0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan8 halaman

Modul Software Shot Plus

SHOT plus-I adalah perangkat lunak dari Orica Mining Service yang digunakan untuk desain dan analisis peledakan, terintegrasi dengan detonator elektronik I-KON TM. Perangkat ini membantu dalam membentuk pola peledakan, menentukan parameter pengeisian, mencatat rencana inisiasi, dan mensimulasi urutan perwaktuan. PT. UPR MINERALINDO menggunakan software ini untuk merancang rangkaian peledakan dengan spesifikasi tertentu dan langkah-langkah yang jelas dalam penggunaannya.

Diunggah oleh

Mila Hapsari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan8 halaman

Modul Software Shot Plus

SHOT plus-I adalah perangkat lunak dari Orica Mining Service yang digunakan untuk desain dan analisis peledakan, terintegrasi dengan detonator elektronik I-KON TM. Perangkat ini membantu dalam membentuk pola peledakan, menentukan parameter pengeisian, mencatat rencana inisiasi, dan mensimulasi urutan perwaktuan. PT. UPR MINERALINDO menggunakan software ini untuk merancang rangkaian peledakan dengan spesifikasi tertentu dan langkah-langkah yang jelas dalam penggunaannya.

Diunggah oleh

Mila Hapsari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL SOFTWARE SHOT plus-I

SHOT plus-I merupakan perangkat lunak keluaran dari Orica Mining Service yang
berguna untuk mendesain, analisis dan optimalisasi tingkat lanjut pada kegiatan peledakan.
Perangkat lunak ini sudah terhubung dengan detonator elektronik yang tidak lain adalah
produk paten dari Orica sendiri yaitu I-KON TM Digital Energi System.
TM
I-KON Digital Energi System atau yang lebih dikenal dengan sebuah elektronik
detonator merupakan detonator generasi terbaru yang dibuat dan dirancang sedemikian
khusus sebagai penyempurna dari detonator generasi sebelumnya untuk lebih
memaksimalkan proses kinerja peledakan.
Fungsi SOFTWARE SHOT plus-I itu sendiri, yaitu:
1. Memebentuk pola peledakan
2. Memebuat aturan pengeisian untuk menentukan parameter charging lubang ledakan
yang spesifik dan dapat dengan cepat diterapkan dalam lubang tertentu atau pada
keseluruhandesain peledakan
3. Mencatat rencana dan laporan inisiasi untuk memungkinkan perangkaian peledakan
yang efektif di lapangan (On-Bench)
4. Mensimulasi urutan perwaktuan secara aktual, sehingga setiap bagian yang
bermasalah dapat teramati sebelum melakukan penambakan.

Rancangan Peledakan Tambang Terbuka


Perusahaan PT. UPR MINERALINDO akan melakukan 3 kali peledakan pada
masing-masing Panel (Panel 1 ,2dan 3). PT. UPR MINERALINDO menggunakan alat
bor Sandvik Drilltech D45KS dengan diameter 7 7/8 in, dengan panjang 1 batang bor 9
meter. Burden yang digunakan PT. UPR MINERALINDO yaitu 7 meter dan spacing 8
meter. Untuk bahan peledak yang dipunyai PT UPR MINERALINDO yaitu :
 Inhole Detonator MS 500 ms

 Dinamit 1 kg

 ANFO

 Surface Delay : 17 ms, 25 ms, 42 ms, 67 msdan 109 ms

 LIL 500 meter delay 0 ms


Tentukan rangkaian seperti apa yang dibuat, jika anda adalah Blaster dari PT.
UPRMINERALINDO, Dengan Kondisi:

 Kedalaman lubang ledak 1 Batang Bor, lebar jenjang 39 meter, OB yang ingin

diledakkan (53.000+(75 x 100)) BCM

Diketahui :

 OB = ( 53.000 + ( 75 x 100 )) BCM

= 53.000 + 7.500 = 60.500 BCM

 Burden = 7 Meter

 Spacing = 8 Meter

 Hight = 9 Meter

 Lebar = 39 Meter
Adapun cara untuk membuat rangakaian peledakan menggunakan Software SHOT plus-
I sebagai berikut :
1. Pertama kita buka dulu aplikasi SHOT plus-I pada laptop kita masing-masing yang
telah dilakukan penginstalan

