ANALISIS PENGARUH HAMBATAN SAMPING TERHADAP
KINERJA LALU LINTAS PADA RUAS JALAN PARIWISATA
AKIBAT AKTIVITAS WISATA PANTAI MALABRO KOTA
BENGKULU
[Zaki Maulana Ahksan G1B023064]
BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Kota Bengkulu sebagai ibu kota Provinsi Bengkulu memiliki potensi yang
signifikan dalam sektor pariwisata maupun perdagangan, sehingga memberikan
nilai terhadap berbagai peluang bisnis dan investasi di wilayah tersebut. Di sisi
lain, Kota Bengkulu merupakan salah satu kota administratif di Indonesia yang
memiliki luas wilayah sebesar 152,00 km² dengan jumlah penduduk mencapai
384,3 ribu jiwa. (Evalusiana et al., 2026)
Pantai Malabro merupakan salah satu kawasan wisata unggulan di Kota
Bengkulu yang memiliki tingkat kunjungan tinggi, terutama pada akhir pekan dan
musim liburan. Kondisi ini menyebabkan meningkatnya volume lalu lintas di ruas
jalan sekitar kawasan tersebut. Tingginya aktivitas kendaraan, Tidak adanya
fasilitas parkir off- street, dan tidak tersedianya fasilitas pejalan kaki
menyebabkan terjadinya penurunan kapasitas jalan. Hambatan samping seperti
parkir di badan jalan serta aktivitas pejalan kaki menjadi penyumbang utama
berkurangnya lebar efektif jalan dan menurunnya performa lalu lintas. (Hanifah
Mulya et al., 2023)
Jalan merupakan sarana transportasi darat yang sangat penting bagi
masyarakat untuk berhubungan antara daerah yang satu ke daerah yang lain, serta
untuk memperlancar kegiatan perekonomian, dan memberi kan akses suatu jalan
untuk kebutuhan aktivitas sehari-hari bagi masyarakat. Dengan berkembang
pesatnya dunia transportasi dan banyaknya jumlah kendaraan, maka
diperlukannya sarana dan prasarana transportasi untuk menunjang kebutuhan
masyarakat dan untuk memajukan pertumbuhan pembangunan pada daerah
tersebut. (Bombing et al., 2022)
Berbagai daerah di Indonesia saat ini mengalami pertumbuhan dan
perkembangan yang pesat. Sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan
tersebut, maka suatu daerah tidak akan pernah lepas dari adanya sektor
trasnportasi Permasalahan lalu lintas kerap dirasakan oleh para pengguna jalan
yaitu kemacetan lalu lintas yang mana dapat dikatakan sebagai berkurangnya
kinerja suattu ruas jalan yang disebabkan oleh bebrapa faktor salah satunya yaitu
tingginya hambatan yang ada pada ruas jalan. (Adhitya Akta Permana & Aulia
Sari, 2024)
Transportasi merupakan kebutuhan turunan ( derived demand ) yang
muncul sebagai akibat dari adanya aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya. Dalam
perspektif makro ekonomi, transportasi merupakan sektor strategis yang menjadi
tulang punggung pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat wilayah perkotaan
maupun pedesaan. (Linnisa et al., 2025)
Lalu-lintas yang baik adalah lalu lintas yang mampu mewujudkan arus
yang lancar, kecepatan yang cukup, aman, dan nyaman. Namun permasalahan
seringkali timbul akibat aktivitas di samping jalan. Dengan banyaknya aktivitas
yang dilakukan oleh masyarakat setempat, kelancaran lalu lintas yang seharusnya
optimal menjadi berkurang karena adanya hambatan samping akibat aktivitas
masyarakat/turis. (Restu Wahida et al., 2023)
Seiring dengan peningkatan jumlah pengguna transportasi di Kota
Bengkulu, hal tersebut berbanding lurus dengan kenaikan volume lalu lintas jalan,
sehingga menimbulkan permasalahan pada Ruas Jalan Pariwisata di kawasan
Pantai Malabro Kota Bengkulu (Fisenda et al., 2022).
kota yang cepat seiring bertumbuhnya jumlah penduduk dan kendaraan
bermotor memberikan dampak yang signifikan terhadap sistem transportasi,
khususnya transportasi jalan raya. Jalan raya sebagai fasilitas transportasi darat
dengan mempunyai fungsi utama untuk mendukung pergerakan orang dan barang.
