Pen Jala Ran
Pen Jala Ran
ABSTRACT
This research was conducted in the eastern part of the Garut area using magnetotelluric method that aims
to create 2D model of the geothermal system based on distribution of rock resistivity value. Magnetotelluric method
is used because it is able to identify subsurface structure to a depth of thousands of meters. In this research, the data
measured from 9 different targets area and processed based on the flow such as converting time domain data into
the frequency domain, identify noise data, perform two-dimensional inversion modeling and create geothermal
systems. Based on the results, also compared with the interpretation of geological data and geochemistry of rocks
known clay cap, reservoir, and hot rock. Furthermore, Clay cap has a value of 4-32 Ωm resistivity on depth of 3000
m. Reservoir rock with resistivity value of 64-512 Ωm at a depth of 1500-5000 m. While hot rock with 1024-8192
Ωm resistivity value is under the reservoir rock.
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan di daerah Garut bagian Timur menggunakan metode magnetotellurik yang
bertujuan untuk membuat model 2D sistem panas bumi berdasarkan sebaran nilai tahanan jenis batuan. Metode
magnetotellurik digunakan karena mampu mengidentifikasi struktur bawah permukaan hingga kedalaman ribuan
meter. Pada penelitian ini data diperoleh dari 9 titik pengukuran dan diolah dengan beberapa tahap seperti
mengkonversi data domain waktu menjadi domain frekuensi, mengidentifikasi data yang menyimpang, melakukan
inversi 2D dan membuat pemodelan sistem panas bumi. Berdasarkan hasil interpretasi yang dihubungkan dengan
data geologi dan geokimia diketahui batuan penudung (clay cap), batuan sarang (reservoir), dan batuan pemanas
(hot rock). Clay cap yang memiliki nilai tahanan jenis 4-32 Ωm berada di kedalaman 3000 m. Batuan reservoir
dengan nilai tahanan jenis 64-512 Ωm berada dikedalaman 1500-5000 m. Sedangkan hot rock dengan nilai tahanan
jenis 1024-8192 Ωm berada di bawah batuan reservoir.
Kata kunci: Magnetotellurik, Garut bagian Timur, sistem panas bumi, tahanan jenis
143
Riznia Aji Salam, dkk Pemodelan 2D sistem panas bumi ...
Daerah Garut bagian Timur merupakan dengan lebih akurat, seperti clay cap,
salah satu daerah di Indonesia yang reservoir, dan hot rock.
mempunyai manifestasi panas bumi. Penelitian dengan metode
Manifestasi tersebut berupa mata air panas, magnetotellurik ini bertujuan untuk membuat
lumpur mendidih dan aktivitas gas seperti pemodelan sistem panas bumi daerah Garut
solfatar dan fumarol dengan suhu air berkisar bagian Timur berdasarkan persebaran nilai
50o - 300oC. Daerah Garut bagian Timur ini tahanan jenis. Penelitian ini menggunakan data
berada di wilayah pegunungan dan tersusun magnetotellurik sekunder hasil akuisisi Tim
atas batuan breksi vulkanik, batuan tufa, dan Pusat Penelitian Geoteknologi (LIPI) Bandung
lava andesit. Berdasarkan kondisi geologinya yang dilakukan pada tanggal 16 sampai 21
daerah Garut bagian Timur termasuk dalam Mei 2016. Hasil penilitian ini diharapkan
sistem panas bumi vulkanik. Pada tahun 2002, dapat digunakan untuk mengetahui besarnya
di daerah Garut bagian Timur dilakukan potensi energi panas bumi di daerah Garut
penelitian tentang geologi dan geokimia untuk bagain Timur. Dan data penelitian dapat
potensi panas bumi oleh Pusat Sumber Daya digunakan sebagai data base kepanasbumian di
Geologi. Hasil penelitian tersebut Indonesia. Daerah penelitian yaitu Garut
menunjukkan bahwa mata air panas yang ada bagian Timur secara pemerintahan termasuk
di sekitar daerah Garut bagian Timur tergolong ke dalam daerah Kabupaten Garut, namun
jenis air bikarbonat dengan (pH 4) sampai daerah tersebut berada di lembar peta geologi
netral (>6,4). Pada penelitian tersebut juga Tasikmalaya.
ditemukan potensi sumber panas bumi di
Garut bagian timur, sehingga dirasa perlu
dilakukan penelitian dengan membuat
pemodelan sistem panas bumi sebagai dasar
untuk mengetahui besarnya potensi energi
panas bumi di daerah tersebut [1].
