0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan31 halaman

Seni Rupa

Modul ajar Seni Rupa Kelas 4 di SDN 1 Pamokolan ini dirancang untuk membantu siswa memahami masalah lingkungan dan menciptakan karya seni dari sampah plastik. Melalui kegiatan membuat komik dan celengan, siswa dilatih untuk berkreasi, berhemat, dan mandiri. Modul ini juga menekankan pentingnya menghargai seni dan budaya serta mengembangkan karakter positif siswa.

Diunggah oleh

milamariska11
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan31 halaman

Seni Rupa

Modul ajar Seni Rupa Kelas 4 di SDN 1 Pamokolan ini dirancang untuk membantu siswa memahami masalah lingkungan dan menciptakan karya seni dari sampah plastik. Melalui kegiatan membuat komik dan celengan, siswa dilatih untuk berkreasi, berhemat, dan mandiri. Modul ini juga menekankan pentingnya menghargai seni dan budaya serta mengembangkan karakter positif siswa.

Diunggah oleh

milamariska11
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SDN 1

Pamokolan
Semester 2
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA
SENI RUPA KELAS 4

INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL

Nama Penyusun : EUIS SUMARNI, [Link].


Instansi : SDN 1 Pamokolan
Tahun Penyusunan : Tahun 2026
Jenjang Sekolah : SD/MI
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase / Kelas : B / 4 (Empat)
Semester : 2 (Genap)
Unit 7 : Komik Sederhana Tentang Sahabat dan
Keluarga Mengalami
Elemen dan Sub-Eleman Capaian : A.1 Mengalami, merasakan, merespon dan bereksperimen
dengan aneka sumber, termasuk karya seni rupa dari
berbagai budaya dan era
A.2 Mengamati, merekam dan mengumpulkan
pengalaman dan informasi seni rupa
Merefleksikan
R.1 Menghargai pengalaman dan pembelajaran artistik
Berdampak
D.1 Memilih, menganalisa, menghasilkan karya untuk
membangun kepribadian dan karakter yang berdampak
pada diri sendiri dan orang lain
Alokasi Waktu : 1 Kali Pertemuan (2 X 35 Menit)

B. KOMPETENSI AWAL
1. Siswa diajak memahami masalah sampah dan lingkungan
2. Siswa dilatih peduli dengan masalah lingkungan dalam bentuk respon yang kreatif
3. Siswa berlatih dilatih membuat desain (merancang) produk dari sampah plasti berdasarkan
prinsip desain yang baik (baca di bagian bawah)
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
 Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia
 Akhlak Beragama: Mensyukuri keindahan alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
 Akhlak Kepada Alam: Memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan alam sekitar.
 Bernalar Kritis
 Memperoleh dan Memproses Informasi dan Gagasan: Menunjukkan rasa ingin tahu dan
dapat bertanya untuk membantu pemahaman dalam seni.
 Berkebinekaan Global
 Komunikasi dan Interaksi antar Budaya: Berkomunikasi dengan budaya yang berbeda dari
dirinya dengan memperhatikan, memahami, menerima keberadaan, dan menghargai keunikan
masing-masing budaya.

D. SARANA DAN PRASARANA


 Sumber Belajar : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi
Republik Indonesia, 2021 Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD
Kelas IV Penulis : Samuel Indratma & Faisal Kamandobat
E. TARGET PESERTA DIDIK
 Peserta didik reguler/tipikal

F. MODEL PEMBELAJARAN
 Model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran
jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), dan Pembelajaran Praktik.
KOMPNEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alur Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa diajak memahami masalah sampah dan lingkungan
2. Siswa dilatih peduli dengan masalah lingkungan dalam bentuk respon yang kreatif
3. Siswa berlatih dilatih membuat desain (merancang) produk dari sampah plasti berdasarkan
prinsip desain yang baik (baca di bagian bawah).

B. PEMAHAMAN BERMAKNA
 Meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami masalah sampah dan lingkungan, dilatih peduli
dengan masalah lingkungan dalam bentuk respon yang kreatif dan dilatih membuat desain
(merancang) produk dari sampah plasti berdasarkan prinsip desain yang baik (baca di bagian
bawah).
C. PERTANYAAN PEMANTIK
 Jelaskan pengertian, jenis, dan bentuk komik ?
D. DESKRIPSI
Dalam menyampaikan materi unit pembelajaran ini, guru dapat memilih model pembelajaran yang
sesuai dengan kondisi sekolah, lingkungan sekitar dan kemampuan siswa. Model pembelajaran berbasis
penemuan (discovery learning) dapat dipilih sebagai alternatif. Model ini menekankan penyatuan
(sintesa) pengetahuan lama dan baru, menempatkan siswa sebagai subjek utama dalam pembelajaran,
menekankan aspek penjelajahan dan kreativitas. Berdasarkan hal tersebut, materi pelajaran ini dapat
ditambah dari banyak sumber, terutama karya komikus Indonesia. Dalam proses berkarya, guru dapat
memberikan pengarahan dan pendampingan serta membuat apresiasi dan evaluasi pada akhir pelajaran.
E. PROSEDUR KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Pokok-Pokok Materi
Komik merupakan karya seni rupa yang menggunakan gambar dan tulisan sebagai dua unsur yang
disatukan. Biasanya, gambar dalam komik berupa para tokoh cerita, sedang tulisannya berupa
bercakapan para tokoh yang ditaruh dalam kolom balon dan latar cerita dalam kolom persegi. Jalan
cerita dalam komik disatukan dari gambar ke gambar hingga bisa menjadi cerita panjang yang
bersambung.
Pengertian komik yang sudah umum tersebut bukan aturan yang harus ditaati sedemikian rupa,
melainkan hanya sebagai acuan untuk membuat komik yang lebih inovatif, segar dan menarik.
Misalnya, komik tanpa kolom percakapan ketika cukup dengan berupa gambar cerita atau gagasan yang
hendak disampaikan dapat dipahami pembaca. Tokoh-tokohnya pun tidak harus berupa manusia tetapi
bisa berupa binatang, pohon, atau percakapan antar sepasang sepatu yang biasa kita kenakan! Bahkan
kita bisa membuat komik berisi pelajaran di sekolah agar lebih menarik dan mudah dipelajari.
Indonesia memiliki banyak komik legendaris dengan cerita dan gaya lukisan yang beragam dan
digemari pembaca. Ceritanya mulai leganda, dongeng, kisah kerajaan, humor dan bahkan orang .
Misalnya, Ganes TH yang terkenal dengan serial Si Buta dari Gua Hantu, Hasmi dengan Gundala Putra
Petir, Jan Mintarga dengan serial Api di Bukit Menoreh, Raden Ahmad (RA) Kosasih dengan serial
Mahabarata dan Ramayana, Tatang S dengan komik humor serial Petruk.
Di masa kini, Indonesia memiliki beberapa komikus yang tak kalah menarik dan disukai para pembaca.
Misalnya serial Benny & Mice, Si Juki dan Garudayana. Seorang seniman Indoesia, Samuel Indratma
(salah satu penulis buku ini) bersama beberapa temannya membuat sanggar komik bernama Apotik
Komik yang ditujukan untuk mengembangkan komik sedemikian rupa, termasuk membuat komik
di dinding-dinding kota Yogyakarta sehingga kota tersebut penuh dengan cerita dalam bentuk gambar
atau umum disebut mural. Selain di kota Yogyakarta, Samuel juga diundang beberapa negara untuk
berpameran dan membuat komik di dinding. Dengan komik, kita bisa keliling dunia gratis.
Sesuai unit pelajaran seni rupa kali ini, kita akan membuat komik pada selembar kertas atau lebih.
Kita bisa membuat cerita yang menarik, imajinatif dan bermakna tentang kehidupan di sekitar kita,
misalnya sahabat, keluarga atau binatang peliharaan. Mereka merupakan merupakan lingkup sosial dan
alam yang paling dekat yang paling awal dalam kehidupan kita.
a. Komik Konvensional
1) Guru menyampaikan materi tentang komik disertai contoh
2) Menyiapkan bahan berupa kertas, pensil, pena, spidol dan pewarna lainnya
3) Membangun ide dan mengembangkan menjadi adegan-adegan cerita
4) Membagi ke dalam beberpa kolom gambar
5) Membuat sketsa
6) Mewarnai agar menarik
7) Mempertegas bagian yang dianggap penting

b. Komik Kolase
Membuat komik bisa juga bisa dilakukan dengan teknik kolase (memotong/menggunting beberapa
foto/gambar figur/objek dari majalah/koran/buku, selanjutnya ditempel pada kertas polos dan dirangkai
dalam sebuah cerita sesuai kemampuan siswa). Siswa juga bisa menambahkan balon kata dari masing-
masing figur foto yang ditempelkan, sebagai ruang percakapan atau aktivitas para tokoh dalam komik
tersebut.

