- 104 -
LAMPIRAN II
PERATURAN MENTERI PERTANIAN
REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 11 TAHUN 2020
TENTANG
SERTIFIKASI NOMOR KONTROL
VETERINER UNIT USAHA PRODUK HEWAN
AUDIT TERHADAP PERSYARATAN TEKNIS
A. Data Umum
Pengisian kolom pertanyaan pada Data Umum harus dijawab dengan
jelas, apabila pertanyaan dianggap tidak jelas dengan jenis unit usaha,
maka pertanyaan cukup dijawab dengan TS (Tidak sesuai).
1. Nama Unit Usaha (Perusahaan) ……………………………………….
2. Jenis Unit Usaha ……………………………………….
3. Alamat:
a. Kantor Pusat ……………………………………….
b. Unit Usaha ……………………………………….
4. Perizinan Usaha:
a. Izin Usaha ……………………………………….
Peternakan/RPH
b. SIUP ……………………………………….
c. NPWP ……………………………………….
5. Penanggung Jawab Teknis
a. Nama ……………………………………….
b. Gelar ……………………………………….
6. Riwayat Unit
Usaha/Perusahaan
a. Tahun Unit Usaha didirikan ……………………………………….
b. Tahun mulai ……………………………………….
beroperasi/produksi
- 105 -
7. Kapasitas ……………………………………ekor
(disesuaikan dengan jenis unit /hari atau kg/hari atau ton/hari
usaha*): atau liter/hari
8. Produksi rata-rata per hari ……………………………………….
(disesuaikan dengan jenis unit
usaha)
9. Jenis Produk Akhir a. …………………………………
(disesuaikan dengan jenis unit b. …………………………………
usaha) c. …………………………………
10. Pemasaran Produk ke : Negara
(disesuaikan dengan jenis Jenis Produk Tujuan
unit usaha) (%)
a. Luar Negeri
b. Dalam Negeri
11. Merk Dagang a. …………………………………
(disesuaikan dengan jenis b. …………………………………
unit usaha) c. ………………………………....
12. Jumlah Karyawan : Laki-laki Perempuan
Peng Peng
Adm Adm
olahan olahan
13 Penanggung Jawab: (Ada/Tidak)*
a. Unit Usaha (Nama) …………………………. …
b. Produksi (Ada/Tidak)*
(Nama) …………………………. …
c. Mutu (Ada/Tidak)*
(Nama) …………………………. …
d. Higiene Sanitasi (Ada/Tidak)*
(Nama) …………………………. …
14. Asal Bahan Baku Produk Asal
Hewan yang Digunakan:
a. Dari perusahaan sendiri …………………………………
- 106 -
b. Dari anak perusahaan
1) Nama …………………………………
2) Alamat …………………………………
3) Jenis bahan baku: …………………………………
c. Dari pemasok/supplier:
1) Nama ……………………………………
2) Alamat ……………………………………
3) Jenis bahan baku ……………………………………
15. Suplai air bersih berasal dari:
a. Air Tanah: Kapasitas
1) Sumur Dangkal ..............................m3/hari
2) Sumur Dalam
3) Danau
4) Sungai
b. Perusahaan Daerah Air Kapasitas
Minum (PDAM) ..............................m3/hari
16. Es berasal dari:
a. Produksi Sendiri Kapasitas.........................ton/hari
b. Membeli dari:
1) ............................ Volume............................ton/hari
2) ............................
c. Bentuk es:
1) Balok Volume............................ton/hari
2) Curah Volume............................ton/hari
17. Kebutuhan es rata-rata per hari Volume............................ton/hari
(disesuaikan dengan jenis unit
usaha)
18. Sistem Pembekuan Produk a. Air Blast Freezer (ya/tidak) *
(disesuaikan dengan jenis unit b. Contact Plate Freezer (ya/tidak)*
usaha) c. Brine Freezer (ya/tidak) *
d. Cryogenic Freezer (ya/tidak)*
e. Individual Quick Freezer
(ya/tidak)*
Keterangan :
*) Coret yang tidak perlu.
