MODUL AJAR
MENJAUHI PERGAULAN BEBAS DAN PERBUATAN ZINA UNTUK MELINDUNGI
HARKAT DAN MARTABAT MANUSIA
INFORMASI UMUM
I. IDENTITAS MODUL
Nama Penyusun : Rully Syafrizal, [Link].I
Satuan Pendidikan : SMA Muhammadiyah 23
Jakarta Fase / Kelas : E - X (Sepuluh)
Mata Pelajaran : AL Qur'an
Hadits Prediksi Alokasi Waktu : 7 JP
(45 x 7) Tahun Penyusunan: 2024
II. KOMPETENSI AWAL
Guru bisa berkomunikasi dan diskusi dengan guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani,
Olahraga dan Kesehatan dan IPA Biologi, tentang kesehatan reproduksi, anatomi tubuh, resiko
terpapar penyakit menular seksual dan lain-lain. Diskusi dengan guru mata pelajaran lain ini
akan menambah wacana dan pengetahuan guru terhadap pengembangan materi yang akan
disampaikan kepada peserta didik.
III. PROFIL PELAJAR PANCASILA
Profil Pelajar Pancasila yang ingin dicapai adalah beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa dan berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis dan kreatif.
IV. SARANA DAN PRASARANA
Fasilitas pembelajaran yang diperlukan diantaranya LCD Projector, multimedia pembelajaran
interaktif, mushaf al-Qur’an, kitab tajwid, kitab tafsir al-Qur’an, komputer/laptop,printer, alat
pengeras suara, jaringan internet. Sarana dan prasarana ini bisa disesuaikan dengan kondisi di
sekolah masing-masing.
V. TARGET PESERTA DIDIK
Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi
ajar.
VI. MODEL PEMBELAJARAN
Blended learning melalui model pembelajaran dengan menggunakan Project Based Learning
(PBL) terintegrasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis Social Emotional Learning (SEL).
KOMPONEN INTI
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui metode reading aloud dan the power of two, peserta didik mampu membiasakan diri
membaca dengan tartil Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2, serta hadis terkait;
Melalui metode muraja’ah dan metode tasmi’, peserta didik mampu menghafalkan dengan
fasih dan lancar Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an- Nur /24: 2, serta hadis terkait;
Melalui metode make a match, card sort dan information search, peserta didik mampu
menganalisis Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2, serta hadis tentang larangan
pergaulan bebas dan perbuatan zina;
Melalui model pembelajaran berbasis proyek (project based learning), peserta didik mampu
menyajikan paparan mengenai bahaya larangan pergaulan bebas dan perbuatan zina.
Melalui model discovery learning, peserta didik mampu meyakini bahwa pergaulan bebas
dan zina merupakan larangan agama
Melalui model discovery learning, peserta didik mampu membiasakan sikap menghindari
pergaulan bebas dan perbuatan zina dengan berhati-hati dan menjaga kehormatan diri
II. PEMAHAMAN BERMAKNA
Guru dapat menghubungkan pelajaran dengan pengamatan peserta didik dalam kehidupan
sehari-hari, misalnya kasus-kasus kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) di kalangan
pelajar dan mahasiswa akibat dari pergaulan bebas, tingginya angka perceraian karena kasus
perselingkuhan, atau berita tentang penemuan mayat bayi yang baru saja dibuang setelah
dilahirkan, dan lain-lain.
Guru memberikan pembanding dengan memberikan gambaran siswa yang berprestasi baik
akademik maupun non akademik, sukses dalam pendidikan dan selalu menjaga adab
dalam pergaulan, membina rumah tangga menjadi keluarga yang bahagia dan sukses
dengan kehidupannya.
Peserta didik diminta mengemukakan pendapatnya lalu mengambil hikmah dan pelajaran
dari kedua perbandingan kondisi yang berbeda tersebut.
III. PERTANYAAN PEMANTIK
Kegiatan awal, peserta didik mengamati dan mempelajari cerita gambar (cergam) dan
infografis. Tampilan menarik infografis akan menumbuhkan rasa ingin tahu dan
memotivasi untuk mempelajari materi pelajaran.
Kegiatan selanjutnya peserta didik diminta mencermati gambar terkait materi dan
menuliskan komentar atau pesan moral yang terkandung dalam gambar tersebut
(aktivitas 6.1).
Sebaiknya guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap komentar peserta didik
bahwa pernikahan merupakan lembaga resmi yang diakui oleh negara dan sah menurut
hukum agama, dalam rangka menyalurkan hasrat biologis yang halal dan tidak melanggar
norma. Berbeda hal-nya dengan pergaulan bebas tanpa ikatan pernikahan yang dilakukan
baik oleh orang yang sama-sama masih lajang, maupun sudah terikat pernikahan dan
melakukannya dengan pasangan lain yang sangat dilarang oleh norma agama maupun
hukum positif yang berlaku di Indonesia. Peserta didik harus mampu menjaga marwah dan
kehormatan dirinya, hingga sampai ke jenjang pernikahan dan tidak boleh terjerumus
dalam pergaulan bebas.
Dilanjutkan dengan membaca dan mencermati kisah inspiratif agar peserta didik dapat
mengambil hikmah dan nilai-nilai keteladanan dari kisah tersebut (aktivitas 6.2).
Guru perlu memberikan reinforcement terhadap hikmah kisah inspiratif yang disimpulkan
oleh peserta didik, bahwa godaan untuk melakukan pergaulan bebas dan zina dapat terjadi
kepada siapa pun, kapan pun dan dimana pun. Apalagi derasnya informasi dan mudahnya
akses teknologi komunikasi sangat berpengaruh terhadap hal tersebut. Oleh karena itu, salah
satu benteng yang kokoh untuk menghindar dari godaan untuk melakukan pergaulan bebas
dan zina salah satunya adalah dengan mempertimbangkan dampak buruknya apabila terjadi
dengan dan atau pada keluarga masingmasing. Terdapat marwah, harga diri dan kehormatan
keluarga yang harus senantiasa di jaga, sehingga terhindar dari potensi melakukan perbuatan
tercela tersebut.
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
PERTEMUAN KE-1
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
Doa; absensi; menyampaikan tujuan pembelajaran; dan menyampaikan penilaian hasil
pembelajaran
Memotivasi siswa untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil
Pelajar Pancasila; yaitu 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan
berakhlak mulia, 2) mandiri, 3) bernalar kritis, 4) kreatif, 5) bergotong royong, dan 6)
berkebinekaan global, yang merupakan salah satu kriteria standar kelulusan dalam satuan
pendidikan.
Kegiatan Inti (90 Menit)
Langkah-langkah metode reading aloud pada materi ini adalah sebagai berikut:
Peserta didik membentuk kelompok dengan mempertimbangkan heterogenitas.
Peserta didik yang paling fasih dan lancar dalam membaca Al-Qur`an disebar pada tiap
kelompok dan bertindak sebagai guru tutor sebaya.
Anggota kelompok belajar membaca Al-Qur`an dipandu oleh guru tutor sebaya
dan dilakukan dengan mengeraskan volume atau suara bacaannya.
Mintalah beberapa peserta didik secara acak dari yang sudah mahir, lancar maupun
yang masih terbata-bata untuk membaca dengan volume yang cukup keras.
Guru bertindak sebagai fasilitator, motivator dan narasumber yang akan mengontrol bacaan
peserta didik setelah belajar kepada temannya sebagai guru tutor sebaya.
Langkah-langkah metode reading aloud pada materi ini adalah sebagai berikut:
Setelah aktivitas membaca cukup, guru mengkondisikan peserta didik agar duduk
berpasangan (dua orang).
Guru meminta peserta didik berlatih mengidentifikasi hukum tajwid yang ada pada Q.S. al-
Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2.
Ajukan satu atau dua pertanyaan terkait hukum bacaan Q.S. al- Isra’/17: 32, dan Q.S.
an- Nur/24: 2.
Peserta didik diminta untuk menjawab pertanyaan tersebut secara individu.
Mempertimbangkan waktu pembelajaran, setelah beberapa peserta didik menjawab
pertanyaan mintalah mereka bertukar pertanyaan dan saling memberikan jawaban
dengan pasangan duduknya.
Mintalah pasangan-pasangan peserta didik untuk membuat pertanyaan baru tentang
hukum tajwid dari Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2, sekaligus memperbaiki
jawaban individu sebelumnya.
Setelah semua melakukan aktivitas ini, guru membandingkan jawabannya secara klasikal
dan memberikan penguatan terhadap pemahaman hukum tajwid dari Q.S. al-Isra’/17: 32,
dan Q.S. an- Nur/24: 2 kepada seluruh peserta didik.
Kegiatan Penutup (10 MENIT)
Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.
Refleksi pencapaian siswa/formatif asesmen, dan refleksi guru untuk
mengetahui ketercapaian proses pembelajaran dan perbaikan.
Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.
Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa.
PERTEMUAN KE-2
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
Doa; absensi; menyampaikan tujuan pembelajaran; dan menyampaikan penilaian hasil
pembelajaran
Memotivasi siswa untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil
Pelajar Pancasila; yaitu 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan
berakhlak mulia, 2) mandiri, 3) bernalar kritis, 4) kreatif, 5) bergotong royong, dan 6)
berkebinekaan global, yang merupakan salah satu kriteria standar kelulusan dalam satuan
pendidikan.
Kegiatan Inti (90 Menit)
Langkah-langkah metode muraja’ah dan metode tasmi’ sebagai berikut:
Guru meminta peserta didik membaca arti perkata dari Q.S. al- Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S.
an-Nur/24: 2, kemudian membaca ayat berserta terjemahnya.
Peserta didik berlatih dan praktik membaca arti per kata dari Q.S. al- Q.S. al-Isra’/17: 32,
dan Q.S. an-Nur/24: 2, kemudian membaca ayat berserta terjemahnya secara berpasangan.
Peserta didik menghafal arti perkata, kemudian menghafal ayat berserta terjemahnya secara
berpasangan.
Masing-masing peserta didik mendemontrasikan hafalan di hadapan guru, dan
guru menyimak secara bergantian.
Untuk memperkuat hafalan, guru meminta peserta didik untuk menyalin Q.S. al-Q.S. al-
Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2 beserta terjemahnya.
Kegiatan Penutup (10 MENIT)
Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.
Refleksi pencapaian siswa/formatif asesmen, dan refleksi guru untuk
mengetahui ketercapaian proses pembelajaran dan perbaikan.
Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.
Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa.
PERTEMUAN KE-3
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
Doa; absensi; menyampaikan tujuan pembelajaran; dan menyampaikan penilaian hasil
pembelajaran
Memotivasi siswa untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil
Pelajar Pancasila; yaitu 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan
berakhlak mulia, 2) mandiri, 3) bernalar kritis, 4) kreatif, 5) bergotong royong, dan 6)
berkebinekaan global, yang merupakan salah satu kriteria standar kelulusan dalam satuan
pendidikan.
Kegiatan Inti (90 Menit)
Langkah-langkah model pembelajaran make a match adalah:
Guru menciptakan suasana kondusif selama proses pembelajaran.
Guru menjelaskan ruang lingkup materi dan tujuan pembelajaran.
Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi potongan ayat, dan hukum tajwid Q.S. al-Q.S.
al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2.
Setiap peserta didik mendapatkan satu kartu dan diberikan kesempatan untuk
memikirkan jawaban dari kartu yang dipegang.
Apabila semua peserta didik sudah siap, guru meminta siswa untuk berkeliling mencari
pasangan yang memegang kartu yang cocok dengan kartunya (kartu potongan ayat dan kartu
hukum tajwid).
Peserta didik yang menemukan pasangan kartu yang cocok sebelum batas waktu berakhir
diberikan poin.
