HERMANSYAH TAMPUBOLON
Arduino
Arduino adalah terobosan baru dalam dunia microcontroller. Saat ini sudah banyak
project Electronics & Robotics yang berbasis Arduino. Hal ini terjadi karena Arduino memiliki
banyak sekali kemudahan dan mempunyai fleksibilitas yang tinggi baik dari segi software
maupun hardwarenya.
Arduino adalah Mikrokontroller single-board yang bersifat open-source, diturunkan dari Wiring
platform, mempunyai fleksibilitas yang tinggi baik dari segi software maupun hardware untuk
memudahkan Rancang bangun elektronik dalam berbagai bidang.
Arduino menggunakan IC ATMega sebagai IC program dan softwarenya memiliki bahasa
pemrograman sendiri yang sering disebut bahasa processing. Bahasa ini sangat mirip dengan
bahasa C, namun penulisannya mendekati bahasa manusia.
Arduino menjadi Platform mikrokontroller paling populer di dunia saat ini. Kemudahan
mempelajari dan mengaplikasikan arduino menjadikannya pilihan bagi pemula maupun mastah
robotika dan elektronika. Selain Arduino, ada pula beberapa jenis Mikrokontroller alternatif yang
memiliki spesifikasi mumpuni, bahkan melebihi arduino, misalnya saja STM Bluephill.
Sejarah Arduino
Arduino semula hanyalah karya Thesis seorang mahasiswa
kebangsaan Kolombia bernama Hernando Barragan di
universitas Ivrea di Italia. Judul thesis tersebut adalah
“Arduino-La rivoluzione dell’open hardware” (“Arduino –
Revolusi Open Hardware”).
Pada tahun 2005, Thesis Tersebut dikembangkan Oleh Massimo Banzi dan David Cuartielles dan diberi
nama Arduino yang dalam bahasa italia berarti “teman yang berani”.
Pada awalnya tujuan dikembangkannya arduino oleh mereka adalah membuat sebuah perangkat
mikrokontroller yang murah, fleksibel, dan mudah dipelajari siapa saja bahkan orang yang awam sekalipun.
Saat ini tim pengembang Arduino adalah Massimo Banzi, David Cuartielles, Tom Igoe, Gianluca
Martino, David Mellis, dan Nicholas Zambetti. Mereka mengupayakan 4 hal dalam Arduino
ini, yaitu :
• Harga yang terjangkau
• Dapat dijalankan diberbagai sistem operasi, Windows, Linux, Max, dan sebagainya.
• Sederhana dalam segi Software maupun Hardware sehingga mudah dipelajari bahkan oleh
orang awam
• Open Source, hardware maupun software.
Kelebihan Arduino
1. Murah
Board Arduino biasanya dijual relatif murah (antara 100 ribu hingga 400 ribu rupiah saja). Sekarang arduino
juga banyak tersedia versi kloningan (tiruan) dengan harga yang lebih murah dari versi Originalnya yang
merupakan pabrikan Italia .
2. Sederhana dan mudah pemrogramannya
Bahasa pemograman Arduino sangat Fleksibel karena hamper mendekati bahasa manusia. Tentunya sangat
mudah memahami algoritma Program bagi pemula maupun tingkat lanjut.
3. Software Open Source
Perangkat lunak Arduino IDE berbasis Open Source, dan dan dapat dikembangkan pemrograman lebih lanjut.
Bahasanya bisa dikembangkan lebih lanjut melalui pustaka-pustaka C++ yang berbasis pada Bahasa C untuk
AVR.
4. Hardware Open Source
Perangkat keras Arduino berbasis mikrokontroler ATMega8, ATMega168, ATMega328 dan ATMega1280 dan
ATMega 2650. Dengan demikian sangat mudah membuat dan menjual board Arduino. Bootloader Arduino
juga tersedia langsung dari perangkat lunak Arduino IDE.
Jenis Jenis Arduino Arduino adalah jenis yang paling banyak
digunakan. Terutama untuk pemula sangat
disarankan untuk menggunakan Arduino Uno
karena banyak sekali referensi yang membahas
Arduino Uno.
Versi yang terakhir adalah Arduino Uno R3 (Revisi
3), menggunakan ATMEGA328 sebagai
Microcontrollernya, memiliki 14 pin I/O digital dan 6
pin input analog. Untuk pemograman cukup
Arduino Uno
menggunakan koneksi USB type A to To type B.
Arduino Due
Berbeda dengan Arduino Uno, Arduino Due tidak
menggunakan ATMEGA, melainkan dengan chip
yang lebih tinggi ARM Cortex CPU. Memiliki 54 I/O
pin digital dan 12 pin input analog. Untuk
pemogramannya menggunakan Micro USB, terdapat
pada beberapa SmartPhone
Arduino Mega
Arduino Mega 2560 adalah Board
pengembangan mikrokontroller yang
berbasis Arduino dengan menggunakan
chip ATmega2560. Board ini memiliki pin
I/O yang cukup banyak, sejumlah 54 buah
digital I/O pin (15 pin diantaranya adalah
PWM), 16 pin analog input, 4 pin UART
(serial port hardware).
Arduino Leonardo
Arduino Leonardo adalah mikrokontroler berbasis
ATmega32u4. Arduino Leonardo memiliki 20 digital
pin input/output (yang mana 7 pin dapat digunakan
sebagai output PWM dan 12 pin sebagai input
analog), 16 MHz kristal osilator, koneksi micro USB,
jack power suplai tegangan, header ICSP, dan tombol
reset.
Arduino Nano
Arduino Nano adalah Versi mini dari Arduino
[Link] bentuknya yang ringkas maka
konsekuensinya adalah membuang beberapa
komponen penting diantaranya jack DC dan Socket
USB tipe B diganti dengan MikroUSB.
Arduino Mini
Versi Arduino mini merupakan versi yang lebih
sederhana dari arduino nano. Pada board arduino
mini tidak tersedia lagi mikroUSB untuk
mendownload program, artinya kita harus
menggunakan Downloader Eksternal.
Arduino Micro
Arduino mikro memiliki fisik yang sama dengan
Arduino nano namun lebih panjang.
Perbedaannya dengan Arduino nano adalah
jumlah pin yang lebih banyak, yaitu 20 pin I/O
digital dan 12 pin analog.
Arduino Ethernet
Arduino Ethernet memungkinkan koneksi
Jaringan LAN antara Board dengan
komputer. Arduino Ethernet memiliki fungsi
yang sama dengan Arduino yang lainnya.
TERIMA KASIH