2. Kegiatan Pengajaran di Kelas


Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran ini guru dapat menggunakan model pembelajaran yang
sesuai dengan tujuan pembelajaran dan pengamatan guru terhadap profil siswa dan kondisi disekolah.
Sejalan dengan tujuan dan karakteristik materi pembelajaran maka guru dapat memilih metode atau
model pembelajaran yang tepat.

a. Menjelaskan Pokok-pokok Materi


 Guru mengucapkan salam, menyapa dan mendata kehadiran siswa
 Guru menyampaikan pokok-pokok pembelajaran unit ini kepada siswa di
 awal pelajaran
 Guru menjelaskan pengertian, jenis, dan bentuk komik
b. Merencanakan Tugas-tugas Belajar
 Guru memberikan contoh komik dari pokok-pokok materi unit ini dan sumber-sumber lainnya
 Siswa memperhatikan, membandingkan dan mulai membangun ide dalam bentuk rancangan
tentang bendera hias.
 Guru memberi tugas eksperimen membuat komik sederhana tentang keluarga, sahabat, dan
binatang peliharaan

3. Apresiasi Karya Siswa


 Guru meminta siswa menunjukkan bendera hias ciptaannya
 Guru mengajak siswa melakukan apresiasi berama-sama pada karya-karya siswa yang dihasilkan
 Jika memungkinkan, jadikan ruang kelas sebagai galeri bendera
 Guru mengajak siswa berpendapat tentang karyanya sendiri dan karya teman-temannya
 Dalam melakukan apresiasi harap dikaitkan dengan pokok-pokok pembelajaran

4. Evaluasi
 Guru memberikan arahan bagi siswa yang terlihat kesulitan dan tidak mengerti dalam memahami,
merancang dan membuat bendera
 Guru memandu proses apresiasi dan evaluasi yaitu pemberian umpan balik antar kelompok.

5. Kegiatan Penutup
 Kegiatan diakhiri dengan menyimpulkan secara bersama-sama tentang pembelajaran yang
dilaksanakan.
 Guru mengadakan refleksi dengan mengecek pemahaman siswa terhadap pembelajaran yang
dilaksanakan.
 Siswa diajak menutup pembelajaran dengan berdoa bersama-sama sesuai agama dan kepercayaan
siswa.
 Guru melaksanakan evaluasi proses pembelajaran.
 Guru merencanakan tindak lanjut.
F. REFLEKSI
Untuk mengetahui keberhasilan proses pembelajaran, guru diharapkan melaksanakan refleksi kegiatan
pembelajaran di kelas.
• Apakah siswa dapat mengikuti pelajaran dengan baik?
• Apa saja kesulitan yang dialami selama proses pembelajaran?
• Apa saja langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran?
• Apakah ada siswa yang perlu mendapat perhatian khusus?

G. ASESMEN / PENILAIAN
Asesmen / Penilaian

H. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL


Pengayaan adalah kegiatan pembelajaran yang diberikan pada peserta didik dengan capaian tinggi agar
mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal.

Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk memahami materi atau
pembelajaran mengulang. Saat merancang kegiatan pengayaan, perlu diperhatikan mengenai diferensiasi
contohnya lembar belajar/kegiatan yang berbeda dengan kelas.

LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Nama :
Kelas :
Petunjuk!
Tugas eksperimen membuat komik sederhana tentang keluarga, sahabat, dan binatang peliharaan

Nilai Paraf Orang Tua

B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK


 Buku panduan guru Seni Rupa Kelas 4 Kemendikbud RI Tahun 202621
 Sumber Belajar Lain yang Relevan (buku elektronik, gim, alat peraga, dan lain-lain)

Daftar Pustaka
Daftar Pustaka

Mufid, Muhammad Faisol, Sam Indratma. (2021). Buku Panduan Guru Seni Rupa.
Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Mengetahui Pamokolan,.......................... 2026


Kepala SDN 1 Pamokolan Guru Kelas IV (Empat)

DEDI SETIADI, [Link]., [Link]. EUIS SUMARNI, [Link].


NIP. 19690424 200801 1 008 NIP. 19691004 202221 2 001

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA SENI


RUPA KELAS 4
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL

Nama Penyusun : EUIS SUMARNI, [Link].


Instansi : SDN 1 Pamokolan
Tahun Penyusunan : Tahun 2026
Jenjang Sekolah : SD/MI
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase / Kelas : B / 4 (Empat)
Semester : 2 (Genap)
Unit 8 : Menabung pada Celengan Indah Buatan Sendiri
Mengalami
Elemen dan Sub-Eleman Capaian : A.1 Mengalami, merasakan, merespon dan bereksperimen
dengan aneka sumber, termasuk karya seni rupa dari
berbagai budaya dan era
A.2 Mengamati, merekam dan mengumpulkan pengalaman dan
informasi seni rupa
Merefleksikan
R.1 Menghargai pengalaman dan pembelajaran artistik
Alokasi Waktu : 1 Kali Pertemuan (2 X 35 Menit)
B. KOMPETENSI AWAL
1) Siswa dilatih membuat karya kriya mengandung manfaat langsung (fungsional)
2) Siswa diperkenalkan pada unsur seni rupa (desain/rancangan) pada karya fungsional
3) Siswa dipupuk untuk hidup hemat
4) Siswa dilatih mandiri
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
 Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia
 Akhlak Beragama: Mensyukuri keindahan alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
 Akhlak Kepada Manusia: Menghargai perbedaan dan mengutamakan persamaan dan kemanusiaan
 Kreatif: Menghasilkan karya dan tindakan yang original: Dapat menghubungkan gagasan-gagasan yang
ada dalam merespon dan membuat karya seni, dapat mengaplikasikan ide baru sesuai dengan konteksnya
untuk mengatasi persoalan
 Mandiri
 Regulasi Diri: Percaya diri dalam mengekspresikan ide saya melalui seni, berkarya dengan antusias,
fokus dan dengan bekerja keras, aya mengenali dan menggunakan minat saya sebagai sumber inspirasi
karya seni saya.

D. SARANA DAN PRASARANA


 Sumber Belajar : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia,
2021 Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas IV Penulis : Samuel Indratma &
Faisal Kamandobat
E. TARGET PESERTA DIDIK
 Peserta didik reguler/tipikal
F. MODEL PEMBELAJARAN
 Model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran jarak
jauh luar jaringan (PJJ Luring), dan Pembelajaran Praktik.
KOMPNEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alur Tujuan Pembelajaran :
1) Siswa dilatih membuat karya kriya mengandung manfaat langsung (fungsional)
2) Siswa diperkenalkan pada unsur seni rupa (desain/rancangan) pada karya fungsional
3) Siswa dipupuk untuk hidup hemat
4) Siswa dilatih mandiri
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
 Meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami masalah sampah dan lingkungan, dilatih peduli
dengan masalah lingkungan dalam bentuk respon yang kreatif dan dilatih membuat desain (merancang)
produk dari sampah plasti berdasarkan prinsip desain yang baik (baca di bagian bawah). membuat karya
kriya mengandung manfaat langsung (fungsional), diperkenalkan pada unsur seni rupa
(desain/rancangan) pada karya fungsional, dipupuk untuk hidup hemat dan dilatih mandiri
C. PERTANYAAN PEMANTIK
 Apa Bedanya Menabung di Celengan dan di Bank, ya?
D. DESKRIPSI
Unit pembelajaran ini mengandung topik desain fungsional, yaitu merancang karya kriya berupa celengan
yang mengandung manfaaat secara langsung, yaitu manfaat ekonomi (untuk menabung) dan lingkungan
(jika bahan yang digunakan dari sampah). Berdasarkan hal tersebut, dalam mengajarkan unit pembelajaran
yang digunakan tidak semata menekankan pada karya siswa, melainkan juga pada komitmen mereka dalam
menggunakannya (menabung). Dengan demikian, dalam asesmen/penilaian dan evaluasi karya, guru dapat
menyertakan sikap siswa dalam memanfaatkan karya yang mereka buat.
E. PROSEDUR KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Pokok-Pokok Materi
Celengan merupakan produk seni rupa kriya (kerajinan) yang mengandung unsur desain (rancangan) yang
mengandung fungsi khusus dan langsung, yaitu untuk menabung. Berdasarkan hal itu, pokok-pokok materi
dalam pembuatan karya ini akan memperkenalkan: (1) Pentingnya hidup mandiri hemat dan (2) prinsip-
prinsip desain sebuah karya kriya/kerajinan.
Kita memasuki masa di mana segala kebutuhan tersedia di sekiar kita. Namun, kebutuhan tersebut harus
diperoleh dengan cara membeli. Seseorang harus memiliki uang untuk mencukupi kebutuhannya. Semakin
banyak kebutuhan seseorang, semakin banyak pula uang yang dibutuhkan. Tidak heran jika banyak orang
yang terlilit hutang untuk mencukupi kebutuhannya. Oleh karena itu kita harus hidup seimbang antara uang
(pemasukan) dan kebutuhan kita (pengeluaran).
Menabung di celengan adalah usaha untuk melatih hidup hemat dan mandiri agar uang yang kita miliki
tidak habis untuk memenuhi kebutuhan (terutama yang tidak diperlukan). Dengan hidup hemat, kita bisa
menjalani hidup secara mandiri karena tidak memiliki hutang dan bahkan bisa memiliki modal untuk
membuat usaha sendiri.
Adapun terkait desain, seorang “Bapak Desain” yang masyhur dari Jerman bernama Dieter Rams
memperkenalkan 10 prinsip desain yang amat bermanfaat dalam membuat sebuah produk kriya. Berikut
rinciannya:
1) Inovatif: mengandung kebaruan tertentu sehingga terasa segar dan tidak membosankan
2) Bermanfaat: desain yang baik selalu mengutamakan manfaat/fungsi produk. Aspek lain dari produk
dibuat terutama untuk mendukung manfaat atau fungsinya
3) Estetis: desain yang baik itu indah, artinya terdapat ritme, harmoni dan keselarasan
4) Mudah dipahami: desain yang baik mudah dipahami fungsi dan penggunaannya
5) Jujur: desain yang baik selalu jujur antara bentuk, bahan dan fungsinya, tidak menipu atau mengelabui
konsumen/pengguna
6) Rendah hati: desain yang baik tampil secara rendah hati sesuai manfaat/fungsinya, tidak tampil
berlebihan
7) Awet: desain yang baik bersifat tahan lama, tidak mudah aus dan rusak, sehingga bermanfaat dalam
waktu yang panjang
8) Detail: dalam merancang produk, desain dilakukan secara detail/rinci hingga bagian-bagian terkecil
9) Ramah lingkungan: desain yang baik itu ramah lingkungan, tidak mencemari apalagi merusak alam
10) Sederhana: desain yang baik selalu sederhana dalam segala hal (bentuk produk, pengoperasian dan
manfaatnya Sepuluh prinsip desain di atas bermanfaat untuk membuat bermacam produk
mulai kursi, rak buku, televisi, telepon pintar hingga pesawat terbang. Pada unit kali ini kita akan
menggunakannya untuk membuat desain celengan, sebuah produk kriya sederhana yang memiliki
manfaat/fungsi yang langsung. Sesuai prinsip di atas, celengan bisa dibuat dari kaleng atau kardus berkas
agar hemat dan ramah lingkungan.