Kinerja suatu ruas jalan yang baik menjadi salah satu indikator keberhasilan
dalam perencanaan dan pengelolaan sistem transportasi perkotaan. Berdasarkan
hal itu, penting untuk mengevaluasi secara komprehensif terkait faktor-faktor
yang memengaruhi kinerja jalan, salah satunya adalah hambatan samping.
(Auliansyah et al., 2025)
Hambatan samping (side friction) merupakan segala kejadian yang terjadi
pada sisi jalan dan berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas. Aktivitas ini
dapat berupa kendaraan berhenti atau parkir di tepi jalan, kendaraan yang keluar
masuk dari akses bangunan, penyeberangan pejalan kaki, hingga keberadaan
pedagang kaki lima. Meskipun secara individual hambatan-hambatan tersebut
terlihat sepele, akumulasi dari aktivitas tersebut dapat menyebabkan gangguan
arus lalu lintas secara cukup signifikan. (Teguh Puji Setiawan & Mulia Pamadi,
2025)
Permasalahan yang mungkin timbul salah satunya adalah kemacetan lalu
lintas yang sangat mengganggu bagi pengguna jalan. Kemacetan menyebabkan
pergerakan kendaraan menjadi lebih lambat sehingga mengonsumsi bahan bakar
dalam jumlah yang lebih besar. Di samping aspek bahan bakar, kerugian lainnya
terletak pada aspek waktu, di mana waktu perjalanan menjadi lebih lama akibat
terjebak dalam kemacetan. (Muhammad et al., 2025)
Kemacetan juga sering menimbulkan para pengendara sepeda motor sering
menggunakan bahu jalan dan trotoar sebagai jalan pintas untuk menghindari
kemacetan, hal seperti demikian yang menyebabkan bahu jalan dan trotoar tidak
berfungsi sebagaimana mestinya. Untuk itu kepada pihak-pihak terkait agar segera
dapat membenahi masalah tersebut dan berupayamerencanakan peningkatan jalan
yang sudah ada. (Rizani, 2013)
Salah satu ruas jalan yang sering mengalami kemacetan adalah Jalan
Pariwisata kawasan Pantai Malabro Kota Bengkulu. Kondisi kemacetan di Jalan
Pariwisata kawasan Pantai Malabro tidak hanya dipicu oleh volume kendaraan
yang tinggi, melainkan juga dipengaruhi oleh besarnya dampak hambatan
samping yang ditimbulkan oleh aktivitas wisata di sepanjang garis pantai.
Keberadaan pedagang kaki lima, areal parkir kendaraan pengunjung yang
memanfaatkan sebagian badan jalan, serta aktivitas pejalan kaki yang
melintasinya secara tidak teratur merupakan faktor-faktor utama yang
mengakibatkan berkurangnya kapasitas efektif jalan. Fenomena ini menimbulkan
penyempitan ruang gerak kendaraan ( bottleneck ) yang menurunkan kecepatan
arus bebas secara signifikan, terutama pada sore hari atau akhir pekan ketika
terjadi lonjakan jumlah pengunjung. (Fauzia & R, 2013)
Penurunan kinerja lalu lintas ini apabila dibiarkan tanpa adanya evaluasi
teknis akan berdampak negatif terhadap kenyamanan wisatawan serta citra Kota
Bengkulu sebagai destinasi wisata utama. (Hanifah Mulya et al., 2023)
Indikator kinerja jalan seperti Derajat Kejenuhan ( Degree of Saturation )
dan Tingkat Pelayanan Jalan ( Level of Service ) perlu diukur secara akurat untuk
mengetahui sejauh mana hambatan samping tersebut mengganggu kelancaran arus
lalu lintas. Diperlukan kajian mendalam yang mengacu pada pedoman teknis yang
berlaku di Indonesia untuk mengidentifikasi titik-titik konflik antara aktivitas
wisata dan fungsi jalan sebagai sarana mobilitas. (Tenggara et al., 2021)
Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan
menganalisis karakteristik hambatan samping serta pengaruhnya terhadap
kapasitas dan kinerja ruas jalan di kawasan tersebut. Hasil penelitian ini
diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata berupa data pendukung dan
rekomendasi bagi pemerintah kota dalam menyusun kebijakan manajemen
rekayasa lalu lintas yang lebih efektif. Dengan adanya penataan yang tepat,
diharapkan fungsi Jalan Pariwisata sebagai jalur utama akses wisata Pantai
Malabro dapat kembali optimal, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.
