesan keindahan, keseimbangan, dan realistis pada gambar ragam hias (Elemen Menciptakan).
[Link] Murid mampu menghasilkan jawaban yang tepat dan terperinci untuk mengukur pemahaman materi Bab 8 (Elemen Berdampak).
[Link] Murid mampu menjelaskan pengertian Ragam Hias (Ornamen) dan fungsinya untuk memperindah benda (Elemen Mengalami).
[Link] Murid mampu mengidentifikasi 4 jenis bentuk dasar ragam hias (Flora, Fauna, Figuratif, Geometris) (Elemen Berpikir dan Bekerja Artistik).
[Link] Murid mampu menjelaskan proses "Menggayakan" (Stilisasi) sebagai perubahan bentuk (tambah/kurang/ubah) dari objek aslinya (Elemen Menciptakan).
[Link] Murid mampu mengapresiasi berbagai contoh ragam hias Nusantara dan memahami perbedaannya sebagai ciri khas budaya (Elemen Merefleksikan).
[Link] Murid mampu menghasilkan pemahaman bahwa keragaman ragam hias mewakili keragaman budaya Indonesia (Elemen Berdampak).
[Link] Murid mampu melakukan permainan peran berkelompok untuk melatih aksi dan reaksi (Permainan "Bukan Lagu Biasa") (Elemen Mengalami).
[Link] Murid mampu mengidentifikasi dan menceritakan sifat diri sendiri (refleksi awal) menggunakan Lembar Mengenal Diri (Elemen Merefleksikan).
[Link] Murid mampu mengidentifikasi properti non-fisik (sifat dan kebiasaan) berdasarkan karakter yang dirancang (Elemen erpikir dan Bekerja Artistik).
[Link] Murid mampu merancang karakter yang sifatnya bertolak belakang dengan sifat diri sendiri (Elemen Menciptakan).
[Link] Murid mampu memerankan lakon (ekspresi dan gesture singkat) dari karakter kontras ciptaannya (Elemen Berdampak).
[Link] Murid mampu mengidentifikasi kembali 4 jenis motif ragam hias (Flora, Fauna, Figuratif, Geometris) (Elemen Mengalami).
[Link] Murid mampu menjelaskan pengertian Media (Bahan dan Alat) dan membedakan Teknik Mistar dan Teknik Manual dalam menggambar ragam hias (Elemen Berpikir dan Bekerja Artistik).
[Link] Murid mampu merefleksikan teknik mana yang paling sesuai untuk jenis motif tertentu (Geometris vs. Flora/Fauna) (Elemen Merefleksikan).
[Link] Murid mampu mencoba dan menyiapkan alat dan bahan sebagai persiapan untuk praktik berkarya di pertemuan berikutnya (Elemen Menciptakan).
[Link] Murid mampu menghargai pentingnya pemilihan media dan teknik yang tepat dalam proses berkarya seni rupa (Elemen Berdampak).
[Link] Murid mampu merencanakan jenis motif, objek, dan pola penempatan (tepi/sudut/gabungan) ragam hias pada bidang gambar. (Elemen Berpikir dan Bekerja Artistik)
[Link] Murid mampu menggayakan (stilisasi) bentuk asli objek dengan cara menambah, mengurangi, atau mengalih bentukkan. (Elemen Menciptakan)
[Link] Murid mampu menerapkan pola ragam hias (tepi, sudut, atau gabungan) dengan menata minimal dua unsur ragam hias. (Elemen Menciptakan)
[Link] Murid mampu memanfaatkan media dan teknik yang tepat (Mistar/Manual) untuk menggambar ragam hias yang telah ditentukan. (Elemen Berpikir dan Bekerja Artistik)
[Link] Murid mampu mengingat dan menjelaskan kembali jenis-jenis ragam hias (flora, fauna, figuratif, geometris). (Elemen Mengalami)
[Link] Murid mampu mengidentifikasi alat, bahan, dan teknik yang tepat digunakan dalam menggambar ragam hias. (Elemen Berpikir dan Bekerja Artistik)
[Link] Murid mampu menganalisis langkah-langkah dalam proses menggambar dan mengkreasikan ragam hias. (Elemen Merefleksikan)
[Link] Murid mampu menentukan urutan langkah yang benar dalam proses menciptakan (menggambar) ragam hias. (Elemen Menciptakan)
[Link] Murid mampu menghubungkan penguasaan materi ragam hias dengan potensi dampak positif di masa depan. (Elemen Berdampak)
KESIMPULAN FASE C [Link] Murid mampu menjelaskan kembali data statistik masalah sampah plastik di Indonesia (10.95 juta kantong/tahun, peringkat ke-2 sampah). (Elemen Mengalami)
KELAS 6 SEMESTER 2.
