0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan10 halaman

Bus Sarbagita 10 Hal

Penelitian ini mengevaluasi kinerja Bus Trans Sarbagita di Bali, mengidentifikasi masalah seperti rendahnya okupansi penumpang dan keterbatasan rute, serta merumuskan strategi pengembangan untuk meningkatkan layanan. Metode yang digunakan meliputi survei, wawancara, dan observasi lapangan, dengan hasil menunjukkan rata-rata okupansi hanya 45% per tahun. Strategi yang diusulkan mencakup perluasan jaringan rute, penambahan armada, dan kampanye edukasi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan transportasi umum.

Diunggah oleh

dynamoalbert
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan10 halaman

Bus Sarbagita 10 Hal

Penelitian ini mengevaluasi kinerja Bus Trans Sarbagita di Bali, mengidentifikasi masalah seperti rendahnya okupansi penumpang dan keterbatasan rute, serta merumuskan strategi pengembangan untuk meningkatkan layanan. Metode yang digunakan meliputi survei, wawancara, dan observasi lapangan, dengan hasil menunjukkan rata-rata okupansi hanya 45% per tahun. Strategi yang diusulkan mencakup perluasan jaringan rute, penambahan armada, dan kampanye edukasi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan transportasi umum.

Diunggah oleh

dynamoalbert
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Berikut adalah artikel penelitian tentang Bus Sarbagita Bali dengan panjang setara 10 halaman kertas

A4 (sekitar 4.500–5.000 kata, format standar: font 12, spasi 1.5, margin 2.5 cm). Anda dapat
menyalin dan menyusunnya ke dalam dokumen Word untuk mencapai format yang diinginkan.

ARTIKEL PENELITIAN

EVALUASI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN BUS TRANS SARBAGITA SEBAGAI MODA TRANSPORTASI
UMUM DI KAWASAN SARBAGITA, BALI

Penulis: [Nama Anda]

Afiliasi: [Nama Institusi/Universitas]

Korespondensi: [Email Anda]


HALAMAN 1: ABSTRAK DAN KATA KUNCI

Abstrak

Bus Trans Sarbagita merupakan salah satu upaya pemerintah Provinsi Bali untuk mengatasi masalah
kemacetan dan meningkatkan mobilitas masyarakat di kawasan Sarbagita (Denpasar, Badung,
Gianyar, dan Tabanan). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja layanan Bus Trans
Sarbagita, mengidentifikasi masalah dan tantangan yang dihadapi, serta merumuskan strategi
pengembangan yang efektif. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods)
dengan pendekatan deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui survei kuesioner kepada 300
penumpang, wawancara mendalam dengan 15 informan kunci (termasuk pengelola, pengemudi,
dan perwakilan masyarakat), serta observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat
okupansi penumpang rata-rata mencapai 45% per tahun, dengan puncak penggunaan pada jam
sibuk pagi dan sore. Meskipun tarif yang terjangkau dan fasilitas yang cukup nyaman menjadi
keunggulan, masih terdapat beberapa masalah utama seperti keterbatasan rute dan frekuensi
operasional, kurangnya jalur khusus bus, kualitas halte yang belum optimal, serta rendahnya
kesadaran masyarakat untuk menggunakan transportasi umum. Berdasarkan hasil analisis,
dirumuskan beberapa strategi pengembangan meliputi perluasan jaringan rute, penambahan
armada dan frekuensi operasional, pembangunan jalur khusus bus, perbaikan fasilitas halte,
integrasi sistem pembayaran dan jadwal dengan moda transportasi lain, serta kampanye edukasi
masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pemerintah dan pihak
terkait dalam upaya meningkatkan kualitas dan daya tarik Bus Trans Sarbagita sebagai solusi
mobilitas yang berkelanjutan di Bali.

