0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan9 halaman

Tugas Project

Proposal usaha Aura Beauty Salon bertujuan untuk menyediakan layanan kecantikan berkualitas dengan harga terjangkau, menargetkan wanita usia 17-45 tahun. Dengan strategi pemasaran yang terstruktur dan analisis pasar yang mendalam, usaha ini diharapkan dapat berkembang dan memberikan keuntungan berkelanjutan. Selain itu, terdapat rencana pengembangan usaha dalam tiga tahun ke depan untuk memperluas jangkauan dan layanan.

Diunggah oleh

24091417009
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan9 halaman

Tugas Project

Proposal usaha Aura Beauty Salon bertujuan untuk menyediakan layanan kecantikan berkualitas dengan harga terjangkau, menargetkan wanita usia 17-45 tahun. Dengan strategi pemasaran yang terstruktur dan analisis pasar yang mendalam, usaha ini diharapkan dapat berkembang dan memberikan keuntungan berkelanjutan. Selain itu, terdapat rencana pengembangan usaha dalam tiga tahun ke depan untuk memperluas jangkauan dan layanan.

Diunggah oleh

24091417009
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS PROJECT

MATKUL KEWIRAUSAHAAN

Dosen pengampu:

Muhammad Natsir Maulana, [Link].

Disusun oleh Kelompok 1:

Galang Zuga Pratama 24091417002

Ahmad Farhan 24091417009


Prasetyo

Fakrin Najatillah 24091417032

PROGRAM STUDI D4 TEKNIK SIPIL

FAKULTAS VOKASI

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

TAHUN 2026
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan industri kecantikan di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan seiring


meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perawatan diri. Perawatan rambut, wajah, dan tubuh
kini bukan lagi kebutuhan sekunder, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup, khususnya bagi
wanita dan remaja.

Melihat peluang tersebut, kami berencana mendirikan Aura Beauty Salon, sebuah usaha jasa
kecantikan yang menyediakan layanan perawatan rambut, wajah, dan makeup dengan harga
terjangkau namun tetap mengutamakan kualitas pelayanan dan kenyamanan pelanggan.

1.2 Tujuan Usaha

Menyediakan layanan kecantikan yang profesional dan terjangkau.

Membuka lapangan pekerjaan.

Membangun usaha yang berkelanjutan dan berkembang.

Memberikan kepuasan maksimal kepada pelanggan.

1.3 Visi dan Misi

Visi:

Menjadi salon kecantikan terpercaya dan pilihan utama masyarakat.

Misi:

Memberikan pelayanan ramah dan profesional.

Menggunakan produk berkualitas dan aman.

Menghadirkan suasana salon yang nyaman dan bersih.

Mengikuti perkembangan tren kecantikan terbaru.


BAB II

BUSINESS MODEL CANVAS (BMC)

2.1 Customer Segments (Segmen Pelanggan)

Target pelanggan:

 Wanita usia 17–45 tahun


 Mahasiswi dan pekerja
 Ibu rumah tangga
 Pelanggan untuk acara khusus (wisuda, pernikahan, pesta)

Segmentasi:

 Geografis: Area perumahan dan dekat pusat kota


 Demografis: Perempuan usia produktif
 Psikografis: Peduli penampilan dan perawatan diri

2.2 Value Propositions (Proposisi Nilai)

Nilai yang ditawarkan:

 Harga terjangkau dengan kualitas profesional


 Produk aman dan terpercaya
 Pelayanan ramah dan higienis
 Tempat nyaman dan bersih
 Paket perawatan hemat

Layanan utama:

 Haircut & hair styling


 Creambath & hair spa
 Facial
 Makeup wisuda & pesta
 Manicure & pedicure

2.3 Channels (Saluran Distribusi)

 Promosi melalui Instagram & TikTok


 WhatsApp Business untuk reservasi
 Google Maps
 Brosur dan spanduk
 Program referral pelanggan

2.4 Customer Relationships (Hubungan Pelanggan)


Member card dengan sistem poin

Promo ulang tahun

Diskon pelajar/mahasiswa

Pelayanan konsultasi gratis

Follow-up kepuasan pelanggan

2.5 Revenue Streams (Arus Pendapatan)

Sumber pendapatan:

 Jasa potong rambut


 Jasa perawatan rambut
 Jasa facial
 Jasa makeup
 Penjualan produk perawatan rambut

Perkiraan harga layanan:

 Haircut: Rp35.000
 Creambath: Rp50.000
 Facial: Rp75.000
 Makeup wisuda: Rp250.000

2.6 Key Resources (Sumber Daya Utama)

 Tenaga kerja (kapster & beautician)


 Peralatan salon (kursi salon, cermin, hair dryer, steamer wajah)
 Produk kecantikan
 Tempat usaha strategis
 Modal usaha

2.7 Key Activities (Aktivitas Utama)

 Memberikan layanan perawatan kecantikan


 Menjaga kebersihan alat dan ruangan
 Manajemen jadwal reservasi
 Promosi digital
 Pengelolaan keuangan dan stok

2.8 Key Partnerships (Mitra Kunci)

 Supplier produk kecantikan


 Distributor alat salon
 Makeup artist freelance
 Influencer lokal
 Percetakan media promosi

2.9 Cost Structure (Struktur Biaya)

Biaya Tetap:
 Sewa tempat
 Gaji karyawan
 Listrik & air
 Internet

Biaya Variabel:

 Produk kecantikan
 Perawatan alat
 Promosi
 Perlengkapan habis pakai

Estimasi Modal Awal:

Kebutuhan - Estimasi Biaya

Renovasi tempat - Rp20.000.000

Peralatan salon - Rp25.000.000

Produk awal - Rp10.000.000

Operasional 3 bulan - Rp15.000.000

Total Modal Awal - Rp70.000.000

BAB III

ANALISIS PELUANG USAHA


3.1 Analisis Peluang Pasar

Industri konstruksi, khususnya pembangunan rumah tinggal, memiliki prospek yang baik karena:

1. Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan jumlah penduduk secara langsung meningkatkan kebutuhan hunian. Setiap tahun
kebutuhan rumah baru terus meningkat, baik rumah sederhana maupun rumah dua lantai.

