0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan72 halaman

Dasar Arduino

Dokumen ini menjelaskan dasar-dasar pemrograman Arduino menggunakan bahasa C, termasuk struktur dasar program, sintaks, tipe data, dan perintah untuk pengaturan pin digital dan analog. Terdapat juga penjelasan tentang percabangan, perulangan, dan pengaturan waktu dalam pemrograman Arduino. Contoh kode disertakan untuk memperjelas penggunaan berbagai perintah dan fungsi dalam Arduino.

Diunggah oleh

satadeltgd
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan72 halaman

Dasar Arduino

Dokumen ini menjelaskan dasar-dasar pemrograman Arduino menggunakan bahasa C, termasuk struktur dasar program, sintaks, tipe data, dan perintah untuk pengaturan pin digital dan analog. Terdapat juga penjelasan tentang percabangan, perulangan, dan pengaturan waktu dalam pemrograman Arduino. Contoh kode disertakan untuk memperjelas penggunaan berbagai perintah dan fungsi dalam Arduino.

Diunggah oleh

satadeltgd
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

HERMANSYAH TAMPUBOLON

Dasar Arduino
Pengenalan Pemrograman Bahasa C Arduino

Arduino memiliki bahasa pemrograman yang baku untuk menjalankan fungsi


sederhana menggunakan bahasa pemrograman C. Yaitu bahasa tingkat tinggi
yang sangat populer dan banyak digunakan para programmer profesional.
Secara umum, ada tiga tahapan yang harus kamu lakukan hingga
program atau sketch-mu bisa dijalankan di Arduino. Tahapan tersebut
antara lain:
• Menulis program
• Meng-compile program
• Meng-upload program
Singkatnya, suatu program bisa dijalankan pada papan sirkuit Arduino
ketika telah selesai ditulis, di-compile, dan di-upload ke papan Arduino
dengan menggunakan software Arduino IDE.
Struktur Dasar Program Arduino
void setup( )
{
pernyataan;
}

void loop( )
{
pernyataan;
}
1. void setup()

Fungsi void setup pada Arduino adalah


sebagai bentuk inisialisasi atau void setup()
pengenalan dalam program Arduino dan {
hanya dieksekusi sekali sejak program pinMode(13,OUTPUT);
dijalankan. }
Keterangan:

Dalam perintah tersebut terdapat pernyataan atau statement yang berisi penginisialisasian
pin 13 sebagai pin output atau keluaran
2. void loop()

Setelah void setup() dijalankan, void loop()


selanjutnya program akan menjalankan {
fungsi void loop(). digitalWrite(13, HIGH);
Fungsi ini akan dieksekusi terus-menerus delay(1000);
secara berurutan hingga program berhenti }
dijalankan
Syntax Arduino
Secara umum, syntax atau sintaks dikenal sebagai seperangkat aturan tata bahasa pada
kata atau klausa dalam membentuk kalimat.

Sedangkan dalam bahasa pemrograman, sintaks diartikan sebagai suatu aturan dalam
penulisan kode program agar kode tersebut bisa dimengerti komputer.
Beberapa sintaks dasar pemrograman Arduino Uno antara lain:
1. Titik Koma (Semicolon)

Tanda titik koma adalah syntax wajib dalam


pemrograman Arduino. Biasanya sintaks ini int x = 13;
ditempatkan pada akhir pernyataan. Contohnya
seperti berikut ini:
2. Kurung Kurawal (Curly Braces)

Kurung kurawal berfungsi untuk mendefinisikan awal dan akhir dari


sebuah blok fungsi. Contohnya bisa kamu lihat di bawah ini:

void loop()
{
isi program
}
3. #define
Fungsi define pada Arduino yaitu memungkinkan programmer dalam memberi nama
untuk nilai konstan sebelum program dapat dikompilasi.

Keterangan:
#define ledPin 3
ledPin = variabel yang digunakan
3 = nilai(value) atau pin yang sedang digunakan
4. #include
Fungsi include pada Arduino yaitu untuk memasukkan library ke dalam sketch.
Dimana fungsi library Arduino sendiri adalah memudahkan pengguna dalam
melakukan pengodingan.
#include <OneWire.h>
5. Komentar

Sintaks komentar pada program Arduino adalah sintaks yang berfungsi menambah
keterangan pada program yang dibuat.
Sehingga kata atau kalimat yang diberi sintaks komentar tak akan terbaca
oleh compiler. Setidaknya ada dua macam sintaks komentar yang perlu kamu tahu,
yaitu:
a. Sintaks komentar satu baris

Untuk membuat komentar yang hanya menggunakan satu baris saja, kamu
bisa menggunakan sintaks garis miring dua kali “//”. Contoh penggunaan
sintaksnya seperti ini.

