0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan54 halaman

Modul

Dokumen ini adalah rencana pembelajaran untuk mata pelajaran Manajemen Perkantoran di SMK PGRI 3 Blitar, yang mencakup pengelolaan administrasi umum selama 18 pertemuan. Materi pembelajaran dirancang untuk memenuhi kebutuhan beragam peserta didik dan mencakup keterampilan penting seperti korespondensi, penanganan surat, dan manajemen kas kecil. Pendekatan pembelajaran melibatkan metode praktis dan kolaboratif, serta integrasi nilai-nilai etika kerja.

Diunggah oleh

diksamargawara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan54 halaman

Modul

Dokumen ini adalah rencana pembelajaran untuk mata pelajaran Manajemen Perkantoran di SMK PGRI 3 Blitar, yang mencakup pengelolaan administrasi umum selama 18 pertemuan. Materi pembelajaran dirancang untuk memenuhi kebutuhan beragam peserta didik dan mencakup keterampilan penting seperti korespondensi, penanganan surat, dan manajemen kas kecil. Pendekatan pembelajaran melibatkan metode praktis dan kolaboratif, serta integrasi nilai-nilai etika kerja.

Diunggah oleh

diksamargawara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

(DEEP LEARNING)

Satuan Pendidikan : SMK PGRI 3 BLITAR


Mata Pelajaran : Manajemen Perkantoran
Elemen : Pengelolaan administrasi umum
Nama Guru : Mey Novaliya
Kelas/ Semester : XI/Gasal
Alokasi Waktu : 6 x 45 menit (18 Pertemuan)
Tahun Ajaran : 2025 /2026

IDENTIFIKASI PESERTA DIDIK

Peserta didik kelas XI pada jenjang SMK memiliki latar belakang dan
tingkat kesiapan yang beragam. Beberapa mungkin memiliki pengetahuan
awal yang baik tentang dasar-dasar administrasi perkantoran dari kelas X,
sementara yang lain mungkin lebih tertarik pada aspek digital dalam
pekerjaan administrasi. Kebutuhan belajar mereka juga bervariasi; ada yang
lebih suka belajar melalui praktik langsung dan kolaborasi, sementara yang
lain mungkin memerlukan bimbingan lebih terstruktur untuk memahami
konsep. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran akan disesuaikan untuk
mengakomodasi berbagai gaya belajar dan minat ini, memastikan setiap
peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran secara maksimal.

MATERI PELAJARAN

Materi pelajaran "Pengelolaan administrasi umum" berfokus pada


pengetahuan prosedural dan faktual yang sangat relevan dengan dunia kerja.
Materi ini disusun secara sistematis, dimulai dari kompetensi komunikasi
dasar (korespondensi) hingga tugas-tugas administratif yang lebih kompleks
(manajemen kas kecil, jadwal pimpinan, dan perjalanan dinas). Relevansi
materi ini sangat tinggi karena merupakan keterampilan esensial yang
dibutuhkan oleh staf administrasi di berbagai sektor. Tingkat kesulitannya
bersifat progresif, memungkinkan peserta didik untuk membangun
kompetensi secara bertahap. Materi ini juga mengintegrasikan nilai-nilai dan
karakter seperti ketelitian, tanggung jawab, kolaborasi, dan profesionalisme
yang sangat penting dalam etika kerja.

DIMENSI PROFIL LULUSAN

1. Penalaran Kritis: Menganalisis dan mengevaluasi informasi untuk


mengambil keputusan yang tepat dalam tugas administrasi, seperti
memilih format surat yang sesuai atau merencanakan jadwal kegiatan
pimpinan yang efektif.
2. Kreativitas: Merancang dan menyusun dokumen-dokumen
administrasi dengan tampilan yang rapi, profesional, dan mudah
dipahami, serta menemukan solusi inovatif untuk masalah-masalah
administrasi.
3. Kolaborasi: Bekerja sama dalam tim untuk menyelesaikan proyek-
proyek administrasi, seperti penanganan surat masuk dan keluar atau
penyusunan dokumen perjalanan dinas.
4. Kemandirian: Mampu merencanakan, melaksanakan, dan
mengevaluasi tugas administrasi secara mandiri dan bertanggung
jawab.
DESAIN CAPAIAN PEMBELAJARAN: Menerapkan korespondensi Bahasa
PEMBELAJARAN Indonesia dan Bahasa Inggris tingkat dasar, penanganan surat (mail
handling), penyusunan surat, akses data dan informasi di tempat kerja,
pencatatan kas kecil, penyusunan jadwal kegiatan pimpinan (daily agenda),
dan penyusunan dokumen perjalanan dinas serta akomodasi dan transportasi
perjalanan dinas (business travelling arrangement).

Lintas Disiplin Ilmu:

 Bahasa Indonesia: Menggunakan kaidah tata bahasa dan ejaan yang


benar dalam penulisan surat dan dokumen.
 Bahasa Inggris: Menguasai kosakata dan struktur kalimat dasar untuk
korespondensi bisnis.
 Pendidikan Pancasila: Mengembangkan etika dan profesionalisme
dalam bekerja.

TOPIK PEMBELAJARAN: Pengelolaan administrasi umum

TUJUAN PEMBELAJARAN:

 Menerapkan korespondensi Bahasa Indonesia tingkat dasar


 Menerapkan korespondensi Bahasa Inggris tingkat dasar
 Menerapkan penanganan surat (mail handling)
 Menerapkan penyusunan surat
 Menerapkan akses data dan informasi di tempat kerja
 Menerapkan pencatatan kas kecil
 Menerapkan penyusunan jadwal kegiatan pimpinan (daily agenda)
 Menerapkan penyusunan dokumen perjalanan dinas
 Menerapkan akomodasi dan transportasi perjalanan dinas (business
travelling arrangement)

PRAKTIK PEDAGOGIS:

1. Pembelajaran Berbasis Masalah


2. Diskusi kelompok, eksplorasi lapangan, wawancara, dan presentasi

MITRA PEMBELAJARAN:

 Staf Administrasi Sekolah (untuk observasi dan wawancara)


 Praktisi atau Profesional di Bidang Administrasi Perkantoran
 Guru Bidang Studi lain (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris)

LINGKUNGAN PEMBELAJARAN:

 Ruang Fisik: Ruang kelas, ruang praktik MPLB, ruang administrasi


sekolah.
 Ruang Virtual: Platform pembelajaran daring (misalnya Google
Classroom), grup diskusi online, aplikasi perkantoran kolaboratif.
 Budaya Belajar: Kolaboratif, partisipatif, proaktif, dan disiplin.

PEMANFAATAN DIGITAL:

 Perencanaan: Aplikasi presentasi, diagram alir, atau mind mapping.


 Pelaksanaan: Video tutorial, simulasi online, atau penggunaan
aplikasi perkantoran.
 Asesmen: Platform kuis online, portofolio digital.

PENGALAMAN Pertemuan 1
BELAJAR
Topik: Menerapkan korespondensi Bahasa Indonesia tingkat dasar

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai pembelajaran.
3. Peserta didik dicek kehadirannya oleh guru.
4. Peserta didik diberi motivasi untuk selalu semangat dalam
pembelajaran dan pentingnya memahami proses di balik perangkat
lunak dan gim yang mereka gunakan sehari-hari.
5. Peserta didik menyimak apersepsi dari guru tentang pengalaman
mereka menggunakan aplikasi atau gim, dan mengaitkan dengan
pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian bertanya-tanya, bagaimana
sebuah aplikasi atau gim itu dibuat dari nol hingga bisa kita nikmati?"
6. Peserta didik menerima informasi melalui tayangan power point yang
disusun oleh guru mengenai capaian pembelajaran, tujuan
pembelajaran, materi pembelajaran, dan penilaian yang akan
disampaikan.

Kegiatan Inti MEMAHAMI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

 Orientasi peserta didik kepada masalah:


1. Peserta didik menyimak sebuah studi kasus singkat tentang
sebuah tim startup yang kesulitan dalam mengembangkan
aplikasi karena tidak memahami proses bisnis pengembangan
perangkat lunak secara menyeluruh.
2. Peserta didik mengamati masing-masing media tentang
permasalahan yang terjadi dalam pengembangan perangkat
lunak dan guru bertanya jawab tentang isi dari media yang
telah ditayangkan atau diperdengarkan.
3. Peserta didik bersama guru melakukan tanya jawab perihal
pentingnya memahami setiap tahapan dalam proses
pengembangan perangkat lunak dan gim, untuk melihat
kemampuan awal siswa dan siswa saling menanggapi atau
memberi komentar terkait pertanyaan siswa lainnya.
4. Peserta didik menerima penjelasan singkat dari guru
mengenai gambaran umum proses bisnis pengembangan
perangkat lunak dan gim.

MENGAPLIKASI (BERMAKNA, MENGGEMBIRAKAN)

 Mengorganisasikan peserta didik:


1. Peserta didik membentuk kelompok, tiap kelompok 4-5
peserta yang ditentukan oleh guru.
2. Peserta didik menerima Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
yang telah diberikan guru. LKPD berisi skenario proyek
pengembangan perangkat lunak atau gim sederhana.
3. Peserta didik secara berkelompok berdiskusi untuk
menguraikan dan menganalisis tahapan perencanaan dan
analisis dalam skenario proyek yang diberikan, termasuk
identifikasi kebutuhan pelanggan dan keinginan pelanggan.
4. Peserta didik berdiskusi dan membagi tugas untuk mencari
data/bahan untuk menyelesaikan masalah yang ada pada
LKPD terkait tahapan perencanaan dan analisis.
 Guru membimbing penyelidikan individu dan kelompok: 5.
Peserta didik bersama kelompok mencermati dan memahami tugas
yang diberikan oleh guru terkait skenario proyek. 6. Peserta didik
secara berkelompok mengidentifikasi kebutuhan fungsional dan non-
fungsional dari skenario proyek, serta mendeskripsikan bagaimana
prinsip budaya mutu, K3LH, dan UX dapat diterapkan pada tahap
perencanaan dan analisis.

MEREFLEKSI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: 7. Peserta didik


mendeskripsikan hasil analisis kebutuhan pelanggan, keinginan
pelanggan, serta penerapan budaya mutu, K3LH, dan UX pada tahap
perencanaan dan analisis dalam bentuk presentasi singkat. 8. Peserta
didik mempresentasikan hasil karya di depan teman lainnya secara
bergantian.
 Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah: 9.
Peserta didik menyimak presentasi dari salah satu peserta didik
lainnya secara bergantian. 10. Peserta didik saling mengemukakan
komentar, pertanyaan, atau saran terhadap hasil karya teman yang
sudah dipresentasikan, dan guru menambahkan komentar sebagai
penguatan hasil belajar peserta didik. 11. Peserta didik
menyimpulkan pembelajaran mengenai pentingnya tahap
perencanaan dan analisis dalam pengembangan perangkat lunak dan
gim, serta peran budaya mutu, K3LH, dan UX di dalamnya.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Peserta didik membuat rangkuman/simpulan terkait dengan materi


yang dipelajari pada hari ini dengan penuh antusias, cermat, dan tepat
mengenai proses perencanaan dan analisis perangkat lunak dan gim.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian
proyeknya dan memberikan apresiasi atas partisipasi aktif mereka.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 2

Topik: Menerapkan korespondensi Bahasa Indonesia tingkat dasar

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai pembelajaran.
3. Peserta didik dicek kehadirannya oleh guru.
4. Peserta didik diberi motivasi tentang pentingnya kemampuan menulis
surat resmi yang efektif dalam dunia kerja.
5. Peserta didik menyimak apersepsi dari guru tentang berbagai jenis
surat yang pernah mereka lihat atau terima, dan mengaitkan dengan
pertanyaan pemantik: "Apa saja unsur-unsur penting yang harus ada
dalam surat resmi?"
6. Peserta didik menerima informasi dari guru tentang topik yang akan
dibahas pada pertemuan ini, yaitu praktik menulis surat resmi Bahasa
Indonesia.

Kegiatan Inti MEMAHAMI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

 Orientasi peserta didik kepada masalah:


1. Peserta didik menyimak studi kasus tentang sebuah
perusahaan yang mengalami miskomunikasi akibat surat
resmi yang tidak jelas dan tidak sesuai format.
2. Peserta didik mengamati contoh-contoh surat resmi dan non-
resmi yang ditayangkan guru, lalu menganalisis perbedaan
format dan bahasanya.
3. Peserta didik bersama guru melakukan tanya jawab tentang
prinsip-prinsip dasar korespondensi Bahasa Indonesia yang
baik dan benar.
4. Peserta didik menerima penjelasan singkat dari guru
mengenai jenis-jenis surat resmi dan bagian-bagian surat yang
baku.

MENGAPLIKASI (BERMAKNA, MENGGEMBIRAKAN)

 Mengorganisasikan peserta didik:


1. Peserta didik kembali ke kelompok yang telah dibentuk pada
pertemuan sebelumnya.
2. Peserta didik menerima Lembar Kerja Proyek (LKP) yang
berisi skenario untuk membuat beberapa jenis surat resmi
(misalnya, surat permohonan, surat pemberitahuan).
3. Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan format dan
konten yang tepat untuk setiap jenis surat sesuai skenario.
4. Peserta didik berdiskusi dan membagi tugas untuk mulai
menyusun draf surat resmi.
 Guru membimbing penyelidikan individu dan kelompok: 5.
Peserta didik bersama kelompok menyusun surat resmi sesuai
skenario yang diberikan, dengan memperhatikan kaidah tata bahasa,
ejaan, dan format yang benar. 6. Peserta didik secara berkelompok
saling mereview draf surat yang dibuat untuk menemukan kesalahan
dan memberikan masukan perbaikan.