[Link] Murid mampu menganalisis hubungan antara masalah sampah plastik dan solusi daur ulang. (Elemen Merefleksikan)
Tujuan Pembelajaran disusun
secara berurutan [Link] Murid mampu mengidentifikasi alat, bahan, dan teknik yang diperlukan untuk membuat bunga hias dari plastik. (Elemen Berpikir dan Bekerja Artistik)
[Link] Murid mampu mengaplikasikan langkah-langkah melipat, menggunting, dan mengikat untuk membuat kelopak bunga dari plastik limbah rumah tangga. (Elemen Menciptakan)
[Link] Murid mampu menyatakan alasan pentingnya proyek daur ulang ini sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan. (Elemen Berdampak)
[Link] Murid mampu menjelaskan kembali konsep 3R, definisi bahan daur ulang, dan alasannya pentingnya penggunaan bahan daur ulang (sesuai materi PPT). (Elemen Mengalami & Merefleksikan)
[Link] Murid mampu mengidentifikasi alat dan bahan yang diperlukan untuk tahap perakitan (kawat tebal, plastik kedua, solasi). (Elemen Berpikir dan Bekerja Artistik)
[Link] Murid mampu mengaplikasikan teknik membungkus kawat batang dan memasang daun plastik dengan rapi. (Elemen Menciptakan)
[Link] Murid mampu menyatakan pesan lingkungan yang ingin disampaikan melalui karya yang telah diselesaikan. (Elemen Berdampak)
[Link] Murid mampu menjelaskan masalah lingkungan yang serius akibat sampah kertas, termasuk data konsumsi kertas di Indonesia. (Elemen Mengalami)
[Link] Murid mampu mengenali dan menguji coba teknik dasar pembuatan kerangka (armature) Patung Aksi menggunakan kawat dan kertas bekas. (Elemen Berpikir dan Bekerja Artistik)
[Link] Murid mampu membuat kerangka dan volume awal Patung Aksi (badan, tangan, kaki) dengan komposisi dan proporsi yang benar, sesuai dengan gerak aksi yang diminati. (Elemen Menciptakan)
[Link] Murid mampu merefleksikan kesulitan dan keberhasilan saat membuat kerangka, serta memberikan apresiasi terhadap hasil kerja teman sekelas. (Elemen Merefleksikan)
[Link] Murid mampu menjelaskan kembali alat, bahan, dan fungsi spesifik setiap alat dalam pembuatan Patung Aksi (Contoh: fungsi tang). (Elemen Mengalami)
[Link] Murid mampu merefleksikan manfaat utama penggunaan kertas bekas dalam konteks seni rupa dan lingkungan. (Elemen Merefleksikan)
[Link] Murid mampu mengaplikasikan pengetahuan yang didapat dari pertemuan sebelumnya untuk menjawab soal latihan dan soal sumatif dengan benar. (Elemen Berpikir dan Bekerja Artistik, Menciptakan)
Gowa,…...................202…..
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Kelas
Nurhidayah, [Link].I.,[Link] M. Yusuf Sulaeman, [Link]
NIP : 19840713 200801 2 002 NIP : 19940925 202321 1 015