// isi komentar
b. Sintaks komentar lebih dari satu baris
Untuk membuat komentar yang jumlahnya barisnya lebih dari satu, kamu
harus menggunakan sintaks dua garis miring dan bintang.

Dimana komentar yang ingin dimasukkan berada di tengah. Berikut contoh


penggunaannya:

/* isi komentar */
Tipe Data Bahasa C Arduino
Variabel Arduino

Variabel dalam bahasa program Arduino bisa didefinisikan sebagai suatu


wadah untuk menyimpan atau menampung data.

Kita dibebaskan memilih nama variabel yang diinginkan, asalkan sesuai


dengan ketentuan berikut:
• Tidak menggunakan spasi
• Maksimal 32 karakter
• Tidak menggunakan istilah baku dalam bahasa C Arduino
int data = 2;
Nilai Konstan Dalam Pemrograman Arduino
If(c==TRUE);
1. TRUE/FALSE
{
perintah;
}
2. HIGH/LOW digitalWrite(13, HIGH);
digitalWrite(13, LOW);

3. INPUT/OUTPUT pinMode(13, OUTPUT);


Perintah Pin Digital I/O Arduino
Ada tiga macam perintah yang biasa digunakan untuk mengatur pin digital
input/output dalam pemrograman Arduino, yaitu terdiri atas:

1. pinMode(pin, mode)
Apa itu pinMode()? Yaitu suatu perintah yang biasa ditemukan pada block void
setup(). Fungsi pinMode() pada Arduino adalah untuk memperjelas apakah suatu
pin digunakan sebagai INPUT atau OUTPUT.
Keterangan:
3 = nomor pin yang ingin dikonfigurasi
pinMode(3, INPUT); INPUT = mode yang digunakan
2. digitalRead(pin)
Penggunaan perintah ini bertujuan untuk membaca nilai pin digital yang
dikehendaki lalu menyimpannya dalam suatu variabel. Berikut contoh
penulisannya.
Keterangan:
Baca = digitalRead(8);
Baca = nama variabel yang menyimpan data hasil
pembacaan
8 = nomor pin digital yang digunakan
3. digitalWrite(pin, value)

Apa itu digitalWrite pada Arduino? yaitu suatu perintah untuk menuliskan suatu
nilai pada pin digital.

Lengkapnya, fungsi digitalWrite() pada Arduino adalah untuk menentukan nilai


logika awal pada suatu pin. Apakah ia LOW atau HIGH. Lihat contoh
penulisannya di bawah ini.
Keterangan:
digitalWrite(9,HIGH);
9 = nomor pin digital yang digunakan
HIGH = kondisi yang diinginkan
Perintah Pin Analog I/O Arduino

Berbeda dengan pin digital, pin analog hanya memiliki dua jenis perintah yang sering
digunakan. Ini karena pin analog tak membutuhkan perintah penginisialisasian dengan
pinMode().

Berikut ini adalah dua macam perintah pada pin analog yang sering digunakan
1. analogRead(pin)
Fungsi analogRead() pada Arduino yaitu untuk membaca data dari pin
analog kemudian disimpan dalam suatu variabel.

Dimana data hasil pembacaan tersebut berupa nilai integer dengan kisaran 0
sampai 1023. Berikut contoh penulisannya.
Keterangan:
Baca = analogRead(A0); Baca = nama variabel tempat menampung data hasil pembacaan
A0 = nama pin analog yang digunakan (A0 sampai A6)
2. analogWrite(pin, value)

Perintah ini berfungsi untuk mengirimkan nilai analog dengan metode PWM
(Pulse Width Modulation) pada pin khusus yang berlabel PWM, yaitu pin 3, 5,
6, 9, 10, dan 11. Pin PWM biasanya ditandai dengan adanya tanda tilde (~) di
depan atau di atas nama pin.