Salah satu metode geofisika yang
efektif untuk untuk eksplorasi panas bumi
adalah metode Magnetotellurik. Karena
kemampuan metode magnetotellurik dalam
memetakan nilai tahanan jenis batuan pada
sistem panas bumi. Metode magnetotellurik
merupakan metode pasif yang digunakan
untuk mengetahui keadaan bawah permukaan
dengan menggunakan induksi elektromagnetik
di bawah permukaan bumi. Pasif disini artinya
metode magnetotellurik menggunakan sumber
alami yaitu sumber yang berasal dari dalam Gambar 1. Peta Geologi Tasikmalaya,
bumi. Metode magnetotellurik melibatkan lingkaran hitam menunjukkan daerah
pengukuran fluktuasi medan listrik dan medan penelitian
magnet alami yang saling tegak lurus di
permukaan bumi yang digunakan untuk DASAR TEORI
mengukur nilai konduktivitas batuan di bawah
permukaan bumi dari kedalaman beberapa Sistem panas bumi tersusun atas
meter sampai kedalaman beberapa kilometer. komponen penyusun sistem panas bumi seperti
Dari pemetaan bawah permukaan ini dapat batuan pemanas (hot rock), batuan sarang
diketahui dimana letak sistem panas bumi (reservoir) dan batuan penudung (clay cap)
144
Youngster Physics Journal ISSN: 2302 - 7371
Vol. 6, No. 2, April 2017, Hal. 143- 150
serta fluida atau air. Hot rock berfungsi sebagi 125o-225oC, sedangkan sistem bersuhu tinggi
sumber panas, yang dapat berwujud tubuh memiliki suhu reservoir >225oC [4].
terobosan granit maupun bentuk-bentuk batolit
lainnya. Panas yang dihasilkan oleh Jenis Sumber Panas
pergerakan sesar aktif kadang-kadang juga
berfungsi sebagai sumber panas, seperti Terdapat dua jenis sistem panas bumi
sumber mata air panas di sepanjang jalur sesar berdasarkan sumber panasnya yaitu
aktif. Reservoir berfungsi sebagai penampung volcanogenic dan non-volcanogenic.
air yang telah terpanasi atau uap yang telah Volcanogenic system adalah sistem panas
terbentuk. Clay cap berfungsi sebagai penutup bumi yang sumber panasnya berasal dari
air panas atau uap sehingga tidak merembes ke aktivitas magma. Dan non-volcanogenic
luar. Batuan clay cap yang bersifat system adalah sistem panas bumi yang sumber
impermeabel menyebabkan batuan tersebut panasnya tidak berkaitan dengan aktivitas
tidak mudah ditembus atau dilalui baik oleh vulkanisme [5].
fluida maupun uap [2]. Sistem panas bumi di Indonesia
Terdapat berbagai klasifikasi sistem berdasarkan tatanan geologinya,
panas bumi yang diajukan oleh peneliti. dikelompokkan menjadi 3 yaitu sistem panas
Umumnya pembagian klasifikasi sistem panas bumi vulkanik, sistem panas bumi vulkano-
bumi didasarkan pada beberapa aspek seperti tektonik, dan sistem panas bumi non-vulkanik.
