0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan28 halaman

Bunyi

Makalah ini membahas tentang gelombang bunyi, termasuk karakteristik, laju, dan aplikasinya dalam fisika. Gelombang bunyi adalah gelombang longitudinal yang merambat melalui medium dan memiliki berbagai kategori berdasarkan frekuensinya. Selain itu, makalah ini juga menjelaskan fenomena seperti pemantulan, penyebaran, difraksi, dan efek Doppler yang terkait dengan gelombang bunyi.

Diunggah oleh

kdks3092
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan28 halaman

Bunyi

Makalah ini membahas tentang gelombang bunyi, termasuk karakteristik, laju, dan aplikasinya dalam fisika. Gelombang bunyi adalah gelombang longitudinal yang merambat melalui medium dan memiliki berbagai kategori berdasarkan frekuensinya. Selain itu, makalah ini juga menjelaskan fenomena seperti pemantulan, penyebaran, difraksi, dan efek Doppler yang terkait dengan gelombang bunyi.

Diunggah oleh

kdks3092
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

GELOMBANG BUNYI

Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu


tugas Mata Kuliah : Fisika Dasar 1
Dosen Pembimbing : Prof. Dr. H Chaerul Rochman,[Link]

Disusun Oleh:

Kelompok 10
Diana Fitriwati (1232070017)
Geitsha Kirana Sofa (1232070003)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
2023
KATA PENGANTAR

Puji syukur patut kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat,
penyertaan dan bimbinganNya kami dapat menyelesaikan makalah kami yang berjudul
GELOMBANG BUNYI ini dengan baik.
Makalah ini memuat dan membahas tentang gelombang bunyi beserta dengan laju
gelombang dan aplikasi dari hukum yang terkait dengan gelombang bunyi,
Semoga makalah Gelombang Bunyi ini dapat bermanfaat dan dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya. Terima kasih..

Bandung, 20 September 2023

Tim Penulis
A. Peta Konsep

Fisika Dasar 1 – Gelombang bunyi | 1


B. Materi

Gelombang bunyi merupakan gelombang logitudinal yang terjadi karena energi


membuat (partikel) udara merapat dan merenggang, dengan cara ini pula energi
dirambatkan ke seluruh ruang. Jika partikel udara tidak ada atau anda berada dalam
ruang vakum seperti di luar angkasa, suara anda tidak akan menjalar dan tidak terdengar
rekan astronot lain, maka untuk komunikasi di luar angkasa mereka menggunakan
gelombang radio/EM. Jika anda berbicara maka getaran dari energi getaran dari pita
suara anda diteruskan ke udara dan menyebabkan molekul udara merapat dan
merenggang secara bergantian ke segala arah, membentuk muka gelombang berbentuk
bola.

Namun, kadang karena kesulitan dalam menggambar bentuk gelombang ini, dalam
kebanyakan kasus gelombang suara dilukiskan sebagai gelombang transversal, yang
maksudnya hanya menunjukkan amplitudonya saja. Anda tidak perlu bingung dengan
hal ini.

Berdasarkan pada persamaan umum gelombang terdapat parameter-parameter fisis


yang merepresentasikan karakteristik gelombang, yaitu :
1. Amplitudo (A).
2. Panjang gelombang (λ).
3. Frekuensi (f).
4. Periode (T).
5. Kecepatan gelombang (v).
Amplitudo (A) adalah simpangan terbesar pada titik setimbang. Panjang gelombang
(λ) adalah jarak antara dua puncak gelombang bunyi. Frekuensi (f) adalah banyak
getaran pada gelombang yang melewati titik kesetimbangan dalam waktu satu detik
yang diberi nama satuan Hertz. Periode adalah waktu yang dibutuhkan gelombang untuk
menempuh satu siklus gelombang atau satu panjang gelombang yang sebanding dengan
1/f. Kecepatan gelombang (v) adalah jarak yang dilalui gelombang bunyi pada suatu
medium per satuan waktu. Cepat rambat gelombang yang ditinjau sebagai suatu
gelombang harmonik akan memenuhi persamaan sebagai berikut :
𝑣=𝑓λ

Fisika Dasar 1 – Gelombang bunyi | 2


1. Bunyi

Bunyi (sound) adalah gelombang getaran mekanis dalam udara atau benda padat
yang masih bisa ditangkap oleh telinga normal manusia, denga rentang frekuensi antara
20 – 20.000 Hz. Kepekaan telinga manusia terhadap rentang ini semakin menyempit
sejalan dengan pertambahan umur. Bunyi udara (airborne sound) adalah bunyi yang
merambat lewat udara. Bunyi struktur (structural sound) adalah bunyi yang merambat
melalui struktur bangunan.

Gelombang bunyi merupakan gelombang longitudinal yang terjadi karena perapatan


dan perenggangan dalam medium gas, cair atau padat. Gelombang itu dihasilkan ketika
sebuah benda, seperti garputala atau senar biola, yang digetarkan dan menyebabkan
gangguan kerapatan medium. Gangguan dijalarkan di dalam medium melalui interaksi
molekul-molekulnya. Getaran molekul tersebut berlangsung sepanjang arah penjalaran
gelombang. Seperti dalam kasus gelombang pada tali, hanya gangguan yang dijalarkan;
sementara molekul-molekul itu sendiri hanya bergetar ke belakang dan ke depan di
sekitar posisi kesetimbangan.
Gelombang bunyi dibagi menjadi tiga kategori:

a. Gelombang infrasonik dengan frekuensi < 20 Hz.

b. Gelombang audiosonik dengan frekuensi 20-20.000 Hz.

c. Gelombang ultrasonik dengan frekuensi > 20.000 Hz.

2. Laju Gelombang Bunyi

Laju gelombang bunyi, seperti laju gelombang pada tali, juga bergantung pada sifat

medium. Untuk gelombang bunyi dalam fluida seperti udara atau air, laju v diberikan

oleh

v=
√ B
ρ

Dengan adalah rapat kesetimbangan medium dan B adalah modulus limbak (bulk

modulus). Untuk gelombang bunyi pada suatu batang padat dan panjang, modulus

limbak digantikan oleh modulus Young Y.

Fisika Dasar 1 – Gelombang bunyi | 3


V=
√ Y
ρ

Dengan membandingkan persamaan 1 dan 2 untuk laju gelombang bunyi dengan

persamaan untuk laju gelombang tali, kita dapat melihat bahwa secara umum, laju

gelombang bergantung pada,

a. Elastisitas medium, yaitu tegangan untuk gelombang tali dan modulus limbak atau

modulus Young untuk gelombang bunyi.

b. Sifat inersial medium, yaitu rapat massa linier atau rapat masa volume.