Guru memberikan kesimpulan.
Langkah-langkah model pembelajaran card sort adalah:
Guru menciptakan suasana kondusif selama proses pembelajaran.
Guru menjelaskan ruang lingkup materi dan tujuan pembelajaran.
Guru menyiapkan kartu-kartu dari kertas post it yang berisi potongan ayat dan arti mufradat
Q.S. al-Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2.
Seluruh kartu diacak dan dikocok.
Setiap peserta didik diminta untuk mengambil satu kartu secara acak.
Perintahkan kepada peserta didik untuk bergerak dari tempat duduknya dan mencari
pasangan yang memegang kartu yang cocok dengan kartunya.
Peserta didik yang menemukan pasangan kartu yang cocok sebelum batas waktu berakhir
diberikan poin.
Selanjutnya peserta didik diminta untuk berdiri berbaris berurutan sesuai dengan
potongan ayat dan terjemahannya, kemudian secara bergantian diminta untuk
membacanya di depan kelas.
Guru memberikan penguatan dan kesimpulan.
Langkah-langkah model pembelajaran information search adalah:
Guru menciptakan suasana kondusif selama proses pembelajaran.
Guru menjelaskan ruang lingkup materi dan tujuan pembelajaran.
Guru memberikan permasalahan terkait Q.S. al-Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24:
2 dan hadis terkait tentang larangan pergaulan bebas dan zina.
Guru meminta peserta didik merumuskan kesimpulan terkait isi kandungan Q.S. al-Q.S. al-
Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2.
Peserta didik mendiskusikan jawaban atas rumusan masalah.
Peserta didik melakukan aktivitas pengumpulan data dan informasi dari buku-buku referensi
atau kitab-kitab tafsir rujukan untuk menjawab rumusan masalah.
Peserta didik melakukan analisa perbandingan isi masing-masing buku atau kitab rujukan.
Peserta didik mempresentasikan di depan kelas dan secara bersamasama menyimpulkan
hasil temuan yang diperoleh.
Kegiatan Penutup (10 MENIT)
Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.
Refleksi pencapaian siswa/formatif asesmen, dan refleksi guru untuk
mengetahui ketercapaian proses pembelajaran dan perbaikan.
Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.
Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa.
PERTEMUAN KE-4
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
Doa; absensi; menyampaikan tujuan pembelajaran; dan menyampaikan penilaian hasil
pembelajaran
Memotivasi siswa untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil
Pelajar Pancasila; yaitu 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan
berakhlak mulia, 2) mandiri, 3) bernalar kritis, 4) kreatif, 5) bergotong royong, dan 6)
berkebinekaan global, yang merupakan salah satu kriteria standar kelulusan dalam satuan
pendidikan.
Kegiatan Inti (90 Menit)
Langkah-langkah model pembelajaran project-based learning (berbasis proyek) adalah:
Guru mengajukan pertanyaan tentang larangan pergaulan bebas dan zina sesuai
dengan kandungan Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an- Nur/24: 2.
Guru bersama peserta didik merancang proyek yakni membuat paparan digital.
Menyusun jadwal yang berisi target waktu penyelesaikan proyek.
Guru memantau aktivitas peserta didik dan kemajuan proyek.
Menilai hasil proyek untuk mengukur ketercapaian kriteria ketuntasan minimal.
Mengevaluasi pengalaman saat merancang dan membuat proyek, dan bersama-sama
melakukan refleksi.
Kegiatan Penutup (10 MENIT)
Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.
Refleksi pencapaian siswa/formatif asesmen, dan refleksi guru untuk
mengetahui ketercapaian proses pembelajaran dan perbaikan.
Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.
Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa.
PERTEMUAN KE-5
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
Doa; absensi; menyampaikan tujuan pembelajaran; dan menyampaikan penilaian hasil
pembelajaran
Memotivasi siswa untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil
Pelajar Pancasila; yaitu 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan
berakhlak mulia, 2) mandiri, 3) bernalar kritis, 4) kreatif, 5) bergotong royong, dan 6)
berkebinekaan global, yang merupakan salah satu kriteria standar kelulusan dalam satuan
pendidikan.
Kegiatan Inti (90 Menit)
Langkah-langkah model pembelajaran berbasis discovery learning adalah:
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan cakupan materi.
Guru memberikan permasalahan terkait penerapan perilaku larangan pergaulan bebas dan
perbuatan zina.
Guru meminta peserta didik merumuskan masalah terkait perilaku dan upaya menghindari
pergaulan bebas dan perbuatan zina dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta didik mendiskusikan jawaban atas rumusan masalah.
Peserta didik melakukan aktivitas pengumpulan data dan informasi dari referensi buku-
buku yang relevan untuk menjawab rumusan masalah.
Peserta didik melakukan pengolahan data dan informasi dengan mendiskusikan di dalam
kelompoknya.
Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas.
Secara bersama-sama menyimpulkan hasil temuan yang diperoleh.
Guru meminta peserta didik untuk membaca rangkuman yang berisi poin-poin penting
materi.
Kegiatan Penutup (10 MENIT)
Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.
Refleksi pencapaian siswa/formatif asesmen, dan refleksi guru untuk mengetahui
ketercapaian proses pembelajaran dan perbaikan.
Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.
Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa.
V. ASESMEN/PENILAIAN
a. Penilaian Sikap
Penilaian sikap berupa observasi yang berasal dari catatan kegiatan rutin peserta didik, baik
yang terkait dengan ibadah mahdhah (seperti salat, puasa sunah, membaca Al-Qur`an, dll)
maupun ibadah sosial (seperti membantu orang lain, dll), begitu pula perilaku yang terkait
dengan materi, yakni larangan pergaulan bebas dan zina. Kemudian peserta didik diminta
mengisi lembar penilaian diri dengan cara membubuhkan tanda centang (√ ) pada kolom
yang sesuai. Apabila peserta didik belum menunjukkan sikap yang diharapkan maka dapat
ditindaklanjuti dengan melakukan pembinaan, baik oleh guru, wali kelas maupun guru BK.
b. Penilaian Pengetahuan
Peserta didik diminta mengerjakan 10 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian.
c. Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan pada bab ini adalah:
1) Peserta didik dapat membaca dan menghafalkan Q.S. al-Q.S. al- Isra’/17: 32, dan Q.S.
an-Nur/24: 2 dengan lancar dan sesuai kaidah tajwid.
Contoh rubrik penilaian membaca:
Nama lengkap :
Kelas :
Skor
No Nama Surat
4 3 2 1
1 Q.S. al-Q.S. al-Isra’/17: 32
2 Q.S. an-Nur/24: 2
Keterangan: Nilai maksimal adalah 4 X 3 = 12
Skor 4 : Lancar dan sesuai kaidah tajwid Penghitungan nilai
Skor 3 : Kurang lancar tapi sesuai kaidah Skor yang diperoleh
tajwid X 100
Skor maksimal
Skor 2 : Lancar tapi tidak seuai kaidah tajwid
Skor 1 : Tidak lancar dan tidak sesuai
kaidah tajwid
Catatan guru:
……………………………………………………………………………
2) Peserta didik dapat menghafalkan Q.S. al-Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2
dengan fasih dan lancar..
Contoh rubrik penilaian menghafal
Nama lengkap :
Kelas :
Skor
No Nama Surat
4 3 2 1
1 Q.S. al-Q.S. al-Isra’/17: 32
2 Q.S. an-Nur/24: 2
Keterangan: Nilai maksimal adalah 4 X 3 = 12
Skor 4 : Hafal dan fasih Penghitungan nilai
Skor 3 : Hafal tapi kurang fasih Skor yang diperoleh
Skor 2 : Kurang hafal dan kurang fasih X 100
Skor maksimal
Skor 1 : Hafal sebagian kecil
Catatan guru:
……………………………………………………………………………
c) Peserta didik dapat membuat dan menyajikan paparan digital Q.S. al-Q.S. al-Isra’/17: 32,
dan Q.S. an-Nur/24: 2.
Contoh rubrik penilaian proyek:
Nama kelompok :
Anggota :
Kelas :
Nama proyek :
Skor dan kriteria skor
Aspek
3 2 1
Persiapan Jika memuat Jika memuat Jika memuat
program, tujuan, program, tujuan, program, tujuan,
topik dan alasan, topik dan alasan, topik dan alasan,
dengan lengkap kurang lengkap tidak lengkap
Pengumpulan data Jika daftar Jika daftar Jika daftar
pertanyaan untuk pertanyaan untuk pertanyaan untuk
perencanaan perencanaan perencanaan
program dapat program dapat program tidak
dilaksanakan semua dilaksanakan dilaksanakan
dan data tercatat semua, tetapi data semua, tetapi data
dengan rapi dan tidak tercatat tidak tercatat
lengkap dengan rapi dan dengan rapi dan
lengkap lengkap
Pengolahan data Jika pembahasan Jika pembahasan Jika sekadar
data sesuai tujuan data kurang melaporkan
proyek menggambarkan perencanaan
tujuan proyek program tanpa
membahas data
Pelaporan tertulis Jika sistematika Jika sistematika Jika penulisan
penulisan benar dan penulisan benar kurang sistematis
menggunakan namun bahasa dan bahasa kurang
bahasa komunikatif kurang komunikatif komunikatif
VI. PENGAYAAN DAN REMEDIAL
1. Remedial/Perbaikan
Peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar berdasarkan kriteria ketuntasan
minimal yang ditetapkan diharuskan mengikuti kegiatan remedial. Kegiatan remedial
dilakukan pada waktu tertentu sesuai perencanaan penilaian.
2. Pengayaan
Peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan belajar berdasarkan kriteria ketuntasan
minimal yang ditetapkan dapat mengikuti kegiatan pengayaan berupa pendalaman materi.
Kegiatan pengayaan dilakukan pada waktu tertentu sesuai perencanaan penilaian.
Isi dan kandungan Q.S. al-Isra’/17: 32 adalah tentang larangan untuk mendekati dan melakukan
perbuatan zina karena merupakan perbuatan yang keji dan jalan yang buruk.
1. Q.S. an-Nur/34: 2 mengandung perintah untuk menghukum pelaku zina, baik
pezina perempuan maupun pezina laki-laki.
2. Perbuatan zina adalah hubungan badan yang dilakukan oleh seorang lakilaki dan
perempuan yang tidak terikat oleh tali pernikahan.
3. Zina ghairu muhsan adalah perbuatan zina yang dilakukan oleh laki-laki atau perempuan
yang belum pernah menikah.
4. Zina muhsan adalah perbuatan zina yang dilakukan oleh seorang laki-laki atau perempuan
yang masih atau pernah terikat pernikahan dengan orang lain, atau perbuatan zina yang
dilakukan oleh seorang janda dan seorang duda.
5. Perumpamaan orang yang mendekati perbuatan zina itu serupa dengan orang yang berdiri
di pinggir jurang. Ia akan mudah terjerumus ke dalam jurang perzinaan jika tidak segera
menjauhinya.
6. Ancaman hukuman untuk pelaku perbuatan zina ghairu muhsan adalah 100 kali
dera/hukum cambuk dan diasingkan atau diusir dari wilayah tempat tinggalnya.
7. Ancaman hukuman untuk pelaku perbuatan zina muhsan adalah dihukum rajam (dilempari
batu) hingga meninggal dunia.
8. Hukuman qisas untuk pelaku zina tersebut, berlaku bagi wilayah atau negara yang
memberlakukan syari’at Islam sebagai hukum positif yang
dianutnya.
[Link] GURU DAN PESERTA DIDIK
Kemukakan pendapat kalian terkait manfaat yang diperoleh setelah mempelajari materi di
atas!