asal fluida, suhu fluida di reservoir dan jenis Sistem panas bumi vulkanik adalah sistem
sumber panas. panas bumi yang beraosiasi dengan gunung api
kuarter, biasanya tersusun oleh batuan
Asal Fluida vulkanik menengah (andesit-basaltis) hingga
asam dengan karakteristik temperatur
Sistem panas bumi berdasarkan asal reservoir yang tinggi (240oC – 370oC). Sistem
fluida dibagi menjadi dua yaitu cyclic system panas bumi vulkano-tektonik adalah sistem
dan storage system. Cyclic system yaitu sistem panas bumi yang berasosiasi dengan struktur
panas bumi dimana fluidanya berasal dari air graben dan kerucut vulkanik yang umumnya
meteorik yang mengalami infiltrasi dan masuk ditemukan pada daerah jalur Sesar Sumatra
jauh ke bawah permukaan, kemudian (Sesar Semangko). Sistem panas bumi non-
terpanaskan, dan bergerak naik ke permukaan vulkanik adalah sistem panas bumi yang tidak
sebagai fluida panas. Sedangkan storage berkaitan langsung dengan proses vulkanisme
system sistem panas bumi yang fluidanya dan pada umumnya berada pada jalur vulkanik
terbentuk apabila air tersimpan pada batuan kuarter [6].
dalam skala waktu geologi yang cukup lama Metode magnetotellurik (MT)
dan terpanaskan secara insitu, baik sebagai merupakan metode elektromagnetik pasif yang
fluida dalam formasi maupun sebagai air dari mengukur fluktuasi medan listrik dan medan
proses hidrasi pada mineral [3]. magnet alami yang saling tegak lurus di
permukaan bumi yang dapat digunakan untuk
Suhu Reservoir mengetahui nilai konduktivitas bawah
permukaan bumi dari kedalaman puluhan
Sistem panas bumi berdasarkan suhu meter hingga ribuan meter [7]. Pada metode
reervoirnya dibagi menjadi tiga yaitu suhu ini gelombang elektomagnetik (EM) yang
rendah, sedang (intermediate) dan tinggi. digunakan adalah gelombang elektromagnetik
Sistem bersuhu rendah memiliki temperatur alami yang berasal dari ionosfer yang
reservoir <125oC, sistem bersuhu sedang kemudian berinteraksi dengan medium yang
memiliki rentang temperatur reservoir antara memiliki nilai tahanan jenis tertentu sehingga
145
Riznia Aji Salam, dkk Pemodelan 2D sistem panas bumi ...
146
Youngster Physics Journal ISSN: 2302 - 7371
Vol. 6, No. 2, April 2017, Hal. 143- 150
Pengolahan data dilakukan melalui beberapa dapat diketahui komponen sistem panas
tahap yaitu: pre-processing, inversi 2D, buminya. Pada software ini juga dilakukan
pemodelan, dan interpretasi data. Robust processing yaitu pemrosesan statik
terhadap data magnetotellurik untuk mereduksi
data-data yang menyimpang dari pola data
utama. Data keluaran dari software ini yaitu
berformat “.MTH” untuk frekuensi tinggi dan
“.MTL” untuk frekuensi rendah. Selanjutnya
dilakukan seleksi crosspower dengan
menggunakan software MT Editor 90. Yaitu
melakukan pembersihan noise dengan
menggunakan prinsip robust processing secara
manual. Seleksi ini dilakukan supaya kurva
crosspower memiliki trend yang baik dengan
cara menempatkan bagian-bagian dari
crosspower sesuai dengan trend yang
seharusnya. Trend dari kurva ini diharapkan
dapat memperlihatkan kondisi geologi daerah
penelitian.
