0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan6 halaman

Ansin ROM

Dokumen ini menganalisis tindakan Range of Motion (ROM) exercise pada pasien dengan osteoarthritis, yang mengalami bengkak dan kesulitan bergerak di pergelangan kaki. Terapi ROM bertujuan untuk mengurangi kekakuan sendi dan meningkatkan kekuatan otot, serta dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Hasilnya menunjukkan adanya pengaruh positif dalam mengurangi kekakuan pada sendi pasien.

Diunggah oleh

Royhan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan6 halaman

Ansin ROM

Dokumen ini menganalisis tindakan Range of Motion (ROM) exercise pada pasien dengan osteoarthritis, yang mengalami bengkak dan kesulitan bergerak di pergelangan kaki. Terapi ROM bertujuan untuk mengurangi kekakuan sendi dan meningkatkan kekuatan otot, serta dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Hasilnya menunjukkan adanya pengaruh positif dalam mengurangi kekakuan pada sendi pasien.

Diunggah oleh

Royhan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISIS SENTESIS TINDAKAN RANGE OF MOTION EXERCISE PADA

PASIEN Sr. T DENGAN OSTEOARTHRITIS DI BANGSAL PUTRI PANTI


WREDHA DHARMA BHAKTI KASIH SURAKARTA

Hari : Selasa
Tanggal : 24 Februari 2026
Jam : 10.00 WIB
A. Keluhan Utama
Pasien mengatakan pada pergelangan kaki kanan terdapat bengkak dan sulit
digerakkan.
B. Diagnosa medis
Osteoarthritis
C. Diagnosa keperawatan
1. Intoleransi Aktivitas berhubungan dengan kelemahan (D.0056)
2. Nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik (trauma) (D.0077)
D. Data yang mendukung diagnosa keperawatan
DS :
- Pasien mengatakan kedua kaki terasa nyeri jika berjalan jauh

DO : - Pasien tampak gelisah


- TTV
Tekanan Darah : 127/80 mmHg
Nadi : 73 x/menit

RR : 20 x/menit
E. Dasar pemikiran (berisi tentang gambaran umum penyakit)
Hambatan mobilitas fisik adalah keterbatasan pada pergerakan fisik tubuh
satu atau lebih ekstremitas secara mandiri dan terarah. Gangguan mobilitas
fisik yang terjadi pada lansia mempengaruhi perubahan-perubahan dalam
motorik yang meliputi menurunnya kekuatan dan tenaga yang
biasanyamenyertai perubahan fisik yang terjadi karena bertambahnya usia,
menurunnya kemampuan otot, kekakuan pada persendian, gemetar pada
tangan, kepala dan rahang bawah dan umumnya disebabkan oleh adanya
gangguan pada muskuloskeletal. Pada pasien dengan hambatan mobilitas fisik
dapat ditangani dengan terapi Range Of Motion (ROM) (Rozanna.2022)

F. Prinsip tindakan keperawatan (berisi tentang standar


operasional prosedur yang dilakukan)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR RANGE OF MOTION


EXERCISE
Pengertian Latihan gerak aktif-pasid atau Range of Motion (ROM)
adalah latihan yang dilakukan untuk mempertahankan atau
memperbaiki tingkat kesempurnaan kemampuan
menggerakkan
persendian secara normal dan lengkap
Tujuan 1. Untuk mengurangi kekakuan pada sendi dan
kelemahan pada otot yang dapat dilakukan secara
aktif maupun pasif tergantung dengan keadaan
pasien
2. Meningkatkan atau mempertahankan
fleksibilitas dan kekuatan otot
Waktu 3-5 menit pada masing-masing ekstremitas
Prosedur Pre interaksi
tindakan a. Melakukan verifikasi data pasien
b. Mencuci tangan 6 langkah
Tahap orientasi
a. Beri salam dan panggil klien dengan namanya
b. Jelaskan tujuan, prosedur, dan lamanya
tindakan pada klien/keluarga
Tahap kerja
a. Menjaga privasi pasien
b. Lengan atau Pundak
Anjurkan pasien mengangkat tangan keatas lalu
kembali ke bawah, setelah itu ke samping dan ke
bawah
c. Siku
Anjurkan pasien menekuk lengan, gerakan lengan
ke atas dankebawah
d. Pergelangan tangan
Anjurkan pasien untuk menekuk pergelangan
tangan kedalam dan keluar lalu samping kiri dan
kanan
e. Jari tangan
Anjurkan pasien untuk menekuk keempat jari
tangan kearah dalam lalu regangkan kembali.
Kepalkan seluruh jari lalu buka. Tekuk tiap jari satu
persatu.
f. Kaki
Anjurkan pasien untuk mengangkat kaki ke atas
lalu lutut ditekuk kemudian diturunkan lagi.
Gerakan kaki ke samping kanan dan kiri.
g. Pergelangan kaki
Tekuk pergelangan kaki ke atas lalu luruskan.
Tekuk jari kaki ke atas dan kebawah..
Terminasi
a. Melakukan evaluasi tindakan
b. Berpamitan dengan klien
c. Mencuci tangan
d. Mencatat kegiatan dalam lembar
keperawatan Dokumentasi