MEREFLEKSI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: 7. Peserta didik


mendeskripsikan proses penyusunan surat dan mempresentasikan
draf surat hasil kerja kelompok. 8. Peserta didik mempresentasikan
hasil karya di depan teman lainnya secara bergantian.
 Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah: 9.
Peserta didik menyimak presentasi dari kelompok lain. 10. Peserta
didik saling mengemukakan komentar, pertanyaan, atau saran
terhadap draf surat kelompok lain, dan guru menambahkan komentar
sebagai penguatan. 11. Peserta didik menyimpulkan pembelajaran
tentang pentingnya ketelitian dalam menyusun surat resmi Bahasa
Indonesia untuk menghindari kesalahpahaman.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)


1. Peserta didik membuat rangkuman/simpulan terkait materi yang
dipelajari hari ini, yaitu praktik penyusunan surat resmi Bahasa
Indonesia.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu korespondensi dalam Bahasa Inggris.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian
proyeknya dan memberikan apresiasi atas partisipasi aktif mereka.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 3

Topik: Menerapkan korespondensi Bahasa Inggris tingkat dasar

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai pembelajaran.
3. Peserta didik dicek kehadirannya oleh guru.
4. Peserta didik diberi motivasi tentang pentingnya kemampuan
berkomunikasi dalam Bahasa Inggris di dunia kerja global.
5. Peserta didik menyimak apersepsi dari guru tentang pengalaman
mereka berkomunikasi dalam Bahasa Inggris, dan mengaitkannya
dengan pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita menulis email
bisnis sederhana dalam Bahasa Inggris?"
6. Peserta didik menerima informasi dari guru tentang capaian
pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang akan disampaikan hari
ini.

Kegiatan Inti MEMAHAMI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

 Orientasi peserta didik kepada masalah:


1. Peserta didik menyimak studi kasus tentang seorang sekretaris
yang kesulitan membalas email dari klien asing karena tidak
memahami etika dan format korespondensi Bahasa Inggris.
2. Peserta didik mengamati contoh-contoh email bisnis
sederhana dalam Bahasa Inggris yang ditayangkan guru, lalu
menganalisis struktur dan frasa-frasa yang digunakan.
3. Peserta didik bersama guru melakukan tanya jawab tentang
perbedaan korespondensi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa
Inggris, serta etika dalam berkomunikasi bisnis.
4. Peserta didik menerima penjelasan singkat dari guru
mengenai frasa-frasa umum, struktur dasar email bisnis
(pembukaan, isi, penutup), dan hal-hal yang perlu
diperhatikan.

MENGAPLIKASI (BERMAKNA, MENGGEMBIRAKAN)

 Mengorganisasikan peserta didik:


1. Peserta didik bekerja dalam kelompoknya.
2. Peserta didik menerima LKP yang berisi skenario untuk
merespons email dari klien asing atau membuat email
perkenalan perusahaan.
3. Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan frasa-frasa
yang tepat dan struktur email yang akan digunakan sesuai
skenario.
4. Peserta didik berdiskusi dan membagi tugas untuk mulai
menyusun draf email dalam Bahasa Inggris.
 Guru membimbing penyelidikan individu dan kelompok: 5.
Peserta didik bersama kelompok menyusun draf email bisnis
sederhana, dengan fokus pada penggunaan frasa yang sopan dan
profesional. 6. Peserta didik secara berkelompok mencari referensi
frasa-frasa baku untuk korespondensi bisnis dari sumber belajar yang
relevan.

MEREFLEKSI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: 7. Peserta didik


mendeskripsikan proses penyusunan email dan mempresentasikan
draf email Bahasa Inggris hasil kerja kelompok. 8. Peserta didik
mempresentasikan hasil karya di depan teman lainnya secara
bergantian.
 Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah: 9.
Peserta didik menyimak presentasi dari kelompok lain. 10. Peserta
didik saling mengemukakan komentar, pertanyaan, atau saran
terhadap draf email kelompok lain, dan guru menambahkan komentar
sebagai penguatan. 11. Peserta didik menyimpulkan pembelajaran
tentang pentingnya struktur dan pilihan kata yang tepat dalam
korespondensi Bahasa Inggris.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Peserta didik membuat rangkuman/simpulan terkait materi yang


dipelajari hari ini, yaitu praktik penyusunan email bisnis dasar dalam
Bahasa Inggris.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu praktik penulisan email bisnis dalam Bahasa
Inggris.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian
proyeknya dan memberikan apresiasi atas partisipasi aktif mereka.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 4

Topik: Menerapkan korespondensi Bahasa Inggris tingkat dasar

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai pembelajaran.
3. Peserta didik dicek kehadirannya oleh guru.
4. Peserta didik diberi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan
Bahasa Inggris sebagai bekal profesional.
5. Peserta didik menyimak apersepsi dari guru dengan mengulas
kembali materi sebelumnya tentang struktur email bisnis.
6. Peserta didik menerima informasi dari guru tentang agenda
pertemuan hari ini, yaitu praktik menulis surat resmi (letter) dalam
Bahasa Inggris.

Kegiatan Inti MEMAHAMI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

 Orientasi peserta didik kepada masalah:


1. Peserta didik menyimak sebuah skenario bisnis di mana
sebuah perusahaan harus mengirim surat pengajuan proposal
kepada klien asing.
2. Peserta didik mengamati contoh-contoh surat bisnis formal
dalam Bahasa Inggris yang ditayangkan guru, lalu
membedakan formatnya dengan email bisnis.
3. Peserta didik bersama guru melakukan tanya jawab tentang
formalitas dan jenis bahasa yang digunakan dalam surat bisnis
dibandingkan email.
4. Peserta didik menerima penjelasan singkat dari guru
mengenai format standar surat bisnis Bahasa Inggris.

MENGAPLIKASI (BERMAKNA, MENGGEMBIRAKAN)

 Mengorganisasikan peserta didik:


1. Peserta didik bekerja dalam kelompoknya.
2. Peserta didik menerima LKP yang berisi skenario untuk
membuat surat bisnis formal dalam Bahasa Inggris (misalnya,
surat penawaran, surat undangan).
3. Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan format, isi,
dan frasa-frasa yang tepat untuk surat tersebut.
4. Peserta didik berdiskusi dan membagi tugas untuk menyusun
draf surat.
 Guru membimbing penyelidikan individu dan kelompok: 5.
Peserta didik bersama kelompok menyusun surat bisnis formal,
dengan memperhatikan tata bahasa, ejaan, dan penggunaan frasa
yang baku. 6. Peserta didik secara berkelompok mencari referensi
tambahan dari sumber belajar lain untuk memastikan keakuratan
surat.

MEREFLEKSI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: 7. Peserta didik


mendeskripsikan proses penyusunan surat bisnis dan
mempresentasikan draf surat tersebut di depan kelas. 8. Peserta didik
mempresentasikan hasil karya di depan teman lainnya secara
bergantian.
 Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah: 9.
Peserta didik menyimak presentasi dari kelompok lain. 10. Peserta
didik saling mengemukakan komentar, pertanyaan, atau saran
terhadap draf surat kelompok lain. Guru memberikan masukan untuk
perbaikan. 11. Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang
perbedaan antara email bisnis dan surat bisnis formal dalam Bahasa
Inggris serta pentingnya ketepatan format.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Peserta didik membuat rangkuman/simpulan terkait materi yang


dipelajari hari ini, yaitu praktik penyusunan surat bisnis formal dalam
Bahasa Inggris.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu penanganan surat (mail handling).
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian
proyeknya dan memberikan apresiasi atas partisipasi aktif mereka.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 5

Topik: Menerapkan penanganan surat (mail handling)

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai pembelajaran.
3. Peserta didik dicek kehadirannya oleh guru.
4. Peserta didik diberi motivasi tentang pentingnya ketelitian dalam
mengelola informasi, terutama surat, di kantor.
5. Peserta didik menyimak apersepsi dari guru tentang bagaimana
sebuah surat sampai ke tujuan, dan mengaitkannya dengan
pertanyaan pemantik: "Apa saja langkah-langkah yang harus
dilakukan oleh seorang staf administrasi saat menerima surat dari
pihak luar?"
6. Peserta didik menerima informasi dari guru tentang capaian
pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang akan disampaikan hari
ini.

Kegiatan Inti MEMAHAMI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

 Orientasi peserta didik kepada masalah:


1. Peserta didik menyimak studi kasus tentang sebuah
perusahaan yang kehilangan surat penting karena tidak ada
sistem penanganan surat yang terorganisir.
2. Peserta didik mengamati simulasi singkat yang dilakukan
guru tentang proses penerimaan, pencatatan, dan
pendistribusian surat masuk.
3. Peserta didik bersama guru melakukan tanya jawab tentang
prosedur penanganan surat masuk dan keluar, serta alat-alat
yang digunakan.
4. Peserta didik menerima penjelasan singkat dari guru
mengenai prosedur baku penanganan surat (baik surat masuk
maupun surat keluar).

MENGAPLIKASI (BERMAKNA, MENGGEMBIRAKAN)

 Mengorganisasikan peserta didik:


1. Peserta didik bekerja dalam kelompoknya.
2. Peserta didik menerima LKP yang berisi skenario dan
simulasi surat masuk dan keluar.
3. Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan langkah-
langkah yang tepat untuk menangani setiap surat, termasuk
pencatatan dan disposisi.
4. Peserta didik berdiskusi dan membagi tugas untuk mulai
mempraktikkan simulasi penanganan surat.
 Guru membimbing penyelidikan individu dan kelompok: 5.
Peserta didik bersama kelompok mempraktikkan prosedur
penanganan surat masuk dan keluar menggunakan bahan dan format
yang disediakan. 6. Peserta didik secara berkelompok mencatat surat-
surat tersebut ke dalam buku agenda atau lembar disposisi.

MEREFLEKSI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: 7. Peserta didik


mendemonstrasikan proses penanganan surat yang telah mereka
lakukan dalam simulasi. 8. Peserta didik mempresentasikan hasil
kerja kelompok di depan teman lainnya secara bergantian.
 Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah: 9.
Peserta didik menyimak presentasi dan demonstrasi dari kelompok
lain. 10. Peserta didik saling mengemukakan komentar atau
pertanyaan tentang prosedur yang digunakan kelompok lain. Guru
memberikan masukan untuk penyempurnaan prosedur. 11. Peserta
didik menyimpulkan pembelajaran tentang pentingnya sistematisasi
dan ketelitian dalam penanganan surat.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Peserta didik membuat rangkuman/simpulan terkait materi yang


dipelajari hari ini, yaitu praktik penanganan surat.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu penyusunan surat.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian
proyeknya dan memberikan apresiasi atas partisipasi aktif mereka.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 6

Topik: Menerapkan penanganan surat (mail handling)

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai pembelajaran.
3. Peserta didik dicek kehadirannya oleh guru.
4. Peserta didik diberi motivasi tentang pentingnya efisiensi dalam
mengelola alur surat di kantor.
5. Peserta didik menyimak apersepsi dari guru dengan mengulas
kembali prosedur penanganan surat yang telah dipelajari.
6. Peserta didik menerima informasi dari guru tentang agenda
pertemuan hari ini, yaitu simulasi komprehensif penanganan surat.

Kegiatan Inti MEMAHAMI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

 Orientasi peserta didik kepada masalah:


1. Peserta didik menyimak skenario kompleks di mana mereka
berperan sebagai tim administrasi yang harus menangani
berbagai jenis surat masuk dan keluar secara bersamaan.
2. Peserta didik mengamati tayangan video atau simulasi digital
tentang alur kerja penanganan surat yang efisien.
3. Peserta didik bersama guru melakukan tanya jawab untuk
mengidentifikasi potensi kendala dalam alur kerja penanganan
surat dan cara mengatasinya.
4. Peserta didik menerima penjelasan singkat dari guru
mengenai tips dan trik untuk meningkatkan efisiensi dalam
proses penanganan surat.

MENGAPLIKASI (BERMAKNA, MENGGEMBIRAKAN)

 Mengorganisasikan peserta didik:


1. Peserta didik bekerja dalam kelompoknya.
2. Peserta didik menerima Lembar Kerja Simulasi yang berisi
serangkaian tugas penanganan surat yang lebih kompleks dan
beragam.
3. Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan strategi dan
pembagian tugas untuk menyelesaikan semua tugas dalam
waktu yang ditentukan.
4. Peserta didik berdiskusi dan membagi tugas untuk
mempraktikkan simulasi tersebut.
 Guru membimbing penyelidikan individu dan kelompok: 5.
Peserta didik bersama kelompok melaksanakan simulasi penanganan
surat, termasuk pencatatan, pendistribusian, dan pengarsipan, sesuai
dengan prosedur yang telah dipelajari. 6. Peserta didik secara
berkelompok membuat laporan evaluasi diri mengenai efektivitas
kerja tim dalam simulasi tersebut.

MEREFLEKSI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: 7. Peserta didik


mendemonstrasikan keseluruhan alur kerja tim dalam simulasi
penanganan surat. 8. Peserta didik mempresentasikan laporan
evaluasi diri di depan teman lainnya secara bergantian.
 Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah: 9.
Peserta didik menyimak presentasi dan laporan dari kelompok lain.
10. Peserta didik saling mengemukakan komentar, pertanyaan, atau
saran tentang efisiensi alur kerja kelompok lain. Guru memberikan
masukan untuk peningkatan kinerja. 11. Peserta didik menyimpulkan
pembelajaran tentang pentingnya kolaborasi dan manajemen waktu
dalam penanganan surat.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Peserta didik membuat rangkuman/simpulan terkait materi yang


dipelajari hari ini, yaitu praktik simulasi penanganan surat
komprehensif.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu penyusunan surat.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian
proyeknya dan memberikan apresiasi atas partisipasi aktif mereka.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 7

Topik: Menerapkan penyusunan surat

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai pembelajaran.
3. Peserta didik dicek kehadirannya oleh guru.
4. Peserta didik diberi motivasi tentang pentingnya kemampuan
menyusun surat dengan berbagai format dan tujuan.
5. Peserta didik menyimak apersepsi dari guru tentang berbagai jenis
surat yang telah dipelajari (misalnya, surat undangan, surat
perjanjian), dan mengaitkannya dengan pertanyaan pemantik:
"Bagaimana kita menyusun surat yang isinya bervariasi, namun tetap
menggunakan format baku?"
6. Peserta didik menerima informasi dari guru tentang capaian
pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang akan disampaikan hari
ini.

Kegiatan Inti MEMAHAMI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

 Orientasi peserta didik kepada masalah:


1. Peserta didik menyimak studi kasus tentang sebuah organisasi
yang mengirim surat undangan dengan informasi yang tidak
lengkap sehingga membingungkan penerima.
2. Peserta didik mengamati contoh-contoh surat dengan berbagai
tujuan (undangan, permohonan, pemberitahuan) yang
ditayangkan guru, lalu menganalisis perbedaan struktur dan
isinya.
3. Peserta didik bersama guru melakukan tanya jawab tentang
unsur-unsur spesifik yang harus ada dalam setiap jenis surat.
4. Peserta didik menerima penjelasan singkat dari guru
mengenai struktur surat yang baku dan format khusus untuk
jenis-jenis surat tertentu.