2. Kebutuhan Renovasi Bangunan

Selain pembangunan rumah baru, kebutuhan renovasi juga tinggi. Banyak rumah yang berusia lebih
dari 10 tahun memerlukan:

 Perbaikan struktur
 Penambahan lantai
 Renovasi interior
 Perbaikan atap

Hal ini menjadi peluang berkelanjutan bagi usaha jasa konstruksi.

3. Perubahan Pola Hidup

Masyarakat kini lebih memilih menggunakan jasa kontraktor resmi dibanding sistem borongan lepas
karena:

 Lebih terjamin kualitasnya


 Ada kontrak kerja
 Biaya lebih transparan
 Ada pengawasan teknis

3.2 Analisis Target Pasar

Target utama usaha ini adalah:

A. Kelas Menengah
 Membutuhkan rumah 1–2 lantai
 Luas bangunan 36–150 m²
 Menginginkan kualitas baik dengan biaya terkontrol
B. Investor Properti
 Membangun rumah untuk dijual kembali
 Membutuhkan sistem kerja cepat dan efisien
C. Pemilik Rumah Lama

Renovasi atau penambahan lantai. Segmentasi geografis difokuskan pada:

 Area perkotaan
 Perumahan berkembang
 Kawasan penyangga kota

3.3 Analisis Persaingan (Kompetitor)

Dalam industri konstruksi, terdapat beberapa jenis pesaing:


 Kontraktor skala besar
 Kontraktor lokal skala kecil
 Tukang borongan

Strategi Menghadapi Persaingan:

 Menawarkan RAB transparan


 Memberikan garansi pekerjaan
 Menyediakan laporan progres proyek
 Memberikan konsultasi gratis
 Menjaga kualitas dan ketepatan waktu

Dengan strategi tersebut, perusahaan dapat bersaing secara sehat dan profesional.

3.4 Analisis Keunggulan Kompetitif

CV. Bangun Cipta Konstruksi memiliki beberapa keunggulan:

 Tenaga kerja berpengalaman di bidang teknik sipil


 Penggunaan gambar kerja dan RAB detail
 Sistem kontrak resmi
 Dokumentasi proyek lengkap
 Pengawasan mutu konstruksi

Keunggulan ini meningkatkan kepercayaan pelanggan.

3.5 Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran yang akan diterapkan meliputi:

1. Digital Marketing

Instagram dan Facebook untuk menampilkan hasil proyek

Video proses pembangunan

Testimoni pelanggan

2. Word of Mouth

Memberikan pelayanan maksimal agar pelanggan merekomendasikan ke orang lain

3. Kerja Sama Properti

Menjalin kerja sama dengan agen properti

Kerja sama dengan arsitek freelance.

3.6 Proyeksi Perkembangan Usaha

Dalam 3 tahun pertama, rencana pengembangan usaha adalah:


Tahun 1:

 Fokus pembangunan rumah tinggal


 Menyelesaikan minimal 5–8 proyek

Tahun 2:

 Menambah tim teknis


 Menangani proyek skala lebih besar

Tahun 3:

 Membuka cabang di lokasi lain


 Menangani proyek ruko atau bangunan komersial kecil

3.7 Analisis Risiko dan Mitigasi

Dalam usaha konstruksi terdapat beberapa risiko:

1. Risiko Keterlambatan Proyek

Penyebab: 1. Cuaca buruk

2. Keterlambatan material

Solusi : 1. Membuat jadwal kerja detail

2. Memiliki supplier cadangan

2. Risiko Kenaikan Harga Material

Solusi : 1. Sistem kontrak dengan klausul penyesuaian harga

2. Pembelian material bertahap sesuai kebutuhan

3. Risiko Kerusakan Pekerjaan

Solusi : 1. Pengawasan rutin oleh tenaga teknis

2. Standar mutu kerja jelas

3.8 Analisis Kelayakan Usaha

Usaha ini dinilai layak karena:

 Permintaan pasar stabil


 Margin keuntungan konstruksi relatif baik
 Modal awal masih dalam skala menengah
 Peluang repeat order tinggi

Dengan manajemen yang baik dan pengawasan ketat, usaha ini berpotensi berkembang menjadi
perusahaan konstruksi skala menengah dalam 3–5 tahun.

BAB IV

PENUTUP
Berdasarkan analisis Business Model Canvas (BMC), usaha Aura Beauty Salon memiliki peluang yang
baik untuk berkembang karena didukung oleh kebutuhan pasar yang terus meningkat serta strategi
usaha yang terstruktur. Dengan pengelolaan yang baik, usaha ini diharapkan mampu memberikan
keuntungan yang berkelanjutan.

Demikian proposal usaha ini disusun. Besar harapan kami agar proposal ini dapat diterima dan
memperoleh dukungan dari berbagai pihak.

DAFTAR PUSTAKA

Osterwalder, A., & Pigneur, Y. (2010). Business Model Generation. New Jersey: John Wiley & Sons.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). Pearson Education.

Kasmir. (2016). Kewirausahaan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Suryana. (2013). Kewirausahaan: Kiat dan Proses Menuju Sukses. Jakarta: Salemba Empat.

Anda mungkin juga menyukai