0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan205 halaman

2 Multimedia

Tesis ini membahas pengembangan buku ajar berbasis multimedia pop up untuk kelas II di MI Al-Azhaar Bandung Tulungagung. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan bahan ajar yang efektif dan menarik bagi siswa, serta melibatkan berbagai ahli dalam proses validasi dan revisi produk. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa setelah penggunaan buku ajar tersebut.

Diunggah oleh

Andhy BogelFJI
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan205 halaman

2 Multimedia

Tesis ini membahas pengembangan buku ajar berbasis multimedia pop up untuk kelas II di MI Al-Azhaar Bandung Tulungagung. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan bahan ajar yang efektif dan menarik bagi siswa, serta melibatkan berbagai ahli dalam proses validasi dan revisi produk. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa setelah penggunaan buku ajar tersebut.

Diunggah oleh

Andhy BogelFJI
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGEMBANGAN BUKU AJAR BERBASIS MULTIMEDIA POP UP DI

KELAS II MI AL-AZHAAR BANDUNG TULUNGAGUNG

OLEH
LUTFIATUZ ZAHRO
NIM 14760022

PROGRAM MAGISTER
PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
PASCASARJANA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
2016
PENGEMBANGAN BUKU AJAR BERBASIS MULTIMEDIA POP UP DI
KELAS II MI AL-AZHAAR BANDUNG TULUNGAGUNG

Tesis
Diajukan kepada
Pascasarjana Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang
Untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam
Menyelesaikan Program Magister
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

OLEH
LUTFIATUZ ZAHRO
NIM 14760022

PROGRAM MAGISTER
PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
PASCASARJANA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
2016
ii
iii
iv
KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah, penulis ucapkan atas limpahan rahmat dan bimbingan

Allah SWT, tesis ini yang berjudul “Pengembangan Buku Ajar Berbasis Multimedia Pop

Up di MI Al-Azhaar Bandung Tulungagung” dapat terselesaikan dengan baik semoga ada

guna dan manfaatnya.

Shalawat serta salam semoga tetap terlimpahnya kepada junjungan kita Nabi

Muhammad SAW yang telah membimbing manusia ke arah kebenaran dan kebaikan.

Banyak pihak yang membantu dalam menyelesaikan tesis ini. Untuk itu penulis

sampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya dengan ucapan

jazakumullah ahsanul jasa’ khususnya kepada :

1. Bapak Prof. Dr. H. Mudjia Raharjo, [Link] selaku Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim

Malang.

2. Bapak Prof. Dr.H. Baharuddin, [Link], selaku Direktur Program Pascasarjana

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

3. Bapak Dr. [Link] H. Muhammad, [Link], selaku Ketua Program Studi Magister

Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Maulana Malik

Ibrahim Malang

4. Bapak Dr. Wahidmurni, [Link] selaku dosen pembimbing I yang telah meluangkan

waktu untuk membimbing dan mengarahkan penulis, sehingga tesis ini dapat

terselesaikan dengan baik.

5. Bapak Dr. M. Faisal, M.T selaku dosen pembimbing II yang telah membimbing,

memberikan saran, kritik, dan koreksinya dalam penulisan tesis ini.

v
6. Bapak Mohammad Yahya, Ph D selaku dosen jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan

Sosial Universitas Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang selaku ahli isi/materi yang

telah meluangkan waktunya untuk memberikan validasi dan saran demi perbaikan

produk pengembangan.

7. Bapak Moh. Miftahusyaian, [Link], [Link] selaku dosen jurusan Pendidikan Ilmu

Pengetahuan Sosial Universitas Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang selaku ahli

isi/materi yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan validasi dan saran demi

perbaikan produk pengembangan.

8. Bapak Dr. Suhartono M. Kom selaku dosen dan ketua laboratorium jaringan jurusan

Teknik Informatika Universitas Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang selaku ahli

desain yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan validasi dan saran demi

perbaikan produk pengembangan.

9. Bapak Fresy Nugroho, MT, dosen jurusan Teknik Informatika Universitas Negeri

Maulana Malik Ibrahim Malang selaku ahli desain yang telah meluangkan waktunya

untuk memberikan validasi dan saran demi perbaikan produk pengembangan.

10. Bapak Muhaimin, S.H I selaku kepala sekolah MI Al-Azhaar Bandung Tulungagung

yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian.

11. Bapak Ilham Sholeh, S. Pd I selaku ahli pembelajaran dan guru kelas II di MI Al-

Azhaar Bandung Tulungagung.

12. Semua sivitas MI Al-Azhaar Bandung Tulungagung, khususya bapak kepala sekolah

dan guru serta pegawai TU telah meluangkan waktu untuk memberikan informasi

dalam penelitian.

vi
13. Semua keluarga, sahabat yang tidak mungkin penulis sebutkan satu persatu, terima

kasih atas bantuan moral maupun spiritual yang telah diberikan kepada penulis.

Batu, ………………

Penulis

vii
DAFTAR ISI
Halaman
Halaman Sampul ..............................................................................................
Halaman Judul.................................................................................................. i
Lembar Persetujuan .......................................................................................... ii
Lembar Pengesahan ......................................................................................... iii
Lembar Pernyataan........................................................................................... iv
Kata Pengantar ................................................................................................. v
Daftar Isi........................................................................................................... viii
Daftar Tabel ..................................................................................................... xi
Daftar Gambar .................................................................................................. xii
Motto ................................................................................................................ xiii
Persembahan .................................................................................................... xiv
Abstrak ............................................................................................................. xv

BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ......................................................... 1
B. Tujuan Penelitian dan Pengembangan ................................... 6
C. Spesifikasi Produk.................................................................. 7
D. Pentingnya Penelitian dan Pengembangan............................. 8
E. Asumsi dan Keterbatasan Penelitian dan Pengembangan ...... 9
F. Originalitas Penelitian ............................................................ 9
G. Definisi Operasional............................................................... 17
H. Sistematika Pembahasan ........................................................ 18

BAB II : KAJIAN PUSTAKA


A. Landasan Teoritik
1. Kajian Hakikat Bahan Ajar ............................................... 20
a. pengertian Bahan Ajar .............................................. 20
b. Fungsi Pembuatan Bahan Ajar ..................................... 21
c. Tujuan Pembuatan Bahan Ajar ..................................... 21
d. Manfaat Pembuatan Bahan Ajar ................................... 21
e. Isi Bahan Ajar ............................................................... 22
f. Prinsip Pembuatan Bahan Ajar ..................................... 22
2. Macam-Macam Bahan Ajar ............................................. 24
a. Buku ................................................................. 24
1) Pengertian Buku ................................................... 24
2) Karakteristik Buku ................................................ 24
b. Media ................................................................. 33
1) Pengertian Media .................................................. 33
2) Manfaat Media ...................................................... 34
3) Kriteria Media ....................................................... 36
B. Kajian Buku Ajar IPS Berbasis Multimedia Pop Up ............. 38
1. Kajian Teori Tentang Ilmu Pengetahuan sosial ............... 38
a. Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial .......................... 38

viii
b. Karakter Pembelajaran IPS ........................................ 39
c. Tujuan Pembelajaran IPS ........................................... 39
d. Strategi Pembelajaran IPS .......................................... 40
C. Kajian Teori Tentang Multimedia .......................................... 43
1. Pengertian Multimedia ..................................................... 43
2. Prinsip Multimedia ........................................................... 46
3. Karakteristik Pembelajaran Multimedia ........................... 46
D. Kajian Teori Tentang Buku Pop-Up ...................................... 47
1. Pengertian Buku ............................................................... 47
2. Jenis Buku Pop-Up ........................................................... 48
3. Kelebihan Buku Pop-Up .................................................. 48
E. Efektifitas Pembelajaran IPS .................................................. 50
1. Pengertian Efektifitas Pembelajaran ................................ 50
2. Indikator Pembelajaran Efektif ........................................ 51
3. Kajian materi Buku Multimedia Pop Up ......................... 53
F. Kajian Teori dalam Prespektif Islam ...................................... 55
1. Prespektif Islam Tentang Media Pembelajaran ................ 55
2. Prespektif Islam Tentang Materi Pembelajaran ............... 58
G. Kerangka Berfikir ................................................................. 64

BAB III : METODE PENELITIAN


A. Model Penelitian .................................................................... 66
B. Prosedur Pengembangan ........................................................ 71
C. Uji Coba Produk..................................................................... 80
1. Desain Uji Coba Produk .................................................. 80
2. Subjek Uji Coba ............................................................... 83
3. Jenis Data ......................................................................... 84
4. Instrumen Pengumpulan Data .......................................... 86
5. Teknik Analisis Data ........................................................ 92

BAB IV : HASIL PENGEMBANGAN


A. Hasil Pengembangan Buku Ajar Berbasis Multimedia Pop Up
97
1. Spesifikasi Buku Ajar Berbasis Multimedia Pop Up ........ 97
2. Penyajian Data Validasi ................................................... 103
a. Validasi Ahli Materi ................................................... 104
b. Validasi Ahli Desain/ Media Pembelajaran ............... 106
c. Validasi Ahli Pembelajaran IPS Kelas II ................... 109
d. Uji Coba Kelompok Kecil .......................................... 111
e. Uji Coba Lapangan ..................................................... 113
B. Perbedaan Hasil Belajar .......................................................... 115
1. Diskripsi Variabel ................................................................ 115
a. Uji Gain ..................................................................... 115
b. Uji Normlitas ............................................................. 117
c. Uji Homogenitas ....................................................... 118
2. Pengujian Hipotesis ............................................................ 118

ix
BAB V : KAJIAN SARAN
A. Kajian Produk yang Telah Direvisi
1. Revisi Produk Oleh Ahli Materi ........................................ 120
2. Revisi Produk Oleh Ahli Desain ....................................... 122
3. Revisi Produk Oleh Ahli Pembelajaran ............................ 123
B. Pembahasan Hasil ................................................................. 124
1. Pembahasan Hasil Validasi dan Angket Siswa Bahan
Ajar IPS Berbasis Multimedia Pop Up ........................... 124
2. Pembahasan Hasil Uji Coba Produk
di Mi Al-Azhaar Bandung Tulungagung ........................ 126
C. Saran ....................................................................................... 129
1. Saran untuk Keperluan Pemanfaatan Produk .................... 129
2. Saran untuk Diseminasi Produk ........................................ 130
3. Saran untuk Pengembangan Lebih Lanjut ......................... 130

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN

x
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
1.1 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ........................................ 7
1.2 Perbedaan, Persamaan dan Originalitas Penelitian .............................. 15
3.1 Perbedaan Penelitian Model ADDIE dan Konvensional ..................... 64
3.2 Kelebihan dan Kelemahan Model ADDIE ........................................... 65
3.3 Kisi-Kisi Angket Penilaian Kualitas Materi/Isi ................................... 82
3.4 Kisi-Kisi Angket Penilaian Kualitas Desain ........................................ 82
3.5 Kisi-Kisi Angket Penilaian Guru Kelas ............................................... 83
3.6 Kisi-Kisi Angket Penilaian Siswa ........................................................ 84
3.7 Kriteria Tingkat Keefektifan ................................................................ 86
4.1 Nama Bagian Buku Ajar dan Keterangannya ...................................... 89
4.2 Profil Ahli Materi ................................................................................. 96
4.3 Data Penilaian dan Revisi Ahli Materi ................................................. 98
4.4 Profil Ahli Desain Pembelajaran .......................................................... 98
4.5 Data Penilaian dan Revisi Ahli Desain Pembelajaran.......................... 100
4.6 Data Penilaian dan Review Ahli Pembelajaran .................................... 102
4.7 Profil Siswa Uji Coba Kelompok Kecil ............................................... 103
4.8 Hasil Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil .......................................... 104
4.9 Profil Siswa Uji Lapangan ................................................................... 105
4.10 Hasil Uji Lapangan ............................................................................... 105
4.11 Tabel Perberdaan Rata-Rata Kelas Eksperiment dan Kontrol ............. 107
4.12 Kriteria Index Gain............................................................................... 107
4.13 Tabel Uji G Kelas Kontrol ................................................................... 108
4.14 Tabel Uji G Kelas Eksperiment ........................................................... 108
4.15 Uji Normalitas ...................................................................................... 109
4.16 Uji Homogenitas .................................................................................. 109
5.1 Tabel Revisi Produk Ahli Materi ......................................................... 111
5.2 Revisi Produk Ahli Desain ................................................................... 113
5.3 Revisi Produk Ahli Materi ................................................................... 114

xi
DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

3.1 Model Pengembangan ADDIE ............................................................. 61

xii
MOTTO

ِ ‫ي رفَ ِعاللَّهالَّ ِذينآمن‬...


ُ‫وامن ُك ْم َوالَّ ِذينَأُوتُواال ِْعل َْم َد َر َجاتٍَواللَّ ُُهبِ َماتَ ْع َملُونَ َخبِير‬َُ َ ُ ْ َ

...Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan


orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah
Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(QS. Surat Al-Mujadalah Ayat: 11)

xiii
PERSEMBAHAN

Tesis ini dipersembahkan untuk:


Maha Mulia AllahSwt. Yang senantiasa memberikan limpahan nikmatsertarahmat-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan semuanya dengan lancar

Bapakku tercinta (Komarudin, [Link]) dan Ibuku Tersayang (Marfi’ah) yang senantiasa
memberikan semangat dan do’a sertadukungan, kasihsayang yang tulus dan ikhlas tak
pernah lelah dalam mendidik serta membiayaiku dengn sepenuh hati dan adikku
(Kanzenna Kurnia. A) yang selalu menghibur di saat lelah sehingga penulis dapat
menyelesaikan tugas ini dengan lancar.

Calon suami saya, M. Miftah Arief, [Link].I yang selalu memberikan motivasi dan do’a
serta perhatian selama studi.

Kepada orang yang selalu menemani langkahku untuk menyelesaikan karya sederhana ini
sahabat-sahabatku seperjuangan di PGMI kelas A 2014 khususnya sahabatku Hikmatu
Ruwaida, Saidatur Rofiah, Eka Misminarti, dan Nurlyta Virliani terima kasih atas segala
bantuannya yang tak dapat dinilai harganya.

xiv
ABSTRAK

Zahro’, Lutfiatuz. 2016. Pengembangan Buku Ajar IPS Berbasis Multimedia Pop Up di Kelas II MI
Al-Azhaar Bandung Tulungagung. Tesis, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah
Ibtidaiyah Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang,
Pembimbing: (1) Dr. Wahidmurni, [Link]. (2) Dr. Faishal, [Link]. M. T

Kata Kunci: Pengembangan Buku Ajar, IPS, Multimedia Pop Up

Pengembangan buku ajar berbasis multimedia Pop Up merupakan salah satu sarana guna
membantu memahamkan siswa dalam proses pembelajaran. Buku ajar berbasis multimedia Pop Up
dapat digunakan sebagai alat bantu guru dalam proses pembelajran di kelas sehingga guru tidak
hanya menggunakan metode konfensional saja dalam mengajar. Berdasarkan dari hasil wawancara
dengan Bapak Ilham Sholeh selaku guru pengampu mata pelajaran IPS di MI Al-Azhar Bandung
Tulungagung, dalam proses pembelajaran sehari-hari guru menggunakan metode ceramah yaitu
menjelaskan secara lisan pembelajaran di depan kelas. Guru hanya merangkan konsep secara verbal
saja. Selain itu kurangnya buku pegangan untuk guru yang dapat menunjang materi pelajaran IPS.
Guru biasanya hanya menggunakan LKS maupun buku paket yang di jual di pasaran.
Tujuan penelitian ini adalah (1)Mendiskripsikan spesifikasi produk yang dihasilkan berupa
buku ajar yang berbasis multimedia pop up dengan materi di kelas II MI Al-Azhar Bandung
Tulungagung. (2)Menjelaskan perbedaan hasil belajar IPS yang menggunakan buku ajar berbasis
multimedia pop up dan yang tidak menggunakan bahan ajar multimedia Pop Up.
Bentuk penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah deskriptif dengan analisis data secara
kualitatif dan kuantitatif. Penelitian dengan pendekatan kualitatif menggunakan validasi ahali materi,
ahli media, ahli pemebelajaran IPS/guru mata pelajaran, dan sisiwa, sedangkan penelitian kuantitatif
deskriptif menggunakan rumus uji T dan menggunakan penghitungan komputer SPSS. Jenis
penelitian ini adalah Reserch and Development, yang mengacu pada medel ADDIE.
Hasil dari penelitian Pengembangan Buku Ajar Berbasis Multimedia Pop Up di kelas II MI
Al-Azhaar Bandung Tulungagung adalah (1) Buku ajar berbasis multimedia Pop Up ini di dalamnya
terdapat materi ajar, video penunjang pembelajaran, game puzzle serta quiz untuk latihan siswa. buku
ajar berbasis multimedia Pop Up ini menggunakan aplikasi adobe flash 8.1 dengan size 666 MB.
(2)Memenuhi kriteria valid dengan hasil uji ahli materi mencapai tingkat kevalidan 85%, ahli media
mencapai 79% untuk ahli pembelajaran IPS mencapai 93%, untuk hasil uji coba kelompok kecil
93%, dan untuk hasil uji coba lapangan mencapai 95%. Buku ajar berbasis multimedia Pop Up ini
secara efektif meningkatkan hasil belajar siswa yakni dengan melihat nilai rata-rata dari kelas
eksperimen 93 dan dari kelas kontrol 68. Pada uji T dengan menggunakan rumus uji t-tes berkorelasi
dengan tingkat kepercayaan 95% diperoleh hasil t hitung ≥ t tabel yaitu 8,27 ≥ 2,14 artinya Ho ditolak
dan Ha diterima. Sehingga, terdapat perbedaan yang signifikan terhadap buku ajar yang
dikembangkan. Hasil dari penghitungan SPSS nilai sig. (2-tailed) yakni 0,000, hal ini menunjukan
bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan buku ajar IPS berbasis multimedia pop up lebih baik
hasil belajarnya dari pada siswa yang tidak menggunakan buku ajar IPS berbasis multimedia pop up.
Hal ini menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan memiliki kualifikasi tingkat kevalidan yang
tinggi, sehingga bahan ajar ini layak digunakan dalam pembelajaran.

xv
ABSTRACT

Zahro', Lutfiatuz. 2016. Development of Social Science Textbook Based Multimedia Pop Up in Class
II MI Al-Azhaar Bandung Tulungagung. Thesis, Department of Islamic Elementary School
Teacher Education Graduate of the State Islamic University of Maulana Malik Ibrahim
Malang, Advisor: (1) Dr. Wahidmurni, [Link]. (2) Dr. Muh. Faisal, Kom. M. T

Keyword: Development of Multimedia Texbook, IPS,

Multimedia Pop UP The development of multimedia Pop Up -based teaching books is


one of the means to help hang the student in the learning process. Multimedia Pop Up -based
teaching books can be used as tools in the teaching process in the classroom so that teachers do not
just use any conventional methods in teaching. Based on the results of interviews with Mr. Ilham
Sholeh as social studies teacher at MI Al-Azhar Bandung Tulungagung, in the everyday learning
process teachers use the lecture method that is explain the lesson verbally in front of the classroom.
Teachers explain the concept verbally only. Besides the lack of a handbook for teachers to support
the social science subject. Teachers usually only use the worksheets and textbooks that have sold in
the market.
The purpose of this study is (1) describe the specifications of the product produced in the
form of multimedia pop up-based textbook with material from the class II MI Al-Azhar Bandung
Tulungagung. (2) Explain the differences in social science learning outcomes that uses multimedia
pop up-based teaching book and are not using multimedia pop up-based teaching materials.
Research form used by the researchers was a descriptive analysis of qualitative and quantitative data.
Research with qualitative approach using material experts, media experts, social science teaching
experts / subject teachers, and the students as validation, while descriptive quantitative research using
the formula T test and using SPSS computer calculation. This type of research is Research and
Development, which refers to the ADDIE model.
The results of the study Based Multimedia Pop Up Development Textbook in class II MI
Al-Azhaar Bandung Tulungagung is (1) Textbooks multimedia Pop Up –based, this included a
teaching materials, learning support video, puzzle games and quizzes for student exercises.
multimedia Pop Up -based teaching books using applications adobe flash 8.1 with 666 MB size. (2)
Meets the criteria for a valid test with validity matter experts reached a level of 85%, reaching 79%
of media experts for learning experts IPS reached 93%, for a small group of test results 93%, and for
the results of field trials reached 95%. Adobe flash-based teaching materials effectively improve
student learning outcomes by looking at the average value of the experimental class of class control
93 and 68. At the T test using test formula t-test correlated with a 95% confidence level results
obtained t calculate ≥ t tables of 8.27 ≥ 2.14 means Ho rejected and Ha accepted. Thus, there is a
significant difference to the textbook which is developed. The results of calculation of SPSS sig.
Value (2-tailed) is 0,000, this shows that results for students who use multimedia pop up -based IPS
textbook have better learning results than the students who did not use multimedia pop up -based IPS
textbooks. This indicates that the product developed has high qualification level of validity, so it's a
good teaching materials used in learning.

xvi
‫مستخلصُالبحث‬
‫الصف ‪ 2‬مدرسة اإلبتدائية‬
‫ّ‬ ‫زهرة‪ ،‬لطفية ‪ ،2016‬تطوير كتاب التعليم لتعليم علوم اإلجتماعية على الضوء متع ّدد الوسائل ) ‪ (Pop Up‬يف‬
‫األزهار باندونغ تولونج أجوغ‪ .‬رسالة املاجستري‪ ،‬قسم التعليم معلم مدرسة اإلبتدائية‪ ،‬كلية الدراسات العليا جامعة موالنا مالك إبراهيم اإلسالمية‬
‫احلكومية ماالنج‪ ،‬املشرف(‪ )1‬الدكتور واحد مرين‪،‬املاجستري ‪ .‬فيصال‪ ،‬املاجستري‬
‫ُ‬
‫الكلماتُاإلشارية‪ :‬تطوير كتاب التعليم ‪،‬تعليم علوم اإلجتماعية‪ ،‬متع ّدد الوسائل ( ‪)Pop Up‬‬

‫تطووير كتواب التعلويم لتعلويم علووم اإلجتماعيوة علوى الضووء متعو ّدد الوسوائل ) ‪ (Pop Up‬واحود موا الوسوائل ملسواعدة فلوم التالميو يف‬
‫عمليوة التعليميوة‪ .‬كتواب التعلويم علوى الضووء متعو ّدد الوسوائل ) ‪ (Pop Up‬يسوتطيع اسوتدداملا كوةدة للمدرسو يف عمليوة التعليميوة يف الفصول‬
‫حىت املعلم ليست فقط باستددام الطرق التقليدية على التعليم ‪.‬‬
‫وبناء على نتائج املقابلة مع السيد إهلام صاحل معلما ومربيا يف املادة علوم اإلجتماعية يف مدرسة اإلبتدائية األزهوار بانودونغ تولوونج أجووغ‪ ،‬يف‬
‫عملية تعليم اليومية‪ ،‬و يستددم املدرس الطريقة الرتمجة وهي يشرح املدرس التعليم شفليا أمام الفصل‪.‬شرح املعلم فقط يف فكرة لفظيا ‪ ،‬سوو للوك‬
‫نقص الوجود كتاب الدليل ملدرس لدعم على املادة التعليم علوم اإلجتماعية‪ .‬يستددم املودرس عوادة ورقوة عمول التالميو وال سويما كتواب املدرسوية الو‬
‫يباع يف السوق‪.‬‬
‫أهدف ه ا البحث وهو ‪ )1( :‬وصف موصفات اإلنتاج ال حتصللا كتابا تعليما على ضوء متع ّدد الوسائل‬
‫وف ‪ 2‬مدرسووة اإلبتدائيووة األزهووار بانوودونغ تولووونج أجوووغ‪ )2( .‬شوورح اإلالووتالف إنتوواج الووتعلم علوووم اإلجتماعيووة ال و‬
‫( ‪ )Pop Up‬باملووادة يف الصو ّ‬
‫تستددم كتاب التعليم على ضوء متع ّدد الوسائل ( ‪ )Pop Up‬و ال‪1‬ي ال يستددم مادة التعليم ‪ ،‬متع ّدد الوسائل ( ‪.)Pop Up‬‬
‫شوكل البحووث الو تسوتددملا الباح ووة وهووي ‪ :‬الوصووف بتحليول البيانووات نوعيووا وكميوا‪ .‬البحووث حوودالل النوووعي يسوتعمل صووحة أهوول املووادة ‪،‬‬
‫أهل الوسيلة‪ ،‬أهل التعليم علوم اإلجتماعية أو مدرس مادة تعليم التالمي ‪ .‬وأما حبث وصف الكمي يستددم برمز (‪ )t‬ويسوتددم باحلسواب احلسووبية‬
‫‪ SPSS‬ونوع ه ا البحث يعين ‪ Reserch and Development‬ال ي ارجع على منالج ‪.ADDIE‬‬
‫الصف ‪ 2‬مدرسة اإلبتدائيوة األزهوار بانودونغ تولوونج‬
‫ّ‬ ‫النتيجة ما البحث تطوير كتاب التعليم على الضوء متع ّدد الوسائل ( ‪ )Pop Up‬يف‬
‫أجوغ‪ )1( .‬كتاب التعليم على الضوء متعو ّدد الوسوائل ( ‪ )Pop Up‬فيو املوادة التعلويم ‪،‬الفيوديو لودعم التعلويم‪ ،‬ألعواب ‪ puzzle‬و ‪ quiz‬لتودريبات‬
‫التالميو ‪ .‬وكتواب التعلويم علوى الضووء متعو ّدد الوسوائل ( ‪ ) Pop Up‬يسوتددم برنوامج ‪ 8.1adobe flash‬و ‪)2( . MB 666 size‬‬
‫يكم وول مع ووايري الص ووحة بنتيج ووة االتب ووار أه وول امل ووادة بل ووغ ا الدراج ووة ‪ ، % 85‬و أه وول الوس وويلة بل ووغ ا الدراج ووة ‪ ، % 79‬أله وول التعل وويم عل وووم‬
‫اإلجتماعي ووة بل ووغ ا الدراج ووة ‪ ، %93‬لنتيج ووة التجو وريا صموع ووة الصو و ري ‪ % 93‬و لنتيج ووة و وري املي ووداد بل ووغ ا الدراج ووة ‪ ، % 95‬مو وواد‬
‫وف التجوور ‪ 93‬و مووا‬ ‫الفعووال يف ترقيووة نتووائج تعلووم التالميو يعووين بنظوور ا نتيجووة املتوسووط مووا صو ّ‬
‫التعليميووة علووى الضوووء ‪ adobe flash‬علووى ووو ّ‬
‫وف الضووابطة ‪ .68‬يف إالتبوار (‪ )t‬باسووتددام رموز إالتبووار (‪– )t‬إالتبوار املرتابطووة موا مسووتو ال قوة ‪ % 95‬حيصوول النتوائج ‪t hitung ≥ t tabel‬‬ ‫ص ّ‬
‫ى‬ ‫لىىق فرضىىي فرى ىىاب ى‬ ‫يعنى ‪ 8،27 ≥2،14‬معن ى ا فرضية ى ‪ Ho‬مىىيد د فرضيةى ‪ Ha‬مقب ى ى ى‬
‫فر ع ىى فرى رىى ا فرن نىى مىى ى ىى ‪ SPSS‬ن نىى ‪ (2-tailed) sig‬يعووين ‪ 0،000،‬و ه و ا يوودل أد النتيجووة تعلووم التالمي و‬
‫املستعمل بكتاب تعليم علوم اإلجتماعية على الضووء متعو ّدد الوسوائل ( ‪ )Pop Up‬أفضول موا جلوة نتيجوة تعلمو موا تالميو اليسوتددم فيو كتواب‬
‫التعلم علوم اإلجتماعية على الضوء متع ّدد الوسوائل (‪ . ) Pop Up‬وهو ا يودل علوى أد اإلنتواج املتطوور املو هالت علوى درجوة الصوحة املرتفوع حوىت‬
‫ه ه املواد التعليمية مستحق تستددم يف التعليم ‪.‬‬

‫‪xvii‬‬
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pembelajaran merupakan serangkaian proses yang dilakukan guru agar

siswa belajar, sedangkan dari sudut pandang siswa pembelajaran merupakan

serangkaian proses yang berisi aktifitas yang dilakukan siswa guna mencapai hasil

belajar tertentu dalam bimbngan guru dan arahan serta motivator dari seorang

guru.

Ilmu sosial adalah suatu ilmu yang memperlajari tentang berbagai macam

corak sosial baik yang berada dalam lingkungan rumah maupun lingkungan

masyarakat. Proses sosialisasi di dalam keluarga atau pun masyarakat tidak dapat

terjalin dengan baik apabila tidak ditanamkan semenjak usia dini. Berdasarkan

dari hakikat manusia sebagai makhluk sosial baik secara micro maupun macro

dalam tatanan kehidupan masyarakat bersama-sama membentuk suatu pola atau

perilaku darai hasil produk kebudayaan.

Pengenalan dan pemahaman ilmu pengetahuan sosial sejak dini dianggap

perlu sebagai bekal untuk meneruskan pendidikan ke jenjang berikutnya dan

membantu dalam menghadapi permasalahan sosial di kehidupan sehai-hari

mereka. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa termasuk IPS banyak upaya yang

dilakukan oleh guru, salah satunya dengan menggunakan media dalam proses

pembelajaran. Media bukan hanya meningkatkan mutu pembelajaran dalam

pendidikan akan tetapi juga sebagai alat bantu guru, melainkan juga sebagai

1
2

penyalur pesan dan fungsi-fungsi yang lain. Sekarang ini media merupakan

kelengkapan kewajiban mengajar yang tidak boleh ditinggalkan oleh guru pada

saat melakukan proses pembelajaran di kelas.

Proses pembelajaran itu sendiri juga harus bervariasi misalnya saja dengan

media sehingga proses pembelajaran tersebut menjadi lebih bervariasi dan tidak

membosankan. Selain itu keuntungan Keuntungan yang dirasakan dari

multimedia interaktif dibandingkan dengan metode pengajaran tradisional ada

beberapa, salah satunya adalah sebagai bagian dari program pendidikan jarak

jauh1. Hal ini juga memiliki potensi untuk memberikan kemajuan yang lebih

kepada siswa dan membantu mereka yang membutuhkan perhatian lebih.

Multimedia interaktif memungkinkan siswa untuk bekerja pada kecepatan mereka

sendiri. Multimedia memiliki kekuatan untuk menghidupkan,

mengkomunikasikan informasi dinamis lebih akurat daripada diagram dan dapat

membantu siswa memvisualisasikan fenomena yang tidak dapat dilihat.2

Melihat potensi yang ada di dalam Al-Azhaar ini dari segi kemampuan

siswa dan guru maka layak apabila lebih dikembangkan lagi potensi mereka

melalui dengan pengetahuan mereka. Hal ini terbukti dengan adanya kelas khusus

atau yang disebut dengan kelas bilingual. Hal tersebut menjadikan peneliti ingin

lebih meningkatkan hasil belajar mereka melalui media yang dapat menunjang

prestasi mereka.

