[Link] teknis menurut peraturan Menteri ESDM no.
18 tahun 2018
Inspeksi Teknis yang selanjutnya disebut Inspeksi" adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara langsung meliputi pemeriksaan dokumen,
pemeriksaan fisik, dan pengujian peralatan dan/atau Instalasi mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan, Standar, dan kaidah
keteknikan yang baik.
Pemeriksaan Keselamatan adalah pemeriksaan teknis untuk pengawasan pelaksanaan Keselamatan Minyak dan Gas Bumi dan keteknikan pada
Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi untuk memastikan dipenuhinya ketentuan peraturan perundang-undangan, Standar, dan kaidah keteknikan
yang baik.
[Link] ,Standar dan Recommended Practice dalam Pipeline Industry
CODE : [Link]/ASME B31.4 Pipeline transportation system for liquid hydrocarbons and other liquids.
[Link]/ASME B31.8 Gas Transmission and Distribution piping systems.
[Link] B16.5 Pipe Flange and Flange Fitting
[Link] 13-3473 Sistem transportasi pipa penyalur untuk cairan hidrokarbon dan cairan lain
[Link] 13-3474 Sistem penyaluran dan distribusi gas
STANDARD : [Link] Std 1104 Welding of Pipelines and Related Facilities
2. ISO 13623:2009 Petroleum and natural gas industries — Pipeline transportation systems
RPractice : API RP 5L2 : Recommended Practice Internal Coating of Line Pipe for Gas Transmission Service
ANSI/API RP 1110. Pressure Testing of Liquid Petroleum Pipelines
API RP 1102 : Steel Pipelines Crossing Railroads and Highways
API RP 1111 : Design, Construction, Operation, and Maintenance of Off-shore Hydrocarbon Pipeline and Risers.
3. Pengertian Hydraulic analysis
Kondisi steady state (keadaan dimana suatu system berada dalam kesetimbangan atau tidak mengalami perubahan lagi seiring waktu) biasanya
digunakan dalam Analisa aliran dalam system perpipaan .
Parameter
[Link] aliran dalam pipa terbagi menjadi 3 Laminar (aliran seragam) , Turbulance ( aliran dalam arah acak) dan Transisi ( aliran campuran yang
diakibatkan perubahan dari laminar ke turbulen)
[Link] Loss (Kerugian energi) yang dipengaruhi adanya kecepatan aliran,diameter pipa ,friction factor ,viskositas fluida dan kerapatan massa fluida)
[Link] drop (penurunan tekanan) yang dipengaruhi oleh gesekan ,perbedaan elevasi dan akselerasi/perubahan momentum.
[Link] ukuran diameter minimal agar mampu mengalirkan fluida sesuai dengan flow rate yang diinginkan ,kecepatan fluida dalam batas yang
disarankan ,pressure drop lebih kecil dari yang diijinkan dan harga ekonomis.
[Link] lain seperti kondisi operasi ,batas kecepatan ,kekasaran permukaan,lingkungan dll
[Link] Pressure ?
[Link] (Operating Pressure ) adalah tekanan operasi
[Link] Operating Pressure (MOP) adalah pressure tertinggi yang bisa dicapai saat operasi.
[Link] Allowable Operating Pressure (MAOP) adalah Batas tertinggi tekanan yang diperbolehkan saat operasi.
[Link] Pressure (DP) adalah kondisi tekanan dan suhu yang dirancang untuk item yang bertekanan dan lebih tinggi dari tekanan operasi yang diharapkan.
[Link] Pressure (IP) adalah Tekanan Sementara yang meningkat karena kondisi incidental /Maximum Allowable Incidental Pressure (MAIP) adalah
Tekanan Sementara yang meningkat karena kondisi incidental yang diperbolehkan
[Link] Pressure (TP) adalah tes tekanan yang dilakukan untuk memastikan keamanan ,kehandalan dan kebocoran system .
[Link] Test Pressure (MTP) adalah Uji tekanan yang dilakukan oleh pabrik yang memasok pipa (manufaktur pipa)
Untuk mengukur ketebalan pipa digunankan istilah Design pressure t = PD/2SFET (B31.8) t=PD/2S (B31.4)
[Link] pembuatan pipa SEAMLESS dan
[Link] korosi sesuai SNI 3473/3473 ,sebutkan metode pengendalian,kekurangan dan kelebihan.
[Link] dibedakan menjadi permanen dan temporary,jelaskan dan beri contoh
[Link] Assesment sesuai ASME B31.G (2021),Sebutkan dan jelaskan?
Level 0 =Evaluation is the one relies on the table of allowance defect length and depth found in section 3,can be conducted in the field without the needs
performing detailed calculations.
Level 1=Simple calculation that relies on single measurements of maximum depth and axial extend metal loss ,suitable for use in prioritizing metal-loss
anomalies identified by inline inspection
Level 2=Relies on detailed measurement of the corroded surface profile ,Accounting for actual distribution of metal-loss ,involves repetitive computation
calculations , suitable for use in prioritizing metal-loss anomalies identified by high resolution inline inspection.