Sebagai panduan teknis, langkah-langkah membuat celengan berikut ini dapat dijadikan sebagai acuan:
1) Kumpulkan botol plastik, kaleng bekas atau kubus dan tabung dari kardus bekas
2) Lubangi pada bagian atas
3) Beri warna dasar terang (putih)
4) Buat sketsa dekoratif atau realis sesuai minat siswa
5) Beri warna yang dianggap sesuai
Lebih dari sekedar merancang dan membuat celengan berdasarkan prinsip desain yang benar, topik
pelajaran ini dapat menambahkan aspek lain, yaitu sikap siswa dalam menafaatkan karyanya. Dengan kata
lain, karya ini dapat dilihat daripembuatan dan penggunaannya. Misalnya, sikap siswa untuk menabung
pada celengan buatan mereka dapat menjadi bagian dari asesmen dan evaluasi oleh guru.

2. Kegiatan Pengajaran di Kelas


Topik pembelajaran pada unit ini amat menekankan pembuatan dan penggunaan karya. Oleh karena itu guru
hendaknya menyampaikan secara seimbang kedua hal tersebut. Dalam hal membuat celengan, perhatian
utama terletak pada karya siswa sesuai pokok-pokok materi serta pemanfaatan produknya, yaitu menabung
(sesuai prinsip ekonomi dan jiwa mandiri dalam Pancasila). Berikut tahap-tahap pembelajarannya:

a. Persiapan Pengajaran
• Guru mempelajari pokok-pokok materi
• Guru menambahkan pengetahuan lain di luar pokok-pokok materi
• Guru mengidentifikasi bahan-bahan yang mudah ditemukan untuk membuat celengan (misalnya
kaleng dan kardus bekas)

b. Pengajaran di Kelas
• Guru menyampaikan salam kepada siswa
• Guru menyampaikan topik pembelajaran
• Guru menjelaskan pokok-pokok materi tentang manfaat menabung
• Guru menjelaskan prinsip-prinsip desain untuk membuat celengan
• Guru memberi beberapa contoh celengan yang mudah dibuat

c. Praktik Membuat Celengan


• Guru meminta kepada siswa membuat rancangan celengan
• Siswa diberi waktu yang cukup membuat celengan
• Guru dan siswa mendiskusikan karya yang dihasikan berdasarkan pokok-pokok Materi
d. Menabung pada Celengan
• Guru mengembalikan celengan kepada siswa dan memerintahkan untuk menabung
• Setelah sekian lama (misalnya 1 bulan), guru dan siswa melakukan evaluasi dan refleksi terhadap
tabungan yang dihasilkan
• Asesmen dilakukan berdasarkan kontinuitas siswa menabung, bukan jumlah uang/hasilnya (masuk
dalam indikator Kepribadian Pancasila pada tabel penilaian)
4. Kegiatan Penutup
 Kegiatan diakhiri dengan menyimpulkan secara bersama-sama tentang pembelajaran yang dilaksanakan.
 Guru mengadakan refleksi dengan mengecek pemahaman siswa terhadap pembelajaran yang
dilaksanakan.
 Siswa diajak menutup pembelajaran dengan berdoa bersama-sama sesuai agama dan kepercayaan siswa.

F. REFLEKSI
Untuk mengetahui keberhasilan proses pembelajaran, guru diharapkan melaksanakan refleksi kegiatan
pembelajaran di kelas.
1) Sudahkan siswa memahami penjelasan Anda tentang tesktur?
2) Bagaimana pemahaman siswa tentang tekstur ketika diwujudkan menjadi sebuah karya?
3) Bagaimana karya siswa ketika dikaitkan dengan pokok-pokok materi pembelajaran yang Anda jelaskan?
4) Pengalaman apa saja yang ditemukan dalam bereksperimen dengan tekstur?
5) Apa saja yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran agar hasilnya semakin baik?

G. ASESMEN / PENILAIAN
Asesmen / Penilaian

Skor
Indikator Bobot Jumlah Bobot x Skor
1 2 3 4
Pemahaman terhadap 20
pokok-pokok materi

Pengembangan terhadap 30
pokok-pokok materi

Karya eksperimen 30
Kepribadian Pancasila 20
Total Bobot 100

H. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL


Pengayaan adalah kegiatan pembelajaran yang diberikan pada peserta didik dengan capaian tinggi agar
mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal.

Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk memahami materi atau
pembelajaran mengulang. Saat merancang kegiatan pengayaan, perlu diperhatikan mengenai diferensiasi
contohnya lembar belajar/kegiatan yang berbeda dengan kelas.
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Nama :
Kelas :
Petunjuk!
Membuat celengan bisa dibuat dari kaleng atau kardus berkas.

Nilai Paraf Orang Tua

B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK

 Buku panduan guru Seni Rupa Kelas 4 Kemendikbud RI Tahun 202621


 Sumber Belajar Lain yang Relevan (buku elektronik, gim, alat peraga, dan lain-lain)

Daftar Pustaka
Daftar Pustaka

Mufid, Muhammad Faisol, Sam Indratma. (2021). Buku Panduan Guru Seni Rupa.
Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
MODUL AJAR KURIKULUM
MERDEKA SENI
RUPA KELAS 4
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL

Nama Penyusun : EUIS SUMARNI,[Link].