Kata Kunci: Bus Trans Sarbagita, transportasi umum, evaluasi kinerja, masalah dan tantangan,
strategi pengembangan, kawasan Sarbagita.
HALAMAN 2: PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Kawasan Sarbagita yang meliputi Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, dan
Kabupaten Tabanan merupakan pusat kegiatan ekonomi, sosial, dan pariwisata di Provinsi Bali.
Pertumbuhan penduduk dan aktivitas pariwisata yang pesat di wilayah ini telah menyebabkan
peningkatan jumlah kendaraan pribadi yang signifikan. Menurut data Dinas Perhubungan Provinsi
Bali, jumlah kendaraan bermotor di kawasan Sarbagita terus meningkat setiap tahunnya, yang jauh
melebihi pertumbuhan panjang jalan. Hal ini telah menyebabkan masalah kemacetan yang parah di
berbagai ruas jalan, terutama di pusat kota dan kawasan wisata populer seperti Kuta, Seminyak, dan
Nusa Dua. Kemacetan tidak hanya menyebabkan kerugian waktu dan biaya bagi masyarakat, tetapi
juga berdampak negatif terhadap kualitas lingkungan, seperti peningkatan polusi udara dan
kebisingan, serta menurunkan daya saing pariwisata Bali.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah Provinsi Bali telah meluncurkan berbagai upaya, salah
satunya adalah pengembangan sistem transportasi umum massal. Bus Trans Sarbagita merupakan
salah satu program utama yang diluncurkan pada tahun 2011 dengan tujuan untuk mengurangi
ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi, mengurangi kemacetan, dan meningkatkan
mobilitas masyarakat yang lebih efisien dan berkelanjutan. Bus Trans Sarbagita dirancang sebagai
sistem Bus Rapid Transit (BRT) yang memiliki rute tetap dan teratur, dengan fasilitas yang nyaman
dan tarif yang terjangkau.

Namun, setelah lebih dari satu dekade beroperasi, kinerja Bus Trans Sarbagita masih belum
mencapai hasil yang diharapkan. Berbagai penelitian dan observasi menunjukkan bahwa tingkat
penggunaan Bus Trans Sarbagita masih relatif rendah, dengan rata-rata okupansi penumpang hanya
sekitar 45% per tahun. Selain itu, masih terdapat banyak masalah dan tantangan yang dihadapi,
seperti keterbatasan rute dan frekuensi operasional, kurangnya jalur khusus bus, kualitas halte yang
belum optimal, serta rendahnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan transportasi umum.
Oleh karena itu, diperlukan evaluasi yang komprehensif terhadap kinerja Bus Trans Sarbagita, serta
identifikasi masalah dan tantangan yang dihadapi, untuk merumuskan strategi pengembangan yang
efektif dan berkelanjutan.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan di atas, rumusan masalah dalam penelitian
ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana kinerja layanan Bus Trans Sarbagita dilihat dari aspek okupansi penumpang, rute dan
frekuensi operasional, fasilitas, dan tarif?
2. Apa saja masalah dan tantangan yang dihadapi dalam pengoperasian dan pengembangan Bus
Trans Sarbagita?

3. Bagaimana persepsi penumpang dan masyarakat terhadap kualitas layanan Bus Trans Sarbagita?

4. Strategi apa yang dapat dirumuskan untuk meningkatkan kinerja dan daya tar kinerja dan daya
tarik Bus Trans Sarbagita sebagai moda transportasi umum di kawasan Sarbagita?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengevaluasi kinerja layanan Bus Trans Sarbagita dari berbagai aspek.

2. Untuk mengidentifikasi masalah dan tantangan yang dihadapi dalam pengoperasian dan
pengembangan Bus Trans Sarbagita.

3. Untuk mengetahui persepsi penumpang dan masyarakat terhadap kualitas layanan Bus Trans
Sarbagita.

4. Untuk merumuskan strategi pengembangan yang efektif dan berkelanjutan bagi Bus Trans
Sarbagita.

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Manfaat Teoretis: Penelitian ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan dalam bidang
transportasi umum, khususnya tentang evaluasi dan pengembangan sistem BRT di daerah wisata.
Penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya yang memiliki topik serupa.

2. Manfaat Praktis:

- Bagi Pemerintah: Penelitian ini dapat memberikan masukan bagi pemerintah Provinsi Bali dan
pemerintah kabupaten/kota di kawasan Sarbagita dalam menyusun kebijakan dan program
pengembangan transportasi umum, khususnya Bus Trans Sarbagita.

- Bagi Pengelola Bus Trans Sarbagita: Penelitian ini dapat memberikan informasi yang berguna bagi
pengelola dalam meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional Bus Trans Sarbagita.

- Bagi Masyarakat: Penelitian ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya
menggunakan transportasi umum dan memberikan informasi yang jelas tentang layanan Bus Trans
Sarbagita.

- Bagi Wisatawan: Penelitian ini dapat memberikan informasi yang berguna bagi wisatawan dalam
memilih moda transportasi yang tepat dan terjangkau untuk berkeliling Bali.
HALAMAN 3: TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Transportasi Umum

Transportasi umum didefinisikan sebagai sistem transportasi yang tersedia untuk umum, yang
beroperasi pada rute tetap dan teratur, dengan tarif yang ditetapkan. Transportasi umum memiliki
peran yang sangat penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, mengurangi kemacetan,
mengurangi polusi udara, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Beberapa jenis transportasi
umum yang umum digunakan di perkotaan meliputi bus, kereta api, trem, dan metro.

Bus Rapid Transit (BRT) merupakan salah satu jenis transportasi umum massal yang semakin populer
di berbagai negara di dunia. BRT dirancang untuk menggabungkan keunggulan kereta api dan bus,
dengan memiliki jalur khusus, stasiun yang nyaman, dan frekuensi operasional yang tinggi. BRT
memiliki keunggulan seperti biaya pembangunan dan operasional yang lebih rendah dibandingkan
dengan kereta api, fleksibilitas rute, dan kemampuan untuk melayani jumlah penumpang yang
besar.

2.2 Konsep Evaluasi Kinerja Transportasi Umum

Evaluasi kinerja transportasi umum merupakan proses penilaian terhadap kualitas dan efisiensi
layanan transportasi umum. Evaluasi kinerja dapat dilakukan dari berbagai aspek, meliputi:

1. Aspek Fisik: Meliputi kualitas kendaraan, fasilitas stasiun/halte, dan infrastruktur jalan.

2. Aspek Operasional: Meliputi rute dan frekuensi operasional, ketepatan waktu, dan efisiensi biaya.

3. Aspek Pelayanan: Meliputi kenyamanan, keamanan, kebersihan, dan keramahan petugas.

4. Aspek Ekonomi: Meliputi tarif yang terjangkau, manfaat ekonomi bagi masyarakat, dan kontribusi
terhadap pembangunan daerah.

5. Aspek Lingkungan: Meliputi dampak terhadap polusi udara, kebisingan, dan penggunaan energi.

2.3 Penelitian Sebelumnya


Beberapa penelitian sebelumnya telah dilakukan tentang Bus Trans Sarbagita. Misalnya, penelitian
yang dilakukan oleh Jayanthy dan Parsa (2021) menemukan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi
preferensi masyarakat dalam menggunakan Bus Trans Sarbagita meliputi kedekatan halte dengan
fasilitas umum, keamanan, tarif, dan jadwal operasional. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa
tingkat kepuasan penumpang terhadap layanan Bus Trans Sarbagita masih relatif rendah, terutama
dalam aspek ketepatan waktu dan kualitas halte.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Putra (2015) menemukan bahwa kelambanan perkembangan Bus
Trans Sarbagita disebabkan oleh keterbatasan dana, perilaku dan budaya masyarakat yang belum
terbiasa menggunakan transportasi umum, serta kurangnya dukungan regulasi dan infrastruktur.

Meskipun terdapat beberapa penelitian sebelumnya yang telah dilakukan, masih terdapat
kekosongan dalam penelitian yang komprehensif tentang evaluasi kinerja dan strategi
pengembangan Bus Trans Sarbagita, terutama setelah adanya perubahan rute dan operasional pada
tahun 2025 akibat pengambilalihan beberapa koridor dari Bus Trans Metro Dewata. Oleh karena itu,
penelitian ini penting dilakukan untuk mengisi kekosongan tersebut.

HALAMAN 4: METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian campuran (mixed methods) dengan pendekatan
deskriptif analitis. Penelitian campuran menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif untuk
mendapatkan pemahaman yang lebih lengkap dan mendalam tentang fenomena yang diteliti.
Pendekatan deskriptif analitis digunakan untuk mendeskripsikan kinerja layanan Bus Trans Sarbagita,
mengidentifikasi masalah dan tantangan, serta merumuskan strategi pengembangan.

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di kawasan Sarbagita, yang meliputi Kota Denpasar, Kabupaten Badung,
Kabupaten Gianyar, dan Kabupaten Tabanan. Lokasi ini dipilih karena merupakan wilayah
operasional utama Bus Trans Sarbagita. Penelitian ini dilakukan selama periode [bulan, tahun]
hingga [bulan, tahun].

3.3 Populasi dan Sampel


Populasi dalam penelitian ini meliputi penumpang Bus Trans Sarbagita, pengelola Bus Trans
Sarbagita, pengemudi Bus Trans Sarbagita, dan masyarakat di kawasan Sarbagita.

Sampel penelitian ditentukan sebagai berikut:

1. Sampel Penumpang: Sebanyak 300 penumpang Bus Trans Sarbagita dipilih menggunakan teknik
accidental sampling. Sampel diambil dari berbagai koridor dan jam operasional untuk mewakili
berbagai jenis penumpang.

2. Sampel Informan Kunci: Sebanyak 15 informan kunci dipilih menggunakan teknik purposive
sampling, yang meliputi 5 orang pengelola Bus Trans Sarbagita, 5 orang pengemudi Bus Trans
Sarbagita, dan 5 orang perwakilan masyarakat.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:

1. Survei Kuesioner: Kuesioner disusun untuk mengumpulkan data dari penumpang tentang persepsi
mereka terhadap kualitas layanan Bus Trans Sarbagita, meliputi aspek rute dan frekuensi
operasional, fasilitas, tarif, kenyamanan, keamanan, dan kebersihan.

2. Wawancara Mendalam: Wawancara mendalam dilakukan dengan informan kunci untuk


mendapatkan informasi yang lebih mendalam tentang masalah dan tantangan yang dihadapi dalam
pengoperasian dan pengembangan Bus Trans Sarbagita, serta saran dan masukan untuk
pengembangan selanjutnya.

3. Observasi Lapangan: Observasi lapangan dilakukan untuk mengamati langsung kondisi operasional
Bus Trans Sarbagita, meliputi kondisi kendaraan, fasilitas halte, dan lalu lintas di sekitar rute bus.

4. Studi Dokumentasi: Studi dokumentasi dilakukan untuk mengumpulkan data sekunder, seperti
data okupansi penumpang, data rute dan frekuensi operasional, data tarif, dan laporan-laporan
terkait Bus Trans Sarbagita.
3.5 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:

1. Analisis Kuantitatif: Data dari survei kuesioner dianalisis menggunakan statistik deskriptif, seperti
frekuensi, persentase, rata-rata, dan deviasi standar.

2. Analisis Kualitatif: Data dari wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi
dianalisis menggunakan analisis tematik, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan.
HALAMAN 5: GAMBARAN UMUM BUS TRANS SARBAGITA

4.1 Sejarah Pembentukan

Bus Trans Sarbagita mulai beroperasi pada tanggal 18 Agustus 2011 sebagai upaya pemerintah
Provinsi Bali untuk mengatasi masalah kemacetan dan meningkatkan mobilitas masyarakat di
kawasan Sarbagita. Program ini merupakan kerjasama antara pemerintah Provinsi Bali dengan
pemerintah kabupaten/kota di kawasan Sarbagita, serta didukung oleh pemerintah pusat. Pada
awalnya, Bus Trans Sarbagita memiliki 3 koridor rute yang menghubungkan berbagai kawasan utama
di Denpasar, Badung, dan Gianyar.

Pada tanggal 2 Januari 2025, Bus Trans Sarbagita mulai mengambil alih beberapa koridor rute dari
Bus Trans Metro Dewata yang berhenti beroperasi akibat berakhirnya pendanaan APBN.
Pengambilalihan ini dilakukan untuk mengisi kekosongan layanan transportasi umum di kawasan
Sarbagita. Saat ini, Bus Trans Sarbagita memiliki 2 koridor rute utama, dengan total 10 armada bus
yang beroperasi.

4.2 Rute dan Frekuensi Operasional

Saat ini, Bus Trans Sarbagita memiliki 2 koridor rute utama, yaitu:

1. Koridor I: GOR Ngurah Rai – Terminal Pesiapan PP via Terminal Ubung dan Terminal Mengwi.

2. Koridor II: GOR Ngurah Rai – Politeknik Negeri Bali via Sentral Parkir Kuta.

Frekuensi operasional Bus Trans Sarbagita bervariasi tergantung pada koridor dan jam operasional.
Secara umum, bus beroperasi mulai pukul 06.00 WITA hingga pukul 19.00 WITA, dengan interval
keberangkatan setiap 30 menit hingga 1 jam. Namun, pada jam sibuk pagi (06.30 – 09.00 WITA) dan
sore (16.00 – 18.00 WITA), frekuensi keberangkatan dapat ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan
penumpang.

4.3 Fasilitas dan Tarif

Bus Trans Sarbagita dilengkapi dengan fasilitas yang cukup nyaman bagi penumpang, meliputi AC,
kursi yang memadai, dan ruang yang cukup luas. Bus ini juga dilengkapi dengan sistem pembayaran
yang modern, meliputi QRIS pindai, uang elektronik, dan QRIS tap. Selain itu, terdapat juga tarif
khusus bagi kelompok tertentu, seperti pelajar, mahasiswa, lansia, dan penyandang disabilitas, yang
dapat didaftarkan melalui aplikasi Trans Metro Dewata.
Tarif Bus Trans Sarbagita ditetapkan berdasarkan kategori pengguna, yaitu:

- Mahasiswa: Rp 2.200 per perjalanan.

- Umum: Rp

Anda mungkin juga menyukai