Untuk gelombang bunyi dalam gas seperti udara, modulus limbak berbanding

lurus dengan tekanan, yang dengan sendirinya sebanding denga kerapatan ρ dan

temperature mutlak T. Rasio B/ρ dengan demikian tak bergantung dengan volume

maupun pada tekanan, dan hanya sebanding dengan temperature mutlak T. Untuk

gelombang bunyi dalam gas, persamaan 1 ekivalen dengan

V=
√ γ RT
M

Dalam persamaan ini, T merupakan temperatur mutlak yang diukur dalam kelvin

(K), yang dihubungkan dengan temperatur Celciust c oleh

T =t c + 273

Konstanta R adalah konstanta universal, yang mempunyai nilai

J
R=8,314 .K
mol

Konstanta M adalah massa molar gas (yaitu, massa 1 mol gas), untuk udara bernilai
−3
M =29 ×10 kg/mol

Dan merupakan konstanta yang bergantung pada jenis gas, dan untuk udara

mempunyai nilai 1,4.

Berikut table laju bunyi pada beberapa medium :

Fisika Dasar 1 – Gelombang bunyi | 4


Medium Laju (m/detik)
Gas
Udara (0⁰C) 331
Udara (20⁰C) 343
Helium 965
Hydrogen 1284
Zat cair
Air (0⁰C) 1402
Air (20⁰C) 1482
Air Laut (20⁰C dan 3,5% kadar garam) 1522
Zat padat
Aluminium 6420
Baja 5941
Granit 6000

3. Intensitas Bunyi

Apabila gelombang bunyi melalui suatu medium, maka gelombang bunyi mengadakan

suatu penekanan. Satuan tekanan bunyi adalah mikro bar (0,1 N/ m2 = 1 dyne/cm2 ) (1

mikro bar = 10−6 atmosfer).

Penyimpangan dalam tekanan atmosfer yang disebabkan getaran partikel udara

karena adanya gelombang bunyi yang disebut tekanan bunyi. Telinga tanggap terhadap

jangkauan tekanan bunyi yang sangat lebar, walaupun tekanannya sendiri kecil.

Skala standar yang digunakan untuk mengukur tekanan bunyi dalam akustik fisis

mempunyai jangkauan yang lebar, yang menyebabkan susah digunakan. Tingkat tekanan

bunyi diukur oleh meter tingkat bunyi (sound level meter) yang terdiri dari mikrofon,

penguat dan instrumen keluaran atau (Output) yang mengukur tingkat tekanan bunyi

efektif dalam desibel.

Intensitas suatu gelombang bunyi pada suatu permukaan adalah laju rata-rata energy

(daya rata-rata) persatuan luas yang dipindahkan oleh gelombang melewati atau

kepermukaan.

Fisika Dasar 1 – Gelombang bunyi | 5


energi
waktu daya rata−rata
I= =
luas luas bola

P
I= 2
4πr

4. Gejala Gelombang bunyi

a. Pemantulan Bunyi (refleksi)

Sama halnya dengan gelombang pada umumnya, bila gelombang bunyi sampai

kesuatu permukaan, maka sebagian gelombang bunyi akan dipantulkan dan sebagian

yang lain akan ditransmisikan. Peristiwa ini terjadi ketika suatu bunyi diudara

menumbuk suatu permukaan padat atau cair. Berkas yang terpantul membentuk sudut

dengan garis normal permukaan yang besarnya sama dengan sudut berkas datang,

sebaliknya berkas yang ditransmisikan akan dibelokkan atau menjauh dari garis normal,

bergantung pada apakah laju gelombang dalam medium kedua lebih kecil atau lebih

besar daripada laju gelombang dalam medium datang. Pemantulan bunyi mengikuti

hukum pemantulan yaitu sudut datang sama dengan sudut pantul.

Jumlah energi bunyi yang dipantulkan dari permukaan, bergantung pada permukaan

itu sendiri. Permukaan-permukaan keras seperti dinding, lantai dan langit-langit datar

dapat menjadi pemantul yang baik. Sebaliknya, bahan-bahan yang kurang tegar dan

berpori seperti kain tirai dan taplak perabotan akan menyerap bunyi datang. Makin

keras permukaan makin baik kemampuan memantulkan bunyi yang jatuh padanya.

Refleksi (pemantulan) gelombang bunyi memainkan peran penting dalam

perancangan ruang. Sifat pemantulan bunyi dapat menimbulkan masalah untuk

beberapa hal tertentu. Akan tetapi dapat pula digunakan untuk beberapa keperluan.

Pemantulan bunyi pada dinding dalam ruangan dapat menyebabkan terjadinya gaung

yang menyebabkan bunyi orang yang berbicara tidak jelas. Pada peristiwa pemantulan,

Fisika Dasar 1 – Gelombang bunyi | 6


tiap suku kata yang diucapkan diikuti oleh bunyi pantulan suku kata tersebut. Bunyi asli

dan bunyi pantul berbaur menjadi suatu yang tidak jelas.

b. Penyebaran Bunyi

Bila tekanan bunyi disuatu auditorium sama dan gelombang bunyi dapat merambat

dalam semua arah, maka medan bunyi dikatakan serba sama atau homogen, dengan

perkataan lain, terjadi penyebaran bunyi dalam ruang tersebut. Penyebaran atau difusi

bunyi yang cukup adalah ciri akustik yang diperlukan pada jenis-jenis ruang tertentu,

karena ruang- ruang itu membutuhkan distribusi bunyi yang merata dan menghalangi

terjadinya cacat akustik yang tak diinginkan. Difusi dapat diciptakan dengan beberapa

cara sebagai berikut:

1) Pemakaian permukaan dan elemen penyebar yang tak teratur dalam jumlah yang

banyak sekali, seperti plaster, pier, balok-balok terpanjang, langit-langit yang

terkotak-kotak, pagar balkom yang dipahat, dan dinding-dinding yang bergeriji.

2) Penggunaan lapisan permukaan pemantul bunyi dan penyerap bunyi secara

bergantian.

3) Distribusi lapisan penyerap bunyi yang berbeda secara tak teratur dan acak.

c. Difraksi Bunyi

Bila sebagian gelombang dipenggal oleh suatu penghalang, penjalaran gelombang

menjadi rumit. Penjalaran gelombang sungguh berbeda dengan penjalaran aliran

partikel. Pada gambar 2.2a, anak-anak panah menunjukkan aliran partikel yang

mengenai perintang dengan lubang kecil atau celah. Partikel-partikel yang menembus

lubang ini akan terbatas hanya pada suatu sudut yang kecil. Pada gambar 2.2b, anak

panah menunjukkan berkas-berkas yang menyatakan penjalaran gelombang lingkaran

menuju perintang. Setelah melewati perintang, berkas akan membelok melengkungi

pinggir-pinggir lubang kecil tersebut.