Pembelajaran IPS pada kelas II ini menggunakan Kurikulum Satuan

Tingkat Pendidikan (KTSP), yang secara garis besar mencantumkan agar siswa

1
Arda, Sahrul Saehana, Pengembangan Pembelajaran Interaktif Berbasis Komputer
Untuk Siswa SMP Kelas VIII, e-Jurnal Mitra Sains, Volume 3 Nomor 1 Januari 2015, hlm. 69
2
Supardi, Leonard, Pengaruh Media pembelajaran Dan Minat Belajar Terhadap Hasil
Belajar Terhadap Hasil Belajar Fisika, Jurnal Formatif 2 (1), hlm. 71
3

mempunyai konsep dan dapat bersosialisasi dengan baik, misalnya; dilingkungan

keluarga, sekolah maupun masyarakat. Peneliti tertarik untuk meneliti di kelas

rendah yakni kelas II karena adanya beberapa alasan yakni pemahaman konsep

pada anak yang masih berada pada tahab operasional kongkrit (7-12 tahun) dapat

mempengaruhi kemampuan berfikir pada tahab selanjutnya. Anak-anak akan lebih

efektif jika audio dan visual akan dipadukan. Sehingga mereka akan lebih mudah

untuk memahami pembelajaran.3

Hasil pengamatan awal terhadap pembelajaran IPS di kelas II MI Al-

Azhaar Bandung terindentifikasi bahwa fasilitas pembelajaran yang tersedia di

madrasah belum dimanfaatkan dengan maksimal dalam proses pembelajaran.

Buku pembelajaran yang digunakan juga masih menggunakan buku ajar yang

dijual dipasaran sehingga kurang sempurna untuk proses pembelajaran di kelas.

Hal tersebut juga di perkuat dengan adanya wawancara dengan Bapak Ilham

Sholeh selaku guru pengampu mata pelajaran IPS di MI Al-Azhar Bandung

Tulungagung, dalam proses pembelajaran sehari-hari guru menggunakan metode

ceramah dan hanya monoton dengan menggunakan LKS yang ada tanpa ada

tambahan bahan ajar atau yang dapat menunjang pembelajaran di kelas. Beliau

menjelaskan apabila guru yang mengajar di kelas itu hanya menjelaskan

pembelajaran secara lisan pembelajaran di depan kelas tentang materi kedudukan

dan peran anggota dalam lingkungan keluarga. Beliau juga menuturkan apabila di

sekolah tersebut juga terdapat LCD dan laboratorium komputer akan tetapi tidak

3
Syaiful Bahri Djamarah, Psikologi Belajar (Jakarta: Rineka Cipta), hlm. 125
4

dimanfaatkan secara maksimal karena kurang aktifnya guru dalam menggunakan

media yang ada.4

Guru yang menggunakan metode ceramah saat mengajar yang pada

akhirnya menjadikan murid pasif karena hanya mendengarkan setiap materi

pelajaran lalu kemudian diberikan tugas dengan mengerjakan LKS (lembar Kerja

Siswa). Metode pembelajaran seperti ceramah tersebut akan sangat membosankan

bagi siswa karena mereka hanya mendengarkan penjelasan guru. Kendala siswa

pada umumnya adalah kemampuan dasar dalam memahami suatu pembahasan

yang terlalu monoton. Mereka akan merasa jenuh dengan keadaan kelas yang

tidak hidup. Siswa akan sulit memahami pelajaran yang hanya dijelaskan oleh

guru yang menggunakan metode ceramah. Meraka membutuhkan referensi-

referensi yang cukup untuk membantu mereka dalam memahami pelajaran.

Namun itupun menjadi kendala bagi mereka, karena kurangnya referensi yang

tersedia di sekolah.

Kurangnya daya tangkap siswa terhadap materi pelajaran yang dipaparkan

oleh guru, akan mudah dimengerti jika diterangkan kembali oleh kawan sekelas.

Hal tersebut disebabkan oleh rasa takut ataupun malu untuk bertanya pada guru.

Metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru juga sangat membantu siswa

dalam memotivasi diri mereka untuk lebih semangat belajar demi mencapai

prestasi yang gemilang. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran perlu adanya

perbaikan dalam metode pembelajaran. Hal tersebut juga terbukti dari perolehan

nilai siswa yang masih di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM). Nilai KKM

yang harus diperoleh siswa kelas II pada mata pelajaran IPS yaitu 70. Dari 30

4
Wawancara dengan Bapak Ilham Sholeh, Guru pengampu Mata Pelajaran IPS Kelas 2,
Hari Selasa, 05 Januari 2016, Pukul 09;35 WIB
5

siswa baru 11 siswa yang mendapat nilai minimal 70, sedangkan sisanya di bawah

nilai 70. 5

Hasil pengembangan ini diharapkan setiap peserta didik dapat

mengembangkan potensinya secara optimal, sehingga mereka akan lebih cepat

dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan masyarakat sesuai dengan kebutuhan

masyarakat yang ada pada saat ini apabila mereka telah menyelesaikan program

pendidikan. Pendekatan pembelajaran dapat dilakukan dengan proses inovasi

pembelajaran, misalnya melakukan reformasi terhadap rutinitas pendekatan

pembelajaran yang selama ini pembelajarannya hanya berfokus pada guru saja

yang aktif sedangkan siswanya cenderung pasif.

Melihat kondisi demikian, diperlukan suatu cara baru berupa metode

ataupun media pembelajaran berupa alat bantu untuk memudahkan siswa

memahami materi yang dipelajari dan mengembangkan tingkat berpikir siswa,

salah satunya yaitu dengan menggunakan media pembelajaran berbentuk

permainan. Merujuk pada ungkapan Nana Sudjana dan Ahmad Rivai bahwa

media pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran

yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapai.6

Alasannya, karena penggunaan media dalam pembelajaran akan membuat proses

KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) menjadi lebih menarik perhatian siswa

sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa.

Sebuah pembelajaran akan lebih menarik apabila di lengkapi dengan

media ataupun buku panduan yang menunjang dalam proses pembelajaran di

5
Wawancara dengan Bapak Ilham Sholeh, Guru pengampu Mata Pelajaran IPS Kelas 2,
Hari Selasa, 05 Januari 2016, Pukul 09;35 WIB
6
Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, Media Pengajaran penggunaan dan Pembuatannya,
(Bandung: Sinar baru, 1997), hlm. 2
6

kelas tersebut. Istilah media sangat popular dalam bidang komunikasi karena pada

dasarnya proses belajar mengajar juga merupakan proses komunikasi yaitu

penyampai pesan dari sumber belajar melalui media tertentu kepada penerima.

Pesan yang dikomunikasikan atau disampaiakan adalah isi ajaran dari kurikulum.

Melalui buku ajar yang berbasis pop up ini, siswa diharap akan aktif dalam

kegiatan pembelajaran baik di dalam kelas maupun di luar kelas, aktif dalam

bertanya maupun dalam menjawab pertanyaaan-pertanyaan yang diberikan oleh

guru yang nantinya akan berdampak pada prestasi atau hasil belajar mereka.

Dari segi aspek materi, terdapat gambar yang berisi tentang materi anggota

keluarga, disertai dengan contoh dalam kehidupan sehari-hari dan video

pendukung pembelajaran. Dari segi aspek desain, terdapat gambar-gambar

pendukung yang berkaitan dengan materi. Selain itu sedain warna, tokoh dan jenis

huruf yang pada buku berbaisis pop up ini disusun dengan menarik dan

disesuaikan dengan karakter pengguna.

Berdasarkan paparan latar belakang di atas penulis tertarik untuk

melakukan penelitian tentang “Pengembangan Buku Ajar IPS Berbasis

Multimedia Pop Up di Kelas II MI Al-Azhaar Bandung

Tulungagung.”

B. Tujuan Pengembangan

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Mendiskripsikan spesifikasi produk yang dihasilkan berupa buku ajar yang

berbasis multimedia pop up dengan materi di kelas II MI Al-Azhar Bandung

Tulungagung.
7

2. Menjelaskan perbedaan hasil belajar IPS yang menggunakan buku ajar

berbasis multimedia pop up dan yang tidak menggunakan bahan ajar

multimedia Pop Up.

C. Spesifikasi Produk

Produk yang dikembangkan berupa buku IPS berbasis multimedia pop up

yang dikembangkan dengan spesifikasi sebagai berikut:

1. Produk yang dihasilkankan berupa buku ajar multimedia Pop Up yang di

dalamnya memuat materi yang ada di kelas II semester II.

2. Buku ajar multimedia Pop Up yang di kembangkan memuat gambar dan

video yang menunjang materi yang ada antara lain sebagai berikut:

a. Pada halaman awal sampul akan terdapat gambar anggota keluarga

dengan bentuk animasi.

b. Halaman selanjutnya berisi petujuk buku dan daftar isi buku disertai

dengan gambar anggota keluarga ayah, ibu, kakak, adik kakek dan

nenek.

c. Pada materi selain ada gambar berbentuk 3 dimensi juga terdapat materi

yang sesuai. Pada soal latihan terdapat kata-kata posotif yang mengajak

siswa untuk mengerjakan soal dengan jujur, percaya diri, dan mandiri.

Selain itu juga ada video pendukung dan permainan yang sesuai dengan

materi dan disesuaikan dengan karakter anak yang berusia 8 tahun.

d. Desain warna, karakter, tokoh dan jenis huruf yang menarik

disesuaikan dengan karakter pengguna.

e. Durasi waktu pada buku ajar berbasis multimedia pop up ini adalah 1

jam per pembahasan. Apabila anak-anak belum menyelesaikan


8

membaca dalam waktu tersebut maka secara otomatis buku tersebut

akan tertutup.

f. Menggunkan aplikasi adobe flash 8.1

g. Size buku ajar berbasis multimedia Pop Up ini sebesar 666 MB

3. Materi pokok pembahasan pada buku ajar multimedia ini yakni mengenai

materi IPS Semester II di Kelas II. Terdapat dalam Standar Kompetensi dan

Kompetensi Dasar dalam Permendiknas 22 tahun 2006 pada mata pelajaran

IPS kelas II semester II, yaitu sebagai berikut:

Tabel 1.1 Tabel Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

Standar Kompetensi Dasar


Kompetensi
2 Memahami kedudukan 2.1 Mendeskripsikan kedudukan dan peran
dan peran anggota dalam anggota keluarga
keluarga dan lingkungan 2.2 Menceritakan pengalamannya dalam
tetangga melaksanakan peran dalam anggota
keluarga
2.3 Memberi contoh bentuk-bentuk kerjasama
di lingkungan tetangga

D. Pentingnya Penelitian dan Pengembangan

Melihat fenomena pendidikan saat ini, tuntutan unutk terus memajukan

pendidikan di Indonesia semakin membuat peneliti dan pengembang terpacu

untuk terus melakukan inovasi terhadap bahan ajar maupun media yang telah ada

saat ini, selain unutk memajukan pendidikan juga untuk menjembatani kebutuhan

anak ketika belajar. Terkait dengan maat pelajaran IPS, pelajaran IPS tidak hanya

mata pelajran yang mengajarkan ilmu bersosial saja kepada anak akan tetapi juga

mempunyai karakteristik dalam membentuk karakter anak untuk dapat mengatasi

maslah kehidupan sehari-hari.


9

Siswa tidak hanya mampu bersosial di lingkungan keluarga maupun

msyarakat akan tetapi siswa juga akan mendapat pendidikan karakter sehingga

mereka dapat menghadapi berbagia macam corak masyarakat dan lebih bisa

menghadapi masalah sehari-hari di dalam msyarakat. Oleh karena itu untuk

memenuhi kebutuhan tersebut dibutuhkan penelitian dan pengembang media

pembelajaran guna menciptakan suasana belajar yang kondusif yang

menyenangkan dan efektif sehingga pencapaian tujuan akan lebih mudah dan

lebih baik. Salah satunya dengan mengembangkan buku ajar multimedia Pop Up

sebagai sumber media pendukung pada mata pelajaran IPS guna meningkatkan

pemahaman siswa.

E. Asumsi dan Keterbatasan Penelitian dan Pengembangan

Pengembangan bahan ajar buku multimedia Pop Up ini memiliki beberapa

keterbatasan dalam pengembangan ini yaitu:

1. Buku ajar multimedia Pop up yang dikembangkan hanya membahas tentang

mata pelajaran IPS pada kelas II pada semester II.

2. Objek pengembangan terbatas pada buku ajar multimedia Pop Up ini siswa

kelas II A Mi Al-Azhaar Bandung Tulungagung.

F. Originalitas Penelitian

Untuk membuktikan originalitas, dalam penelitian ini peneliti melakukan

pra-research dengan melakukan survey thesis dan junal penelitian terdahulu yang

berkaitan dengan judul penelitian ini, dan juga telaah pustaka dari berbagai buku,

yaitu sebagai berikut:


10

a. Penelitian oleh Adiza Belva H., Septi Rohni Undari, Wildan Isnaini

Yahya, Neng Sa’adah, dan Imas Widowati7, dengan judul “POBUNDO

(Pop-Up Budaya Indonesia) Sebagai Media Pembelajaran Berbasis

Kebudayaan Untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar”. Senada dengan

penelitian yang dilakukan oleh Adiza Belva H., Septi Rohni Undari,

Wildan Isnaini Yahya, Neng Sa’adah, dan Imas Widowati penelitian sama-

sama meneliti Pop Up dan sama-sama pada mata pelajaran IPS akan tetapi

pada jurnal ini penelitian dilakukan di kelas IV sekolah dasar.

Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan dan mengembangkan media

POBUNDO (Pop-up Budaya Indonesia) sebagai media pembelajaran yang

membantu siswa untuk mempermudah penyerapan materi pelajaran IPS

yang berkaitan dengan budaya Indonesia. Penelitian ini menghasilkan

kesimpulan bahwa Hasil uji validasi media bahwa media POBUNDO

sangat baik dalam aspek tampilan media dengan presentase 100% dan

dalam aspek media termasuk dalam kategori sesuai dengan presentase

75%. Hasil uji validasi materi termasuk dalam kategori sesuai dengan

presentase 71,5%. Hasil uji lapangan menunjukkan bahwa kelas

eksperimen mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan kelas

kontrol, yaitu dari 2,695 menjadi 7,522. Sedangkan kelompok kontrol

memiliki kenaikan nilai dari 2,391 menjadi 5,043.

7
Adiza Belva H., Septi Rohni Undari, Wildan Isnaini Yahya, Neng Sa’adah, dan Imas Widowati
POBUNDO (Pop-Up Budaya Indonesia) Sebagai Media Pembelajaran Berbasis Kebudayaan
Untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar PELITA, Volume X, Nomor 1, April 2015.
11

b. Penelitian oleh Yulisna Hawarya, Agus Wasisto Dwi Doso Warso8,

dengan judul “Pengembangan Pop-up Module Pembelajaran Biologi

Pada Materi Pencemaran dan Pelestarian Lingkungan untuk Siswa SMA

Kelas X”.

Senada dengan penelitian yang dilakukan oleh Yulisna Hawarya, Agus

Wasisto Dwi Doso Warso sama-sama menghasilkan Pop Up. Akan tetapi

mata pelajaran yang dihasilkan berbeda yakni mata pelajaran biologi, pada

kelas X SMA.

Tujuannya untuk mengembangkan pop-up module pembelajaran biologi

pada materi pencemaran dan pelestarian lingkungan untuk siswa SMA

kelas X, serta menilai kelayakan dari produk yang telah dikembangkan.

Adapun tahapan penelitian meliputi, studi pendahuluan, pengembangan,

dan pengujian [Link] produk dilakukan oleh ahli materi, ahli

media, guru biologi, dan 2 orang teman sejawat. Kesimpulan dari

penelitian ini penilaian dan tanggapan oleh validator dan peserta didik,

bahwa produk ini berkategori baik dengan komponen penilaian berupa

kelayakan isi, bahasa dan gambar, penyajian, dan kegrafisan atau tampilan.

Hal ini menunjukkan bahwa pop-up module layak digunakan dan

dikembangkan guna membantu peserta didik dalam memahami materi

pencemaran dan pelestarian lingkungan.

8
Yulisna Hawarya, Agus Wasisto Dwi Doso Warso Pengembangan Pop-up Module Pembelajaran
Biologi Pada Materi Pencemaran dan Pelestarian Lingkungan untuk Siswa SMA Kelas X
JUPEMASI-PBIO Vol. 1 No. 1 Tahun 2014, ISSN: 2407-1269 | Halaman 139-143
12

c. Penelitian oleh Kadek Libra Adi Jaya, Ketut Pudjadan, Luth Putu Putrini

Mahadewi9, dengan judul “Pengembangan Multimedia Pembelajaran IPA

Dengan Model ADDIE Untuk Siswa Kelas IX Semster Ganjil di SMP

Laboratorium UNDIKSHA Singaraja”. Berbeda dengan penelitian Kadek

Libra Adi Jaya, Ketut Pudjadan, Luth Putu Putrini Mahadewi yang

meneliti tentang multimedia pembelajaran IPA untuk kelas IX SMP. Akan

tetapi sama-sama menggunakan model penelitian ADDIE.

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses rancang bangun

pengembangan multimedia pembelajaran IPA, (2) menguji kualitas

multimedia pembelajaran pada mata pelajaran IPA kelas IX SMP, (3)

mengetahui efektifitas penggunaan multimedia pembelajaran terhadap

hasil belajar IPA pada siswa kelas IX semester ganjil di SMP

Laboratorium Undiksha Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian

pengembangan dengan mengacu pada model ADDIE. Hasil penelitian

menunjukkan hasil sebagai berikut. (1) Rancang bangun pengembangan

multimedia pembelajaran ini terdiri dari lima tahap yaitu: a) analisis, b)

perancangan, c) pengembangan, d) implementasi, e) evaluasi. (2) Kualitas

multimedia pembelajaran IPA berdasarkan hasil evaluasi ahli isi 85,4%

berada pada kualifikasi baik. Hasil evaluasi ahli desain 94,6% berada pada

kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli media 92,4% berada pada

kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan 92% berada pada kualifikasi

sangat baik. Hasil uji kelompok kecil 91,7% berada pada kualifikasi sangat

9
Kadek Libra Adi Jaya, Ketut Pudjadan, Luth Putu Putrini Mahadewi, Pengembangan
Mltimedia Pembelajaran IPA dengan Model ADDIE untuk Siswa Kelas IX Semster Ganjil di SMP
Laboratorium UNDIKSHA Singaraja, e-Journal Edutech Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan
Teknologi Pendidikan (Vol: 3 No: 1 Tahun: 2015)
13

baik. Hasil uji lapangan 88,5% berada pada kualifikasi baik. (3) Uji

efektifitas menunjukan perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar

IPA antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia pembelajaran

pada siswa kelas IX 5 semester ganjil di SMP Laboratorium Undiksha

Singaraja.

d. Penelitian oleh Yulita Dewi Purmintasari10, dengan judul “Pengembangan

Media Buku Iliustrasi Pop Up Sejarah dalam Pembelajaran IPS di

Sekolah Dasar.” Senada dengan penelitian Yulita Dewi Purmintasari yang

meneliti tentang media Pop Up pada mata pelajaran IPS di sekolah dasar.

Akan tetapi berbeda materi yakni pada mata pelajaran sejarah.

Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk: (1) mengetahui

pembelajaran IPS yang berlaku di SD N Batursari, (2) mengetahui

prosedur pengembangan media buku ilustrasi buku pop-up sejarah, (3)

mengetahui kualitas produk buku pop-up. (4) mengetahui efektivitas

produk buku ilustrasi pop-up dalam pembelajaran IPS di Sekolah Dasar.

Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang dimodifikasi

dari konsep Borg dan Gall. Metode yang digunakan dalam penelitian ini

adalah studi pendahuluan, desain pengembangan produk, uji kelayakan

atau kualitas produk, dan uji efektivitas produk. Teknik analisis data untuk

uji kelayakan menggunakan konversi nilai skala 5, sedangkan untuk uji

efektifitas menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa

kelas IV SD N Batursari kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran

IPS, karena materi IPS terlalu banyak dan minimnya penggunaan media

10
Yulita Dewi Purmintasari, Pengembangan Media Buku Ilustrasi Pop Up Sejarah dalam
Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar, Tesis Uiversitas Negeri Surakarta (UNS) Pascasarjana Prodi
Pendidikan Tahun 2013.
14

pembelajaran oleh guru. Pengembangan media pembelajaran buku ilustrasi

pop-up sejarah menjadi alternatif mengatasi masalah tersebut. Langkah-

langkah pengembangan media adalah (1) Pemilihan materi/pemilihan

objek. (2) Pengumpulan bahan. (3) Pengolahan dan penulisan naskah. (4)

Pembuatan Storyboard. (5) Sketch. (6) Pewarnaan. (7) Pemberian Teks.

(8) Penempelan dan Finishing. Media hasil pengembangan kemudian diuji

kelayakannya untuk mengetahui kualitas produk. Hasil uji kelayakan ahli

materi memberikan nilai 3.92(baik), ahli media memberikan nilai 4,6

(sangat baik), penilaian preliminary field test adalah 4,9 (sangat baik),

penilaian main field test adalah 4,75 (sangat baik), dan penilaian

operasional field test adalah 4,6 (sangat baik). Media ini dinyatakan layak

digunakan sebagai media pembelajaran. Hasil uji efektivitas nya

menunjukkan bahwa penggunaan media buku ilustrasi pop-up sejarah

memiliki hasil yang lebih tinggi dari penggunaan media cerita bergambar.

e. Penelitian oleh Jatu Pramesti11, dengan judul “Pengembangan Media Pop

Up Book Tema Peristiwa untuk Kelas III SD Negeri Pakem 1.” Senada

dengan penelitian Jatu Pramesti yang mneliti tentang media Pop Up dan

dilakukan di sekolah dasar, akan tetapi kelas dan materinya berbeda.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah

pengembangan media pop-up book dan mengetahui tingkat validitas media

popup book yang dikembangkan. Penelitian dilakukan di SD Negeri

Pakem dengan subjek penelitian siswa kelas III sejumlah 29 siswa dengan

rincian 3 siswa pada uji coba perorangan, 6 siswa pada uji coba terbatas

11
Jatu Pramesti, Pengembangan Media Pop Up Tema Peristiwa untuk Kelas III SD
Negeri Pakem 1, skripsi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Prodi Pendidikan Guru Sekolah
Dasar (PGSD) Tahun 2015.
15

dan 20 siswa pada uji pelaksanaan secara luas. Jenis penelitian yang

digunakan adalah penelitian pengembangan (R&D). Prosedur

pengembangan yang digunakan penulis mengacu pada model penelitian

dan pengembangan Borg dan Gall. Model ini terdiri dari 3 tahap. Tahap

tersebut yakni (1) studi pendahuluan yakni melakukan observasi; (2) studi

pengembangan media meliputi perencanaan media, pembuatan prototipe,

validasi oleh dosen ahli dan uji pelaksanaan kepada siswa; dan (3) studi

evaluasi yakni diseminasi. Instrumen yang digunakan berupa lembar

angket untuk validasi media oleh dosen ahli dan lembar angket untuk

respon siswa. Langkah yang dilakukan dalam pengembangan media ini

yakni studi pendahuluan dan studi pengembangan. Dikarenakan adanya

keterbatasan peneliti, pengembangan produk hanya sampai pada tahap

studi pengembangan yaitu uji konseptual dan uji empiris. Berdasarkan

analisis data dapat disimpulkan kualitas media pop-up book yang

dikembangkan termasuk dalam kategori sangat baik (SB) dengan rata-rata

4,62 dari ahli materi dan rata-rata 4,67 dari ahli media. Respon siswa

terhadap media pop-up book pada uji pelaksanaan lapangan mendapat

rata-rata 4,31 dengan kategori sangat baik (SB).


16

Tabel 1.2 Perbedaan, Persamaan dan Orisinalitas Penelitian

No. Judul Penelitian Persamaan Perbedaan Originilitas


Penelitian
1. POBUNDO (Pop- Menghasilkan Produk bahan  Produk bahan
yang
Up Budaya bahan ajar Pop ajar yang
dihasilkan
Indonesia) Sebagai Up. dihasilkan adalah adalah bahan
ajar IPS
Media media
berbasis
Pembelajaran pembelajaran multimedia
pop up.
Berbasis Pop Up berbasis
 Penyajian isi
Kebudayaan Untuk kebudayaan. materi ajar
Siswa Kelas IV Pada tema diterapkan
melalui buku
Sekolah Dasar budaya Indonesia pop up
Pada kelas IV berbasis
multimedia
sekolah dasar yang dapat
2. Pengembangan Menghasilkan Produk bahan digunakan
dalam PC
Pop-up Module Pop Up Module. ajar yang maupun
Pembelajaran dihasilkan adalah Gadget
(Android).
Biologi Pada Pop-up Module  Mengikuti
Materi Pembelajaran desain
pengembang-
Pencemaran dan Biologi Pada an ADDIE.
Pelestarian Materi
Lingkungan untuk Pencemaran dan
Siswa SMA Kelas Pelestarian
X Lingkungan
untuk Siswa
SMA Kelas X
3. Pengembangan Menghasilkan Produk yang
Multimedia multimedia dihasilkan
Pembelajaran IPA menggunakan multimedia
Dengan Model model ADDIE pembelajaran
ADDIE Untuk IPA untuk kelas
Siswa Kelas IX IX Semster
17

Semster Ganjil di Ganjil di SMP


SMP Laboratorium
Laboratorium UNDIKSHA
UNDIKSHA Singaraja
Singaraja
4. Yulita Dewi Menghasilkan Produk yang
Purmintasari, media buku pop dihasilkan berupa
Pengembangan up media Buku
Media Buku Ilustrasi Ilustrasi Pop Up
Pop Up Sejarah Sejarah dalam
dalam Pembelajaran Pembelajaran IPS
IPS di Sekolah di Sekolah Dasar
Dasar
5. Jatu Pramesti, Menghasilkan Produk yang
Pengembangan media Pop Up dihasilkan berupa
Media Pop Up Tema media Pop Up
Peristiwa untuk Tema Peristiwa
Kelas III SD Negeri untuk Kelas III SD
Pakem 1 Negeri Pakem 1

G. Definisi Operasional

Dalam penelitian dan pengembangan ini, terdapat beberapa istilah dalam

judul yang bertujuan untuk menghindari penyimpangan makna dalam

memahaminya, oleh karena itu berikut ini beberapa definisi istilah, antara lain:

1. Bahan Ajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

Bahan ajar ilmu pengetahuan social merupakan suatu bahan ajar yang

didalamnya memuat disiplin ilmu yang berkaitan tentang tatanan dan nilai-nilai

social suatu masyarakat tertentu mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat

maupun lingkungan pendidikan atau sekolah.

2. Multimedia Pop UP
18

Multimedia Pop Up yakni buku ajar yang memiliki bagian yang dapat

bergerak ketika halamannnya di buka sehingga konstruksi halaman berubah dan di

aplikasikan di HP atau PC.

3. Efektifitas

Efektivitas berarti berusaha untuk dapat mencapai sasaran yang telah

ditetapkan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan, sesuai pula dengan rencana,

baik dalam penggunaan data, sarana, maupun waktunya atau berusahan melalui

aktivitas tertentu baik secara fisik maupun non fisik untuk memperoleh hasil yang

maksimal. Kefektifitasan bahan ajar IPS berbasis multimedia berbasis pop up ini

dapat dilihat dari hasil belajar siswa setelah belajar dengan menggunakan bahan

ajar tersebut.

H. Sistematika Pembahasan

Sistematika penulisan dalam tesis ini rencananya akan disusun dalam lima

bab serta daftar pustaka dan lampiran-lampiran.

Bab I yaitu pendahuluan yang berisi: latar belakang masalah, tujuan

penelitian dan pengembangan, spesifikasi produk yang dikembangkan, pentingnya

penelitian yang dikembangkan, asumsi dan keterbatasan penelitian dan

pengembangan, orisinalitas penelitian, dan definisi operasional.

Bab II yaitu kajian pustaka yang berisi tentang kajian teoritik tentang

bahan ajar berbasis multimedia Pop Up pada mata pelajaran IPS di kelas II dan

kerangka berpikir.

Bab III yaitu metode penelitian yang berisi tentang model penelitian dan

pengembangan, prosedur penelitian dan pengembangan, dan uji coba produk.


19

Bab IV yaitu hasil pengembangan yang berisi tentang penyajian data uji

coba, analisa data, dan revisi produk.

Bab V yaitu kajian dan saran yang berisi tentang kajian produk yang telah

direvisi, saran pemanfaatan, diseminasi, dan pengembangan produk lebih lanjut.

Bagian akhir yang memuat daftar rujukan, lampiran-lampiran, dan daftar

riwayat hidup.
BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Landasan Teoritik

1. Kajian Hakikat Bahan Ajar

a. Pengertian Bahan Ajar

Bahan ajar merupakan seperangkat materi atau subtansi pembelajaran

(teaching material) yang disusun secara sistematis, menampilkan sosok utuh dari

kompetensi yang dikuasai siswa dalam kegiatan pembelajaran. Dengan bahan ajar

memungkinkan siswa dapat mempelajari sustu kompetensi atau KD secara runtut

dan sistematis sehingga secara akumulatif mampu menguasai semua kompetensi

secara utuh dan terpadu.12 Bahan ajar menurut Pannen adalah bahan-bahan atau

materi pelajaran yang disusun secara sistematis yang digunakan guru dan siswa

dalam proses pembelajaran.13

Dari beberapa istilah di atas dapat disimpulkan bahwa bahan ajar

merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk

perencanaan dan penelaahaan implementasi pembelajaran. Bahan ajar adalah

segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru dalam melaksanakan

kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan

tertulis maupun bahan tidak tertulis.

12
Depdiknas, pengembangan bahan ajar, (Jakarta: direktorat jenderal manajemen
pendidikan dasar dan menengah, direktorat pendidikan sekolah mengah atas, 2008). Hlm. 6
13
Tian [Link] Pokok Pengembangan Buku Ajar edisi ke satu. (Jakarta:
Universitas Terbuka. 2003). Hlm. 13

20
21

b. Fungsi Pembuatan Bahan Ajar

Lebih lanjut disebutkan bahwa bahan ajar berfunsi sebagai:

1) Pedoman bagi guru yang akan mengarahkan semua aktifitas dalam

proses pembelajaran, sekaligus merupakan subtansi kompetensi

yang seharusnya diajarkan kepada siswa.

2) Pedoman bagi siswa yang akan mengarahkan semua aktifitas

dalam proses pembelajaran, sekaligus merupakan subtansi

kompetensi yang harusnya dipelajari/dikuasai.

