0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan4 halaman

Script End Fase 2

Ray memimpin rapat villain untuk merencanakan pembangunan markas baru setelah markas mereka ditemukan. Sementara itu, Azel dan kelompoknya juga berusaha untuk mendapatkan Rune yang telah jatuh, yang menjadi rebutan antara mereka dan para villain. Pertarungan sengit terjadi, tetapi pada akhirnya, Asta berhasil mendapatkan Rune untuk Ray dan para villain mundur dari lokasi.

Diunggah oleh

akusbatman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan4 halaman

Script End Fase 2

Ray memimpin rapat villain untuk merencanakan pembangunan markas baru setelah markas mereka ditemukan. Sementara itu, Azel dan kelompoknya juga berusaha untuk mendapatkan Rune yang telah jatuh, yang menjadi rebutan antara mereka dan para villain. Pertarungan sengit terjadi, tetapi pada akhirnya, Asta berhasil mendapatkan Rune untuk Ray dan para villain mundur dari lokasi.

Diunggah oleh

akusbatman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Di Rapat Villain

Ray berdiri di tengah ruangan dengan ekspresi serius. Tatapan matanya tajam,
memandangi para villain yang hadir di rapat itu.

Ray: "Saat ini keadaan kita sedang terpuruk. Markas kita telah ditemukan oleh
para pemegang senjata. Tapi jangan khawatir—aku sudah menugaskan Jay dan
Leon untuk membangun markas baru. Pembangunannya masih dalam proses,
jadi kita harus bertahan untuk sementara waktu."

Suasana ruangan hening sejenak, lalu terdengar gumaman di antara mereka.


Namun, tiba-tiba...

Ray merasakan sesuatu. Sebuah bisikan berdesir di telinganya, membuat bulu


kuduknya merinding. Suara itu terdengar dalam dan penuh kekuatan.

Satan: "Ray... aku mendengar sesuatu. Sebuah Rune telah jatuh. Kau harus
mendapatkannya… Kau butuh kekuatan lebih besar."

Ray mengepalkan tangannya. Matanya membelalak.

Ray: "Semuanya! Aku mendengar bisikan... Rune telah jatuh!"

Para villain saling bertukar pandang.

Leon: "Rune?"

Ray: "Aku akan menjelaskan nanti di perjalanan. Sekarang kita harus bergerak
cepat!"

Di Tempat Soul
Sementara itu, di tempat lain, Azel dan kelompoknya sedang mendiskusikan
pergerakan para villain. Namun, di tengah percakapan, Azel tiba-tiba tersentak.
Suara asing bergema di pikirannya.

Spirit: "Azel... Rune telah jatuh. Dan para villain sedang menuju ke sana."

Azel mengepalkan tangan, ekspresinya berubah serius.

Azel: "Semuanya! Aku mendengar bisikan... Rune telah jatuh! Kita tidak punya
banyak waktu!"

Tanpa ragu, Azel mengangkat tangannya dan mulai merapalkan mantra. Cahaya
biru mulai berpendar di sekelilingnya.

Azel: "Animus nos ducat, ad locum runarum!"

Dalam sekejap, lingkaran sihir bersinar terang. Mereka semua terteleportasi.

Di Tempat Jatuhnya Rune

Azel dan kelompoknya tiba tepat di lokasi. Di depan mereka, sebuah batu
bersinar melayang di udara—Rune yang menjadi rebutan. Namun, mereka tidak
sendirian.

Ray: (tersenyum dingin) "Hmph. Ngapain kau di sini, Azel?"

Azel: "Kami datang untuk menghentikan kalian. Tidak akan kubiarkan Rune ini
jatuh ke tangan yang salah!"

Ray menyipitkan mata, tetapi sebelum ia bisa bergerak, Leon melangkah maju.
Leon: "Kalau mau mengambil Rune ini... hadapi dulu aku!"

Jarot: (menghunus senjata) "Jangan buang waktu! Fokus pada Rune, aku akan
menghadapi mereka!"

Pertarungan pun pecah. Cahaya sihir bertabrakan dengan suara dentingan


senjata. Namun, di tengah kekacauan, Ray mengambil tiga totem kecil dari
jubahnya dan menghancurkannya di tanah. Seketika, suara itu kembali berbisik
di telinganya.

Satan: "Ray..."

Ray: (terengah-engah) "Apa? Kita sedang kalah di sini... Bagaimana aku bisa
menghadapi mereka?"

Satan: "Aku bisa memberimu kekuatan… Tapi kau harus mendapatkan Rune
itu."

Tiba-tiba, aura hitam pekat menyelimuti tubuh Ray. Tanah di sekitarnya


bergetar. Matanya berubah merah menyala.

Ray: "Apa ini...?!"

Dalam sekejap, kekuatan dahsyat meledak dari tubuhnya. Angin kencang


berhembus, mendorong semua orang ke belakang. Azel terkejut, tapi dia tak
gentar.

Spirit: "Azel… Aku akan memberimu kekuatan, tapi kau harus memberikan
yang terbaik!"
Azel mengangguk. Cahaya biru mulai mengelilinginya, aura spiritualnya
semakin kuat.

Azel: "Baik! Aku tidak akan kalah!"

Mereka saling berhadapan, energi mereka bertabrakan. Pertarungan semakin


sengit. Namun, di tengah kekacauan itu, sebuah suara lain terdengar.

Asta: "Ray! Aku mendapatkan Rune-nya!"

Ray berbalik. Asta berdiri di tengah medan perang, Rune bersinar di tangannya.
Ray tersenyum puas.

Ray: "Kerja bagus, Asta! Semuanya... MUNDUR!"

Dalam sekejap, para villain mulai mundur, meninggalkan lokasi. Azel hanya
bisa mengepalkan tinjunya, menyadari bahwa mereka telah gagal mendapatkan
Rune kali ini.

Arc 2 End.

Anda mungkin juga menyukai