2. Kemudian kita piliah menu File  New

3. Setelah kita kelik New, akan muncul seperti gambar dimbawah dan kemudian kita isi
sesuai yang kita inginkan. Untuk “Tittle” (diisi nama projek kita), “Design” (diisi
nama kita aja), “Mine” (nama prusahaan), “Location” (nama lokasi). Untuk data ini
bisa kita isikan sesuai keinginan kita saja, kemudian pilih “Ok”
4. Kemudian kita pilih menu “Pattern Tool” dan kita harus mengisi beberapa kolom
yang telah disediakan dan menyesuaikan dengan data yang kita miliki. Length
merupakan kedalaman lubang bor. Untuk di Drill Data kita pilih “GENERIC Drill
127,0 mm” dan untuk Loading kita pilih “Exel MS (Millis Second det)(20ms)”
sedangkan pada Burden dan Spasi kita isikan sesuai data yang kita miliki yang telah
ditentukan atau kita ambil data sebelumnya. Setelah disi semuanya kemudian kita
kelik “OK”
(*Burden merupakan jarak lubang bor ke Free Face atau bidang bebas, *Spasi
merupakan jarak antar lubang bor peledakan dan *Rows dan Holes adalah Jumlah
Lubang ledak)

2
3
1

2
3

5. Kemudian setelah kita mengklik “OK” pada tahapan diatas nanti akan mencul pada
Cursor kita gambar lubang bor yang telah kita buat diatas. Dan untuk
memunculkannya kita hanya tinggal mendoubel klik pada layar sehingga nanti akan
muncul lubang bor pada layar projec kita seperti pada gambar dibawah.
6. Untuk memperjelas lubang bor, tinggal kita klik menu Zoom pada layar sebelah kiri
sehingga lubang bor terlihat jelas dapat kita lihat gambar dibawah.

7. Kemudian kita pilih menu “Polyline Tool” dimana ini dufungsikan untuk membuat
bidang Free Face pada daerah peledakannya. Untuk membuat bidang Free Face
sesuai dengan keingin kita tinggal mengklik sekali pada layar kemudian ketika
sudah selesai klik double klik pada ujung garis sehingga garisnya nanti akan selesai.
Kemudian kita pilih “Text Tool” untuk mmebuat tulisan pada bidang Free Face nya.

1
2

8. Kemudian kita memilih menu “Tite Tool” untuk membuat delay time pada lubang
peledakan. Kemudian kita mengklik kanan pada “not in use” lalu pilih “select
product” dan kemudian kita pilih “User defined delay”. Untuk “Product family” kita
isi “n/a” kemudian isi waktu delay nya sesuai dengan waktu yang telah kita
tentukan. Kalau disini kita isi 42 untuk delay pertama.

1
Untuk waktu delay yang kedua caranya sama dengan yang pertama Cuma hanya
beda di waktunya. Untuk yang kedua waktunya yaitu 65 n/a.
9. Kemudian setelah delay sudah kita buat, langsung kita letakkan dengan cara
mengklik sekali pada delay yang diatas dan kemudian tinggal diklik ke titik lubang
bor yang telah kita buat. Diamna untuk baris pertama kita menggunakan delay 42
dan untuk baris kedua dan selanjutnya menggunakan delay 65 sesuai rangkaian yang
telah kita rencanakan.

10. Kemduian untuk melihat simulasi peledakannya kita pilih Calculations 


Visualize  play. Apabila peledakannya berhasil maka akan ada gambar api pada
titik lobang bor yang telah kita desain seperti gambar dibawah.

1
11. Untuk melihat arah ledakan apakah benar menuju ke arah free face kita maka kita
bisa memilih menu Calculations  First Movement. Nanti akan ditandakan
dengan arah panah warna kuning seperti gambar dibawah ini.

12. Selesaia, begitulah tahapan untuk membuat rangkaian pada software Software
Shot plus-I

Anda mungkin juga menyukai