Adapun untuk nilai yang biasa digunakan dalam PWM, yaitu mulai dari 0
sampai 255. Jadi, kamu bisa mengatur frekuensi PWM dari nilai tersebut.
Contoh penulisan analogWrite() yang benar seperti pada contoh di bawah ini.
analogWrite(5,100);

Keterangan:

5 = nama pin analog yang digunakan


100 = nilai PWM yang digunakan
Pengujian Kondisi dalam Percabangan Program Arduino

1. if
Perintah ini digunakan apabila hanya ada satu pernyataan yang ingin
dieksekusi. Jadi apabila kondisinya memenuhi maka pernyataan akan
dieksekusi.
Contohnya seperti ini:
if(kondisi){
pernyataan/perintah; if(x==6) {
} a=a+5;
}
2. if ... else
Berbeda dengan if, perintah if ... else digunakan apabila ada dua pilihan
pernyataan yang ingin dieksekusi.

Apabila kondisinya terpenuhi, maka perintah yang ada di dalam if akan


dieksekusi. Dan jika tidak, maka pernyataan di dalam else-lah yang akan
dieksekusi. Bentuk format penulisannya yaitu:
if(kondisi){ Contoh program if else Arduino bisa kamu
pernyataan / perintah 1 lihat di bawah ini:
}
else { if(x==1) {
pernyataan / perintah 2 a=1;
} }
else {
a=0;
}
3. if ... else if
Perbedaan perintah if ... else if dengan perintah if lainnya yaitu dapat melakukan
pengujian lebih dari satu kondisi.

Itulah alasan mengapa perintah ini sering kali disebut dengan


perintah if bertingkat Arduino. Contoh format penulisannya yaitu seperti di bawah
ini:
if(kondisi1){ Contohnya seperti ini:
pernyataan / perintah 1 if(x==1) {
} a=1;
else if(kondisi2){ }
pernyataan / perintah 2 else if(x==2){
} a=2;
else if(kondisi ke-n){ }
pernyataan / perintah ke-n else if(x==3){
} a=3;
}
4. switch case
Perintah ini digunakan untuk memilih pernyataan yang benar berdasarkan kondisi yang
ada. Berbeda dengan perintah if, perintah switch case menggunakan nilai variabel untuk
pengujiannya.

Apabila nilai variabel memenuhi syarat salah satu dari case, maka ia akan mengeksekusi
pernyataan di dalam case tersebut. Dan apabila tak ada nilai variabel yang cocok dari
salah satu case, maka secara otomatis yang dieksekusi adalah
pernyataan/perintah default.

Struktur penulisan switch case pada Arduino IDE yaitu sebagai berikut:
witch(variabel){ Contoh program switch case Arduino bisa
case 1 : pernyataan/perintah 1 kamu lihat di bawah ini:
break; switch(a){
case 2 : pernyataan/perintah 2 case 1 : digitalWrite(pin1,HIGH)
break; break;
case n : pernyataan/perintah n case 2 : digitalWrite(pin2,HIGH)
break; break;
default : pernyataan/perintah default case 3 : digitalWrite(pin3,HIGH)
} break;
default : digitalWrite(pin4,LOW)
}
Perulangan dalam Pemrograman Arduino

Dalam program Arduino juga sering dikenal ada istilah perulangan. Yaitu
suatu perintah yang memungkinkan kita untuk mengeksekusi suatu
pernyataan berdasarkan acuan nilai yang mengalami perulangan.
1. while()
Fungsi while pada Arduino yakni memungkinkan terjadinya perulangan tak
terbatas selama kondisi di dalamnya terpenuhi. Format penulisannya seperti
ini:
while(kondisi){ Contohnya seperti ini:
//pernyataan/perintah while(a<100){
} a++;
Keterangan: }

Program akan terus melakukan perulangan hingga nilai a mencapai angka 100.
2. do ... while()
Perintah ini berfungsi untuk mengeksekusi suatu pernyataan atau perintah lalu
melihat kondisi di dalam while.

Apabila kondisinya sesuai maka pernyataan akan dieksekusi kembali. Dan jika
tidak maka pernyataan tak akan dieksekusi. Format penulisannya yaitu:
do{ Contoh program do while Arduino seperti
pernyataan/perintah ini:
} do{
while(kondisi); a++;
}
while(a<100);

Keterangan:

Perulangan pertambahan nilai a dengan 1 akan terus berlangsung hingga nilai a mencapai angka 100.
3. for()
Fungsi for pada Arduino yaitu untuk melakukan perulangan yang sifatnya
terbatas. Dalam perintah for wajib disertakan nilai awal, kondisi, dan
penambahan (increment) atau pengurangan (decrement).

Untuk pengulangan yang merubah nilai awal ke angka yang lebih besar,
menggunakan operator ++.