Sangat Cukup Kurang Sangat kurang
Bermanfaat
bermanfaat bermanfaat bermanfaat bermanfaat
Alasannya: ................................................................................................................................
................................................................................................................................
LAMPIRAN- LAMPIRAN
Lampiran 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
1. Penilaian Sikap
A. Buatlah tabel mingguan/bulanan berupa ceck list tentang aktivitas ibadah harian kalian pada
buku khusus untuk pemantauan individu! Mulailah dari ibadah wajib seperti halnya salat 5
waktu dilanjutkan dengan ibadah sunah harian misalnya tadarus Al-Qur`an, zikir, salawat,
membantu orangtua, membantu teman, aktif pada kegiatan sosial, aktif terlibat dalam
organisasi kepemudaan serta amaliah lainnya. Lakukan dengan rutin, ikhlas dan penuh
tanggungjawab kepada Allah Swt.!
B. Berilah tanda centang ( √ ) pada kolom berikut dan berikan alasannya!
No Pernyataan SS S R TS STS Alasan
1 Dengan memahami
larangan pergaulan bebas
dan zina, maka saya sadar
untuk selalu berusaha
menjauhinya
2 Saya akan istikamah untuk
menutup dan menjaga
aurat agar terhindar dari
perbuatan zina
3 Saya akan selektif dalam
memilih konten, tayangan,
artikel dan aplikasi di
media sosial, agar tidak
terjebak pada hal-hal yang
mendatangkan maksiat
4 Saya berkomitmen untuk
menjaga kehormatan dan
harga diri saya dengan
tidak melakukan perbuatan
zina, sampai kelak saya
menikah dengan pasangan
halal saya
5 Saya akan beribadah, salat
5 waktu dengan tertib dan
memohon kepada Allah
Swt. agar senantiasa
terlindung dari godaan
melakukan perbuatan zina
SS (sangat setuju); S (setuju); R (ragu-ragu); TS (tidak setuju); STS (sangat tidak setuju)
2. Penilaian Pengetahuan
A. Berilah tanda silang (X) pada huruf A, B, C, D atau E pada jawaban yang paling tepat!
1) Perhatikan Q.S. an-Nur/24: 2 berikut ini!
Lafal yang tepat untuk melengkapi ayat tersebut adalah ….
A.
B.
C.
D.
E.
2) Perhatikan Q.S. al-Isra’/17:32 berikut ini!
Pada lafal yang bergaris bawah, secara berurutan, hukum bacaannya adalah ….
A. Alif lam qamariyah, mad thabi’i, mad ‘iwad
B. Alif lam syamsiyah, mad thabi’i, mad ‘iwad
C. Alif lam qamariyah, mad asli, mad ‘aridl lii sukun
D. Alif lam syamsiyah, mad jaiz munfasil, mad ‘iwad
E. Alif lam qamariyah, mad thabi’i, mad ‘aridl lii sukun
3) Perhatikan tabel potongan ayat dan arti dari Q.S. al-Isra’/17: 32 berikut ini!
No. Kalimat Huruf Arti
1 a dan jalan yang buruk
2 b Sesungguhnya pada perbuatan (zina) itu
3 c perbuatan yang keji
4 d Dan janganlah kamu mendekati zina
Secara berurutan, pasangan lafal dan arti yang tepat dari tabel tersebut adalah ….
A. 1 – a, 2 – b, 3 – c, 4 – d
B. 1 – b, 2 – c, 3 – d, 4 – a
C. 1 – c, 2 – d, 3 – a, 4 – b
D. 1 – d, 2 – b, 3 – c, 4 – a
E. 1 – e, 2 – a, 3 – b, 4 – c
4) Perhatikan penggalan Q.S. an-Nur/24: 2 berikut ini!
Berdasarkan ketentuan ayat tersebut, ancaman hukuman untuk pezina laki-laki dan pezina
perempuan jika terbukti bersalah adalah….
A. diasingkan dari negaranya
B. dicambuk hingga mati
C. dirajam hingga mati
D. dicambuk 100 kali
E. dirajam 100 kali
5) Kumbang adalah seorang perjaka yang akan menikahi seorang gadis desa yang sudah
hamil sebelum menikah. Zani adalah seorang suami yang sering mengkhianati istrinya
dengan seorang PSK. Zaniyati adalah seorang janda yang merupakan selingkuhan
seorang pria beristri. Mawar adalah seorang istri yang berselingkuh dengan suami
orang lain. Bunga adalah seorang janda yang akan segera melangsungkan pernikahan
dengan seorang duda.
Dari paparan tersebut, yang merupakan perbuatan zina muhsan dilakukan oleh….
A. Zani
B. Bunga
C. Mawar
D. Zaniyati
E. Kumbang
6) Perhatikan pernyataan berikut ini!
(a) memilih tayangan atau konten di media sosial dengan selektif
(b) menahan diri untuk tidak mendatangi tempat-tempat maksiat
(c) melakukan aktivitas-aktivitas yang dapat merangsang syahwat
(d) mengenakan pakaian yang ketat dan memperlihatkan lekuk tubuh
(e) melihat tayangan yang mengandung pornografi dan porno aksi
Dari pernyataan tersebut, yang berupakan upaya untuk menghindari pergaulan bebas
dan zina ditunjukkan oleh….
A. (a) dan (b)
B. (a) dan (e)
C. (b) dan (c)
D. (c) dan (d)
E. (d) dan (e)
7) Perhatikan kutipan Q.S. an-Nur/24: 2 berikut ini!
Maksud dari kutipan ayat tersebut terhadap pelaksanaan hukuman bagi para pelaku zina
jika mereka terbukti bersalah adalah….
A. pelaksanakan hukuman tersebut harus dilakukan oleh aparat yang
berwenang dengan penuh ketegasan.
B. pelaksanaan hukuman hendaklah disaksikan oleh sebagian orang yang beriman atau
penduduk wilayah tersebut
C. pelaksanaan hukuman hendaklah dilakukan setelah terdapat kesaksian dari 4 orang
dengan kesaksian yang sama
D. pelaksanaan hukuman hendaklah dilakukan setelah keluar pengakuan dari pelaku
E. pelaksanaan hukuman untuk pezina yang sudah bersuami, hendaklah dilakukan
setelah sumpah (li’an) sang suami
8) Menghindari pergaulan bebas dan perbuatan zina adalah usaha terus menerus yang
harus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini yang bukan merupakan ikhtiar
untuk menghindari pergaulan bebas dan perbuatan zina adalah ….
A. menutup dan menjaga aurat
B. selalu mendekatkan diri kepada Allah Swt.
C. menjaga pergaulan yang sehat dan beretika
D. selektif dalam memilih situs-situs di internet
E. mengikuti ajakan teman karena khawatir dibully dan dikucilkan
9) Dampak buruk dari perbuatan zina, selain dapat menghilangkan kewibawaan dari
pelakunya, juga berpotensi memicu timbulnya tindak kriminal lanjutan. Berikut ini
yang bukan merupakan kejahatan lanjutan dari perbuatan zina adalah ….
A. tindakan aborsi dan praktek aborsi ilegal
B. tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak
C. tindakan membunuh dan membuang bayi yang dilahirkan
D. tindakan penelantaran terhadap anak hasil hubungan gelap
E. menutup aib dengan menyembunyikan kehamilan hasil zina
10) Perbuatan zina yang dilakukan di masa remaja dan masa muda tentu akan berdampak
bagi kehidupan di masa depan. Berikut ini yang bukan merupakan dampak buruk
perbuatan zina adalah ….
A. dilaknat oleh Allah Swt. dan Rasul-Nya
B. dijauhi atau dikucilkan oleh masyarakat di sekitarnya
C. garis keturunan/nasab menjadi tidak jelas
D. anak hasil perbuatan zina tidak dapat dinasabkan kepada garis keturunan
ayah biologisnya
E. anak hasil perbuatan zina, akan tetap mendapat warisan dari ayahnya
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan jawaban yang benar!
1. Apakah yang kalian ketahui tentang pergaulan bebas dan perbuatan zina? Jelaskan dan
berikan masing-masing satu contohnya!
2. Sebuah larangan biasanya dilatarbelakangi adanya kekhawatiran. Begitu pun dengan
larangan pergaulan bebas dan zina dalam ajaran Islam. Jelaskan mengapa pergaulan
bebas dan zina merupakan perbuatan yang dilarang oleh Allah Swt.?
3. Mustahil menghindari pergaulan bebas dan zina, jika tidak diikuti dengan langkah-
langkah nyata. Jelaskan apa saja yang dapat dilakukan, agar dapat menghindari pergaulan
bebas dan zina!
4. Akibat dari pergaulan bebas dan zina, akan ditanggung oleh pelakunya baik saat masih
berada di dunia, maupun azab di akhirat. Jelaskan dampak dunia dan dampak akhirat
seperti apakah yang akan dialami oleh pelaku zina?
5. Bagaimana pendapat kalian jika melihat tayangan berita tentang penemuan mayat bayi
di tempat sampah, berita tentang tindak pidana aborsi dan sebagainya. Bisakah hal
tersebut dihindari? Apa yang seharusnya kita lakukan, terutama oleh kalangan pemuda
dan pelajar? Jelaskan pendapatmu!
3. Penilaian Keterampilan
A. Bacalah dengan tartil dan hafalkan dengan fasih ayat-ayat berikut ini. Baca dan
hafalkan sesuai dengan petunjuk dari bapak/ibu guru!
1) Q.S. al-Isra/17:32
2) Q.S. an-Nur/24: 2
B. Berdasarkan kelompok yang telah terbentuk pada saat kegiatan pembelajaran,
masing-masing kelompok buatlah paparan/mediapresentasi tentang materi
larangan pergaulan bebas dan zina dengan menggunakan aplikasi atau plat form
yang kalian kuasai.
Lampiran 2
BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK
Isi dan kandungan Q.S. al-Isra’/17: 32 adalah tentang larangan untuk
mendekati dan melakukan perbuatan zina karena merupakan perbuatan yang
keji dan jalan yang buruk.
1. Q.S. an-Nur/34: 2 mengandung perintah untuk menghukum pelaku zina, baik
pezina perempuan maupun pezina laki-laki.
2. Perbuatan zina adalah hubungan badan yang dilakukan oleh seorang lakilaki dan perempuan
yang tidak terikat oleh tali pernikahan.
3. Zina ghairu muhsan adalah perbuatan zina yang dilakukan oleh laki-laki atau perempuan yang
belum pernah menikah.
4. Zina muhsan adalah perbuatan zina yang dilakukan oleh seorang laki-laki atau perempuan yang
masih atau pernah terikat pernikahan dengan orang lain, atau perbuatan zina yang dilakukan
oleh seorang janda dan seorang duda.
5. Perumpamaan orang yang mendekati perbuatan zina itu serupa dengan orang yang berdiri di
pinggir jurang. Ia akan mudah terjerumus ke dalam jurang perzinaan jika tidak segera
menjauhinya.
6. Ancaman hukuman untuk pelaku perbuatan zina ghairu muhsan adalah 100 kali
dera/hukum cambuk dan diasingkan atau diusir dari wilayah tempat tinggalnya.
7. Ancaman hukuman untuk pelaku perbuatan zina muhsan adalah dihukum rajam (dilempari
batu) hingga meninggal dunia.
8. Hukuman qisas untuk pelaku zina tersebut, berlaku bagi wilayah atau negara yang
memberlakukan syari’at Islam sebagai hukum positif yang dianutnya.
Lampiran 3
GLOSARIUM
ahli kitab : orang-orang yg berpegang pada ajaran kitab suci selain Alquran
akhlak mahmudah : akhlak yang terpuji.
akhlak mazmumah : akhlak tercela.
aklamasi : pernyataan setuju secara lisan dari seluruh peserta rapat terhadap suatu usul tanpa melalui
pemungutan suara
amalun bil arkan : Ikrar Billisan ialah mengakui kebenaran seiringan dengan Hati tentang ucapan kebenaran
iman yang tidak perlu diragukan lagi dalam ucapan
animisme : kepercayaan kepada roh yang mendiami semua benda (pohon, batu, sungai, gunung, dsb)
asuransi : pertanggungan atau perjanjian antara dua belah pihak, di mana pihak satu berkewajiban
membayar iuran/kontribusi/premi. Pihak yang lainnya memiliki kewajiban memberikan jaminan
sepenuhnya kepada pembayar iuran/kontribusi/ premi apabila terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama
atau barang miliknya sesuai dengan perjanjian yang sudah dibuat
autodidak : orang yang mendapat keahlian dengan belajar sendiri
bank : badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya
kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf
hidup rakyat banyak
content creator : merupakan sebutan bagi seseorang yang melahirkan berbagai materi konten baik
berupa tulisan, gambar, video, suara, maupun gabungan dari dua atau lebih materi.
dalil : suatu hal yang menunjuk pada apa yang dicari; berupa alasan, keterangan dan pendapat yang merujuk
pada pengertian, hukum dan hal-hal yang berkaitan dengan apa yang dicari
dera : pukulan (dengan rotan, cemeti dan sebagainya) sebagai hukuman.
digital : berhubungan dengan angka-angka untuk sistem perhitungan tertentu; berhubungan dengan
penomoran
dinamisme : kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai tenaga atau kekuatan yg dapat mempengaruhi
keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam mempertahankan hidup
egoisme : tingkah laku yang didasarkan atas dorongan untuk keuntungan diri sendiri daripada untuk
kesejahteraan orang lain
etnis : konsep yang diciptakan berdasarkan ciri khas sosial yang dimiliki sekelompok masyarakat yang
membedakannya dari kelompok yang lain
fitrah : asal kejadian, keadaan yang suci dan kembali ke asal.
Fondasi : dasar bangunan yang kuat
gaduh : rusuh dan gempar karena perkelahian (percekcokan dsb); ribut; huru-hara
ghadhab : marah. Orang yang memiliki sifat ini disebut pemarah.
gharar : suatu akad yang mengandung unsur penipuan karena tidak adanya kepastian, baik mengenai ada
atau tidaknya objek akad, besar kecilnya jumlah, mahupun kemampuan menyerahkan objek yang disebutkan
di dalam akad tersebut
had : menentukan batasnya supaya tidak melebihi jumlah, ukuran, dan sebagainya; membatasi.
hati sanubari : perasaan batin
hawa nafsu desakan hati dan keinginan keras (untuk menurutkan hati, melepaskan marah, dsb
hedonisme : pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam
hidup
hidayah : petunjuk atau bimbingan dari Allah Swt
Hijrah : perpindahan Nabi Muhammad Saw. bersama sebagian pengikutnya dari Makkah ke Madinah untuk
menyelamatkan diri dan sebagainya dari tekanan kaum kafir Quraisy
hudud : memisahkan sesuatu agar tidak tercampur dengan yang lain, merupakan bentuk tunggal dari kata ini,
yakni had.
ihsan : seseorang yang menyembah Allah Swt. seolaholah ia melihat-Nya, dan jika ia tidak mampu
membayangkan melihat-Nya, maka orang tersebut membayangkan bahwa sesungguhnya Allah Swt. melihat
perbuatannya
ikhtiar : alat, syarat untuk mencapai maksud; daya upaya
iman : percaya atau membenarkan
import : pemasukan barang dan sebagainya dari luar negeri
instan : langsung (tanpa dimasak lama) dapat diminum atau dimakan
iqrarun bil lisan : mengakui kebenaran seiringan dengan hati tentang ucapan kebenaran iman yang tidak
perlu diragukan lagi dalam ucapan
islam : salah satu agama dari kelompok agama yang diterima oleh seorang nabi (agama samawi) yang
mengajarkan monoteisme tanpa kompromi, iman terhadap wahyu, iman terhadap akhir zaman, dan tanggung
jawab
islamisasi : pengislaman
karakteristik : mempunyai sifat khas sesuai dengan perwatakan tertentu
khalifah : penguasa; pengelola
kodrat : kekuasaan Allah Swt.
kolektif : secara bersama; secara gabungan
kompetisi : persaingan
kontemporer : pada waktu yang sama; semasa; sewaktu; pada masa kini; dewasa ini
koperasi : sebuah organisasi ekonomi yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan
bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas
kekeluargaan
literasi : kemampuan menulis dan membaca
maslahat sesuatu yang mendatangkan kebaikan (keselamatan dan sebagainya)
materialisme : andangan hidup yang men-cari dasar segala sesuatu yang termasuk kehidupan manusia di dl
alam kebendaan semata-mata dng mengesampingkan segala sesuatu yg mengatasi alam indra
pmetode : cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang
dikehendaki
misi : perutusan yg dikirimkan oleh suatu negara ke negara lain untuk melakukan tugas khusus dl bidang
diplomatik, politik, perdagangan, kesenian
monopoli : situasi yang pengadaan barang dagangannya tertentu (di pasar lokal atau nasional)
sekurangkurangnya sepertiganya dikuasai oleh satu orang atau satu kelompok, sehingga harganya dapat
dikendalikan
mudharat : Bahaya, kerugian
mukimin : seseorang yang bermukim (bertempat tinggal disuatu tempat)
nasabah : orang yang mempercayakan pengurusan uangnya kepada bank untuk digunakan dalam
operasional bisnis perbankan yang dengan hal tersebut mengharap imbalan berupa uang atas simpanan
tersebut
niaga : kegiatan jual beli untuk memperoleh untung
optimis : orang yang selalu berpengharapan (berpandangan) baik dalam menghadapi segala hal) otoritas hak
melakukan tindakan atau hak membuat peraturan untuk memerintah orang lain
platform : tempat untuk menjalankan perangkat lunak, merupakan dasar atau tempat dimana sistem operasi
bekerja
polis : sebuah bukti kontrak perjanjian yang tertulis antara kedua pihak dalam asuransi yaitu pihak
penanggung (perusahaan asuransi) dengan pihak tertanggung (nasabah asuransi), yang berisi segala hak dan
kewajiban antara masing-masing pihak tersebut
premi : sejumlah uang yang harus dibayarkan setiap bulannya sebagai kewajiban dari tertanggung atas
keikutsertaannya di asuransi. Besarnya premi atas keikutsertaan di asuransi yang harus dibayarkan telah
ditetapkan oleh perusahaan asuransi dengan memperhatikan keadaan-keadaan dari tertanggung
revolusi : perubahan yang cukup mendasar dalam suatu bidang
riba : penetapan bunga atau melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu
dari jumlah pinjaman pokok yang dibebankan kepada peminjam
rida : kelapangan jiwa dalam menerima takdir Allah Swt
santri : orang yang mendalami agama Islam, umumnya di pondok pesantren
selawat : doa kepada Allah untuk Nabi Muhammad saw. beserta keluarga dan sahabatnya.
Sentralisasi : penyatuan segala sesuatu ke suatu tempat yang dianggap sebagai pusat; penyentralan;
pemusatan
silaturahmi : tali persahabatan (persaudaraan)
syariah : hukum dan aturan Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat manusia, baik muslim
maupun non-muslim
syirik : menyekutukan Allah Swt
syu’abul iman : cabang-cabang iman
takaful : usaha saling melindungi dan tolong-menolong diantara sejumlah orang/pihak melalui investasi
dalam bentuk aset dan /atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu
melalui akad (perikatan) yang sesuai syariah
talkshow : gelar wicara yaitu uatu jenis acara televisi atau radio yang berupa perbincangan atau diskusi
seorang atau sekelompok orang «tamu» tentang suatu topik tertentu (atau beragam topik) dengan dipandu
oleh pemandu gelar wicara.
tasdiqun bil qalbi : potensi dalam setiap jiwa manusia dalam pengakuan kebenaran didalam hati
tasyakuran selamatan untuk bertasyakur
taubat sadar dan menyesal akan dosa (perbuatan yang salah atau jahat) dan berniat akan memperbaiki
tingkah laku dan perbuatan
tawakal pasrah diri kepada kehendak Allah; percaya dengan sepenuh hati kepada Allah (dalam penderitaan,
dsb)
toleran bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat,
pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dsb) yang berbeda atau bertentangan dng pendirian sendiri
tradisi : adat kebiasaan turun-temurun (dari nenek moyang) yang masih dijalankan oleh masyarakat
ujub : sifat mengagumi serta senantiasa membanggakan dirinya sendiri
universal : umum (berlaku untuk semua orang atau untuk seluruh dunia); bersifat (melingkupi) seluruh
dunia;
wabah : penyakit menular yang berjangkit dengan cepat, menyerang sejumlah besar orang di daerah yang
luas (seperti wabah cacar, disentri, kolera, corona)
zina ghairu muhsan : zina yang dilakukan oleh orang yang sama-sama belum menikah
zina muhsan : zina yang dilakukan oleh orang yang sudah menikah dengan dengan orang yang bukan
pasangannya, baik orang tersebut sudah menikah atau belum.
Lampiran 4
DAFTAR PUSTAKA
- Ahmad Taufik dan Nurwastuti Setyowati, Buku Guru dan Buku Siswa, Pendidikan Agama
Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas X, Jakarta: Kemdikbud RI, 2021
- Al-Quran dan Terjemahannya,oleh Kementerian AgamaRI
Mengetahui, Jakarta, Juli 2024
Kepala SMA Muhammadiyah 23 Guru Mata Pelajaran
( Tri Wulandini, [Link].) ( Rully Syafrizal, [Link].I)
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
Nama Penyusun : Rully Syafrizal, [Link].I
Nama Sekolah : SMA Muhammadiyah 23
Jakarta Mata Pelajaran : Al Qur'an Hadits
Kelas/ Semester : X/ GANJIL - GENAP
Tahun Pelajaran : 2024/2025
Fase Capaian : FASE E
SKEMA PEMBELAJARAN BAB 1
Periode Waktu Durasi 8 Pekan (2 JP x 8 Pertemuan) /16 Jam Pelajaran (@45 Menit)
Pembelajaran
Tujuan dan Subbab 1. Melalui metode talaqqi dan peer teaching, pesertadidik dapat membaca Q.S. al-Mai-
dah/5: 48 tentangkompetisi dalam kebaikan dan Q.S. at-Taubah/9: 105tentang etos kerja
dengan tartil dan sesuai kaidahtajwid serta terbiasa tadarus Al-Qur`an setiap hari.
2. Melalui metode drill and practice dan metodesorogan, peserta didik dapat menghafal
Q.S. al-Maidah/5: 48 dan Q.S. at-Taubah/9: 105 dan hadis
tentang kompetisi dalam kebaikan dan etos kerjadengan fasih dan lancar.
3. Melalui model inquiry learning, peserta didik dapatmenganalisis asbabun nuzul dan
tafsir Q.S. al-Maidah/5: 48 dan Q.S. at-Taubah/9: 105
4. Melalui model pembelajaran discovery learning,peserta didik dapat menganalisis
manfaat daripenerapan perilaku kompetisi dalam kebaikan dan
etos kerja dalam kehidupan sehari-hari.
5. Melalui model pembelajaran berbasis proyek (projectbased learning), peserta didik
dapat membuat danmenyajikan paparan tentang Q.S. al-Maidah/5:48 dan Q.S. at-Tau-
bah/9: 105 dan hadis tentangkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja.