MENGAPLIKASI (BERMAKNA, MENGGEMBIRAKAN)

 Mengorganisasikan peserta didik:


1. Peserta didik bekerja dalam kelompoknya.
2. Peserta didik menerima LKP yang berisi skenario untuk
menyusun beberapa jenis surat sesuai dengan kebutuhan
organisasi.
3. Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan unsur-unsur
penting yang harus dimasukkan dalam setiap surat dan gaya
bahasa yang tepat.
4. Peserta didik berdiskusi dan membagi tugas untuk menyusun
draf surat yang berbeda-beda.
 Guru membimbing penyelidikan individu dan kelompok: 5.
Peserta didik bersama kelompok menyusun draf surat, dengan
memperhatikan kelengkapan isi, kejelasan, dan formalitas yang
diperlukan. 6. Peserta didik secara berkelompok mencari referensi
format surat yang relevan dari sumber belajar lain untuk memastikan
keakuratan.

MEREFLEKSI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: 7. Peserta didik


mendeskripsikan proses penyusunan surat dan mempresentasikan
draf surat yang telah mereka buat. 8. Peserta didik mempresentasikan
hasil karya di depan teman lainnya secara bergantian.
 Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah: 9.
Peserta didik menyimak presentasi dari kelompok lain. 10. Peserta
didik saling mengemukakan komentar atau pertanyaan tentang draf
surat kelompok lain. Guru memberikan masukan untuk perbaikan.
11. Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang pentingnya
kejelasan dan kelengkapan informasi dalam penyusunan surat.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Peserta didik membuat rangkuman/simpulan terkait materi yang


dipelajari hari ini, yaitu praktik penyusunan berbagai jenis surat.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu simulasi penyusunan surat secara komprehensif.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian
proyeknya dan memberikan apresiasi atas partisipasi aktif mereka.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 8

Topik: Menerapkan penyusunan surat

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai pembelajaran.
3. Peserta didik dicek kehadirannya oleh guru.
4. Peserta didik diberi motivasi tentang pentingnya menyusun surat
yang rapi dan profesional.
5. Peserta didik menyimak apersepsi dari guru dengan mengulas
kembali jenis-jenis surat yang telah dipelajari.
6. Peserta didik menerima informasi dari guru tentang agenda
pertemuan hari ini, yaitu simulasi menyusun surat yang lebih
kompleks.

Kegiatan Inti MEMAHAMI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

 Orientasi peserta didik kepada masalah:


1. Peserta didik menyimak skenario proyek di mana mereka
harus menyusun surat untuk berbagai pihak dalam sebuah
acara (undangan, permohonan sponsorship, surat terima
kasih).
2. Peserta didik mengamati contoh-contoh surat yang disusun
dengan tata letak yang menarik dan profesional.
3. Peserta didik bersama guru melakukan tanya jawab tentang
bagaimana desain dan tata letak dapat memengaruhi kesan
dari sebuah surat.
4. Peserta didik menerima penjelasan singkat dari guru
mengenai tips dan trik untuk menyusun surat yang tidak
hanya informatif tetapi juga estetis.

MENGAPLIKASI (BERMAKNA, MENGGEMBIRAKAN)

 Mengorganisasikan peserta didik:


1. Peserta didik bekerja dalam kelompoknya.
2. Peserta didik menerima Lembar Kerja Proyek (LKP) yang
berisi tugas untuk menyusun satu set surat yang terintegrasi
untuk sebuah acara (misalnya, seminar).
3. Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan strategi
penyusunan, termasuk konsistensi format dan desain.
4. Peserta didik berdiskusi dan membagi tugas untuk mulai
menyusun surat-surat tersebut.
 Guru membimbing penyelidikan individu dan kelompok: 5.
Peserta didik bersama kelompok menyusun satu set surat lengkap
untuk acara tersebut, memastikan setiap surat terhubung satu sama
lain dan memiliki format yang konsisten. 6. Peserta didik secara
berkelompok menggunakan aplikasi perkantoran untuk mendesain
surat-surat agar terlihat profesional.

MEREFLEKSI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: 7. Peserta didik


mendemonstrasikan satu set surat yang telah mereka susun dalam
sebuah presentasi. 8. Peserta didik mempresentasikan hasil karya di
depan teman lainnya secara bergantian.
 Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah: 9.
Peserta didik menyimak presentasi dari kelompok lain. 10. Peserta
didik saling mengemukakan komentar atau saran tentang
kekompakan dan desain surat kelompok lain. Guru memberikan
masukan. 11. Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang
pentingnya konsistensi dan estetika dalam penyusunan surat.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Peserta didik membuat rangkuman/simpulan terkait materi yang


dipelajari hari ini, yaitu praktik menyusun satu set surat yang
terintegrasi.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu akses data dan informasi di tempat kerja.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian
proyeknya dan memberikan apresiasi atas partisipasi aktif mereka.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 9

Topik: Menerapkan akses data dan informasi di tempat kerja

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai pembelajaran.
3. Peserta didik dicek kehadirannya oleh guru.
4. Peserta didik diberi motivasi tentang pentingnya kemampuan
mengelola dan mengakses data secara cepat dan akurat.
5. Peserta didik menyimak apersepsi dari guru tentang pentingnya data
dalam keputusan sehari-hari, dan mengaitkannya dengan pertanyaan
pemantik: "Bagaimana cara kita mencari data atau dokumen penting
di kantor yang banyak sekali?"
6. Peserta didik menerima informasi dari guru tentang capaian
pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang akan disampaikan hari
ini.

Kegiatan Inti MEMAHAMI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

 Orientasi peserta didik kepada masalah:


1. Peserta didik menyimak studi kasus tentang seorang staf yang
kesulitan menemukan data pelanggan penting saat ada
panggilan mendesak, sehingga klien merasa tidak dilayani
dengan baik.
2. Peserta didik mengamati tayangan video atau demonstrasi
guru tentang sistem pengarsipan konvensional dan digital.
3. Peserta didik bersama guru melakukan tanya jawab tentang
kelebihan dan kekurangan masing-masing sistem, serta etika
dalam mengelola data rahasia.
4. Peserta didik menerima penjelasan singkat dari guru
mengenai metode pengarsipan data (alfabetis, numerik,
geografis) dan sistem manajemen dokumen.

MENGAPLIKASI (BERMAKNA, MENGGEMBIRAKAN)

 Mengorganisasikan peserta didik:


1. Peserta didik bekerja dalam kelompoknya.
2. Peserta didik menerima LKP yang berisi tugas untuk
membuat sistem pengarsipan sederhana untuk data fiktif
(misalnya, data siswa atau data inventaris).
3. Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan metode
pengarsipan yang paling sesuai untuk data tersebut.
4. Peserta didik berdiskusi dan membagi tugas untuk mulai
membuat sistem pengarsipan, baik secara manual maupun
digital.
 Guru membimbing penyelidikan individu dan kelompok: 5.
Peserta didik bersama kelompok menyusun dan mengarsip data
sesuai metode yang telah mereka pilih. 6. Peserta didik secara
berkelompok mencari dan menggunakan aplikasi perkantoran untuk
membuat database sederhana sebagai bagian dari sistem pengarsipan
digital.

MEREFLEKSI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: 7. Peserta didik


mendemonstrasikan sistem pengarsipan yang telah mereka buat dan
cara kerjanya. 8. Peserta didik mempresentasikan hasil karya di
depan teman lainnya secara bergantian.
 Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah: 9.
Peserta didik menyimak presentasi dari kelompok lain. 10. Peserta
didik saling mengemukakan komentar atau saran tentang efektivitas
sistem pengarsipan kelompok lain. Guru memberikan masukan. 11.
Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang pentingnya
sistematisasi dalam pengelolaan data.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Peserta didik membuat rangkuman/simpulan terkait materi yang


dipelajari hari ini, yaitu praktik membuat sistem pengarsipan data.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu praktik penggunaan sistem tersebut.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian
proyeknya dan memberikan apresiasi atas partisipasi aktif mereka.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 10

Topik: Menerapkan akses data dan informasi di tempat kerja

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai pembelajaran.
3. Peserta didik dicek kehadirannya oleh guru.
4. Peserta didik diberi motivasi tentang pentingnya kecepatan dan
akurasi dalam pencarian data.
5. Peserta didik menyimak apersepsi dari guru dengan mengulas
kembali sistem pengarsipan yang telah mereka buat.
6. Peserta didik menerima informasi dari guru tentang agenda
pertemuan hari ini, yaitu simulasi pencarian dan akses data.

Kegiatan Inti MEMAHAMI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

 Orientasi peserta didik kepada masalah:


1. Peserta didik menyimak skenario di mana mereka harus
secara cepat menemukan berbagai informasi dari sistem
pengarsipan yang telah mereka buat.
2. Peserta didik mengamati tayangan video atau demonstrasi
guru tentang teknik pencarian data yang efisien menggunakan
berbagai filter.
3. Peserta didik bersama guru melakukan tanya jawab tentang
tantangan yang mungkin dihadapi saat mencari data, seperti
data yang duplikat atau tidak terstruktur.
4. Peserta didik menerima penjelasan singkat dari guru
mengenai tips dan trik untuk mengelola data agar mudah
diakses.

MENGAPLIKASI (BERMAKNA, MENGGEMBIRAKAN)

 Mengorganisasikan peserta didik:


1. Peserta didik bekerja dalam kelompoknya.
2. Peserta didik menerima Lembar Kerja Simulasi yang berisi
serangkaian tugas pencarian data dari sistem yang telah
mereka buat.
3. Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan strategi
untuk menyelesaikan setiap tugas dalam waktu yang
ditentukan.
4. Peserta didik berdiskusi dan membagi tugas untuk mulai
mempraktikkan pencarian data.
 Guru membimbing penyelidikan individu dan kelompok: 5.
Peserta didik bersama kelompok melaksanakan simulasi pencarian
data, misalnya mencari data pelanggan berdasarkan kriteria tertentu.
6. Peserta didik secara berkelompok membuat laporan tentang
kecepatan dan ketepatan mereka dalam menemukan data.

MEREFLEKSI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: 7. Peserta didik


mendemonstrasikan proses pencarian data dari sistem yang mereka
buat. 8. Peserta didik mempresentasikan laporan kinerja mereka di
depan teman lainnya secara bergantian.
 Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah: 9.
Peserta didik menyimak presentasi dari kelompok lain. 10. Peserta
didik saling mengemukakan komentar atau saran tentang efisiensi
pencarian data kelompok lain. Guru memberikan masukan. 11.
Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang pentingnya
struktur data yang baik untuk memudahkan akses dan pencarian.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Peserta didik membuat rangkuman/simpulan terkait materi yang


dipelajari hari ini, yaitu praktik pencarian dan akses data di tempat
kerja.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu pencatatan kas kecil.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian
proyeknya dan memberikan apresiasi atas partisipasi aktif mereka.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 11

Topik: Menerapkan pencatatan kas kecil

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai pembelajaran.
3. Peserta didik dicek kehadirannya oleh guru.
4. Peserta didik diberi motivasi tentang pentingnya akuntabilitas dan
ketelitian dalam mengelola keuangan kantor.
5. Peserta didik menyimak apersepsi dari guru tentang pentingnya uang
kecil di kantor, dan mengaitkannya dengan pertanyaan pemantik:
"Bagaimana cara kita mengelola uang kas kecil agar tidak terjadi
selisih?"
6. Peserta didik menerima informasi dari guru tentang capaian
pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang akan disampaikan hari
ini.

Kegiatan Inti MEMAHAMI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

 Orientasi peserta didik kepada masalah:


1. Peserta didik menyimak studi kasus tentang sebuah
perusahaan yang mengalami kerugian kecil akibat pencatatan
kas kecil yang tidak rapi dan tidak transparan.
2. Peserta didik mengamati contoh-contoh dokumen kas kecil
(bukti kas masuk, bukti kas keluar) yang ditayangkan guru.
3. Peserta didik bersama guru melakukan tanya jawab tentang
sistem pencatatan kas kecil, baik metode imprest maupun
fluktuasi.
4. Peserta didik menerima penjelasan singkat dari guru
mengenai prosedur pencatatan kas kecil dan dokumen-
dokumen yang diperlukan.

MENGAPLIKASI (BERMAKNA, MENGGEMBIRAKAN)

 Mengorganisasikan peserta didik:


1. Peserta didik bekerja dalam kelompoknya.
2. Peserta didik menerima LKP yang berisi skenario transaksi
kas kecil.
3. Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan metode
pencatatan yang paling tepat untuk skenario tersebut.
4. Peserta didik berdiskusi dan membagi tugas untuk mulai
mencatat transaksi-transaksi tersebut.
 Guru membimbing penyelidikan individu dan kelompok: 5.
Peserta didik bersama kelompok mempraktikkan pencatatan kas
kecil, membuat bukti-bukti transaksi, dan menyusun laporan kas
kecil. 6. Peserta didik secara berkelompok mencari dan menggunakan
aplikasi spreadsheet untuk membantu dalam pencatatan.

MEREFLEKSI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: 7. Peserta didik


mendeskripsikan proses pencatatan kas kecil dan mempresentasikan
laporan kas kecil yang telah mereka buat. 8. Peserta didik
mempresentasikan hasil karya di depan teman lainnya secara
bergantian.
 Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah: 9.
Peserta didik menyimak presentasi dari kelompok lain. 10. Peserta
didik saling mengemukakan komentar atau pertanyaan tentang
laporan kas kecil kelompok lain. Guru memberikan masukan. 11.
Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang pentingnya
ketelitian dan akuntabilitas dalam mengelola kas kecil.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Peserta didik membuat rangkuman/simpulan terkait materi yang


dipelajari hari ini, yaitu praktik pencatatan kas kecil.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu penyusunan jadwal kegiatan pimpinan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian
proyeknya dan memberikan apresiasi atas partisipasi aktif mereka.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 12

Topik: Menerapkan pencatatan kas kecil

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai pembelajaran.
3. Peserta didik dicek kehadirannya oleh guru.
4. Peserta didik diberi motivasi tentang pentingnya audit internal untuk
kas kecil.
5. Peserta didik menyimak apersepsi dari guru dengan mengulas
kembali laporan kas kecil yang telah mereka susun.
6. Peserta didik menerima informasi dari guru tentang agenda
pertemuan hari ini, yaitu simulasi audit dan rekonsiliasi kas kecil.