- 107 -
B. Data Khusus
Pengisian kolom pertanyaan pada Data Khusus harus dijawab dengan
jelas, apabila pertanyaan dianggap tidak jelas dengan jenis unit usaha,
maka pertanyaan cukup dijawab dengan TS (Tidak sesuai).
1) Unit Usaha sudah mempunyai (ada/tidak ada) *
Standard Operating Procedures
(SOP) atau Panduan Mutu
2) Dokter Hewan yang tidak (ada/tidak ada) *
berstatus pegawai negeri sipil Nama:
sebagai Penanggung Jawab Teknis
(khusus untuk unit usaha yang
dipersyaratkan)
a. Rumah Potong Hewan
b. Budi daya Unggas Petelur
c. Budi daya Ternak Perah
d. Gudang Berpendingin (bagi
unit usaha pemasukan produk
hewan)
3) Dokter hewan berwenang yang (ada/tidak ada) *
bertanggung jawab dalam Nama:
pengawasan di bidang kesehatan
masyarakat veteriner
4) Unit Pengolahan sudah (ada/tidak ada) *
menerapkan Sistem Jaminan
Keamanan Pangan? Jika sudah,
sebutkan ruang lingkupnya.
5) Apakah pekerja sudah (iya/tidak) *
mendapatkan pelatihan tentang
praktek higiene?
Jika sudah, siapa penyelenggara,
tenaga pelatih, waktu dan tempat
pelaksanaan?
Berapa orang dan bagian apa saja
yang terlibat dalam pelatihan ?
- 108 -
6) Asal Bahan Baku Produk Hewan ? Nama Unit Usaha:
No NKV/establisment
number
7) Memiliki SOP Kesrawan untuk (ada/tidak ada) *
Unit Usaha Budi daya dan RPH
8) Memiliki sertifikat kompartemen (ada/tidak ada)*
untuk Unit Usaha Budi daya Ayam
Petelur
9) Memiliki Dokter hewan dan/atau (ada/tidak ada)*
paramedik veteriner yang Nama Dokter Hewan:
melaksanakan pemeriksaan ante
mortem dan post mortem untuk Nama Paramedik:
Unit Usaha Rumah Potong Hewan
Ruminansia/Babi/Unggas
10) Hasil pemeriksaan laboratorium (ada/tidak ada)*
untuk Unit Usaha Pengeluaran
Produk Hewan
Keterangan :
*) Coret yang tidak perlu.
- 109 -
C. Lembar Pemeriksaan Kelayakan Dasar
Pengisian kolom pertanyaan pada Lembar Pemeriksaan Kelayakan
Dasar dilakukan dengan melingkari tanda (X) yang tersedia pada kolom
MN (Minor) atau MY (Mayor) apabila kenyataan di lapangan sesuai
dengan pertanyaan. Pada Penentuan Tingkat Nomor Kontrol Veteriner
digunakan untuk menentukan tingkat unit usaha produk hewan
berdasarkan jumlah penyimpangan yang ditemukan.