Materi tiap sub bab 1. Bacaan Q.S. al-Maidah/5: 48 dan Q.S. at-Taubah/9:105.
2. Hafalan Q.S. al-Maidah/5: 48 dan Q.S. at-Taubah/9:105.
3. Tafsir Q.S. al-Maidah/5: 48 dan Q.S. at-Taubah/9:105.
4. Penerapan perilaku kompetisi dalam kebaikan danetos kerja.
5. Manfaat perilaku kompetisi dalam kebaikan dan etoskerja.
Kosakata yang Kompetisi dalam kebaikan, etos kerja
ditekankan/kata kunci
Metode dan aktivitas 1. Metode talaqqi dan peer teaching
yang disarankan 2. Metode drill and practice
serta alternatifnya 3. Metode sorogan
4. Model pembelajaran inquiry learning
5. Model pembelajaran discovey learning
6. Model pembelajaran project based learning
Apabila situasi dan kondisi tidak
memungkinkan menggunakan metode-metode
di atas, maka alternatif yang disarankan adalah:
1. Metode demonstrasi, yaitu guru memberikan
contoh langsung bacaan Al-Qur`an atau guru dapat
menggunakan media pembelajaran digital berupa
video interaktif bacaan Al-Qur`an
2. Teknik berpasangan sesuai bangku tempat duduk
3. Teknik penugasan individu dan atau kelompok
4. Teknik menyalin, yakni menyalin bacaan Al-Qur`andi buku tugas
5. Teknik diskusi kelompok ahli
Catatan khusus:Apabila aktivitas pembelajaran dilakukan jarak jauh(dalam jaringan)
maka diberikan alternatif sebagaiberikut: menggunakan metode demontrasi dengan
aplikasi meeting online seperti Microsot Teams, ZoomMeeting, google Meet, Webex,
SKEMA PEMBELAJARAN BAB 1
dan sejenisnya. Ataumenggunakan akun media sosial seperti Facebook,Instagram, Tel-
egram, Whatsapp dan sejenisnya.
Dalamhal ini guru memberikan contoh langsung bacaan Al-Qur`an, kemudian peserta
didik menirukan bacaantersebut berulang kali sampai fasih dan lancar hinggamampu
menghafalnya.
Sumber belajar utama 1. Al-Qur`an dan Terjemah, Kementerian Agama RI
atau sumber lain 2. Tafsir al-Misbah karya Quraish Shihab
3. Tafsir Ibnu Katsir karya Ismail bin Umar al-Quraisyibin Katsir al-Bashri ad-Dimasyqi
4. Tafsir al-Maraghi karya Ahmad Mustofa al-Maraghi
5. Lubabun Nuqul ii Asbaabin Nuzul, karya JalaluddinAs-Suyuthi
6. Kitab Hadis Riyadhus Shalilih karya Imam Nawawi
7. Buku Tajwid “Tuhfatul Athfal” karya Syeikh Sulaimanal-Jumzuri
Sumber belajar lain 1. Membudayakan Etos Kerja yang Islami, karya
yang relevan Toto Tasmara
2. Asbabun Nuzul, karya Mukhlis M. Hanai (ed.)
SKEMA PEMBELAJARAN BAB 2
Periode Waktu Durasi 8 Pekan (2 JP x 8 Pertemuan) /16 Jam Pelajaran (@45 Menit)
Pembelajaran
Tujuan dan Subbab 1. Melalui metode talaqqi dan peer teaching, peserta didik dapat membaca QS Al
Baqarah : 30, Q.S. Adz Dzariyat : 56 dan QS An Nahl : 78 tentang Khalifah fil ardhi
dengan tartil dan sesuai kaidahtajwid serta terbiasa tadarus Al-Qur`an setiap hari.
2. Melalui metode drill and practice dan metodesorogan, peserta didik dapat menghafal
Q QS Al Baqarah : 30, Q.S. Adz Dzariyat : 56 dan QS An Nahl : 78 dan hadits
tentang kompetisi dalam kebaikan dan etos kerjadengan fasih dan lancar.
3. Melalui model inquiry learning, peserta didik dapatmenganalisis asbabun nuzul dan
tafsir QS Al Baqarah : 30, Q.S. Adz Dzariyat : 56 dan QS An Nahl : 78
4. Melalui model pembelajaran discovery learning,peserta didik dapat menganalisis
manfaat daripenerapan perilaku kompetisi dalam kebaikan dan
etos kerja dalam kehidupan sehari-hari.
5. Melalui model pembelajaran berbasis proyek (projectbased learning), peserta didik
dapat membuat danmenyajikan paparan tentang QS Al Baqarah : 30, Q.S. Adz Dzariyat :
56 dan QS An Nahl : 78 dan hadis tentangkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja.
Materi tiap sub bab 1. Bacaan QS Al Baqarah : 30, Q.S. Adz Dzariyat : 56 dan QS An Nahl : 78
2. Hafalan QS Al Baqarah : 30, Q.S. Adz Dzariyat : 56 dan QS An Nahl : 78
3. Tafsir QS Al Baqarah : 30, Q.S. Adz Dzariyat : 56 dan QS An Nahl : 78
4. Penerapan khalifah fil ardhi.
5. Manfaat alam semesta tentang tugas manusia sebagai khalifah fil ardhi
Kosakata yang khalifah fil ardhi
ditekankan/kata kunci
Metode dan aktivitas 1. Metode talaqqi dan peer teaching
yang disarankan 2. Metode drill and practice
serta alternatifnya 3. Metode sorogan
4. Model pembelajaran inquiry learning
5. Model pembelajaran discovey learning
6. Model pembelajaran project based learning
Apabila situasi dan kondisi tidak
memungkinkan menggunakan metode-metode
di atas, maka alternatif yang disarankan adalah:
1. Metode demonstrasi, yaitu guru memberikan
contoh langsung bacaan Al-Qur`an atau guru dapat
menggunakan media pembelajaran digital berupa
video interaktif bacaan Al-Qur`an
2. Teknik berpasangan sesuai bangku tempat duduk
3. Teknik penugasan individu dan atau kelompok
4. Teknik menyalin, yakni menyalin bacaan Al-Qur`andi buku tugas
5. Teknik diskusi kelompok ahli
Catatan khusus:Apabila aktivitas pembelajaran dilakukan jarak jauh(dalam jaringan)
SKEMA PEMBELAJARAN BAB 2
maka diberikan alternatif sebagaiberikut: menggunakan metode demontrasi dengan
aplikasi meeting online seperti Microsot Teams, ZoomMeeting, google Meet, Webex,
dan sejenisnya. Ataumenggunakan akun media sosial seperti Facebook,Instagram, Tel-
egram, Whatsapp dan sejenisnya.
Dalamhal ini guru memberikan contoh langsung bacaan Al-Qur`an, kemudian peserta
didik menirukan bacaantersebut berulang kali sampai fasih dan lancar
hinggamampu menghafalnya.
Sumber belajar utama 1. Al-Qur`an dan Terjemah, Kementerian Agama RI
atau sumber lain 2. Tafsir al-Misbah karya Quraish Shihab
3. Tafsir Ibnu Katsir karya Ismail bin Umar al-Quraisyibin Katsir al-Bashri ad-Dimasyqi
4. Tafsir al-Maraghi karya Ahmad Mustofa al-Maraghi
5. Lubabun Nuqul ii Asbaabin Nuzul, karya JalaluddinAs-Suyuthi
6. Kitab Hadis Riyadhus Shalilih karya Imam Nawawi
7. Buku Tajwid “Tuhfatul Athfal” karya Syeikh Sulaimanal-Jumzuri
Sumber belajar lain 1. Membudayakan Etos Kerja yang Islami, karya
yang relevan Toto Tasmara
2. Asbabun Nuzul, karya Mukhlis M. Hanai (ed.)
SKEMA PEMBELAJARAN BAB 3
Periode Waktu Durasi 6 Pekan/12 Jam Pelajaran (@45 menit)
Pembelajaran
Tujuan dan Subbab 1. Melalui metode reading aloud dan the power of two, peserta didik
mampu membiasakan diri membaca dengan tartil Q.S. al-Isra’/17: 32,
dan Q.S. an-Nur/24: 2, serta hadis terkait;
2. Melalui metode muraja’ah danmetode tasmi’, peserta didik
mampumenghafalkan dengan fasih dan lancarQ.S. al-Isra’/17: 32, dan
Q.S. an-Nur/24: 2,serta hadis terkait;
3. Melalui metode make a match, card sortdan information search, peserta
didikmampu menganalisis Q.S. al-Isra’/17: 32,
dan Q.S. an-Nur/24: 2, serta hadis tentanglarangan pergaulan bebas dan
perbuatan zina;
4. Melalui model pembelajaran berbasisproyek (project-based
learning), pesertadidik mampu menyajikan paparanmengenai bahaya
larangan pergaulan bebas dan perbuatan zina.
5. Melalui model discovery learning, pesertadidik mampu meyakini
bahwa pergaulanbebas dan zina merupakan larangan
agama
6. Melalui model discovery learning,peserta didik mampu
membiasakansikap menghindari pergaulan bebas danperbuatan
zina dengan berhati-hati danmenjaga kehormatan diri
Materi tiap sub bab 1. Pembiasaan diri membaca dengan tartilQ.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-
Nur/24: 2,serta hadis terkait;
2. Hafalan dengan fasih dan lancar Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2,
sertahadis terkait;
3. Analisis Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2, serta hadis tentang
laranganpergaulan bebas dan perbuatan zina;
4. Paparan mengenai bahaya laranganpergaulan bebas dan perbuatan zina.
5. Keyakinan bahwa pergaulan bebas danzina merupakan larangan agama
6. Pembiasaan sikap menghindari pergaulanbebas dan perbuatan zina
dengan berhati-hati dan menjaga kehormatan diri
Kosakata yang Pergaulan bebas, perbuatan zina
ditekankan/kata kunci
Metode dan aktivitas 1. Discovey learning
yang disarankan serta
SKEMA PEMBELAJARAN BAB 3
alternatifnya 2. Information search
3. Jigsaw
4. Discovery learning
5. Problem based learning
Apabila situasi dan kondisi tidak memungkinkan
menggunakan metode-metode tersebut, maka alternatif yang
disarankan adalah:
1) Metode diskusi, yaitu aktivitas melibatkan peserta didik
dalam proses KBM, memberikan stimulus keterampilanberbicara dan
menyampaikan gagasan tentang materipembelajaran, secara individu maupun
berkelompok
2) Teknik berpasangan sesuai bangku tempat duduk
3) Teknik penugasan individu dan atau kelompok
4) Teknik membuat resume, yakni menyalin poin-poinpenting dari materi di buku
tugas
5) Teknik diskusi kelompok ahli
Catatan khusus:
Apabila aktivitas pembelajaran dilakukan jarak jauh
(dalam jaringan) maka diberikan alternatif sebagai berikut:
menggunakan metode demonstrasi dengan aplikasi meeting
online seperti microsot teams, zoom meeting, google meet,
webex, dan sejenisnya. Atau menggunakan akun media
sosial seperti facebook, instagram, telegram, whatsapp dan
sejenisnya. Dalam hal ini guru memberikan apersepsi dan
penjelasan tentang pokok-pokok materi kemudian peserta
didik menyimak, membentuk kelompok kelompok kecil
diskusi secara online dan mengerjakan aktivitas-aktivitas
pembelajaran seperti instruksi yang ada di buku siswa.
