0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan13 halaman

Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Pendekatan Psikolinguistik Implikasi Dan Implementasinya

Artikel ini membahas pentingnya psikolinguistik dalam pembelajaran bahasa Arab, menekankan hubungan antara bahasa dan proses mental dalam penguasaan bahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis literatur terkait, serta menjelaskan unsur-unsur kurikulum yang mendukung pembelajaran bahasa Arab. Dengan memahami psikolinguistik, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengajaran bahasa Arab bagi penutur non-Arab.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan13 halaman

Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Pendekatan Psikolinguistik Implikasi Dan Implementasinya

Artikel ini membahas pentingnya psikolinguistik dalam pembelajaran bahasa Arab, menekankan hubungan antara bahasa dan proses mental dalam penguasaan bahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis literatur terkait, serta menjelaskan unsur-unsur kurikulum yang mendukung pembelajaran bahasa Arab. Dengan memahami psikolinguistik, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengajaran bahasa Arab bagi penutur non-Arab.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Desi Rahmania Zulfa, Itmamu Dania, Maksudin, Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Pendekatan

Psikolinguistik Implikasi Dan Implementasinya

PEMBELAJARAN BAHASA ARAB BERBASIS PENDEKATAN


PSIKOLINGUISTIK IMPLIKASI DAN IMPLEMENTASINYA

1*Desi Rahmania Zulfa, 2Itmamu Dania, 3Maksudin


1,2,3
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
1desyrahmania31@[Link], 2itmamudania@[Link], 3maksudin@[Link]

Tanggal Submit: 29 Desember 2022 Tanggal diterima: 16 Mei 2023 Tanggal Terbit:m01 Juni 2023

Abstrak: Bahasa dan fenomena bahasa sangat erat hubungannya dengan kehidupan manusia. Bahasa
adalah ilmu linguistik yang dipelajari sebagai bahasa yang mengandung beberapa komponen: Fonologi,
morfologi, sintaksis, semantik. Sementara itu, bahasa merupakan kajian psikolinguistik yang mengkaji
aktivitas manusia dalam memperoleh (acquiring), menerima (receiving), dan memproduksi (producing)
bahasa. Pidato dimulai dengan pengkodean semantik dan sintaksis di otak pembicara dan diakhiri
dengan pengkodean semantik dan sintaksis di otak pendengar. Hasil kajian psikolinguistik sering
digunakan untuk memahami pembelajaran bahasa pertama dan pembelajaran bahasa kedua atau
bahasa asing. Hal ini dikarenakan ruang lingkup kajian psikolinguistik sangat bermanfaat dalam
pembelajaran bahasa. Mata kuliah psikolinguistik dimasukkan dalam kurikulum bahasa pada kelompok
proses belajar mengajar, bukan pada kelompok linguistik/linguistik. Karena komponen psikolinguistik
sangat erat hubungannya dengan fungsi pengajaran dan pembelajaran bahasa. Artikel ini mencoba
menjelaskan pentingnya dan ruang lingkup psikolinguistik dalam pembelajaran bahasa Arab, kemudian
memaparkan peran dan pentingnya psikolinguistik dalam pembelajaran bahasa Arab, yang dijabarkan
melalui unsur-unsur kurikulum (tujuan, materi, metode, evaluasi) dan prinsip-prinsip pembelajaran
Bahasa Arab.

Kata kunci: Pembelajaran Bahasa Arab, Peranan, Psikolinguistik

Abstract: Language and language phenomena are very closely related to human life. Language is a
linguistic science studied as a language that contains several components: Phonology, morphology, syntax,
semantics. Meanwhile, language is a psycholinguistic study that examines human activities in acquiring,
receiving, and producing language. Speech begins with semantic and syntactic coding in the speaker's brain
and ends with semantic and syntactic coding in the listener's brain. The results of psycholinguistic studies
are often used to understand first language learning and second language or foreign language learning.
This is because the scope of psycholinguistic studies is very useful in language learning. Psycholinguistics
courses are included in the language curriculum in the teaching and learning process group, not in the
linguistics/linguistics group. Since the psycholinguistic component is very closely related to the function of
teaching and learning languages. This article tries to explain the importance and scope of psycholinguistics
in Arabic language learning, then exposes the role and importance of psycholinguistics in Arabic language
learning, which is spelled out through the elements of the curriculum (objectives, materials, methods,
evaluations) and the principles of learning Arabic Language.