3) Alat evaluasi pencapaian/ penguasaan hasil pembelajaran.

c. Tujuan Pembuatan Bahan Ajar

Bahan ajar disusun dengan tujuan:

1) Menyediakan bahan yang sesuai dengan tuntutan kurikulum

dengan mempertimbangkan kebutuhan siswa, yakni bahan ajar

yang sesuai dengan karakteristik dan setting atau lingkungan siswa.

2) Membantu siswa dalam memperoleh alternatif bahan ajar di

samping buku-buku teks yang terkadang sulit diperoleh.

3) Memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran.

d. Manfaat Pembuatan Bahan Ajar

Ada sejumlah manfaat yang dapat diperoleh apabila sesorang

mengembangkan bahan ajar diantaranya:

1) Diperoleh bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dan

sesuai dengan kebutuhan belajar siswa.


22

2) Tidak lagi bergantung kepada buku teks yang terkadang sulit untuk

didapatkan.

3) Bahan ajar menjadi lebih kaya karena dikembangkan dengan

menggunakan berbagai referensi.

4) Menambah khazanah pengetahuan dan pengalaman guru dalam

memilih bahan ajar

5) Bahan ajar akan mampu membangun komunikais pembelajaran

yang efektif antara guru dengan siswa karena siswa akan merasa

lebih percaya kepada guru.

e. Isi Bahan Ajar

Sebuah bahan ajar paling tidak mencakup antara lain:

1) Petunjuk belajar (petunjuk siswa/guru)

2) Kompetensi yang akan di capai

3) Content atau isi materi pembelajaran

4) Informasi paling mendukunng

5) Latihan-latihan

6) Petunjuk kerja, dapat berupa lembar kerja (LK)

7) Eavaluasi

8) Respon atau balikan terhadap hasil evaluasi

f. Prinsip Pembuatan Bahan Ajar

Pengembangan bahan ajar hendaklah memperhatikan prinsip-

prinsip pembelajaran. Diantaranya:


23

1) Mulai dai yang mudah untuk memahami yang sulit, dari kongkrit

memahmi yang absrtak.

Siswa akan lebih memahami suatu konsep tertentu apabila

penjelasan dimulai dari yang mudah atau sesuatu yang kongkrit, sesuatu

yang nyata ada di lingkungan mereka. Misalnya untuk menjelaskan konsep

pasa, maka mulailah siswa diajak untuk berbicara tentang pasar yang

terdapat di tempat mereka [Link] itu kita bisa membawa mereka

untuk berbicara tentang berbagai jenis pasar lainnya.

2) Pengulangan akan mempertajam pemahaman

Dalam pembelajaran, pengulangan sangat diperlukan agar siswa

lebih memahami suatu [Link] prinsip ini kita sering mendengar

pepatah yang mengatakan bahwa 5 x 2 lebih baik dari pada 2 x 5. Artinya

walaupun maksudnya sama sesuatu informasi yang diulang-ulang akan

lebih berbekas pada ingatan siswa. Namun pengulangan dalam penulisan

bahan belajar harus disajikan secara tepat dan berfariasi sehingga tidak

membosankan.

Seperti yang kita ketahui bersama dalam dunia pendidikan ada

yang dikatakan sebagai pengajar dan orang yang diajar atau boleh

dikatakan ada pendidik dan ada yang di didik. Oleh karena kedua hal

tersebut harus saling keterkaitan dan harus soingkrong antara yang satu

dengan yang lain hal tersebut agar tercapainya sebuah tujuan pendidikan.

Disamping itu seorang pengajar memepunyai cara atau alat dalam


24

mengajarkan orang yang dididik salah satunya adalah buku dan media

pembelajaran.

2. Macam- Macam Bahan Ajar

a. Buku

1) Pengertian Buku

Menurut kamus besar bahasa Indonesia buku adalah lembar kertas

yang berjilit yang berisi tulisan atau kosong. Buku ajar atau buku pelajaran

adalah jenis buku yang digunakan dalam aktifitas belajar dan mengajar. Buku

ajar disusun dengan alur dan logika sesuai denga rencana pembelajaran. Buku

ajar disusun sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Buku ajar disusun untuk

mencapai tujuan pembelajaran atau kompetensi tertentu. Maka dari beberapa

definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa buku ajar merupakan buku

pegangan seorang guru untuk memperlancar proses pembelajaran dan

mengarhakan tujuan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang ada.14

2) Karakteristik Buku

Buku ajar sesungguhnya merupakan media yang sangat penting dan

strategis dalam pendidikan. Ia adalah penafsir pertama dan utama dari visi

dan misi sebuah pendidikan. Apalagi, menurut Chekley yang dikutip oleh

Tim Penilai Buku Ajar Direktorat PAIS buku sebenarnya juga bisa jadi untuk

melakukan “jalan pintas” (by pass) dalam peningkatan mutu pendidikan

apabila dapat mengeksplorasi lebih dalam topik-topik yang dibahas dalam

buku tersebut. Untuk itu diperlukan suatu sinergi bagaimana guru dapat

14
KBBI
25

menghasilkan buku yang bukan hanya mencerdaskan, namun juga

mencerahkan dan menggugah nalar dan spiritual untuk menjadi lebih kreatif

dan inovatif. Kita sering menyamakan antara cerdas dengan intelligent,

padahal buku yang perlukan bukan hanya melulu untuk membuat orang

cerdas. Yang diperlukan saat ini dan ke depan adalah buku yang bukan

hanya intelligent textbook, melainkan harus mindful textbook.15

Buku yang mindful adalah buku yang memberi banyak perspektif bagi

anak untuk berpikir yang disesuaikan dengan perkembangan anak. Selain itu

buku tersebut juga dapat mengaitkan persepsi lingkungan yang dihadapi anak

dan mendorong anak mampu mempersepsi solusi yang mungkin penting

untuk anak. Untuk agama, hal ini menjadi penting karena situasi ini menjadi a

novel situation, situasi yang senantiasa baru. Ini membuat para guru maupun

siswa akan senantiasa merasa tercerahkan dengan situasi dan tantangan-

tantangan baru yang menggoda nalar untuk selalu memperbaharui cara

pandang kita terhadap situasi yang dirasakan atau diamati di lingkungan kita.

Permendiknas Nomor 2 Tahun 2008 Pasal 4 ayat (1) menjelaskan

bahwa ”Buku teks pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dinilai

kelayakan-pakainya terlebih dahulu oleh Badan Standar Nasional Pendidikan

sebelum digunakan oleh pendidik dan/atau peserta didik sebagai sumber

belajar di satuan pendidikan”.16 Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh buku

teks pelajaran yang memiliki kelayakan isi, bahasa, penyajian, dan

15
Tim Penilaian Buku Ajar, Pedoman Penilaian Buku Ajar, (Jakarta: Departemen Agama
Direktorat PAIS)
16
Permendiknas Nomer 2 tahun 2008 Pasal 4 ayat (1)
26

kegrafikaan pada jenjang pendidikan SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan

SMK.

Dengan cara ini mudah-mudahan kita bisa menghasilkan buku

pelajaran yang baik. Bahwa mungkin proses standardisasi itu ada

kekurangannya akan diperbaiki berdasarkan pengalaman, baik pengalaman si

penulis ketika menggunakan kriteria yang terlihat dari buku hasil tulisannya

maupun pikiran-pikiran para penyusun standar tersebut yang terus

berkembang.

Buku ajar yang baik tentu memuat materi pembelajaran secara

lengkap, tersusun baik, dan tidak mengandung hal-hal yang dapat

menimbulkan gejolak yang tidak baik pada diri siswa. Dengan buku ajar yang

baik, siswa dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan dengan cara yang

mudah.

Dalam buku Telaah Kurikulum Bahasa Indonesia, dijelaskan kriteria

buku ajar yang dianggap baik paling tidak memenuhi delapan kriteria sebagai

berikut :17

a. Organisasi dan Sistematika

Pengertian organisasi mengandung arti susunan (atau cara bersusun)

sesuatu yang terdiri atas komponen atau topik dengan tujuan tertentu,

sedangkan sistematika mengandung arti kaidah atau aturan dalam buku ajar

yang harus diikuti. Sebuah buku ajar berisi berbagai informasi yang disusun

17
Khoirawati, “ Tentang Buku Ajar”,
[Link] diakses pada tanggal 12
Februari 2016, pukul 17.25 wib
27

sedemikian rupa sehingga buku tersebut dapat digunakan untuk memenuhi

tujuan pembuatan buku ajar tersebut.

b. Kesesuaian isi dengan kurikulum,

Maslow, sebagaimana dikutip dari Sudirman dan dikutip lagi oleh

Pupuh Fathurrahman berkeyakinan bahwa minat seseorang akan muncul bila

suatu itu terkait dengan kebutuhannya. Jadi, bahan pelajaran yang sesuai

dengan kebutuhan anak didik akan memotivasi anak didik dalam jangka

waktu tertentu.18 Dalam buku Suharsimi Arikunto materi atau bahan pelajaran

merupakan unsur inti yang ada di dalam kegiatan belajar mengajar, karena

memang bahan pelajaran itulah yang diupayakan untuk dikuasai oleh anak

didik. Karena itu pula, guru khususnya, atau pengembangan kurikulum

umumnya, harus memikirkan sejauh mana bahan-bahan atau topik yang

tertera dalam silabus berkaitan dengan kebutuhan peserta didik di masa

depan. Sebab, minat peserta didik akan bangkit bila suatu bahan diajarkan

sesuai dengan kebutuhannya.19

Materi merupakan medium untuk mencapai tujuan pengajaran yang

dikonsumsi oleh peserta didik. Bahan ajar merupakan materi yang terus

berkembang secara dinamis seiring dengan kemajuan dan tuntutan

perkembangan masyarakat. Bahan ajar/materi yang diterima anak didik harus

mampu merespon setiap perubahan dan mengantisipasi setiap perkembangan

yang akan terjadi di masa depan.

18
Puput Fathurrohman & M. Sobry Sutikno, Strategi Belajar Mengajar: Melalui
Penanaman Konsep Umum & Konsep Islami, (Bandung: Refika Aditama, 2009), hlm. 14
19
Puput Fathurrohman & M. Sobry Sutikno, Strategi Belajar Mengajar: Melalui
Penanaman Konsep Umum & Konsep Islami, hlm. 14
28

Selain ketentuan di atas, ada juga ketentuan lain yang tidak bisa

diabaikan oleh buku ajar, yaitu:

1) Tujuan pembelajaran

2) Program pembelajaran

3) Alokasi waktu, dan

4) Pendekatan pembelajaran

Tujuan pembelajaran mengarahkan ke mana sebuah pembelajaran.

Jika ketentuan ini tidak dipenuhi, maka pengajaran akan berpoli arah tak

menentu. Tujuan tidak tercapai atau malah tidak dapat diukur ketercapaianya.

Penyebutan pembelajaran itu pada dasarnya menyuratkan adanya tujuan.

Program pembelajaran juga amat penting untuk disajikan dalam buku ajar.

Buku termasuk salah satu dari alat-alat pengajaran atau pembelajaran.

Penyusunan program sebenarnya dilakukan agar tujuan pembelajaran dapat

dicapai dengan baik. Demikian pula dengan alokasi waktu, juga sangat

menentukan tercapainya tujuan. Tidak efisien dalam mengalokasikan waktu

akan mengakibatkan tidak tercapainya tujuan pembelajaran. Mungkin terlalu

cepat selesai sehingga banyak materi yang terlalu cepat dibahas, mungkin

juga harus menambah banyak waktu tambahan karena terlalu terlena dengan

materi yang disukai guru.

Akhirnya pendekatan pun sangat menentukan keberhasilan

pembelajaran. Pendekatan kognitif menjadikan siswa memahami bahan ajar

sebatas pengetahuannya saja, sedangkan pendekatan keterampilan proses


29

lebih melibatkan unsur kreativitas siswa untuk mencari lebih banyak

informasi yang terdapat dalam buku ajar itu.

c. Kesesuaian Pengembangan Materi dengan Tema/Topik

Materi-materi pembelajaran dalam buku ajar dikembangkan oleh

penulisnya dengan memperhatikan topik-topik pembelajaran yang terdapat

dalam kurikulum. Tujuan pengembangan materi adalah agar materi-materi

pembelajaran mudah dicerna oleh pemakai buku, yaitu siswa. Supaya

pengembangan materi terarah dan memenuhi sasaran penulisan buku, maka

pengembangan materi harus didasarkan pada tema/topik.

d. Perkembangan Kognitif

Perkembangan kognitif siswa juga perlu dipertimbangan dalam

penulisan dan pemilihan buku ajar. Jadi untuk dapat memanfaatkan materi-

materi pembelajaran yang menunjang kemampuan siswa, sebaiknya memilih

materi yang memiliki tingkat kesulitan sedikit di atas rata-rata pada saat

proses pembelajaran. Namun demikian, variasi materi tetap diutamakan untuk

menghindari kesulitan menangkap maksud yang ingin disampaikan atau

sebaliknya menimbulkan kebosanan pada siswa.

e. Pemakaian/Penggunaan Bahasa

Bahasa adalah alat komunikasi.20 Dalam kaitan dengan pemakaian

bahasa, buku ajar harus memenuhi kriteria pemakaian bahasa Indonesia yang

baik dan benar dan mengikuti perkembangan zaman. Perkembangan zaman

dimaksud adalah perkembangan penggunaan bahasa Indonesia dalam buku

20
Jabrohim, Chairul Anwar, dan Suminto A. Sayuti, Cara Menulis Kreatif, (Yogyakarta:
Pustaka Pelajar, 2009), hlm. 3
30

ajar baik sebagai kutipan maupun bahasa tulis (pemakaian bahasa Indonesia

saat ini).

Bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah bahasa yang sesuai

dengan kaidah-kaidah bahasa Indonesia dan situasi dan kondisi (konteks)

komunikasi. Kriteria bahasa yang sesuai dengan situasi dan kondisi

ditentukan oleh hal-hal sebagai berikut : 1) siapa yang mengajarkan, 2) siapa

yang menerima ajaran, 3) apa yang diajarkan, 4) kapan diajarkan, 5) di

mana diajarkan, dan 6) melalui medium apa diajarkan.

f. Keserasian Ilustrasi dengan Wacana/Teks Bacaan

Agar buku ajar menarik bagi siswa, buku ajar harus selalu disertai

dengan ilustrai atau gambar. Di samping untuk tujuan menarik perhatian,

ilustrasi atau gambar di dalam buku ajar juga mempunyai kegunaan lain,

yaitu untuk mempermudah pemahaman dan untuk merangsang pembelajaran

secara komunikatif.

Supaya kehadiran gambar di dalam buku ajar dapat berfungsi secara

optimal, pemilihan dan peletakan gambar harus disesuaikan dengan teks

bacaan atau wacana.

Teks bacaan atau wacana harus berkaitan atau sejalan dengan ilustrasi

atau gambar yang dicantumkan berkenaan dengan teks bacaan tersebut.

Kaitan itu tidak cukup hanya dengan informasi-informasi yang ada di dalam

buku suatu teks bacaan melainkan juga dengan gagasan-gagasan utama di

dalam teks bacaan itu. Dengan demikian, pemilihan dan pencantuman


31

ilustrasi juga akan dengan sendirinya berkaitan dengan tujuan pembelajaran

dan tema/topik yang telah ditetapkan.

g. Segi Moral/Akhlak

Moral atau akhlak juga merupakan kriteria penilaian buku ajar. Hal ini

penting karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat memelihara

kerukunan umat beragama, yang sangat memperhatikan aspek-aspek moral

dalam sendi-sendi kehidupan bermasyarakat.

Kalau begitu, faktor-faktor apakah yang berkaitan dengan aspek

akhlak yang harus dipertimbangkan dalam penulisan buku ajar atau penilaian

isi buku ajar saat ini yang telah digunakan di sekolah. Faktor-faktor tersebut

meliputi pertama, sifat-sifat baik seperti kejujuran, sifat amanah (terpercaya),

keberanian, selalu menyampaikan hal-hal yang baik, kesopanan, ketaatan

beribadah, persaudaraan, kesetiakawanan, mencintai/mengasihi sesama

makhluk, berbakti kepada orang tua, taat kepada pemimpin, dan

sebagainya. Kedua, hendaknya dalam buku ajar tidak mencantumkan sesuatu

yang dapat membangkitkan sifat-sifat buruk seperti kecurangan, pengecut,

ketidaksopanan, keingkaran, kemungkaran, kejahilan, kekerasan,

keberingasan, permusuhan, kekejian, kemalasan, sering berbohong, dan

sebagainya.

h. Idiom Tabu Kedaerahan

Kriteria terakhir dalam penilaian buku ajar adalah apakah terdapat

idiom tabu kedaerahan? Idiom adalah bahasa dan dialek yang khas menandai

suatu bangsa/daerah, suku, kelompok, dan lain-lain, sedangkan tabu adalah


32

sesuatu yang terlarang atau dianggap suci, tidak boleh diraba dan sebagai

(pantangan atau larangan). Idiom tabu adalah suatu bahasa atau dialek yang

khas dimiliki oleh suatu daerah dan dianggap suci/baik serta tidak boleh

dipermainkan.

Suatu idiom dinyatakan tabu oleh suatu kebudayaan biasanya karena

kebudayaan atau masyarakat yang memiliki kebudayaan itu mempunyai

pengalaman yang tidak baik, sakral atau dapat menyinggung perasaan orang

lain. Bisa jadi juga kebudayaan atau suatu masyarakat itu memiliki sistem

nilai yang menolak idiom-idiom tersebut. Oleh karena itu, pencantuman

idiom-idiom tabu dapat menyebabkan siswa menjadi terbiasa dengan idiom-

idiom itu. Berhati-hatilah dengan pemakaian bahasa yang mengarah ke sana.

Akibat sesaat yang ditimbulkan oleh penyebutan idiom-idiom tabu

kedaerahan adalah rasa risih, jijik, atau kesan tidak sopan. Akibat yang lebih

jauh dari penyebutan idiom-idiom tabu kedaerahan yang berkali-kali adalah

rusaknya sistem nilai yang dianut oleh masyarakat atau kebudayaan. Paling

tidak penyebutan itu dapat mempengaruhi perkembangan psikhis siswa secara

negatif.

Selain itu, unsur-unsur yang harus dihindari adalah instabilitas

nasional termasuk unsur-unsur SARA. Perbedaan-perbedaan yang ada di

dalam masing-masing suku, agama, ras, dan antargolongan seharusnya tidak

dipertajam. Lebih baik apabila menghindari atau menjauhinya.


33

b. Media

1) Pengertian Media

Media berasal dari bahasa dari bahasa latin medius yang secara harfiah

berarti “tengah”, “perantara” atau “pengantar”. Dalam bahasa arab, media

adalah perantara ( ‫) َ َس ئِل‬. Gerlach & Ely mengatakan media apabila dipahami

secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun

kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, ketrampilan,

atau sikap. Dalam pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan sekolah

merupakan media. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar

mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau

elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali infomasi

visual dan verbal.21

Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan (Association of

Education and Communication Technology/AECT) di Amerika misalnya,

membatasi media sebagai segala bentuk saluran yang digunakan orang untuk

menyalurkan pesan/informasi. Gagne menyatakan bahwa media adalah

berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya

untuk belajar. Sementara itu Briggs berpendapat bahwa media adalah segala

alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk

belajar.22

21
Azhar Arsyad, Media Pembelajaran (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002), hlm. 3
22
Arief S. Sadiman, Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya
(Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1996), hlm. 6
34

2) Manfaat Media

Penggunaan media dalam proses pembelajaran amatlah penting. Dilihat

dari manfaat media dalam proses pembelajaran, antara lain:

a. Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan

motivasi belajar.

b. Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami

oleh para siswa, dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran lebih

baik.

c. Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal

melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan.

d. Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya

mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati,

melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lain.23

Selain itu tujuan penggunaan media pembelajaran dalam proses

pembelajaran menurut Sanaky dalam bukunya Media Pembelajaran, sebagai

berikut:

a. Mempermudah proses pembelajaran di kelas,

b. Meningkatkan efesiensi proses pembelajaran,

c. Menjaga relevansi antara materi pelajaran dengan tujuan belajar, dan

d. Membantu konsentrasi pembelajaran (siswa) dalam proses

pembelajaran.24

23
Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, Media Pengajaran Penggunaan dan Pembuatannya
(Bandung: Sinar Baru, 1997), hlm. 2
24
Hujair AH. Sanaky, Media Pembelajaran (Yogyakarta: Safiria Insania Press, 2009),
hlm. 4
35

Hamalik mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran

dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat

yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan

bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan

media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan sangat

membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi

pelajaran pada saat itu.25 Media pembelajaran juga dapat membantu siswa

meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya,

memudahkan penafsiran data dan memadatkan informasi.

Berkaitan dengan nilai media pembelajaran, Pupuh dan Sobry dalam

bukunya mengutip Nana Sudjana yang mengemukakan beberapa nilai praktis,

yakni:

a. Dengan media dapat meletakkan dasar-dasar yang nyata untuk berfikir

dan dapat mengurangi verbalisme.

b. Dengan media dapat memperbesar minat dan perhatian siswa untuk

belajar.

c. Dengan media dapat meletakkan dasar untuk perkembangan belajar

sehingga hasil belajar betambah mantap.

d. Memberikan pengalaman yang nyata dan menumbuhkan kegiatan

berusaha sendiri pada setiap siswa.

e. Menumbuhkan pemikiran dan berkembangnya kemampuan berbahasa.

25
Azhar Arsyad,Media Pembelajaran, hlm. 16
36

f. Memberikan pengalaman yang tak mudah diperoleh dengan cara lain dan

membantu berkembangnya penggalaman belajar yang lebih sempurna.

g. Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehibgga dapat lebih

dipahami oleh siswa dan memungkinkan siswa menguasai tujuan

pengajaran yang baik.

h. Metode mengajarakan lebih bervariasi.

i. Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya

mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati,

melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lain.26

3) Kriteria Media

Pemilihan media pembelajaran yang akan digunakan pada proses

pembelajaran menjadi pertimbangan utama, karena media yang dipilh harus sesuai

dengan kriteria-kriteria sebagai berikut:

a. Ketepatannya dengan tujuan pengajaran, artinya media pengajaran

dipilih atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan.

Tujuan-tujuan instruksional yang berisikan unsur pemahaman, aplikasi,

analisis, sintesis lebih memungkinkan digunakannya media pengajaran.

b. Dukungan terhadap isi bahan pelajaran, artinya bahan pelajaran yang

sifatnya fakta, prinsip, konsep dan generalisasi sangat memerlukan

bantuan media agar lebih mudah dipahami siswa.

c. Kemudahan memperoleh media, artinya media yang diperlukan mudah

diperoleh, setidak-tidaknya mudah dibuat oleh guru.

26
Pupuh Fathurrohman dan Sobry Sutikno, Strategi Belajar Mengajar Melalui
Penanaman Konsep Umum dan Konsep Islami, (Bandung: Refika Aditama, 2009), hlm. 67
37

d. Ketrampilan guru dalam menggunakannya, apapun jenis media yang

diperlukan syarat utama adalah guru dapat menggunakannya dalam

proses pengajaran. Secanggih apapun medianya, tidak mempunyai arti

apa-apa, bila guru tidak dapat menggunakanya dalam pengajaran untuk

mempertinggi kualitas pengajaran.

e. Tersedia waktu untuk menggunakannya, sehingga media tersebut dapat

bermanfaat bagi siswa selama pengajaran berlangsung

f. Sesuai dengan taraf berpikir siswa, memilih media untuk pendidikan dan

pengajaran harus sesuai dengan taraf berpikir siswa, sehingga makna

yang terkandung di dalamnya dapat dipahami oleh siswa.27

Keterkaitan antara media pembelajaran dengan tujuan, materi, metode

dan kondisi pembelajar, harus menjadi perhatian dan pertimbangan pengajar

untuk memilih dan menggunakan media dalam proses pembelajaran di kelas,

sehingga media yang digunakan lebih efektif dan efesien untuk mmencapai

tujuan pembelajaran. Sebab media pembelajaran tidak dapat berdiri sendiri,

tetapi terkait dan memiliki hubungan secara timbal balik dengan empat aspek

tersebut. Dengan demikian, alat-alat, sarana, atau media pembelajaran yang

digunakan harus disesuaikan dengan empat aspek tersebut, untuk mencapai

tujuan pembelajaran secara lebih efektif dan efesien.

27
Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, Media Pengajaran Penggunaan dan Pembuatan, hlm.
4-5
38

B. Kajian Buku Ajar IPS Berbasis Multimedia Pop Up

1. Kajian Teori Tentang Ilmu Pengetahuan Sosial

a. Pengertian Ilmu Pengetahuan sosial

Ilmu penegetahuan social merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-

ilmu social, seperti sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, dan

budaya. Ilmu pengetahuan social dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena

social yang mewujudkan suatu pendekatan interdisipliner dan aspek dan cabang-

cabang ilmu soaial (sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, dan

budaya). Ilmu pengetahuan sosial atau study sosial merupakan bagian dari

kuriklum sekolah yang diturunkan dari isi materi cabang-cabang ilmu social:

sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, polotik, antropologi, filsafat, dan spikologi

social.28

Geografi, sejarah, dan antropologi merupakan disiplin ilmu yang memiliki

keterpaduan yang [Link] geografi memberikan kebulatan wawasan

yang berkenaan dengan wilayah-wilayah, sedangkan sejarah memberikan

wawasan yang berkenaan dengan peristiwa-peristiwa dari berbagai periode.

Antropologi meliputi studi-studi komparatif yang berkenaan dengan nilai-nilai,

kepercayaan, struktur social, aktifitas-aktifitas ekonomi, organisasi politik,

ekspresi-ekspresi dan spiritual, teknologi, dan benda-benda budaya dari budaya-

budaya terpilih. Ilmu politik dan ekonomi tergolong ke dalam ilmu-ilmu tentang

kebijakan pada aktifitas-aktifitas yang berkenaan dengan pembeultan

[Link] dan psikologi social merupakan ilmu-ilmu tentang perilaku

28
Trianto, Model Pembelajaran Terpadu; Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), (Jakarta: Bumi Aksara, 2010), hlm. 171
39

seperti konsep peran, kelompok, institusi, proses interaksi dan control social.

Secara intensif konsep-komsep seperti ini digunakan ilmu-ilmu social dan studi-

studi social.

b. Karakter Pembelajaran IPS

Karakter pembelajaran IPS berbeda dengan disiplin ilmu lain yang

bersifat monolitik. Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan integrasi dari

berbagai disiplin ilmu-ilmu social, seperti sosiologi, sejarah, geografi,

ekonomi, politik, hukum, dan [Link] Ilmu Pengetahuan Sosial

berdasarkan realitas dan fenomena sosial yang melalui pendekatan

interdisipliner.29

c. Tujuan Pembelajaran IPS

Menurut Awana Mutakin, tujuan utama pembelajaran Ilmu

Pengetahuan Sosial ialah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar

peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat, memiliki sikap

mental positif terhadap perbaikan segala ketimbangan yang terjadi, dan

terampil mengatsi setiap masalah yang terjadi sehari-hari, baik yang menimpa

dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat. Tujuan tersebut dapat

dicapai manakala program-program pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di

sekolah diorganisasikan secara baik.30

29
Trianto, Model Pembelajaran Terpadu; Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), hlm. 174
30
Trianto, Model Pembelajaran Terpadu; Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), 176
40

d. Strategi Pembelajaran IPS

Ada tiga startegi dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial,

yakni:

a) Strategi Urutan Penyampaian Suksesif

Jika guru harus menyampaiakan materi pembelajaran lebih

daripada satu, maka harus menyanpaikan strategi urutan penyampaian

suksesif, sebuah materi satu demi satu disampaikan atau disajikan secara

mendalam baru kemudian secara berurutan menyajikan materi berikutnya

secara mendalam pula.

b) Strategi Penyampaian Fakta

Jika guru harus menyampaikan materi pembelajaran termasuk jenis

fakta (nama-nama benda, nama tempat, peristiwa sejarah, nama orang, nama

lambing, atau symbol, dan sebagainya) strategi yang tepat untuk mengajarkan

materi tersebut adalah sebagai berikut. Pertama, sajikan materi fakta dengan

lisan, tulisan, atau [Link] berikan bantuan kepada para siswa

untuk [Link] diberikan dalam bentuk penyajian secara

bermakna, menggunakan jembatan ingatan, jembatan keledai, dan asosiasi

berpasangan.31

c) Strategi Penyampaian Konsep

Materi pembelajaran jenis konsep adalah materi berupa definisi atau

[Link] mempelajari konsep adalah agar siswa paham, dapat

menunjukkan ciri-ciri, unsur, membedakan, membandingkan,

31
Trianto, Model Pembelajaran Terpadu; Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), hlm. 184-185
41

menggeneralisasikan, dan sebagainya. Langkah-langkah membelajarkan

konsep: (1) menyajikan konsep, (2) pemberian bantuan (berupa inti isi, ciri-ciri

pokok, contoh), (3) pemberian latihan, (4) pemberian umpan balik, dan (5)

pemberian tes.

d) Konsep Dasar Ilmu Pengetahuan Sosial

Dalam buku yang di tulis oleh Djunaidi Ghony disebutkan konsep

dasar Ilmu Pengetahuan Sosial diantaranya adalah:32

a. Penyederhanaan ilmu-ilmu sosial untuk diterapkan di sekolah

b. Merupakan suatu pendekatan interdisiplin dari pelajara-pelajaran

ilmu sosial

c. Ia merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu sosial seperti

sosiologi, antropologi budaya, sejarah, geografi, ekonomi, ilmu

politik, psikologi sosial, dan sebagainya.

e) Ruang Lingkup dan Keterampilan Dasar Mata Pelajaran IPS SD/MI

Ruang lingkup mata pelajaran Pengetahuan Sosial adalah:

a. Sistem social dan budaya

b. Manusia, tempat, dan lingkungan

c. Perilaku ekonomi dan kesejahteraan

d. Waktu, berkelanjutan, dan perubahan, dan

e. Sistem berbangsa dan bernegara

Menurut Johan Jrolimek dalam bukunya Djunaidi Ghony terdapat

4 keterampilan dasar IPS , yakni:33

32
Djunaidi Ghony, Penelitian Tindakan Kelas, (Malang: UIN-Malang Press, 2008), hlm.
135
42

a. Sosial skills

Hidup dan bekerja sama tolong menolong, kepekaan social,

mengontrol dan mengendalikan diri terhadap orang lain, serta urun

rembuk dengan orang lain.

b. Studi Skills and Work Hbit

1) Menghimpun informasi dari buku dan sumber lainnya

(perpustakaan, surat kabar, dan majalah);

2) Menyusun laporan, berbicara dalam kelompok atau dimuka

khalayak;

3) Membaca berbagai sumber IPS;

4) Membaca peta, grafik, dan bagan;

5) Menghimpun dan mengelompokkan data

c. Group Work Skills

1) Bekerja sama dalam suatu panitia dan menjadi ketua,

sekertaris, dan anggota;

2) Partisipasi dalam diskusi kelompok, partisipasi dalam membuat

keputusan kelompok

d. Intelektual skills

1) Menggali dan merumuskan masalah;

2) Menyusun dan menguji hipotesis

3) Analisis dan sintesis data;

4) Menyimak hubungan sebab akibat;

33
Djunaidi Ghony, Penelitian Tindakan Kelas, hlm. 136
43

5) Membandingkan dan mempertentangkan berbagai pendapat

atau pandangan.