Sumber belajar utama 1. Al-Qur`an dan Terjemah, KementerianAgama RI
atau sumber lain 2. Tafsir al-Misbah karya Quraish Shihab,Tafsir Ibnu Katsir karya Ismail
bin Umaral-Quraisyi bin Katsir al-Bashri ad-Dimasyqi, Tafsir al-Maraghi
karya AhmadMustofa al-Maraghi
3. Lubabun Nuqul ii Asbaabin Nuzul, karyaJalaluddin As-Suyuthi
4. Kitab Hadis Riyadhus Shalihin karya ImamNawawi
5. Buku Tajwid “Tuhfatul Athfal” karyaSyeikh Sulaiman al-Jumzur
Sumber belajar lain Asbabun Nuzul, karya Mukhlis M. Hanai(ed.)
yang relevan
SKEMA PEMBELAJARAN BAB 4
Periode Waktu Durasi 5 Pekan/10 Jam Pelajaran
Pembelajaran
Tujuan dan Subbab 1. Melalui model pembelajaran jigsaw learning, peserta didik dapat
menganalisis pengertian dan urutan al-kulliyatu al-khamsah, sehingga dapat
mempengaruhi sikap dalam
memecahkan masa’il al-diniyah (masalah-masalah keagamaan)
dan menumbuhkan sikap kepekaan sosial di masyarakat.
2. Melalui model pembelajaran inquiry learning, peserta didik dapat
menganalisis macam-maam dan penerapan al-kulliyatu al-khamsah, sehingga
dapat
mempengaruhi sikap dalam memecahkan masa’il al-diniyah (masalah-masalah
SKEMA PEMBELAJARAN BAB 4
keagamaan) dan menumbuhkan sikap kepekaan sosial di masyarakat.
3. Melalui model pembelajaran berbasis produk, peserta didik dapat menyajikan
paparan tentang al-kulliyatu al-khamsah, sehingga dapat mempengaruhi
sikap dalam
memecahkan masa’il al-diniyah (masalah-masalah keagamaan) dan
menumbuhkan sikap kepekaan sosial di masyarakat.
Materi tiap sub bab 1. Analisis pengertian al-kulliyatu al-khamsah
2. Analisis macam-macam al-kulliyatu al-khamsah
3. Analisis penerapan al-kulliyatu al-khamsah
4. Paparan tentang al-kulliyatu al-khamsah.
Kosakata yang al-Kulliyatu al-Khamsah, hifzhu al-din, hifzhu al-
ditekankan/kata kunci nafs, hifzhu al-‘aql, hifzhu al-nasl, hifzhu al-mal
Metode dan aktivitas 1. Model pembelajaran jigsaw learning
yang disarankan 2. Model pembelajaran inquiry learning
serta alternatifnya 3. Model pembelajaran berbasis produk
Apabila situasi dan kondisi tidak
memungkinkan menggunakan metode-
metode di atas, maka alternatif yang
disarankan adalah:
1. Metode pembelajaran saintiik, yaknimembaca,
menanya, mengeksplorasi,mengasosiasi dan
mengkomunikasikan.
2. Metode belajar kolaboratif
3. Teknik berpasangan sesuai bangku tempatduduk.
4. Teknik penugasan individu dan
ataukelompok Catatan khusus:
Apabila aktivitas pembelajaran dilakukan
jarak jauh (dalam jaringan) maka diberikan
alternatif sebagai berikut: menggunakan modelpembelajaran listening teams dengan
aplikasimeeting online seperti microsot teams, zoommeeting, google meet, webex, dan
sejenisnya.
Atau menggunakan akun media sosial sepertifacebook, instagram, telegram, whatsapp
dansejenisnya
Sumber belajar utama 1. Falsafah Hukum Islam, karya M. Hasbi Ash-Shidieqy
atau sumber lain 2. Aqidah wa Syari’ah, karya Mahmoud Syaltut
3. Filsafat Hukum Islam, karya FathurrahmanDjamil
Sumber belajar lain 1. Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhu’i atas
yang relevan Pelbagai Persoalan Umat, karya M. Quraish
Shihab
Mengetahui, Jakarta, Juli 2024
Kepala SMA Muhammadiyah 23 Guru Mata Pelajaran
( Tri Wulandini, [Link].) ( Rully Syafrizal, [Link].I)
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI
FASE E (KELAS X)
A. CAPAIAN BELAJAR BERDASARKAN DOMAIN
DOMAIN CAPAIAN PEMBELAJARAN (DESKRIPSI)
Pesertadidikmampumenganalisisayat Al-Qur’an dan
hadistentangperintahuntukberkompetisidalamkebaikan dan
etoskerjasertalaranganpergaulanbebas dan zina;
membacaalqur`andengantartil, menghafaldenganfasih dan lancarayat Al-
Qur’an sertahadistentangperintahuntukberkompetisidalamkebaikan dan
etoskerjasertabahayadaripergaulanbebas dan zina; menyajikankonten
dan paparantentangperintahuntukberkompetisidalamkebaikan dan
Al-Qur’an-Hadis
etoskerjasertalaranganpergaulanbebas dan zina;
meyakinibahwasikapkompetitifdalamkebaikan dan
etoskerjasertamenghindaripergaulanbebas dan
perbuatanzinaadalahperintah agama; dan
membiasakansikapkompetitifdalamkebaikan dan
etoskerjasertamenghindaripergaulanbebas dan
perbuatanzinadenganlebihberhati-hati dan menjagakehormatandiri.
pesertadidikmampumenganalisismaknasyu’abulīmān
(cabangcabangiman), pengertian, dalil, macam dan manfaatnya;
mempresentasikanmaknasyu’abulīmān (cabang-cabangiman),
Akidah pengertian, dalil, macam dan manfaatnya;
meyakinibahwadalamimanterdapatbanyakcabang-cabangnya;
menerapkanbeberapasikap dan
karaktersebagaicerminancabangimandalamkehidupan.
pesertadidikmampumenganalisismanfaatmenghindariakhlakmazmūmah;
membuatkarya yang
mengandungkontenmanfaatmenghindarisikapmazmūmah;
Akhlak meyakinibahwaakhlakmazmūmahadalahlarangan dan
akhlakmahmūdahadalahperintah agama;
membiasakandiriuntukmenghindariakhlakmazmūmah dan
menampilkanakhlakmahmūdahdalamkehidupansehari-hari
pesertadidikmampumenganalisisimplementasifikihmuamalah dan al-
kulliyât al-khamsah (lima prinsipdasarhukum Islam;
menyajikanpaparantentangfikihmuamalah dan al-kulliyât al-
Fikih
khamsahmeyakinibahwaketentuanfikihmuamalah dan al-kulliyât al-
khamsahadalahajaran agama menumbuhkanjiwakewirausahaan,
kepedulian, dan kepekaan social.
pesertadidikmampu: menganalisissejarah dan perantokoh ulama
penyebarajaran Islam di Indonesia membuatbagan timeline sejarahtokoh
SPI: Sejarah
ulama penyebarajaran Islam di Indonesia dan
Peradaban Islam
memaparkannya;meyakinibahwaperkembanganperadaban di Indonesia
adalahsunatullah dan metodedakwah yang santun, moderat, bi al-
ḥikmahwa al-mau`iẓatalḥasanahadalahperintah Allah Swt.;
membiasakansikapkesederhanaan dan kesungguhanmencariilmu, tekun,
damai, sertasemangatmenghargaiadatistiadat dan perbedaankeyakinan
orang lain
B. PENURUNAN CAPAIAN DOMAIN MENJADI TUJUAN PEMBELAJARAN PER DOMAIN
Domain : Al-Qur’an dan Hadis
CapaianPembelajaran : Pada akhirfase E, dalamaspek Al-Qur’an dan Hadis,
pesertadidikmampu, menganalisisayat Al-Qur’an dan
hadistentangperintahuntukberkompetisidalamkebaikan dan
etoskerjasertalaranganpergaulanbebas dan zina; dapatmembaca Al-Qur`an dengantartil,
menghafaldenganfasih dan lancarayat Al-Qur’an
sertahadistentangperintahuntukberkompetisidalamkebaikan dan
etoskerjasertabahayadaripergaulanbebas dan zina; dapatmenyajikankonten dan
paparantentangperintahuntukberkompetisidalamkebaikan dan
etoskerjasertalaranganpergaulanbebas dan zina;
meyakinibahwasikapkompetitifdalamkebaikan dan
etoskerjasertamenghindaripergaulanbebas dan perbuatanzinaadalahperintah agama; dan
membiasakansikapkompetitifdalamkebaikan dan
etoskerjasertamenghindaripergaulanbebas dan perbuatanzinadenganlebihberhati-hati dan
menjagakehormatandiri
Materi KompetisidalamKebaikan dan EtosKerja Modul JP
menganalisisayat Al-Qur’an dan
A.1. hadistentangperintahuntukberkompetisidalamkebaikan dan 1 2
etoskerja
membaca Al-Qur`an dengantartil, menghafaldenganfasih dan
lancarayat Al-Qur’an
A.2. 1 3
sertahadistentangperintahuntukberkompetisidalamkebaikan dan
etoskerja
menyajikankonten dan
A.3. paparantentangperintahuntukberkompetisidalamkebaikan dan 1 3
etoskerja
A.4. membiasakansikapkompetitifdalamkebaikan dan etoskerja 1 1
Materi LaranganPergaulanBebas dan Zina
menganalisisayat Al-Qur’an dan
A.5. 2 2
hadistentanglaranganpergaulanbebas dan zina
membaca Al-Qur`an dengantartil, menghafaldenganfasih dan
A.6. lancarayat Al-Qur’an sertahadistentanglaranganpergaulanbebas dan 2 3
zina
menyajikankonten dan
A.7. paparantentangperintahuntukmenjauhilaranganpergaulanbebas 2 3
dan zina
A.8. membiasakansikapmenghindarilaranganpergaulanbebas dan zina 2 1
Domain :Aqidah
Pada akhirfase E, dalamaspekakidah, pesertadidikmenganalisismaknasyu’abulīmān
(cabangcabangiman), pengertian, dalil, macam dan manfaatnya;
mempresentasikanmaknasyu’abulīmān (cabang-cabangiman), pengertian, dalil, macam dan
manfaatnya; meyakinibahwadalamimanterdapatbanyakcabang-cabangnya;
sertamenerapkanbeberapasikap dan karaktersebagaicerminancabangimandalamkehidupan.
Materi Syu’abulĪmān Modul JP
menganalisismaknasyu’abulīmān (cabangcabangiman), pengertian,
B.1. 3 2
dalil, macam dan manfaatnya
mempresentasikanmaknasyu’abulīmān (cabang-cabangiman),
B.2. 3 4
pengertian, dalil, macam dan manfaatnya
B.3. meyakinibahwadalamimanterdapatbanyakcabang-cabangnya 3 2
menerapkanbeberapasikap dan
B.4. 3 1
karaktersebagaicerminancabangimandalamkehidupan
Domain :Akhlak
Pada akhirfase E, dariaspekakhlak,
pesertadidikmenganalisismanfaatmenghindariakhlakmazmūmah; membuatkarya yang
mengandungkontenmanfaatmenghindarisikapmazmūmah;
meyakinibahwaakhlakmazmūmahadalahlarangan dan
akhlakmahmūdahadalahperintah agama;
sertamembiasakandiriuntukmenghindariakhlakmazmūmah dan
menampilkanakhlakmahmūdahdalamkehidupansehari-hari..