Fisika Dasar 1 – Gelombang bunyi | 7


Pembelokkan berkas ini, yang hingga batas tertentu selalu terjadi ketika sebagian

muka gelombang dibatasi.

d. Efek Doppler

Bayangkanlah situasi ini : anda sedang berkendaraan dan kemudian anda harus

berhenti karena sebuah kereta hendak menyebrang melintasi kendaraan anda. Pada

awalnya mungkin anda tidak bisa melihat kereta api itu, karena jaraknya yang masih

jauh. Namun tentu anda sudah dapat sedikit mendengar bunyinya yang khas. Semakin

lama bunyi itu makin tinggi. Bahkan dengan tanpa melihatpun, dan dengan mendengar

suaranya, anda akan tahu bahwa kereta api itu memang mendekat. Kemudian setelah

melintasi anda, bunyi kereta api itu makin merendah, dan anda yakin bahwa kereta api

itu menjauhi anda.

Saya akan mengajukan sebuah pertanyaan yang mungkin menurut anda konyol :

“Dari mana anda tahu, dengan tanpa melihat, bahwa hanya dengan mendengar suara

kereta semakin meninggi atau merendah, anda menyimpulkan bahwa kereta api itu

mendekat atau menjauh ?” Pertanyaan ini memang terdengar konyol, namun, jawaban

atas pertanyaan inilah (akan kita kenal dengan efek Doppler) yang kemudian menjawab

petanyaan, “Bagaimana alam semesta tercipta ?” Menakjubkan bukan ? Pada awal

tahun 1800-an seorang Fisikawan bernama Christian Johann Doppler, menjawab

pertanyaan “konyol” ini melalui sebuah formulasi :

Fisika Dasar 1 – Gelombang bunyi | 8


V ± Vp
f p= fs
V ± Vs

dengan :

fp = frekuensi suara yang didengar oleh pendengar

fs = adalah frekuensi sebenarnya yang dikeluarkan oleh sumber suara

Vs =kecepatan sumber suara

Vp =kecepatan pendengar

V =kecepatan suara diudara yang nilainya sekitar 340 m/s

dengan : tanda Vs (+) jika sumber menjauhi pendengar dan (-) jika mendekati

pendengar dan Vp bertanda (+) jika mendekati sumber, tapi (-) jika menjauhinya

Doppler mengamati, ternyata frekuensi yang dikeluarkan oleh sumber suara belum

tentu sama dengan frekuensi yang didengar pendengar. Perbedaan ini bergantung pada

arah gerak sumber suara dan pengamat dan kecepatannya.

Bagaimana efek Doppler ini bisa menjelaskan bagaimana alam semesta tercipta

ternyata sederhana. Pada tahun 19 teleskop canggih Hubble mendeteksi bahwa seluruh

galaksi yang diamati di sekitar bima sakti mengalami pergeseran frekuensi ke arah

merah, fenomena ini disebut ”pergeseran merah” atau ”red shift”, anda ingat singkatan

”me-ji-ku-hi-bi-u” ? singkatan ini menunjukan urutan warna berdasarkan frekuensinya.

Jika semua galaksi menuju spektrum warna merah, berarti frekuensi gelombang yang

dipancarkan galaksi mengecil. Dari efek Doppler kita ketahui jika frekuensi mengecil

Fisika Dasar 1 – Gelombang bunyi | 9


maka berarti sumber sedang menjauhi ”pengamat”. Ini berarti seluruh galaksi saling

menjauh satu sama lain. Kesimpulan ini memperkuat teori ”Big Bang”, di mana alam

semesta bermula dari ledakan besar yang kemudian saling menjauh satu sama lain.

e. Refraksi Gelombang

Refraksi (pembiasan) merupakan suatu peristiwa perubahan atau pembelokan arah

rambat gelombang pada batas dua medium yang berbeda kerapatannya.

d. Interferensi Gelombang

Interferensi merupakan suatu peristiwa ketika dua atau lebih gelombang bertemu

dalam satu ruang yang sama kemudian bergabung membentuk pola gelombang baru

atau disebut juga sebagai gelombang penjumlahan atau sebagai penerapan prinsip

superposisi.

e. Gelombang Resonansi

Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda karena pengaruh benda

lain yang bergetar. Syarat terjadinya resonansi adalah frekuensi benda yang bergetar

sama dengan frekuensi benda asalnya.

Rumus resonansi :

1
¿= (2 n−1) λ
4

Keterangan :

In = pajang kolam udara ketika terjadi resonansi

n = resonansi ke – n (n = 1,2,3,…,dst)

λ = panjang gelombang (m)

Manfaat Resonansi Peristiwa resonansi dimanfaatkan untuk berbagai hal, yaitu :

a. Suara dawai gitar terdengar keras karena resonansi pada tabung udara.

Fisika Dasar 1 – Gelombang bunyi | 10


b. Suara kita terdengar nyaring karena saat selaput suara bergetar maka udara

disekitar juga bergetar.

c. Seruling atau alat musik lainnya dilengkapi dengan pipa resonansi.

C. Penerapan Konsep Gelombang Bunyi dalam Kehidupan Sehari-hari


Diantara penerapan konsep gelombang bunyi dalam kehidupan sehari-hari yaitu:
1. Mengukur Kedalaman Air Laut
Cepat rambat bunyi yang ada didalam laut nilainya sudah dapat diketahui.
Pengukuran kedalaman laut dilakukan dengan kapal yang memancarkan bunyi ke
dasar laut. Umumnya di bawah kapal terdapat alat pendeteksi bunyi atau disebut
deterktor. Alatini berfungsi menghasilkan gelombang listrik apabila mendapatkan
pantulan bunyi.
Kedalaman laut dapat dipetakan dengan sangat teliti. Bahkan di setiap wilayah laut
yang berbeda, caranya yaitu dengan mengukur waktu yang dibutuhkan sejak bunyi

dipancarkan oleh detektor hingga ditangkap kembali oleh detektor.