Setelah melakukan serangkaian
langkah dalam pre-procesing MT (Synchro
Time Series View, SSMT2000, MTEditor90),
Gambar 2. Titik pengukuran metode diperoleh kurva untuk 9 titik pengukuran. Dari
magnetotellurik ke-9 data tersebut, masing-masing kurva
memiliki kualitas yang berbeda-beda. Kriteria
dari kualitas kurva MT dilihat berdasarkan
HASIL DAN PEMBAHASAN trend dan error bar. Dalam penelitian ini
terdapat 3 kriteria dari kualitas kurva MT,
Pre-Processing yaitu Very good, Good dan Fair. Very good
merupakan kurva yang mempunyai kualitas
Pre-processing yaitu melakukan kurva yang sangat baik, yaitu memiliki trend
pengolahan data yang hasilnya akan menjadi yang sangat baik namun memiliki error bar
data masukkan dalam melakukan inversi 2D. yang kecil. Good merupakan kurva dengan
Yaitu melakukan seleksi data time series hasil kualitas baik, yaitu memiliki trend yang baik
akuisisi menggunakan software Synchro Time namun memiliki error bar yang besar. Dan
Series View sehingga didapatkan data time Fair adalah kualitas kurva yang cukup baik,
series terbaik. Kemudian dilakukan masih terlihat adanya trend dan memiliki error
transformasi Fourier menggunakan software bar yang sangat besar. Dari semua hasil kurva
SSMT 2000. Transformasi Fourier yaitu MT yang diperoleh, maka penulis dapat
mengubah data time series menjadi data mengelompokkan kurva-kurva tersebut
domain frekuensi. Karena dalam melakkan berdasarkan kriteria kualitas yang telah
interpretasi diperlukan nilai tahanan jenis dijelaskan sebelumnya. Hasilnya yaitu ada 3
terhadap kedalaman. Oleh karena itu data yang kurva yang masuk dalam kriteria kualitas
memiliki domain waktu harus kurva Very good yaitu kurva Titik 1, Titik 7
ditransfoemasikan menjadi domain frekuensi dan Titik 9. Ada 3 kurva yang dapat masuk
agar dapat memperlihatkan persebaran nilai kriteria kualitas kurva Good yaitu kurva Titik
tahanan jenis bawah permukaan sehingga 3, Titik 4 dan Titik 5. Sedangkan kurva yang
147
Riznia Aji Salam, dkk Pemodelan 2D sistem panas bumi ...
masuk dalam kriteria kualitas kurva Fair tahanan jenis untuk mengetahui batuan yang
adalah kurva Titik 2, Titik 6 dan Titik 8. menjadi penyusun komponen sistem panas
bumi.
Inversi 2D
148
Youngster Physics Journal ISSN: 2302 - 7371
Vol. 6, No. 2, April 2017, Hal. 143- 150
sedangkan jenis sumber panasnya Garut di kedalaman 1500 m – 5000 m yang tersusun
bagian Timur termasuk dalam sistem panas atas batu pasir. Batuan pemanas yang
bumi volcanogenic system karena sumber berfungsi sebagai sumber panas pada sistem
panas berasal dari aktivitas magma. Dan jika panas bumi pada daerah Garut bagian Timur
dilihat dari tatanan geologinya Garut bagian terdapat di bawah batuan sarang (reservoir)
Timur termasuk dalam sistem panas bumi yang tersusun atas batuan beku dan metamorf.
vulkanik. Selain letaknya di pegunungan,
sistem panas bumi ini tersusun oleh batuan KESIMPULAN
vulkanik menengah (andesit-basal).
Pemodelan sistem panasbumi daerah
Garut bagian Timur menunjukkan bahwa
batuan penudung (clay cap) yang mempunyai
sifat konduktif berada pada kedalaman 3000
m. Batuan reservoir terletak di kedalaman
1500 m – 5000 m. Pada batuan reservoir
terjadi perpindahan panas secara konduksi dan
konveksi yang menghasilkan fluida panas
yang kemudian bergerak naik ke permukaan
melalui rekahan-rekahan batuan membentuk
manifestasi panas bumi yaitu manifestasi mata
Gambar 5. Konseptual model sistem panas
air panas. Di bawah batuan reservoir
bumi Garut bagian Timur
dinterpretasikan sebagai batuan pemanas (hot
rocks). Pada pemodelan ini juga terdapat
Pada Gambar 5 menunjukkan bahwa
adanya sesar yang berfungsi sebagai zona
terjadinya perpindahan panas secara konduksi
permeabel jalur keluarnya air panas ke
dan konveksi. Perpindahan panas secara
permukaan dan menghasilkan manifestasi
konduksi terjadi antara hot rock dengan
panas bumi. Berdasarkan nilai tahanan
reservoir, sedangkan perpindahan panas secara
jenisnya, batuan penudung (clay cap) daerah
konveksi terjadi antara reservoir yang
Garut bagian Timur tersusun atas batuan
terpanaskan dengan fluida di dalamnya. Fluida
breksi, tufa dan batuan lempung. Sedangkan
yang berada di dalam reservoir merupakan air
batuan reservoir tersusun atas batu pasir, dan
meteorik yang berasal dari permukaan. Dari
batuan pemanas (hot rock) tersusun atas
perpindahan panas tersebut menghasilkan air
batuan beku dan metamorf.