Instansi : SDN 1 Pamokolan
Tahun Penyusunan : Tahu
Jenjang Sekolah : n
Mata Pelajaran : 2026
Fase / Kelas : SD
Semester : Seni Rupa
Unit 9 : B /4
(Emp
Elemen dan Sub-Eleman Capaian : at) 2
(Gena
p)
Membuat dan Menghias Layang-Layang
Mengalami
A.1 Mengalami, merasakan, merespon dan
bereksperimen dengan aneka sumber, termasuk
Alokasi Waktu : karya seni rupa dari berbagai budaya dan era
A.2 Mengamati, merekam dan mengumpulkan
pengalaman dan informasi seni rupa
Merefleksikan
R.1 Menghargai pengalaman dan pembelajaran artistik
1 Kali Pertemuan (2 X 35 Menit)
B. KOMPETENSI AWAL
1. Siswa dapat memahami desain layang-layang
2. Siswa mengerti unsur sains dalam layang-layang
3. Siswa dapat merancang layang-layang
4. Siswa dapat menggambar/melukis/menghias layang-layang
5. Siswa dapat mengoperasikan layang-layang
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
 Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia
 Akhlak Beragama: Mensyukuri keindahan alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
 Akhlak Kepada Manusia: Menghargai perbedaan dan mengutamakan persamaan dan
kemanusiaan
 Berkebinekaan Global
 Komunikasi dan Interaksi antar Budaya: Berkomunikasi dengan budaya yang berbeda dari
dirinya dengan memperhatikan, memahami, menerima keberadaan, dan menghargai keunikan
masing-masing budaya.
 Mandiri
 Regulasi Diri: Percaya diri dalam mengekspresikan ide saya melalui seni, berkarya dengan
antusias, fokus dan dengan bekerja keras, aya mengenali dan menggunakan minat saya sebagai
sumber inspirasi
karya seni saya.
D. SARANA DAN PRASARANA
 Sumber Belajar : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik
Indonesia, 2021 Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas IV Penulis :
Samuel Indratma &
Faisal Kamandobat
E. TARGET PESERTA DIDIK
 Peserta didik reguler/tipikal
F. MODEL PEMBELAJARAN
 Model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring),
pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), dan Pembelajaran Praktik.
KOMPNEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alur Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa dapat memahami desain layang-layang
2. Siswa mengerti unsur sains dalam layang-layang
3. Siswa dapat merancang layang-layang
4. Siswa dapat menggambar/melukis/menghias layanglayang
5. Siswa dapat mengoperasikan layang-layang
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
 Meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami desain layang-layang, mengerti unsur sains
dalam
layang-layang, merancang layang-layang, menggambar/melukis/menghias layang-
layang dan mengoperasikan layang-layang.
C. PERTANYAAN PEMANTIK
 Apa saja motif yang di gunakan untuk menghias layang-layang?
 Mengapa layang-layang yang diberi hiasan motif lebih menarik?
 Menghias layang-layang dengan garis bidang dan warna merupakan contoh karya seni apa?
 Apa yang dibutuhkan layang-layang agar dapat terbang tinggi?
 Karya seni dekoratif termasuk dalam karya seni apa?
 Apa yang dimaksud dengan bidang dalam layang-layang?
D. DESKRIPSI
Unit pembelajaran ini mengandung topik desain fungsional, yaitu merancang karya kriya berupa
celengan yang mengandung manfaaat secara langsung, yaitu manfaat ekonomi (untuk menabung)
dan lingkungan (jika bahan yang digunakan dari sampah). Berdasarkan hal tersebut, dalam
mengajarkan unit pembelajaran yang digunakan tidak semata menekankan pada karya siswa,
melainkan juga pada komitmen mereka dalam menggunakannya (menabung). Dengan demikian,
dalam asesmen/penilaian dan evaluasi karya, guru dapat
menyertakan sikap siswa dalam memanfaatkan karya yang mereka buat.
E. PROSEDUR KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Pokok-Pokok Materi
Layang-layang merupakan media bermain yang mengandung unsur seni rupa berupa desain (rancang
bangun) dan lukis/gambar. Di samping itu, layang-layang juga mengandung unsur sains-teknologi
berupa aerodinamika. Aerodinamika berasal dari dua kata yaitu aero yang berarti udara dan
dinamika berarti tenaga atau pergerakan. Dengan demikian, membuat layang-layang akan melatih
kita berpikir berdasarkan seni rupa, desain dan sains-teknologi.
Sebagai media bermain yang mengandung unsur seni rupa dan teknologi, layang-layang akan
menjadi kreasi yang menantang dari segi rancangan dan seninya. Khusus terkait unsur seni, layang-
layang bisa dihias dengan lukisan yang menggambarkan cita-cita, harapan atau doa kita. Misalnya,
lukisan berupa bunga yang mekar, petani dengan ladang yang subur, kehidupan di angkasa luar dan
kehidupan manusia di masa depan. Tema lain yang lebih dekat juga bisa dipilih: flora dan fauna,
keluarga, sahabat atau kata-kata mutiara yang bermakna.
Sebagai acuan, tahap-tahap pembuatan layang-layang berikut ini mohon diperhatikan:
1) Siapkan bahan berupa kertas minyak, lem, gunting, pisau, bambu, benang jahit, senar dan cat
(cat air atau poster)
2) Buat pola layang-layang sesuai desain yang direncanakan pada rangka dari batang bambu
3) Potong kertas minyak sesuai ukuran rangka bambu yang sudah dibuat
4) Lukis kertas dengan tema terkait harapan dan cita-citamu
5) Tempelkan kertas minyak sesuai pola yang sudah dibuat, kemudian tekan sudut yang diberi lem
agar menempel dengan erat.
6) Buat variasi pada layang-layang dengan memasang ekor/buntut dari sisa kertas agar terlihat
menarik ketika diterbangkan di udara
7) Pasang benang layangan di bagian tongkat bersilang (tali kama)
8) Layang-layang siap dimainkan
2. Kegiatan Pengajaran di Kelas
a. Persiapan Pengajaran
• Guru mempelajari pokok-pokok materi
• Guru menambahkan pengetahuan lain di luar pokok-pokok materi
• Guru mengidentifikasi bahan-bahan yang mudah ditemukan untuk membuat layang-layang.

b. Pembelajaran di Kelas
• Guru menyampaikan salam kepada siswa
• Guru menyampaikan topik pembelajaran
• Guru menjelaskan pokok-pokok materi tentang bermacam bentuk layang-layang
• Guru menjelaskan prinsip-prinsip desain untuk membuat layang-layang
• Guru menjelaskan dimensi sains-teknologi (aerodinamika) pada layanglayang
• Guru memberi beberapa contoh beberapa layang-layang

c. Praktik Membuat Layang-Layang


• Guru meminta kepada siswa membuat rancangan layang-layang
• Siswa diberi waktu yang cukup membuat layang-layang
• Guru dan siswa mendiskusikan karya yang dihasikan berdasarkan pokok-pokok materi (jika terasa
sulit, bisa melukis layang-layang yang sudah tersedia).

d. Evaluasi
• Guru mengembalikan layang-layang kepada siswa untuk dipamerkan di kelas
• Guru meminta kepada siswa untuk bermain dengan layang-layangnya

3. Kegiatan Penutup
 Kegiatan diakhiri dengan menyimpulkan secara bersama-sama tentang pembelajaran yang dilaksanakan.
 Guru mengadakan refleksi dengan mengecek pemahaman siswa terhadap pembelajaran yang
dilaksanakan.
 Siswa diajak menutup pembelajaran dengan berdoa bersama-sama sesuai agama dan kepercayaan siswa.

F. REFLEKSI
Untuk mengetahui keberhasilan proses pembelajaran, guru diharapkan melaksanakan refleksi kegiatan
pembelajaran di kelas.
1) Sudahkan siswa memahami penjelasan Anda tentang tesktur?
2) Bagaimana pemahaman siswa tentang tekstur ketika diwujudkan menjadi sebuah karya?
3) Bagaimana karya siswa ketika dikaitkan dengan pokok-pokok materi pembelajaran yang Anda jelaskan?
4) Pengalaman apa saja yang ditemukan dalam bereksperimen dengan tekstur?
5) Apa saja yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran agar hasilnya semakin baik?
G. ASESMEN / PENILAIAN
Asesmen / Penilaian

Skor
Indikator Bobot Jumlah Bobot x Skor
1 2 3 4
Pemahaman terhadap 20
pokok-pokok materi
Pengembangan terhadap 30
pokok-pokok materi
Karya eksperimen 30
Kepribadian Pancasila 20
Total Bobot 100

H. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL


Pengayaan adalah kegiatan pembelajaran yang diberikan pada peserta didik dengan capaian tinggi agar
mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal.

Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk memahami materi atau
pembelajaran mengulang. Saat merancang kegiatan pengayaan, perlu diperhatikan mengenai diferensiasi
contohnya lembar belajar/kegiatan yang berbeda dengan kelas.

LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Nama :
Kelas :
Petunjuk!
Buatlah layang-layang.
Sebagai acuan, tahap-tahap pembuatan layang-layang berikut ini mohon diperhatikan:
1) Siapkan bahan berupa kertas minyak, lem, gunting, pisau, bambu, benang jahit, senar dan cat (cat air atau
poster)
2) Buat pola layang-layang sesuai desain yang direncanakan pada rangka dari batang bambu
3) Potong kertas minyak sesuai ukuran rangka bambu yang sudah dibuat
4) Lukis kertas dengan tema terkait harapan dan cita-citamu
5) Tempelkan kertas minyak sesuai pola yang sudah dibuat, kemudian tekan sudut yang diberi lem agar
menempel dengan erat.
6) Buat variasi pada layang-layang dengan memasang ekor/buntut dari sisa kertas agar terlihat menarik
ketika diterbangkan di udara
7) Pasang benang layangan di bagian tongkat bersilang (tali kama)
8) Layang-layang siap dimainkan
Nilai Paraf Orang Tua

B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK


 Buku panduan guru Seni Rupa Kelas 4 Kemendikbud RI Tahun 202621
 Sumber Belajar Lain yang Relevan (buku elektronik, gim, alat peraga, dan lain-lain)

Mengetahui Pamokolan,.......................... 2026


Kepala SDN 1 Pamokolan Guru Kelas IV (Empat)

DEDI SETIADI, [Link]., [Link]. EUIS SUMARNI, [Link].


NIP. 19690424 200801 1 008 NIP. 19691004 202221 2 001
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA SENI
RUPA KELAS 4
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL

Nama Penyusun : EUIS SUMARNI, [Link].


Instansi : SDN 1 Pamokolan
Tahun Penyusunan : Tahun 2026
Jenjang Sekolah : SD/MI
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase / Kelas : B / 4 (Empat)
Semester : 2 (Genap)
Unit 10 : Membuat Shadow Puppet (Wayang) yang Menakjubkan
A.1 Mengalami, merasakan, merespon dan bereksperimen
Elemen dan Sub-Eleman Capaian : dengan aneka sumber, termasuk karya seni rupa dari
berbagai budaya dan era
A.2 Mengamati, merekam dan mengumpulkan pengalaman
dan informasi seni rupa
Merefleksikan
R.1 Menghargai pengalaman dan pembelajaran artistik
Berdampak
D.1 Memilih, menganalisa, menghasilkan karya untuk
membangun kepribadian dan karakter yang berdampak
pada diri sendiri dan orang lain
Alokasi Waktu : 2 Kali Pertemuan (4 X 35 Menit)
B. KOMPETENSI AWAL
1. Siswa dapat memahami bentuk dan fungsi dasar/sederhana wayang
2. Siswa dapat mengidentifikasi hubungan wayang dengan seni rupa dan seni dan tradisi
3. Siswa dapat membuat tokoh wayang versinya sendiri
4. Siswa dapat menjelaskan wayangnya dan memainkannya secara mandiri atau berkelompok
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
 Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia
 Akhlak Beragama: Mensyukuri keindahan alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
 Akhlak Kepada Alam: Memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan alam sekitar.
 Bergotong-Royong
 Kolaborasi: Bekerja sama dan berkomunikasi untuk mencapai tujuan bersama, membantu teman
sekelas.
 Bernalar Kritis
 Memperoleh dan Memproses Informasi dan Gagasan: Menunjukkan rasa ingin tahu dan dapat
bertanya untuk membantu pemahaman dalam seni.
 Berkebinekaan Global
 Komunikasi dan Interaksi antar Budaya: Berkomunikasi dengan budaya yang berbeda dari dirinya
dengan memperhatikan, memahami, menerima keberadaan, dan menghargai keunikan masing-masing
budaya.