C. Kajian Teori Tentang Multimedia

1. Pengertian Multimedia

Multimedia merupakan penggabungan dua kata “multi” dan “media”.Multi

berarti “banyak” sedangkan media atau bentuk jamaknya berarti medium.34Bila

pengguna mendapatkan keleluasaan dalam mengontrol multimedia tersebut, maka

hal ini disebut multimedia [Link] interaktif menggabungkan dan

mensinergikan semua media yang terdiri dari teks, grafik, audio dan

interaktivitas.35

Saat ini, banyak definisi tentang multimedia, diantaranya adalah sebagai

berikut :

“Multimedia in the use of text, graphic, animations, pictures,


video, and sound to present information. Since these media can
now be integreated using a computer, there has been a virtual
explosion of computer based multimedia instructional
applications”.“multimedia is a judicieous mixof various mass
media such as print, audio and video…”.36

Multimedia adalah sembarang kombinasiyang terdiri atas teks, seni grafik,

bunyi, animasi dan video yang diterima oleh pengguna melalui hardwere

[Link] juga dapat diartikan sebagai penggabungan atau

pengintegrasian dua atau lebih format media yang berpadu seperti teks, grafik,

animasi, dan video untuk membentuk aturan informasi ke dalam sistem komputer.

34
Rayadra Asyhar, Media Pembelajaran, hlm75
35
Yoga Permana Wijaya, Pengertian Multimedia Interaktif,
([Link] diakses pada 9 Februari 2016 pukul 14.21 WIB)
36
Yoga Permana Wijaya, Pengertian Multimedia Interaktif, hlm.75
44

Dari penjelasan diatas, maka multimedia dapat didefinisikan menjadi dua

kategori yaitu multimedia content productiondan multimediacommunication

dengan definisi sebagai berikut:37

a. Multimedia content production

Multimedia ini adalah penggunaan dan pemrosesan beberapa media

(text, audio, graphics, animation, video, and instractivity) yang berbeda untuk

menyampaikan informasi atau menghasilkan produk multimedia (music,

video, film, game, entertainment, dll) atau penggunaan sejumlah teknologi

yang berbeda yang memungkinkan untuk menggabungkan media (text, audio,

graphics, animation, video, and instractivity) dengan cara yang baru untuk

tujuan komunikasi. Dalam kategori ini media yang digunakan adalah: media

teks, audio, video, animasi, graph/image, interactivity dan special effect.

b. Multimedia communication

Multimedia ini adalah yang menggunakan media (massa). Seperti

televise, radio, cetak dan internet untuk mempublikasikan, menyiarkan, atau

mengkomunikasikan material advertising, publicity, entertainment, news,

education dll. Dalam kategori ini media yang digunakan adalah: TV, radio,

film, cetak, musik, game, entertainment, tutorial, ICT (Internet) dan gambar.

Keuntungan penggunaan multimedia dalam pembelajaran diantaranya

dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami suatu konsep

abstrak dengan lebih mudah, selain itu juga penggunaan media komputer

dalam bentuk multimedia dapat meberikan kesan yang positif kepada guru

37
Yoga Permana Wijaya, Pengertian Multimedia Interaktif, hlm. 75-76
45

karena dapat membantu guru menjelaskan isi pelajaran kepada siswa,

menghemat waktu dan meningkatkan motivasi siswa dalam [Link]

memiliki keunggulan, multimedia memiliki kelemahan, yaitu harus didukung

oleh peralatan yang memdai seperti LCD projector dan adanya aliran listrik.38

Engaging students in multimedia projects also makes


effective use of technology in the classroom. To use
technology effectively in the classroom. Yelland notes that
five goals must be met:
1. Integrating technology and curricula
2. Promoting active learning, and problem-solving
environments that engage the children in individual
and collaborative work using higher-order thinking
skills
3. Using technology to present and represent ideas
4. Developing new definitions of play new conceptions of
what constitutes a manipulative
5. Developing media literacy skills that involve critically
analyzing the use of the technologies and the
information derived from them39
Paparan diatas menjelaskan bahwa penggunaan teknologi dalam

pembelajaran akan membuat pembelajaran lebih efektif. Selain itu disebutkanjuga

tentang tujuan penggunaan multimedia dalam pembelajaran, yaitu

mengintegrasikan teknologi dan kurikulum, melibatkan peserta didik dalam

kegiatan individu atau kelompok dan meningkatkan ketrampilan berfikir yang

tinggi, teknologi digunakan untuk menyajikan dan mewakili [Link] dapat

mengembangkan ketrampilan keaksaraan dan analisis [Link] itu penggunaan

multimedia dikatakan dapat memberikan lingkungan belajar yang ideal untuk

menerapkan pendekatan kontruktivis untuk belajar.

Multimedia projects can provide ideal learning environments for


implementing a constructivist approach to learning40

38
Yoga Permana Wijaya, Pengertian Multimedia Interaktif , hlm.76
39
Karen S. Ivers,Ann E. Barron, Multimedia Projet in education (California:ABC-CLIO,
LLC Publication Data,2010), hlm.3
46

2. Prinsip Multimedia

a. Prinsip multimedia, yaitu siswa dapat belajar lebih baik dari kata-kata

dan gambar-gambar daripada dari kata-kata saja.

b. Prinsip keterdekatan ruang, yaitu siswa dapat belajar lebih baik saat kata-

kata dan gambar-gambar terkait disajikan saling berdekatan daripada

saling berjauhan di halaman atau layar.

c. Prinsip keterdekatan waktu, yaitu siswa dapat belajar lebih baik saat kata-

kata dan gambar-gambar terkait disajikan secara simultan (berbarengan)

daripada suksesif (bergantian).

d. Prinsip koherensi, yaitu siswa dapat belajar lebih baik saat kata-kata dan

gambar-gambar, atau suara-suara ekstra/tambahan dibuang daripada

dimasukkan.

e. Prinsip modalitas, yaitu siswa dapat belajar lebih baik dari animasi dan

teks on-screen.

f. Prinsip redundasi, yaitu siswa dapat belajar lebih baik dari animasi dan

narasi daripada dari animasi, narasi, dan teks on-screen.

g. Prinsip perbedaan individual, yaitu pengaruh desain lebih kuat terhadap

siswa-siswa berpengetahuan rendah daripada berpengetahuan tinggi.41

3. Karakteristik Pembelajaran Multimedia

Multimedia didefinisikan sebagai suatu system computer yang terdiri

dari hardware dan software yang memberikan kemudahan untuk

mengabungkan gambar, video, fotografi, grafik dan animasi dengan suara,

40
Karen S. Ivers,Ann E. Barron, Multimedia Projet in education, hlm. 15
41
Richard E. Mayer, Multimedia Learning, (Yogyakarta:Pustaka Pelajar, 2009), hlm. 270-
271
47

teks, dan data yang dikendalikan dengan program computer. Sebagai salah

satu komponen system pembelajaran, pemilihan dan penggunaan multimedia

pembelajaran harus memperhatikan karakteristik komponen lain, seperti

tujuan, materi, strategi dan juga evaluasi pembelajaran. Karakteristik

pembelajaran multimedia adalah:42

a) Memiliki lebih dari satu media yang konvergen, misalnya menggabungkan

unsure audio dan visual.

b) Bersifat interaktif, dalam pengertian memiliki kemampuan untuk

mengakomodasi respon pengguna

c) Bersifat mandiri, dalam pengertian member kemudahan dan kelengkapan

isi sehingga pengguna bisa tanpa bantuan atau pun bimbingan orang lain.

D. Kajian Teori Tentang Buku Pop Up

1. Pengertian Buku Pop Up

Buku pop up merupakan sebuah buku yang memiliki bagian yang dapat

bergerak ketika halaman buku dibuka sehingga konstruksi kertas pada halaman

berubah. Sekilas pop up hampir sama dengan origami dimana kedua seni ini

mempergunakan teknik melipat kertas. Walau demikian, origami lebih

memfokuskan diri pada menciptakan objek atau benda sedangkan pop up lebih

cenderung pada pembuatan mekanis kertas yang dapat membuat gambar tampak

secara lebih berbeda baik dari sisi perspektif/dimensi, perubahan bentuk hingga

dapat bergerak yang disusun sealami mungkin.

42
Samudra. D. W, “Pengertian Multimedia Pembelajaran”, [Link]
diakses tanggal 13 Februari 2016 pukul 19.25 WIB
48

2. Jenis Buku Pop-Up

Beberapa jenis buku pop up diantaranya adalah :

1) Transformasi

Transformasi menunjukkan perubahan bentuk serta gerakan objek

secara vertikal. Perubahan bentuk ditunjukkan dengan menarik atau membuka

halaman kertas ke samping sehingga slide bagian bawah dan bagian atas

bergerak dan konstruksi objek berubah.

2) Volvelle

Volvelle adalah kertas berbentuk cakram dengan bagian-bagian yang

dapat diputar.

3) Pull tab

Pull tab munjukkan perubahan bentuk serta gerakan objek dengan cara

menarik salah satu bagian pada halaman kertas.

4) Buku tunnel

Buku tunnel disebut juga buku terowongan. Buku yang terdiri dari satu

set halaman terikat dengan dua potong kertas yang terlipat di setiap sisi dan

objek dilihat melalui lubang di [Link] dalam buku dilihat dengan

cara menarik penutup ke atas sehingga terbentuk terowongan buku yang

menciptakan sebuah adegan dimensi di dalamnya.

3. Kelebihan Buku Pop Up

Buku pop up dapat memberikan visualisasi cerita yang lebih menarik.

Mulai dari tampilan gambar yang terlihat lebih memiliki dimensi, gambar yang

dapat bergerak ketika halamannya dibuka atau bagiannya digeser, bagian


49

yang dapat berubah bentuk, memiliki tekstur seperti benda aslinya bahkan

beberapa ada yang dapat mengeluarkan bunyi. Hal-hal seperti ini membuat

ceritanya lebih menyenangkan dan menarik untuk dinikmati. Hal lain yang

membuat buku pop up menarik dan berbeda dari buku biasa adalah ia memberikan

kejutan-kejutan dalam setiap halamannya yang dapat mengundang ketakjuban

ketika halamannya dibuka. Hal ini membuat pembaca memancing antusias

pembaca dalam mengikuti alur cerita buku karena mereka menanti kejutan apa

lagi yang akan diberikan di halaman selanjutnya. Buku pop up mempunyai

kemampuan untuk memperkuat kesan yang ingin disampaikan dalam sebuah

ilustrasi sehingga dapat lebih dapat terasa. Tampilan visual yang lebih berdimensi

membuatnya semakin terasa nyata ditambah lagi dengan kejutan yang diberikan

dalam setiap halamannya. Gambar dapat secara tiba-tiba muncul dari balik

halaman atau sebuah bangunan dapat berdiri megah ditengah-tengah halaman

dengan cara pemvisualisasi ini, kesan yang ingin ditampilkan dapat lebih

tersampaikan.

Berdasarkan uraian di atas, buku pop up berpotensi untuk dikembangkan

sebagai bahan ajar karena memiliki kelebihan, diantaranya:

1) Dapat mengatasi batasan ruang, waktu, dan pengamatan karena tidak

semua benda, objek atau peristiwa dapat dibawa ke dalam kelas atau siswa

dapat mengamati peristiwa objek tersebut.

2) Bersifat konkret, yang berarti lebih realistis daripada media verbal.


50

3) Dapat menjadi sumber belajar untuk tingkat usia berapa saja karena setiap

halaman buku dapat diisi dengan gambar dan informasi yang sesuai

konsep.

4) Buku pop up memiliki ruang-ruang dimensi yang dimana buku ini bisa

berbentuk struktur tiga dimensi sehingga buku ini lebih menarik untuk

dibaca.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa buku ajar IPS berbasis

multimedia Pop Up yaitu suatu bentuk adaptasi dari buku cerita bergambar

Pop Up yang diterapkan dalam multimedia dan didalam buku tersebut terdapat

materi IPS. Buku yang berbasis multimedia pop up tersebut nantinya akan

dirancang dan disesuaikan dengan kebutuhan anak. Sesuai dengan efktif dan

efisien, sehingga akan lebih memudahkan guru dalam proses pembelajaran.

E. Efektifitas Pembelajaran IPS

1. Pengertian Efektifitas Pembelajaran

Efektifitas belajar dari kata dasar efektif. Dalam Kamus Besar Bahasa

Indonesia, kata efektif mempunyai arti adanya efek, pengaruh, akibat, membawa

hasil atau berhasil guna.43 Efektifitas merupakan kemampuan untuk memilih

tujuan atau peralatan yang tepat untuk pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.

Kefektifan pembelajaran adalah hasil guna yang diperoleh setelah pelaksanaan

kegiatan belajar mengajar. Untuk mengetahui keefektifan tersebut dapat dilakukan

dengan memberkan tes, karena dengan hasil belajar tes dapat dipakai untuk

mengevaluasi berbagai aspek proses pembelajaran.

43
Badan dan Pengembangan pembinaan bahasa, ([Link] web. id), diakses pada
tanggal 12 Januari 2016 pukul 16.15 WIB)
51

2. Indikator Pembelajaran Efektif

Menurut Soemosasminto, menyatakan bahwa suatu pembelajaran dapat

dikatakan efektif apabila memenuhi beberapa persyaratan utama keefektifan

pembelajaran, yaitu:

a. Presentasi belajar siswa yang tinggi dicurahkan teradap kegiatan belajar

mengajar (KBM)

b. Rata-rata perilaku melaksanakan tugas yang tinggi diantara siswa

c. Ketepatan anatara kandungan materi ajaran dengan kemampuan siswa

(orientasi keberhasilan belajar) diutamakan, dan

d. Mengembangakn suasana belajar yang akrab dan positif,

mengembangkan sruktur kelas mendukung butir (2), tanpa mengabaikan

butir (4).

Sedangkan menurut Wottuba dan Wright menyimpulkan ada tujuh

indikator yang menunjukkan pebelajaran efektif, yaitu:44

1) Pengorganisasian pembelajaran yang baik

2) Komunikasi secara efektif

3) Penguasaan dan antusiasme dalam pelajaran

4) Sikap positif terhadap peserta didik

5) Pemberian ujian dan nilai yang adil

6) Keluwesan dalam pendekatan pembelajaran

7) Hasil belajar peserta didik yang baik

44
Bambang Warsito, Teknologi Pembelajaran (Landasan dan Aplikasinya), (Jakarta: PT.
Rineka Cipta, 2008), hlm. 289-290
52

Efektifitas pembelajaran secara konseptual dapat diartikan sebagai

perlakuan dalam proses pembelajaran yang memiliki ciri-ciri: a. suasana yang

dapat berpengaruh, atau hal yang berkesan terhadap penampilan; b. keberhasilan

usaha atau tindakan yang berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Efektifitas

pembelajaran melalui media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa

ketika belajar (membaca) teks yang bergambar. Gambar, simbol atau lambang

visual dapat mengubah emosi dan sikap siswa. Pemakaian media pembelajaran

dalam proses pembelajaran dapat membangkitkan keinginan dan minat baru,

membangkitkan motivasi dan ransangan kegiatan belajar, dan membawa

pengaruh-pengaruh psikologi terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran

akan sangat membantu kefeektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan

dan isi pelajaran, sesuai dengan tuntutan kurikulum.45

Pada penelitian pengembangan ini pembelajaran IPS berbasis multimedia

pop up diatakan efektif apabila:

1) Hasil belajar siswa sesudah menggunakan buku ajar IPS berbasis

multimedia pop up lebih baik dari sebulum menggunakan buku ajar IPS

berbasis multimedia pop up.

2) Jumlah ketuntasan siswa dalam pembelajaran dalam pembelajaran IPS

meningkat sesudah menggunakan buku ajar IPS berbasis multimedia pop

up.

45
Sapto Haryoko, “ Efektifitas Pemanfaatan Media Audio-Visual Sebagai Alternatif
Optimalisasi Model Pembelajaran,” 1 (Maret, 2009), hlm. 3-4
53

3. Kajian Materi Buku Multimedia Pop Up

Materi dalam buku multimedia pop up ini mencakup tentang materi pada

kelas II semester II yang di dalamnya terdapat 3 bab yakni bab 4, bab 5 dan bab 6.

Bab 4 standar kompetensi dari bab 4 yakni memahami kedudukan dan

peran anggota keluarga dalam keluarga dan lingkungan tetangga. Kompetensi

dasar yakni mendiskripsikan kedudukan dan peran anggota keluarga. Indikator

bari bab 4 ini yakni membuat silsilah keluarga, menjelaskan kedudukan anggota

keluarga, menjelaskan peran anggota keluarga, menjelaskan perubahan peran

dalam keluarga.

Materi dalam bab ini berisi tentang sililah keluarga dalam materi tersebut

anak akan dilatih untuk mengenal silsilah keluarga atau asal-usul keluarga mulai

dari kakek, nenek, paman, bibi, ayah dan ibu. Materi selanjutnya membahas

tentang kedudukan anggota keluarga, ayah sebagai kepala keluarga ibu sebagai

wakil kepala keluarga dan kedudukan seorang anak. Sub bab selanjutnya

membahas tentang peran anggota keluarga di dalam sub bab ini membahas

tentang peran yang ada didalam keluarga, peran ayah sebagai kepala rumah

tangga, peran ibu sebagai pengatur pekerjaan rumah tangga, mengatur menu

masakan dan juga membantu ayah dalam membimbing dan mendidik anak-anak,

dan juga peran anak adalah tekun dalam belajar, mematuhi perintah orang tua,

membantu pekerjaan orang tua. Perubahan peran dalam keluarga merupakan

perubahan peran karena suatu hal, karena anggota keluarga tidak dapat melakukan

perannya. Seorang ibu dapat berpindah peran jadi ayah dan seorang ayah dapat
54

berpindah peran sebagai seorang ibu, misalkan ketika ibu sakit maka ayah yang

memasak dan mencuci baju.

Pada bab 5 ada materi tentang pengalaman melakukan peran dalam

keluarga. Standar kompetensinya yakni memahami kedudukan dan peran anggota

keluarga dalam keluarga dan lingkungan tetangga. Kompetensi dasarnya yakni

menceritakan pengalamannya dalam melaksanakan peran dalam anggota keluarga.

Indikator dari bab ini yakni menceritakan pengalaman sendiri dalam

melaksanakan peran dalam keluarga, meneladani sikap baik dari tokoh yang

menceritakan pengalamannya. Sub bab yang pertama yakni materi tentang

pengalaman sebagai anak dalam keluarga. Setiap anggota keluarga mempunyai

peran masing-masing. Dalam melaksanakan peran tersebut kita juga mempunyai

pengalaman, misalkan ketika membantu ibu memasak di dapur, membantu ayah

berkebun menaman sayuran dan buah-buahan atau ketika menjaga adik kita yang

masih kecil. Pengalaman sebagai anak dalam keluarga sangat banyak dan

memberikan ilmu baru bagi kita. Materi selanjutnya yakni akibat tidak

menjalankan peran. Materi ini memberikan wawasan kepada kita ketika kita tidak

menjalankan peran maka ada beberapa hal yang tidak menyenangkan terdakang

kita akan susah atau bahkan celaka. Misalkan waktunya istirahat kita tidak

istirahat akhirnya sakit dan tidak bisa pergi ke sekolah.

Materi bab 6 tentang kerja sama di lingkungan tetangga. Standar

kompetensi yakni memahami kedudukan dan peran anggota keluarga dalam

keluarga dan lingkungan tetangga. Kompetensi dasarnya yakni mendiskripsikan

bentuk-bentuk kerja sma di lingkungan tetangga. Indikatornya yakni kerjasama


55

sebagai cirri bangsa Indonesia, bekerjasama denga tetangga, bentuk-bentuk kerja

sama di lingkungan tetangga, dan manfaat kerja sama di lingkungan tetangga.

Materi yang pertaman yakni menjelaskan kerja sama merupakan salah satu cirri

orang Indonesia. Kerja sama atau yang biasa disebut gotong royong merupakan

salah satu bentuk kepedulian terhadap sesama. Apabila ada tetangga kita yang

terkena musibah kita wajib untuk menolongnya. Selanjutnya yakni bekerja sama

dengan tetangga. Seperti kata pepatah berat sma dipikul ringan sama di jinjing.

Kita juga harus selalu menjaga kerukunan dengan tetangga dan bisa bekerja sma

dengan tetangga. Kita tidak bisa hidup sendiri. Kita pasti butuh orang bantuan

oaring lain. Jadi kita harus bekerja sama. Materi selanjutnya yakni bentuk-bentuk

kerja sama di lingkungan tetangga. Bentuk-bentuk kerja sama di lingkungan

tetangga misalkan kerja bakti, siskamling atau ronda dan membantu tetangga. 46

F. Kajian Teori dalam Prespektif Islam

1. Prespektif Islam Tentang Media Pembelajaran

Media merupakan alat bantu berupa alat bantu pembelajaran yang bisa

berupa gambar, alat peraga maupun benda yang bisa membantu proses

pembelajaran sehingga cepat dalam memahamkan siswa. media juga

dimaksudkan agar komunikasi antara guru dan siswa lebih efektif sehingga proses

pembelajaran akan berjalan lancar. Alat tersebut membantu siswa dalam berfikir

nyata atau meliriilkan sesuatu yang abstrak hal tersebut bisa dimisalkan dalam

bentuk gambar ataupun bentuk benda sehingga dapat diterima akal oleh siswa.

46
Asy’ari, Sri Minarti, IPS Aktif Untuk Sekolah Dasar Kelas II, (Jakarta: PT. Gelora
Aksara Pratama, 2012), hlm. 108-164.
56

Dalam hal ini rasul sebagai pendidik sejati juga pernah menggunakan

media ketika mengajar para sahabat. Beliau menggunakan baerbagai media

diantaranya yakni media gambar, seperti yang di jelaskan dalam hadist di bawah

ini:

،‫ َع ْا مْن ِ ٍر‬، ْ َِ‫ َح َّدثَِين أ‬:‫ال‬


َ َ‫ َع ْا س ْفيَا َد ق‬،‫َالبَوَرنَا َْحي َي بْا َسعِْي ٍد‬
ْ ‫ أ‬:‫ض ِل‬ َ ‫َح َّدثوَنَا‬
ْ ‫ص َدقَة بْا الْ َف‬

‫صلَّى اهلل َعلَْي ِ َو َسلَّ َم َالطًّا‬ َ َ‫ َع ْا َعْب ِد اهلل َر ِض َي اهلل َعْن ق‬،‫َع ْا َربِْي ٍع بْ ِا ال َوْي ٍم‬
َّ ‫ َال‬:‫ال‬
َ ‫ط النَِّ ي‬
‫ط الططًا ِص َ ًارا إِ َ َه َ ا الَّ ِي ِيف الْ َو َس ِط ِم ْا‬
َّ ‫ َو َال‬، ‫ط َالطًّا ِيف الْو َس ِط َالا ِر ًجا ِمْن‬
َ
ًّ ‫ َو َال‬،‫مربوَّ ًعا‬
َ
- ِِ‫َحا َط ب‬ ِِ ِ ‫ وه َ ا أ‬،‫اإلنْساد‬
َ َ َ َ ِْ ‫(ه َ ا‬
َ ‫ قَ ْد أ‬:‫ أ َْو‬- ‫َجل ُمْيط ب‬ َ َ‫ َوق‬،‫َجانِبِ ِ الَّ ِ ْي ِيف الْ َو َس ِط‬
َ :‫ال‬

ْ ‫ فَِإ ْد أ‬،‫الص َار ْاأل َْعَراض‬


،‫َالطَةَه َه َ ا نوَ َل َش َه َ ا‬ ْ ‫ َوَه ِ ِه‬، ‫َوَه َ ا الَّ ِ ْي ه َو َالارِج أ َْمل‬
ِّ ‫اْلطَط‬

ْ ‫َوإِ ْد أ‬
)‫(رواه البداري‬.)‫َالطَةَه َه َ ا نوَ َل َش َه َ ا‬

Artinya:
“Telah menceritakan pada kami Sodaqoh bin Fadhil, telah memberikan kabar
kepadaku Yahya bin Sa’id dari Sofyan, beliau bersabda: Telah menceritakan
kepadaku bapak ku dari Mundzir dari Robi’ bin Khusein dan Abdullah R.A,
Beliau bersabda: Nabi SAW pernah membuat garis (gambar) persegi empat dan
membuat suatu garis lagi di tengah-tengah sampai keluar dari batas(persegi
empat), kemudian beliau membuat banyak garis kecil yang mengarah ke garis
tengah dari sisi-sisi garis tepi, lalu beliau bersabda: Beginilah gambaran
manusia. Garis persegi empat ini adalah ajal yang pasti bakal menimpanya,
sedang garis yang keluar ini adalah angan-angannya, dan garis-garis kecil ini
adalah berbagai cobaan dan musibah yang siap menghadangnya. Jika ia
terbebas dari cobaan yang satu, pasti akan tertimpa cobaan lainnya,jika ia
terbebas dari cobaan yang satunya lagi, pasti akan tertimpa cobaan lainnya lagi.
([Link] Bukhori).

Nabi SAW menjelaskan garis lurus yang terdapat di dalam gambar

adalah manusia, gambar empat persegi yang melingkarinya adalah ajalnya, satu

garis lurus yang keluar melewati gambar merupakan harapan dan angan-
57

angannya sementara garis-garis kecil yang ada disekitar garis lurus dalam gambar

adalah musibah yang selalu menghadang manusia dalam kehidupannya di dunia.

Dalam gambar ini Nabi SAW menjelaskan tentang hakikat kehidupan

manusia yang memiliki harapan, angan-angan dan cita-cita yang jauh ke depan

untuk menggapai segala yang ia inginkan di dalam kehidupan yang fana ini, dan

ajal yang selalu mengintainya setiap saat sehingga membuat manusia tidak

mampu menghindar dari lingkaran ajalnya, sementara itu dalam kehidupannya,

manusia selalu menghadapi berbagai musibah yang mengancam eksistensinya,

jika ia dapat terhindar dari satu musibah, musibah lainnya siap menghadang dan

membinasakannya, artinya setiap manusia tidak mampu menduga atau menebak

kapan ajal akan menjemputnya.

Secara tidak langsung Nabi SAW memberikan nasehat pada mereka untuk

tidak (sekedar melamun) berangan-angan panjang saja (tanpa realisasi), dan

mengajarkan pada mereka untuk mempersiapkan diri menghadapi kematian.

Hadits ini menunjukan kepada kita betapa Rasulullah SAW seorang

pendidik yang sangat memahami metode yang baik dalam menyampaikan

pengetahuan kepada manusia, beliau menjelaskan suatu informasi melalui gambar

agar lebih mudah dipahami dan diserap oleh akal dan jiwa.

2. Prespektif Islam Tentang Materi Pembelajaran

Buku multimedia Pop Up ini membahas tentang materi yang ada di kelas

II pada semester II yang meliputi diantaranya yakni kedudukan dan peran

keluarga, pengalaman melakukan peran dalam keluarga dan kerja sama di

lingkungan tetangga. Materi tersebut menjelaskan tentang peran anggota keluarga,


58

hak masing-masing anggota keluarga serta kewajiban dari masing-masing anggota

keluarga. Selain itu juga menjelaskan tentang peran kita terhadap tetangga serta

manfaat kerjasama dengan tetangga.

Hal ini pula yang di jelaskan dalam Al-Qur’an sebagaimana firman Allah

dalam surat an-Nisa’ ayat 36

            

         

            
Artinya: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan

sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat,

anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang

jauh, dan teman sejawat, Ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah

tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.”

(Q.S An-Nisa’: 36)

Dalam surat An-Nisa’ ini di jelaskan bahwa Allah SWT memerintahkan

kepada hamba-hamba-Nya agar menyembah Dia semata, tiada sekutu bagi Dia.

Karena sesungguhnya Dialah Yang Maha Pencipta, Maha Pemberi rezeki, Yang

memberi nikmat, Yang memberikan karunia kepada makhluk-Nya dalam setiap

keadaan. Dialah Yang berhak untuk disembah oleh mereka dengan mengesakan-

Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun dari makhluk-Nya.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW kepada Mu’adz bin Jabal :

"Tahukah kamu, apakah hak Allah atas hamba-hamba-Nya?" Mu'az menjawab,


59

"Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui." Nabi Saw. bersabda, "Hendaknya

mereka menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu

pun." Kemudian beliau bertanya lagi : “Tahukah kamu, apakah hak hamba-

hamba Allah atas Allah, apabila mereka mengerjakan hal tersebut?” Beliau

menjawab : “Yaitu Dia tidak akan mengazab mereka.”

Kemudian Allah SWT mewasiatkan berbuat baik kepada kedua orang tua,

karena Allah SWT menjadikan keduanya sebagai penyebab keberadaanmu di

dunia. Sering sekali Allah SWT menyandingkan antara perintah beribadah

kepada-Nya dengan berbakti kepada kedua orang tua, seperti yang disebutkan di

dalam firman-Nya “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang

tuamu.” (QS. Luqman: 14)

Kemudian berbuat baik kepada ibu bapak ini diiringi dengan perintah

berbuat baik kepada kaum kerabat dari kalangan kaum laki-laki dan wanita.

Kerabat meliputi yang dekat ataupun jauh. Berbuat baik kepada mereka dengan

perkataan dan perbuatan, serta tidak memutuskan silaturahim dengan mereka, baik

dalam bentuk perkataan maupun perbuatan. Seperti yang disebutkan di dalam

sebuah hadis: “Bersedekah kepada orang miskin adalah sedekah, tetapi kepada

kerabat adalah sedekah dan silaturahmi.”

Allah juga memerintahkan untuk menyayangi anak yatim yaitu orang yang

ditinggal mati ayah mereka dalam keadaan masih kecil. Mereka telah kehilangan

orang yang mengurus kemaslahatan mereka dan orang yang memberi mereka

nafkah. Maka Allah memerintahkan agar mereka diperlakukan dengan baik dan

dengan penuh kasih sayang. Bentuk perbuatan baik terhadap mereka yaitu dengan
60

menanggung biaya hidup mereka, berbuat baik dan melipur derita mereka,

mendidik mereka dengan pendidikan terbaik, dalam urusan agama maupun dunia.

