MENIMBANG BERAT BADAN DEWASA
NO. REVISI HALAMAN
[Link]
Ditetapkan
SPO Tanggal Terbit:
NIP.
Pengertian Menimbang berat badan adalah kegiatan yang bertujuan
untuk mengetahui berat badan, menggunakan alat timbangan
berat badan.
Tujuan Sebagai pedoman kerja bagi bidan untuk mengetahui berat
badan pasien secara tepat
Kebijakan Sebagai panduan wewenang dan tanggung jawab dalam melaksanakan
tugas.
Prosedur 1. Letakkan timbangan di tempat yang terang dan datar
2. Pastikan timbangan badan berfungsi baik dan jarum
berada di angka nol
3. Anjurkan pasien untuk membuka/melepaskan sepatu,
sandal atau benda-benda lain yang dapat
mempengaruhi pengukuran berat badan
4. Anjurkan pasien naik ke atas timbangan berdiri tegak
tanpa berpegangan pada benda lain seperti dinding
atau orang lain
5. Baca angka yang ditunjuk oleh jarum timbangan
6. Anjurkan pasien untuk turun dari timbangan dan
memakai sepatu atau sandalnya kembali
7. Mencatat hasil pengukuran dalam kartu status pasien
8. Informasikan hasil penimbangan pada pasien
Unit Terkait 1. Unit Pelayanan Umum
2. Unit Gizi
MENGUKUR TEKANAN DARAH
NO. REVISI HALAMAN
[Link]
Ditetapkan
SPO Tanggal Terbit:
NIP.
Pengertian Melakukan pengukuran tekanan darah sistole dan diastole
dengan menggunakan alat tensimeter
Tujuan Untuk mengetahui tekanan darah pasien yang dapat
digunakan petugas dalam menentukan diagnosa dan terapy
selanjutnya
Kebijakan Sebagai panduan wewenang dan tanggung jawab dalam melaksanakan
tugas.
Prosedur 1. Jelaskan Prosedur Pelaksanaan
2. Cuci tangan
3. Atur posisi pasien dengan meletakkan lengan yang hendak
diukur pada posisi terlentang
4. Buka/singkap lengan baju pasien
5. Pasang manset pada lengan kanan/kiri 3 cm di atas fossa
cubiti
6. Tentukan denyut nadi pada arteri radialis
7. Letakkan diafragma stetoskop di atas nadi brakhialis dan
putar sekrup pada pompa udara perlahan - lahan berlawanan
dengan jarum jam
8. Pompa balon udara manset sampai denyut nadi arteri
manometer setinggi 20 mmHg lebih tinggi dari titik radialis
tidak teraba
9. Buka sekrup pada pompa secara perlahan-lahan sambil
melihat angka yang ada di tensimeter serta dengarkan detak
pertama systole dan diastole berada di angka berapa pada
tensimeter
10. Lepaskan stetoskop dan manset yang terpasang pada pasien
11. Rapikan pasien,alat tensimeter dan desinfeksi diafragma
stetoskop dengan kapas alkohol 70%
12. Cuci tangan
13. Mencatat hasil tekanan darah pada kartu status pasien
Unit Terkait Unit Pelayanan KB
KB KONDOM
NO. REVISI HALAMAN
[Link]
Ditetapkan
SPO Tanggal Terbit:
NIP.
Pengertian Pelayanan Kontrasepsi Kondom merupakan pelayanan
kontrasepsi yang memberikan manfaat menunda.
Menjarangkan dan mencegah kehamilan bagi Wanita Usia
Subur serta mencegah penularan IMS termasuk HIV / AIDS.
Tujuan Memberikan informasi mengenai pemasangan kondom.
Kebijakan Sebagai panduan wewenang dan tanggung jawab dalam melaksanakan
tugas.
Prosedur 1. Pelanggan datang ke unit pendaftaran status
2. pelangganMenggunakan kondom setiap akan berhubungan
seksual
3. Tidak menggunakan gigi atau benda tajam saat
membuka kemasan kondom.
4. Memasang kondom saat penis sedang ereksi
5. Menempelkan ujung kondom pada glans penis
6. Menempatkan bagian penampung sperma pada ujung
uretra
7. Melepaskan gulungan karet dengan jalan menggeser
gulungan kondom kearah pangkal penis, pemasangan
ini harus dilakukan sebelum penetrasi penis ke vagina.