Kegiatan Inti MEMAHAMI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

 Orientasi peserta didik kepada masalah:


1. Peserta didik menyimak skenario di mana mereka harus
menemukan dan memperbaiki selisih dana yang terjadi dalam
laporan kas kecil.
2. Peserta didik mengamati tayangan video atau demonstrasi
guru tentang prosedur rekonsiliasi kas kecil dan cara
mengaudit laporan.
3. Peserta didik bersama guru melakukan tanya jawab tentang
penyebab umum terjadinya selisih kas dan cara mencegahnya.
4. Peserta didik menerima penjelasan singkat dari guru
mengenai tips dan trik untuk melakukan rekonsiliasi yang
akurat.

MENGAPLIKASI (BERMAKNA, MENGGEMBIRAKAN)

 Mengorganisasikan peserta didik:


1. Peserta didik bekerja dalam kelompoknya.
2. Peserta didik menerima Lembar Kerja Simulasi yang berisi
laporan kas kecil fiktif dengan beberapa kesalahan.
3. Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan strategi
untuk menemukan kesalahan dan melakukan rekonsiliasi.
4. Peserta didik berdiskusi dan membagi tugas untuk mulai
melakukan audit.
 Guru membimbing penyelidikan individu dan kelompok: 5.
Peserta didik bersama kelompok melakukan audit terhadap laporan
kas kecil, menemukan selisih, dan menyusun laporan rekonsiliasi. 6.
Peserta didik secara berkelompok membuat rekomendasi perbaikan
untuk sistem pencatatan agar kesalahan tidak terulang.

MEREFLEKSI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: 7. Peserta didik


mendemonstrasikan proses rekonsiliasi dan mempresentasikan
laporan hasil audit mereka. 8. Peserta didik mempresentasikan hasil
karya di depan teman lainnya secara bergantian.
 Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah: 9.
Peserta didik menyimak presentasi dari kelompok lain. 10. Peserta
didik saling mengemukakan komentar atau saran tentang metode
audit kelompok lain. Guru memberikan masukan. 11. Peserta didik
menyimpulkan pembelajaran tentang pentingnya rekonsiliasi kas
kecil untuk menjaga akuntabilitas keuangan.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Peserta didik membuat rangkuman/simpulan terkait materi yang


dipelajari hari ini, yaitu praktik rekonsiliasi dan audit kas kecil.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu penyusunan jadwal kegiatan pimpinan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian
proyeknya dan memberikan apresiasi atas partisipasi aktif mereka.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 13

Topik: Menerapkan penyusunan jadwal kegiatan pimpinan (daily agenda)

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai pembelajaran.
3. Peserta didik dicek kehadirannya oleh guru.
4. Peserta didik diberi motivasi tentang pentingnya manajemen waktu
dan perencanaan yang baik.
5. Peserta didik menyimak apersepsi dari guru tentang pentingnya
jadwal harian untuk produktivitas, dan mengaitkannya dengan
pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita menyusun jadwal yang
padat agar semua acara penting pimpinan bisa terakomodasi?"
6. Peserta didik menerima informasi dari guru tentang capaian
pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang akan disampaikan hari
ini.

Kegiatan Inti MEMAHAMI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

 Orientasi peserta didik kepada masalah:


1. Peserta didik menyimak studi kasus tentang seorang staf
administrasi yang salah mencatat jadwal pimpinan sehingga
pimpinan melewatkan rapat penting.
2. Peserta didik mengamati contoh-contoh jadwal kegiatan
pimpinan yang terstruktur dan rapi yang ditayangkan guru.
3. Peserta didik bersama guru melakukan tanya jawab tentang
unsur-unsur penting dalam jadwal pimpinan (waktu, tempat,
agenda, pihak terkait) dan cara mengelola konflik jadwal.
4. Peserta didik menerima penjelasan singkat dari guru
mengenai format dan alat-alat yang dapat digunakan untuk
menyusun jadwal pimpinan.

MENGAPLIKASI (BERMAKNA, MENGGEMBIRAKAN)

 Mengorganisasikan peserta didik:


1. Peserta didik bekerja dalam kelompoknya.
2. Peserta didik menerima LKP yang berisi serangkaian kegiatan
pimpinan fiktif yang harus disusun menjadi jadwal harian.
3. Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan prioritas dan
alokasi waktu untuk setiap kegiatan.
4. Peserta didik berdiskusi dan membagi tugas untuk mulai
menyusun draf jadwal pimpinan.
 Guru membimbing penyelidikan individu dan kelompok: 5.
Peserta didik bersama kelompok menyusun jadwal kegiatan pimpinan
menggunakan aplikasi perkantoran, dengan memperhatikan prioritas,
alokasi waktu, dan informasi pendukung. 6. Peserta didik secara
berkelompok mencari dan menggunakan template jadwal yang
profesional.

MEREFLEKSI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: 7. Peserta didik


mendeskripsikan proses penyusunan jadwal dan mempresentasikan
jadwal pimpinan yang telah mereka buat. 8. Peserta didik
mempresentasikan hasil karya di depan teman lainnya secara
bergantian.
 Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah: 9.
Peserta didik menyimak presentasi dari kelompok lain. 10. Peserta
didik saling mengemukakan komentar atau pertanyaan tentang
efektivitas jadwal yang disusun kelompok lain. Guru memberikan
masukan. 11. Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang
pentingnya keakuratan dan prioritas dalam menyusun jadwal
pimpinan.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Peserta didik membuat rangkuman/simpulan terkait materi yang


dipelajari hari ini, yaitu praktik penyusunan jadwal kegiatan
pimpinan.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu simulasi manajemen jadwal yang lebih kompleks.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian
proyeknya dan memberikan apresiasi atas partisipasi aktif mereka.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 14

Topik: Menerapkan penyusunan jadwal kegiatan pimpinan (daily agenda)

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai pembelajaran.
3. Peserta didik dicek kehadirannya oleh guru.
4. Peserta didik diberi motivasi tentang pentingnya fleksibilitas dalam
mengelola jadwal yang berubah-ubah.
5. Peserta didik menyimak apersepsi dari guru dengan mengulas
kembali jadwal yang telah mereka susun.
6. Peserta didik menerima informasi dari guru tentang agenda
pertemuan hari ini, yaitu simulasi manajemen jadwal dan
penyesuaian jadwal.

Kegiatan Inti MEMAHAMI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

 Orientasi peserta didik kepada masalah:


1. Peserta didik menyimak skenario dinamis di mana mereka
harus menyesuaikan jadwal pimpinan secara mendadak
karena adanya pembatalan atau penambahan acara baru.
2. Peserta didik mengamati tayangan video atau demonstrasi
guru tentang penggunaan kalender digital (misalnya Google
Calendar) untuk manajemen jadwal kolaboratif.
3. Peserta didik bersama guru melakukan tanya jawab tentang
bagaimana menghadapi perubahan jadwal secara profesional
dan bagaimana mengkomunikasikannya kepada pihak terkait.
4. Peserta didik menerima penjelasan singkat dari guru
mengenai fitur-fitur pada aplikasi kalender digital untuk
membantu manajemen jadwal.

MENGAPLIKASI (BERMAKNA, MENGGEMBIRAKAN)

 Mengorganisasikan peserta didik:


1. Peserta didik bekerja dalam kelompoknya.
2. Peserta didik menerima Lembar Kerja Simulasi yang berisi
serangkaian perubahan jadwal yang harus mereka atasi.
3. Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan strategi
untuk menyesuaikan jadwal tanpa mengganggu acara penting
lainnya.
4. Peserta didik berdiskusi dan membagi tugas untuk mulai
mempraktikkan manajemen jadwal.
 Guru membimbing penyelidikan individu dan kelompok: 5.
Peserta didik bersama kelompok melaksanakan simulasi manajemen
jadwal, termasuk memodifikasi, membatalkan, dan menambahkan
acara baru. 6. Peserta didik secara berkelompok membuat laporan
tentang efektivitas mereka dalam mengelola perubahan jadwal.
MEREFLEKSI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: 7. Peserta didik


mendemonstrasikan bagaimana mereka mengelola perubahan jadwal
dan mempresentasikan laporan kinerja mereka. 8. Peserta didik
mempresentasikan hasil karya di depan teman lainnya secara
bergantian.
 Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah: 9.
Peserta didik menyimak presentasi dari kelompok lain. 10. Peserta
didik saling mengemukakan komentar atau saran tentang strategi
manajemen jadwal kelompok lain. Guru memberikan masukan. 11.
Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang pentingnya
fleksibilitas dan komunikasi yang baik dalam manajemen jadwal
pimpinan.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Peserta didik membuat rangkuman/simpulan terkait materi yang


dipelajari hari ini, yaitu praktik manajemen jadwal kegiatan
pimpinan.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu penyusunan dokumen perjalanan dinas.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian
proyeknya dan memberikan apresiasi atas partisipasi aktif mereka.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 15

Topik: Menerapkan penyusunan dokumen perjalanan dinas

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai pembelajaran.
3. Peserta didik dicek kehadirannya oleh guru.
4. Peserta didik diberi motivasi tentang pentingnya persiapan yang
matang untuk perjalanan dinas.
5. Peserta didik menyimak apersepsi dari guru tentang pengalaman
mereka bepergian, dan mengaitkannya dengan pertanyaan pemantik:
"Dokumen apa saja yang harus kita siapkan jika pimpinan akan
melakukan perjalanan dinas?"
6. Peserta didik menerima informasi dari guru tentang capaian
pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang akan disampaikan hari
ini.

Kegiatan Inti MEMAHAMI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

 Orientasi peserta didik kepada masalah:


1. Peserta didik menyimak studi kasus tentang seorang staf yang
lupa menyiapkan dokumen perjalanan dinas pimpinan
sehingga terjadi kendala di bandara.
2. Peserta didik mengamati contoh-contoh dokumen perjalanan
dinas (surat tugas, daftar acara, tiket, reservasi hotel) yang
ditayangkan guru.
3. Peserta didik bersama guru melakukan tanya jawab tentang
jenis-jenis dokumen yang diperlukan dan mengapa setiap
dokumen itu penting.
4. Peserta didik menerima penjelasan singkat dari guru
mengenai prosedur penyusunan dokumen perjalanan dinas.

MENGAPLIKASI (BERMAKNA, MENGGEMBIRAKAN)

 Mengorganisasikan peserta didik:


1. Peserta didik bekerja dalam kelompoknya.
2. Peserta didik menerima LKP yang berisi skenario perjalanan
dinas pimpinan (misalnya, ke luar kota atau luar negeri).
3. Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan dokumen
apa saja yang harus disiapkan untuk skenario tersebut.
4. Peserta didik berdiskusi dan membagi tugas untuk mulai
menyusun draf dokumen.
 Guru membimbing penyelidikan individu dan kelompok: 5.
Peserta didik bersama kelompok menyusun seluruh dokumen yang
diperlukan, seperti surat tugas, jadwal acara, dan perkiraan biaya. 6.
Peserta didik secara berkelompok mencari dan menggunakan
template dokumen perjalanan dinas yang relevan.

MEREFLEKSI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: 7. Peserta didik


mendeskripsikan proses penyusunan dokumen dan mempresentasikan
satu set dokumen perjalanan dinas yang telah mereka buat. 8. Peserta
didik mempresentasikan hasil karya di depan teman lainnya secara
bergantian.
 Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah: 9.
Peserta didik menyimak presentasi dari kelompok lain. 10. Peserta
didik saling mengemukakan komentar atau pertanyaan tentang
kelengkapan dokumen kelompok lain. Guru memberikan masukan.
11. Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang pentingnya
kelengkapan dan keakuratan dokumen perjalanan dinas.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Peserta didik membuat rangkuman/simpulan terkait materi yang


dipelajari hari ini, yaitu praktik penyusunan dokumen perjalanan
dinas.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu akomodasi dan transportasi.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian
proyeknya dan memberikan apresiasi atas partisipasi aktif mereka.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 16

Topik: Menerapkan penyusunan dokumen perjalanan dinas

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai pembelajaran.
3. Peserta didik dicek kehadirannya oleh guru.
4. Peserta didik diberi motivasi tentang pentingnya efisiensi dan
penghematan biaya dalam perencanaan perjalanan dinas.
5. Peserta didik menyimak apersepsi dari guru dengan mengulas
kembali dokumen perjalanan dinas yang telah disiapkan.
6. Peserta didik menerima informasi dari guru tentang agenda
pertemuan hari ini, yaitu simulasi perencanaan perjalanan dinas yang
komprehensif.

Kegiatan Inti MEMAHAMI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

 Orientasi peserta didik kepada masalah:


1. Peserta didik menyimak skenario proyek di mana mereka
harus merencanakan perjalanan dinas pimpinan dari awal
hingga akhir, termasuk mencari dan memesan akomodasi dan
transportasi.
2. Peserta didik mengamati tayangan video atau demonstrasi
guru tentang cara menggunakan platform online untuk
memesan tiket dan hotel secara efisien.
3. Peserta didik bersama guru melakukan tanya jawab tentang
bagaimana membandingkan harga dan layanan untuk
mendapatkan penawaran terbaik.
4. Peserta didik menerima penjelasan singkat dari guru
mengenai tips dan trik untuk perencanaan perjalanan dinas
yang hemat biaya dan efektif.

MENGAPLIKASI (BERMAKNA, MENGGEMBIRAKAN)

 Mengorganisasikan peserta didik:


1. Peserta didik bekerja dalam kelompoknya.
2. Peserta didik menerima Lembar Kerja Simulasi yang berisi
tugas untuk merencanakan perjalanan dinas yang detail.
3. Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan rute
perjalanan, pilihan transportasi, dan akomodasi yang paling
efisien.
4. Peserta didik berdiskusi dan membagi tugas untuk mulai
mencari informasi dan membuat draf rencana perjalanan.
 Guru membimbing penyelidikan individu dan kelompok: 5.
Peserta didik bersama kelompok menyusun rencana perjalanan dinas
yang lengkap, termasuk rincian biaya dan alternatif pilihan. 6. Peserta
didik secara berkelompok membuat presentasi yang menarik untuk
memaparkan rencana perjalanan tersebut.