Allah juga memerintahkan untuk membantu orang miskin yaitu orang-

orang yang tertahan dengan kebutuhan mereka sehingga tidak mendapatkan

kecukupan untuk diri mereka dan orang yang mereka tanggung. Maka Allah

memerintahkan agar mereka dibantu hingga kebutuhan hidup mereka cukup

terpenuhi dan terbebaskan dari keadaan daruratnya. Bentuk perbuatan baik kepada

mereka adalah dengan menutupi kekurangan mereka, membantu mereka sehingga

tercukupi kebutuhannya

Kemudian menyayangi tetangga yang dekat. Artinya, kerabat yang

rumahnya dekat dengan kita. Sehingga dia mempunyai dua hak atas kita, hak

sebagai kerabat dan hak sebagai tetangga. Perbuatan baik di sini adalah dapat

disesuaikan dengan adat yang berlaku dilingkungan tersebut.

Selanjutnya Allah memerintahkan untuk menyayangi tetangga yang

jauh Yaitu tetangga yang tidak mempunyai hubungan kekerabatan. Dalam hal ini,

tetangga yang lebih dekat pintunya lebih besar pula haknya. Sehingga dianjurkan

bagi seseorang untuk selalu memerhatikan tetangganya, dengan memberikan

hadiah, shadaqah, dengan dakwah, kesopanan, baik dalam ucapan maupun

perbuatan. Juga tidak menyakitinya, baik dengan ucapan maupun perbuatan.

Kemudian kepada teman sejawat. Ats-Tsauri mengatakan dari ‘Ali dan

Ibnu Mas’ud, keduanya berkata: “Yaitu wanita”. Ibnu abi Hatim berkata:

“Pendapat serupa diriwayatkan dari ‘Abdurrahman bin Abi Laila, Ibrahim an-

Nakha’I, al-Hasan dan Sa’id bin Jubair dalam salah satu riwayat”. Ibnu ‘Abbas
61

dan jamaah berkata: “Yaitu orang yang lemah”. Sedangkan Ibnu ‘Abbas,

Mujahid, ‘Ikrimah dan Qatadah berkata: “Yaitu teman dalam perjalanan”. Seorang

teman memiliki kewajiban terhadap temannya lebih daripada hak Islamnya, untuk

membantunya dalam urusan agama maupun dunia, menasihatinya, menepati janji

terhadapnya, ketika senang ataupun susah, ketika sedang bersemangat ataupun

malas. Hendaknya ia mencintai untuk temannya apa yang dia sukai untuk dirinya,

dan membenci apa yang ia benci untuk dirinya. Semakin lama pergaulan

dengannya, semakin besar pula haknya.

“(Dan kepada) ibnu sabil”. Menurut Ibnu ‘Abbas dan jama’ah, ibnu sabil

ialah [Link] Mujahid, Abu Ja'far, Al-Baqir, Al-Hasan, Ad-Dahhak, dan

Muqatil, yang dimaksud denganIbnu Sabil ialah orang yang sedang dalam

perjalanan yang singgah di daerah tersebut. Pendapat ini lebih jelas, sekalipun

pendapat yang mengatakan "tamu" bermaksud orang yang dalam perjalanan, lalu

bertamu, pada garis besarnya kedua pendapat bermaksud sama. Dapat

disimpulkan Ibnu Sabil ialah orang asing di negeri lain atau seseorang yang dalam

perjalanan, yang membutuhkan bantuan materi ataupun tidak. Ia punya hak atas

kaum muslimin, karena dia sangat butuh atau karena dia berada di negeri asing.

Dia memerlukan bantuan agar sampai ke tempat tujuannya atau tercapai sebagian

maksud dan cita-citanya. Juga dengan memuliakan dan menemaninya agar tidak

kesepian.

“(Dan kepada) hamba sahayamu”. Ayat ini merupakan wasiat untuk para

budak, karena mereka lemah dalam bertindak dan tawanan di tangan manusia.

Perbuatan baik di sini yaitu dengan mencukupi kebutuhan mereka dan tidak
62

membebani sesuatu yang memberatkan mereka, membantu mereka melaksanakan

hal yang menjadi tanggung jawab mereka, dan mendidik mereka untuk

kemaslahatan mereka.

Maka barangsiapa yang melaksanakan perintah-perintah dan Syariat Allah

SWT, berhak mendapatkan pahala yang besar dan pujian yang indah. Sedangkan

orang yang tidak melaksanakan perintah-perintah tersebut, dialah orang yang

menjauh dari Allah SWT dan tidak taat terhadap perintah-perintah-Nya, tidak

rendah hati kepada makhluk-Nya. Bahkan dia adalah orang yang sombong

terhadap hamba Allah SWT yang teperdaya dengan dirinya dan bangga dengan

ucapannya.

Oleh karena itulah Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang

sombong, Yakni congkak, takabur, dan sombong terhadap orang lain; dia melihat

bahwa dirinya lebih baik daripada mereka. Dia merasa dirinya besar, tetapi di sisi

Allah hina dan di kalangan manusia [Link] Mujahid, yang dimaksud

dengan mukhtal ialah takabur dan sombong. Maksudnya, Allah SWT tidak

mencintai orang yang teperdaya dengan dirinya, sombong terhadap hamba Allah

SWT.

“…dan membangga-banggakan diri”. Ia tidak pernah bersyukur kepada

Allah SWT atas nikmat yang diberikan kepadanya, bahkan dia berbangga diri

kepada orang lain atas karunia dan nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT

kepadanya, dan dia orang yang sedikit bersyukur kepada Allah atas hal tersebut.
63

Dalam ayat diatas, Allah menjelaskan kewajiban-kewajiban bagi seorang

Muslim yang secara garis besarnya ada tiga macam. Ketiga macam kewajiban

tersebut adalah :

1. Kewajiban kepada Allah, yaitu menyembah dan tidak

mempersekutukannya.

2. Berbuat baik kepada kedua orang tua

3. Berbuat baik kepada masyarakat, yaitu kepada keluarga dekat, tetangga

dekat dan jauh, kepada orang yang berada dalam perjalanan, dan berbuat

baik kepada orang-orang yang berada di bawah tanggungannya.

Dari ayat ini jelas bahwa manusia sebagai makhluk sosial tidak hanya

berkewajiban menyembah Allah SWT, akan tetapi ia juga harus memiliki sifat

peduli terhadap masyarakat di sekitarnya, sehingga boleh dikatakan bahwa ibadah

seseorang tidak akan sempurna bila tidak disertai dengan kepedulian terhadap

keadaan masyarakat sekitarnya.

Maksudnya, jika perintah menyembah Allah itu wajib maka berbuat baik

kepada kedua orang tua, kerabat, anak yatim, dan sebagainya juga wajib. Ayat itu

diakhiri dengan “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong

dan membangga-banggakan diri”. Karena orang yang sombong senantiasa

meremehkan semua hak orang-orang lain, memandang orang lain rendah dan

hina. Sifat angkuh dan sombong jelas akan menjauhkan seseorang dari

masyarakat dan tidak disenangi oleh masyarakat, sehingga akhirnya hubungan

harmonis antar sesama manusia menjadi sirna. Bila hubungan antar manusia tidak
64

lagi berjalan dengan harmonis maka hilanglah salah satu sifat manusia sebagai

makhluk sosial. Oleh karena itu, sifat sombong sangat dibenci oleh Allah SWT.

G. Kerangka Berpikir

Melakukan studi pendahuluan untuk menentukan analisis kebutuhan

Mengidentifikasi komponen bahan ajar IPS berbasis multimedia yang akan


dikembangkan berdasarkan hasil analisis yang sudah dilakukan berdasarkan
langkah ADDIE

Proses Penyusunan Pengembangan Bahan Ajar IPS berbasis Multimedia Pop Up

Melakukan evaluasi formatif dan merevisi produk pengembangan

Evaluasi tahap pertama Evaluasi tahap kedua

Uji ahli isi bidang studi, Uji coba dengan metode


uji ahli desain eksperimen
Evaluasi tahap pertama
Teknik Analisis data Teknik Analisis data
Evaluasi tahap pertama

Revisi I/Tidak Revisi II

Produk Bahan Ajar


Berbasis Multimedia Pop
UP
BAB III

METODE PENELITIAN

A. Model Penelitian dan Pengembangan

Penelitian dalam tesis ini yaitu menggunakan metode penelitian dan

pengembangan (Research dan development). Penelitian ini digunakan untuk

menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan, keefiensi suatu produk. 47

Penelitian ini bertujuan untuk dapat menghasilkan suatu produk berupa buku ajar

berbasis multimedia Pop Up sebagai pembelajaran. Sehingga menggunakan

penelitian yang bersiat analisis kebutuhan dan untuk menggunakan keefektifan

produk tersebut supaya dapat bermanfaat di masyarakat luas. Oleh karena itu

penelitian ini berorientasi pada produk dalam bidang pendidikan.

Karena itu peneliti menggunakan jenis penelitian dan pengembangan yang

bertujuan untuk menghasilkan produk pendidikan berupa buku ajar berbasis

multimedia pop up sebagai sumber belajar pendukung pada mata pelajaran IPS

kelas II Semester II Madrasah Ibtidaiyah. Hal ini dilakukan guna meningkatkan

pemahaman dan meningkatkan motivasi siswa pada pembelajaran IPS.

Model diartikan sebagai kerangka konseptual yang dipergunakan sebagai

acuan dalam melakukan kegiatan, menurut Briggs model adalah seperangkat

prosedur yang berurutan untuk mewujudkan suatu proses.48Model desain

pengembangan dalam penelitian ini mengacu pada desain penelitian dan

47
Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (Bandung:CV, Alfabeta,
2011 ), hlm. 297
48
Trianto, Metode Pembelajaran Terpadu, (Jakarta: Prestasi Pustaka, 2007), hlm. 53

66
67

pengembangan ADDIE yang merupakan singkatan dari Analysis, Design,

Development or Production, Implementation or Delivery, an Evaluation.

Model ADDIE yang di kembangkan oleh Reiser dan Molendda ini

merupakan model desain pembelajaran/pelatihan yang bersifat generik menjadi

pedoman dalam membangun perangkat dan infrastruktur program pelatihan yang

efektif, dinamis dan mendukung kinerja pelatihan itu sendiri. Sehingga membantu

instruktur pelatihan dalam pengelolaan pelatihan dan pembelajaran.49

Produk ini diharapkan dapat menjadi media yang tepat sebagai perantara

dalam menyampaikan materi pelajaran. Oleh karena itu, salah satu cara yang

ditempuh dalam penelitian ini adalah melalui “pengembangan yang berorientasi

pada produk“ yaitu berupa buku ajar IPS berbasis multimedia pop up di kelas II

MI Al-Azhaar Bandung Tulungagung.

Rancangan pengembangan model desain research and development (R&D) yang

diadopsi oleh peneliti dalam mengembangkan produk terdapat 5 langkah

pengembangan, yaitu:

Analysis Design Development

Evaluation Implementation

Bagan 3.1 Model Pengembangan ADDIE Atas 5 Langkah Pengembangan.

a. Tahap Analisis (Analysis)


Tahap analisis merupakan suatu proses needs assesment (analisis

kebutuhan), mengidentifikasi masalah (kebutuhan), dan melakukan

49
Benny A. Pribadi, Model Desan Sistem Pembelajaran, (Jakarta: PT, Dian Rakyat,
2010), hlm. 125
68

analisis tugas (task analyze). Output yang dihasilkan berupa karakteristik

atau profile calon peserta didik, identifikasi kesenjangan, dan analisis

tugas yang rinci didasarkan atas kebutuhan.

b. Tahap Perancangan (Design)


Pada tahap desain bahan ajar sedemikian rupa dengan merumuskan

tujuan pembelajaran baik umum maupun khusus, selanjutnya

mengembangkan butir-butir tes atau soal untuk mengukur tingkat

kemajuan siswa dan tingkat pencapaian tujuan yang telah dirumuskan,

mengembangkan strategi pembelajaran, memilih dan mengembangkan

bahan pembelajaran (yaitu dapat berupa : bahan cetak, audio, audio visual,

dan media lain yang dirancang untuk mendukung pencapaian tujuan)

untuk mendukung peningkatan efektifitas.

c. Tahap Pengembangan (Development)


Tahap pengembangan meliputi menyiapkan material untuk belajar

mengajar sesuai dengan spesifikasi produk yang dikembangkan, dengan

mempersiapkan lingkungan belajar lain yang mendukung proses

pembelajaran. Artinya pada tahap ini segala sesuatu yang dibutuhkan atau

yang akan mendukung proses pembelajaran semuanya harus disiapkan.

d. Tahap Implementasi (Implementation)


Tahap implementasi meliputi pengiriman atau penggunaan produk

pengembangan untuk diaplikasikan dalam proses pembelajaran yang

sudah didesain sedemikian rupa pada tahap desain. Pada tahap ini dimulai

dengan menyiapkan pengajar, serta menyiapkan peralatan belajar dan

lingkungan yang dikondisikan setelah semuanya tersedia maka peneliti


69

bisa mengimplementasikan produk yang dikembangkan kedalam proses

pembelajaran.

e. Tahap Evaluasi (Evaluation)


Pada tahap evaluasi meliputi 2 bentuk evaluasi yaitu evaluasi formatif

dan sumatif dan kemudian dilakukan revisi apabila diperlukan. Evaluasi

yang dilakukan pada penelitian pengembangan kali ini yaitu evaluasi

formatif pada tiap fase pengembangan yaitu selanjutnya dilakukan revisi

untuk mengetahui apakah produk pengembangan apakah sudah valid

untuk diaplikasikan dalam pembelajaran. Pada tahap evaluasi peneliti

melakukan evaluasi terhadap produk pengembangan yang meliputi isi /

materi, media , desain pembelajaran yang dikembangkan serta evaluasi

terhadap efektifitas dan keberhasilan media yang dikembangkan.

Desain pengembangan ADDIE ini sesuai digunakan dalam penelitian

pendidikan khususnya dalam pembelajaran, karena dalam desain pengembangan

ini memiliki tahapan yang sistematis.

Model Desain Pembelajaran ADDIE (Analysis-Design-Develop-

ImplementEvaluate) yang dipadu kan menurut langkah-langkah penelitian

pengembangan yang direkomendasikan oleh Borg dan Gall dengan dasar

pertimbangan bahwa model tersebut cocok untuk mengembangkan produk model

instruksional/pembelajaran yang tepat sasaran, efektif dan dinamis dan sangat

membantu dalam pengembangan pembelajaran bagi guru. Model desain

instruksional ADDIE (Analysis-Desain-Develop-ImplementEvaluate) yang

dikembangkan oleh Reiser dan Mollenda (1990-an) merupakan model desain

pembelajaran/pelatihan yang bersifat generik menjadi pedoman dalam


70

membangun perangkat dan infrastruktur program pelatihan yang efektif, dinamis

dan mendukung kinerja pelatihan itu sendiri. Sehingga membantu instruktur

pelatihan dalam pengelolaan pelatihan dan pembelajaran. Karena lebih ringkas

dan singkat proses penelitiannya.

Table 3.1 Perbedaan Penelitian dengan Model ADDIE dan Model


Konvensional
No Model ADDIE Model yang Digunakan di
Skolah
1. Ketika pembelajaran di kelas model Menggunakan bahan ajar
ADDIE menggunakan media buku ajar buku dan LKS.
berbasis multimedia pop up.
2. Anak-anak lebih tertarik untuk belajar Guru hanya menggunakan
karena ada media pembelajaran yang metode ceramah
mendukung.
3. Selain materi anak-anak juga akan di Guru hanya memberikan
jelaskan dengan contoh video yang ada di pelajaran saja tanpa
dalam media dan kuis yang digunakan memberikan media tambahan
untuk mendudkung materi pelajaran.
4. Mempermudah proses pembelajaran di Guru hanya melakukan
kelas dan lebih mengefektifkan dan kegiatan pembelajaran di
mengefisiensikan proses pembelajaran kelas dengan ceramah saja.
dengan adanya buku berbasis multimedia
pop up.

Penggunaan metode ADDIE ini di maksudkan agar lebih

menyempurnakan model atau metode pembelajaran disekolah yang digunakan

selama ini. Dengan adanya metode ini sekolah ataupun guru yang masih

menggunakan metode lama dapat memperbaiki proses pembelajaran dikelas


71

sehingga selain dapat meningkatkan prestasi belajar siswa juga dapat menambah

motovasi siswa dalam belajar.

Kelebihan dari metode ini di bandingkan dengan metode yang sudah ada

di sekolah yakni sebagai berikut:

Table 3.2 kelebihan dan kelemahan model ADDIE

Kelebihan model ADDIE Kekurangan model ADDIE


Lebih tepat digunakan sebagai dasar Dalam tahap analisis ini pendesain/
untuk mengembangkan sistem pendidik diharapkan mampu
pembelajaran, uraiannya lebih lengkap menganalisis dua komponen dari siswa
dan sistematis, dalam terlebih dahulu dengan membagi
pengembangannya melibatkan analisis menjadi dua yaitu analisis
penilaian ahli, sehingga sebelum uji kinerja dan alisis kebutuhan. Dua
coba direvisi berdasarkan saran ahli. komponen analisis ini yang nantinya
akan mempengaruhi lamanya proses
menganalisis siswa sebelum tahap
pembelajaran dilaksanakan. Dua
komponen ini merupakan hal yang
penting karena akan mempengaruhi
tahap mendesain pembelajaran yang
selanjutnya.

B. Prosedur Pengembangan

Prosedur pengembangan buku ajar berbasis multimedia pop up ini

mengikuti tahapan ADDIE yang sudah ada. Adapun langkah-langkah dalam

pengembangan buku ajar berbasis multimedia pop up dalam pembelajaran adalah

sebagai berikut:
72

1. Tahap Analisis (Analysis)

a. Analisis Kebutuhan

Langkah pertama yang dilakukan mengidentifikasi tujuan umum

pembelajaran IPS dengan melakukan analisis kebutuhan untuk menentukan

tujuan. Langkah ini berarti menentukan apa yang diinginkan untuk dapat

dilakukan peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran IPS. Tujuan

umum adalah pernyataan yang menjelaskan kemampuan apa saja yang harus

dimiliki oleh siswa setelah selesai mengikuti suatu pelajaran. Tujuan umum

diidentifikasi berdasarkan hasil analisis kebutuhan, kurikulum bidang studi,

masukan dari para ahli bidang studi.

Tahap pertama peneliti menggambarkan tentang kemampuan yang

diharapkan dan dimiliki oleh siswa setelah menggunakan buku ajar berbasis

multimedia pop up untuk kelas II SD/MI pada materi semester II. Hal ini

dilakukan dengan mengkaji kurikulum IPS yang mengacu pada Permendiknas

No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.

Standar Kompetensi : 2. Memahami kedudukan dan peran anggota


dalam keluarga dan lingkungan tetangga
Kompetensi Dasar : 2.1 Mendeskripsikan kedudukan dan peran anggota
keluarga
2.2 Menceritakan pengalamannya dalam
melaksanakan peran dalam anggota keluarga
2.3 Memberi contoh bentuk-bentuk kerjasama di
lingkungan tetangga50
b. Identifikasi Masalah
Proses pembelajaran IPS kelas II A di MI Al-Azhaar dilakukan

sebanyak dua kali pertemuan dalam seminggu. Guru menggunakan bahan ajar

berupa buku ajar IPS yang disusun oleh Kuswanto dan Y. Suharjanto dan

50
Permendiknas No. 22 Tahun 2006
73

diterbitkan oleh Buku Sekolah Elektronik (BSE) dan Lembar Kerja Siswa

(LKS) IPS yang diterbitkan oleh penerbit Brilliant. Dari hasil pengamatan dan

wawancara kepada guru pengampu pelajaran IPS kelas II MI Al-Azhaar,

diidentifikasi beberapa masalah sebagai berikut :

1) Nilai KKM yang harus diperoleh siswa kelas II pada pelajaran IPS
yaitu 70. Dari 30 siswa, baru 11 siswa yang mendapat nilai
minimal 70 sedangkan siswa yang mendampat nilai di bawah 70
sebanyak 19 siswa. Siswa kurang memahami penerapan konsep
IPS dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari.
2) Saat proses pembelajaran Matematika kebanyakan siswa pasif dan
gaduh.
3) Guru menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaran.
4) Guru mengalami kesulitan dalam melakukan penilaian afektif pada
proses pembelajaran Matematika.
5) Guru tidak memanfaatkan fasilitas madrasah berupa LCD
Proyektor dalam pembelajaran IPS.
c. Analisis Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran IPS
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dalam Peraturan

Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 mendeskripsikan 9

(sembilan) standar kompetensi lulusan mata pelajaran IPS SD/MI, antara

lain:

1) Memahami identitas diri dan keluarga, serta mewujudkan sikap

saling menghormati dalam kemajemukan keluarga

2) Mendeskripsikan kedudukan dan peran anggota dalam keluarga dan

lingkungan tetangga, serta kerja sama di antara keduanya

3) Memahami sejarah, kenampakan alam, dan keragaman suku bangsa

di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi


74

4) Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan

teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi

5) Menghargai berbagai peninggalan dan tokoh sejarah nasional,

keragaman suku bangsa serta kegiatan ekonomi di Indonesia

6) Menghargai peranan tokoh pejuang dalam mempersiapkan dan

mempertahankan kemerdekaan Indonesia

7) Memahami perkembangan wilayah Indonesia, keadaan sosial negara

di Asia Tenggara serta benua-benua

8) Mengenal gejala (peristiwa) alam yang terjadi di Indonesia dan

negara tetangga, serta dapat melakukan tindakan dalam menghadapi

bencana alam

9) Memahami peranan Indonesia di era global

d. Deskripsi Karakteristik Siswa Kelas II Madrasah Ibtidaiyah pada

Pembelajaran IPS

Pada pengembangan ini, peneliti akan mengembangkan buku ajar

berbasis multimedia pop up mata pelajaran IPS kelas II Madrasah

Ibtidaiyah dengan asumsi pemahaman konsep anak yang berada pada

tahap Operasional Konkrit (6-8 tahun) dapat mempengaruhi kemampuan

berpikir pada tahap selanjutnya. Dalam masa ini perkembangan otak anak

dapat berkembang dengan baik apabila anak tersebut memperoleh

pendidikan yang positif, menarik, dan mudah dimengerti. Oleh sebab itu

peneliti mengembangkan buku ajar untuk memenuhi kebutuhan anak

dengan memadukan materi dalam bentuk audio dan visual.


75

2. Tahap Desain (Design)


a. Tujuan Umum Khusus

Tujuan pembelajaran khusus adalah rumusan mengenai kemampuan

atau perilaku yang diharapkan dapat dimiliki oleh para siswa sesudah

mengikuti suatu program pembelajaran tertentu. Kemampuan atau perilaku

tersebut harus dirumuskan secara spesifik dan operasional sehingga dapat

diamati dan diukur. Dengan demikian, tingkat pencapaian siswa dalam

perilaku yang ada dalam tujuan pembelajaran khusus dapat diukur dengan

tes atau alat pengukur yang lainnya. Penulisan tujuan pembelajaran khusus

digunakan sebagai dasar dalam mengembangkan strategi pembelajaran dan

menyusun kisi-kisi tes pembelajaran.

Bedasarkan hasil analisis pembelajaran terhadap tujuan umum

pembelajaran, identifikasi karakteristik dan kemampuan awal sasaran (siswa

kelas II MI), Tujuan pembelajaran pada semester II ini ditetapkan sebagai

berikut:

Standar Kompetensi : 2 memahami kedudukan dan peran anggota


keluarga dan lingkungan tetangga
Kompetensi Dasar : 2.1 Mendiskripsikan kedudukan dan peran
anggota keluarga
Indikator :
i. Mengetahui silsilah keluarga
ii. Mengetahui kedudukan anggota keluarga
iii. Mengetahui peran anggota keluarga
iv. Mengetahui perubahan peran dalam
keluarga

Kompetensi Dasar : 2.2. Menceritakan pengalaman dalam anggota


keluarga
Indikator :
2.2.1 Menceritakan pengalaman sebagai anak
dalam keluarga
76

2.2.2 Mengetahui akaibat tidak menjalankan


peran
Kompetensi Dasar : 2.3. memberi contoh bentuk-bentuk kerjasama
dilingkungan tetangga
Indikator :
2.3.1 Mengetahui kerja sama di lingkungan
tetangga
2.3.2 Mengetahui peran dan kedudukan anggota
keluarga di lingkungan tetangga
2.3.3 Mengetahui bentuk kerja sama di
lingkungan tetangga
2.3.4 Mengetahui manfaat kerja sama
dilingkungan tetangga
b. Mengembangkan butir tes

Dari rumusan tujuan pembelajaran khusus diatas, selanjutnya akan

dirumuskan mengenai instrumen tes penilaian dan pengukuran untuk

mengetahui tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran khusus tersebut.

Berdasarkan rumusan tujuan khusus pembelajaran di atas, dapat

dirumuskan instrumen tes penilaiannya terbagi menjadi dua, yaitu :

1) Bentuk pre test (tes sebelum materi diberikan kepada siswa dengan

menggunakan bahan ajar yang lama).

2) Bentuk post test (tes setelah materi diberikan kepada siswa dengan

menggunakan bahan ajar yang dikembangkan).

c. Mengembangkan strategi pembelajaran

Langkah ini merupakan upaya memilih, menata, dan

mengembangkan komponen-komponen umum pembelajaran dan

prosedur-prosedur yang akan digunakan untuk membelajarkan peserta

didik sehingga peserta didik dapat belajar dengan mudah sesuai

karakteristiknya dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah

ditetapkan. Komponen utama strategi pembelajaran meliputi kegiatan :


77

Komponen utama strategi pembelajaran meliputi kegiatan:

1) Kegiatan pra pembelajaran, yakni strategi mengupayakan

pengkondisian dan kesiapan mental siswa ketika akan mengikuti

pelajaran.

2) Kegiatan inti, yakni strategi penyampaian materi dari guru ke

siswa agar mencapai tujuan pembelajaran IPS. Di dalam

kegiatan inti menggunakan strategi dan buku ajar berbasis

multimedia pop up yang telah dikembangkan yang melibatkan

siswa secara aktif ke dalam proses pembelajaran.

3) Kegiatan penutup, yakni kegiatan memberi penguatan dan

evaluasi materi yang telah disampaikan.

d. Mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran

Langkah pokok dari kegiatan sistem desain pembelajaran IPS ini

adalah langkah pengembangan dan pemilihan bahan pembelajaran.

Adapun hasil produk pengembangan ini berupa buku ajar IPS yang

berbasis multimedia pop up yang digunakan sebagai bahan ajar

pendukung pembelajaran IPS kelas II MI tentang “Pengembangan Buku

Ajar IPS Berbasis Multimedia Pop Up di Kelas II MI Al-Azhaar

Bandung Tulungagung.”

3. Tahap Pengembangan (Development)

Pengembangan berupaya menyusun dan merancang bahan ajar

berdasarkan informasi yang telah diperoleh dari berbagai tahap

sebelumnya. Pengembang memodifikasi bahan ajar yang telah ada berupa


78

bahan ajar cetak menjadi buku ajar berbasis multimedia pop up, serta

menentukan model dan strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan

karakteristik peserta didik.

Membuat sebuah buku ajar IPS berbasis multimedia pop up

dalam pembelajaran yang sesuai dengan rancangan yang telah dibuat.

Langkah-langkahnya sebagai berikut:

a. Mengembangkan Desain Interface (Antar Muka)

Secara umum interface ini akan didesain untuk kemudahan

siswa atau guru dalam menggunakan buku ajar IPS berbasis

multimedia pop up dalam pembelajaran ini.

b. Pengembangan Sajian Materi

Format dari sajian materi dalam buku ajar IPS berbasis

multimedia ini adalah materi pelajaran yang disusun dengan tampilan

ilustrasi cerita animasi. Materi yang terdapat di dalam buku ajar IPS

berbasis multimedia pop up dalam pembelajaran ini dirancang dengan

menggunakan font dan pemilihan warna yang jelas dan cocok untuk

anak Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah.

c. Pengemasan Produk

Setelah proses produksi buku ajar IPS berbasis multimedia

pop up ini selesai, buku ajar IPS berbasis multimedia pop up ini akan

disimpan dalam bentuk Compact Disk (CD) yang akan didesain

dengan tampilan cover yang menarik, dan dapat di gunakan dalam

PC. Setelah dihasilkannya produk buku ajar IPS berbasis multimedia


79

pop up, dilakukan pengujian berupa validasi kepada expert

judgement. Validasi dilakukan kepada ahli materi, ahli media, ahli

bahasa, dan ahli pembelajaran. Jika setelah validasi harus dilakukan

perbaikan maka akan memasuki tahap revisi. Setelah buku ajar IPS

berbasis multimedia pop up layak digunakan maka dilakukanlah tahap

implementasi.

4. Tahap Implementasi (Implementation)

Tahap implementasi dilakukan untuk menguji buku ajar IPS

berbasis multimedia pop up ini oleh pengguna di lapangan. Buku ajar IPS

berbasis multimedia pop up ini ditujukan untuk siswa kelas II (dua) MI Al-

Azhaar yang berjumlah 30 siswa. Fokus dari implementasi ini menguji

keefektifan buku ajar IPS berbasis multimedia pop up dalam

meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS.

Implementasi ini rencananya akan dilakukan pada bulan April

2016 sebanyak 8 (delapan) kali pertemuan dengan waktu yang memenuhi

kesepakatan dengan guru mata pelajaran IPS kelas II A MI Al-Azhaar

Bandung Tulungagung.

5. Tahap Evaluasi (Evaluation)

a. Evaluasi formatif

Dari langkah menyeleksi dan mengembangkan bahan

pembelajaran, langkah selanjutnya adalah merancang dan melaksanakan

evaluasi formatif. Evaluasi formatif ini dilakukan untuk memperoleh data

guna merevisi bahan pembelajaran yang dihasilkan agar lebih efektif.


80

Evaluasi formatif ini biasanya dilakukan dengan dua kelompok, yaitu

evaluasi oleh para ahli dan evaluasi penggunaan bahan ajar bagi peserta

didik. Evaluasi ini meliputi uji ahli isi bidang studi untuk melihat

kebenaran isi meteri tersaji, ahli desain untuk memperoleh kesesuian

desain yang dikembangkan. Sedangkan untuk evaluasi bagi peserta didik

terdapat tiga tahap yang akan diberikan uji kepada perorangan (one-on-one

evaluation), uji kelompok kecil (small group evaluation), dan uji lapangan

(field evaluation) dengan melakukan pretest dan posttest.

b. Evaluasi Sumatif

Evaluasi sumatif ditujukan untuk meningkatkan tingkat efektivitas

produk buku ajar IPS berbasis multimedia pop up secara keseluruhan

dibanding dengan produk lain. Peneliti tidak melaksanakan evaluasi

sumatif dalam proses penelitian ini, karena membandingkan dengan

program/produk lain tidak termasuk dalam fokus penelitian dan untuk

melakukan proses tersebut dibutuhkan waktu dan biaya lebih banyak.