D. SARANA DAN PRASARANA


 Sumber Belajar : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia,
2021 Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas IV Penulis : Samuel Indratma &
Faisal Kamandobat
E. TARGET PESERTA DIDIK
 Peserta didik reguler/tipikal
F. MODEL PEMBELAJARAN
 Model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran
jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), dan Pembelajaran Praktik.
KOMPNEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alur Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa dapat memahami bentuk dan fungsi dasar/sederhana wayang
2. Siswa dapat mengidentifikasi hubungan wayang dengan seni rupa dan seni dan tradisi
3. Siswa dapat membuat tokoh wayang versinya sendiri
4. Siswa dapat menjelaskan wayangnya dan memainkannya secara mandiri atau berkelompok

B. PEMAHAMAN BERMAKNA
 Meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami bentuk dan fungsi dasar/sederhana wayang,
mengidentifikasi hubungan wayang dengan seni rupa dan seni dan tradisi, membuat tokoh wayang
versinya sendiri, dan menjelaskan wayangnya dan memainkannya secara mandiri atau berkelompok

C. PERTANYAAN PEMANTIK
 Apa yang dimaksud dengan kesenian wayang kulit?
 Dari manakah asal wayang kulit?
 Apa saja jenis jenis wayang?
D. DESKRIPSI
Unit pembelajaran ini mengandung tentang wayang yang mengandung unsur seni rupa dan pertunjukan.
Berdasarkan hal tersebut, mengajarkan unit pembelajaran menekankan pada aspek pemahaman siswa
terkait seni rupa, seni pertunjukan dan tradisi. Model pembelajaran yang relevan adalah pembelajaran
berbasis proyek discovery learning yang menekankan aspek penjelajahan dalam wawasan dan
eksperimen, menempatkan siswa sebagai subjek utama dalam proses pembelajaran dan kemampuan
mereka dalam menyatukan beberapa unsur pengetahuan dalam wayang
(seni rupa, seni pertunjukan dan tradisi).
Guru dapat membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok pertunjukan yang di dalamnya terdapat
pencerita dan pengiring musik. Pada akhir pelajaran, guru dapat melakukan refleksi, evaluasi dan
penilaian/asesmen terhadap keseluruhan proses pembelajaran.
E. PROSEDUR KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Pokok-Pokok Materi
Shadow adalah bayangan, sedang puppet adalah tokoh/lakon yang dimainkan. Jadi shadow puppet adalah
tokoh cerita yang dimainkan dalam bentuk bayangan. Salah satu contoh shadow puppet yang paling
terkenal adalah wayang.
Shadow puppet atau lebih dikenal dengan wayang merupakan seni pertunjukan yang kaya dengan
unsur seni rupanya, misalnya pada hiasan tokoh cerita, kelir/layar, panggung, tata cahaya dan lain
sebagainya. Oleh karena itu dapat dikatakan jika shadow puppet merupakan seni rupa yang telah menjadi
seni pertunjukan.
Di Indonesia, beragam daerah memiliki kesenian ini, seperti wayang kulit Jawa, wayang golek Sunda,
wayang Beber Bali, dan lain sebagainya. Pada dasarnya, kesenian ini bisa dibuat sesuai kebutuhan
masyarakat tertentu sehingga setiap masyarakat bisa memiliki wayangnya sendiri. Bahkan lebih jauh lagi,
setiap orang bisa membuat wayangnya sendiri.
Sebagai topik pembelajaran seni rupa, kita bisa membuat shadow puppet sendiri dengan tokoh dan
cerita berdasarkan dongeng daerah kita masing-masing.
Bahkan, kita bisa membuat tokoh dan alur ceritanya dari kehidupan kita sehari-hari. Misalnya, kita
membuat tokoh dari keluarga, teman, tetangga dan binatang peliharaan kita.
Beberapa seniman terkemuka Indonesia telah mengangkat wayang menurut versinya sendiri hingga
popular di mancanegara, antara lain Heri Dono, Nasirun, Samuel Indratma, Eko Nugroho, dan banyak lagi
lainnya. Mereka membuat tokoh dan cerita wayang sendiri sehingga menarik masyarakat luas, baik di
dalam maupun luar negeri.

Dalam membuat tokoh dan cerita wayang, kita bisa menggunakan berbagai pengetahuan dan keterampilan
yang telah kita pelajari. Misalnya, pakaian para tokohnya bisa berupa motif dekoratif sesuai daerah kita dan
ceritanya bisa diperoleh dari kisah para legenda daerah kita masing-masing, lingkungan sekitar atau dari
sebuah buku
.

Karya shadow puppet bisa dinikmati dengan beberapa cara. Pertama, bisa dipamerkan di kelas atau
sekolah. Kedua, bisa dimainkan bersama teman-teman (seseorang bisa membuat cerita, lainnya
memainkan tokohnya, selebihnya bisa memainkan alat musik pengiring, tukang sorot lampu, dan sisanya
menjadi penonton.

Langkah-langkah membuat Shadow Puppet


1) Sampaikan materi tentang Shadow puppet
2) Ajak siswa membangun ide karya
3) Siapkan alat berupa pensil, pulpen, spidol, cat air, akrilik atau poster, kertas karton atau kardus,
bambu, kain layar, lampu senter
4) Buat sketsa tokoh pada kertas
5) Potong sesuai garis luarnya
6) Lubangi bagian rongga agar tampil sebagai bayangan
7) Beri warna
8) Buat pegangan dari bambu
Adapun cara memainkannya: Shadow Puppet
1) Bentangkan layar dari kain (bisa juga tanpa layar)
2) Sorot lampu dari arah belakang
3) Mainkan tokohnya sesuai cerita
4) Iringi dengan musik
5) Tonton dari depan atau belakang layar

2. Kegiatan Pengajaran di Kelas


Topik pembelajaran pada unit ini amat menantang karena mengandung unsur eni rupa dan tradisi serta
sastra (cerita, dongeng) dan tradisi. Guru dapat memberi tugas mandiri dalam bentuk membuat wayang
dan berkelompok dalam pementasan/pertunjukannya. Adapun langkah-langkah pembelajarannya adalah
sebagai berikut:

a. Persiapan pengajaran
• Guru mempelajari pokok-pokok materi
• Guru menambahkan pengetahuan lain di luar pokok-pokok materi
• Guru mengidentifikasi cerita-cerita dan seni pertunjukan yang mudah ditemukan di daerah setempat

b. Pengajaran di kelas
• Guru menyampaikan salam kepada siswa
• Guru menyampaikan topik pembelajaran shadow puppet (wayang)
• Guru menjelaskan pokok-pokok materi tentang shadow puppet (wayang)
• Guru menjelaskan cara memainkan shadow puppet (wayang)
• Guru memberi beberapa contoh wayang klasik dan wayang buatan sendiri

Praktik membuat dan memainkan wayang


• Guru meminta siswa membuat rancangan wayang
• Siswa diberi waktu yang cukup membuat wayang
• Guru dan siswa mendiskusikan karya yang dihasikan berdasarkan pokok-pokok materi
• Guru membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok
pertunjukan (selengkapnya lihat pokok-pokok materi)
3. Kegiatan Penutup
 Kegiatan diakhiri dengan menyimpulkan secara bersama-sama tentang pembelajaran yang dilaksanakan.
 Guru mengadakan refleksi dengan mengecek pemahaman siswa terhadap pembelajaran yang
dilaksanakan.
 Siswa diajak menutup pembelajaran dengan berdoa bersama-sama sesuai agama dan kepercayaan siswa.

F. REFLEKSI
Untuk mengetahui keberhasilan proses pembelajaran, guru diharapkan melaksanakan refleksi kegiatan
pembelajaran di kelas.
1) Sudahkan siswa memahami penjelasan Anda tentang tesktur?
2) Bagaimana pemahaman siswa tentang tekstur ketika diwujudkan menjadi sebuah karya?
3) Bagaimana karya siswa ketika dikaitkan dengan pokok-pokok materi pembelajaran yang Anda jelaskan?
4) Pengalaman apa saja yang ditemukan dalam bereksperimen dengan tekstur?
5) Apa saja yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran agar hasilnya semakin baik?