MEREFLEKSI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: 7. Peserta didik


mendemonstrasikan rencana perjalanan dinas yang telah mereka
susun. 8. Peserta didik mempresentasikan hasil karya di depan teman
lainnya secara bergantian.
 Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah: 9.
Peserta didik menyimak presentasi dari kelompok lain. 10. Peserta
didik saling mengemukakan komentar atau saran tentang efisiensi
rencana perjalanan kelompok lain. Guru memberikan masukan. 11.
Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang pentingnya
perencanaan yang matang dan detail untuk perjalanan dinas.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Peserta didik membuat rangkuman/simpulan terkait materi yang


dipelajari hari ini, yaitu praktik perencanaan perjalanan dinas.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu akomodasi dan transportasi.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian
proyeknya dan memberikan apresiasi atas partisipasi aktif mereka.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 17

Topik: Menerapkan akomodasi dan transportasi perjalanan dinas (business


travelling arrangement)

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai pembelajaran.
3. Peserta didik dicek kehadirannya oleh guru.
4. Peserta didik diberi motivasi tentang pentingnya layanan yang prima
dalam mengurus perjalanan dinas.
5. Peserta didik menyimak apersepsi dari guru dengan mengulas
kembali rencana perjalanan dinas yang telah dibuat.
6. Peserta didik menerima informasi dari guru tentang capaian
pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang akan disampaikan hari
ini.

Kegiatan Inti MEMAHAMI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

 Orientasi peserta didik kepada masalah:


1. Peserta didik menyimak studi kasus tentang pimpinan yang
tidak nyaman saat perjalanan dinas karena akomodasi dan
transportasi tidak sesuai dengan harapan.
2. Peserta didik mengamati tayangan video atau demonstrasi
guru tentang berbagai jenis akomodasi (hotel, apartemen) dan
transportasi (pesawat, kereta) yang tersedia untuk perjalanan
bisnis.
3. Peserta didik bersama guru melakukan tanya jawab tentang
kriteria pemilihan akomodasi dan transportasi yang tepat
untuk pimpinan.
4. Peserta didik menerima penjelasan singkat dari guru
mengenai prosedur pemesanan dan konfirmasi akomodasi dan
transportasi.

MENGAPLIKASI (BERMAKNA, MENGGEMBIRAKAN)

 Mengorganisasikan peserta didik:


1. Peserta didik bekerja dalam kelompoknya.
2. Peserta didik menerima LKP yang berisi skenario untuk
memesan akomodasi dan transportasi untuk pimpinan.
3. Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan pilihan
terbaik berdasarkan anggaran dan preferensi pimpinan.
4. Peserta didik berdiskusi dan membagi tugas untuk mulai
mencari informasi dan membuat pemesanan fiktif.
 Guru membimbing penyelidikan individu dan kelompok: 5.
Peserta didik bersama kelompok mempraktikkan proses pemesanan
akomodasi dan transportasi, termasuk pengisian formulir online dan
konfirmasi. 6. Peserta didik secara berkelompok membuat ringkasan
rencana perjalanan yang berisi detail pemesanan.

MEREFLEKSI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: 7. Peserta didik


mendeskripsikan proses pemesanan akomodasi dan transportasi. 8.
Peserta didik mempresentasikan hasil karya di depan teman lainnya
secara bergantian.
 Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah: 9.
Peserta didik menyimak presentasi dari kelompok lain. 10. Peserta
didik saling mengemukakan komentar atau pertanyaan tentang
pilihan akomodasi dan transportasi kelompok lain. Guru memberikan
masukan. 11. Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang
pentingnya detail dan kesesuaian dalam pemesanan akomodasi dan
transportasi.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Peserta didik membuat rangkuman/simpulan terkait materi yang


dipelajari hari ini, yaitu praktik pemesanan akomodasi dan
transportasi.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu simulasi komprehensif seluruh perencanaan
perjalanan dinas.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian
proyeknya dan memberikan apresiasi atas partisipasi aktif mereka.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 18

Topik: Menerapkan akomodasi dan transportasi perjalanan dinas (business


travelling arrangement)

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai pembelajaran.
3. Peserta didik dicek kehadirannya oleh guru.
4. Peserta didik diberi motivasi tentang pentingnya kemampuan
mengintegrasikan semua elemen perencanaan perjalanan dinas.
5. Peserta didik menyimak apersepsi dari guru dengan mengulas
kembali semua tahap perencanaan perjalanan dinas, dari dokumen
hingga akomodasi.
6. Peserta didik menerima informasi dari guru tentang agenda
pertemuan hari ini, yaitu proyek akhir: simulasi perencanaan
perjalanan dinas secara menyeluruh.

Kegiatan Inti MEMAHAMI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

 Orientasi peserta didik kepada masalah:


1. Peserta didik menyimak skenario proyek akhir yang
komprehensif, di mana mereka harus merencanakan
perjalanan dinas pimpinan dari awal hingga akhir, termasuk
mengelola semua dokumen, jadwal, akomodasi, dan
transportasi.
2. Peserta didik mengamati tayangan video atau demonstrasi
guru tentang contoh perencanaan perjalanan dinas yang
sangat detail dan terorganisir.
3. Peserta didik bersama guru melakukan tanya jawab untuk
mengidentifikasi tantangan dalam mengintegrasikan semua
elemen perencanaan.
4. Peserta didik menerima penjelasan singkat dari guru
mengenai rubrik penilaian untuk proyek akhir ini.

MENGAPLIKASI (BERMAKNA, MENGGEMBIRAKAN)

 Mengorganisasikan peserta didik:


1. Peserta didik bekerja dalam kelompoknya.
2. Peserta didik menerima LKP proyek akhir yang berisi
skenario perjalanan dinas yang kompleks.
3. Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan strategi
untuk membagi tugas dan menyelesaikan semua aspek
perencanaan perjalanan dinas.
4. Peserta didik berdiskusi dan membagi tugas untuk mulai
melaksanakan proyek.
 Guru membimbing penyelidikan individu dan kelompok: 5.
Peserta didik bersama kelompok bekerja sama untuk menyusun
semua dokumen, memesan akomodasi dan transportasi, serta
membuat jadwal perjalanan yang terperinci. 6. Peserta didik secara
berkelompok membuat presentasi akhir yang menjelaskan seluruh
proses perencanaan perjalanan dinas.

MEREFLEKSI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: 7. Peserta didik


mendemonstrasikan keseluruhan perencanaan perjalanan dinas
mereka. 8. Peserta didik mempresentasikan proyek akhir mereka di
depan teman lainnya secara bergantian.
 Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah: 9.
Peserta didik menyimak presentasi dari kelompok lain. 10. Peserta
didik saling mengemukakan komentar atau pertanyaan tentang
proyek akhir kelompok lain. Guru memberikan masukan. 11. Peserta
didik menyimpulkan seluruh pembelajaran tentang pentingnya
kolaborasi, ketelitian, dan perencanaan yang matang dalam
pengelolaan administrasi umum.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Peserta didik membuat rangkuman/simpulan terkait seluruh materi


yang dipelajari selama 18 pertemuan.
2. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian
proyeknya dan memberikan apresiasi atas partisipasi aktif mereka.
3. Guru melakukan refleksi akhir bersama peserta didik tentang
pengalaman belajar mereka.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
ASESMEN Asesmen pada Awal Pembelajaran:
PEMBELAJARAN
Kuis singkat (pilihan ganda)

Asesmen pada Proses Pembelajaran:


Kuis singkat (pilihan ganda)

Asesmen pada Akhir Pembelajaran:


Proyek/Praktik

Mengetahui, Blitar, 14 Juli 2025


Kepala SMK PGRI 3 Blitar Guru Mata Pelajaran

Drs. Hari Supardi Mey Novaliya, [Link]


[Link] 131 701 007 58 [Link] 357 206 028 91
BAHAN AJAR

Pengelolaan administrasi umum adalah jantung dari operasional sebuah kantor yang efisien.
Kompetensi di bidang ini memastikan bahwa seluruh kegiatan pendukung bisnis, mulai dari
komunikasi tertulis, pengelolaan informasi, keuangan skala kecil, hingga pengaturan perjalanan
pimpinan, dapat berjalan lancar, teratur, dan akuntabel. Bahan ajar ini dirancang untuk
membekali peserta didik dengan keterampilan praktis dalam menerapkan berbagai prosedur
administrasi umum sesuai standar profesional yang dibutuhkan di dunia kerja.

1. Menerapkan Korespondensi Bahasa Indonesia Tingkat Dasar

Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menerapkan pembuatan surat bisnis dalam Bahasa
Indonesia sesuai kaidah dan format yang berlaku.

Materi: Korespondensi atau surat-menyurat adalah kegiatan komunikasi tertulis untuk


menyampaikan informasi kedinasan. Surat bisnis yang baik harus disusun menggunakan format
yang standar serta bahasa yang baku, jelas, dan sopan. Struktur surat resmi dalam Bahasa
Indonesia umumnya terdiri dari beberapa bagian utama: (1) Kop Surat, yang berisi logo, nama,
dan alamat perusahaan; (2) Nomor, Lampiran, dan Perihal; (3) Tanggal Surat; (4) Alamat
Tujuan; (5) Salam Pembuka (contoh: "Dengan hormat,"); (6) Isi Surat, yang terbagi menjadi
paragraf pembuka, inti pesan, dan penutup; (7) Salam Penutup (contoh: "Hormat kami,"); serta
(8) Nama Jelas, Jabatan, dan Tanda Tangan penanggung jawab surat. Penggunaan Bahasa
Indonesia harus mengikuti Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), menghindari
singkatan yang tidak lazim, dan menyampaikan pesan secara lugas tanpa mengurangi rasa
hormat.

Contoh Penerapan (Surat Undangan Rapat):

PT KARYA MAKMUR SEJAHTERA


Jalan Jenderal Sudirman No. 45, Jakarta Pusat
Telepon: (021) 555-1234 | Email: kontak@[Link]

Nomor : 025/UND-INT/XI/2025
Lampiran : -
Perihal : Undangan Rapat Koordinasi

14 Agustus 2025

Yth.
Kepala Divisi Pemasaran
PT Karya Makmur Sejahtera
di Tempat

Dengan hormat,

Sehubungan dengan rencana peluncuran produk baru, kami bermaksud mengundang Bapak/Ibu
untuk hadir dalam rapat koordinasi internal yang akan diselenggarakan pada:

Hari, tanggal : Senin, 18 Agustus 2025


Waktu : 10.00 WIB - Selesai
Tempat : Ruang Rapat Cempaka, Lantai 3
Agenda : Finalisasi Strategi Pemasaran Produk "Innovate X"
Mengingat pentingnya acara ini, kami sangat mengharapkan kehadiran Bapak/Ibu tepat pada
waktunya.

Atas perhatian dan kehadiran Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,

Andi Wijaya
Manajer Produk

2. Menerapkan Korespondensi Bahasa Inggris Tingkat Dasar

Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menerapkan pembuatan surat bisnis dalam Bahasa
Inggris sesuai kaidah dan format yang berlaku.

Materi: Korespondensi dalam Bahasa Inggris mengikuti struktur yang mirip dengan surat bisnis
Indonesia namun dengan terminologi dan format yang khas, seperti Full Block Style di mana
semua teks rata kiri. Bagian-bagian utamanya adalah: (1) Letterhead (Kop Surat); (2) Date
(Tanggal); (3) Inside Address (Alamat Tujuan); (4) Salutation (Salam Pembuka, contoh: "Dear
Mr. Johnson,"); (5) Body of the Letter, yang berisi pengenalan, detail pesan, dan penutup; (6)
Complimentary Close (Salam Penutup, contoh: "Sincerely," atau "Yours faithfully,"); dan (7)
Signature, yang mencakup tanda tangan, nama jelas, dan jabatan. Bahasa yang digunakan harus
profesional, jelas, dan ringkas (clear and concise).

Contoh Penerapan (Letter of Inquiry):

GLOBAL TRADING CO.


123 Business Park Avenue, Singapore 123456
Phone: +65 6789 1234 | [Link]

August 14, 2025

Mr. Budi Santoso


Sales Manager
PT Citra Kreasindo
Jalan Industri Raya No. 78
Jakarta, Indonesia

Dear Mr. Santoso,

We are a trading company based in Singapore and are very interested in your line of handcrafted
furniture, which we saw featured in "Home & Decor" magazine.

Could you please send us your latest product catalog and a price list for wholesale distributors?
We are particularly interested in your teak wood collection. We would also appreciate
information regarding your international shipping policies and minimum order quantities.

We look forward to hearing from you soon.

Sincerely,

David Chen
Purchasing Manager
3. Menerapkan Penanganan Surat (Mail Handling)

Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menerapkan prosedur pengelolaan surat masuk
dan surat keluar secara sistematis.

Materi: Penanganan surat (mail handling) adalah proses mengelola alur surat di dalam
organisasi. Proses ini terbagi dua: penanganan surat masuk dan surat keluar. Prosedur surat
masuk meliputi: (1) Penerimaan dan Penyortiran, memisahkan surat dinas, pribadi, atau
rahasia; (2) Pembukaan & Pemeriksaan surat dinas; (3) Pencatatan ke dalam buku agenda
surat masuk dan pembubuhan stempel agenda; (4) Pengarahan (Disposisi), di mana pimpinan
memberikan instruksi pada lembar disposisi terkait tindak lanjut surat; dan (5) Pendistribusian
surat beserta lembar disposisi ke unit atau individu yang relevan. Sementara itu, prosedur surat
keluar meliputi: (1) Pembuatan Draf; (2) Persetujuan dari atasan; (3) Penandatanganan; (4)
Pencatatan ke dalam buku agenda surat keluar dan pemberian nomor surat; (5) Penggandaan
untuk arsip; dan (6) Pengiriman melalui kurir, pos, atau email.

Contoh Penerapan (Penanganan Surat Masuk): Seorang staf administrasi, Rina, menerima
surat penawaran dari vendor.