Materi AkhlakMaẑmūmah Modul JP
C.1. menganalisismanfaatmenghindariakhlakmazmūmah 4 2
membuatkarya yang
C.2. 4 4
mengandungkontenmanfaatmenghindarisikapmazmūmah
meyakinibahwaakhlakmazmūmahadalahlarangan dan
C.3. 4 2
akhlakmahmūdahadalahperintah agama
membiasakandiriuntukmenghindariakhlakmazmūmah dan
C.4. 4 1
menampilkanakhlakmahmūdahdalamkehidupansehari-hari
Domain :Fikih
Pada akhirfase E,
dalamaspekfikihpesertadidikmampumenganalisisimplementasifikihmuamalah dan al-kulliyât
al-khamsah (lima prinsipdasarhukum Islam; menyajikanpaparantentangfikihmuamalah dan
al-kulliyât al-khamsahmeyakinibahwaketentuanfikihmuamalah dan al-kulliyât al-
khamsahadalahajaran agama; sertamenumbuhkanjiwakewirausahaan, kepedulian, dan
kepekaansosial.
Materi FikihMuamalah dan Al-Kulliyât Al-Khamsah Modul JP
Domain :Fikih
Pada akhirfase E,
dalamaspekfikihpesertadidikmampumenganalisisimplementasifikihmuamalah dan al-kulliyât
al-khamsah (lima prinsipdasarhukum Islam; menyajikanpaparantentangfikihmuamalah dan
al-kulliyât al-khamsahmeyakinibahwaketentuanfikihmuamalah dan al-kulliyât al-
khamsahadalahajaran agama; sertamenumbuhkanjiwakewirausahaan, kepedulian, dan
kepekaansosial.
Materi FikihMuamalah dan Al-Kulliyât Al-Khamsah Modul JP
menganalisisimplementasifikihmuamalah dan al-kulliyât al-
D.1. 5 2
khamsah (lima prinsipdasarhukum Islam
menyajikanpaparantentangfikihmuamalah dan al-kulliyât al-
D.2. 5 4
khamsah
meyakinibahwaketentuanfikihmuamalah dan al-kulliyât al-
D.3. 5 2
khamsahadalahajaran agama
D.4. menumbuhkanjiwakewirausahaan, kepedulian, dan kepekaan social 5 1
Domain :Sejarah Peradaban Islam
Pada akhirfase E, dalamaspeksejarahperadaban Islam,
pesertadidikmampumenganalisissejarah dan perantokoh ulama penyebarajaran Islam di
Indonesia; dapatmembuatbagan timeline sejarahtokoh ulama penyebarajaran Islam di
Indonesia dan memaparkannya; meyakinibahwaperkembanganperadaban di Indonesia
adalahsunatullah dan metodedakwah yang santun, moderat, bi al-ḥikmahwa al-
mau`iẓatalḥasanahadalahperintah Allah Swt.; membiasakansikapkesederhanaan dan
kesungguhanmencariilmu, tekun, damai, sertasemangatmenghargaiadatistiadat dan
perbedaankeyakinan orang lain.
Materi Sejarah dan PeranTokoh Ulama PenyebarAjaran Islam di Modul JP
Indonesia
menganalisissejarah dan perantokoh ulama penyebarajaran Islam
E.1. 6 1
di Indonesia
membuatbagan timeline sejarahtokoh ulama penyebarajaran Islam
E.2. 6 3
di Indonesia dan memaparkannya
meyakinibahwaperkembanganperadaban di Indonesia
E.3. adalahsunatullah dan metodedakwah yang santun, moderat, bi al- 6 1
ḥikmahwa al-mau`iẓatalḥasanahadalahperintah Allah Swt.
membiasakansikapkesederhanaan dan kesungguhanmencariilmu,
E.4. tekun, damai, sertasemangatmenghargaiadatistiadat dan 6 1
perbedaankeyakinan orang lain
C. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
Materi KompetisidalamKebaikan dan EtosKerja Modul JP
menganalisisayat Al-Qur’an dan
A.1. hadistentangperintahuntukberkompetisidalamkebaikan dan 1 2
etoskerja
membaca Al-Qur`an dengantartil, menghafaldenganfasih dan
lancarayat Al-Qur’an
A.2. 1 2
sertahadistentangperintahuntukberkompetisidalamkebaikan dan
etoskerja
menyajikankonten dan
A.3. paparantentangperintahuntukberkompetisidalamkebaikan dan 1 4
etoskerja
A.4. membiasakansikapkompetitifdalamkebaikan dan etoskerja 1 1
Materi LaranganPergaulanBebas dan Zina
menganalisisayat Al-Qur’an dan
A.5. 2 2
hadistentanglaranganpergaulanbebas dan zina
membaca Al-Qur`an dengantartil, menghafaldenganfasih dan
A.6. lancarayat Al-Qur’an sertahadistentanglaranganpergaulanbebas dan 2 2
zina
menyajikankonten dan
A.7. paparantentangperintahuntukmenjauhilaranganpergaulanbebas 2 4
dan zina
A.8. membiasakansikapmenghindarilaranganpergaulanbebas dan zina 2 1
Materi Syu’abulĪmān
B.1. menganalisismaknasyu’abulīmān (cabangcabangiman), pengertian,
3 2
dalil, macam dan manfaatnya
B.2. mempresentasikanmaknasyu’abulīmān (cabang-cabangiman),
3 4
pengertian, dalil, macam dan manfaatnya
B.3. meyakinibahwadalamimanterdapatbanyakcabang-cabangnya 3 2
B.4. menerapkanbeberapasikap dan
3 1
karaktersebagaicerminancabangimandalamkehidupan
Materi AkhlakMaẑmūmah
C.1. menganalisismanfaatmenghindariakhlakmazmūmah 4 2
C.2. membuatkarya yang
4 4
mengandungkontenmanfaatmenghindarisikapmazmūmah
C.3. meyakinibahwaakhlakmazmūmahadalahlarangan dan
4 2
akhlakmahmūdahadalahperintah agama
C.4. membiasakandiriuntukmenghindariakhlakmazmūmah dan
4 1
menampilkanakhlakmahmūdahdalamkehidupansehari-hari
Materi FikihMuamalah dan Al-Kulliyât Al-Khamsah
D.1. menganalisisimplementasifikihmuamalah dan al-kulliyât al-
5 2
khamsah (lima prinsipdasarhukum Islam
D.2. menyajikanpaparantentangfikihmuamalah dan al-kulliyât al-
5 4
khamsah
Materi KompetisidalamKebaikan dan EtosKerja Modul JP
D.3. meyakinibahwaketentuanfikihmuamalah dan al-kulliyât al-
5 1
khamsahadalahajaran agama
D.4. menumbuhkanjiwakewirausahaan, kepedulian, dan kepekaan social 5 2
E.1. menganalisissejarah dan perantokoh ulama penyebarajaran Islam di
Indonesia 6 1
E.2. membuatbagan timeline sejarahtokoh ulama penyebarajaran Islam
6 3
di Indonesia dan memaparkannya
E.3. meyakinibahwaperkembanganperadaban di Indonesia
adalahsunatullah dan metodedakwah yang santun, moderat, bi al- 6 1
ḥikmahwa al-mau`iẓatalḥasanahadalahperintah Allah Swt.
E.4. membiasakansikapkesederhanaan dan kesungguhanmencariilmu,
tekun, damai, sertasemangatmenghargaiadatistiadat dan 6 1
perbedaankeyakinan orang lain
JUMLAH …
DASAR PENYUSUNAN ATP
KETERANGAN:
ATP :TujuanPembelajarandari domain (Al-Qur’an-Hadis, Aqidah, Akhlak, Fikih, SPI) yang
disusunsecaraurut/linear mulaiawalsampaiakhirfase.
KKTP / KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN
Nama Penyusun : Rully Syafrizal, [Link].i
Nama Sekolah : SMA Muhammadiyah 23 Jakarta
Mata Pelajaran : Al Qur'an Hadits
Kelas/ Semester : X/ GANJIL - GENAP
Tahun Pelajaran : 2024/2025
Fase Capaian : FASE E
MATERI Kompleksitas Daya Dukung Intake KKTP
Tinggi Sedang Rendah Tinggi Sedang Rendah Tinggi Sedang Rendah
50 - 64 65 - 80 81 -100 81 -100 65 - 80 50 - 64 81 -100 65 - 80 50 - 64
1. Bacaan Q.S. al-Maidah/5: 48 dan Q.S. at-Taubah/9: 105.
2. Hafalan Q.S. al-Maidah/5: 48 dan Q.S. at-Taubah/9: 105.
3. Tafsir Q.S. al-Maidah/5: 48 dan Q.S. at-Taubah/9: 105.
4. Penerapan perilaku kompetisi dalam kebaikan dan etos kerja.
5. Manfaat perilaku kompetisi dalam kebaikan dan etos kerja.
1. Analisis makna syu’abul iman (cabang-cabang iman)
pengertian, dalil, macam dan manfaatnya.
2. Presentasi makna syu’abul iman (cabang-cabang iman)
3. Keyakinan bahwa dalam iman terdapat banyak cabang-
cabangnya;
4. Pembiasaan sikap disiplin, jujur, dan bertanggung jawab yang
merupakan beberapa cabang iman dalam kehidupan
1. Pembiasaan diri membaca dengan tartil Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S.
an-Nur/24: 2, serta hadis terkait;
2. Hafalan dengan fasih dan lancar Q.S. al- Isra’/17: 32, dan Q.S. an-
Nur/24: 2, serta hadis terkait;
3. Analisis Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2, serta hadis
tentang larangan pergaulan bebas dan perbuatan zina;
4. Paparan mengenai bahaya larangan pergaulan bebas dan perbuatan
zina.
MATERI Kompleksitas Daya Dukung Intake KKTP
Tinggi Sedang Rendah Tinggi Sedang Rendah Tinggi Sedang Rendah
50 - 64 65 - 80 81 -100 81 -100 65 - 80 50 - 64 81 -100 65 - 80 50 - 64
5. Keyakinan bahwa pergaulan bebas dan zina merupakan
larangan agama
6. Pembiasaan sikap menghindari pergaulan bebas dan perbuatan zina
dengan berhati-hati dan menjaga kehormatan diri
1. Analisis pengertian al-kulliyatu al-khamsah
2. Analisis macam-macam al-kulliyatu al-khamsah
3. Analisis penerapan al-kulliyatu al-khamsah
4. Paparan tentang al-kulliyatu al-khamsah.
Mengetahui, Jakarta, Juli 2024
Kepala SMA Muhammadiyah 23 Guru Mata Pelajaran
( Tri Wulandini, [Link].) ( Rully Syafrizal, [Link].I)
CAPAIAN PEMBELAJARAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI (AL QUR'AN HADITS)
Rasional
Pendidikan Agama Islam (PAI) secara bertahap dan holistik diarahkan untuk
menyiapkan peserta didik agar mantap secara spiritual, berakhlak mulia, dan memiliki
pemahaman akan dasar-dasar agama Islam serta cara penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pendidikan agama Islam
secara umum harus mengarahkan peserta didik kepada (1) Kecenderungan kepada
kebaikan (al-ḥanifiyyah), (2) Sikapmemperkenankan (alsamḥah), (3) akhlakmulia
(makārim al-akhlāq), dan (4) Kasih sayanguntukalamsemesta (rahmat li al-ālamĩn).
Dengan PAI, dasar-dasartersebutkemudianditerapkan oleh pesertadidikdalamberiman
dan bertakwakepada Allah Swt, menjagadiri, peduliataskemanusiaan dan
lingkunganalam. Deskripsidaripenerapaniniakantampakdalambeberapaelemen PAI
terutamadalamakhlakpribadi dan sosial, akidah, syari’at dan sejarahperadaban Islam.
PAI bisa menjadi pedoman bagi peserta didik dalam menjaga diri dan menerapkan
akhlak mulia setiap hari. Berbagai persoalan di masyarakat seperti krisis akhlak,
radikalisme dan krisis lingkungan hidup dan lain-lain mempunyai jawaban dalam
tradisi agama Islam. Dengan mempelajari dan menghayati PAI, peserta didik mampu
menghindari segala perubahan negatif yang terjadi di dunia sehingga tidak mengganggu
perkembangan dirinya baik dalam hubungannya dengan Tuhan, diri sendiri, sesama
warga negara, sesama manusia, maupun alam semesta.