Level 3=Detailed analysis of a specific flaw in accordance with a user defined methodology with full justification for loading ,boundary condition ,material
properties and failure criteria , conducted by technical specialist having appropriate expertise in the subject of fitness for service assessment.
[Link] korosi thd pengaruh lingkungan pada pipa Offshore ,[Link]-15589-2(2003)
External coating mempunyai fungsi untuk melindungi pipa dari korosi. Lapisan (layer) tambahan diperlukan untuk memberikan tambahan proteksi, untuk
menjaga pipa agar lebih stabil di dasar laut (dengan weight), atau memberikan isolasi. Isolasi tersebut berfungsi untuk menjaga pipa saat suhu atau
temperatur fluida yang ada dalam pipa lebih tinggi dibanding temperatur lingkungan.
[Link],coal-tar enamel + Concrete
[Link] bonded epoxy +Concrete
[Link] bonded epoxy
[Link] material
[Link] and PP anti-corrosion : Bare pipe dilapisi
[Link]/PP anti-corrosion+concrete
Proteksi katodik adalah metode untuk mencegah korosi pada logam. Ada dua metode juga dalam proteksi katodik ini, yaitu sistem anoda galvanik dan
impressed current. Untuk pipa bawah laut, sistem anoda galvanic (Sacrificial Anode) lebih umum diterapkan.
[Link] dengan sketsa metode S-Lay,J-Lay,Reel-Lay dan Steep S-Lay
[Link] kelebihan dan kekurangan
S-LAY Kelebihan dan kekurangan
-Pipeline difabrikasi di atas kapal dengan satu, dua atau tiga joints.
-Membutuhkan stinger untuk mengontrol bending bagian atas dan tensioner untuk
mengontrol bagian bawah.
-Laut yang lebih dalam membutuhkan stinger yang lebih panjang dan tensioner yang
lebih kuat. S-lay laut dangkal hanya bisa dipakai sampai kedalaman sekitar 300m
saja. -Untuk yang lebih dalam lagi, DP S-lay bisa dipakai sampai kedalaman 700m.
-Kecepatan pasang sekitar 4 – 5 km per hari.
-Ukuran pipa maksimum yang bisa diinstal adalah 60” OD
-Pipa
dilepaskan dengan cara yang membentuk kelengkungan sagbending, menghindari
overbending, seperti yang ditunjukkan gambar dibawah.
-untuk melakukan pengelasan vertikal, pengelasan dilakukan hanya oleh satu section jadi
lebih lambat dari S-lay.
- Pipa yang akan dipasang mempunyai sudut yang mendekati vertikal sehingga tidak butuh
tensioner.
-Teknik ini sangat cocok untuk instalasi di laut dalam.
- J-lay tidak membutuhkan stinger.
-Kecepatan pasang sekitar 1-1.5 km per hari.
-Ukuran pipa maksimum yang bisa diinstal adalah 32” OD
- J-Lay memiliki tingkat produksi yang relatif rendah karena terbatasnya jumlah work
station.
-Metode J-Lay sangat cocok untuk perairan dalam dan tidak cocok untuk perairan dangkal.
- pipa yang dinstall adalah pipa berukuran diameter kecil atau pipa yang fleksibel.
- dibutuhkan vessel yang memiliki drum dengan ukuran besar karena pipa tersebut digulung
dalam drum ini.
-Jika pipa ini dinstall secara horizontal maka akan berbentuk S-Lay namun jika dinstall secara
vertikal maka akan berbentuk J-Lay.
-Metode ini lebih murah jika dibandingkan dengan metode lain ditinjau dari sisi waktu dan biaya,
namun terbatas untuk pipa dengan ukuran diameter kecil.
- Metode ini bisa digunakan pada perairan dalam
- Material pipa setelah dilas bisa diletakkan ditongkang atau digulung dengan reel gulungan
- Perbedaan dengan metode S-Lay untuk system ini tensioner berada didek kapal.
[Link] cara menentukan pressure rating atau MAOP dari pipa Non metalik
[Link] 3 buah mode kegagalan dari system transmisi minyak dan gas ,jelaskan metode assessment dan inspeksi
-General corrosion (internal,external,pitting)
-contact damage caused by third party activities (excavator tooth,anchor)
-Stress corrosion crack (SCC)
Metode -Hydrotest
-inline Inspectoctio
-other inspection
[Link] WPS API 1104 .API 5L X52 ,OD 16 X 0.625 THK,single V 60deg ,horizontal fix position,SMAW ,DC
[Link] coupon -spec material dan sizenya
[Link] design
[Link] dari test
[Link] metal-size & AWS Class
[Link] dan tipe test yang disyaratkan
[Link] criteria dari test
[Link] yang dipakai mencatat kualifikasi tsb