2. Mengetahui Ikan yang Ada di Bawah Laut


Laut yang memiliki kedalaman berbeda tentunya juga memiliki biota yang berbeda
pula. Keberadaan dari ikan-ikan yang ada di bawah laut dapat dideteksi dengan
memanfaatkan gelombang bunyi.
Sebagian gelombang dipantulkan oleh ikan-ikan yang berenang di bawah laut.
Dengan adanya pergerakan ikan yang menghasilkan gelombang, maka kita dapat
mengetahui wilayah mana yang dibawahnya terdapat ikan. Sementara jika tidak
ditemukan gelombang bunyi maka kemungkinan tidak ada ikan di wilayah tersebut.
3. Saat Bernyanyi di Kamar Mandi
Suara nyanyian ketika berada di tempat yang tertutup seperti kamar mandi akan
terdengar lebih keras dan lebih enak.
Sebab pada ruangan yang kecil, bunyi yang datang pada dinding dengan bunyi
yang dipantulkan dari dinding ke telinga hampir bersamaan. Akibatnya bunyi yang
memantul akan memperkuat bunyi aslinya, sehingga suara terdengar lebih keras.
4. Mendeteksi Kerusakan Logam
Gelombang bunyi, khususnya gelombang ultrasonik dapat dimanfaatkan untuk
mendeteksi kerusakan logam pada tanah. Misalnya kerusakan pada pipa air, dan jenis

Fisika Dasar 1 – Gelombang bunyi | 11


logam lainnya. Saat gelombang bunyi menumbuk sebuah logam yang rusak, hasilnya
sebagian gelombang dipantulkan dan sebagian lainnya diteruskan.
Gelombang yang dipantulkan terjadi karena mengenai pembatas dengan massa
jenis berbeda. Lalu gelombang tersebut diterima alat pendeteksi, dengan demikian
logam yang rusak dapat diketahui.
5. Adaptasi Hidup Kelelawar
Tidak hanya manusia, beberapa hewan pun memanfaatkan gelombang bunyi agar
terus bisa hidup. Salah satunya yaitu kelelawar yang memancarkan gelombang bunyi
dan memanfaatkan pemantulan dari gelombang. Keuntungan bagi kelelawar adalah
ketika terbang pada malam hari, ia dapat menghindari dinding penghalang dan juga
mengetahui posisi mangsa.
6. Manfaat di Bidang Kedokteran
Gelombang bunyi juga berguna dalam bidang kedokteran, yaitu gelombang getaran
ultrasonik rendah. Gelombang ini biasa digunakan untuk mendeteksi penyakit
berbahaya yang ada di dalam tubuh. Misalnya pada payudara, jantung, otak, hati,
ginjal, dan lain-lain.
Gelombang ultrasonik juga dimanfaatkan pada wanita hamil untuk mengetahui
perkembangan dari janin. Teknologi ini dinamakan dengan ultrasonografi atau USG.
Gelombang bunyi ultrasonik berenergi tinggi biasanya digunakan pada pisau bedah
yang digunakan untuk pembedahan neurologi dan otologi.
7. Memperlancar Komunikasi
Manfaat gelombang bunyi yang dekat di lingkungan sekitar kita adalah sebagai
sarana memperlancar komunikasi. Biasanya digunakan sebagai pengeras suara yang
dapat didengar penerima.

D. Penelitian yang terkait Gelombang Bunyi


Jurnal 1
Analisis Konsep Gelombang Bunyi pada Alat Musik Angklung Paglak di
Masyarakat Osing Banyuwangi sebagai Rancangan Bahan Ajar
Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keaneragaman budaya dan adat
istiadat. Kebudayaan akan mengalami pergeseran nilai akibat arus globalisasi, sehingga
diperlukan suatu upaya untuk melestarikannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan

Fisika Dasar 1 – Gelombang bunyi | 12


yaitu dengan mengaitkannya dalam pembelajaran. Musik Angklung Paglak yang berasal
dari masyarakat Osing Banyuwangi saat ini sudah jarang dijumpai. Salah satu desa yang
masih melestarikan musik Angklung Paglak yaitu Desa Kemiren. Alat musik angklung
berkaitan dengan konsep fisika gelombang bunyi pada pipa organa tertutup. Tujuan
penelitian ini yaitu untuk mengkaji konsep gelombang bunyi pada alat musik angklung
paglak dan eksistensinya yang nantinya diintegrasikan dalam rancangan bahan ajar. Jenis
penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis isi
(content analysis). Objek penelitian yaitu alat musik Angklung Paglak di Desa Kemiren
Banyuwangi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan
dokumentasi. Data bunyi didapat dari hasil analisis menggunakan software WavePad
Sound Editor yang menunjukkan besar nilai frekuensi dan taraf intensitas bunyi yang
dihasilkan. Semua data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan analisis isi dengan
enam tahapan yaitu Unitizing, Sampling, Recording/Coding, Reducing, Inferring dan
Naratting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik Angklung Paglak dimainkan
dengan dua set angklung. Satu set angklung terdiri dari 15 tabung bambu disusun dari
tabung paling panjang menuju paling pendek dan memiliki ukuran yang berbeda. Tabung
yang berukuran lebih panjang memiliki diameter lebih besar dan sebaliknya. Jenis bambu
yang digunakan yaitu bambu benel yang memiliki kadar air 55% dan kerapatan jenis
bambu 0,99 berarti kadar air yang rendah dan bambu tergolong kuat. Alat pemukul
angklung terbuat dari kayu santan yang memiliki kerapatan sebesar 0.43 berarti tidak
terlalu kuat dan ringan. Analisis bunyi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa besar
frekuensi dipengaruhi oleh panjang tabung kolom udara. Semakin panjang tabung kolom
udara maka frekuensi bunyi yang dihasilkan semakin rendah dan sebaliknya. Taraf
intensitas dapat dipengaruhi oleh jarak sumber bunyi. Semakin jauh jarak pendengar
terhadap sumber bunyi maka nilai taraf intensitas semakin rendah dan sebaliknya. Cepat
rambat bunyi pada alat musik angklung didapat dari perhitungan prinsip pipa organa
tertutup dan hasilnya menunjukkan mendekati besar cepat rambat bunyi di udara. Musik
Angklung Paglak di Desa Kemiren saat ini telah dialihfungsikan pada sektor wisata
sebagai hiburan yang dalam satu bulan bisa sampai lima kali pertunjukan. Hasil analisis
konsep gelombang bunyi dan eksistensi dari musik Angklung Paglak diintegrasikan
dalam rancangan bahan ajar. Rancangan bahan ajar berupa buku yang telah disusun
meliputi bagian sampul, bagian pendahuluan, bagian inti dan bagian penutup.
Kesimpulan yang didapat dari penelitian terkait musik Angklung Paglak yaitu pada
konsep gelombang bunyi menunjukkan besar frekuensi berbanding terbalik dengan
Fisika Dasar 1 – Gelombang bunyi | 13
panjang tabung kolom udara, taraf intensitas bunyi berbanding terbalik dengan jarak
sumber bunyi dan cepat rambat bunyi mendekati cepat rambat di udara. Eksistensi musik
angklung paglak di Desa Kemiren saat ini lebih dialihfungsikan sebagai media hiburan.
Kajian terkait konsep gelombang bunyi dan eksistensi musik Angklung Paglak
diintegrasikan dalam bentuk rancangan bahan ajar cetak berupa buku
1. Pengembangan Media Interaktif Model Tutorial Pada Materi Impuls dan Momentum
Media interaktif model tutorial sangat dibutuhkan untuk meningkatkan efektifitas
pembelajaran materi impuls dan momentum. Tujuan penelitian ini adalah untuk
menghasilkan media interaktif model tutorial materi impuls dan momentum,
mendeskripsikan kemenarikan, kemudahan, dan kemanfaatan, serta keefektifan
produk. Penelitian ini menggunakan metode penelitian research and development atau
penelitian dan pengembangan, dan desain penelitian yang digunakan yaitu
memodifikasi proses pengembangan media instruksional oleh Sadiman, dkk. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan menarik untuk digunakan,
mudah untuk digunakan, sangat bermanfaat dalam pembelajaran dan terbukti efektif
digunakan dalam pembelajaran yang ditunjukkan sebanyak 79 % siswa telah tuntas
KKM.
Kata kunci : Pengembangan, Media Interaktif, Model Tutorial, Impuls dan
Momentum.
Referensi : Riasti, M. F., Suyatna, A., & Wahyudi, I. (2016). Pengembangan media
interaktif model tutorial pada materi impuls dan momentum. Jurnal Pembelajaran
Fisika, 4(1).

2. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Model Discovery Learning Pada


Materi Momentum dan Impuls
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran
dengan model discovery learning pada materi momentum dan impuls. Jenis penelitian
yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research
and Development) dengan model penelitian yang dikembangkan adalah model 4D
yang terdiri dari tahap pendefinisian (Define), perancangan (Design), pengembangan
(Develop), dan penyebaran (Disseminate). Pengembangan dilakukan sampai tahap uji
coba terbatas dengan melakukan uji coba validasi dan penyebaran angket mahasiswa
melalui google form sampai pada tahap pengembangan dan tidak dilakukan
penyebaran. Perangkat yang dikembangkan berupa silabus, RPP, LKPD, instrumen

Fisika Dasar 1 – Gelombang bunyi | 14


tes, dan video pembelajaran, pada materi momentum dan impuls. Hasil penelitian
berdasarkan data yang diperoleh dan hasil dari analisis data menunjukkan bahwa hasil
pengembangan perangkat pembelajaran memiliki nilai cukup valid, hal ini
menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran fisika menggunakan model discovery
learning pada materi momentum dan impuls layak digunakan.
Kata kunci: Model Discovery Learning, Momentum dan Impuls
Referensi: Isni, S. (2021). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Model
Discovery Learning Pada Materi Momentum dan Impuls. (Doctoral dissertation,
Universitas Mataram).

3. Pengembangan Modul Fisika Berbasis Kearifan Lokal Permainan Tradisional


Kalimantan Tengah Pada Materi Momentum dan Impuls
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dan pembahasan yang telah diuraikan,
maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: modul fisika berbasis kearifan lokal
permainan tradisional Kalimantan Tengah yang dikembangkan dapat meningkatkan
hasil belajar siswa dalam pembelajaran fisika materi momentum dan impuls dengan
nilai N-gain sebesar 0,65 masuk dalam kriteria sedang. Berdasarkan hasil penelitian
yang dilakukan, maka saran yang diajukan adalah sebagai berikut: bagi pihak sekolah
dapat mendukung dan memberikan motivasi untuk mengembangkan dan
menggunakan modul fisika berbasis kearifan lokal pada materi lain dengan inovatif
dan kreatif sesuai kebutuhan siswa dan bagi peneliti lain penelitianpengembangan ini
dapat dilakukan dengan materi yang berbeda sehingga didapatkan modul fisika
berbasis kearifan lokal yang beragam
Referensi: Makhmudah, N. L., Subiki, S., & Supeno, S. (2019). Pengembangan Modul
Fisika Berbasis Kearifan Lokal Permainan Tradisional Kalimantan Tengah Pada
Materi Momentum dan Impuls. Jurnal Pembelajaran Fisika, 8(3), 181-186.

Referensi : DANI, F. A. Analisis Konsep Gelombang Bunyi pada Alat Musik Angklung
Paglak di Masyarakat Osing Banyuwangi sebagai Rancangan Bahan Ajar.
Link : [Link]

Jurnal 2

Fisika Dasar 1 – Gelombang bunyi | 15


Pengaruh Konsentrasi Etanol Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Rimpang
Ilalang (Imperata Cylindrica (L) Beauv.) Pada Ekstraksi Menggunakan Gelombang
Ultrasonik
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi etanol yang tepat untuk
mendapatkan konsentrasi etanol tertinggi aktivitas antioksidan ekstrak rimpang rumput
cogon (Imperata cylindrica (Linn.) Beuv.) menggunakan gelombang ultrasonik.
Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap dengan perlakuan
konsentrasi etanol yang terdiri dari enam level : 40, 50, 60,70, 80 dan 90%. Keseluruhan
perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 18 unit percobaan. Data
dianalisis dengan ANOVA, jika perlakuan menunjukkan pengaruh maka berpengaruh
dilanjutkan dengan tes Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan
terbaik adalah menggunakan etanol 70% dengan karakteristik ekstrak : rendemen
14,13%, total fenolik 129,57 mgGAE (Gallic Acid Equivalent)/g ekstrak, total flavonoid
adalah 90,91 mgQE (Quercetin Equivalent)/g ekstrak dan aktivitas antioksidan 56,03%
dengan nilai IC50 0,098mg/ml
Kata kunci : rimpang rumput cogon, konsentrasi etanol, aktivitas antioksidan, gelombang
ultrasonik
Referensi : Suhendra, C. P., Widarta, I. W. R., & Wiadnyani, A. A. I. S. (2019).
Pengaruh konsentrasi etanol terhadap aktivitas antioksidan ekstrak rimpang ilalang
(Imperata cylindrica (L) Beauv.) pada ekstraksi menggunakan gelombang
ultrasonik. Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan, 8(1), 27-35.