C. Uji Coba Produk

Uji coba produk dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang dapat

dipergunakan sebagai dasar untuk menetapkan tingkat efektif dan efisien produk

yang dihasilkan. Bagian tersebut meliputi; a) desain uji coba; b) subjek uji coba;

c) jenis data; d) instrument pengumpulan data; e) teknik analisis data.

1. Desain Uji Coba Produk

Uji coba produk dilakukan setelah rancangan produk selesai. Uji coba

produk bertujuan untuk mengetahui apakah produk yang dibuat layak digunakan
81

atau tidak dan sejauh mana produk yang dibuat dapat mencapai sasaran. Produk

yang baik minimal memenuhi dua kriteria, yaitu kriteria pembelajaran

(instructional criteria) dan kriteria penampilan (presentation criteria).

Uji coba dilakukan tiga kali, yaitu;

a. Uji ahli (expert judgement), untuk menguatkan dan meninjau ulang

produk awal serta memberikan masukan perbaikan. Uji ahli ini

ditujukan pada ahli isi bidang studi, ahli desain pembelajaran.

b. Uji coba terbatas yang dilakukan terhadap kelompok kecil sebagai

pengguna produk.

c. Uji lapangan (field testing), sehingga uji coba mutu produk yang

dikembangkan benar-benar teruji secara empiris dan dapat

dipertanggungjawabkan. 51

Dalam penelitian pengembangan ini, pengembangan mungkin hanya

melewati dan berhenti pada tahap uji coba terbatas, atau dilanjutkan dan berhenti

sampai tahap uji lapangan. Hal ini sangat tergantung pada urgensi dan data yang

dibutuhkan melalui uji coba itu.

Pada tahap pertama akan dilakukan uji coba terbatas. Uji coba terbatas ini

dilakukan terhadap kelompok kecil pengguna produk. Dalam madrasah tersebut

terdapat dua kelas yaitu kelas IIA dan II B yang memiliki kemampuan heterogen,

hal tersebut ditunjukkan dengan nilai rata-rata kelas yang sama yakni kelas II A

64,5 dan kelas B 64.52 Dalam kegiatan pengembangan ini peneliti menggunakan

teknik pengambilan sample dengan Simple Random Sampling, yakni pengambilan

51
Zainal Arifin, [Link]., hlm. 132
52
Hasil ulangan semester I mata pelajaran IPS tahun ajaran 2015/2016, Sabtu tanggal. 09
Januari 2016.
82

anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memerhatikan strata

yang ada dalam populasi tersebut.53Responden pada uji coba ini adalah 30 siswa.

Penentuan subyek dilakukan secara acak dengan mewakili masing-masing kriteria

sebagai berikut :

a) Termasuk siswa/i kelas II A dan kelas II B yang masih aktif di MI Al-

Azhaar Bandung Tulungagung.

b) Responden ditentukan bedasarkan kriteria yang memiliki kemampuan

sama berjumlah 30 siswa.

c) Kesediaan siswa sebagai nara sumber perolehan data dalam

menggunakan buku ajar IPS berbasis multimedia pop up.

Analisis data hasil tes digunakan untuk mengukur tingkat perbandingan

hasil belajar siswa. Dalam uji coba lapangan pengujian data menggunakan desain

eksperimen yang dilakukan dengan cara membandingkan keadaan sebelum

dengan dan sesudah menggunakan produk pengembangan (pre-test dan post-test).

Penggunaan desain eksperimen (pre-test dan post-test) dimaksudkan karena

produk pengembangan sebagai bahan uji coba.

Bagan eksperimen dengan kelompok kontrol (Pretest-postest control

group desain).

R X
O1 O2

R O3 X O4

53
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, hlm. 120
83

Keterangan ;

O1 : Nilai awal kelompok eksperimen


O2 : Nilai awal kelompok kontrol
O3 : Nilai kelompok eksperimen setelah menggunakan buku ajar
berbasis multimedia pop up
O4 : Nilai kelompok kontrol yang menggunakan buku ajar yang ada di
sekolah
X : Bahan ajar berbasis multimedia pop up
R : Pengambilan kelompok eksperimen dan kontrol dilakukan secara
random
Berdasarkan desain penelitian di atas untuk mendapatkan hasil

penelitian yang lebih valid, dari kedua kelas tersebut dibedakan antara

kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Kelas eksperimen merupakan

kelas di mana peneliti memberikan pembelajaran buku ajar berbasis

multimedia pop up, sedangkan kelas kontrol tetap menggunakan media

pembelajaran yang biasa digunakan oleh guru.

2. Subjek Uji Coba

Subjek yang diuji coba dalam penelitian pengembangan buku ajar IPS

berbasis multimedia pop up pada Semester II ini yaitu ahli isi bidang studi, ahli

desain media pembelajaran/produk, ahli pembelajaran yaitu guru mata pelajaran

IPS di MI Al-Azhaar Bandung Tulungagung, dan siswa.

a. Ahli Materi/Isi Bidang Studi IPS

Sebelum diujicobakan kepada siswa, maka buku ajar berbasis multimedia

pop up diujikan kepada ahli materi/isi. Hal ini dilakukan untuk mengetahui

kelengkapan serta kesesuaian materi yang disajikan dalam bahan ajar berbasis
84

multimedia pop up sesuai dengan tingkat jenjang sasaran pengembangan. Ahli

materi tersebut adalah dosen yang benar-benar ahli dibidang pelajaran tersebut.

b. Ahli Media/Desain Pembelajaran/Produk

Tujuan dari penialian uji coba kepada ahli media/desain adalah untuk

mengukur tingkat kevalidan media dan mengetahui sejauh mana media

pembelajaran animasi ini memenuhi kriteria pembuatan media untuk siswa

Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah.

c. Subjek Guru Mata Pelajaran IPS

Setelah media pembelajaran animasi ini diujicobakan kepada ahli materi

dan ahli media, dilanjutkan kepada subjek guru mata pelajaran, yaitu untuk

mengetahui validitas media pembelajaran ini.

d. Siswa

Responden yang menjadi subjek ujicoba adalah siswa kelas II MI Al-

Azhaar Bandung Tulungagung dengan jumlah keseluruhan 15 siswa. Pemilihan

MI Al-Azhaar Bandung Tulungagung sebagai lokasi uji coba didasarkan pada

beberapa alasan, yaitu: (a) siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi

pada semester II, (b) tidak tersedianya alat peraga yang memadai, (c) belum

mempunyai media pembelajaran pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial,

(d) tersedianya fasilitas berupa LCD dan laboratorium komputer namun tidak

dimanfaatkan secara maksimal.

3. Jenis Data

Jenis data yang dikumpulkan disesuaikan dengan informasi yang

dibutuhkan tentang produk yang dikembangkan dan tujuan pembelajaran yang


85

akan dicapai. Data digunakan sebagai dasar untuk menentukan keefektifan,

efesiensi dan daya tarik produk yang dihasilkan. Berdasarkan jenis data yang

diungkapkan di atas, untuk mempermudah analisisnya, maka dikelompokkan

menurut sifatnya menjadi dua yaitu berupa data kualitatif dan data kuantitatif.54

a. Data kuantitatif, dikumpulkan melalui lembar penilaian ahli, angket penilaian

guru mata pelajaran IPS, dan hasil tes belajar siswa (post-test).

1) Penilaian ahli isi dan desain pembelajaran tentang ketepatan komponen

buku ajar IPS berbasismultimedia pop up. Ketepatan komponen buku ajar

IPS berbasis multimedia pop up meliputi: kecermatan isi, ketepatan

cakupan, penggunaan bahasa, pengemasan, ilustrasi dan kelengkapan

komponen lainnya yang dapat menjadikan sebuah buku ajar IPS berbasis

multimedia pop up menjadi efektif.

2) Penilaian guru mata pelajaran dan siswa uji coba terhadap kemenarikan

buku ajar IPS berbasis multimedia pop up.

3) Hasil tes belajar siswa sebelum dan setelah menggunakan buku ajar IPS

berbasis multimedia pop up hasil pengembangan (hasil pre-test dan post-

test)

4) Angket tanggapan siswa tentang buku ajar IPS berbasis multimedia pop

up.

b. Data kualitatif, dapat berupa informasi yang didapatkan melalui, siswa,

masukan, tanggapan dan saran dari para ahli isi, ahli media pembelajaran serta

dokumen perangkat mengajar guru.

54 Suharsimi Arikunto. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Jakarta:Bina Aksara, 2013),


hlm. 25
86

4. Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen yang digunakan berupa tes. Tes digunakan untuk

mengumpulkan data tentang hasil yang menunjukan perubahan pemahaman

sebelum dan sesudah proses pembelajaran dengan menggunakan buku ajar

berbasis multimedia Pop Up. Pengumpulan data dalam penelitian ini

menggunakan beberapa instrumen pengumpulan data, antara lain lembar validasi

ahli, lembar evaluasi media, angket, pedoman wawancara, dan tes hasil belajar.

Dan tujuan dalam setiap instrumen pengumpulan data tersebut antara lain:

1. Lembar Penilaian Validasi Ahli Materi/Isi

Lembar penialaian validasi ahli materi/isi disusun untuk mengetahui

kesesuaian konsep materi dan soal-soal dalam buku ajar berbasis multimedia pop

up yang telah digunakan, serta untuk mengetahui efektifitas dan efesiensi sebagai

media pembelajaran oleh dosen ahli bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan ahli

media pembelajaran.

Peneliti memilih Mohammad Yahya, PhD dan Moh. Miftahusyaian, [Link],

[Link] sebagai falidator materi/isi dari materi yang di kembangkan. Peneliti

melilih beliau karena beberapa pertimbangan yakni selain ahli dalam bidang IPS

beliau juga mengampu metode pembelajaran IPS, selain itu dilihat dari tingkat

pendidikan beliau sudah tepat jika sebagai validator ahli materi/isi.

2. Lembar Penialaian Validasi Ahli Media/Desain

Lembar penilaian validasi ahli media/desain dibuat dan susun untuk

mengetahui pandangan terhadap buku ajar berbasis multimedia pop up. Dan
87

lembar penilaian media ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan revisi

produk yang dikembangkan.

Peneliti memilih Dr. H. Suhartono, M. Kom dan Fresy Nugroho, ST, MT

sebagai validasi media desai pembelajaran produk karena beliau ahli dalam

bidang media pembelajaran berbasis multimedia/IT, selain itu beliau juga

mengampu media IT dan dilihat dari segi pendidikan beliau sudah tepat jika

sebagai validator media/desain pembelajaran/produk.

3. Angket

Angket atau kuesioner (questionnaire) merupakan suatu teknik atau cara

pengumpulan data secara tidak langsung. Angket berisi sejumlah pertanyaan yang

harus dijawab atau direspon oleh responden.55Angket ini bertujuan untuk

mengetahui respon siswa dan guru terhadap kualitas buku ajar berbasis

multimedia pop up dilihat dari fungsinya sebagai media pembelajaran Ilmu

Pengetahuan Sosial. Angket digunakan untuk mengumpulkan data tentang

tanggapan dan saran dari subjek uji coba, selanjutnya dianalisis dan digunakan

sebagai revisi.

Peneliti akan menyusun angket menjadi empat macam. Pertama, angket

penilaian ahli isi bidang studi mata pelajaran IPS yang terdiri dari aspek

isi/materi. Kedua, angket penilaian ahli desain media pembelajaran yang terdiri

dari aspek tampilan dan audio. Ketiga, angket penilaian guru mata pelajaran IPS

yang terdiri dari aspek pembelajaran dan kebahasaan, aspek isi/materi, dan aspek

tampilan dan audio. Keempat, angket penilaian untuk siswa yang terdiri dari

55
Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan (Bandung:
Remaja Rosdakarya, 2007), hlm. 219
88

kualitas tampilan dan audio. Adapun kisi-kisi angket untuk ahli isi bidang studi,

ahli desain, guru mata pelajaran IPS, dan siswa adalah sebagai berikut :

Tabel 3.3. Kisi-Kisi Angket Penilaian Kualitas Materi/Isi

Aspek yang
No. Indikator No. Item Jumlah
Dinilai
1. Kesesuaian tujuan a. Kejelasan 1 1
kompetensi
dasar,
indikator,
dan tujuan
pembelajar
an.
2. Kemenarikan a. Daya tarik 2 1
media buku ajar
IPS
berbasis
multimedia
pop up
3. Kesesuaian materi a. Ketepatan 3-4 2
urutan
penyajian
b. Ketepatan
dalam
materi
4. Kelengkapan a. Kelengkap 5-7 3
materi an materi
yang
disajikan
b. Kemudaha
n untuk
mempelaja
ri materi
c. Kejelasan
istilah-
istilah
dalam
materi
5. Kelengkapan a. Kecukupan 8-9 2
evaluasi atau tes latihan atau
evaluasi
b. Relevansi
evaluasi
dengan
89

materi
Ketepatan
6 a. Kemudaha 10-12 3
penggunaan n
bahasa memahami
bahasa
yang
digunakan
b. Lugas,
komunikati
f
penggunaa
n istilah,
symbol/ico
n.
c. Kesesuaian
dengan
perkemban
gan peserta
didik

Tabel 3.4. Kisi-Kisi Angket Penilaian Kualitas Desain

No.
No. Aspek yang Dinilai Indikator Jumlah
Item
1. Aspek Desain
a. Petunjuk 1) Kejelasan petunjuk 1-12 12
penggunaan pengguna buku ajar IPS
berbasis multimedia pop
up
b. Kejelasan teks atau 1) Keterbacaan teks atau
huruf tulisan
c. Kualitas warna 1) Ketepatan pemilihan dan
komposisi warna
d. Kualitas gambar 1) Kualitas dan ketepatan
penggambaran animasi
e. Kualitas layout 1) Penataan atau penyusunan
layout
2) Desain screen
3) Komposisi layout dan
template
f. Kualitas audio 1) Kejelasan suara dan daya
backsound dan dukung musik.
soundeffect
g. Kualitas gerak 1) Kemenarikan sajian
animasi animasi
90

h. Kualitas 1) Ketepatan pemilihan warna


background pada background
2) Keserasian warna pada
background
3)Keserasian warna
background dengan teks
2. Aspek Pembelajaran
a. Kualitas 1) Kemudahan memahami 13-15 3
konsep/ide cerita konsep
b. Kejelasan materi 1) Keluasan muatan materi
c. Motivasi belajar 1) Pemberian motivasi
belajar

Tabel [Link]-Kisi Angket Penilaian Guru Mata Pelajaran IPS

No No.
Aspek yang Dinilai Indikator Jumlah
. Item
1. Aspek Pembelajaran dan a. Ketepatan penyampaian 8 8
Kebahasaan informasi
b. Sistematika penyajian
materi
c. Pemberian motivasi
belajar
d. Pemberian pesan moral
e. Kefektifan bahan ajar
f. Penggunaan bahasa
g. Penyajian kalimat
h. Kesesuaian struktur
kalimat dengan tingkat
penguasaan kognitif
siswa MI
2. Aspek Isi/Materi a. Kesesuaian standar 9-14 6
kompetensi/kompetensi
dasar dengan isi/materi
b. Kebenaran konsep
c. Aktualisasi isi/materi
d. Kecukupan isi/materi
untuk mencapai tujuan
e. Ketepatan contoh untuk
memperjelas isi/materi
f. Kesesuaian gambar
untuk memperjelas
isi/materi
3. Aspek Tampilan a. Pemilihan jenis huruf 15-19 5
b. Ketepatan pemilihan
91

ukuran huruf
c. Keterbacaan teks
d. Tampilan gambar dan
animasi
e. Kejelasan warna
gambar dan animasi

Tabel 3.6. Kisi-Kisi Angket Penilaian Siswa

No.
No. Aspek yang Dinilai Indikator Jumlah
Item
1. Kualitas Tampilan a. Keterbacaan teks atau 1-6 6
danAudio tulisan
b. Kejelasan uraian materi
c. Kualitas tampilan gambar
d. Kemenarikan sajian
animasi
e. Komposisi warna
f. Audio dan musik
2. Kualitas Penyajian a. Kemudahan memahami 7-11 5
materi
b. Ketepatan urutan
penyajian
c. Daya tarik alur cerita
d. Kemudahan penggunaan
buku ajar IPS berbasis
multimedia pop up
e. Daya tarik pembelajaran
dengan buku ajar IPS
berbasis multimedia pop
up

4. Tes Hasil Belajar (Pretest Post-Test)

Tes hasil belajar atau tes prestasi belajar digunakan untuk mengukur hasil-

hasil belajar yang dicapai siswa selama kurun waktu tertentu. tes yang digunakan

adalah tes formatif, yang dilakukan untuk mengukur tingkat penguasaan siswa
92

dan posisinya baik antar teman sekelas maupun dalam penguasaan target materi.
56

5. Teknik Analisis Data

Sedangkan analisis data untuk data kuantitatif yang diperoleh melalui

angket menggunakan skala likert dalam bentuk pilihan ganda, selanjutnya diolah

dengan cara dibuat presentase dengan rumus analisis sebagai berikut: 57

Keterangan :

∑x𝑖 P = Presentase
𝑃= x 100 %
∑x
∑xi = Jumlah total skor yang

diperoleh

∑x = Jumlah skor ideal

Dalam pemberian makna dimana pengambilan keputusan untuk merevisi

video animasi yang digunakan kualifikasi yang memiliki kriteria sebagai

berikut:58

Tabel 3.7 Kriteria Tingkat Keefektifan

Presentase (%) Tingkat Validitas Keterangan


85-100 Sangat Valid/ sangat Baik Tidak Revisi
65-84 Valid/Baik Tidak Revisi
45-64 Cukup Valid/Cukup Baik Sebagian Revisi
0-44 Kurang Valid/Kurang Baik Revisi Total

Berdasarkan kriteria di atas, buku ajar berbasis multimedia pop up dalam

pembelajaran dinyatakan valid jika memenuhi kriteria skor diatas 65 dari seluruh

unsur yang terdapat dalam angket penilaian validasi ahli materi/isi, ahli

56
Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, hlm. 223
57
Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Jakarta: Bumu Aksara,
2003),Hlm.313
58
Suharsini Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, hlm. 313
93

media/desain, subjek guru mata pelajaran IPS, dan responden siswa di kelas II MI

Al-Azhaar Bandung Tulungagung. Berdasarkan kriteria diatas, buku ajar

dinyatakan valid jika memenuhi kriteria 80 dari seluruh unsur yang terdapat

dalam angket penilaian validasi ahli materi, ahli media, ahli pembelajaran. Dalam

penelitian ini, buku ajar akan dibuat harus memenuhi kriteria valid. Oleh karena

itu, dilakukan revisi apabila masih belum memenuhi kriteria valid.

Sedangkan untuk mengetahui keefektifan buku ajar IPS berbasis

multimedia pop up dapat dilihat dari tes hasil belajar, peneliti menggunakan tes

berbentuk pilihan ganda dan uraian. Pada soal berbentuk pilihan ganda rumus

penskoran mengacu pada rumus penskoran yang biasa dilakukan di madrasah

yang diteliti. Bentuk tes pilihan ganda yang berjumlah 10 butir dan bentuk tes

uraian yang berjumlah 5 butir. Penskoran pada tes pilihan ganda adalah sebagai

berikut :

Keterangan :

Sa (score) = Nilai soal pilihan ganda


Sa = R x 8
R (right) = Jawaban yang benar

Sedangkan penskoran pada tes uraian adalah sebagai berikut :

Keterangan :
Sb = R x 4
Sb (score) = Nilai soal uraian

R (right) = Jawaban yang benar


94

Kemudian, skor dari soal pilihan ganda dan uraian dijumlahkan.

Keterangan :

St (score) = Nilai total

St = Sa + Sb Sa (score) = Nilai soal pilihan ganda

Sb (score) = Nilai soal uraian

Analisis tes hasil belajar tersebut menggunakan tes awal dan tes akhir

dalam rangka untuk mengetahui data kemampuan awal (pre test) dan data

kemampuan akhir (post test) dianalisis dengan menggunakan uji t untuk

mengetahui signifikansi perbedaan antara pembelajaran yang menggunakan media

lama dengan pembelajaran menggunakan media yang telah dikembangkan.

Analisis data untuk mengetahui perbedaan hasil belajar dioeroleh

melalui analisis Uji – T Dua Variabel Bebas. Tujuan Uji-t dua variable bebas

tersebut diantaranya adalah, 1) membandingkan (membedakan) dua variabel

tersebut sama tau berbeda, 2) menguji kemampuan generalisasi (signifikasi hasil

penelitian yang berupa perbandingan dua rata-rata sampel).

Rumus uji-t dua variable sebagai berikut: 59

x̅1 − ̅̅̅
x2
t hitung =
S S S S
√n1 + n2 − 2𝑟.( 1 )+( 2 )
1 2 √n 1 √n2

Keterangan

𝑋̅1: rata-rata sampel 1 (sistem kerja lama)

𝑋̅2 : rata-rata sampel 2 (sistem kerja baru)

59
Ridwan Dan Sunarto, Pengantar Statistika Untuk Penelitian Pendidikan, Social,
Ekonomi, Komunikasi Dan Bisnis, (Bandung: Alfa sBeta, 2009), Hlm.126
95

s1 : simpangan baku sampel 1 (sistem kerja lama)

s 2 : simpangan baku sampel 2 (sistem kerja baru)

S12: varians sampel 1

S22: varians sampel 2

r : korelasi antara data dua kelompok

Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara sebelum dan

sesudah menggunakan produk yang dikembangkan, maka hasil uji coba

dibandingkan dengan ttabel dengan taraf 0,05 atau 5% adalah sebagai berikut:

H0 : Tidak ada perbedaan yang signifikan (5%) antara sebelum dan

sesudah menggunakan produk yang dikembangkan.

H1 : Ada perbedaan yang signifikan (5%) antara sebelum dan sesudah

menggunakan produk yang dikembangkan.

Untuk pengambilan keputusannya adalah sebagai berikut:

1) Jika thitung > ttabel maka hasilnya signifikan, artinya H1 diterima

2) Jika thitung < ttabel maka hasilnya nonsignifikan, artinya H0 ditolak.


BAB IV

HASIL PENGEMBANGAN

A. Hasil Pengembangan Buku Ajar Berbasis Multimedia Pop Up

1. Spesifikasi Buku Ajar Berbasis Multimedia Pop Up

Buku ajar berbasis multimedia Pop Up ini di sajikan dengan sistematis

sesuai dengan karakter siswa sekolah dasar. Buku ajar berbasis multimedia Pop

Up ini terdiri atas beberapa menu yakni diantaranya materi, permainan, latihan

dan video. Selain itu dilengkapi juga dengan ayat al-quran ataupun hadist

penunjang materi.

Berikut adalah penjelasan masing-masing bagiannya:

a. Bagian Pendahuluan

97
98

Tabel 4.1 Nama Bagian Buku Ajar Berbasis Multimedia Pop Up dan

Keterangannya

No Bagian Buku Ajar Berbasis Keterangan


Multimedia Pop Up
1 Cover depan Cover pada bahan ajar ini dubuat dengan
gambar, warna dan tulisan yang menarik.
Cover depan berisi judul buku sesuai dengan
mata pelajaran yang dikembangkan Buku
Ajar berbasis multimedia Pop Up kelas II
MI.

2 Menu Menu pada buku ajar ini berisi tentang


materi, permainan, latihan, video, tentang
dan petunjuk penggunaan yang nantinya
akan membantu siswa dalam belajar.

3 Menu Petunjuk Penggunaan Menu petunjuk penggunaan ini berisi


tentang cara penggunaan buku multimedia
Pop Up serta penggunaan tombol-tombol
yang ada di dalam buku ini.
99

4 Menu Materi Apabila di klik materi maka akan muncul


tampilan buku klik play maka akan muncul
materi bab 4, bab 5 dan bab 6.

5 Materi bab 4 Materi pertama bab 4 yang terdiri dari 4


pembahasan yakni silsilah keluarga,
kedudukan anggota keluarga, peran anggota
keluarga, dan perubahan peran dalam
keluarga. Materi ini juga sudah disesuaikan
dengan SK, KD dan indikator pembelajaran.
Selain itu materi ini juga dilengkapi dengan
hadis dan ayat al-quran penunjang materi.

6 SK/KD, Indikator pada bab 4 Selain materi bab 4 ini juga dilengkapi
dengan SK/KD indikator sesuai dengan
materi
100

7 Al-Quran dan Hadis Selain SK/KD di bab 4 ini juga terdapat ayat
Al-Quran dan hadis sebagai yang di
sesuaikan dengan materi yang ada.

8 Tahukah kamu! Tahukah kamu merupakan pertanyaan


singkat yang dapat di jawab siswa sambil
membaca ataupun memperhatikan materi.
Hal tersebut dapat mengasah rasa ingin tahu
siswa.

9 Materi bab 5 Materi kedua yakni bab 5 yang terdiri dari


materi pengalaman sebagai anak dalam
keluarga dan akibat tidak menjalankan peran

10 SK/KD, Indikator Bab 5 ini selain materi jga di lengkapi


SK/KD dan indikator yang sesuai dengan
materi.
101

11 Rangkuman Rangkuman merupakan ringkasan dari


materi yang ada. Rangkuman ini juga ada
dalam setiap bab untuk memudahkan siswa
dalam mengingat isi dari setiap materi

12 Materi bab 6 Materi ketiga yakni bab 6 yang terdiri dari


materi kerja sma sebagai ciri bangsa
Indonesia, bekerja sama dengan tetangga,
bentuk-bentuk kerja sama di lingkungan
tetangga, dan manfaat kerja sama di
lingkungan tetangga. Selain itu juga di
lengkapi dengan hadis dan ayat al-quran
sebagai penunjang materi.
13 SK/KD Indikator Seperti pada bab sebelumnya bab 6 ini juga
dilengkapi dengan SK/KD dan indikator di
dalamnya.
102

14 Permainan puzzle Permainan ini berisi game puzzle yang berisi


3 macam gambar yang berbeda yang
berkaitan dengan materi pada buku ajar
berbasis multimedia Pop Up.

15 Video Video ini berisi tentang video penunjang


pembelajaran terdapat 4 vidio di dalam buku
ajar berbasis multimedia Pop Up ini. Video
tentang silsilah keluarga, aku bisa merapikan
mainanku sendiri, menolong teman dan
gotong royong.

16 Profil pengembang Profil sebagai halaman identitas penulis


pengembangan bahan ajar.
103

2. Penyajian Data Validasi

Data yang diperoleh dalam penelitian ini terdapat dua macam, yaitu data

kuantitatif dan data kualitatif. Data tersebut diperoleh melalui dua tahap penilaian,

yaitu validasi ahli dan uji coba di lapangan. Validasi terhadap bahan ajar

dilakukan oleh validator ahli yang dilaksanakan pada tanggal 21 Maret 2016

sampai tanggal 5 April 2016. Data validasi terhadap media pembelajaran

diperoleh dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh validator ahli isi/materi,

validator ahli desain/media, validator guru mata pelajaran IPS di MI Al-Azhaar

Bandung Tulungagung.

Data penilaian produk pengembangan modul dilakukan dalam 4 tahap

sebagai berikut.

a. Tahab validasi pertama dilakukan oleh ahli isi/materi yang dilakukan oleh

dua orang dosen ahli pembelajaran IPS.

b. Tahab valiadsi yang kedua dilakukan oleh ahli penilaian terhadap desain

produk pengembangan bahan ajar IPS yang dilakukan oleh dua dosen ahli

desain media pembelajaran.

c. Tahab validasi yang ketiga yakni hasil penilaian terhadap produk

pengembangan bahan ajar IPS yang dilakukan oleh dua guru kelas IPS

kelas II MI Al-Azhaar Bandung Tulungagung.

d. Tahap keempat diperoleh dari hasil angket terhadap produk

pengembangan bahan ajar yang dilakukan pada uji coba lapangan yang

diwakili oleh siswa kelas II MI Al-Azhaar Bandung Tulungagung.


104

Data yang diperoleh merupakan data kuantitatif dan data kualitatif. Data

kuantitatif berasal dari angket penilaian dengan skala Likert, sedangkan data

kualitatif berupa penilaian tambahan atau saran validator. Untuk angket validator

ahli dan siswa kriteria penskoran nilai adalah sebagai berikut. Berikut adalah

penyajian data dan analisis data penilaian angket oleh ahli materi/isi, ahli

media/desain, dan guru mata pelajaran IPS kelas II beserta kritik dan sarannya.

a. Validasi Ahli Materi

1) Profil ahli materi

Ahli validasi materi pada pengembangan buku ajar IPS berbasis

multimedia Pop Up yakni ahli dalam bidang ilmu pengetahuan IPS dan ahli dalam

bidang ilmu Sosiologi. Adapun kriteria ahli materi/isi adalah dosen dengan

kriteria minimal S2 pendidikan/non pendidikan, bukan merupakan dosen

pembimbing tesis penulis. Berikut merupakan para ahli yang dijadikan validator

materi/isi:

Tabel 4.2 Profil Ahli Materi

Kode Nama Responden Keterangan

x1 Mohammad Yahya, PhD Ahli Sosiologi

X2 Moh. Miftahusyaian, [Link], [Link] Ahli Sosiologi

2) Hasil Validasi Ahli Materi

Produk pengembangan berupa buku ajar IPS berbasis multimedia Pop

Up. Berikut ini merupakan data kuantitatif hasil validasi atau penilaian

terhadap modul yang dikembangkan mendapatkan skor yang didapatkan


105

adalah skor total 82 dengan skor maksimal 96, maka diperoleh persen

validitas sebesar 85% adalah sebagai berikut :

1) Kejelasan kompetensi dasar, indikator, dan tujuan pembelajaran 100%

sangat valid dan 75% valid

2) Kelengkapan materi yang disajikan 100% sangat valid dan 75% valid

3) Kemudahan untuk mempelajari materi 100% sangat valid dan 75% valid

4) Kejelasan istilah-istilah dalam materi 100% sangat valid dan 75% valid

5) Ketepatan urutan penyajian 100% sangat valid dan 75% valid

6) Ketepatan dalam materi 75% valid dan 75% valid

7) Kemudahan memahami bahasa yang digunakan 75% valid dan 75% valid

8) Lugas, komunikatif penggunaan istilah, symbol/icon 100% sangat valid

dan 75% valid

9) Kesesuaian dengan perkembangan peserta didik 100% sangat valid dan

75% valid

10) Kecukupan latihan atau evaluasi 100% sangat valid dan 75% valid

11) Relevansi evaluasi dengan materi 100% sangat valid dan 75%

valid

12) Daya tarik buku ajar IPS berbasis multimedia pop up 100% sangat

valid dan 75% valid

Berdasarkan analisis data diatas, dapat diketahui bahwa buku ajar

IPS yang dikembangkan secara umum sudah baik dari segi muatan

isinnya. Hal ini ditunjukkan dari persentase yang diperoleh dari data

penelitian. Skor yang didapatkan adalah 82 dengan skor maksimal 92,


106

maka diperoleh persen validitas sebesar 85% berdasarkan konversi skala 4,

maka buku ajar IPS yang dikembangkan tidak perlu revisi. Semua item

kriteria yang dinilai valid.