Sedangkan untuk mengubah nilainya ke angka yang lebih kecil, maka


menggunakan operator --. Penggunaan format for yang benar pada Arduino
adalah sebagai berikut:
for(nilai awal; kondisi; Contohnya seperti ini :
penambahan/pengurangan){
pernyataan/perintah; for(a=0;a<=100;a++){
} [Link](a);
}

Keterangan:

Hasil program tersebut akan menampilkan nilai a dari 0 sampai 100.


4. goto
Perintah ini biasanya digunakan untuk melompat secara langsung atau menuju
perintah yang telah diberi label. Format penulisan perintah yang telah dilabeli
seperti ini.

Nama label: perintah/pernyataan


Dan untuk memanggil atau menjalankan perintah di label menggunakan perintah
ini.

goto nama label;


Misalkan saya ingin membuat perintah menyalakan lampu di pin 1 dengan nama
label “nyala”, maka kamu harus mengetikkan perintah ini.

nyala: digitalWrite(pin 1, HIGH);

Sedangkan untuk pemanggilannya menggunakan perintah ini.

goto nyala;
5. return
Fungsi return pada Arduino adalah untuk memberikan nilai balik dari suatu fungsi.
Lihat contoh fungsi return Arduino di bawah ini:
int data(){
if(analogRead(A0)>100){
return 1;
else
return 0;
}
}
6. continue
Perintah continue umumnya digunakan untuk melewati perulangan yang tersisa
dari struktur looping. Baik itu do, for, maupun while.

Berikut ini adalah contoh penggunaan perintah continue pada perulangan for.
for(nilai awal; kondisi; penambahan/pengurangan){
pernyataan/perintah 1
if(kondisi 2){
continue;
}
pernyataan/perintah 2
}
Contoh program bahasa C Arduino tentang continue bisa kamu lihat di
bawah ini:
for(b=1,; b<=10; b++){ Keterangan:
digitalWrite(pin 1, HIGH);
Pada saat program dijalankan, maka nilai b
if(b==5){ yang awalnya 1 akan terus bertambah hingga
continue; mencapai angka 10.
}
digitalWrite(pin 2, HIGH); Tetapi pada saat nilai b mencapai 5, maka kode
delay(100); program yang ada di bawah continue; akan
} dilewati dan akhirnya berlanjut ke perulangan 6.
Begitu seterusnya.
7. break
Sederhananya, fungsi break pada Arduino adalah memaksa sebuah perulangan
berhenti sebelum waktunya. Baik itu dalam perulangan for, while, maupun do ...
while.

Sehingga dapat dikatakan bahwa penggunaan perintah break adalah salah satu
cara menghentikan looping Arduino. Berikut contoh format penulisan
perintah break benar.
for(nilai awal; kondisi; Contoh programnya seperti ini:
penambahan/pengurangan){
pernyataan/perintah for(c=1,; c<=10; c++){
if(kondisi 2){ digitalWrite(pin 1, HIGH);
break; if(c==8){
} break;
} }
}
Keterangan:

Saat program di atas dijalankan, maka nilai c yang awalnya 1 akan terus
bertambah hingga mencapai angka 10.

Tetapi pada saat nilai c mencapai 8, program akan berhenti secara otomatis.

Jadi kalau ada yang bertanya bagaimana cara stop program Arduino? maka
inilah caranya. Yaitu menggunakan perintah break.
Format Ekspresi Bilangan Arduino
Dalam pemrograman Arduino, suatu bilangan dapat diekspresikan dalam beberapa format, yaitu sebagai
berikut:

1. Biner
Biasanya ditulis dengan awalan huruf ‘0b’. Contoh: 0b11110010

2. Desimal
Biasa ditulis tanpa awalan. Contoh: 435

3. Oktal
Umumnya ditulis dengan awalan ‘0’. Contoh: 0753

4. Heksadesimal
Biasanya diawali dengan ‘0x’. Contoh: 0x5A
Pengaturan Waktu (Time) Arduino
Ada tiga perintah yang biasa digunakan dalam pemrograman Arduino untuk
mengatur waktu, yaitu:

1. millis()
Fungsi milis pada Arduino yaitu menghasilkan nilai waktu dalam satuan milidetik
sejak program Arduino dijalankan. Namun setelah 50 hari dijalankan, nilainya
akan kembali lagi ke nol.