8. Pada kondom yang tidak mempunyai tempat
penampungan sperma pada bagian ujung-ujungnya,
maka saat memakai, melonggarkan sedikit bagian
ujungnya agar tidak terjadi robekan saat ejakulasi
9. Melepas kondom sebelum penis melembek
10. Memegang bagian pangkal kondom sebelum mencabut
penis sehingga kondom tidak terlepas pada saat penis
dicabut dan melepas kondom diluar vagina agar cairan
sperma tidak tumpah di sekitar vagina
11. Melepaskan kondom di luar vagina agar tidak terjadi
tumpahan cairan sperma di sekitar vagina
12. Menggunakan kondom hanya untuk sekali pakai
13. Membuang kondom bekas pakai pada tempat yang aman
14. Menyediakan kondom dalam jumlah cukup di rumah dan
jangan disimpan di tempat yang panas karena hal ini
dapat menyebabkan kondom menjadi rusak atau robek
saat digunakan
15. Jangan menggunakan kondom apabila kemasannya robek
atau kondom tampak rapuh / kusut
16. Jangan menggunakan minyak goreng, minyak mineral
atau pelumas dari bahan petrolatum karena akan segera
merusak kondom.
17. Jika diperlukan kontrol ulang, maka pelanggan harus
melakukan kunjungan ulang sesuai dengan
prosedur yang telah ditetapkan
18. Menyelesaikan administrasi ke unit kasir
Unit Terkait Unit Pelayanan KB
KB PIL
NO. REVISI HALAMAN
[Link]
Ditetapkan
SPO Tanggal Terbit:
NIP.
Pengertian Oral pil merupakan salah satu metode keluarga berencana
hormonal yang mudah digunakan oleh semua ibu dengan
cara diminum setiap hari dan jam yang sama sesuai arah
panah hari yang tertera di belakang kemasan pil.
Tujuan Agar pasien mendapat pelayanan pemakaian oral pil
kombinasi.
Kebijakan Sebagai panduan wewenang dan tanggung jawab dalam melaksanakan
tugas.
Prosedur 1. Bidan memanggil pasien sesuai urutannya
2. Bidan mencocokkan identitas pasien
3. Bidan melakukan Anamnesis
4. Bidan cuci tangan
5. Bidan melakukan pemeriksaan fisik
6. Bidan melakukan konseling ttg penggunaan KB Pil kombinasi
7. Setiap saat selagi haid ,untuk meyakinkan kalau ibu tersebut
tidak hamil
8. Hari pertama sampai hari ke 7 siklus haid
9. Boleh menggunakan pada hari ke 8, tetapi perlu
menggunakan metode yang lain (kondom) mulai hari ke 8.
10. Tunjukkan cara mengeluarkan pil dari kemasan dan ikuti
panah yang menunjuk deretan berikut
11. Beberapa paket pil mempunyai 28 pil ,yang lain 21 pil. Bila
paket 28 pil habis, sebaiknya akseptor mulai minum pil dari
paket yang baru. Bila paket21 habis, sebaiknya tunggu 1
minggu baru kemudian mulai minum pil dari paket yang baru.
12. Bila muntah dalam waktu 2 jam setelah menggunakan pil,
ambillah pil yang lain atau menggunakan metode kontrasepsi
yang lain.
13. Bila terjadi muntah hebat atau diare lebih dari 24 jam, maka
bila keadaan memungkinkan dan tidak memperburuk keadan,
pil diteruskan.
14. Bila muntah dan diare berlangsung sampai 2 hari atau lebih,
cara penggunaan pil mengikuti cara penggunaan pil lupa.
15. Bila lupa minum pil, sebaiknya minum pil tersebut segera
setelah ingat. Tidak perlu mengunakan metode kontrasepsi
lainnya.
16. Bidan melakukan Infromed consent sebelum pemberian pil
kombinasi
17. Bidan memberi kesempatan pasien untuk bertanya kembali.
18. Bidan memberi Resep (pil kombinasi ) ke unit obat.
19. Bidan menjelaskan kapan harus melakukan kunjungan ulang
20. Bidan mencatat hasil kunjungan di buku register kohort KB
dan status pasien
21. Bidan mengembalikan status pasien
22. Menyelesaikan administrasi ke unit kasir
Unit Terkait Unit Pelayanan KB