Keywords: Arabic Language Learning, Role, Psycholinguistics

Ihtimam: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab - Volume 6, Nomor 1, Juni 2023 34


Desi Rahmania Zulfa, Itmamu Dania, Maksudin, Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Pendekatan
Psikolinguistik Implikasi Dan Implementasinya

PENDAHULUAN
Bahasa merupakan salah satu bentuk yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan
manusia, sehingga dapat dikatakan bahwa bahasa adalah milik masyarakat yang telah
melekatkan diri pada pemiliknya. Sebagai milik manusia, bahasa selalu muncul dalam
segala bentuknya dan dalam tindakan manusia. Tidak ada satu aktivitas manusia pun
yang tidak melibatkan kehadiran bahasa. Jadi definisi bahasa berbeda-beda sesuai
dengan perspektif yang digunakan. Ibnu Jinni mendefinisikan bahasa sebagai "aswatun
yu'abbiru bihaa Kullu qaumin 'an agraadihim" (suara yang diucapkan semua kelompok
manusia untuk mengungkapkan niatnya). Sementara itu, para ahli bahasa
mendefinisikan bahasa sebagai sistem lambang bunyi yang digunakan secara acak
(random) oleh sekelompok anggota masyarakat untuk berinteraksi dan
mengidentifikasi diri.1
Saat ini, tingginya permintaan akan penelitian akademik dalam kehidupan telah
menyebabkan perlunya persilangan antara dua atau lebih disiplin ilmu. Penelitian
interdisipliner ini diperlukan untuk memecahkan berbagai masalah yang semakin
kompleks dalam kehidupan manusia. Karena aktivitas berbahasa merupakan aktivitas
manusia yang kompleks, maka aktivitas berbahasa tidak hanya berkaitan dengan
masalah bahasa, tetapi juga dengan proses penggunaan bahasa. Aktivitas bahasa
berlangsung tidak hanya secara mekanis, tetapi juga secara mental. Dengan kata lain,
aktivitas bahasa juga terkait dengan proses atau fungsi mental (otak). Oleh karena itu,
kajian bahasa ini tidak cukup mempelajari linguistik saja, tetapi harus dilengkapi
dengan kajian tentang proses kesehatan mental atau nalar yaitu psikologi yang
mempelajari proses mental. Dari sinilah lahir psikolinguistik, gabungan dari kedua ilmu
tersebut, yang tujuannya adalah untuk dapat mendeskripsikan secara lebih tepat dan
jelas bagaimana bahasa manusia bekerja.
Secara etimologis, kata psikolinguistik terbentuk dari kata psikologi dan kata linguistik.
Yakni, dua disiplin ilmu yang berbeda yang masing-masing unggul dengan cara dan
metode yang berbeda. Namun keduanya menganggap bahasa sebagai objek formal
mereka. Hanya objek materialnya saja yang berbeda; Linguistik mempelajari bahasa
dari segi fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik, sedangkan psikologi mempelajari
perilaku bahasa atau proses bahasa. Dengan kata lain, linguistik berkaitan dengan
kemampuan berbahasa, sedangkan psikolinguistik berkaitan dengan kinerja
kemampuan berbahasa itu (language performance).2

1
Abdul Chaer, Psikolinguistik: Kajian Teoretik (Jakarta: Rineka Cipta, 2003). Hlm,13.
2
Abdul Chaer, Sosiolinguistik: Perkenalan Awal (Jakarta: Rineka Cipta, 2010). Hlm, 38-45.

Ihtimam: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab - Volume 6, Nomor 1, Juni 2023 35


Desi Rahmania Zulfa, Itmamu Dania, Maksudin, Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Pendekatan
Psikolinguistik Implikasi Dan Implementasinya

Emmon Bach secara ringkas menyatakan bahwa psikolinguistik adalah ilmu yang
mempelajari bagaimana sebenarnya penutur atau pengguna bahasa membentuk,
mengkonstruksi atau memahami ungkapan bahasa tertentu.3

Sementara itu, Paul Fraisse menjelaskan bahwa "Psikolinguistik adalah studi tentang
hubungan antara kebutuhan ekspresif dan komunikatif kita, dan antara bahasa yang
dipelajari saat anak-anak dan sarana bahasa yang dipelajari kemudian". Psikolinguistik
adalah studi tentang hubungan antara kebutuhan kita untuk mengekspresikan dan
berkomunikasi dalam bahasa yang kita pelajari sejak kecil dan seterusnya.4
Berdasarkan beberapa definisi di atas, psikolinguistik dalam ruang lingkupnya adalah
ilmu yang mempelajari aktivitas berbahasa manusia, serta pemerolehan, pemahaman,
dan penggunaan bahasa. Psikolinguistik adalah ilmu yang muncul dari perpaduan
linguistik dan psikologi. Tujuan integrasi interdisipliner ini adalah agar masyarakat
dapat lebih menggambarkan fenomena aktivitas kompetensi bahasa dalam kehidupan
masyarakat. Perpaduan keduanya dapat melengkapi kelemahan bahasa yang hanya
membatasi kajian masalah bahasa, dan psikologi yang mengkaji akal manusia.

METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan merupakan penelitian
kepustakaan yang mengkaji berbagai literatur dengan topik “Psikolinguistik dalam
Pembelajaran Bahasa Arab”, khususnya literatur yang ditulis oleh ahli bahasa Arab dan
psikolinguistik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif,
dimana berbagai masalah dan latar belakang masalah dikaji secara kritis dan diuraikan
gambaran umum masalah yang diteliti, namun dilakukan interpretasi terhadap materi.