G. ASESMEN / PENILAIAN
Asesmen / Penilaian

Skor
Indikator Bobot Jumlah Bobot x Skor
1 2 3 4
Pemahaman terhadap 20
pokok-pokok materi
Pengembangan terhadap 30
pokok-pokok materi
Karya eksperimen 30
Kepribadian Pancasila 20
Total Bobot 100

H. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL


Pengayaan
• Siswa dapat menambahkan motif dekoratif pada kostum tokoh wayang
• Siswa dapat menyertakan pelajaran sastra (cerita, dongeng) dalam memainkan wayang
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Nama :
Kelas :
Petunjuk!
Buatlah Shadow Pupet (Wayang).
Langkah-langkah membuat Shadow Puppet
1) Sampaikan materi tentang Shadow puppet
2) Ajak siswa membangun ide karya
3) Siapkan alat berupa pensil, pulpen, spidol, cat air, akrilik atau poster, kertas karton atau kardus, bambu,
kain layar, lampu senter
4) Buat sketsa tokoh pada kertas
5) Potong sesuai garis luarnya
6) Lubangi bagian rongga agar tampil sebagai bayangan
7) Beri warna
8) Buat pegangan dari bambu

Adapun cara memainkannya: Shadow Puppet


1) Bentangkan layar dari kain (bisa juga tanpa layar)
2) Sorot lampu dari arah belakang
3) Mainkan tokohnya sesuai cerita
4) Iringi dengan musik
5) Tonton dari depan atau belakang layar

Nilai Paraf Orang Tua

B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK


 Buku panduan guru Seni Rupa Kelas 4 Kemendikbud RI Tahun 202621
 Sumber Belajar Lain yang Relevan (buku elektronik, gim, alat peraga, dan lain-lain)

Mengetahui Pamokolan,.......................... 2026


Kepala SDN 1 Pamokolan Guru Kelas IV (Empat)

DEDI SETIADI, [Link]., [Link]. EUIS SUMARNI, [Link].


NIP. 19690424 200801 1 008 NIP. 19691004 202221 2 001
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA SENI
RUPA SD KELAS 4
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Nama Penyusun : EUIS SUMARNI, [Link].
Instansi : SDN 1 Pamokolan
Tahun Penyusunan : Tahun 2026
Jenjang Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase / Kelas : B / 4 (Empat)
Semester : 2 (Genap)
Unit 11 : Menghias Jadwal Pelajaran Elemen
dan Sub-Eleman Capaian : Mengalami
A.1 Mengalami, merasakan, merespon dan
bereksperimen dengan aneka sumber, termasuk
karya seni rupa dari berbagai budaya dan era
A.2 Mengamati, merekam dan mengumpulkan
pengalaman dan informasi seni rupa
Merefleksikan
R.1 Menghargai pengalaman dan pembelajaran artistik
Berdampak
D.1 Memilih, menganalisa, menghasilkan karya untuk
membangun kepribadian dan karakter yang
berdampak pada diri sendiri dan orang lain
Alokasi Waktu : 1 Kali Pertemuan (2 X 35 Menit)
B. KOMPETENSI AWAL
1. Siswa dapat memahami bentuk dan fungsi dasar/sederhana jadwal pelajaran
2. Siswa dapat merancang jadwal pelajaran hias
3. Siswa dapat membuat jadwal pelajaran hias berdasarkan rancangannya
4. Siswa dapat menjelaskan jadwal hias rancangannya

C. PROFIL PELAJAR PANCASILA


 Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia
 Akhlak Beragama: Mensyukuri keindahan alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
 Akhlak Kepada Alam: Memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan alam sekitar.
 Bernalar Kritis
 Memperoleh dan Memproses Informasi dan Gagasan: Menunjukkan rasa ingin tahu dan dapat
bertanya untuk membantu pemahaman dalam seni.
 Mandiri
 Regulasi Diri: Percaya diri dalam mengekspresikan ide saya melalui seni, berkarya dengan antusias,
fokus dan dengan bekerja keras, saya mengenali dan menggunakan minat saya sebagai sumber
inspirasi karya seni saya.

D. SARANA DAN PRASARANA


 Kelas IV Penulis : Samuel Indratma & Faisal Kamandobat

E. TARGET PESERTA DIDIK

 Peserta didik reguler/tipikal

F. MODEL PEMBELAJARAN

 Model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring),
pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), dan Pembelajaran Praktik.
KOMPNEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alur Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa dapat memahami bentuk dan fungsi dasar/sederhana jadwal pelajaran
2. Siswa dapat merancang jadwal pelajaran hias
3. Siswa dapat membuat jadwal pelajaran hias berdasarkan rancangannya
4. Siswa dapat menjelaskan jadwal hias rancangannya
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
 Meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami bentuk dan fungsi dasar/sederhana
jadwal pelajaran, merancang jadwal pelajaran hias, membuat jadwal pelajaran hias
berdasarkan rancangannya dan menjelaskan jadwal hias rancangannya.
C. PERTANYAAN PEMANTIK
 Jelaskan cara membuat jadwal pelajaran hias ?
D. DESKRIPSI
Unit pembelajaran ini berupa membuat jadwal pelajaran hias. Unsur seni rupanya berupa
komposisi dan ragam hias dekoratif. Model pembelajaran yang relevan adalah discovery
learning yang menekankan aspek penjelajahan dalam wawasan dan eksperimen,
menempatkan siswa sebagai subjek utama dalam proses pembelajaran dan kemampuan
mereka dalam menyatukan beberapa unsur pengetahuan (misalnya komposisi dan ragam hias
dekoratif). Guru dapat memberi tugas mandiri kepada siswa dan pada akhir pelajaran guru
melakukan refleksi, evaluasi dan penilaian/asesmen terhadap keseluruhan proses
pembelajaran.
E. PROSEDUR KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Pokok-Pokok Materi
Jadwal pelajaran adalah sesuatu yang lumrah bagi guru dan siswa. Ia mencatat daftar mata
pelajaran yang dipelajari berdasarkan jam dan hari atau waktunya.
Seorang siswa biasa membuatnya pada selembar kertas untuk kemudian ditempel pada
dinding atau lemari agar mudah mengikuti jadwal pelajaran yang diikuti setiap hari.
Pada unit pembelajaran seni rupa kali ini, kita akan membuat jadwal pelajaran hias
sehingga tampilannya akan berubah dari biasa menjadi luar biasa. Dengan diberi hiasan,
jadwal pelajaran akan memiliki fungsi tambahan; selain sebagai pengingat pelajaran yang
diikuti juga sebagai hiasan yang indah dan mengandung makna tertentu. Dengan demikian
kita akan sering menengok jadwal pelajaran kita, mengingat pelajaran yang diikuti dan
menjadi lebih giat belajar.
Dalam membuat jadwal pelajaran hias guru akan memperkenalkan dua unsur seni rupa
kepada siswa, yaitu komposisi dan ragam hias dekoratif. Komposisi adalah kemampuan
siswa dalam menata objek-objek dalam lukisan agar seimbang, harmonis, memiliki ritme
dan fokus perhatian (central interest). Dengan kata lain, komposisi adalah metode membuat
lukisan enak dan menarik untuk dipandang.
Adapun ragam hias dekoratif hiasan berpola yang dilipatgandakan dan mengandung ritme
serta harmoni. Ada dua macam ragam hias dekoratif, yaitu tradisional berupa flora, fauna
dan manusia. Contohnya adalah batik dan kain tenun adat. Adapun ragam hias geometris
berupa bentuk-bentuk geomteri sederhana yang dilipatgandakan dan diwarnai, misalnya
kelipatan bentuk segitiga, empat atau gambungan dari beberpara bentuk.
Dalam membuat jadwal pelajaran hias, siswa dapat menggunakan kertas karton, pensil
untuk membuat sketsa, pena untuk penegasan garis, cat air untuk mewarnai bidang-
bidangnya. Singkatnya, kendati hasilnya indah dan proses pengerjaannya menyenangkan,
menghias jadwal pelajaran amat mudah dilakukan oleh para siswa.
2. Kegiatan Pengajaran di Kelas
Topik pembelajaran pada unit ini amat menantang karena mengandung unsur seni rupa dan
tradisi serta sastra (cerita, dongeng) dan tradisi. Guru dapat memberi tugas mandiri dalam
bentuk membuat jadwal pelajaran hias. Adapun langkah-langkah pembelajarannya adalah
sebagai berikut:
a. Persiapan Pembelajaran
• Guru mempelajari pokok-pokok materi
• Guru menambahkan pengetahuan lain di luar pokok-pokok materi
• Guru mengidentifikasi unsur-unsur seni rupa (terutama ragam hias dekoratif)
yang berada di lingkungan sekiar
b. Pembelajaran di Kelas
• Guru menyampaikan salam kepada siswa
• Guru menyampaikan topik pembelajaran jadwal pelajaran hias
• Guru menjelaskan pokok-pokok materi tentang jadwal pelajaran hias, komposisi
dan ragam hias dekoratif
• Guru menjelaskan cara membuat jadwal pelajaran hias
• Guru memberi beberapa contoh
c. Pengerjaan Tugas
• Guru meminta siswa membuat rancangan jadwal pelajaran hias
• Siswa diberi waktu yang cukup membuat jadwal peajaran hias
• Guru dan siswa mendiskusikan karya yang dihasikan berdasarkan pokok-pokok materi