Tipe data yang sering digunakan untuk perintah ini adalah unsigned long.
Format penulisannya seperti berikut ini:
variabel = millis();
Contoh program milis Arduino seperti ini.
unsigned long waktu;
void setup(){
[Link](“Milidetik: “);
waktu = millis();
[Link](waktu);
}
2. micros()
Perintah ini berfungsi untuk menghasilkan nilai waktu dalam satuan mikrodetik sejak
program mulai dijalankan. Nilai akan kembali lagi ke nol apabila telah mencapai 70
menit. Format penulisannya seperti di bawah ini:
variabel = micros();
Contoh program Arduino sederhana tentang penggunaan perintah micros() yaitu
sebagai berikut: unsigned long waktu;
void setup(){
[Link](“Mikrodetik : “);
waktu = micros();
[Link](waktu);
}
3. delay()
Apa fungsi delay pada Arduino IDE? Yaitu untuk memberikan tambahan waktu atau
penundaan dalam satuan milidetik sebelum mengeksekusi program pada baris selanjutnya.

Adapun untuk waktu penundaannya menyesuaikan dengan nilai yang dimasukkan ke


perintah. Contohnya seperti ini:

delay(1000); Keterangan:

Perintah tersebut berfungsi untuk memberikan jeda pada


program selama 1000 milidetik atau setara dengan 1
detik.
4. delayMicroseconds()
Sama seperti poin sebelumnya, perintah ini juga berfungsi untuk memberikan jeda waktu.
Hanya saja, jeda yang diberikan dalam satuan mikrodetik.

Dimana 1 juta mikrodetik setara dengan 1 detik. Jadi, sangat tidak disarankan menggunakan
perintah ini bila ingin berpatokan pada satuan detik. Berikut contoh penulisan perintah yang
benar.
Keterangan:
delayMicrosecond(300);
Perintah tersebut berfungsi untuk menjeda
program selama 300 mikrodetik atau setara
dengan 0,0003 detik.
Operator Aritmetika Arduino
Bagi orang yang masih pemula, kadang kesulitan untuk memasukkan rumus ke
dalam program Arduino.

Padahal memasukkan rumus tak sesulit yang dibayangkan. Karena operator yang
digunakan hampir sama dengan operator yang sering kita gunakan pada rumus
matematika pada umumnya.

Berikut ini adalah tabel tentang jenis operator yang sering digunakan dalam
penulisan rumus pada program Arduino.
Akar di Arduino
Untuk mencari nilai akar kuadrat dari suatu bilangan, kamu bisa menggunakan
perintah sqrt(). Bentuk format penulisannya yaitu:

variabel penampung hasil= sqrt(bilangan);


Pangkat di Arduino
Dalam bahasa pemograman Arduino, kamu juga bisa mencari nilai pangkat dari
suatu bilangan. Dalam hal ini kamu bisa menggunakan fungsi pow(). Bentuk
penulisannya yaitu:

variabel penampung hasil = pow(bilangan,


pangkat);
Operator Perbandingan Arduino
Dalam pemrograman Arduino juga terdapat
operator perbandingan. Yaitu operator yang
fungsinya membandingkan dua variabel dan akan
bernilai 1 atau TRUE jika kondisinya terpenuhi.

Beberapa operator perbandingan yang biasa


digunakan antara lain:
Operator Boolean di Arduino
Untuk kamu yang belum paham apa
itu boolean, jadi boolean itu adalah sejenis tipe
data yang hanya memiliki dua nilai. Yaitu benar
atau salah, 1 atau 0, serta TRUE atau FALSE.
Operator Bitwise di Arduino
Operator bitwise adalah operator yang
digunakan untuk memanipulasi data
bertipe bit dari tipe data integer atau byte.
Macam-macam operator bitwise yang
umum digunakan yaitu:
Perintah Gabungan Dalam
Pemrograman Arduino
Dalam pemrograman Arduino ada juga
yang disebut perintah gabungan. Yaitu
perintah yang penulisannya dipersingkat
agar bisa lebih simpel dalam penulisannya.
Komunikasi Serial Arduino
Pada dasarnya, komunikasi serial adalah komunikasi dua arah yang
melibatkan transmitter dan receiver.
Pada Arduino sendiri, transmitter dan receiver-nya sudah tersedia di pin Rx dan Tx
maupun pada USB.

Umumnya, komunikasi serial digunakan untuk menampilkan data hasil


perhitungan Arduino di serial monitor.

Apa itu serial monitor pada Arduino IDE? Yaitu suatu fasilitas untuk mengontrol
dan memonitoring apa yang sedang terjadi di papan Arduino melalui komputer.
1. [Link]()
Mungkin kamu pernah mendengar pertanyaan apa itu serial begin 9600?