PEMBAHASAN
Ruang Lingkup Psikolinguistik
Psikolinguistik merupakan suatu disiplin keilmuan yang membahas tentang
kebahasaan yang meliputi wilayah mekanistik (hakikat struktur bahasa, dan
genealogisnya) dan mentalistik (proses pemerolehan bahasa, dan pengekspresiannya
secara praktis). 5 Psikolinguistik bertujuan untuk menganalisis objek linguistik dan
psikologis dengan memfokuskan pada bidang psikologi. Psikolinguistik mencoba

3
Henry Taringan Guntur, Psikolinguistik (Bandung: Angkasa, 1986).hlm, 3.
4
Cazacu Slama Tatlana, Introducation To Psycholinguistics (Paris: Mouton, 1973).hlm,39.
5
“Psikolinguistik Dalam Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab_Muh Yusuf_Al-Mi’yar,” [Link],
187.

Ihtimam: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab - Volume 6, Nomor 1, Juni 2023 36


Desi Rahmania Zulfa, Itmamu Dania, Maksudin, Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Pendekatan
Psikolinguistik Implikasi Dan Implementasinya

menjelaskan bahasa dari sudut pandang psikologis dan sejauh yang dapat dipikirkan
orang. Psikolinguistik adalah ilmu linguistik terapan (applied linguistics) yang
berkaitan dengan fenomena bahasa, atau hubungan antara bahasa dan akal, serta
sosiolinguistik, neurolinguistik, leksikologi dan pembelajaran bahasa, semuanya
berkaitan dengan hubungan antara bahasa dan aspek eksternal bahasa.6
Dalam kurikulum bahasa lembaga pengajaran, mata kuliah psikolinguistik dimasukkan
dalam kelompok proses belajar mengajar, bukan dalam kelompok linguistik/linguistik.
Karena jurusan psikolinguistik sangat erat kaitannya dengan kegiatan belajar mengajar
bahasa, misalnya 7 hakikat bahasa, fungsi bahasa, komponen bahasa, pembelajaran
bahasa dan alat belajar yang dimiliki orang. Selain itu, Psikolinguistik juga membahas
tentang proses pembentukan bahasa, pemerolehan bahasa pertama (bahasa ibu),
mempelajari bahasa kedua, mempelajari bahasa kedua, ketiga atau lebih, aktivitas otak,
hubungan antara bahasa dengan pikiran dan budaya terjadi selama proses bahasa serta
gangguan bicara dan penyakit (seperti afasia) dan pengobatannya.

Pembelajaran Bahasa Arab


Bahasa Arab merupakan bahasa agama dan juga bahasa komunikasi dunia di era global
saat ini.8 Sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa urgensi belajar bahasa Arab sangat
dirasakan saat ini baik oleh kalangan muslim maupun non muslim. Namun, tampaknya
di masa lalu para ulama Muslim Arab tidak menganggap asumsi ini perlu, karena
Muslim Arab dan non-Arab sama-sama memiliki dorongan kuat untuk belajar bahasa
Arab, yang merupakan bahasa Islam dan pemerintahan. Sehingga dengan kekuatan
keinginan luhur tersebut dapat mengatasi permasalahan pembelajaran yang
dialaminya saat ini, seperti metode, lingkungan belajar dan bahan ajar.
Hal ini berbeda dengan pembahasan bahasa atau linguistik, di mana ulama Islam sangat
aktif membahas wilayah tersebut ketika Barat masih dalam kegelapan dan
kemunduran di segala lini. Oleh karena itu, sangat mudah untuk menemukan buku-
buku Ilmu Nahwu, Ilmu Sharf, Ilmu Aswaat, Ilmu Ma'ajim, dll, yang merupakan karya
ulama Islam Arab sebelumnya. 9 Akibatnya, ketika kita belajar bahasa Arab, kita
mengadopsi banyak teori, metode, dan teknik belajar dari Barat. Pembelajaran bahasa

6
Fadlan Masykura Setiadi, “Pendekatan Psikolinguistik Bahasa Arab Di Indonesia,” Ihya Al-Arabiyah:
Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Arab, [Link], 59.
7
Chaer, Psikolinguistik: Kajian Teoretik. Hlm, 8.
8
Dihyatun Masqon, Al Lughoh Al Arobiyah: Ta‘allumuhaa Wa Taklimuhaa, n.d. hlm, 5.
9
Abdul Bin Ibrahim Asyly Aziz, Al Nadzariyaat Al Lughowiyah Wa Al Nafsiyah Wa Taklimu Al Lughoh
Al Arabiyah (Riyadh: Jami‘ah Imam Bin Sa‘ud Al Islamiyah, 1999). Hlm, 6-7.

Ihtimam: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab - Volume 6, Nomor 1, Juni 2023 37


Desi Rahmania Zulfa, Itmamu Dania, Maksudin, Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Pendekatan
Psikolinguistik Implikasi Dan Implementasinya

Arab bagi orang non-Arab saat ini mengikuti pengajaran bahasa asing yang merupakan
salah satu bidang kajian linguistik terapan. Seperti halnya belajar bahasa asing lainnya,
belajar bahasa Arab dipengaruhi oleh teori linguistik dan psikologi modern yang
berasal dari negara-negara Barat seperti Amerika, Inggris, dan Swiss.