DAFTAR PUSTAKA
Adhitya Akta Permana, & Aulia Sari, Y. (2024). ANALYSIS OF THE IMPACT
OF SIDE OBSTACLES ON ROAD PERFORMANCE: CASE STUDY OF
THE KADIPATEN TRADITIONAL MARKET OF MAJALENGKA.
LEADER: Civil Engineering and Architecture Journal, 2(1), 604–611.
[Link]
Auliansyah, E., Misdalena, F., & Wahyuningsih, P. (2025). Analisis Hambatan
Samping terhadap Kinerja Lalu Lintas Menggunakan Regresi Linier
Berganda. Jurnal Konstruksi, 23(2).
[Link]
Bombing, Y. R., Mangontan, R., & Sanggaria, O. J. (2022). Analisis Pengaruh
Hambatan Samping Terhadap Derajat Kejenuhan Ruas Jalan Tamalanrea
Raya Makassar. Paulus Civil Engineering Journal, 4(4), 620–631.
[Link]
Dari, F. W., Lubis, M., & Batubara, H. (2025). Analisa Pengaruh Hambatan
Samping Terhadap Kinerja Lalu Lintas pada Ruas Jalan Pertahanan,
Kabupaten Deli Serdang. Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik,
Universitas Islam Sumatera Utara, 1-13.
Evalusiana, D., Pujiastuti, E. T., & Antoro, E. D. (2026). Study Moda
Transportasi Online Grab dan Maxim dengan Metode Topsis di Kota
Bengkulu. 5(1), 4019–4037.
FAUZIA, S., & R, A. R. (2013). Pengaruh Aktivitas Kawasan Terhadap Sirkulasi
Lalu Lintas Di Kawasan Jalan Pandanaran. Jurnal Teknik Pwk, 2(3), 875–
884.
Fisenda, I., Aprilia, N., & Anggada, S. (2022). Peningkatan Kinerja Ruas Jalan di
Kawasan Pasar Minggu Kota Bengkulu. [Link]
Hanifah Mulya, S., Saifudin, A. P., & Sugiarto, M. (2023). Peningkatan Kinerja
Ruas Jalan Pariwisata Di Kawasan pantai Berkas Kota bengkulu. Jurnal
Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat, xx(x), 1–8.
Linnisa, O., Kadarini, S. N., & Mukti, E. T. (2025). The Impact of Side Friction
on the Performance of Jalan D.I. Panjaitan in Sintang using the PKJI 2023
Method. Jurnal Teknik Sipil, 25(1), 1734–1747.
[Link]
Muhammad, F., Juventio, A., & Mudiyono, R. (2025). ANALISIS DAMPAK
HAMBATAN SAMPING TERHADAP KINERJA RUAS JALAN PADA
JALAN TLOGOSARI RAYA. Jurnal Teknik SILITEK, 05(02).
Restu Wahida, L., Raya Prima, G., Komalasari, N., & Teknik, J. (2023).
Akselerasi: Jurnal Ilmiah Teknik Sipil PENGARUH HAMBATAN SAMPING
AKIBAT AKTIVITAS PASAR LEUWILIANG KABUPATEN BOGOR
TERHADAP KINERJA JALAN. 5(1).
Rizani, A. (2013). Evaluasi Kinerja Jalan Akibat Hambatan Samping (Studi Kasus
Pada Jalan Soetoyo S Banjarmasin). Jurnal Sains Dan Terapan Politeknik
Hasnur, 1(1), 1–8.
[Link]
Setiawan, T. P., & Pamadi, M. (Year not stated). The Effect of Side Barriers on
Road Performance Levels (A Case Study: Pasar Cigasong,
Majalengka). Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas
Majalengka, 1-10.
Teguh Puji Setiawan, & Mulia Pamadi. (2025). The Effect of Side Barriers on
Road Performance Levels (A Case Study: Pasar Cigasong, Majalengka).
LEADER: Civil Engineering and Architecture Journal, 3(3), 174–183.
[Link]
Tenggara, M. A. P., Agustin, I. W., & Hariyani, S. (2021). Kinerja Jalan Di Kota
Surabaya Berdasarkan Tingkat Pelayanan Jalan. Planning for Urban
Regionand Environment, 10(3), 119–128.
[Link]