Adapun data kualitatif yang dihimpun berdasarkan komentar dan

saran terhadap perbaikan buku ajar IPS berbasis multimedia Pop UP yang

diberikan oleh ahli materi disajikan pada tabel berikut:

Tabel 4.3 Data Penilaian dan Revisi Ahli Materi

Kode Komponen Komentar/Saran


X1 Materi/isi 1) Evaluasi diperbaiki
2) Jenis font/ huruf dan ukurannnya harap
diperhatikan lagi.
X2 Materi/isi 1) Font/hurufnya dibuat lebih menarik.
2) Penulisan ditinjau kembali.
3) Tampilan pada materi dibuat menarik

Berdasarkan data kualitatif yang diperoleh dari saran/komentar ahli materi

pada tabel, perlu dilakukan perbaikan mengenai font diganti, konsistensi

penulisan, ukuran huruf diperbesar, ayat hadist dan al-Qur’an font disamakan,

animasi teks diperbaiki. Saran-saran perbaikan dari ahli materi dijadikan bahan

pertimbangan penulis untuk menyempurnakan produk pengembangan yang

dihasilkan.

b. Validasi ahli Desain/Media Pembelajaran

1) Profil Ahli Desain/Media Pembelajaran

Ahli validasi desain/media pembelajaran pada pengembangan buku ajar

IPS berbasis multimedia Pop UP terdiri dari dua ahli desain/media

pembelajaran. Adapun kriteria ahli desain/media pembelajaran adalah dosen


107

dengan kriteria minimal S2 pendidikan/non pendidikan, bukan merupakan

dosen pembimbing tesis penulis.

Tabel 4.4 Profil Ahli Desain/Media Pembelajaran

Kode Nama Keterangan


X1 Dr. Suhartono, M. Kom Ahli desain/media pembelajaran
X2 Fresy Nugroho, ST, MT Ahli desain/media pembelajaran

2) Hasil Validasi Ahli Desain/Media Pembelajaran

Produk pengembangan yang diserahkan kepada ahli desain/media

pembelajaran adalah berupa buku ajar IPS berbasis multimedia Pop Up. Skor

total yang didapatkan adalah 113 dengan skor maksimal 144, maka diperoleh

persen validitas sebesar 79%. Paparan data hasil validasi ahli media terhadap

produk buku ajar IPS berbasis multimedia Pop Up kelas II MI Al- Azhaar

Bandung Tulungagung dapat didiskripsikan sebagai berikut :

1) Kejelasan petunjuk pengguna buku ajar IPS berbasis multimedia pop up

75% valid dan 75% valid

2) Kemenarikan menu pada halaman awal bahan ajar 75% valid dan 75%

valid

3) Keterbacaan teks atau tulisan 75% valid dan 75% valid

4) Ketepatan pemilihan dan komposisi warna 75% valid dan 75% valid

5) Kualitas dan ketepatan penggambaran animasi 75% valid 50% kurang

valid

6) Penataan atau penyusunan layout 75% valid dan 75% valid

7) Desain screen 75% valid dan 75% valid


108

8) Komposisi layout dan template 75% valid dan 75% valid

9) Kejelasan suara dan daya dukung musik 75% valid dan 75% valid

10) Kemenarikan sajian animasi 75% valid dan 75% valid

11) Ketepatan pemilihan warna pada background 75% valid dan 100% sangat

valid

12) Keserasian warna pada background 75% valid dan 100% sangat valid

13) Keserasian warna background dengan teks 100% sangat valid dan 75%

valid

14) Kemudahan memahami konsep 75% valid dan 75% valid

15) Keluasan muatan materi 75% valid dan 100% sangat valid

16) Pemberian motivasi belajar 75% valid dan 100% sangat valid

17) Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran 75% valid dan 75% valid

18) Kesesuaian gambar dengan materi 100% sangat valid dan 75% valid

Berdasarkan analisis data diatas, dapat diketahui bahwa buku ajar IPS

yang dikembangkan secara umum sudah baik dari segi muatan desainnya. Hal ini

ditunjukkan dari persentase yang diperoleh dari data penelitian. Skor yang

didapatkan adalah 113 dengan skor maksimal 144, maka diperoleh persen

validitas sebesar 79% berdasarkan konversi skala 4, maka bahan ajar IPS yang

dikembangkan tidak perlu revisi. Semua item kriteria yang dinilai valid.

Adapun data kualitatif yang dihimpun berdasarkan komentar dan saran

terhadap perbaikan modul yang diberikan oleh ahli desain/media pembelajaran

disajikan pada tabel berikut:


109

Tabel 4.5 Data Penilaian dan Review Ahli Desain/Media Pembelajaran

No Komponen Komentar/Saran
X1 Desain/media pembelajaran 1) Font diganti
2) Konsistensi penulisan
3) Ukuran huruf diperbesar
4) Ayat hadist dan al-Qur’an
font disamakan
X2 Desain/media pembelajaran 1) Tampilan teks diperbaiki

Berdasarkan data kualitatif yang diperoleh dari saran/komentar ahli materi

pada tabel, perlu dilakukan perbaikan mengenai font, konsistensi penulisan,

ukuran huruf diperbesar, font pada ayat dan hadist disamakan, tampilan teks

diperbaiki.

c. Validasi Ahli Pembelajaran IPS Kelas II

1) Identitas Ahli Pembelajaran IPS Kelas II

Kriteria untuk ahli pembelajaran (guru IPS kelas II) adalah

berpendidikan minimal S1 dan berpengalaman mengajar minimal 5 tahun.

Bapak Ilham Sholeh, [Link].I merupakan ahli pembelajaran IPS di kelas II yang

telah memenuhi kriteria sebagaimana dimaksud.

2) Hasil Ahli Pembelajaran IPS Kelas II

Produk pengembangan yang diserahkan kepada ahli pembelajaran IPS

adalah berupa bahan ajar IPS berbasis multimedia Pop Up. Skor total yang

didapatkan adalah 71 dengan skor maksimal 76, maka diperoleh persen

validitas sebesar 93%. Berikut ini merupakan data kuantitatif hasil validasi atau

penilaian terhadap modul yang dikembangkan.

1) Ketepatan penyampaian informasi 100% sangat valid.


110

2) Sistematika penyajian materi 100% sangat valid.

3) Pemberian motivasi belajar 75% valid

4) Pemberian pesan moral 75% valid.

5) Kefektifan bahan ajar 100% sangat valid.

6) Penggunaan bahasa 100% sangat valid.

7) Penyajian kalimat 75% valid.

8) Kesesuaian struktur kalimat dengan tingkat penguasaan kognitif siswa MI

100% sangat valid.

9) Kesesuaian standar kompetensi/kompetensi dasar dengan isi/materi 100%

sangat valid.

10) Kebenaran konsep 100% sangat valid.

11) Aktualisasi isi/materi 100% sangat valid.

12) Kecukupan isi/materi untuk mencapai tujuan 100% sangat valid.

13) Ketepatan contoh untuk memperjelas isi/materi 75% valid.

14) Kesesuaian gambar untuk memperjelas isi/materi 75% valid.

15) Pemilihan jenis huruf 100% sangat valid.

16) Ketepatan pemilihan ukuran huruf 100% sangat valid.

17) Keterbacaan teks 100% sangat valid.

18) Tampilan gambar dan animasi 100% sangat valid.

19) Kejelasan warna gambar dan animasi 100% sangat valid.

Adapun data kualitatif yang dihimpun berdasarkan komentar dan saran

terhadap perbaikan bahan ajar yang diberikan oleh ahli pembelajaran IPS

kelas II disajikan pada tabel berikut:


111

Tabel 4.6 Data Penilaian dan Review Ahli Pembelajaran

No Komponen Komentar/Saran
1 Pembelajaran Dari segi keseluruhan sudah baik akan
lebih baik lagi apabila ditambah dengan
hadist atau ayat al-qur’an yang berkaitan
dengan materi.

Berdasarkan data kualitatif yang diperoleh dari saran/komentar ahli

materi pada tabel, perlu dilakukan perbaikan mengenai tambahan ayat al-

quran dan hadis.

d. Uji Coba Kelompok Kecil (Small Group Evaluation)

Produk pengembangan ini selanjutnya diuji cobakan pada kelompok

kecil (Small Group Evaluation) yang diwakili oleh 6 responden yaitu dua

anak mewakili siswa berkemampuan baik, dua anak berkemampuan rendah.

1) Profil Siswa Uji Kelompok Kecil (Small Group Evaluation)

Tabel 4.7 Profil Siswa Uji Coba Kelompok Kecil

(Small Group Evaluation)

Responden Kode Nama


1 X1 Alben Dzakwan T
2 X2 Fairus Lutviatun Nadhiroh
3 X3 Faza Nazzala Alnisa
4 X4 Ibnu Wahid Julian
5 X5 Ilham Cahya Maulana
6 X6 Irfan Ramadhani Zaky
112

2) Hasil Uji Coba Kelompok Kecil (Small Group Evaluation)

Produk pengembangan yang diserahkan untuk uji coba kelompokkecil

(small group evaluation) pembelajaran IPS adalah berupa bahan ajar IPS

berbasis multimedia Pop Up kelas II. Berikut ini merupakan data hasil uji

coba kelompokkecil (small group evaluation):

Tabel 4.8 Hasil Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil (small group evaluation)

No Aspek Skor Presentase

1 Memudahkan anak-anak 96% sangat valid


dalam belajar
2 Memberi semangat dalam 87,5% sangat valid
belajar
3 Memberikan kemudahan 83% Valid
dalam memahami materi
4 Soal-soal evaluasi pada 92% sangat valid
bahan ajar IPS berbasis
multimedia Pop Up
5 Tampilan buku ajar IPS 96% sangat valid
berbasis multimedia Pop Up
6 Warna bahan ajar IPS 100% sangat valid
berbasis multimedia Pop Up
7 Petunjuk penggunaan buku 100% sangat valid
ajar IPS berbasis
multimedia Pop Up
8 Bahasa yang digunakan 92% sangat valid
mudah dipahami
9 Tentang video dan game 96% sangat valid.
yang ada di dalam bahan
ajar IPS berbasis
113

multimedia Pop Up
10 Penggunaan bahan ajar 96% sangat valid

e. Uji Coba Lapangan

Uji coba lapangan dilakukan pada siswa kelas eksperimen yaitu kelas

II A yang berjumlah 15 anak.

1) Profil Siswa uji Lapangan (Field Evaluation)

Tabel 4.9 Profil Siswa Uji Lapangan (Field Evaluation)

Responden Kode Nama


1 X1 Alben Dzakwan T
2 X2 Fairus Lutviatun Nadhiroh
3 X3 Faza Nazzala Alnisa
4 X4 Ibnu Wahid Julian
5 X5 Ilham Cahya Maulana
6 X6 Irfan ramadhani Zaky
7 X7 Karina Aulia Achsan
8 X8 Masita Roikhatul Jannah
9 X9 M. Farrel Firmansyah
10 X10 M. Novem ‘Alimulkahfi R
11 X11 M. Roihan Fathurrohman
12 X12 Nawaf Rahan
13 X13 Rehan Danish T.
14 X14 Zahraa Chaerani Putri
15 X15 Genza Tegar Prasetya N.
114

2) Hasil Uji Lapangan (Field Evaluation)

Produk pengembangan yang diserahkan untuk uji coba lapangan

(field evaluation) berupa bahan ajar IPS berbasis multimedia Pop Up. Berikut

ini merupakan data hasil uji lapangan (Field Evaluation).

Tabel 4.10 Hasil Uji Lapangan (Field Evaluation)

No Aspek Skor Presentase

1 Memudahkan anak-anak 96% sangat valid


dalam belajar
2 Memberi semangat dalam 87,5% sangat valid
belajar
3 Memberikan kemudahan 83% Sangat valid
dalam memahami materi
4 Soal-soal evaluasi pada bahan 92% sangat valid
ajar IPS berbasis multimedia
Pop Up
5 Tampilan buku ajar IPS 96% sangat valid
berbasis multimedia Pop Up
6 Warna bahan ajar IPS 100% sangat valid
berbasis multimedia Pop Up
7 Petunjuk penggunaan buku 100% sangat valid
ajar IPS berbasis multimedia
Pop Up
8 Bahasa yang digunakan 92% sangat valid
mudah dipahami
9 Tentang video dan game yang 96% sangat valid.
ada di dalam bahan ajar IPS
berbasis multimedia Pop Up
10 Penggunaan bahan ajar 96% sangat valid
115

B. Perbedaan Hasil Belajar

1. Diskripsi Variabel

Produk pengembangan diujikan kepada siswa kelas II MI Al-Azhaar

Bandung Tulungagung dilakukan di kelas II A sebagai kelas kontrol kelas yang

menggunakan buku ajar sekolah dan kelas II B sebagai kelas Eksperimen yang

diberi perlakuan yaitu menggunakan buku ajar IPS berbasis multimedia Pop

Up. Peneliti mengambil keseluruhan siswa yang berjumlah 30 dengan siswa di

kelas kontrol sebanyak 15 siswa dan 15 siswa di kelas eksperimen. Data nilai

yang diperoleh adalah sebagai berikut:

Tabel 4.11 Tabel Perbedaan Rata-Rata Kelas Eksperimen dan

Kontrol

No Aspek Eksperimen Kontrol


Pre-tes Pos-test Pre-tes Pos-tes
1 Rata-rata 67 93 60 68
2 Ketuntasan 47% 100% 60% 34%

Berdasarkan data hasil pre-test dan post-test kelas kontrol (IIA) dan

kelas eksperimen (IIB), maka selanjutnya dianalisis tingkat keefektifan

penggunaan bahan ajar IPS berbasis dengan analisis sebagai berkut:

a. Uji Gain (Efektifitas Pembelajaran IPS)

Berdasarkan hasil pre-test dan post-test kelas eksperimen (IIIA) dan

kelas control (III B), maka efektifitas pembelajaran IPS pada kelompok

eksperimen dan kelompok kontrol dapat dihitung dengan indeks gain sebagai

berikut:
116

skor posttest – skor pretest


Indeks Gain (g) =
skor maksimal (100) – skor pretest

Tabel 4.12 Kriteria Indeks Gain

Besar Persentase Interpretasi


g > 0.7 Tinggi
0.3< g < 0.7 Sedang
g < 0.3 Rendah

Tabel 4.13 Tabel uji g kelas control

No Pre-Test Post-Test Post-Pre 100 - g Keterangan


Pretest
1 55 50 -5 45 -0.1 Rendah
2 60 60 0 40 0 Rendah
3 70 80 10 30 0.3 Sedang
4 55 70 15 45 0.3 Sedang
5 55 70 15 45 0.3 Sedang
6 70 90 20 30 0.6 Sedang
7 75 80 5 25 0.2 Rendah
8 80 90 10 20 0.5 Sedang
9 60 70 10 40 0.25 Tinggi
10 70 90 20 30 0.6 Sedang
11 45 50 10 60 0.16 Tinggi
12 55 60 5 45 0.1 Rendah
13 50 70 20 50 0.4 Sedang
14 60 50 -10 40 -0.25 Rendah
15 40 40 0 60 0 Rendah
117

Tabel 4.14 Tabel Uji g Kelas Eksperimen

No Pre-Test Post-Test Post-Pre 100 - Pretes g Keterangan


1 60 80 20 40 0.5 Sedang
2 60 90 30 40 0.75 Tinggi
3 76 100 24 24 1 Tinggi
4 70 100 30 30 1 Tinggi
5 60 90 30 40 0.75 Tinggi
6 80 100 20 20 1 Tinggi
7 68 95 27 32 0.84 Tinggi
8 76 100 24 24 1 Tinggi
9 70 90 20 30 0.6 Sedang
10 80 100 20 20 1 Tinggi
11 50 75 25 50 0.5 Sedang
12 65 90 25 35 0.71 Tinggi
13 75 100 25 25 1 Tinggi
14 50 95 45 50 0.9 Tinggi
15 60 90 30 40 0.75 Tinggi

b. Uji Normalitas Pre-Test dan Post-Test

Tabel 4.15 Uji Normalitas

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

KELOMPOK Statistic Df Sig. Statistic Df Sig.


NILAI 1 .151 15 .200* .927 15 .246
2 .167 15 .200* .961 15 .714
a. Lilliefors Significance Correction
*. This is a lower bound of the true significance.

Uji normalitas diatas menunjukkan bahwa nilai pretest dan postes tersebut

normal hal tersebut dilihat dari signifikansi yang ≥ 0.05.


118

c. Uji Homogenitas Pre-Test dan Post-Test

Tabel 4.16 Uji Homogenitas

Test of Homogeneity of Variance

Levene Statistic df1 df2 Sig.


NILAI Based on Mean .043 1 28 .838
Based on Median .059 1 28 .810
Based on Median and with
.059 1 26.642 .810
adjusted df
Based on trimmed mean .045 1 28 .833

Uji normalitas diatas menunjukkan bahwa nilai pretest dan postes tersebut

homogen hal tersebut dilihat dari signifikansi yang ≥ 0.05.

2. Pengujian Hipotesis

Pegujian hipotesis dari uji-t ini yaitu 𝐻0 : Tidak terdapat perbedaan nilai

hasil belajar pada siswa yang memperoleh pembelajaran tanpa buku ajar IPS

berbasis multimedia Pop Up dengan nilai hasil belajar siswa yang menggunakan

buku ajar IPS berbasis multimedia Pop Up (DITOLAK) 𝐻1 : Terdapat perbedaan

nilai hasil belajar pada siswa yang memperoleh pembelajaran tanpa buku ajar IPS

berbasis multimedia Pop Up dengan nilai hasil belajar siswa yang menggunakan

buku ajar IPS berbasis multimedia Pop Up (DITERIMA).

Pada uji signifikansi efektifitas teknik analisis yang digunakan adalah

dengan menggunakan perhitungan Uji-t independent samples t-test, perhitungan

ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar IPS yang

signifikan antara siswa kelas II yang menggunakan bahan ajar IPS berbasis

multimedia Pop UP (II A) dengan yang menggunakan buku ajar konvensional (II

B). dari hasil perhitungan uji-t manual maka diperoleh hasil uji-t sebesar 8,27.
119

Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh hal ini dikarenakan uji-t 8,27 >

2,14 (t tabel).
BAB V

KAJIAN SARAN

A. Kajian Produk yang Telah Direvisi

Berdasarkan hasil penilaian para subyek validasi, dengan tingkat

kualifikasi rata-rata layak, maka pada dasarnya produk pengembangan berupa

bahan ajar IPS berbasis multimedia Pop Up tidak perlu mendapat revisi atau

perbaikan-perbaikan. Akan tetapi, saran dan masukan serta komentar yang

disampaikan oleh subyek validasi, berusaha diwujudkan dengan sebaik-baiknya

sehingga produk pengembangan yang dihasilkan semakin baik.

1. Revisi Produk Oleh Ahli Materi

Berdasarkan analisis yang dilakukan, maka revisi terhadap bahan ajar IPS

adalah sebagai berikut:

Tabel 5.1 Tabel Revisi Produk Ahli Materi

No Sebelum Revisi Sesudah Revisi Keterangan


1 Bismilah
ditiadakan

132
121

2 Evaluasi puzzle
diperbaiki

2 Jenis font/huruf yang awalnya Jenis font/ huruf


times new roman diganti comic dan ukurannnya
san ms ukuran huruf yang harap diperhatikan
awalnya 12 menjadi 14 lagi

4 Tampilan pada
materi dibuat
menarik
122

2. Revisi Produk Oleh Ahli Desain

Berdasarkan analisis yang dilakukan, maka revisi terhadap bahan ajar IPS

adalah sebagai berikut:

Tabel 5.2 Revisi Produk Ahli Desain

No Sebelum Revisi Sesudah Revisi Keterangan


1 Tombol close

2 Jenis font sudah di samakan Konsistensi


menjadi comic sans ms penulisan

3 Jenis font sudah di samakan yakni Hadist dan ayat al-


menggunakan tradisional Arabic Qur’an font
besarnya juga sudah disamakan disamakan
menjadi 14.
123

3. Revisi Produk oleh Ahli Pembelajaran

Berdasarkan analisis yang dilakukan, maka revisi terhadap buku ajar IPS

adalah sebagai berikut:

Tabel 5.3 revisi produk ahli pembelajaran

No Sebelum Revisi Sesudah Revisi Keterangan


1 Ditambah ayat
yang menunjang
materi.

B. Pembahasan Hasil

1. Pembahasan Hasil Validasi dan Hasil Angket Siswa Buku Ajar IPS

Berbasis Multimedia Pop Up

Pengembangan buku ajar yang berupa multimedia Pop Up untuk siswa

kelas II pada kenyataannya bahwa belum tersedianya media pembelajaran yang

mendukung proses pembelajaran berupa buku ajar multimedia Pop Up yang

memiliki kriteria yang memadai, khususnya yang memiliki spesifikasi

pembelajaran dengan berbasis multimedia yang didalamnya selain terdapat materi

juga ada evaluasi permainan dan video penunjang juga. Hal tersebut juga telah

diatur dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) Nomor

20 tahun 2003 tentang pengertian pembelajaran yakni :


124

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan


sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.60

Media pembelajaran merupakan suatu perantara yang berupa sumber

belajar yang didalamnya mengandung materi instruksional yang dapat

dimanfaatkan siswa untuk menunjang kegiatan belajar. Media pembelajaran dapat

memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat meningkatkan proses

dan hasil belajar.61 Untuk itulah pada penelitian ini peneliti mengembangkan buku

ajar IPS berbasis multimedia Pop Up yang digunakan sebagai buku ajar atau

sumber belajar. Selain itu, hasil pengembangan ini dimaksudkan untuk dapat

meningkatkan efektifitas pembelajaran IPS pada materi semester II kelas II MI

Al-Azhaar Bandung Tulungagung.

Multimedia Pop Up merupakan suatu media interaktif yang dirancamg

secara sistematis yang terdiri dari teks, grafik, audio dan interaktifitias dan

berpedoman pada kurikulum yang berlaku serta sesuai dengan karakteristik siswa

sehingga hal tersebut memungkinkan peserta didik menerima materi pelajaran

secara lebih mudah dan menarik.62Berdasarkan analisis bahan ajar dan

karakteristik siswa yang dilakukan penulis, sangat diperlukan media pembelajaran

yang sesuai dengan pendekatan dari kurikulum KTSP yaitu pengembangan buku

ajar IPS berbasis multimedia Pop Up. Pengembangan buku ajar IPS berbasis

multimedia Pop Up ini sudah diuji oleh ahli isi, ahli media dan ahli pembelajaran

dengan tingkat pencapain atau kriteria sangat baik serta dianggap layak untuk

dijadikan sumber belajar.

60
Permendiknas nomor 2 bab I tentang Ketentuan Umum, 2008.
61
A. Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: Bumi Aksara, 2010), lm. 248-249
62
Yoga Pernama Wijaya, Pengertian Multimedia Interaktif,
([Link] diakses pada 9 Februari 2016 pukul 14.21 WIB)
125

Pengembangan buku ajar IPS berbasis multimedia Pop Up ini

dikembangkan menggunakan model desain pengembangan ADDIE ini melalui

serangkaian tahap pengembangan yang sistematis yakni tahap analysis, tahap

design, tahap development, dan tahap implementation.

Buku ajar yang baik apabila dengan buku ajar tersebut siswa akan lebih

cepat dalam menangkap pelajaran yang disampaikan oleh guru. Oleh karena itu

buku ajar tersebut di uji oleh ahli dan sudah memenuhi karakteristik siswa.

Sehingga penggunaan buku ajar tersebut dapat maksimal. Validasi yang dilakukan

oleh pakar berfokus pada tiga karakteristik utama yaitu materi/isi IPS, desain

media produk, dan pembelajaran IPS. Validasi ini dilakukan untuk menilai

rancangan produk yang telah dikembangkan. Setelah buku ajar IPS berbasis

multimedia Pop Up ini divalidasi, kemudian dilakukan analisis data kuantitatif

yaitu jumlah skor angket dan data kualitatif yaitu komentar dan saran dari para

ahli. Hasil angket dari ketiga ahli tersebut menunjukkan kriteria sangat valid pada

ahli materi/isi IPS dan ahli pembelajaran, sedangkan kriteria valid pada ahli

desain produk. Sehingga pada buku ajar IPS berbasis multimedia Pop Up ini tidak

dibutuhkan revisi.

Pada proses pengembangan buku ajar IPS berbasis multimedia Pop Up ini,

peneliti melakukan uji coba kepada siswa sebagai pembelajar yang dimaksudkan

untuk mengetahui respon siswa terhadap produk yang dikembangkan. Peneliti

melakukan dua tahap uji coba yaitu uji coba kelompok kecil dan uji lapangan. Uji

coba kelompok kecil dilakukan kepada 6 siswa dan uji coba lapangan dilakukan

kepada 15 siswa dalam kelompok eksperimen kelas II MI Al-Azhaar Bandung

Tulungagung.
126

Prototype yang telah dilakukan uji coba pada kelompok kecil ini

mendapat persentase kevalidan sebesar 93% sehingga jika dikonversikan berada

pada tingkat kualifikasi valid. Sedangkan, uji coba lapangan mendapat persentase

kevalidan sebesar 95% sehingga jika dikonversikan berada pada tingkat

kualifikasi valid. Bahan ajar IPS berbasis multimedia Pop Up ini dapat disaksikan

seluruh siswa di kelas dengan bantuan LCD.

2. Pembahasan Hasil Uji Coba Produk di MI Al-Azhaar Bandung

Tulungagung

Peneliti melakukan pengajaran pada kedua kelas tersebut, peneliti

melakukan kegiatan posttest untuk mengetahui tingkat kemajuan yang telah

dicapai oleh siswa dalam suatu kurun waktu proses belajar selama 5 kali

pertemuan. Posttest ini disusun dengan soal yang berbeda dari soal Pretest. Hal

ini dilakukan peneliti untuk menghindari hallo-effect pada responden.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Suharsimi Arikunto bahwa salah satu

kesalahan yang bersumber pada penilai adalah adanya kesan tertentu dari penilai

terhadap peserta didik yang dinilainya, baik yang berasal dari pengalaman

pribadinya mengenai peserta didik tersebut maupun informasi yang berasal dari

orang lain mengenai peserta didik yang bersangkutan.63

Spesifikasi dari buku ajar berbasis multimedia Pop Up ini berupa buku

ajar yang di dalamnya terdapat menu materi pembelajaran untuk kelas II semester

II, game puzzle, video pembelajaran yang digunakan untuk menunjang

pembelajaran serta quiz yang sesuai dengan materi pembelajarana. Buku ajar

berbasis multimedia Pop Up ini menggunakan adobe flash 8.1 dengan size buku

63
Suharsimi Arikunto, Metodologi Penelitian, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2002), hlm.
120
127

ajar ini 666 MB. Buku ajar berbasis multimedia Pop Up ini dapat di instal di

laptop ataupun notebook.

Pembelajaran dengan menggunakan buku ajar IPS berbasis multimedia

Pop Up yang dikembangkan memberikan pengaruh positif terhadap nilai hasil

belajar siswa. Pencapaian keefektifan buku ajar berbasis multimedia Pop Up

ditunjukkan dengan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen

lebih baik daripada hasil belajar pada kelas kontrol.

Selanjutnya kegiatan uji coba produk yang dilakukan pada siswa kelas II

MI Al-Azhaar Bandung Tulungagung, uji coba ini menggunakan metode kuasi

eksperimen dengan jenis non equivalent group pretest-posttest design. Pada

penelitian ini peneliti menggunakan dua kelompok yang tidak sama (non

equivalent) dan kemudian salah satu kelompok berfungsi sebagai kelompok

kontrol, dan satu lagi berfungsi sebagai kelompok eksperimen.

Pada hasil uji homogenitas dinyatakan bahwa nilai signifikansinya

kemampuan kedua kelas mengenai kemampuan IPS adalah 0,838, 0,810, 0,810,

dan 0,833. Karena nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05, maka disimpulkan

bahwa siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen berasal dari populasi yang

mempunyai varians yang sama, atau kedua kelas tersebut homogen. Maka, metode

metode kuasi eksperimen dengan jenis non equivalent group pretest-posttest

design sesuai digunakan dalam penelitian ini.

Pada metode kuasi eksperimen ukuran minimal sampel yang diterima

adalah 15 subjek per kelompok.64 Sehingga pada penelitian pengembangan ini,

peneliti hanya mengambil ukuran minimal sampel yaitu 15 responden pada

64
Umar Husein, Riset Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi ( Jakarta: PT Gramedia
Pustaka Utama, 1999), hlm. 67
128

kelompok kontrol dan 15 responden pada kelompok eksperimen. Pada kelompok

kontrol pembelajaran dilakukan tanpa buku ajar IPS berbasis multimedia Pop UP.

Sedangkan pada kelompok eksperimen, pembelajaran dilakukan menggunakan

buku ajar IPS berbasis multimedia Pop Up.

Hasil pretest di kelas II A dan II B yang dilakukan secara bersamaan ini

menunjukkan rata-rata di bawah KKM yaitu 60 pada kelas kontrol dan 67 di kelas

eksperimen. Dari hasil pretest ini peneliti dapat menganalisis kelemahan

pengetahuan siswa dalam konsep pembelajaran IPS. Hal ini sesuai dengan yang

dijelaskan Dimyati dan Mujiono yakni hasil belajar pada akhirnya difungsikan

dan ditujukan untuk mendiagnosis kelemahan dan keunggulan siswa beserta

sebab-sebabnya. Bedasarkan diagnosis inilah guru mengadakan pengembangan

kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa.65

Peningkatan hasil belajar diperoleh dari hasil posttest yang diuji dengan

independent samples t-test dinyatakan bahwa nilai sig.(2-tailed) kemampuan

kedua kelas mengenai pembelajaran IPS adalah 0,000. Hal ini dapat disimpulkan

terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang memperoleh pembelajaran dengan

menggunakan buku ajar IPS berbasis multimedia Pop Up dari pada hasil belajar

siswa yang memperoleh pembelajaran tanpa menggunakan bahan ajar IPS

berbasis multimedia Pop Up.

Selain itu, buku ajar IPS berbasis multimedia Pop Up pada semester II

secara efektif dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II B di MI Al-Azhaar

Bandung Tulungagung. Dengan melihat rata-rata (mean) kelas kontrol lebih kecil

dibanding kelas eksperimen pada soal post test yaitu 68<93.

65
Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), hlm.
201
129

Analisis peningkatan hasil belajar (gain), kelompok ekperimen dan

kelompok kontrol, yaitu peningkatan hasil belajar pretes dan posttest kelas kontrol

dan hasil belajar prestest dan postes kelas eksperimen. Indeks Gain pada

kelompok kontrol kategori tinggi sebesar 13%, sedang 46% dan rendah 40%.