3. Kegiatan Penutup
 Kegiatan diakhiri dengan menyimpulkan secara bersama-sama tentang pembelajaran yang
dilaksanakan.
 Guru mengadakan refleksi dengan mengecek pemahaman siswa terhadap pembelajaran
yang dilaksanakan.
 Siswa diajak menutup pembelajaran dengan berdoa bersama-sama sesuai agama dan
kepercayaan siswa.
F. REFLEKSI
Untuk mengetahui keberhasilan proses pembelajaran, guru diharapkan melaksanakan
refleksi kegiatan pembelajaran di kelas.
1) Sudahkan siswa memahami penjelasan Anda tentang tesktur?
2) Bagaimana pemahaman siswa tentang tekstur ketika diwujudkan menjadi sebuah karya?
3) Bagaimana karya siswa ketika dikaitkan dengan pokok-pokok materi pembelajaran yang
Anda jelaskan?
4) Pengalaman apa saja yang ditemukan dalam bereksperimen dengan tekstur?
5) Apa saja yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran agar hasilnya semakin baik?
G. ASESMEN / PENILAIAN
Asesmen / Penilaian
Skor
Indikator Bobot Jumlah Bobot x Skor
1 2 3 4
Pemahaman terhadap 20
pokok-pokok materi
Pengembangan terhadap 30
pokok-pokok materi
Karya eksperimen 30
Kepribadian Pancasila 20
Total Bobot 100

H. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL


Pengayaan
• Siswa dapat menggunakan spidol dan krayon warna
• Siswa dapat membuat bingkai sederhana agar karyanya dapat digantung
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Nama :
Kelas :
Petunjuk!
Tugas mandiri dalam bentuk membuat jadwal pelajaran hias

Nilai Paraf Orang Tua

B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK


 Buku panduan guru Seni Rupa Kelas 4 Kemendikbud RI Tahun 202621
 Sumber Belajar Lain yang Relevan (buku elektronik, gim, alat peraga, dan lain-lain)

C. GLOSARIUM

Komposisi : Penempatan, penyusunan atau aransemen unsur-unsur seni rupa,


dengan mengatur dan mengorganisasikannya menjadi sebuah susunan
yang bagus, teratur, dan serasi. Komposisi dalam seni rupa menjadi
penting agar sebuah karya terlihat bagus dan indah. Prinsip-prinsip
komposisi adalah kesatuan, keseimbangan, gerakan, irama, fokus,
kontras, pola dam proporsi.
Dekoratif floral : seni dekoratif dengan motif dedaunan yang dilipatgandakan
berdasarkan pola tertentu. Misalnya batik.
Dekoratif geomteris : seni dekoratif dengan motif bidang-bidang geometris yang
dilipatgandakan berdasarkan pola tertentu. Misalnya ubin, keramik
atau tegel rumah.
D. DAFTAR PUSTAKA

Efland, Arthur D. (1990) A History of Art Education. Teacher College Press


Arnheim, Rudolf (1974). Art and Visual Perception: A Psychology of the Creative Eye.
University of California Press
Muhirah Dra., [Link]., Nurbaiti [Link]. [Link] (2018) Dasar-dasar Seni dan Desain. Siyah
Kuala University
Cees W. De Jong, Klaus Klemp, Erik Mattie (2017). Ten Principles for Good Design.
Prestel
Abduh, Moch. (PJ). (2019) Panduan Penilaian Tes Tertulis. Pusat Penilaian Pendidikan
Jakarta
Abduh, Moch. (PJ). (2019) Panduan Penilaian Kinerja. Pusat Penilaian Pendidikan
Jakarta [Link]
[Link]
Diunduh tanggal 16 Februari 2021 pukul 09.30
WIB [Link]
Diunduh tanggal 16 Februari 2021 pukul 09.30 WIB
[Link]
Diunduh tanggal 16 Februari 2021 pukul 09.30 WIB
[Link]
Diunduh tanggal 16 Februari 2021 pukul 09.30 WIB
[Link]
Diunduh tanggal 16 Februari 2021 pukul 09.30 WIB
[Link]
Diunduh tanggal 16 Februari 2021 pukul 09.30
WIB
[Link]
Diunduh tanggal 16 Februari 2021 pukul 09.30
WIB
[Link]
Diunduh tanggal 16 Februari 2021 pukul 09.30 WIB

Mengetahui Pamokolan,.......................... 2026


Kepala SDN 1 Pamokolan Guru Kelas IV (Empat)

DEDI SETIADI, [Link]., [Link]. EUIS SUMARNI, [Link].


NIP. 19690424 200801 1 008 NIP. 19691004 202221 2 001
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA SENI
RUPA SD KELAS 4
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Nama Penyusun : EUIS SUMARNI, [Link].
Instansi : SDN 1 Pamokolan
Tahun Penyusunan : Tahun 2026
Jenjang Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase / Kelas : B / 4 (Empat)
Semester : 2 (Genap)
Unit 12 : Kelas Apresiasi : Bertemu Seniman dan
Elemen dan Sub-Eleman Capaian : Pengrajin Setempat
A.1 Mengalami, merasakan, merespon dan
bereksperimen dengan aneka sumber,
termasuk karya seni rupa dari berbagai
budaya dan era
A.2 Mengamati, merekam dan mengumpulkan
pengalaman dan informasi seni rupa
Merefleksikan
R.1 Menghargai pengalaman dan pembelajaran
artistik
Berdampak
D.1 Memilih, menganalisa, menghasilkan karya untuk
membangun kepribadian dan karakter yang
berdampak pada diri sendiri dan orang lain
Alokasi Waktu : 1 Kali Pertemuan (2 X 35 Menit)

B. KOMPETENSI AWAL
1. Siswa dapat mengalami pertemuan dengan seniman atau pengrajin setempat
2. Siswa dapat memahami karya dan penuturan seniman atau pengrajin setempat
3. Siswa dapat mengamati karya dan penuturan seniman atau pengrajin setempat
4. Siswa dapat menuliskan pengalaman, pemahamannya dalam sebuah esai
5. Siswa dapat menjelaskan tulisannya dengan baik
6. Meningkatkan kemampuan apresiasi seni
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
 Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia
 Akhlak Beragama: Mensyukuri keindahan alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
 Akhlak Kepada Alam: Memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan alam sekitar.
 Bernalar Kritis
 Memperoleh dan Memproses Informasi dan Gagasan: Menunjukkan rasa ingin tahu dan
dapat bertanya untuk membantu pemahaman dalam seni.
 Berkebinekaan Global
 Komunikasi dan Interaksi antar Budaya: Berkomunikasi dengan budaya yang berbeda dari
dirinya dengan memperhatikan, memahami, menerima keberadaan, dan menghargai keunikan
masing-masing budaya.

D. SARANA DAN PRASARANA


 Sumber Belajar : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi
 Republik Indonesia, 2021 Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas IV Penulis : Samuel
Indratma & Faisal Kamandobat
E. TARGET PESERTA DIDIK
 Peserta didik reguler/tipikal
F. MODEL PEMBELAJARAN
 Model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring),
pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), dan Pembelajaran Praktik.
KOMPNEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alur Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa dapat mengalami pertemuan dengan seniman atau pengrajin setempat
2. Siswa dapat memahami karya dan penuturan seniman atau pengrajin setempat
3. Siswa dapat mengamati karya dan penuturan seniman atau pengrajin setempat
4. Siswa dapat menuliskan pengalaman, pemahamannya dalam sebuah esai
5. Siswa dapat menjelaskan tulisannya dengan baik
6. Meningkatkan kemampuan apresiasi seni
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
 Meningkatkan kemampuan siswa dalam mengalami pertemuan dengan seniman atau
pengrajin setempat, memahami karya dan penuturan seniman atau pengrajin setempat,
mengamati karya dan penuturan seniman atau pengrajin setempat, menuliskan
pengalaman, pemahamannya dalam sebuah esai, menjelaskan tulisannya dengan baik
dan meningkatkan kemampuan apresiasi seni.
C. PERTANYAAN PEMANTIK
 Jelaskan cara membuat jadwal pelajaran hias ?
D. DESKRIPSI
Unit pembelajaran kali ini adalah bertemu dengan seniman atau pengrajin setempat. Model
pembelajaran yang relevan adalah discovery learning yang menekankan aspek penjelajahan
dalam wawasan dan eksperimen, menempatkan siswa sebagai subjek utama dalam proses
pembelajaran dan kemampuan mereka dalam menyatukan beberapa unsur pengetahuan
(misalnya komposisi dan ragam hias dekoratif). Guru dapat memberi tugas mandiri kepada
siswa dan pada akhir pembelajaran guru melakukan refleksi, evaluasi dan penilaian/asesmen
terhadap keseluruhan proses pembelajaran.
E. PROSEDUR KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Pokok-Pokok Materi
Seni rupa merupakan sebuah ekosistem sosial yang terdiri dari seniman, karya seni dan
publik seni. Ketiganya saling mempengaruhi satu sama lain sedemikian rupa sehingga
membentuk dinamika dalam sejarah seni dan masyarakat. Pada masyarakat yang sudah
maju, seni rupa mendapat apresiasi yang tinggi dengan adanya galeri, gedung pertunjukan,
balai lelang dan museum. Hal tersebut dilakukan mengingat seni rupa juga ikut
mempengeruhi perkembangan bidang-bidang lain dalam kehidupan seperti ekonomi,
arsitektur, bahkan sains dan teknologi.
Apresiasi terhadap karya seni dilakukan dengan berbagai cara. Masyarakat umum
melakukannya dengan menikmati keindahan warna, bentuk dan komposisinya. Bagi
masyarakat yang semakin berkembang, mereka mulai melakuannya secara kritis dengan
memahami pemikiran dan perasaan yang terkandung dalam karya seni. Adapun bagi
masyarakat yang sudah maju, mereka mengapresiasi karya seni dengan cara
mengemabangkan seni itu sendiri atau menggunakannya untuk mendorong inovasi dalam
bidang-bidang yang lain.
Namun, sebelum melangkah jauh, kita perlu terlebih dahulu mengenal karya seni dengan
baik. Caranya adalah dengan mengapresiasi karya-karya seni rupa di sekitar kita baik
tradisonal maupun modern. Jika tidak ada seniman, bisa juga dilakukan terhadap pengrajin
gerabah, penenun kain, anyaman atau yang lainnya. Para siswa dapat mengamati secara
langsung bagaimana seniman mencipta karya-karyanya dan melakukan dialog dengan
seniman untuk mengetahui proses kreatifnya.
Dengan cara tersebut, siswa diharapkan dapat memeperoleh pengetahuan secara langsung
dari seniman atau pengrajin. Guru dapat memberi tugas kepada siswa untuk menuliskan hasil
pengamatan dan dialognya dengan seniman. Tulisan dengan data paling lengkap, penyajian
yang sistematis dan gaya bahasa yang menarik layak mendapat apresiasi yan baik pula.
Dengan menulis, kita melatih siswa mendokumentasikan karya seni di sekitar kita,
mengorganisir pemikiran agar lebih tertata dan melatih mengembangkan pemikiran dan
apresiasi seni.