panas dan uap yang kemudian muncul di
permukaan sebagai manifestasi panas bumi
DAFTAR PUSTAKA
melalui sesar.
[1] Tambunan, F. A. (2002) Penafsiran
Clay cap merupakan penutup pada
Data Geokimia Untuk Potensi Sumber
zona impermeabel yang umumnya berupa
Panas Bumi Di Daerah Gunung Telaga
batuan yang bersifat kedap air dan tidak
Bodas, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa
memiliki rongga seperti batu lempung. Pada
Barat, Departemen Energi Dan
daerah Garut bagian Timur, batuan penudung
Sumberdaya Mineral Direkrorat
yang tersusun atas batu lempung berada di
Inventarisasi Sumberdaya Mineral,
kedalaman 3000 m. Reservoir merupakan
Bandung.
daerah lapisan bawah permukaan yang
[2] Broto, S., dan Triadi, P, T. (2011)
memiliki batuan yang bersifat permeabel dan
Aplikasi Metode Geomagnet Dalam
tersekat oleh batuan penudung. Pada daerah
Eksplorasi Panasbumi, Teknik, Vol. 32,
Garut bagian Timur, batuan reservoir terdapat
Hal. 80.
149
Riznia Aji Salam, dkk Pemodelan 2D sistem panas bumi ...
[3] Ellis, A., J, dan Mahon, W. A. (1977) Second Edition, Cambridge University
Chemistry and geothermal systems, Press
Academic Press, New York. [10] Naidu, G. D. (2012) Deep Crustal of the
[4] Hochstein, M. P., dan Browne, P., L Son-Narmada-Tapti Lineament, Hal. 13-
(2000) Encyclopedia of Volcanoes: 35, Springer Verlag Berlin Heidelberg,
Surface Manifestations of Geothermal India.
Systems with Volcanic Heat Sources, [11] Xiao, W., 2004, Magnetotelluric
Geothermal Institute, University of Exploration in the Rocky Mountain
Auckland Foothills, Departemen of Physics,
[5] Nicholson, K. (1993) Geothermal University of Alberta, Alberta.
Fluids: Chemistry and Exploration [12] Cantwell, T. (1960) Detection and
Techniques, The Robert Gordon Analysis of Low Frequency
University, Aberdeen, Scotland. Magnetotelluric Signals, Massachusets
[6] Kasbani (2009) Tipe Sitem Panasbumi di Institute of Technology, Massachusets.
Indonesia dan Estimasi Potensi [13] Ussher, G., Harvey, C., Johnstone, R.,
Energinya, Kolokium Sumber Daya dan Anderson, E. (2000) Understanding
Geologi Vol. 4 No. 3. Resistivity Observed in Geothermal
[7] Simpson, F., dan Bahr, K. (2005) System, Proceeding World Geothermal
Practical Magnetotelluric, Cambridge Congress, Kyushu – Tohoku, Japan, Hal.
University Pers, United kingdom. 1915 – 1920.
[8] Agung, L. (2009) Pemodelan Sistem [14] Palacky, G. J. (1987) Resistivity
Geothermal Dengan Menggunakan Characteristic of Geologic Targets, in
Metode Magnetotelurik di Daerah Electromagnetic Methods in Applied
Tawau, Sabah, Malaysia, Universitas Geophysics, Theory, Vol. 1, SEG
Indonesia, Depok. Publishing.
[9] Telford, W. M., Geldart, L. P., dan
Sheriff, R. E. (2004) Applied Geophysics
150