1. Rumah Potong Hewan Ruminansia
a. Daftar Audit Kelayakan Dasar
Unit Usaha Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R)
Aspek yang dinilai MN MY OK Keterangan
I. Praktik Veteriner yang Baik (Good Veterinary Practices)
1. Pemeriksaan Ante mortem dan
Post mortem
1.1. Pemeriksaan ante mortem X
tidak dilakukan secara
teratur
1.2. Pemeriksaan ante mortem X
tidak terdokumentasi
dengan baik
1.3. Pemeriksaan post mortem X
tidak dilakukan secara
teratur
1.4. Pemeriksaan post mortem X
tidak terdokumentasi
dengan baik
II. Biosekuriti
2. Setiap hewan yang datang tidak X
disertai dengan Sertifikat
Veteriner atau Surat Keterangan
Kesehatan Hewan (SKKH)
3. Hewan yang baru datang X
disatukan dengan hewan yang
sudah ada di kandang
penampungan
- 110 -
Aspek yang dinilai MN MY OK Keterangan
III. Kesejahteraan Hewan
4. Penerimaan Hewan
4.1. Fasilitas penurunan X
hewan (rampa, lantai,
pagar pembatas) tidak
ada
4.2. Fasilitas penurunan X
hewan (rampa, lantai,
pagar pembatas) ada
dalam keadaan rusak,
atau rampa curam
(melebihi 30°)
4.3. Kandang penampungan X
sementara dibuat dari
bahan yang dapat
menyebabkan hewan
cidera/terluka
4.4. Terdapat kerusakan X
fasilitas kandang
penampungan yang dapat
menyebabkan hewan
cidera/terluka
4.5. Hewan ditempatkan X
dalam kandang
penampungan terlalu
padat (kepadatan 2.5–4
m2 per ekor untuk
kandang dengan atap
tertutup semua, dan
kepadatan 5–9 m2 per
ekor untuk kandang
dengan atap tertutup
sebagian)
- 111 -
Aspek yang dinilai MN MY OK Keterangan
4.6. Lantai kandang X
penampungan dalam
keadaan terlalu kotor,
berlubang dan licin
IV. Bangunan, Fasilitas, dan Peralatan
5. Lokasi Unit Usaha dan
Lingkungan
5.1. Terdapat debu yang X
berlebihan di jalanan dan
tempat parkir
5.2. Tidak ada pemisahan fisik X
antara RPH-B, RPH-R, dan
RPH-U
5.3. Sistem pembuangan X
limbah cair/saluran tidak
baik
6. Tidak ada kandang isolasi X
untuk hewan sakit atau hewan
yang diduga sakit
7. Kotor dan tidak terawat X
8. Konstruksi Bangunan Utama
8.1. Tidak dilakukan X
pemisahan secara fisik
antara ruang bersih dari
ruang kotor
8.2. Konstruksi bangunan X
tidak mencegah masuk
dan bersarangnya
serangga dan rodensia
8.3. Ruang produksi X
berhubungan langsung
dengan toilet/kamar
mandi, tempat ganti
pakaian, tempat tinggal,
garasi dan bengkel
- 112 -
Aspek yang dinilai MN MY OK Keterangan
9. Langit-Langit Ruang Produksi
9.1. Tidak bebas dari X
kemungkinan cat atau
material lain rontok/jatuh
9.2. Terdapat kondensasi di X
langit-langit atau langsung
di atas karkas/daging
tidak dikemas atau yang
memungkinkan produk
tercemar
10. Dinding Ruang Produksi
10.1. Dinding setinggi kurang X
dari 3 meter terbuat dari
bahan yang tidak kedap
air, retak, berlubang,
bersifat toksik, tidak
mudah dibersihkan dan
didisinfeksi
10.2. Ada bagian dinding yang X
memungkinkan untuk
meletakkan/menyimpan
barang/peralatan
10.3. Pertemuan antara dinding X
dan dinding tidak
lengkung
11. Lantai Ruang Produksi
11.1. Terbuat dari bahan yang X
tidak kedap air, retak,
berlubang dan tidak
mudah dibersihkan dan
didisinfeksi
11.2. Pertemuan antara lantai X
dan dinding tidak
lengkung
- 113 -
Aspek yang dinilai MN MY OK Keterangan
11.3. Air tidak mengalir ke X
saluran pembuangan,
terdapat banyak kotoran,
darah, genangan air atau
limbah cair di atas lantai
12. Penerangan
12.1. Lampu di ruang produksi X
dan ruang penyimpanan
tidak berpelindung
12.2. Intensitas cahaya di area X
pemeriksaan ante mortem
dan post mortem kurang
dari 540 luks
12.3. Intensitas cahaya di area X