2. Kegiatan Pengajaran di Kelas


a. Persiapan Pembelajaran
• Guru mempelajari pokok-pokok materi
• Guru menambahkan pengetahuan lain dari sumber lain dengan topik yang sama
• Guru mengidentifikasi seniman dan pengrajin di sekitar sekolah
b. Pembelajaran di Kelas
• Guru menyampaikan salam kepada siswa
• Guru menyampaikan topik pembelajaran apresiasi seni dengan seniman atau
pengrajin setempat
• Guru menjelaskan pokok-pokok materi tentang apresiasi seni dengan seniman
atau pengrajin setempat
• Guru menjelaskan cara menulis secara sederhana dan baik dari proses apresiasi
seni dengan seniman atau pengrajin setempat
• Guru memberi beberapa contoh
c. Pengerjaan Tugas
• Guru mendampingi siswa bertemu seniman atau pengrajin setempat
• Siswa membuat rancangan tulisan
• Siswa menyerahkan tulisan mereka tentang apresiasi seni
• Guru dan siswa mendiskusikan karya yang dihasikan berdasarkan pokok-pokok materi

3. Kegiatan Penutup
 Kegiatan diakhiri dengan menyimpulkan secara bersama-sama tentang pembelajaran yang
dilaksanakan.
 Guru mengadakan refleksi dengan mengecek pemahaman siswa terhadap pembelajaran
yang dilaksanakan.
 Siswa diajak menutup pembelajaran dengan berdoa bersama-sama sesuai agama dan
kepercayaan siswa.

F. REFLEKSI
Untuk mengetahui keberhasilan proses pembelajaran, guru diharapkan melaksanakan
refleksi kegiatan pembelajaran di kelas.
1) Sudahkan siswa memahami penjelasan Anda tentang tesktur?
2) Bagaimana pemahaman siswa tentang tekstur ketika diwujudkan menjadi sebuah karya?
3) Bagaimana karya siswa ketika dikaitkan dengan pokok-pokok materi pembelajaran yang
Anda jelaskan?
4) Pengalaman apa saja yang ditemukan dalam bereksperimen dengan tekstur?
5) Apa saja yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran agar hasilnya semakin baik?
G. ASESMEN / PENILAIAN
Skor
Indikator Bobot Jumlah Bobot x Skor
1 2 3 4
Pemahaman 20
terhadap pokok-
pokok materi
Pengembangan terhadap 30
pokok-pokok materi
Karya eksperimen 30
Kepribadian Pancasila 20
Total Bobot 100
Asesmen / Penilaian

H. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL


Pengayaan
• Siswa dianjurkan menulis dengan tangan
• Siswa diperbolehkan menambahkan hiasan pada tulisannya
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Nama :
Kelas :
Petunjuk!
Tugas kepada siswa untuk menuliskan hasil pengamatan dan dialognya dengan seniman

Nilai Paraf Orang Tua


B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK
 Buku panduan guru Seni Rupa Kelas 4 Kemendikbud RI Tahun 202621
 Sumber Belajar Lain yang Relevan (buku elektronik, gim, alat peraga, dan lain-lain)

C. GLOSARIUM

Komposisi : Penempatan, penyusunan atau aransemen unsur-unsur seni rupa,


dengan mengatur dan mengorganisasikannya menjadi sebuah susunan
yang bagus, teratur, dan serasi. Komposisi dalam seni rupa menjadi
penting agar sebuah karya terlihat bagus dan indah. Prinsip-prinsip
komposisi adalah kesatuan, keseimbangan, gerakan, irama, fokus,
kontras, pola dam proporsi.
Kesatuan : Semua bagian dalam lukisan memiliki nada dan tujuan yang
selaras, saling mendukung satu sama lain, tidak berdiri sendiri atau
terpisah.
Keseimbangan : Keseimbangan terjadi ketika lukisan tidak lebih berat di satu bagian
serta teratur secara simetris dengan efek memberi rasa tenang
sedangkan pengaturan asimetris akan menciptakan perasaan
dinamis. Sebuah lukisan yang tidak seimbang akan menciptakan
kegelisahan.
Gerakan : Lukisan juga memiliki efek gerakan, seperti aliran sungai, burung
dan pesawat terbang, serta hembusan angin.
Irama : komposisi dalam seni rupa dapat memiliki irama, di dalammya
terdapat ritme, pengulangan dan pelipatgandaan atau dari garis,
bentuk atau warna yang sama, sehingga membentuk musik dan
harmoni.
Fokus : Fokus (point of interest/center of interest): Mata pemirsa pada
akhirnya ingin berhenti pada bagian yang dianggap paling penting
atau menarik pada sebuah lukisan. Fokus merupakan pusat
perhatian utama, sedang hal-hal lain hadir mendukung dan
memperkuat keberadaannya
Kontras : Lukisan dengan nilai kontras mampu menampilkan perbedaan
terang dan gelap dengan baik dan terukur, misalnya bagian yang
tertimpa cahaya dan bayangannya.
Pola : Pengulangan garis, bentuk, warna, atau nilai-nilai pada
komposisi dalam seni rupa.
Proporsi : Kepantasan ukuran dan skala objek-objek dalam lukisan,
misalnya tinggi pohon pisang dan manusia, serta burung yang
hinggap.
Perspektif : Dari bahasa Italia, Prospettiva, artinya gambar pandangan. Perspektif
adalah tampilan objek berdasarkan sudut, jarak dan arah mata
memandang. Misalnya, semakin jauh objek maka akan semakin
kecil ukurannya.
Aereal Perspektif : Cara menggambar berdasarkan pada tegas/buramnya garis atau warna.
Menurut penglihatan mata, semua benda yang dekat dengan mata
garis batasnya akan tampak tegas dan benda yang jauh garis batasnya
akan mengerucut dan semakin hilang pada satu titik.
Linear Perspektif : Cara menggambar perspektif yang menggunakan bantuan titik lenyap
atau garis-garis yang memusat ke satu titik.
Dekoratif floral : seni dekoratif dengan motif dedaunan yang dilipatgandakan
berdasarkan pola tertentu. Misalnya batik.
Dekoratif geomteris : seni dekoratif dengan motif bidang-bidang geometris yang
dilipatgandakan berdasarkan pola tertentu. Misalnya ubin, keramik
atau tegel rumah.
D. DAFTAR PUSTAKA

Efland, Arthur D. (1990) A History of Art Education. Teacher College Press


Arnheim, Rudolf (1974). Art and Visual Perception: A Psychology of the Creative Eye.
University of California Press
Muhirah Dra., [Link]., Nurbaiti [Link]. [Link] (2018) Dasar-dasar Seni dan Desain. Siyah
Kuala University
Cees W. De Jong, Klaus Klemp, Erik Mattie (2017). Ten Principles for Good Design.
Prestel
Abduh, Moch. (PJ). (2019) Panduan Penilaian Tes Tertulis. Pusat Penilaian Pendidikan
Jakarta
Abduh, Moch. (PJ). (2019) Panduan Penilaian Kinerja. Pusat Penilaian Pendidikan
Jakarta [Link]
[Link]
Diunduh tanggal 16 Februari 2021 pukul 09.30
WIB [Link]
Diunduh tanggal 16 Februari 2021 pukul 09.30 WIB
[Link]
Diunduh tanggal 16 Februari 2021 pukul 09.30 WIB
[Link]
Diunduh tanggal 16 Februari 2021 pukul 09.30 WIB
[Link]
Diunduh tanggal 16 Februari 2021 pukul 09.30 WIB
[Link]
Diunduh tanggal 16 Februari 2021 pukul 09.30
WIB
[Link]
Diunduh tanggal 16 Februari 2021 pukul 09.30
WIB
[Link]
Diunduh tanggal 16 Februari 2021 pukul 09.30 WIB

Mengetahui Pamokolan,.......................... 2026


Kepala SDN 1 Pamokolan Guru Kelas IV (Empat)

DEDI SETIADI, [Link]., [Link]. EUIS SUMARNI, [Link].


NIP. 19690424 200801 1 008 NIP. 19691004 202221 2 001

Anda mungkin juga menyukai