Kurikulum Pembelajaran Bahasa Arab


Kurikulum secara etimologi berarti rencana pembelajaran yang dilaksanakan untuk
mencapai tujuan pembelajaran. Sementara itu, Rusydy Tu'aimah memaknai kurikulum
dalam konteks pembelajaran bahasa Arab sebagai suatu sistem yang dirancang untuk
membekali siswa bahasa Arab dengan pengalaman belajar kognitif, afektif, dan
psikomotor agar mereka mampu berkomunikasi dalam bahasa Arab. 10 Rusydy
Tu'aimah mengutip Tyler dan menjelaskan empat unsur kurikulum yang harus
diperhatikan guru, yaitu:11
1. Tujuan Pembelajaran
Ada pepatah: Jika Anda tidak berusaha, Anda tidak akan mencapai apa pun, jika
Anda tidak membidik apa pun, Anda tidak akan mencapai apa pun. Jadi tujuan
pembelajaran itu seperti rencana induk yang kita buat yang menentukan bahan
baku apa yang kita butuhkan. Beginilah cara kami membangunnya. Tujuan
pembelajaran menentukan bahan dan metode yang digunakan dalam proses belajar
mengajar. Ini juga merupakan ukuran keberhasilan pembelajaran. Apabila suatu
lembaga pendidikan yang mengajarkan bahasa Arab ingin mengajarkan kepada
siswanya kemampuan membaca Kitab Kuning, maka materinya akan
menitikberatkan pada literasi dengan menggunakan metode membaca dan metode
kaidah terjemahan. Apabila setelah selesai belajar siswa dapat membaca Kitab
Kuning, maka proses belajar mengajar di lembaga pendidikan tersebut dianggap
berhasil.
Rusdy Tu'aimah mendefinisikan beberapa tujuan belajar bahasa Arab bagi orang
non-Arab sebagai berikut: Siswa dapat berkomunikasi dalam bahasa Arab hampir
atau seperti penutur asli bahasa Arab, untuk meningkatkan kemampuan berbahasa
siswa, yaitu: menyimak, berbicara, membaca dan menulis. serta mengetahui

10
Rusdy Tu’aimah, Al Marjak Fi Ta’limil Lughoh Al Arabiyah Linnaatiqiin Bi Lughotin Ukhro, Juz 1
(Saudi: Jami’ah Ummul Qura, n.d.). hlm, 125.
11
Rusdy Tu’aimah, Taklimu Al Arabiyah Li Ghoiri An Natiq Biha: Manaahijuhu Wa Asalibuhu, n.d.
hlm, 49.

Ihtimam: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab - Volume 6, Nomor 1, Juni 2023 38


Desi Rahmania Zulfa, Itmamu Dania, Maksudin, Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Pendekatan
Psikolinguistik Implikasi Dan Implementasinya

kekhasan bahasa Arab dari segi fonologis, leksikologis dan sintaksis yaitu dengan
mengetahui budaya Arab, kekhasan dan lingkungan Arab.
2. Materi Pembelajaran
Materi pembelajaran merupakan kumpulan pengalaman belajar, pengetahuan dan
keterampilan yang ingin diajarkan kepada siswa untuk dikuasai. Beberapa ahli
menyarankan kriteria atau aspek berikut untuk dipertimbangkan ketika memilih
bahan pembelajaran bahasa Arab:
a. Validitas
Materi pembelajaran bahasa Arab harus sesuai dengan realitas keseharian siswa
dan juga memenuhi syarat akademik.
b. Signifikansi
Materi dianggap penting ketika ada urgensi dalam kehidupan siswa, seperti
Pengetahuan, nilai-nilai dalam masyarakat, keterampilan yang memiliki
kepentingan dan urgensi untuk menjadikan mereka orang yang berguna bagi agama
dan bangsa.
c. Kecenderungan pelajar
Dengan memilih materi pembelajaran sesuai dengan kesukaan siswa misalnya, guru
dapat memilih beberapa topik pembelajaran bahasa Arab sesuai dengan hobi siswa
dengan tetap memperhatikan tujuan pembelajaran.
d. Keterampilan yang dipelajari
Materi pembelajaran disesuaikan dengan tingkat kemampuan dan usia peserta
didik, serta memperhatikan perbedaan individu dengan tetap menghormati prinsip
pembelajaran bertahap.
e. universalitas
Bahan pembelajaran seharusnya baik jika memuat aspek universalitas bagi siswa,
sehingga dapat digunakan dimana saja dan tidak terbatas pada daerah atau budaya
tertentu.
3. Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran adalah seperangkat teknik yang digunakan untuk memandu
kegiatan pembelajaran menuju tujuan pembelajaran yang diberikan. Metode
pembelajaran bahasa sangat beragam, sehingga guru harus berhati-hati dalam
memilih metode yang digunakan dalam pembelajaran.12 Perlu dicatat bahwa tidak
ada metode yang lebih tepat dan, dalam segala keadaan, paling cocok untuk siswa

12
Mahmud Naqoh Kamil, Thoroiq Tadris Al Lughoh Al Arabiyah Li Ghoiri Natiqiin Bihaa (Kairo:
Munaddzomah Islamiyah Li Tarbiyah Wa Al Ulum, 2003). Hlm, 69.