Dengan konteks Indonesia pada abad 21 yang semakin kompleks, pemahaman yang
mendalam tentang agama sangat dibutuhkan, terutama dalam menghormati dan
menghargai perbedaan. Pelajaran agama tidak hanya membahas hubungan manusia
dengan Allah (Habl min Allāh), namun juga hubungan dengan diri sendiri, sesamawarga
negara, sesama manusia (Hablmin al-nās) dan alamsemesta. Untukitu,
dibutuhkanpendekatan yang beragamdalam proses belajar agama yang
tidakhanyaberupaceramah, namun juga diskusi-interaktif, proses belajar yang
bertumpu pada keingintahuan dan penemuan (inquiry and discovery learning), proses
belajar yang berpihak pada anak (student-centered learning), proses belajar yang
berbasis pada pemecahanmasalah (problem based learning), pembelajaran berbasis
proyek nyata dalam kehidupan (projek based learning), dan proses belajar yang
kolaboratif (collaborative learning). Berbagai pendekatan ini memberi ruang bagi
tumbuhnya keterampilan yang berharga seperti budaya berpikir kritis, kecakapan
berkomunikasi dan berkolaborasi, dan menjadi peserta didik yang kreatif.
Melaluimuatanmateri yang disajikannyadalam 5 (lima) elemenkeilmuan PAI antara
lain Al-Quran-hadis, akidah, akhlak, fiqih, dan sejarahperadaban Islam, pelajaran
agama Islam dapatberkontribusi dan
menguatkanterbentuknyaprofilpelajarpancasilasebagaipelajarsepanjanghayat (min al-
mahdiila al-lahdi) yang beriman dan bertakwa, sertaberakhlakmulia,
menyadaridirinyabagiandaripenduduk dunia denganberkepribadian dan punya
kompetensi global, mandiri, kreatif, kritis, dan bergotong royong.
TujuanBelajar Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam
Pada praktiknya, pembelajaran PAI ditujukanuntuk:
1. Memberikanbimbingankepadapesertadidik agar mantap spiritual,
berakhlakmulia, selalumenjadikankasihsayang dan
sikaptoleransebagailandasandalamhidupnya;
2. Membentukpesertadidik agar menjadipribadi yang memahamidenganbaikprinsip-
prinsip agama Islam terkaitakhlakmulia, akidah yang benar (`aqîdahsahĩhah)
berdasarpahamahlus sunnah waljamā`ah, syariat, dan
perkembangansejarahperadaban Islam, sertamenerapkannyadalamkehidupansehari-
haribaikdalamhubungannyadengan sang pencipta, dirisendiri, sesamawarga negara,
sesamamanusia, maupunlingkunganalamnyadalamwadah Negara
KesatuanRepublikIndoneisa;
3. Membimbingpesertadidik agar mampumenerapkanprinsip-prinsip Islam
dalamberfikirsehinggabenar, tepat, dan arifdalammenyimpulkansesuatu
dan mengambilkeputusan;
4.
Mengkonstruksikemampuannalarkritispesertadidikdalammenganalisaperbedaanpenda
patsehinggaberperilakumoderat (wasaťîyyah) dan
terhindardariradikalismeataupunliberalisme;
5. Membimbingpesertadidik agar menyayangilingkunganalamsekitarnya
dan menumbuhkan rasa tanggungjawabnyasebagaikhalifah Allah di bumi.
Dengandemikiandiaaktifdalammewujudkanupaya-upayamelestarikan dan
merawatlingkungansekitarnya;
6. Membentukpesertadidik yang
menjunjungtingginilaipersatuansehinggadengandemikiandapatmenguatkanpersaudara
ankemanusiaan (ukhuwwahbasyariyyah), persaudaraanseagama
(ukhuwwahIslāmiyyah), dan jugapersaudaraansebangsa dan senegara
(ukhuwwahwaťaniyyah) dengansegenapkebinekaan agama, suku dan budayanya.
Karakteristik
Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Pendidikan Agama Islam
mencakupelemenkeilmuan yang meliputi (1) Al-Qur’an dan hadis, (2) Akidah, (3)
Akhlak, (4) Fikih, dan (5) Sejarah peradaban Islam. Hal inidijelaskansebagaiberikut:
Elemen Deskripsi
Pendidikan Agama Islam (PAI) menekankankemampuanbaca dan tulis Al-
Qur’an dan hadisdenganbaik dan benar. Ia juga
Al-
mengantarpesertadidikdalammemahamimaknasecaratekstual dan
Qur’an
kontekstualsertamengamalkankandungannyadalamkehidupanseharihari.
Hadis
PAI juga menekankancinta dan penghargaantinggikepadaAl-Qur’an dan
hadis Nabi sebagaipedomanhiduputamaseorangmuslim.
Akidahberkaitandenganprinsipkepercayaan yang
akanmengantarkanpesertadidikdalammengenal Allah, para malaikat, kitab-
kitab Allah, para Nabi dan Rasul,
Akidah sertamemahamikonseptentanghariakhirsertaqadā dan qadr.
Keimananinilah yang
kemudianmenjadilandasandalammelakukanamalsaleh, berakhlakmulia dan
taathukum.
Akhlakmerupakanperilaku yang menjadibuahdariilmu dan keimanan.
Akhlakakanmenjadimahkota yang mewarnaikeseluruhanelemendalam PAI.
Ilmuakhlakmengantarkanpesertadidikdalammemahamipentingnyaakhlakm
uliapribadi dan akhlaksosial, dan dalammembedakanantaraperilakubaik
(maḥmūdah) dan tercela (mazmūmah). Denganmemahamiperbedaanini,
pesertadidikbisamenyadaripentingnyamenjauhkandiridariperilakutercela
dan mendisiplinkandiridenganperilakumuliadalamkehidupansehari-
[Link] juga
akanmemahamipentingnyamelatih (riyādah), disiplin (tahzīb) dan
upayasungguh-sungguhdalammengendalikandiri (mujāhadah).
Akhlak
Denganakhlak, pesertadidikmenyadaribahwalandasandariperilakunya,
baikuntukTuhan, dirinyasendiri, sesamamanusia dan
alamsekitarnyaadalahcinta (mahabbah). Pendidikan Akhlak juga
mengarahkanmerekauntukmenghormati dan
menghargaisesamamanusiasehinggatidakadakebencianatauprasangkaburuk
atasperbedaan agama atauras yang ada.
Aspekatauelemenakhlakiniharusmenjadimahkota yang masuk pada
semuatopikbahasan pada matapelajaran PAI,
akhlakharusmenghiasaikeseluruhankonten dan menjadibuahdaripelajaran
PAI.
Fikihadalahinterpretasiatassyariat. Fikihmerupakanaturanhukun yang
berkaitandenganperbuatanmanusiadewasa (mukallaf) yang mencakup
ritual atauhubungandengan Allah SWT (‘ubudiyyah) dan kegiatan
Fikih yang berhubungandengansesamamanusia (mu’amalah).
Fikihmengulasberbagaipemahamanmengenai tata carapelaksanaan
dan ketentuanhukumdalam Islam sertaimplementasinyadalamibadah
dan
mua’amalah.
Sejarah Sejarah peradaban Islam
Elemen Deskripsi
Peradab menguraikancatatanperkembanganperjalananhidupmanusiadalammemban
an Islam gunperadabandari masa ke masa. Pembelajaran Sejarah Peradaban Islam
(SPI) menekankan pada kemampuanmengambil hikmah darisejarah masa
lalu, menganalisapelbagaimacamperistiwa dan
menyerapberbagaikebijaksanaan yang telahdipaparkan oleh para
generasiterdahulu. Denganrefleksiataskisah-kisahsejarahtersebut,
pesertadidikmempunyaipijakanhistorisdalammenghadapipermasalahan
dan menghindaridariterulangnyakesalahanuntuk masa sekarangmaupun
masa depan.
Aspekiniakanmenjadiketeladanaan (‘ibrah) dan
menjadiinspirasigenerasipenerusbangsadalammenyikap dan
menyelesaikanfenomenasosial, budaya, politik, ekonomi, iptek, seni, dan
lain-lain dalamrangkamembangunperadaban di zamannya.
FASE E (Kelas 10)
Pada akhirfase E, dalamaspek Al-Qur’an dan Hadis, pesertadidikmampu,
menganalisisayat Al-Qur’an dan
hadistentangperintahuntukberkompetisidalamkebaikan dan
etoskerjasertalaranganpergaulanbebas dan zina; dapatmembacaAlQur`andengantartil,
menghafaldenganfasih dan lancarayat Al-Qur’an
sertahadistentangperintahuntukberkompetisidalamkebaikan dan
etoskerjasertabahayadaripergaulanbebas dan zina; dapatmenyajikankonten dan
paparantentangperintahuntukberkompetisidalamkebaikan dan
etoskerjasertalaranganpergaulanbebas dan zina;
meyakinibahwasikapkompetitifdalamkebaikan dan
etoskerjasertamenghindaripergaulanbebas dan perbuatanzinaadalahperintah agama;
dan membiasakansikapkompetitifdalamkebaikan dan
etoskerjasertamenghindaripergaulanbebas dan perbuatanzinadenganlebihberhati-hati
dan menjagakehormatandiri
Dalamaspekakidah, pesertadidikmenganalisismaknasyu’abulīmān
(cabangcabangiman), pengertian, dalil, macam dan manfaatnya;
mempresentasikanmaknasyu’abulīmān (cabang-cabangiman), pengertian, dalil, macam
dan manfaatnya; meyakinibahwadalamimanterdapatbanyakcabang-cabangnya;
sertamenerapkanbeberapasikap dan
karaktersebagaicerminancabangimandalamkehidupan.
Dari aspekakhlak, pesertadidikmenganalisismanfaatmenghindariakhlakmazmūmah;
membuatkarya yang mengandungkontenmanfaatmenghindarisikapmazmūmah;
meyakinibahwaakhlakmazmūmahadalahlarangan dan akhlakmahmūdahadalahperintah
agama; sertamembiasakandiriuntukmenghindariakhlakmazmūmah dan
menampilkanakhlakmahmūdahdalamkehidupansehari-hari.
Dalamaspekfikih, pesertadidikmampumenganalisisimplementasifikihmuamalah dan al-
kulliyât al-khamsah (lima prinsipdasarhukum Islam;
menyajikanpaparantentangfikihmuamalah dan al-kulliyât al-
khamsahmeyakinibahwaketentuanfikihmuamalah dan al-kulliyât al-
khamsahadalahajaran agama; sertamenumbuhkanjiwakewirausahaan, kepedulian, dan
kepekaansosial.
Dalamaspeksejarahperadaban Islam, pesertadidikmampumenganalisissejarah dan
perantokoh ulama penyebarajaran Islam di Indonesia; dapatmembuatbagan timeline
sejarahtokoh ulama penyebarajaran Islam di Indonesia dan memaparkannya;
meyakinibahwaperkembanganperadaban di Indonesia adalahsunatullah dan
metodedakwahyang santun, moderat, bi al-ḥikmahwa al-
mau`iẓatalḥasanahadalahperintah Allah Swt.; membiasakansikapkesederhanaan dan
kesungguhanmencariilmu, tekun, damai, sertasemangatmenghargaiadatistiadat dan
perbedaankeyakinan orang lain.
Mengetahui, Jakarta, Juli 2024
Kepala SMA Muhammadiyah 23 Guru Mata Pelajaran
( Tri Wulandini, [Link].) ( Rully Syafrizal, [Link].I)