G. Analisis tindakan (berisi tentang dasar pemberian terapi dan


manfaat pemberian tindakan)
Range Of Motion (ROM) adalah latihan rentang gerak yang memungkinkan
terjadinya konraksi atau pergerakan otot, dimana klien menggerakkan masing
– masing persendiannya sesuai gerakan normal baik pasif maupun aktif. Latihan
ini dilakukan untuk meningkatkan kesempurnaan anggota gerak dan untuk
meningkatkan kekuatan otot. Latihan gerak adalah latihan fungsional yang
bertujuan untuk mengembalikan fungsi pada anggota gerak secara optimal.
Pada pasien dengan stroke akan mengalami kelemahan otot yang diakibatkan
karena penyumbatan pada pembuluh darah sehingga darah tidak mengalir
dengan baik dan merusak berbagai saraf salah satunya saraf neuromuscular dan
mengakibatkan kelemahan otot bahkan kelumpuhan pada pasien yang
mengalami stroke non hemoragik. Oleh sebab itu pasien stroke harus menjalani
latihan untuk meningkatkan kembali kekuatan otot sehingga tidak
mengakibatkan kelumpuhan. Pasien stroke memerlukan fase rehabilitasi untuk
proses penyembuhannya, salah satu caranya adalah dengan melakukan ROM
yang dapat meningkatkan kekuatan dan kelenturan otot (Derang, 2020).
H. Bahaya dilakukannya tindakan (berisi tentang efek yang muncul apabila
dosis tidak sesuai atau kesalahan pemberian tindakan)
1. Klien mengalami dislokasi sendi
2. Klien mengalami fraktur yang tidak sembuh
3. Osteoporosis berat
I. Tindakan keperawatan lain yang dilakukan (tindakan keperawatan sesuai
SLKI berkaitan dengan diagnosis keperawatan yang diangkat)
indakan keperawatan lain terkait diagnosa keperawatan nyeri akut yang
sesuai dengan SIKI (2016) yaitu:
1. Terapeutik
- Fasilitasi aktivitas mobilisasi dengan alat bantu (mis. Pagar
tempat tidur); -
- Fasilitasi melakukan mobilisasi dini;
- Libatkan keluarga untuk membantu pasien dalam
meningkatkan pergerakan
2. Edukasi
- Jelaskan tujuan dan prosedur mobilisasi;
- Anjurkan melakukan mobilisasi dini;
- Anjurkan mobilisasi sederhana yang harus dilakukan (mis. duduk
di tempat tidur, duduk disisi tempat tidur, pindah daritempat tidur
ke kursi)
3. Intervensi Pendukung: Pengaturan Posisi (I.01019) - Observasi
- Monitor status oksigenasi Terapeutik
- Motivasi melakukan ROM aktif atau pasif;
- Ubah posisi setiap 2 jam
J. Hasil yang didapatkan setelah dilakukan tindakan
Ada pengaruh pemberian ROM dalam terhadap perubahan
(mengurangi kekakuan pada sendi)
K. Evaluasi diri (berisi tentang kesenjangan langkah prosedur yang telah
dilakukan dengan SOP nya)
Tindakan telah dilakukan sesuai dengan prosedur dan prinsip yang benar.
L. Daftar pustaka
Derang, Imelda. (2020).Pengaruh Range Of Motion Aktif- Assisitif
:Latihan Fungsional Tangan terhadap Peningkatan Kekuatan Otot
Pasien Stroke Non Hemoragic Di RSUP Haji Adam Malik Medan.
Elisabeth Health Journal: Jurnal Kesehatan, Vol. V No. 01 (Juni,2020)
: V-01 E- ISSN 2541-4992
PPNI. 2018. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator
Diagnostik Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI
Rozanna, Reza., at. All. 2022. Pemberian Range of Motion Pada Lansia
Dengan Hambatan Mobilitas Fisik. Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Keperawatan. Vol. 1 No 3

Mengetahui
Pembimbing Akademik Pembimbing Klinik Mahasiswa Praktikan

NIP. NIM.
Tanda Tanda Tanda
Tangan Tangan Tangan

Tanggal Tanggal Tanggal

Anda mungkin juga menyukai