Jurnal 3
Karakterisasi Geoteknik Fondasi Kandidat Tapak PLTN dengan Metode Seismik
Refraksi
Pemerintah Indonesia dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 38 Tahun 2018
tentang Rencana Induk Riset Nasional Tahun 2017–2045, menetapkan beberapa bidang
utama yang akan menjadi prioritas penelitian nasional, salah satunya adalah bidang
energi. Dalam tema riset teknologi kelistrikan berbasis energi baru dan terbarukan
rendah/nol karbon terdapat topik riset teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
(PLTN) skala komersial. Pada topik riset tersebut, ditetapkan bahwa dalam jangka waktu
penelitian tahun 2020–2024, dihasilkan purwarupa PLTN. Pada penelitian ini,
karakterisasi geoteknik tapak PLTN dilakukan dengan menggunakan metode seismik
refraksi guna melengkapi data penelitian sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk
Fisika Dasar 1 – Gelombang bunyi | 16
mengetahui profil perlapisan batuan bawah permukaan untuk estimasi pekerjaan terkait
fondasi PLTN. Pemetaan geologi dan akuisisi data geofisika, pengolahan, serta
interpretasi tanah/batuan berdasarkan parameter kecepatan gelombang kompresi (Vp).
Hasil pemetaan geologi menunjukkan adanya 2 satuan batuan beku yaitu diorit kuarsa
dan andesit. Hasil pengolahan dan interpretasi data seismik refraksi menghasilkan model
penampang Vp pada lapisan batuan bawah permukaan. Terdapat 3 lapisan batuan di
lokasi penelitian yaitu lapisan tanah (Vp = 361–715 m/s), lapisan batuan beku lapuk (Vp
= 1.386–2.397 m/s), dan lapisan beku segar (Vp = 3.789–6.133 m/s). Perkiraan densitas
batuan beku segar berdasarkan perhitungan adalah 2,43–2,74 g/cm3 . Hasil pemodelan
dapat menunjukkan kedalaman dan struktur bawah permukaan lapisan batuan beku segar
yang dapat menjadi fondasi bangunan PLTN.
Kata kunci: tapak PLTN, karakterisasi geoteknik, seismik refraksi, fondasi
Referensi : Haryanto, D., Rachael, Y., Kamajati, D., Prasetyo, G. H., Syaeful, H., &
Indrastomo, F. D. (2021). Karakterisasi Geoteknik Fondasi Kandidat Tapak PLTN
dengan Metode Seismik Refraksi. National Nuclear Energy Agency of Indonesia.
Link : [Link]

E. Penerapan Wahyu Memadu Ilmu dalam Konsep Gelombang Bunyi


Dilihat dari realitanya bahwa perkembangan sains dibarengi dengan berbagai
masalah kehidupan baik sosial, agama, lingkungan dan teknologi. Seperti yang
diketahui nilai moral dan norma yang ada hampir tidak terpakai dalam pemanfaatannya
sehingga muncul pernyataan bahwa agama menghalangi kemajuan sains. Sebagaian
orang mengemukakan pendapatnya bahwa sains merupakan ilmu umum yang terpisah
dari agama islam. Ilmu tersebut tidak bersumber dari ajalan islam sendiri sehingga tidak
memberikan pernyataan yang kuat kepada seseorang. Perbedaan sains dan agama
dikatakan tidak ada bedanya oleh sebagaian orang, karena pada dasarnya satu tujuan
yaitu sebagai sarana untuk menuju Tuhan (Muqowim, 2012, p. 361).
Dalam Al-Qur’an surah ke-39 yaitu Az-Zumar ayat ke-68 menjelaskan tentang
peristiwa ditiupnya sangkakala atau kerap disebut dengan terompet oleh malaikat Israfil
pada hari kiamat, yang mana mengisyaratkan bahwasanya terompet sebagai alat
penghasil bunyi. Dijelaskan dalam firman Allah SWT sebagai berikut :

‫َو ُن ِف َخ ِفى ال ُّص ْو ِر َف َص ِع َق َم ْن ِفى ال َّس ٰم ٰو ِت َو َم ْن ِفى ا ْل َا ْر ِض ِا َّلا َم ْن َش ۤا َء ال ّٰل ُه ۗ ُث َّم ُن ِف َخ ِف ْي ِه ُا ْخ ٰرى َف ِا َذا ُه ْم ِق َيا ٌم َّي ْن ُظ ُر ْو َن‬
Fisika Dasar 1 – Gelombang bunyi | 17
Artinya : “Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi
kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi.
Maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).”
Dalam firman Allah SWT dijelaskan juga dalam QS. Al-Mu’minun ayat 101

‫َف ِا َذا ُن ِف َخ ِفى ال ُّص ْو ِر َف َل ٓا َا ْن َسا َب َب ْي َن ُه ْم َي ْو َم ِٕى ٍذ َّوَلا َي َت َس ۤا َء ُل ْو َن‬

Artinya : “Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara
mereka pada hari itu dan tidak ada pula mereka saling bertanya”
Dalam Al-Qur’an terompet berasal dari kata (shur) yang secara bahasa berarti
sangkakala atau terompet yaitu alat yang digunakan untuk memanggil sekelompok
orang (Fadhlilah, 2019). Hakikat sangkakala dibahas oleh ulama yang mana berbeda
pendapat apakah sangkakala itu benar ada wujudnya atau hanya bersifat metaforis saja
(Muqowim, 2012, pp. 265–266).
Menurut sains, terompet dipengaruhi oleh tiupan sehingga menghasilkan bunyi. Hal
ini menunjukkan bahwa keterkaitan islam dan sains sangat berpengaruh seiring
perkembangannya zaman dan merupakan ketetapan Allah. Sebagai ciptaan-Nya, kita
harus mentadabburinya untuk menambah dan memperdalam keilmuan serta keyakinan
kita kepada Allah dengan tidak menyalahi aturanNya.
Pemahaman wujud sangkakala dipahamkan oleh Nabi Muhammad yang dikutip
dalam Hadist riwayat Ibnu Majah Al Bazzar dan Ibnu Mardawaih dari Abi Said Al
Khudry bahwasanya :

‫ان صا حبي الصور بايديهمما قرنان بالخطان النظر متى‬

‫يؤمران‬

Artinya : “Bahwa ditangan kedua peniup sangkakala itu ada dua buah tanduk yang akan
ditiupnya. Mereka berdua selalu mengawasi keadaan sekelilingnya, dan siap menunggu
perintah”.
Sifat-sifat sangkakala serta pengrauh tiupannya memberikan pengetahuan bahwa
sangkakala yang ditiup oleh malaikat Israfil tidak sama dengan sangkakala atau
terompet yang dipakai manusia. Maka dari itu, hal ini menunjukkan bahwa semuanya

Fisika Dasar 1 – Gelombang bunyi | 18


adalah kegaiban Allah, Maha Besar pemilik alam semesta. Fenomena yang terjadi
memberikan pengetahuan kepada kita dan harus ditadabburinya untuk menambah
keilmuan dan meningkatkan kualitas keimanan kita kepada Allah SWT.
Bunyi dalam Al-Qur’an Surah Yasin ayat ke-49
Bunyi dalam teorinya merupakan jenis gelombang yang dapat dirasakan oleh salah
satu indra manusia yaitu indra pendengaran lewat bagian tubuh manusia yang disebut
telinga. Bunyi sendiri dapat dikatakan sebagai getaran yang merambat sebagai
gelombang yang dinamakan akustik, melalui media transmisi. Seperti halnya adalah
pada cairan, gas, atau padat.
Kajian ilmu fisika, membahas bahwa bunyi awal mulanya dihasilkan oleh sumber
bunyi atau dapat dikatakan timbul karena ada benda yang bergetar. Kemudian, benda
yang bergetar akan menggetarkan sebagian molekul-molekul ke udara yang berada di
sekitarnya (Kustaman, 2017).
Perspektif kajian ilmu agama mengenai bunyi, meurut Firman Allah SWT yang
berbunyi : َ

‫َما َي ْن ُظ ُر ْو َن ِا َّلا َص ْي َح ًة َّوا ِح َد ًة َت ْأ ُخ ُذ ُه ْم َو ُه ْم َي ِخ ِّص ُم ْو َن‬

Artinya: “ Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan (bunyi) saja yang akan
membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.” (Q.S. Yasin 36 : 49)
Ayat tersebut mengandung arti kata yang menginterpretasikan makna bunyi, yaitu
pada kata (‫ ( صيحة‬shoihah / teriakan. Artinya, menurut banyak ulama
menginterpretasikan peniupan sangkakala kedua, dimana mengisyaratkan bahwa yang
hidup ketika itu akan langsung binasa bergelimpangan. Makna bunyi dalam sains
memang telah dipelajari dalam ilmu Fisika sejak dahulu, dan juga telah dibuktikan
benar adanya oleh ayat-ayat Al-Qur’an yang membahasnya (Ulinuha, 2018). Menggali
pengetahuan dan mengkaji makna sains dalam Al-Qur’an perlu kita dorong untuk lebih
memahami terkhusus tentang ilmu pengetahuan yang ada disekitar.
Bunyi juga dimanfaatkan di kalangan masyarakat nusantara. Seperti dalam bidang
ilmu kesenian. Dalam Ensiklopedia Indonesia, kesenian yang berkaitan dengan bunyi
adalah seni musik. Seni musik merupakan seni yang menyusun suara atau bunyi.
Cakupan ini tidak hanya seni dalam menyusun bunyi atau sumbang (disonasi) yang
digunakan oleh pengguna industri musik dalam memainkannya, namun hal yang digaris

Fisika Dasar 1 – Gelombang bunyi | 19


bawahi adalah keharmonian dan interaksi antara bunyibunyi yang timbul (Yusof &
Bidin, 2017). Kajian ilmu Islam pun, yang dipetik dari Hadits Nabi Muhammad SAW,
yang dikutip oleh Sidi Gazalba sebagaimana yang dimaksudkan adalah :
“Hendaklah kamu baguskan akan Al-Qur’an dengan suaramu, karena suara yang
bagus menambah kebagusan Al-Qur’an. (H.R. Imamimam Al-Hakim, Al-Darimy dan
Ibnu Nasar dari Al-Bara bin ‘Azib). Bagi Allah sangat mendengar akan orang yang
bagus suaranya dengan Al-Qur’an yang keras bacaannya daripada suara seorang yang
mempunyai biduanita perempuan mendengar nyanyiannya. (H.R. Imam-imam Ibnu
Majah, Ibnu Hibban, Hakim, Baihaqi dari Fadalah bin Abaid)
Hal tersebut mengisyaratkan bahwa, sebagian keharmonian bunyi-bunyi yang ada
merupakan integral dalam kehidupan masyarakat islam. Pokok bahasan ini, dapat dikaji
dengan kehadiran bunyi dalam diri manusia yang tidak dapat atau sukar untuk
dipisahkan oleh manusia, terutama umat Islam (Yunus, 2016).

F. Video dan Resume Perkuliahan


Fisika kelas XI - Bunyi part 1 : Sumber & Alat Bunyi : [Link]

Sound Wave Experiments : [Link]

Gelombang Bunyi Dan Efek Dopple : [Link]

Visualizing Ultrasound with Schlieren Optics : [Link]

Fisika Dasar 1 – Gelombang bunyi | 20


G. Daftar Istilah
Amplitudo : Pengukuran skalar yang nonnegatif dari besar osilasi suatu
gelombang.
Audiosonik : Bunyi yang dapat didengar atau masih dalam jangkauan
pendengaran telinga manusia. Besar frekuensi bunyi audiosonik
adalah 20 Hz sampai 20.000 Hza.
Bunyi : Getaran yang merambat sebagai gelombang akustik, melalui
media transmisi seperti gas, cairan atau padat.
Difraksi : Kecenderungan gelombang yang dipancarkan dari sumber
melewati celah yang terbatas untuk menyebar ketika merambat.
Difusi : Peristiwa mengalirnya atau berpindahnya suatu zat dalam
pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang
berkonsentrasi rendah.
Efek Dopler : Suatu kejadian di mana frekuensi gelombang dari suatu sumber
yang diterima oleh detektor mengalami perubahan akibat
perubahan posisi atau pergerakan relatif detektor terhadap
sumber gelombang atau sebaliknya.
Frekunsi : Ukuran jumlah terjadinya sebuah peristiwa dalam satuan waktu.
Gelombang bunyi : Suatu bentuk gelombang mekanik yang merambat melalui
medium.
Gelombang resonasi : Peristiwa bergetarnya suatu benda karena mendapat pengaruh
dari benda lain yang bergetar dengan frekuensi getar yang sama
Infrasonik : Suara dengan frekuensi terlalu rendah untuk dapat didengar
oleh telinga manusia. Infrasonik berada dalam rentang 17 Hertz
sampai 0,001 Hertz.
Interferensi : Interaksi antar gelombang di dalam suatu daerah. Interferensi
dapat bersifat membangun dan merusak.
Kecepatan gelombang : Perbandingan antara perpindahan satu panjang gelombang dan
periodenya.
Panjang gelombang : Jarak satu gelombang dan diwakili dalam huruf Yunani Lambda
(λ).
Periode : Kurun waktu atau lingkaran waktu (masa).
Refleksi : Kemampuan gelombang bunyi untuk memantulkan bunyi itu
sendiri.
Refraksi : Terjadi jika gelombang bunyi dari suatu medium memasuki
medium lain dengan sudut tertentu.
Ultrasonik : Gelombang bunyi yang mempunyai frekuensi sangat tinggi
yaitu 20.000 Hz.

Fisika Dasar 1 – Gelombang bunyi | 21


H. Soal dan Pembahasan Gelombang Bunyi
1. Berapakah cepat rambat gelombang bunyi dalam batang logam yang terbuat dari
baja jika diketahui modulus young baja adalah 2,0 x 1011 Pa dan massa jenisnya 7,8
x 103 kg /m3 ?
Penyelesaian:
Diketahui:
E = 2,0 x 1011 Pa
ρ = 7,8 x 103 kg /m3
Ditanya: v = .... ?

√ √
11
E 2 , 0× 10
Jawab : v= = =5064 m/ s
ρ 7 , 8 ×10
3

2. Jarak A dan B dari suatu sumber bunyi berturut-turut adalah 2 m dan 6 m. Jika
intensitas bunyi yang diterima oleh A adalah 9 ×10−7 W /m2, tentukanlah besar
intensitas bunyi yang diterima B!
Penyelesaian
Diketahui:
RA = 2 m
RB = 6 m
IA = 9 ×10−7 W /m2
Ditanyakan: IB = ….?
Jawab :

IA
IB
=
( )
RE
RA
²

()
−7
9 ×10 6
= ²
IE 2

( )
−7
9 ×10 36
=
IE 4

Fisika Dasar 1 – Gelombang bunyi | 22


−7
9 ×10 .4=36 I E

−7
36 ×10 =36. I E

I 36 × 10−7 −7 2
E= =1× 10 W /m
36

3. Tentukanlah frekuensi dan periode dari sebuah gelombang bunyi jika panjang
gelombangnya adalah 20 meter dan cepat rambat bunyinya 400 m/s?
Pembahasan:
Diketahui:
v = 400 m/s
λ = 20 m
Ditanyakan:
Frekuensi dan periode…?
Jawaban:
Frekuensi:
v=λxf
v
f=
λ
f = 400 m/s / 20 m = 20 Hz
Periode:
λ
v=
T
λ
T=
V
20 m 1
T= = sekon
400 m/s 20
4. Sebuah garpu tala dengan frekuensi 550 Hz, digetarkan di dekat tabung gelas berisi
air yang tinggi permukaannya dapat diatur. Jika cepat rambat bunyi di udara 330
m/s, resonansi akan terjadi jika jarak permukaan air dari ujung tabung sebesar:
(1) 0,15 (3) 0,45
(2) 0,30 (4) 0,60
Pernyataan yang benar adalah.....
a. (1), (2) dan (3) c. (2) dan (4)
b. (1) dan (3) d. (4) saja
Pembahasan:

Fisika Dasar 1 – Gelombang bunyi | 23


F = 550 Hz, v = 330 m/s
λ = v : f = 330 : 550 = 0,6 m
resonansi terjadi bila: l = ¼ λ, ¾ λ, 5/4 λ,...
l1 = ¼ λ = ¼ (0,6) = 0,15 m
l2 = ¾ λ = ¾ (0,6) = 0,45 m
l3 = 5/4 λ = 5/4 (0,6) = 0,75 m
Jawaban: B
5. Bunyi merupakan jenis gelombang ….
A. Longitudinal
B. Beta
C. Stasioner
D. Alfa
E. Transversal
Jawaban : A
Pembahasan : bunyi termasuk gelombang longitudinal karena partikel – partikel
medium bergerak dengan arah getar yang sejajar dengan arah rambat.
6. Hewan yang mampu mendengar bunyi infrasonik..
a. Lumba-lumba
b. Kelelawar
c. Merpati
d. Orang utan
e. Kucing
Jawaban : C
Pembahasan : merpati bisa mendeteksi suara infrasonik pada frekuensi serendah 0,5
Hz. Alasannya karena merpati memiliki neuron sensitif infrasonik.
7. Peristiwa turut bergetarnya suatu benda akibat benda lain yang bergetar karena
keduanya memiliki frekuensi yang sama disebut..
a. Difraksi
b. Interferensi
c. Refleksi
d. Resonansi
e. Distorsi
Jawaban : D

Fisika Dasar 1 – Gelombang bunyi | 24


Pembahasan : karena pengertian dari resonasi adalah getaran dari salah satu benda
yang menyebabkan benda lain bergetar.
8. Gelombang bunyi termasuk gelombang..
a. Transversal
b. Elektromagnetik
c. Arah rambat tegak lurus arah getar
d. Mekanik
e. Mengalami polarisasi
Jawaban : D
Pembahasan : gelombang bunyi termasuk gelombang mekanik, yaitu memerlukan
medium untuk merambat, seperti zat padat, zat cair, atau gas.
9. Cepat rambat bunyi yang terkecil melalui medium..
a. Padat
b. Cair
c. Gas
d. Tali
e. Es
Jawaban : C
Pembahasan : bunyi merambat paling lambat melalui benda gas, karena
kerapatannya yang paling kecil. Sedangkan cepat rambat bunyi bergantung pada dua
faktor, yaitu kekerasan medium dan suhu.

10. Warna bunyi yang dihasilkan oleh sumber ditentukan


oleh . . .
A. Amplitudo
B. Bentuk gelombang
C. Tinggi nada
D. Frekuensi
E. Jenis sumber bunyi
Pembahasan :
Warna bunyi atau biasa disebut timbre muncul akibat perbedaan
frekuensi. Salah satu contoh warna bunyi adalah nada alat musik.
Jawaban : D

Fisika Dasar 1 – Gelombang bunyi | 25


Daftar Pustaka

Prasasto Satwiko, Fisika Bangunan, Yogyakarta: ANDI, 2009, h. 264. 2 Paul A. Tipler,
Fisika Untuk Sains dan Teknik Edisi Ketiga Jilid 1, (terj.) Prasetio, Jakarta: Erlangga, 1998,
h. 505.
David Halliday, Fisika Dasar Edisi Ketujuh Jilid 1, Jakarta: Erlangga, 2010, h. 481.

Prasasto Satwiko, Fisika Bangunan, Yogyakarta: ANDI, 2009, h. 277-278 15 Gabril, Fisika

Bangunan, Jakarta: Hipokrates, 2001, h. 163. 16 L. Leslie Doelle, Akustik Lingkungan,

(terj.) Lea Prasetia, Surabaya: Erlangga, 1985, h. 18.

David Halliday, Fisika Dasar Edisi Ketujuh Jilid 1, Jakarta: Erlangga, 2010, h. 487.

Fisika Dasar 1 – Gelombang bunyi | 26

Anda mungkin juga menyukai