Indeks Gain kategori sedang pada kelompok eksperimen tinggi 80% dan sedang

20%. Maka dapat dikatakan bahwa bahan ajar IPS berbasis multimedia Pop Up

secara signifikan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas II di MI Al-

Azhaar Bandung Tulungagung

Selain menggunakan program komputer dilakukan juga perhitungan secara

manual. Perhitungan tersebut dengan menggunakan rumus uji t–test berkorelasi

(related) dengan tingkat kepercayaan 95%. Penelitian ini menghasilkan t hitung =

8,27 sedangkan t tabel = 2,14. Karena t hitung> t tabel maka Ho ditolak. Artinya

Terdapat perbedaan signifikan peningkatan hasil belajar IPS siswa kelas II yang

menggunakan bhan ajar IPS berbasis multimedia Pop Up dengan hasil belajar IPS

siswa kelas II yang tidak menggunakan bahan ajar IPS berbasis multimedia Pop

Up di MI Al-Azhaar Bandung.

C. SARAN

Saran-saran yang diajukan meliputi saran untuk keperluan pemanfaatan

produk, diseminasi produk, dan keperluan pengembangan lebih lanjut. Secara

rinci saran-saran tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Saran untuk Keperluan Pemanfaatan Produk

Untuk mengoptimalkan pemanfaatan bahan ajar IPS berbasis multimedia

Pop Up ini disarankan hal-hal sebagai berikut:


130

a. Bahan ajar IPS berbasis multimedia Pop Up ini hendaknya digunakan

sebagai salah satu alternatif pembelajaran IPS kelas II MI.

b. Bahan ajar IPS berbasis multimedia Pop Up hendaknya digunakan dengan

bimbingan guru dan juga orang tua agar pemanfatannya dapat digunakan

secara maksimal.

2. Saran untuk Diseminasi Produk

Pengembangan bahan ajar IPS berbasis multimedia Pop Up ini tidak

melakukakan tahap deseminasi (penyebaran) produk, Namun bila dikehendaki

untuk proses desiminasi beberapa yang perlu dipertimbangkan yaitu: bahan ajar

IPS berbasis multimedia Pop Up ini disusun berdasarkan karakteristik siswa MI

Al-Azhaar Bandung Tulungagung. Bila hendak diperbanyak, sebaiknya dilakukan

revisi sesuai dengan karakteristik pengguna lain.

3. Saran untuk Pengembangan Lebih Lanjut

Untuk keperluan pengembangan lebih lanjut disarankan hal-hal berikut.

Bahan ajar IPS berbasis multimedia Pop Up masih memiliki beberapa kelemahan

seperti yang telah disebutkan pada kajian produk hasil pengembangan. Oleh sebab

itu, disarankan kepada pengembangan yang berminat untuk mengatasi kelemahan

ini.

a. Bahan ajar IPS berbasis multimedia Pop Up untuk materi lain perlu

dikembangkan. Selain itu juga pada kelas lain tidak hanya kelas II saja.

Bahan ajar IPS ini perlu dikembangkan sehingga dapat melatih

kemandirian siswa dalam belajar. Oleh sebab itu perlu dikembangkan

bahan ajar IPS berbasis multimedia Pop Up yang memuat dialog yang

selengkap mungkin sehingga siswa terlatih untuk belajar mandiri dan tidak
131

menggantungkan untuk selalu bertanya pada orang lain. Untuk tujuan itu,

maka siswa perlu dibiasakan belajar secara mandiri di kelas dalam

pembelajaran IPS.

b. Disarankan kepada guru SD/MI khususnya guru IPS memakai bahan IPS

berbasis multimedia Pop Up ini dalam pembelajaran dalam rangka untuk

menerapkan KTSP dan mengembangkan pada K-13 secara optimal

c. Disarankan kepada guru SD/MI khususnya guru IPS untuk

mengembangkan bahan ajar IPS berbasis multimedia Pop Up sesuai

dengan kondisi sekolah yang ada dan perlu adanya pengembangan pada

materi lain khususnya IPS kelas II.


132

DAFTAR RUJUKAN

Arda, Sahrul Saehana, Pengembangan Pembelajaran Interaktif Berbasis


Komputer Untuk Siswa SMP Kelas VIII, e-Jurnal Mitra Sains, Volume 3
Nomor 1 Januari 2015

Arsyad, Azhar. Media Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. 2010.

Arikunto, Suharsimi. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bina Aksara.


2013.

Arikunto, Suharsimi. Metodologi Penelitian, Jakarta: PT. Rineka Cipta. 2002.

Aziz, Atika. Konsep Ilmu Pengetahuan Sosial.


http:[Link]. diakses 03 Januari 2016.

Badan dan Pengembangan pembinaan Bahasa. ([Link] web. id). diakses pada
tanggal 12 Januari 2016.

Belawati, Tian. Materi Pokok Pengembangan Buku Ajar edisi ke satu. Jakarta:
Universitas Terbuka. 2003.

Belva H, Adiza. Septi Rohni Undari. Wildan Isnaini Yahya. Neng Sa’adah, dan
Imas Widowati POBUNDO (Pop-Up Budaya Indonesia) Sebagai Media
Pembelajaran Berbasis Kebudayaan Untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
PELITA, Volume X, Nomor 1, April 2015.

Depdiknas. Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: direktorat jenderal manajemen


pendidikan dasar dan menengah. direktorat pendidikan sekolah mengah
atas. 2008.

Dimyati dan Mudjiono. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. 2006.

Djamarah, Syaiful Bahri. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta 2013.

Fathurrohman, Puput. & M. Sobry Sutikno. Strategi Belajar Mengajar: Melalui


Penanaman Konsep Umum & Konsep Islami. Bandung: Refika Aditama.
2009.

Ghony, Djunaidi. Penelitian Tindakan Kelas. Malang: UIN-Malang Press. 2008.

Haryoko, Sapto. “Efektifitas Pemanfaatan Media Audio-Visual Sebagai Alternatif


Optimalisasi Model Pembelajaran.” 1 Maret, 2009.

Skripsi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Prodi Pendidikan Guru Sekolah


Dasar (PGSD) Tahun 2015.
133

Pribadi, Benny A. Model Desan Sistem Pembelajaran. Jakarta: PT Dian Rakyat.


2010.

Purmintasari, Yulita Dewi. Pengembangan Media Buku Ilustrasi Pop Up Sejarah


dalam Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar, Tesis Uiversitas Negeri
Surakarta (UNS) Pascasarjana Prodi Pendidikan Tahun 2013.

Ridwan Dan Sunarto, Pengantar Statistika Untuk Penelitian Pendidikan, Sosial,


Ekonomi, Komunikasi Dan Bisnis. Bandung: Alfa Beta. 2009. (PGSD)
Tahun 2015.

Pribadi, Benny A. Model Desan Sistem Pembelajaran. Jakarta: PT Dian Rakyat.


2010.

Sadiman, Arief S. Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan dan


Pemanfaatannya. Jakarta: Raja Grafindo Persada. 1996.

Sanaky, Hujair AH. Media Pembelajaran. Yogyakarta: Safiria Insania Press.


2009.

Sudjana, Nana. dan Ahmad Rivai. Media Pengajaran Penggunaan dan


Pembuatannya. Bandung: Sinar Baru. 1997.

Sugiono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: CV


Alfabeta.2011.

Sukmadinata, Nana Syaodih. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja


Rosdakarya. 2007.

Supardi, Leonard, Pengaruh Media pembelajaran Dan Minat Belajar Terhadap


Hasil Belajar Terhadap Hasil Belajar Fisika, Jurnal Formatif 2 (1)

Trianto, Metode Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Prestasi Pustaka. 2007.

Trianto. Model Pembelajaran Terpadu; Konsep, Strategi, dan Implementasinya


dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Bumi
Aksara. 2010.

Tim Penilaian Buku Ajar. Pedoman Penilaian Buku Ajar. Jakarta: Departemen
Agama Direktorat PAIS.

Warsito, Bambang. Teknologi Pembelajaran (Landasan dan Aplikasinya).


Jakarta:PT Rineka Cipta. 2008.

W, Samudra. D. “Pengertian Multimedia Pembelajaran”.


[Link] tanggal 13 Februari 2016.
Uji Ahli dan Uji T

1. Validasi Ahli Materi

b. Profil ahli materi

Berikut merupakan para ahli yang dijadikan validator materi/isi:

Tabel 1.1 Profil Ahli Materi

Kode Nama Responden Keterangan

x1 Mohammad Yahya, Phd Ahli Sosiologi

X2 Moh. Miftahusyaian, [Link], [Link] Ahli Sosiologi

c. Hasil Validasi Ahli Materi

Berikut ini merupakan data kuantitatif hasil validasi atau penilaian

terhadap modul yang dikembangkan.

Tabel 1.2 Hasil Validasi Ahli Materi

No Kriteria Skore
X1 X2

A. Kesesuaian Tujuan
1. Kejelasan kompetensi dasar, indikator, 4 3
dan tujuan pembelajaran.
B. Kelengkapan Materi
2. Kelengkapan materi yang disajikan 4 3
3. Kemudahan untuk mempelajari materi 4 3
4. Kejelasan istilah-istilah dalam materi 4 3
C. Kesesuaian Materi
5. Ketepatan urutan penyajian 4 3
6. Ketepatan dalam materi 3 3
D. Ketepatan Penggunaan Bahasa
7. Kemudahan memahami bahasa yang 3 3
digunakan
8. Lugas, komunikatif penggunaan istilah, 4 3
symbol/icon.
9. Kesesuaian dengan perkembangan 4 3
peserta didik
E. Kelengkapan Evaluasi atau Tes
10. Kecukupan latihan atau evaluasi 4 3
11. Relevansi evaluasi dengan materi 4 3
F. Kemenarikan Media
12. Daya tarik buku ajar IPS berbasis 4 3
multimedia pop up
Jumlah 58 45
Skore Total 103
Skor Maksimal 120

2. Validasi ahli Desain/Media Pembelajaran

a. Profil Ahli Desain/Media Pembelajaran

Tabel 1.3 Profil Ahli Desain/Media Pembelajaran

Kode Nama Keterangan


X1 Dr. Suhartono, M. Kom Ahli desain/media pembelajaran
X2 Fresy Nugroho, ST, MT Ahli desain/media pembelajaran

b. Hasil Validasi Ahli Desain/Media Pembelajaran

Berikut ini merupakan data kuantitatif hasil validasi atau penilaian

terhadap modul yang dikembangkan.

Tabel 1.4 Hasil Validasi Ahli Desain/Media Pembelajaran


No Kriteria Skore
X1 X2

A. Aspek Kemenarikan
1. Kejelasan petunjuk 3 3
pengguna buku ajar IPS
berbasis multimedia pop up
2. Kemenarikan menu pada 3 3
halaman awal bahan ajar
3. Keterbacaan teks atau 3 3
tulisan
4. Ketepatan pemilihan dan 3 3
komposisi warna
5. Kualitas dan ketepatan 3 2
penggambaran animasi
6. Penataan atau penyusunan 3 3
layout
7. Desain screen 3 3
8. Komposisi layout dan 3 3
template
9. Kejelasan suara dan daya 3 3
dukung musik.
10. Kemenarikan sajian animasi 3 3
11. Ketepatan pemilihan warna 3 4
pada background
12. Keserasian warna pada 3 4
background
13. Keserasian warna 4 3
background dengan teks
B. Aspek Keefektifan
14. Kemudahan memahami 3 3
konsep
15. Keluasan muatan materi 3 4
16. Pemberian motivasi belajar 3 4
17. Kesesuaian dengan tujuan 3 3
pembelajaran
18. Kesesuaian gambar dengan 4 3
materi
Jumlah 56 57
Skor Total 113
Skor Maksimal 144

3. Validasi Ahli Pembelajaran IPS Kelas II

a. Hasil Ahli Pembelajaran IPS Kelas II

Hasil Validasi ahli Pembelajaran IPS Kelas II

N Kriteria Skore
o
A. Aspek Pembelajaran dan Kebahasaan
1. Ketepatan penyampaian informasi 4
2. Sistematika penyajian materi 4
3. Pemberian motivasi belajar 3
4. Pemberian pesan moral 3
5. Kefektifan bahan ajar 4
6. Penggunaan bahasa 4
7. Penyajian kalimat 3
8. Kesesuaian struktur kalimat dengan tingkat 4
penguasaan kognitif siswa MI
B. Aspek Isi/Materi
9. Kesesuaian standar kompetensi/kompetensi 4
dasar dengan isi/materi
10. Kebenaran konsep 4
11. Aktualisasi isi/materi 4
12. Kecukupan isi/materi untuk mencapai tujuan 4
13. Ketepatan contoh untuk memperjelas isi/materi 3
14. Kesesuaian gambar untuk memperjelas 3
isi/materi
C. Aspek Tampilan
15. Pemilihan jenis huruf 4
16. Ketepatan pemilihan ukuran huruf 4
17. Keterbacaan teks 4
18. Tampilan gambar dan animasi 4
19. Kejelasan warna gambar dan animasi 4
Total Skor 71
Skore maksimal 76
4. Uji Coba Kelompok Kecil (Small Group Evaluation)

a. Profil Siswa Uji Kelompok Kecil (Small Group Evaluation)

Siswa Uji Coba Kelompok Kecil

(Small Group Evaluation)

Responden Kode Nama


1 X1 Alben Dzakwan T
2 X2 Fairus Lutviatun Nadhiroh
3 X3 Faza Nazzala Alnisa
4 X4 Ibnu Wahid Julian
5 X5 Ilham Cahya Maulana
6 X6 Irfan Ramadhani Zaky
b. Hasil Uji Coba Kelompok Kecil (Small Group Evaluation)

Berikut ini merupakan data hasil uji coba kelompokkecil (small

group evaluation):

Hasil Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil (small group evaluation)

No Pertanyaan Skor
X1 X2 X3 X4 X5 X6

1 Apakah bahan ajar Ilmu 4 4 3 4 4 4


Pengetahuan Sosial ini dapat
memudahkan adik-adik dalam
belajar?
2 Apakah dengan penggunaan bahan 3 4 4 4 3 3
ajar Ilmu Pengetahuan Sosial ini
dapat memberi semangat dalam
belajar adik?
3 Apakah adik-adik mudah 3 4 3 4 3 3
memahami materi yang ada di
dalam buku ajar Ilmu Pngetahuan
Sosial ini?
4 Menurut adik, bagaimana soal-soal 4 4 4 4 3 3
pada buku ajar Ilmu Pengetahuan
Sosial ini?
5 Bagaimana adik-adik ketika 4 4 4 4 4 3
melihat tampilan buku Ilmu
Pengetahuan Sosial ini?
6 Menurut adik-adik, bagaimana 4 4 4 4 4 4
warna buku Ilmu Pengetahuan
Sosial ini?
7 Bagaimana petunjuk yang terdapat 4 4 4 4 4 4
dalam buku ajar Ilmu Pengetahuan
Sosial ini?
8 Apakah bahasa yang digunakan 4 4 4 3 4 3
dalam buku ajar bisa dipahami?
9 Menurut adik-adik, bagaimana 4 4 4 3 4 4
video dan game yang ada di bahan
ajar Ilmu Pengetahuan Sosial ini?
10 Selama menggunakan bahan ajar, 4 4 4 3 4 4
apakah kalian memerlukan bantuan
orang lain seperti teman, guru, atau
orang tua?
Skor Total 224
Skor Maksimal 240

Paparan data hasil penulisan uji kelompok kecil terhadap produk bahan

ajar IPS berbasis multimedia Pop Up kelas II MI Al- Azhaar Bandung

Tulungagung dapat didiskripsikan sebagai berikut :

Paparan Data Kelompok Kecil


No Aspek Pertanyaan Butir Skor ∑x ∑xi P (%) Ket
Penilaian Angket X1 X2 X3 X4 X5 X6

1 Efektifitas  Apakah bahan ajar 1, 2, dan 3 4 4 3 4 4 4 23 24 96% Sangat Valid


Ilmu Pengetahuan
pembelajaran
Sosial ini dapat
memudahkan adik-
adik dalam
belajar?
 Apakah dengan 3 4 4 4 3 3 21 24 87.5% Sangat valid
penggunaan bahan
ajar Ilmu
Pengetahuan Sosial
ini dapat memberi
semangat dalam
belajar adik?
 Apakah adik-adik 3 4 3 4 3 3 20 24 83% Valid
mudah memahami
materi yang ada di
dalam buku ajar
Ilmu Pngetahuan
Sosial ini?
2 Kelengkapan  Menurut adik, 4 dan 9 4 4 4 4 3 3 22 24 92% Sangat valid
bagaimana soal-
Evaluasi/tes
soal pada buku ajar
Ilmu Pengetahuan
Sosial ini?
 Menurut adik-adik, 4 4 4 3 4 4 23 24 96% Sangat valid
bagaimana video
dan game yang ada
di bahan ajar Ilmu
Pengetahuan Sosial
ini?
3 Kemenarikan  Bagaimana adik- 5 dan 6 4 4 4 4 4 3 23 4 96% Sangat valid
adik ketika melihat
tampilan buku
Ilmu Pengetahuan
Sosial ini?
 Menurut adik-adik, 4 4 4 4 4 4 24 24 100% Sangat valid
bagaimana warna
buku Ilmu
Pengetahuan Sosial
ini?
4 Aspek  Apakah bahasa 8 4 4 4 3 4 3 22 24 92% Sangat valid
yang digunakan
Kebahasaan
dalam buku ajar
bisa dipahami?
5 Ketepatan  Bagaimana 7 dan 10 4 4 4 4 4 4 4 24 100% Sangat valid
petunjuk yang
Penggunaan
terdapat dalam
buku ajar Ilmu
Pengetahuan Sosial
ini?
 Selama 4 4 4 3 4 4 23 24 96% Sangat valid
menggunakan
bahan ajar, apakah
kalian memerlukan
bantuan orang lain
seperti teman,
guru, atau orang
tua?
5. Uji Coba Lapangan

Uji coba lapangan dilakukan pada siswa kelas eksperimen yaitu kelas

II A yang berjumlah 15 anak.

a. Profil Siswa uji Lapangan (Field Evaluation)

Siswa Uji Lapangan (Field Evaluation)

Responden Kode Nama


1 X1 Alben Dzakwan T
2 X2 Fairus Lutviatun Nadhiroh
3 X3 Faza Nazzala Alnisa
4 X4 Ibnu Wahid Julian
5 X5 Ilham Cahya Maulana
6 X6 Irfan ramadhani Zaky
7 X7 Karina Aulia Achsan
8 X8 Masita Roikhatul Jannah
9 X9 M. Farrel Firmansyah
10 X10 M. Novem ‘Alimulkahfi R
11 X11 M. Roihan Fathurrohman
12 X12 Nawaf Rahan
13 X13 Rehan Danish T.
14 X14 Zahraa Chaerani Putri
15 X15 Genza Tegar Prasetya N.
b. Hasil Uji Lapangan (Field Evaluation)

Berikut ini merupakan data hasil uji lapangan (Field Evaluation).

Hasil Uji Lapangan (Field Evaluation)

No Pertanyaan Skor yang diberikan oleh


responden
1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11,
12, 13, 14, 15
1 Apakah bahan ajar Ilmu Pengetahuan 4, 4, 3, 4, 4, 4, 4, 3, 4, 4, 4, 4,
Sosial ini dapat memudahkan adik- 4, 4, 4
adik dalam belajar?
2 Apakah dengan penggunaan bahan 3, 4, 4, 4, 3, 4, 3, 4, 4, 3, 3, 4,
ajar Ilmu Pengetahuan Sosial ini dapat 3, 4, 3.
memberi semangat dalam belajar
adik?
3 Apakah adik-adik mudah memahami 3, 4, 3, 4, 3, 3, 3, 3, 4, 4, 4, 3,
materi yang ada di dalam buku ajar 3, 4, 4
Ilmu Pngetahuan Sosial ini?
4 Menurut adik, bagaimana soal-soal 3, 4, 3, 4, 3, 3, 3, 3, 3, 4, 4, 4,
pada buku ajar Ilmu Pengetahuan 3, 4, 4
Sosial ini?
5 Bagaimana adik-adik ketika melihat 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4,
tampilan buku Ilmu Pengetahuan 4, 4, 4
Sosial ini?
6 Menurut adik-adik, bagaimana warna 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 3, 4, 4, 4,
buku Ilmu Pengetahuan Sosial ini? 4, 4, 4
7 Bagaimana petunjuk yang terdapat 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 3,
dalam buku ajar Ilmu Pengetahuan 4, 4, 4
Sosial ini?
8 Apakah bahasa yang digunakan dalam 4, 4, 4, 4, 4, 4, 3, 3, 4, 4, 4, 4,
buku ajar bisa dipahami? 4, 4, 3
9 Menurut adik-adik, bagaimana video 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4,
dan game yang ada di bahan ajar Ilmu 4, 3, 4
Pengetahuan Sosial ini?
10 Selama menggunakan bahan ajar, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4,
apakah kalian memerlukan bantuan 4, 4, 4
orang lain seperti teman, guru, atau
orang tua?
Skor Total 570
Skor Maksimal 600

Paparan data hasil penulisan uji kelompok lapangan terhadap produk

bahan ajar IPS berbasis multimedia Pop Up kelas II MI Al- Azhaar Bandung

Tulungagung dapat didiskripsikan sebagai berikut :

Paparan Data Kelompok Lapangan


No Aspek Penilaian Pertanyaan Butir Skor ∑x ∑xi P (%) Keterangan
Angket 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11,
12, 13, 14, 15
1 Efektifitas  Apakah bahan 1, 2, dan 3 4, 4, 3, 4, 4, 4, 4, 3, 4, 4, 4, 4, 58 60 97% Sangat valid
ajar Ilmu
pembelajaran 4, 4, 4
Pengetahuan
Sosial ini dapat
memudahkan
adik-adik dalam
belajar?
 Apakah dengan 3, 4, 4, 4, 3, 4, 3, 4, 4, 3, 3, 4, 53 60 88% Sangat valid
penggunaan
3, 4, 3.
bahan ajar Ilmu
Pengetahuan
Sosial ini dapat
memberi
semangat dalam
belajar adik?
 Apakah adik-adik 3, 4, 3, 4, 3, 3, 3, 3, 4, 4, 4, 3, 52 60 87% Sangat valid
mudah
3, 4, 4
memahami
materi yang ada
di dalam buku
ajar Ilmu
Pngetahuan
Sosial ini?
2 Kelengkapan  Menurut adik, 4 dan 9 3, 4, 3, 4, 3, 3, 3, 3, 3, 4, 4, 4, 52 60 87% Sangat valid
bagaimana soal-
Evaluasi/tes 3, 4, 4
soal pada buku
ajar Ilmu
Pengetahuan
Sosial ini?
 Menurut adik- 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 59 60 98% Sangat valid
adik, bagaimana
4, 3, 4
video dan game
yang ada di
bahan ajar Ilmu
Pengetahuan
Sosial ini?
3 Kemenarikan  Bagaimana adik- 5 dan 6 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 60 60 100% Sangat valid
adik ketika
4, 4, 4
melihat tampilan
buku Ilmu
Pengetahuan
Sosial ini?
 Menurut adik- 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 3, 4, 4, 4, 59 60 98% Sangat valid
adik, bagaimana
4, 4, 4
warna buku Ilmu
Pengetahuan
Sosial ini?
4 Aspek Kebahasaan  Apakah bahasa 8 4, 4, 4, 4, 4, 4, 3, 3, 4, 4, 4, 4, 57 60 95% Sangat valid
yang digunakan
4, 4, 3
dalam buku ajar
bisa dipahami?
5 Ketepatan  Bagaimana 7 dan 10 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 3, 59 60 98% Sangat valid
petunjuk yang
Penggunaan 4, 4, 4
terdapat dalam
buku ajar Ilmu
Pengetahuan
Sosial ini?
 Selama 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 60 60 100% Sangat valid
menggunakan
4, 4, 4
bahan ajar,
apakah kalian
memerlukan
bantuan orang
lain seperti
teman, guru, atau
orang tua?
6. Hasil Pre-Test dan Post-Test

Peneliti mengambil keseluruhan siswa yang berjumlah 30 dengan siswa di kelas

kontrol sebanyak 15 siswa dan 15 siswa di kelas eksperimen. Data nilai yang diperoleh

adalah sebagai berikut;

Nilai Pre-Test dan Post-Test Kelas II A (Kelas Kontrol)

No Nama Pre-Test Post-Test


1 Afifa Hasna 55 50
2 Alya Alfiatus Zakiya 60 60
3 Anindya Rahma 70 80
4 Anindya Nadzirotul Husna 55 70
5 Aulya Rahmadhani 55 70
6 Bagus Ahmad Darussalam 70 90
7 Dilla Chelsea Adya Meyza 75 80
8 Fatimah Az Zahra 80 90
9 Hamam Hafizuddin 60 70
10 Ifada Zulfa Rahmadhani 70 90
11 Jovian Helga Kumara 45 50
12 Khalda Nur Maulidina 55 60
13 Muhammad Akhdannuha. F 50 70
14 Naila Wisdhanayanti 60 50
15 Naura Thalita Noviantary 40 40
Nilai Pre-Test dan Pos-Test Kelas II B (Kelas Eksperimen)

No Nama Pre-Test Post-Test


1 Alben Dzakwan T 60 80
2 Fairus Lutviatun Nadhiroh 60 90
3 Faza Nazzala alnisa 76 100
4 Ibnu Wahid Julian 70 100
5 Ilham Cahya Maulana 60 90
6 Irfan Ramadhani Zaky 80 100
7 Karina Aulia Achsan 68 95
8 Masita Roikhatul Jannah 76 100
9 M. Farrel Firmansyah 70 90
10 M. Farhan Jauhari 80 100
11 M. Faza Zacky Assyafi’ie 50 75
12 M. Novem ‘Alimulkahfi R 65 90
13 M. Raihan Fathurohman 75 100
14 Zahraa Chaerani Putri 50 95
15 Genza Tegar Presetya N. 60 90

7. Uji -t

Pada uji signifikansi efektifitas teknik analisis yang digunakan adalah dengan

menggunakan perhitungan Uji-t independent samples t-test, perhitungan ini digunakan untuk

mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar IPS yang signifikan antara siswa kelas II yang

menggunakan bahan ajar IPS berbasis multimedia Pop UP (II A) dengan yang menggunakan

buku ajar konvensional (II B). Maka untuk menguji hipotesis menggunakan perhitungan Uji-t

independent samples t-test dengan hasil sebagai berikut:

1) Mencari Rata-rata kelompok eksperimen dan kelas kontrol

𝑥̅1 = ∑ 1: n1 Keterangan:
= 1395 : 15 𝑥̅1 : Rata-rata kelas eksperimen

= 93 ∑1 : Jumlah seluruh nilai kelompok Eksperimen

𝑛1 : Jumlah siswa

𝑥̅2 = ∑ 2: n2 Keterangan:

= 1020 : 15 𝑥̅2 : Rata-rata kelas kontrol

= 68 ∑2 : Jumlah seluruh nilai kelompok kontrol

𝑛2 : Jumlah siswa

2) Mencari standar deviasi kelas eksperimen dan kelas kontrol

∑(𝑥1 −𝑥̅ )2
S1 =√ 𝑛1 −1

840
= √15−1

= √60

= 7.74

∑(𝑥2 −𝑥̅ )2
S2 =√ 𝑛2 −1

3640
= √15−1

= √260

= 16.12

Keterangan :

S1 = Standar deviasi kelompok eksperimen

S2 = Standar deviasi kelompok kontrol

𝑥1 dan 𝑥2 = nilai responden

𝑥̅1 = rata-rata nilai kelompok eksperimen


𝑥̅2 = rata-rata nilai kelompok kontrol

𝑛1 = jumlah siswa kelompok eksperimen

𝑛2 = jumlah siswa kelompok kontrol

3) Mencari varians kelompok kontrol dan kelompok eksperimen

Mencari varians dengan mengkuadratkan standar deviasi

∑(𝑥1 −𝑥̅ )2
S12 = 𝑛1 −1

840
= 15−1

= 60

∑(𝑥2 −𝑥̅ )2
S22 = 𝑛1 −1

3640
= 15−1

= 260

4) Menghitung korelasi

∑ 𝑥𝑦
r =
√∑(𝑥1 −𝑥̅ )2 ∑(𝑥1 −𝑥̅ )2

1289
=
√840𝑥3640

1289
=
√3057600

1289
= 1748,59

= 0,73

Dari hasil perhitungan di atas diketahui bahwa;

Rata-rata : 𝑥̅1 =93 𝑥̅2 =68

Standar deviasi : 𝑠1 =7.74 𝑠2 =16,12

Varian : 𝑠12 = 60 𝑠22 =260


Korelasi : 0.73

5) Menentukan 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙

a) Taraf signifikansi (𝛼 = 0,05)

b) Dk = n – 1 = 15 – 1 = 14

c) Sehingga diperoleh data 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 = 2,14

6) Menghitung t-tes berpasangan

𝑥̅ 1 −𝑥̅ 2
t =
𝑆 2 𝑆 2 𝑠 𝑠
√ 1 + 2 −2.𝑟( 1 )( 2 )
𝑛1 𝑛2 √𝑛1 √𝑛2

93−68
= 60 260 7,74 16,12
√15+ 15 − 2.(0,73)( )( )
√15 √15

25
= 60 260 7,74 16,12
√15+ 15 − 1,46 ( )( )
√15 √15

25
= 60 260 7,74 16,12
√( + )− 1.46 ( )( )
15 15 3,87 3,87

25
= 60 260
√ + –1.46 𝑥(2 𝑥 4,16)
15 15

25
=
√4+17,3−1,46 𝑥 (2𝑥4,16)

25
=
√4+17,3−1,46𝑥8,32

25
=
√4+17,3−12,14

25
=
√21,3−12,14

25
=
√9,16

25
= 3,02 = 8,27
Riwayat Hidup

Lutfiatuz Zahro’, anak ke 1 dari 2 bersaudara, anak dari Komaruddin, S Ag dan

Marfia’ah yang telah lahir 24 tahun lalu di Tulungagung, 24 Juni 1992 dan masih tinggal

bersama orang tua di Bandung kab. Tulungagung. Pernah menempuh pendidikan di MI

Muhammadiyah Plus Bandung Tulungagung, MTs N Bandung Tulungagung dan MAN 2

Tulungagung. Kemudian melanjutkan kuliah Strata 1 (S1) prodi Pendidikan Guru Madrasah

Ibtidaiyah (PGMI) di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang lulus di tahun 2014 dan

melanjutkan sekolah di prodi yang sama yaitu Strata 2 (S2) Pendidikan Guru Madrasah

Ibtidaiyah (PGMI) di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Anda mungkin juga menyukai