1. Rina menerima surat, melihat amplopnya ditujukan untuk "Direktur Pembelian PT ABC".
Ia mengkategorikannya sebagai surat dinas penting.
2. Ia membuka surat, mengeluarkan isinya, dan membubuhkan stempel agenda di pojok
surat yang berisi tanggal terima dan nomor urut masuk.
3. Ia mencatat detail surat (nomor surat, tanggal, pengirim, perihal) ke dalam Buku Agenda
Surat Masuk.
4. Rina menempelkan Lembar Disposisi di atas surat tersebut, lalu menyerahkannya
kepada Direktur Pembelian.
5. Direktur Pembelian membaca surat dan menulis di Lembar Disposisi: "Kepada Staf
Pembelian. Mohon pelajari dan bandingkan dengan 2 vendor lain. Laporkan hasilnya
Jumat ini."
6. Rina menerima kembali surat tersebut dan langsung meneruskannya kepada staf
pembelian yang ditunjuk sesuai instruksi.

4. Menerapkan Penyusunan Surat

Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menerapkan langkah-langkah sistematis dalam


menyusun draf surat yang baik dan benar.

Materi: Menyusun surat bukan sekadar menulis, melainkan sebuah proses terstruktur untuk
memastikan pesan tersampaikan secara efektif. Proses ini dimulai jauh sebelum kata pertama
diketik. Langkah pertama adalah menentukan tujuan utama surat (mengundang, menagih,
menginformasikan, dll.). Langkah kedua adalah mengumpulkan semua data dan informasi
yang relevan untuk dimasukkan ke dalam surat. Langkah ketiga adalah membuat kerangka
surat (outline), yang merinci poin-poin utama untuk paragraf pembuka, isi, dan penutup.
Langkah keempat adalah menulis draf pertama berdasarkan kerangka yang telah dibuat,
dengan fokus pada alur gagasan yang logis. Langkah terakhir adalah melakukan review dan
revisi, yaitu memeriksa kembali keseluruhan draf untuk memastikan tidak ada kesalahan format,
ejaan, tata bahasa, dan kejelasan informasi sebelum diajukan untuk persetujuan dan
penandatanganan.

Contoh Penerapan: Pimpinan meminta Anda membuat surat pemberitahuan kepada seluruh
karyawan mengenai kebijakan kerja dari rumah (WFH) yang baru.

1. Tujuan: Menginformasikan secara resmi mengenai pemberlakuan kebijakan WFH mulai


tanggal 1 September 2025.
2. Kumpulkan Info: Jadwal WFH (misal: 3 hari WFH, 2 hari WFO), jam kerja yang
berlaku, platform komunikasi yang wajib digunakan (misal: Microsoft Teams), dan
contact person untuk pertanyaan.
3. Buat Kerangka:
o Pembuka: Merujuk pada keputusan manajemen untuk meningkatkan fleksibilitas
kerja.
o Isi: Menjelaskan detail kebijakan (tanggal mulai, jadwal, jam kerja, kewajiban
laporan harian).
o Penutup: Menekankan pentingnya menjaga produktivitas dan menyertakan
contact person HRD.
4. Tulis Draf: Kembangkan setiap poin kerangka menjadi kalimat lengkap dalam format
surat edaran resmi.
5. Review: Baca ulang draf, pastikan tanggal dan detail lainnya akurat, bahasanya jelas, dan
tidak ambigu. Setelah yakin, serahkan draf tersebut kepada pimpinan untuk diperiksa.

5. Menerapkan Akses Data dan Informasi di Tempat Kerja

Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menerapkan cara mengakses dan mengelola data,
baik fisik maupun digital, sesuai sistem yang berlaku.

Materi: Kemampuan mengakses data dan informasi dengan cepat dan akurat adalah kunci
produktivitas kerja. Data di tempat kerja disimpan dalam dua bentuk utama: fisik (arsip) dan
digital (file di komputer/server). Untuk arsip fisik, pengelolaannya menggunakan sistem
kearsipan seperti sistem abjad, subjek, tanggal, atau wilayah. Seseorang harus memahami sistem
mana yang digunakan di kantornya agar dapat menemukan dokumen dengan mudah. Untuk data
digital, kuncinya adalah struktur folder yang logis dan konvensi penamaan file yang konsisten.
Contoh penamaan file yang baik: 2025-08-14_LaporanPenjualan_Q3_PresentasiDireksi.pptx.
Dengan sistem ini, file mudah dicari dan diidentifikasi tanpa harus membukanya. Selain itu,
penting untuk memahami hak akses dan kebijakan kerahasiaan data untuk mencegah
penyalahgunaan informasi.

Contoh Penerapan: Seorang manajer meminta asistennya, Budi, untuk menemukan proposal
yang dikirim ke Klien "PT Sinar Harapan" sekitar bulan Mei tahun lalu.

 Akses Digital: Budi tidak mencari di seluruh komputernya. Ia langsung membuka drive
server (Z:\), masuk ke folder Departemen_Marketing, lalu Proposal_Keluar, lalu 2024. Di
dalam folder tersebut, ia mencari folder PT_Sinar_Harapan atau menggunakan fungsi
pencarian dengan kata kunci "Sinar Harapan" dan memfilter berdasarkan tanggal "Mei
2024". Ia dengan cepat menemukan file bernama 2024-05-
20_Proposal_Kerjasama_PTSinarHarapan_Final.pdf.
 Akses Fisik: Jika diminta mencari versi cetaknya, Budi akan menuju lemari arsip,
mencari laci dengan label "P" (karena sistemnya abjad), lalu mencari map gantung
bertuliskan "PT Sinar Harapan".

6. Menerapkan Pencatatan Kas Kecil

Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menerapkan pencatatan transaksi kas kecil
menggunakan metode yang lazim.

Materi: Kas kecil (petty cash) adalah sejumlah dana yang disediakan untuk membiayai
pengeluaran rutin kantor yang jumlahnya relatif kecil, seperti membeli ATK, membayar ongkos
kirim, atau konsumsi rapat. Metode pengelolaan yang paling umum adalah Sistem Dana Tetap
(Imprest System). Dalam sistem ini, dana awal ditetapkan dalam jumlah tertentu. Setiap
pengeluaran harus disertai bukti pembayaran (kuitansi, nota) dan dicatat dalam buku kas kecil.
Saat dana menipis, pengelola kas kecil akan mengajukan pengisian kembali sebesar jumlah yang
telah dibelanjakan dengan melampirkan seluruh bukti transaksi. Dengan demikian, saldo awal
dana akan kembali utuh seperti semula. Pencatatan harus dilakukan secara kronologis dan akurat.

Contoh Penerapan (Buku Kas Kecil - Metode Imprest): Dana awal kas kecil ditetapkan Rp
1.000.000 pada 1 Agustus 2025.

Tanggal Keterangan Debet Kredit Saldo


01-Agu-2025 Pengisian awal kas kecil Rp Rp
1.000.000 1.000.000
04-Agu-2025 Beli materai 10 lembar Rp Rp 900.000
100.000
07-Agu-2025 Bayar ongkos kirim Rp 50.000 Rp 850.000
dokumen
11-Agu-2025 Beli gula dan kopi untuk Rp Rp 730.000
pantry 120.000
Total Rp
Pengeluaran 270.000
15-Agu-2025 Pengisian kembali Rp 270.000 Rp
1.000.000

Pada 15 Agustus, pengelola mengajukan permintaan dana sebesar Rp 270.000 (total kredit)
dengan menyerahkan tiga bukti transaksi. Setelah disetujui, dana kas kecil kembali menjadi Rp
1.000.000.

7. Menerapkan Penyusunan Jadwal Kegiatan Pimpinan

Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menyusun jadwal kegiatan harian pimpinan secara
jelas, sistematis, dan akurat.

Materi: Menyusun jadwal kegiatan pimpinan adalah tugas krusial untuk memastikan waktu
pimpinan digunakan secara efektif dan semua komitmen terpenuhi. Prosesnya meliputi
penerimaan permintaan jadwal (via email, telepon, atau lisan), pengecekan slot waktu yang
tersedia di agenda pimpinan, pengaturan jadwal dengan mempertimbangkan prioritas, durasi,
dan waktu jeda/perjalanan, serta pengiriman konfirmasi kepada semua pihak yang terlibat.
Jadwal final harus disajikan dalam format yang mudah dibaca, biasanya dalam bentuk tabel, dan
mencakup informasi esensial: waktu (jam mulai dan selesai), uraian kegiatan, lokasi, dan
keterangan tambahan seperti siapa saja yang hadir atau dokumen apa yang perlu disiapkan.

Contoh Penerapan (Jadwal Kegiatan Pimpinan):

JADWAL KEGIATAN PIMPINAN Nama: Ir. Rahmat Hidayat Hari/Tanggal: Senin, 18


Agustus 2025

Waktu Kegiatan Lokasi Keterangan


09.00 - Rapat Internal Tim Proyek Ruang Rapat Membahas progres mingguan.
10.00 "Delta" Cempaka Siapkan laporan progres.
10.00 - Cek dan Tanda Tangan Ruang Kerja -
10.30 Dokumen Pimpinan
10.30 - Meeting dengan Klien (PT Kantor Klien, Konfirmasi kehadiran dengan
12.00 Global Investama) Gedung A Sdr. Kevin (0812-xxxx)
12.00 - Makan Siang dengan Tim Restoran Sari Sudah reservasi untuk 5 orang.
13.00 Proyek Rasa
13.00 - Perjalanan kembali ke - -
14.30 Kantor
14.30 - Sesi Wawancara Kandidat Ruang HRD CV kandidat sudah ada di meja.
16.00 Manajer Pemasaran
16.00 - Membuat laporan hasil Ruang Kerja -
17.00 meeting klien Pimpinan

8. Menerapkan Penyusunan Dokumen Perjalanan Dinas

Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menyiapkan dokumen administrasi utama untuk
keperluan perjalanan dinas pimpinan.

Materi: Setiap perjalanan dinas harus didasari oleh dokumen administrasi yang sah sebagai
dasar penugasan dan pertanggungjawaban biaya. Dokumen paling fundamental adalah Surat
Perintah Perjalanan Dinas (SPPD). SPPD berfungsi sebagai surat tugas resmi yang
dikeluarkan oleh instansi atau perusahaan. Dokumen ini memuat informasi vital seperti nama
dan jabatan pegawai yang ditugaskan, tujuan perjalanan (kota/negara), maksud dan tujuan
perjalanan secara spesifik, durasi (tanggal berangkat dan kembali), serta rincian pembebanan
biaya. Selain SPPD, dokumen pendukung lain yang mungkin perlu disiapkan adalah estimasi
biaya perjalanan dan draf itinerary sebagai lampiran.

Contoh Penerapan (Format Sederhana SPPD):

SURAT PERINTAH PERJALANAN DINAS Nomor: 112/SPPD-HRD/XI/2025

Yang bertanda tangan di bawah ini, Direktur Utama PT Karya Makmur Sejahtera, memberikan
perintah kepada: Nama : Hermawan Susanto Jabatan : Manajer Penjualan Untuk :
Melaksanakan perjalanan dinas dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Tujuan : Surabaya, Jawa Timur


2. Maksud Perjalanan : Melakukan presentasi produk dan negosiasi akhir dengan PT
Angkasa Raya.
3. Tanggal Berangkat : 20 Agustus 2025
4. Tanggal Kembali : 22 Agustus 2025
5. Transportasi : Pesawat Udara

Segala biaya yang timbul akibat perjalanan dinas ini akan dibebankan pada anggaran perusahaan.
Setelah selesai, yang bersangkutan diwajibkan membuat laporan hasil perjalanan.

Demikian surat perintah ini dibuat untuk dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Dikeluarkan di : Jakarta Pada tanggal : 14 Agustus 2025

Direktur Utama,

(Tanda Tangan & Stempel)

Bambang Soelistyo

9. Menerapkan Akomodasi dan Transportasi Perjalanan Dinas


Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu melakukan pemesanan akomodasi dan transportasi
untuk perjalanan dinas sesuai kebutuhan.

Materi: Setelah SPPD disetujui, langkah selanjutnya adalah eksekusi pemesanan (arrangement).
Tugas ini memerlukan ketelitian dan pemahaman akan preferensi pimpinan serta kebijakan
perusahaan. Prosesnya meliputi: (1) Pemesanan Transportasi, yaitu mencari dan memesan tiket
(pesawat, kereta api) yang sesuai dengan jadwal di SPPD. Perhatikan pilihan maskapai, kelas,
dan jadwal yang paling efisien. (2) Pemesanan Akomodasi, yaitu memilih dan memesan hotel
yang lokasinya strategis (dekat dengan lokasi acara/klien), memiliki fasilitas yang dibutuhkan,
dan sesuai dengan budget perusahaan. (3) Pengaturan Transportasi Lokal, seperti memesan
layanan antar-jemput bandara atau mobil sewaan di kota tujuan jika diperlukan. Setelah semua
pemesanan dikonfirmasi, seluruh bukti booking (e-ticket, voucher hotel) harus dikumpulkan dan
disusun menjadi satu dokumen ringkas yang disebut Itinerary Perjalanan (Travel Itinerary)
untuk diserahkan kepada pimpinan.

Contoh Penerapan: Asisten bernama Dian menerima SPPD Hermawan Susanto untuk ke
Surabaya.

1. Transportasi: Dian membuka situs agen perjalanan online, mencari penerbangan


Jakarta-Surabaya untuk tanggal 20 Agustus (pagi) dan Surabaya-Jakarta untuk 22
Agustus (sore). Ia memilih maskapai Garuda Indonesia sesuai preferensi pimpinan dan
langsung melakukan pemesanan.
2. Akomodasi: Dian tahu lokasi kantor PT Angkasa Raya ada di pusat kota. Ia mencari
hotel bintang 4 di area tersebut dan memesan kamar di Hotel Majapahit untuk 2 malam.
3. Transportasi Lokal: Dian menghubungi pihak hotel untuk mengatur penjemputan di
Bandara Juanda saat kedatangan.
4. Penyusunan Itinerary: Dian membuat dokumen baru yang berisi:
o Detail Penerbangan Pergi & Pulang (Kode booking, No. Penerbangan, Jadwal).
o Detail Hotel (Nama, Alamat, No. Telepon, Kode Booking).
o Informasi Penjemputan di Bandara.
o Jadwal pertemuan dengan klien yang sudah dikonfirmasi. Dokumen itinerary ini
ia kirimkan ke email Pak Hermawan agar menjadi panduan lengkap selama
perjalanan.

ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN

SATUAN PENDIDIKAN : …………………


KELAS / SEMESTER : XI / Gasal
MATA PELAJARAN : DKK MPLB

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik diharapkan mampu:

1. Menerapkan korespondensi Bahasa Indonesia tingkat dasar.


2. Menerapkan korespondensi Bahasa Inggris tingkat dasar.
3. Menerapkan penanganan surat (mail handling).
4. Menerapkan penyusunan surat.
5. Menerapkan akses data dan informasi di tempat kerja.
6. Menerapkan pencatatan kas kecil.
7. Menerapkan penyusunan jadwal kegiatan pimpinan (daily agenda).
8. Menerapkan penyusunan dokumen perjalanan dinas.
9. Menerapkan akomodasi dan transportasi perjalanan dinas (business travelling
arrangement).
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK)

1. Mengidentifikasi format dan kaidah penulisan surat dinas dalam Bahasa Indonesia.
2. Menentukan unsur-unsur surat dalam Bahasa Inggris tingkat dasar.
3. Menganalisis prosedur penanganan surat masuk dan keluar.
4. Menyusun draft surat sesuai kebutuhan kantor.
5. Memilih sumber data dan informasi yang relevan di tempat kerja.
6. Membuat pencatatan kas kecil sesuai prosedur.
7. Menyusun jadwal kegiatan pimpinan harian secara sistematis.
8. Menyusun dokumen perjalanan dinas sesuai ketentuan.
9. Menentukan sarana akomodasi dan transportasi yang tepat untuk perjalanan dinas.

KISI-KISI SOAL

No Tujuan IPK Level Bentuk No


Pembelajaran Kognitif Soal Soal
1 Korespondensi B. Mengidentifikasi format surat C4 PG 5 opsi 1
Indonesia dinas
2 Korespondensi B. Menentukan unsur surat C4 PG 5 opsi 2
Inggris
3 Penanganan surat Menganalisis prosedur C4 PG 5 opsi 3
4 Penyusunan surat Menyusun draft surat C5 PG 5 opsi 4
5 Akses data Memilih sumber data C4 PG 5 opsi 5
6 Pencatatan kas kecil Membuat catatan kas kecil C5 PG 5 opsi 6
7 Penyusunan agenda Menyusun jadwal harian C5 PG 5 opsi 7
8 Dokumen perjalanan Menyusun dokumen C5 PG 5 opsi 8
dinas
9 Akomodasi Menentukan sarana C4 PG 5 opsi 9
perjalanan transportasi
10 Integrasi materi Mengambil keputusan dari C6 PG 5 opsi 10
kasus administrasi

SOAL PILIHAN GANDA

1. Sebuah perusahaan mengirimkan surat dinas untuk mengundang rapat kerja bulanan. Namun,
di surat tersebut tidak terdapat tempat dan tanggal pembuatan surat. Apa dampak yang mungkin
terjadi jika unsur ini hilang?
A. Surat menjadi lebih ringkas
B. Penerima surat tidak mengetahui kapan surat dibuat
C. Surat menjadi tidak formal
D. Surat akan dianggap tidak sah oleh semua pihak
E. Surat tidak memerlukan tanda tangan

2. PT Indo Export mengirimkan email kepada rekan bisnis luar negeri. Isi email memuat tawaran
kerja sama, namun subjek email tertulis “Re: Meeting Minutes.” Apa masalah utama pada
penulisan subjek tersebut?
A. Subjek sudah sesuai dengan isi
B. Subjek tidak relevan dengan isi email
C. Subjek terlalu panjang
D. Subjek terlalu formal
E. Subjek menggunakan singkatan

3. Dalam prosedur penanganan surat masuk, terdapat tahap pencatatan sebelum surat
didistribusikan. Mengapa tahap ini penting?
A. Untuk mempercepat pengiriman surat
B. Agar semua surat terlihat rapi
C. Sebagai bukti arsip dan pelacakan surat
D. Agar pimpinan mengetahui isi surat terlebih dahulu
E. Untuk memudahkan pembuatan surat keluar

4. Anda diminta membuat surat permohonan izin penggunaan aula untuk kegiatan seminar.
Langkah pertama yang tepat adalah…
A. Menentukan daftar undangan
B. Menulis isi surat langsung
C. Mengidentifikasi tujuan dan pihak yang dituju
D. Membuat desain kop surat
E. Menentukan siapa yang menandatangani

5. Seorang staf administrasi diminta mencari data laporan penjualan triwulan dari tiga tahun
terakhir. Dari pilihan berikut, sumber data yang paling tepat adalah…
A. Buku tamu
B. Arsip digital perusahaan
C. Buku kas kecil
D. Agenda rapat
E. Brosur promosi

6. Dalam pencatatan kas kecil, Anda menemukan ada selisih antara uang tunai yang tersedia dan
catatan pembukuan. Langkah yang paling tepat adalah…
A. Mengabaikan selisih karena jumlahnya kecil
B. Mengurangi jumlah catatan sesuai uang yang ada
C. Melaporkan selisih dan melakukan pengecekan ulang transaksi
D. Menambah uang dari dana pribadi
E. Meminta karyawan lain untuk mengganti

7. Pimpinan Anda memiliki jadwal rapat, kunjungan ke cabang, dan presentasi investor pada hari
yang sama. Bagaimana Anda menyusun agenda harian?
A. Mengurutkan berdasarkan lokasi terdekat
B. Mengurutkan berdasarkan prioritas dan durasi kegiatan
C. Mengurutkan berdasarkan keinginan pimpinan
D. Menghapus kegiatan yang padat
E. Menggabungkan semua kegiatan sekaligus

8. Untuk perjalanan dinas ke Surabaya, diperlukan dokumen berupa tiket, surat tugas, dan daftar
pengeluaran. Manakah yang harus disiapkan terlebih dahulu?
A. Tiket
B. Daftar pengeluaran
C. Surat tugas
D. Reservasi hotel
E. Jadwal rapat

9. Seorang staf administrasi memilih penerbangan malam untuk perjalanan dinas karena harga
tiket lebih murah, namun acara dimulai pukul 08.00 pagi keesokan harinya. Apa risiko keputusan
ini?
A. Menghemat biaya perjalanan
B. Waktu istirahat pimpinan berkurang sehingga memengaruhi performa
C. Mempercepat waktu perjalanan
D. Mendapatkan tiket promo
E. Mengurangi jadwal kegiatan

10. Anda menerima surat pengaduan pelanggan tentang keterlambatan pengiriman barang.
Sebagai staf administrasi, keputusan paling tepat adalah…
A. Menyimpan surat untuk dibaca nanti
B. Mengirimkan surat permintaan maaf dan solusi tindak lanjut
C. Mengabaikan pengaduan jika sudah pernah terjadi
D. Memberitahu pimpinan tanpa menindaklanjuti
E. Meminta pelanggan mengirimkan ulang pengaduan

KUNCI JAWABAN

1. B
2. B
3. C
4. C
5. B
6. C
7. B
8. C
9. B
10. B
RUBRIK PENILAIAN

 Jawaban benar: 10 poin


 Jawaban salah: 0 poin
 Total nilai = (Jumlah jawaban benar × 10)
 Skala nilai:
o 90–100 = Sangat Baik
o 80–89 = Baik
o 70–79 = Cukup
o <70 = Perlu Perbaikan
ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN

SATUAN PENDIDIKAN : …………………………………


KELAS / SEMESTER : XI / Gasal
MATA PELAJARAN : MPLB

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik diharapkan mampu:

1. Menerapkan korespondensi Bahasa Indonesia tingkat dasar.


2. Menerapkan korespondensi Bahasa Inggris tingkat dasar.
3. Menerapkan penanganan surat (mail handling).
4. Menerapkan penyusunan surat.
5. Menerapkan akses data dan informasi di tempat kerja.
6. Menerapkan pencatatan kas kecil.
7. Menerapkan penyusunan jadwal kegiatan pimpinan (daily agenda).
8. Menerapkan penyusunan dokumen perjalanan dinas.
9. Menerapkan akomodasi dan transportasi perjalanan dinas (business travelling
arrangement).

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

1. Mengidentifikasi format dan bahasa yang tepat dalam korespondensi Bahasa Indonesia
dan Bahasa Inggris.
2. Menyusun dan mengelola surat masuk dan surat keluar sesuai prosedur administrasi.
3. Menyusun surat dinas berdasarkan informasi yang tersedia.
4. Mengakses dan mengolah data atau informasi untuk keperluan administrasi.
5. Membuat pencatatan kas kecil dengan format baku.
6. Menyusun jadwal kegiatan pimpinan secara efektif.
7. Membuat dokumen perjalanan dinas lengkap.
8. Mengatur kebutuhan akomodasi dan transportasi perjalanan dinas sesuai anggaran.

KISI-KISI SOAL PROYEK

No Tujuan Pembelajaran IPK Level Bentuk


Kognitif Soal
1 Menerapkan korespondensi Menyusun surat resmi dalam C6 Proyek
Bahasa Indonesia dan Bahasa Bahasa Indonesia dan Bahasa
Inggris Inggris sesuai kaidah
2 Menerapkan penanganan Membuat prosedur alur C5 Proyek
surat distribusi surat masuk dan keluar
3 Menerapkan pencatatan kas Membuat laporan kas kecil C6 Proyek
kecil berdasarkan transaksi harian
4 Menerapkan penyusunan Menyusun agenda harian C6 Proyek
jadwal kegiatan pimpinan pimpinan berdasarkan
kebutuhan operasional
5 Menerapkan dokumen dan Menyusun dokumen perjalanan C6 Proyek
akomodasi perjalanan dinas dinas dan perencanaan
akomodasi sesuai anggaran
SOAL PROYEK

Nomor 1
Sebuah perusahaan distribusi barang akan mengirimkan undangan rapat koordinasi ke seluruh
cabang di provinsi berbeda. Pimpinan meminta Anda membuat surat undangan resmi dalam
Bahasa Indonesia untuk cabang dalam negeri, dan surat undangan dalam Bahasa Inggris untuk
cabang di Singapura. Data yang perlu dicantumkan meliputi: tanggal 25 September 2025, pukul
09.00 WIB, lokasi: Kantor Pusat PT Maju Bersama, agenda: evaluasi penjualan semester I dan
strategi pemasaran semester II.
Tugas: Susun dua surat resmi (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) sesuai kaidah
korespondensi.

Nomor 2
Di kantor Anda, setiap hari terdapat surat masuk dan surat keluar yang harus dikelola dengan
rapi. Pimpinan meminta dibuatkan alur prosedur distribusi surat agar tidak terjadi keterlambatan.
Anda memiliki data bahwa surat masuk melalui 3 jalur: pos, email, dan kurir; sedangkan surat
keluar harus melalui persetujuan pimpinan terlebih dahulu sebelum dikirim.
Tugas: Buat bagan alur penanganan surat masuk dan surat keluar yang efektif.

Nomor 3
Bagian keuangan mencatat transaksi kas kecil harian untuk kebutuhan operasional kantor. Data
transaksi 5–10 Agustus 2025: pembelian ATK Rp150.000, biaya fotokopi Rp25.000, konsumsi
rapat Rp100.000, ongkos kirim paket Rp40.000, dan saldo awal kas kecil Rp500.000.
Tugas: Susun laporan kas kecil format baku dan hitung saldo akhirnya.

Nomor 4
Pimpinan akan menghadiri berbagai kegiatan dalam satu hari kerja, yaitu: rapat internal (08.00–
09.00), menerima tamu dari Dinas Perdagangan (09.15–10.00), kunjungan ke pabrik (10.30–
12.00), makan siang bersama klien (12.30–13.30), dan presentasi produk baru (14.00–15.00).
Tugas: Susun daily agenda pimpinan tersebut dalam format administrasi resmi.

Nomor 5
Perusahaan akan mengirim dua staf untuk menghadiri pameran di Surabaya selama 3 hari (1–3
Oktober 2025). Dana yang disediakan Rp6.000.000 untuk biaya transportasi, akomodasi, dan
konsumsi. Transportasi menggunakan pesawat PP Rp1.200.000 per orang, akomodasi hotel
Rp500.000/malam per kamar, konsumsi Rp100.000/hari per orang.
Tugas: Buat dokumen perjalanan dinas lengkap beserta rincian perencanaan biaya sesuai
anggaran.

KUNCI JAWABAN

1. Surat resmi Indonesia & Inggris: Format surat lengkap (kop surat, nomor, lampiran,
perihal, alamat, salam pembuka, isi, salam penutup, tanda tangan), bahasa formal, data
sesuai instruksi.
2. Bagan alur surat: Tahapan jelas: penerimaan → pencatatan → disposisi pimpinan →
distribusi unit kerja → tindak lanjut. Surat keluar: penyusunan → persetujuan pimpinan
→ pengiriman → arsip.
3. Laporan kas kecil: Format tabel (tanggal, uraian, debit, kredit, saldo), saldo akhir
Rp185.000.
4. Daily agenda: Format tabel resmi (waktu, kegiatan, lokasi, keterangan), urut sesuai
jadwal.
5. Dokumen perjalanan dinas: Format resmi (nama staf, tujuan, tanggal, transportasi,
akomodasi, konsumsi, total biaya), total tidak melebihi Rp6.000.000.
RUBRIK PENILAIAN (Total Nilai 100)

Aspek yang Bobot Kriteria Baik Kriteria Baik Kriteria Kriteria


Dinilai (%) Sekali (4) (3) Cukup (2) Kurang (1)
Kesesuaian format 20 Format sangat Ada sedikit Beberapa Format
dokumen sesuai standar ketidaksesuaian bagian banyak tidak
administrasi format format sesuai
salah
Ketepatan isi 20 Semua data Ada 1–2 data Ada Banyak data
sesuai instruksi lengkap dan kurang tepat beberapa salah/tidak
benar data salah lengkap
Kreativitas & 20 Sangat rapi, Rapi dan Kurang Tidak rapi,
kerapian penyajian sistematis, dan sistematis rapi dan sulit dibaca
estetis sistematis
Analisis & 20 Solusi sangat Solusi cukup Solusi Solusi tidak
pemecahan tepat, efektif, tepat kurang tepat
masalah dan efisien tepat
Ketepatan 20 Semua Ada sedikit Banyak Perhitungan
perhitungan/rekap perhitungan kesalahan kesalahan salah
data akurat hitung seluruhnya

Skor Akhir = (Skor Per Aspek × Bobot) ÷ 4 → Total nilai maksimum 100.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

SATUAN PENDIDIKAN : …………………


KELAS / SEMESTER : XI / Gasal
MATA PELAJARAN : DKK MPLB

TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu menerapkan korespondensi Bahasa Indonesia tingkat dasar secara tepat
sesuai kaidah kebahasaan dan format surat resmi.

