0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan9 halaman

Makalah RJP

Makalah ini membahas tentang Resusitasi Jantung Paru (RJP) sebagai tindakan pertolongan pertama dalam kondisi henti jantung dan henti napas. RJP dilakukan melalui kompresi dada dan bantuan napas untuk mempertahankan sirkulasi darah dan oksigenasi hingga bantuan medis tiba. Pentingnya pelatihan RJP bagi masyarakat ditekankan agar dapat memberikan pertolongan yang cepat dan tepat dalam keadaan darurat.

Diunggah oleh

whypratama2802
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan9 halaman

Makalah RJP

Makalah ini membahas tentang Resusitasi Jantung Paru (RJP) sebagai tindakan pertolongan pertama dalam kondisi henti jantung dan henti napas. RJP dilakukan melalui kompresi dada dan bantuan napas untuk mempertahankan sirkulasi darah dan oksigenasi hingga bantuan medis tiba. Pentingnya pelatihan RJP bagi masyarakat ditekankan agar dapat memberikan pertolongan yang cepat dan tepat dalam keadaan darurat.

Diunggah oleh

whypratama2802
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

RESUSITASI JANTUNG DAN PARU

DOSEN PENGAMPU :

Agata Rimba Anggarita [Link].,[Link]

DISUSUN OLEH KELOMPOK 4 :

1. Fatahillah Akbar 25010220011


2. Galang Wahyu Pratama 25010220013
3. Jovanka Amelia 25010220014
4. Naura Alya Yumna 25010220021
5. Naura Sabrina Agustin 25010220022
6. Nita Yuli A.S. Situmorang 25010220023

STIKES PATRIOT BANGSA LAMPUNG

Radiodiagnostik dan radioterapi 2026/2027


Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Resusitasi Jantung Paru (RJP)” ini dengan
baik dan tepat waktu.

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas serta sebagai sarana untuk menambah pengetahuan
dan pemahaman mengenai tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP), yang merupakan salah satu
tindakan pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan seperti henti jantung dan henti
napas. Penulis berharap makalah ini dapat memberikan manfaat serta menambah wawasan bagi
pembaca mengenai pentingnya RJP dalam upaya penyelamatan nyawa.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis
mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan dan penyempurnaan di masa
yang akan datang.

Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
penyusunan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Bandar Lampung, 12 february 2026

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.........................................................................................

DAFTAR ISI........................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN....................................................................................

1.1 Latar Belakang...........................................................................................


1.2 Rumusan Masalah.....................................................................................
1.3 Tujuan........................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN....................................................................................

2.1 Pengertian RJP...........................................................................................


2.2 Indikasi RJP...............................................................................................
2.3 Tatalaksana RJP.........................................................................................
A. Basic life support (BLS)......................................................................
B. Advance Life Suport (ALS)................................................................

2.4 Kapan RJP di hentikan .............................................................................

2.5 Kontras RJP...............................................................................................

BAB III PENUTUP.............................................................................................

3.1 Kesimpulan................................................................................................
3.2 Saran..........................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Henti jantung merupakan kondisi gawat darurat yang dapat menyebabkan kematian dalam waktu
singkat apabila tidak segera ditangani. Otak akan mengalami kerusakan permanen dalam waktu
4–6 menit tanpa suplai oksigen. Oleh karena itu, tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) sangat
penting untuk mempertahankan sirkulasi darah dan oksigenasi sampai bantuan medis lanjutan
tersedia.

1.2 Rumusan Masalah


1.2.1 Apa pengertian RJP?
1.2.2 Kapan RJP dilakukan?
1.2.3 Bagaimana tatalaksana RJP?
1.2.4 Kapan RJP dihentikan?
1.2.5 Kapan RJP tidak boleh dilakukan

1.3 Tujuan
1.3.1 Menjelaskan pengertian RJP
1.3.2 Mengetahui indikasi dan kontraindikasi RJP
1.3.3 Memahami tata cara pelaksanaan RJP
1.3.4 Mengetahui kapan RJP dihentikan
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian RJP

Resusitasi Jantung Paru (RJP) adalah tindakan pertolongan pertama yang dilakukan pada
seseorang yang mengalami henti jantung atau henti napas dengan cara melakukan kompresi dada
dan bantuan pernapasan untuk mempertahankan aliran darah dan oksigen ke organ vital.

CPR ( Cardio pulmonary Resucitation ) / RJP ( resusitasi jantung –paru ) adalah hal yang penting
di ketahui tenaga kesehatan, termasuk perawat dalam penyelamatan pasien kegawat darurat di
RS ataupun di luar RS CPR /RJP merupakan teknik dasar untuk safe and resuce jika terdapat
korban yang mengalami henti jantung mendadak ( cardiac arrest )atau henti napas ( misalnya :
near drowing ) , RJP dilakukan dengan 2prinsip bnatuan napas mulut ke mulut ( mouth-to-mouth
rescue breathing) dan kompresi jantung (chest compression) , sampai pasien respon positif atau
bantuan ambulance dating.

2.2 Tujuan RJP adalah

1. Mempertahankan sirkulasi darah


2. Menjaga suplai oksigen ke otak dan organ penting
3. Meningkatkan peluang hidup korban

2.3 Kapan Dilakukan RJP (Indikasi)

RJP dilakukan ketika seseorang mengalami:

1. Tidak sadar, Tidak bernapas atau napas tidak normal (gasping), Tidak ada denyut nadi
(pada tenaga medis), Henti jantung mendadak, Tenggelam, Tersengat listrik, Serangan
jantung, Kecelakaan berat, Jika korban tidak responsif dan tidak bernapas normal, RJP
harus segera dilakukan.
2.4 Pelaksana RJP

A. Tahap Awal (Basic Life Support)

Langkah-langkah RJP dewasa:

[Link] Respons Panggil dan tepuk bahu korban. Jika tidak merespons, segera minta bantuan.

[Link] Pernapasan Lihat, dengar, rasakan napas selama maksimal 10 detik. Jika tidak bernapas
normal → mulai RJP.
[Link] Dada Letakkan kedua tangan di tengah dada. Tekan sedalam 5–6 cm. kecepatan
100–120 kali per menit. biarkan dada kembali mengembang sempurna. Rasio: 30 kompresi: 2
napas.
[Link] Napas, buka jalan napas (head tilt-chin lift). Berikan 2 napas buatan (masing-masing 1
detik). Lakukan siklus 30:2 sampai bantuan datang atau korban sadar.

B. Advanced Life Support (Tenaga Medis)

1. Pemasangan alat bantu napas

2. Pemberian oksigen

3. Pemasangan infus

4. Pemberian obat (epinefrin)

5. Defibrilasi (jika irama jantung bisa disetrum)

2.5. Kapan RJP Dihentikan

RJP dihentikan apabila:

[Link] menunjukkan tanda hidup (bernapas, bergerak, ada nadi)

[Link] medis mengambil alih

[Link] kelelahan dan tidak mampu melanjutkan


[Link] menjadi tidak aman

[Link] menyatakan korban meninggal

[Link] ±30 menit tanpa respons (pada kondisi tertentu dan keputusan medis)

2.6 Kapan Tidak Boleh Dilakukan RJP (Kontraindikasi)

RJP tidak dilakukan jika:

Ada tanda kematian pasti:

1. Kaku mayat (rigor mortis)


2. Lebam mayat
3. Tubuh membusuk
4. Kepala terpisah dari badan
5. Ada surat Do Not Resuscitate (DNR)
6. Situasi membahayakan penolong
7. Cedera yang tidak memungkinkan hidup (misalnya hancur total organ vital)
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Resusitasi Jantung Paru (RJP) adalah tindakan penyelamatan hidup yang dilakukan pada korban
henti jantung atau henti napas. RJP dilakukan dengan kompresi dada dan bantuan napas untuk
mempertahankan sirkulasi dan oksigenasi. Tindakan ini harus segera dilakukan ketika korban
tidak sadar dan tidak bernapas normal. RJP dihentikan jika korban menunjukkan tanda
kehidupan, bantuan medis datang, atau terdapat tanda kematian pasti.

3.2 Saran

Masyarakat perlu mendapatkan pelatihan RJP agar mampu memberikan pertolongan pertama
secara cepat dan tepat dalam keadaan darurat.
DAFTAR PUSTAKA

American Heart Association (AHA). Guidelines for CPR and ECC.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Penanganan Kegawatdaruratan.

Buku Ajar Basic Life support (BLS)

Anda mungkin juga menyukai