Ihtimam: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab - Volume 6, Nomor 1, Juni 2023 39


Desi Rahmania Zulfa, Itmamu Dania, Maksudin, Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Pendekatan
Psikolinguistik Implikasi Dan Implementasinya

atau masyarakat. Jadi, ketika memilih metode, guru harus mempertimbangkan


beberapa hal antara lain tujuan pembelajaran bahasa Arab, masyarakat atau
lingkungan di mana siswa berada, tingkat siswa dalam belajar bahasa Arab (pemula,
menengah, lanjutan), karakteristik. Siswa dan bahasa ibunya.
Secara umum, metode pembelajaran bahasa Arab dapat dibagi menjadi dua jenis:
Pertama, metode pembelajaran bahasa Arab menitikberatkan pada “bahasa sebagai
budaya pengetahuan”, maka belajar bahasa Arab berarti mempelajari bahasa Arab
secara utuh, baik aspek tata bahasa/sintaks (qawa’id al-nahwi), morfem/morfologi
(qawa’id al-sharf). sastra (adab). Kedua, metode pembelajaran bahasa Arab modern
adalah alat yang berorientasi pada tujuan. Artinya, bahasa Arab dianggap sebagai
alat komunikasi dalam kehidupan modern, sehingga tujuan pembelajarannya
adalah kemampuan menggunakan tuturan aktif atau pasif. Metode pembelajaran
bahasa yang dikenal meliputi:
a. Qowaid dan metode nyata
Sering disebut metode tradisional, metode ini mengasumsikan bahwa pembelajaran
bahasa pada dasarnya adalah tentang mempelajari tata bahasa. Pembelajaran
bahasa dengan metode ini dirancang untuk membekali siswa dengan kemampuan
membaca teks bahasa Arab dan juga membekali siswa dengan disiplin intelektual.
b. Metode langsung
Metode ini bermula sebagai protes terhadap qowaid dan metode sentuhan,
diperkenalkan pada pertengahan abad ke-19 oleh F. Gui (1980-1992). Tujuan
pembelajaran melalui metode ini adalah untuk membekali siswa dengan
kemampuan berbicara. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Arab didasarkan pada
proses pemerolehan bahasa ibu anak.13
c. Metode audio-bahasa
Metode ini lahir pada Perang Dunia Kedua ketika Amerika Serikat membutuhkan
tentara yang berbicara bahasa asing untuk tujuan ekspansinya. Metode ini lebih
menitikberatkan pada keterampilan menyimak dan berbicara, sehingga guru
melakukan latihan revisi secara intensif selama pembelajaran bahasa praktis.
Metode ini juga dikenal sebagai metode "burung beo". Metode ini sesuai dengan
teori persepsi perilaku Pavlov, yang menekankan pengulangan demi pengulangan.
d. Metode silent way

13
Abdul ’Azali Majid, Ta‘Allum Al Lughot Al Khayyah Wa Taklimuha: Baina Nadhariyyah Wa Tadbiq
(Kairo: Maktabah Lubnan, n.d.). hlm, 42.

Ihtimam: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab - Volume 6, Nomor 1, Juni 2023 40


Desi Rahmania Zulfa, Itmamu Dania, Maksudin, Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Pendekatan
Psikolinguistik Implikasi Dan Implementasinya

Metode yang dikembangkan oleh C. Gatteno (1972) memiliki gagasan yang sama
dengan teori kognisi Noam Chomsky bahwa siswa memiliki kemampuan bahasa
asli. Agar pembelajaran sangat bergantung pada siswa itu sendiri, peran guru adalah
sebagai fasilitator yang mengkoreksi, membimbing dan merangsang mereka agar
mengeluarkan bakat mereka. Siswa menerima rangsangan tersebut, yang kemudian
diproses dalam diri mereka sebagai bagian dari diri mereka sendiri. Praktik metode
jalan diam terdiri dari fakta bahwa guru memberikan contoh sesedikit mungkin. Di
sisi lain, ia harus menawarkan pembelajaran sebanyak mungkin kepada siswa.
e. Metode eklektik
Rusdy Thu'aimah mengatakan: “Tidak ada metode pembelajaran bahasa yang
paling baik untuk segala keadaan.” Hal ini didasarkan pada asumsi bahwa setiap
metode memiliki kelebihan dan kekurangan serta berfokus pada keterampilan
tertentu. Dari sinilah lahir metodologi eklektik, yang memberi kebebasan kepada
guru untuk memilih aspek metode yang disesuaikan dengan keadaan siswa, kelas
sosial di mana mereka berada, bahasa ibu mereka, dan tujuan pembelajaran bahasa
mereka. Metode opsional menggabungkan diskusi, membaca, latihan, dan tugas.
Pemilihan metode eklektik banyak bergantung pada kemampuan guru dalam
memilih aspek-aspek metode yang sesuai dengan kondisi pembelajaran. Dari sini
dapat disimpulkan bahwa metode tersebut paling cocok untuk mencapai tujuan
pembelajaran bahasa Arab dalam kondisi pembelajaran tertentu dengan
mempertimbangkan beberapa aspek yang telah disebutkan di atas.
4. Evaluasi Pembelajaran
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa hubungan keempat unsur
kurikulum dalam pembelajaran merupakan hubungan timbal balik. Tujuan
pembelajaran ditentukan sebelum pelaksanaan program pembelajaran, yang
kemudian menentukan pilihan metode dan materi pembelajaran. Meskipun
peringkatnya tidak kalah pentingnya. Unsur ini muhasabah bagi pelaksanaan
program pembelajaran baik saat masih berlangsung maupun setelah pembelajaran
dilaksanakan. Hubungan keempat unsur kurikulum ini dapat digambarkan dalam
skema berikut: Evaluasi Menurut Rusdy Tu'aimah, ada beberapa teknik yang
digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang hasil pembelajaran untuk
mengetahui seberapa sukses pembelajaran tersebut atau telah dilaksanakan. 14
Elemen ini digunakan untuk mengevaluasi tujuan, metode dan bahan.

14
Tu’aimah, Taklimu Al Arabiyah Li Ghoiri An Natiq Biha: Manaahijuhu Wa Asalibuhu. Hlm, 228.

Ihtimam: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab - Volume 6, Nomor 1, Juni 2023 41


Desi Rahmania Zulfa, Itmamu Dania, Maksudin, Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Pendekatan
Psikolinguistik Implikasi Dan Implementasinya

Prinsip-Prinsip Pembelajaran Bahasa Arab


Pembelajaran memiliki tiga unsur, yaitu: Guru, siswa dan materi/bahan ajar. Unsur
pembelajaran yang penting bagi seorang guru bahasa Arab adalah mengetahui
beberapa prinsip pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. 15 Prinsip-
prinsip ini adalah:

1. Prinsip-Prinsip Pendidikan
Pada bagian ini guru harus memahami dan kemudian menguasai praktek-praktek
metode pembelajaran bahasa sehingga dapat memilih dan mengurutkan metode
yang sesuai dengan keadaan siswa. Metode-metode tersebut, seperti yang penulis
jelaskan pada bagian Silabus, yaitu: Metode Qawaid dan taktil, metode langsung,
metode audio-lingual, metode diam, metode eklektik. Karena dia juga harus bisa
menetapkan tujuan, materi dan penilaian.

2. Prinsip-prinsip psikologis
Prinsip ini mengacu pada pengetahuan teori belajar psikologi yang perlu diketahui
guru karena teori psikologi ini merupakan pendekatan atau teori metode
pembelajaran bahasa.16 Prinsip-prinsip psikologis ini adalah:

a. Teori behaviorisme
Belajar menurut teori ini sangat bergantung pada faktor eksternal belajar, seperti
lingkungan, guru, materi atau bahan ajar, metode yang digunakan. Teori ini juga
mendalilkan bahwa teknik tradisional conditioning (operant conditioning), reward
and punishment (hukum tindakan), dan motivasi (reinforcement) adalah teknik
yang harus digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Berikut ini adalah
diagram belajar mengajar menurut teori behaviorisme:

b. Teori kognitivisme
Teori kognitisme dengan tegas menentang konsep teori behaviorisme, yang
menurutnya belajar sangat bergantung pada faktor belajar eksternal dan pikiran
siswa, seperti selembar kertas kosong yang kemudian diwarnai oleh lingkungan.
Menurut teori kognitivisme, belajar tidak hanya terkait dengan psikomotor tetapi

15
Ali Madzkur, Khasaais Al Mu‘Allim Al Asry Wa Adwaaruhu: Al Isroof Alaihi Wa Tadribuhu (Kairo:
Darul Fikri, n.d.). hlm, 31.
16
Abdul Ahmad Mansur Majid, Ilmu Al Lughoh Al Nafsy (Riyadh: Jami‘ah Malik Sa‘ud, 1982). Hlm,
43-46.

Ihtimam: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab - Volume 6, Nomor 1, Juni 2023 42


Desi Rahmania Zulfa, Itmamu Dania, Maksudin, Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Pendekatan
Psikolinguistik Implikasi Dan Implementasinya

juga proses kognitif. Dengan kata lain, jiwa pembelajar memainkan peran lebih
besar dalam belajar daripada faktor eksternal. Pikiran mereka ditentukan oleh
faktor eksternal yang mereka terima atau pahami dan kaitkan pengalaman masa
lalu dengan apa yang mereka terima. Padahal faktor eksternal hanya berperan
sebagai pendorong bakat bawaan ini.

3. Prinsip Prinsip Linguistik :


Prinsip linguistik mempelajari analisis bahasa dan hakikat bahasa. Ada dua teori
utama dalam penelitian ini, yaitu strukturalisme yang merupakan saudara kandung
dari teori belajar perilaku. Kedua, teori transformatif-generatif, yang merupakan
saudara dari teori kognitif.

a. Teori striktiralisme
Teori ini digagas oleh ahli bahasa Swiss Ferdinand de Sausere (1857-1913). Dia
berasumsi bahwa bahasa aslinya adalah bunyi atau kata-kata yang diucapkan oleh
penutur asli bahasa itu. Oleh karena itu, penelitian linguistik harus dimulai dengan
analisis bunyi atau ucapan penutur asli bahasa tersebut, kemudian bentuk huruf
bahasa tersebut, baru kemudian dilanjutkan dengan analisis struktur kalimat
(sintaksis). Berlawanan dengan asumsi di atas, teori ini menganggap bahwa belajar
terjadi melalui pengulangan, penguatan, peniruan, seperti halnya teori
behaviorisme.

b. Teori transformative – Generatif


Teori ini dikembangkan oleh Noam Chomsky pada tahun 1957 ketika menerbitkan
bukunya yang berjudul Language Structure. Teori yang berlawanan dengan teori
strukturalis ini menantang pembelajar bahasa untuk memahami dan menguasai
kaidah-kaidah yang kokoh, struktur bahasa, sehingga mereka dapat menghasilkan
kalimat-kalimat yang belum pernah mereka dengar atau praktikkan sebelumnya.
Karena kreativitas dalam produksi merupakan ciri khas penutur, mereka harus
menguasai aturan bahasa terlebih dahulu.

4. Psikolinguistik dan Pembelajaran Bahasa Arab


Psikolinguistik sangat erat kaitannya dengan pembelajaran bahasa, karena
pembahasan psikolinguistik meliputi pembahasan tentang fenomena belajar dan
belajar bahasa, tetapi juga belajar bahasa yang baik. Demikian pula dengan
pembelajaran bahasa Arab yang meliputi prinsip pedagogik, prinsip psikologi dan
prinsip linguistik, ketiga prinsip tersebut merupakan persilangan antara linguistik

Ihtimam: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab - Volume 6, Nomor 1, Juni 2023 43


Desi Rahmania Zulfa, Itmamu Dania, Maksudin, Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Pendekatan
Psikolinguistik Implikasi Dan Implementasinya

dan pembelajaran bahasa. Di sini penulis memaparkan titik temu psikolinguistik


dengan pembelajaran bahasa Arab berdasarkan prinsip pedagogis, psikologis dan
linguistik.

a. Prinsip Pendidikan
Prinsip ini mengacu pada komponen kurikulum, yaitu: Tujuan, metode, materi dan
penilaian pembelajaran. Dalam menetapkan tujuan pembelajaran, seorang guru
bahasa Arab harus memperhatikan beberapa hal, antara lain: Motivasi,
kemampuan, perbedaan individu, dll. Sementara itu, metode pembelajaran bahasa
harus mengikuti pendekatan atau teori pembelajaran, yaitu behaviorisme atau
kognitivisme. Beberapa metode berdasarkan model perilaku adalah metode
langsung, audio-lingual. Metode kognisi meliputi metode cara diam, aturan
tarjamah. Demikian pula dalam materi pembelajaran bahasa Arab, guru harus
menyesuaikan materi tersebut dengan kecenderungan siswa, makna materi
tersebut bagi siswa.

b. Prinsip psikologis
Dari sudut pandang psikologi yang berprinsip, kita dapat melihat keterkaitan antara
psikolinguistik dan pembelajaran bahasa dari keterkaitan antara metode
pembelajaran bahasa dan teori psikologi pembelajaran. Ada dua teori utama dalam
psikologi belajar, yaitu behaviorisme dan kognitivisme. Teori behavioris berfokus
pada pembelajaran melalui pembiasaan, pengulangan, peniruan, penguatan dan
teknik mempengaruhi, teknik ini sesuai dengan metode langsung yang
memperkenalkan pembelajar pada bahasa target meninggalkan bahasa ibu
pembelajar dan auditori, berfokus pada pembelajaran bahasa melalui peniruan dan
pengulangan. dari pelajaran bahasa. Pada saat yang sama, teori kognitivisme
berfokus pada pembelajaran bahasa dengan teknik yang dapat digunakan untuk
memahami dan memperdalam keterampilan bahasa, bukan efisiensi bahasa, karena
behaviorisme berulang. Konsep ini sejalan dengan Kaidah Metode Tarjamah dan
Metode Jalan Diam.

c. Prinsip linguistic
Dari perspektif prinsip-prinsip bahasa, kita dapat melihat hubungan antara
psikolinguistik dan pembelajaran bahasa dari hubungan antara metode
pembelajaran bahasa dan teori bahasa. Teori bahasa adalah teori yang mempelajari
analisis bahasa, dengan dua benang merah utama, yaitu: Strukturalisme generatif
dan kapasitas transformatif. Strukturalisme memandang asal-usul bahasa sebagai

Ihtimam: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab - Volume 6, Nomor 1, Juni 2023 44


Desi Rahmania Zulfa, Itmamu Dania, Maksudin, Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Pendekatan
Psikolinguistik Implikasi Dan Implementasinya

ekspresi yang dibentuk sepanjang jalan untuk memfasilitasi pembelajaran bahasa.


Jadi pembelajaran bahasa harus diajarkan melalui teknik imitasi, pembiasaan,
pengulangan, seperti sudut pandang perilaku. Pada saat yang sama, sudut pandang
transformatif-generatif memerintah sebagai jembatan yang menghubungkan
pembicara dan pendengar, sehingga keduanya harus diatur oleh keduanya agar
komunikasi menjadi seimbang. Oleh karena itu, teori ini mengklaim bahwa
pembelajaran bahasa harus fokus pada penguasaan kaidah bahasa agar nantinya
mampu berkomunikasi.

KESIMPULAN
Secara garis besar, psikolinguistik adalah ilmu yang mempelajari aktivitas bahasa
manusia dan perolehan, pemahaman, dan penggunaan bahasa. Sementara itu,
pembelajaran bahasa Arab merupakan bidang yang berhubungan dengan teori, metode
dan teknik untuk membekali siswa dengan keterampilan berbahasa (menyimak,
berbicara, membaca, menulis) dalam bahasa sasaran. Psikolinguistik dan pembelajaran
bahasa Arab memiliki bidang studi yang sama, yaitu bahasa. Selain itu, keduanya juga
termasuk dalam linguistik terapan, sehingga memiliki hubungan yang sangat erat. Jadi,
seorang guru tidak hanya harus menguasai prinsip-prinsip pedagogi, tetapi juga harus
memahami prinsip-prinsip psikologi dan linguistik, yaitu ilmu yang mempelajari
psikolinguistik. Dalam kurikulum bahasa lembaga pengajaran, mata kuliah
psikolinguistik dimasukkan dalam kelompok proses belajar mengajar, bukan dalam
kelompok linguistik/linguistik. Hal ini menunjukkan besarnya peran psikolinguistik
dalam pembelajaran bahasa Arab.

DAFTAR PUSTAKA
Aziz, Abdul Bin Ibrahim Asyly. Al Nadzariyaat Al Lughowiyah Wa Al Nafsiyah Wa
Taklimu Al Lughoh Al Arabiyah. Riyadh: Jami‘ah Imam Bin Sa‘ud Al Islamiyah,
1999.
Chaer, Abdul. Psikolinguistik: Kajian Teoretik. Jakarta: Rineka Cipta, 2003.
———. Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta, 2010.
Guntur, Henry Taringan. Psikolinguistik. Bandung: Angkasa, 1986.
Kamil, Mahmud Naqoh. Thoroiq Tadris Al Lughoh Al Arabiyah Li Ghoiri Natiqiin Bihaa.
Kairo: Munaddzomah Islamiyah Li Tarbiyah Wa Al Ulum, 2003.
Madzkur, Ali. Khasaais Al Mu‘Allim Al Asry Wa Adwaaruhu: Al Isroof Alaihi Wa
Tadribuhu. Kairo: Darul Fikri, n.d.
Majid, Abdul ’Azali. Ta‘Allum Al Lughot Al Khayyah Wa Taklimuha: Baina Nadhariyyah
Wa Tadbiq. Kairo: Maktabah Lubnan, n.d.

Ihtimam: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab - Volume 6, Nomor 1, Juni 2023 45


Desi Rahmania Zulfa, Itmamu Dania, Maksudin, Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Pendekatan
Psikolinguistik Implikasi Dan Implementasinya

Majid, Abdul Ahmad Mansur. Ilmu Al Lughoh Al Nafsy. Riyadh: Jami‘ah Malik Sa‘ud,
1982.
Masqon, Dihyatun. Al Lughoh Al Arobiyah: Ta‘allumuhaa Wa Taklimuhaa, n.d.
“Psikolinguistik Dalam Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab_Muh Yusuf_Al-Mi’yar,”
n.d.
Setiadi, Fadlan Masykura. “Pendekatan Psikolinguistik Bahasa Arab Di Indonesia.” Ihya
Al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Arab, 2020.
Tatlana, Cazacu Slama. Introducation To Psycholinguistics. Paris: Mouton, 1973.
Tu’aimah, Rusdy. Al Marjak Fi Ta’limil Lughoh Al Arabiyah Linnaatiqiin Bi Lughotin
Ukhro, Juz 1. Saudi: Jami’ah Ummul Qura, n.d.
———. Taklimu Al Arabiyah Li Ghoiri An Natiq Biha: Manaahijuhu Wa Asalibuhu, n.d.

Ihtimam: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab - Volume 6, Nomor 1, Juni 2023 46

Anda mungkin juga menyukai