Sebenarnya ini adalah suatu perintah untuk mengaktifkan komunikasi serial


dengan nilai baudrate atau kecepatan transmisi sebesar 9600 bps .Untuk
penulisan perintahnya seperti ini:

[Link](9600);
2. [Link]()
Apa itu [Link]? yaitu suatu perintah yang berfungsi untuk menampilkan
data di serial monitor untuk satu baris saja.

Jadi, data akan terus bermunculan hanya pada satu baris di serial monitor.
Berikut ini contoh penulisan [Link]() yang benar dalam program:

[Link](Tampil);
3. [Link]()
Perintah ini kira-kira fungsinya hampir sama dengan [Link](). Hanya saja, data
yang ditampilkan akan terus bermunculan ke bawah.

Jadi data yang muncul tak berada dalam satu baris saja.

Ini karena setiap selesai menampilkan data, secara otomatis program akan
memberi perintah enter atau pindah ke baris berikutnya. Contoh penulisannya
seperti berikut ini:
[Link](Muncul);
Eksternal Interrupt Arduino
Salah satu jenis pin yang dimiliki oleh Arduino adalah pin Interrupt. Pin ini
berfungsi sebagai pemicu untuk meminta perhatian dari prosesor sebagai
tanggapan bahwa adanya kekeliruan di dalam program yang dijalankan.

Kira-kira prinsip kerjanya sama seperti melakukan interupsi pada saat rapat
berlangsung.

Jadi saat pin ini bernilai HIGH, maka perintah yang sedang berjalan akan
dihentikan sementara dan perintah pada pin Interrupt akan dijalankan.
Jumlah pin interrupt pada beberapa jenis Arduino berbeda. Kamu bisa lihat
pada tabel berikut ini.
Adapun untuk format perintahnya sebagai berikut:
attachInterrupt (digitalPinToInterrupt (pin), fungsi, mode);
Keterangan:

Pin = nomor pin interrupt yang digunakan


Fungsi = fungsi yang akan dieksekusi
Mode = mode deteksi pin apa yang digunakan

Mode yang bisa digunakan ada empat, yaitu:


• LOW, yaitu interrrupt akan dieksekusi terus menerus selama pin membaca logika LOW
• RISING, yaitu interrupt akan dieksekusi jika terjadi perubahan nilai pembacaan dari LOW ke HIGH (dieksekusi satu
kali saat terjadi perubahan)
• CHANGE, yaitu interrupt akan dieksekusi bila terjadi perubahan pada nilai yang dibaca. Baik dari HIGH ke LOW
maupun dari LOW ke HIGH. (dieksekusi satu kali saat terjadi perubahan).
• FALLING, yaitu interrupt akan dieksekusi jika terjadi perubahan nilai pembacaan dari HIGH ke LOW. (dieksekusi
satu kali saat terjadi perubahan).
Contoh source code Arduino tentang interupsi eksternal bisa kamu lihat di bawah ini:
void setup(){ void loop(){
[Link](9600); [Link]("Tes kode 1");
pinMode(2, INPUT_PULLUP); delay(1000);
attachInterrupt(digitalPinToInterrupt(2), sisip,
[Link]("Tes kode 2");
FALLING);
} delay(1000);
[Link]("Tes kode 3");
void sisip(){ delay(1000);
[Link]("Tombol Ditekan"); [Link]("Tes kode 4");
delay(1000); delay(1000);
} }
Keterangan :

Jika kode di atas dijalankan, maka di serial monitor akan muncul


tulisan “Tes Kode 1” sampai “Tes Kode 4” secara berurutan dengan
jeda 1 detik.

Namun ketika button yang terhubung dengan pin 2 ditekan maka di


serial monitor akan muncul kata “Tombol Ditekan”.
Nilai Maksimum dan Minimum Pada Arduino
1. min(x, y)
Fungsi perintah ini adalah untuk membandingkan dua variabel dan akan
mengembalikan nilai yang paling kecil lalu menyimpannya dalam suatu
variabel. Format penulisannya yaitu:
Keterangan:
baca = min(x, y);
baca = variabel penampung
x = variabel 1
y = variabel 2
2. max(x, y)
Perintah ini berfungsi untuk membandingkan dua nilai variabel lalu
mengembalikan nilai terbesar. Bisa dikatakan bahwa perintah ini adalah kebalikan
dari perintah min(x, y). Format penulisannya yaitu:

baca = max(x, y); Keterangan:

baca = variabel penampung


x = variabel 1
y = variabel 2
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai