KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Allah SWT yang atas rahmat dan karunia-Nya, tim penyusunan
dokumen Rencana Reklamasi Tahun (2022 – 2026) PT. Pariama ini dapat terselesaikan.
Sumber daya alam yang meliputi vegetasi, tanah, air dan kekayaan alam yang terkandung di
dalamnya merupakan salah satu modal dasar dalam pembangunan nasional, oleh karena itu
harus dimanfaatkan sebesar- besarnya untuk kepentingan rakyat dan kepentingan
pembangunan nasional dengan memperhatikan kelestariannya.
Kegiatan pertambangan bahan galian nikel, perlu dilaksanakan secara tepat dengan
mengendalikan dampak negatif lingkungan. Upaya tersebut dapat ditempuh dengan cara
merestorasi ekosistem yang rusak atau melakukan reklamasi bekas lahan tambang. Dengan
dilakukannya kegiatan reklamasi diharapkan akan mampu memperbaiki ekosistem yang
rusak sehingga dapat pulih dan dapat pula dimanfaatkan dimasa depan.
Dokumen Rencana Reklamasi 5 (lima) tahunan PT. Pariama yaitu periode tahun
2022 s.d tahun 2026 tidak menjelaskan Program Rencana Reklamasi dan Rencana biaya
Reklamasi karena sejak terbit IUP PT. Pariama belum pernah melakukan bukaan lahan
untuk kegiatan Penambangan dan kegiatan Konstruksi untuk sarana dan prasarana, karena
PT. Pariama belum memiliki Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH), sehingga di
rencanakan tahun 2022 sampai akhir tahun 2023 lebih fokus ke Pengurusan IPPKH, tahun
2024 setelah pengurusan IPPKH sudah selesai direncanakan akan dilakukan kegiatan
eksplorasi lanjutan.
Melalui kesempatan ini kami juga melaporkan bahwa walaupun belum ada bukaan
namun PT. Pariama telah Menyetor Dana Jaminan Reklamasi ke Pemerintah Kabupaten
Konawe Utara sebesar Rp.850.000.000 (Delapan Ratus Lima Puluh Juta Rupiah) pada
tanggal 19 Maret 2012.
Semoga kedepannya keberadaan dokumen ini dapat menjadi rujukan serta referensi
dalam pemecahan permasalahan yang berkaitan dengan aktifitas pertambangan Nikel
terutama untuk PT. Pariama khususnya hal-hal yang menyangkut Rencana Reklamasi
periode tahun 2022 sampai dengan periode tahun 2026.
Saran dan kritik senantiasa kami harapkan demi kesempurnaan laporan ini karena
dalam penyusunan laporan ini tim penyusun tidak mungkin lepas dari kesalahan-kesalahan.
Sarimukti, Januari 2022
Direktur Utama
Kata Pengantar
ii