ALAT DAN BAHAN

 Contoh format surat resmi Bahasa Indonesia


 Laptop/komputer atau kertas dan alat tulis
 Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

TUGAS / SOAL
Perhatikan situasi berikut:
Anda bekerja sebagai staf administrasi di sebuah perusahaan jasa ekspedisi. Atasan Anda
meminta membuatkan surat pemberitahuan kepada pelanggan mengenai perubahan tarif
pengiriman mulai bulan depan. Informasi yang perlu dimuat: nama perusahaan, tanggal, nomor
surat, tujuan surat, isi pemberitahuan, dan tanda tangan pimpinan.
Buatlah surat resmi menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai kaidah dan
format yang berlaku.

KUNCI JAWABAN

1. Kepala surat (kop surat perusahaan)


2. Tanggal surat
3. Nomor surat
4. Perihal
5. Alamat tujuan
6. Salam pembuka
7. Isi surat: pengantar, inti pemberitahuan, penutup
8. Salam penutup
9. Tanda tangan dan nama pimpinan
10. Format rapi, ejaan sesuai KBBI

RUBRIK PENILAIAN (Total 100)

 Kelengkapan struktur surat: 30


 Kesesuaian format: 20
 Ketepatan bahasa & ejaan: 25
 Kejelasan isi: 15
 Kerapian: 10

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

SATUAN PENDIDIKAN : …………………


KELAS / SEMESTER : XI / Gasal
MATA PELAJARAN : DKK MPLB
TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu menerapkan korespondensi Bahasa Inggris tingkat dasar dengan
memperhatikan format dan bahasa yang sopan.

ALAT DAN BAHAN

 Contoh format business letter


 Laptop/komputer atau kertas dan alat tulis
 Kamus Bahasa Inggris

TUGAS / SOAL
Anda adalah sekretaris di sebuah perusahaan fashion. Perusahaan akan mengikuti pameran di
Singapura dan ingin mengundang rekan bisnis dari luar negeri untuk hadir. Tulislah sebuah
invitation letter dalam bahasa Inggris menggunakan format yang benar, mencakup: date,
recipient address, salutation, body, closing, dan signature.

KUNCI JAWABAN

1. Sender’s address
2. Date
3. Recipient’s address
4. Salutation (Dear Mr./Ms. …)
5. Opening paragraph (purpose of letter)
6. Body paragraph (details of event: date, place, activities)
7. Closing paragraph (expectation, thanks)
8. Closing (Sincerely, Regards)
9. Signature and name
10. Grammar and vocabulary accuracy

RUBRIK PENILAIAN (Total 100)

 Kelengkapan struktur: 30
 Kesesuaian format business letter: 20
 Grammar & vocabulary: 25
 Kejelasan isi: 15
 Kerapian: 10
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

SATUAN PENDIDIKAN : …………………


KELAS / SEMESTER : XI / Gasal
MATA PELAJARAN : DKK MPLB

TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu menerapkan penanganan surat (mail handling) secara efektif mulai dari
penerimaan, pencatatan, pengelompokan, hingga distribusi.

ALAT DAN BAHAN

 Contoh buku agenda surat masuk/keluar


 Contoh surat masuk berbagai jenis
 Alat tulis atau komputer

TUGAS / SOAL
Bayangkan Anda bertugas di bagian tata usaha sekolah. Hari ini Anda menerima 5 surat masuk
dengan berbagai jenis (undangan, tagihan, penawaran, pemberitahuan, dan surat pribadi).
Urutkan langkah penanganannya mulai dari penerimaan hingga pendistribusian sesuai prosedur
mail handling yang benar, lalu buatkan contoh catatan agenda untuk 2 surat resmi yang Anda
pilih.

KUNCI JAWABAN

1. Menerima surat
2. Membuka (kecuali surat pribadi)
3. Membaca & mengidentifikasi jenis surat
4. Mencatat di buku agenda surat masuk
5. Memberi lembar disposisi (jika perlu)
6. Mendistribusikan ke pihak terkait
7. Contoh pencatatan: tanggal, nomor surat, asal, perihal, tujuan

RUBRIK PENILAIAN (Total 100)

 Urutan langkah benar: 30


 Kesesuaian prosedur: 20
 Contoh catatan agenda lengkap: 25
 Ketepatan isi: 15
 Kerapian: 10
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

SATUAN PENDIDIKAN : …………………


KELAS / SEMESTER : XI / Gasal
MATA PELAJARAN : DKK MPLB

TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu menerapkan penyusunan surat resmi atau dinas sesuai format dan tujuan
komunikasi.

ALAT DAN BAHAN

 Contoh format surat dinas


 Laptop/komputer atau alat tulis
 KBBI

TUGAS / SOAL
Anda adalah pegawai pada sebuah dinas pemerintahan daerah. Atasan meminta Anda membuat
surat dinas yang ditujukan kepada kepala sekolah di wilayah setempat, berisi permintaan data
jumlah siswa penerima beasiswa tahun ajaran ini. Buatlah surat dinas sesuai format yang
berlaku.

KUNCI JAWABAN

1. Kepala surat dinas


2. Nomor surat, tanggal, lampiran, perihal
3. Alamat tujuan
4. Salam pembuka
5. Isi surat: maksud permintaan data, batas waktu pengiriman, cara pengiriman
6. Salam penutup
7. Tanda tangan & nama pejabat berwenang
8. Format sesuai ketentuan dan bahasa baku

RUBRIK PENILAIAN (Total 100)

 Kelengkapan struktur: 30
 Kesesuaian format: 20
 Bahasa baku & ejaan: 25
 Kejelasan isi: 15
 Kerapian: 10
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

SATUAN PENDIDIKAN : …………………


KELAS / SEMESTER : XI / Gasal
MATA PELAJARAN : DKK MPLB

TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu menerapkan akses data dan informasi di tempat kerja secara efektif dan
tepat sasaran sesuai kebutuhan pekerjaan.

ALAT DAN BAHAN

 Komputer/laptop dengan koneksi internet


 Akses ke database atau arsip digital kantor (contoh: Google Drive, sistem ERP)
 Buku arsip manual (jika diperlukan)

TUGAS / SOAL
Anda bekerja di bagian administrasi sebuah perusahaan yang baru saja menerima permintaan
data rekap penjualan 3 bulan terakhir dari manajer pemasaran. Data tersimpan dalam sistem arsip
digital perusahaan.
Uraikan langkah-langkah untuk mengakses, memverifikasi, dan menyalin data tersebut ke dalam
format laporan yang siap digunakan pimpinan.

KUNCI JAWABAN

1. Login ke sistem arsip perusahaan menggunakan akun resmi


2. Arahkan ke folder penjualan → pilih periode 3 bulan terakhir
3. Periksa kelengkapan file (tanggal, isi, format)
4. Salin data ke template laporan
5. Verifikasi kembali data sebelum diserahkan
6. Simpan dan beri nama file sesuai ketentuan perusahaan

RUBRIK PENILAIAN (Total 100)

 Langkah akses data benar: 30


 Ketepatan verifikasi: 20
 Format laporan sesuai ketentuan: 25
 Kejelasan uraian: 15
 Kerapian penulisan: 10
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

SATUAN PENDIDIKAN : …………………


KELAS / SEMESTER : XI / Gasal
MATA PELAJARAN : DKK MPLB

TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu menerapkan pencatatan kas kecil (petty cash) sesuai prosedur dan standar
akuntansi sederhana.

ALAT DAN BAHAN

 Buku kas kecil atau format Excel


 Bukti transaksi (nota, kwitansi)
 Kalkulator

TUGAS / SOAL
Bagian administrasi menerima dana kas kecil sebesar Rp1.000.000,00 untuk pengeluaran
operasional. Dalam satu minggu, terjadi transaksi berikut:

1. Pembelian ATK: Rp150.000,00


2. Biaya kirim dokumen: Rp45.000,00
3. Pembelian air minum: Rp25.000,00
4. Servis printer: Rp200.000,00

Buatlah pencatatan kas kecil dengan metode saldo tetap, lalu hitung saldo akhir minggu tersebut.

KUNCI JAWABAN

 Saldo awal: Rp1.000.000,00


 Pengeluaran total: Rp420.000,00
 Saldo akhir: Rp580.000,00
 Catatan mencantumkan: tanggal, keterangan, bukti, pengeluaran, saldo

RUBRIK PENILAIAN (Total 100)

 Ketepatan pencatatan: 40
 Ketepatan perhitungan saldo: 30
 Format sesuai metode saldo tetap: 20
 Kerapian penulisan: 10
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

SATUAN PENDIDIKAN : …………………


KELAS / SEMESTER : XI / Gasal
MATA PELAJARAN : DKK MPLB

TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu menyusun jadwal kegiatan pimpinan (daily agenda) secara sistematis dan
efisien.

ALAT DAN BAHAN

 Buku agenda harian atau aplikasi kalender (Google Calendar, Outlook)


 Daftar kegiatan pimpinan
 Laptop/komputer atau alat tulis

TUGAS / SOAL
Seorang direktur memiliki agenda pada hari Senin sebagai berikut:

 Rapat manajemen: 08.00–09.30


 Presentasi klien: 10.00–11.30
 Makan siang & istirahat: 12.00–13.00
 Kunjungan ke pabrik: 13.30–15.00
 Menandatangani dokumen: 15.15–16.00

Susunlah jadwal kegiatan tersebut ke dalam format daily agenda yang rapi dan mudah dipahami
pimpinan, sertakan kolom catatan.

KUNCI JAWABAN

 Format agenda: kolom waktu, kegiatan, lokasi, catatan


 Urut berdasarkan jam
 Jelas dan singkat
 Contoh catatan: “Persiapkan dokumen rapat” atau “Bawa laporan produksi”

RUBRIK PENILAIAN (Total 100)

 Kelengkapan data agenda: 35


 Urutan waktu tepat: 25
 Format rapi dan mudah dibaca: 25
 Kerapian penulisan: 15
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

SATUAN PENDIDIKAN : …………………


KELAS / SEMESTER : XI / Gasal
MATA PELAJARAN : DKK MPLB

TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu menyusun dokumen perjalanan dinas sesuai format dan persyaratan
administrasi.

ALAT DAN BAHAN

 Contoh format surat tugas dan SPPD


 Data pegawai dan tujuan perjalanan
 Laptop/komputer atau alat tulis

TUGAS / SOAL
Pimpinan menginstruksikan staf untuk menugaskan seorang karyawan bernama Andi Saputra
(NIP 123456) melakukan perjalanan dinas ke Surabaya selama 2 hari (20–21 Agustus 2025)
untuk menghadiri seminar nasional. Buatlah dokumen perjalanan dinas berupa surat tugas dan
SPPD sesuai format resmi.

KUNCI JAWABAN

 Surat tugas: kop surat, nomor, nama pegawai, tujuan, tanggal, tanda tangan pimpinan
 SPPD: identitas pegawai, asal dan tujuan, waktu keberangkatan, keperluan, tanda tangan
pejabat berwenang
 Format sesuai aturan pemerintah/perusahaan

RUBRIK PENILAIAN (Total 100)

 Kelengkapan data dokumen: 35


 Kesesuaian format: 25
 Bahasa baku dan ejaan: 25
 Kerapian: 15
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

SATUAN PENDIDIKAN : ……………………


KELAS / SEMESTER : XI / Gasal
MATA PELAJARAN : DKK MPLB

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengatur akomodasi dan transportasi perjalanan dinas (business travelling
arrangement) secara efektif, efisien, dan sesuai prosedur administrasi.

ALAT DAN BAHAN

 Laptop/komputer atau kertas dan alat tulis


 Data jadwal kegiatan perjalanan dinas
 Brosur hotel & tiket transportasi atau akses internet untuk mencari informasi
 Format travel itinerary

TUGAS / SOAL

Anda bekerja sebagai staf administrasi di PT Nusantara Jaya. Pimpinan perusahaan, Bapak Arif
Hidayat, akan melakukan perjalanan dinas ke Yogyakarta pada tanggal 10–12 September 2025
untuk menghadiri konferensi bisnis.
Kebutuhan perjalanan:

 Berangkat dari Jakarta (Soekarno-Hatta) menuju Yogyakarta pada tanggal 10 September


2025, pukul pagi.
 Menginap di hotel bintang 4 dekat lokasi konferensi (Hotel Grand Malioboro, jarak
maksimal 2 km dari lokasi acara).
 Kembali ke Jakarta pada sore hari tanggal 12 September 2025.

Tugas Anda:

1. Tentukan pilihan transportasi yang paling tepat (jenis, jadwal, dan harga) untuk
keberangkatan dan kepulangan.
2. Pilih hotel yang sesuai kriteria, sertakan harga dan fasilitas utama.
3. Buatlah travel itinerary untuk perjalanan dinas tersebut secara lengkap dan rapi.

KUNCI JAWABAN

1. Transportasi:
o Berangkat: Pesawat Garuda Indonesia GA-202, 10 September 2025, berangkat
07.00 WIB dari CGK ke YIA, harga ± Rp1.200.000.
o Pulang: Pesawat Batik Air ID-6351, 12 September 2025, berangkat 16.00 WIB
dari YIA ke CGK, harga ± Rp1.150.000.
2. Akomodasi:
o Hotel Grand Malioboro, jarak 1,5 km dari lokasi konferensi.
o Harga: Rp850.000/malam, fasilitas: sarapan, Wi-Fi, ruang rapat, antar jemput
bandara.
3. Travel Itinerary:
o Hari 1: Keberangkatan dari Jakarta, check-in hotel, menghadiri pembukaan
konferensi.
o Hari 2: Mengikuti rangkaian konferensi & sesi diskusi bisnis.
o Hari 3: Mengikuti sesi penutupan konferensi, check-out hotel, kembali ke Jakarta.

RUBRIK PENILAIAN (Total 100)

 Ketepatan pemilihan transportasi: 30


 Ketepatan pemilihan akomodasi: 25
 Kelengkapan & kerapian travel itinerary: 25
 Kreativitas & kejelasan penyajian: 20

Anda mungkin juga menyukai