produksi kurang dari 220
luks
13. Sirkulasi Udara
13.1. Sirkulasi udara tidak baik X
(pengap)
13.2. Udara mengalir dari X
daerah kotor ke daerah
bersih
14. Saluran pembuangan tidak X
lancar dan/atau tidak tertutup
15. Tidak tersedia pasokan air X
bersih yang memadai
16. Tidak tersedia pasokan listrik X
yang memadai
17. Fasilitas Foot Dip dan fasilitas
cuci tangan
17.1. Pintu masuk ruang X
pengolahan tidak memiliki
foot dip
17.2. Foot dip tidak berfungsi X
baik (tidak berisi
disinfektan)
- 114 -
Aspek yang dinilai MN MY OK Keterangan
17.3. Tidak memiliki fasilitas X
untuk membersihkan
sepatu boot
17.4. Fasilitas cuci tangan tidak X
berfungsi atau tidak
tersedia air bersih, tidak
dilengkapi sabun cair dan
sanitiser serta terdapat
petunjuk untuk mencuci
tangan
17.5. Fasilitas cuci tangan X
dioperasikan dengan
tangan
18. Toilet
18.1. Tidak tersedia toilet untuk X
pekerja dalam jumlah
cukup
18.2. Pintu berhubungan X
langsung dengan ruang
produksi
18.3. Tidak dilengkapi dengan X
fasilitas untuk mencuci
tangan dalam toilet
18.4. Tidak tersedia air bersih X
yang memadai, tidak
dilengkapi sabun cair dan
sanitiser serta petunjuk
untuk mencuci tangan
19. Ruang Ganti Pakaian
19.1. Tidak ada X
19.2. Tidak dipisahkan antara X
ruang ganti pakaian untuk
pekerja di daerah kotor
dari ruang ganti pakaian
untuk pekerja di daerah
bersih
- 115 -
Aspek yang dinilai MN MY OK Keterangan
19.3. Jalur pekerja dari ruang X
ganti pakaian menuju
ruang produksi melalui
ruang terbuka di luar
bangunan utama
20. Peralatan dan Wadah
20.1. Terbuat dari bahan yang X
tidak kedap air, mudah
korosif, toksik, tidak
mudah dibersihkan dan
didisinfeksi
20.2. Peralatan yang kontak X
langsung dengan produk
tidak dicuci dan disanitasi
setelah digunakan serta
disimpan di tempat yang
seharusnya
V. Penanganan Produk
21. Penyembelihan
21.1. Penyembelihan tidak X
dilakukan oleh Juru
Sembelih Halal yang
tersertifikasi
21.2. Penyembelihan tidak X
mengikuti prosedur
penyembelihan halal
21.3. Pisau yang digunakan X
menyembelih tidak cukup
panjang dan tidak tajam
21.4. Pisau yang digunakan X
dalam proses
penyembelihan tidak
dijaga tetap tajam antara
penyembelihan tiap
hewan
- 116 -
Aspek yang dinilai MN MY OK Keterangan
22. Penanganan Dalam Penyelesaian
Penyembelihan
22.1. Proses penyelesaian X
pemotongan dilakukan
sebelum hewan mati
sempurna
22.2. Temperatur di ruang X
penanganan karkas dan
daging lebih dari 15ºC
23. Cap/stempel dan Label
23.1. Karkas ternak ruminansia X
tidak dicap sebagai hasil
pemeriksaan postmortem
23.2. Cap/stempel tidak X
terbuat dari bahan yang
diperbolehkan untuk
pangan
24. Proses Penyembelihan dengan
Pemingsanan (bagi RPH-R yang
melakukan proses pemingsanan
sebelum penyembelihan)
24.1. Peralatan pemingsanan X
tidak ditempatkan di
posisi yang benar pada
kepala hewan pada saat
proses pemingsanan
24.2. Waktu antara proses X
pemingsanan dan proses
penyembelihan dilakukan
lebih dari 30 detik
25. Proses Penyembelihan tanpa
Pemingsanan
25.1. Waktu antara hewan yang X
sudah direbahkan dan
penyembelihan dilakukan
lebih dari 30 detik
- 117 -
Aspek yang dinilai MN MY OK Keterangan
25.2. Tidak dilakukan X
pemeriksaan refleks
kornea atau pemeriksaan
refleks kornea tidak
dilakukan dengan teknik
yang benar, sebelum
dimulai proses
penanganan lebih lanjut
26. Transportasi/Alat angkut daging X
tidak mencegah kontaminasi
VI. Higiene Personel
27. Kesehatan pekerja yang X
menangani langsung produk
tidak diperiksa minimal 1 kali
setahun
28. Pekerja yang menangani X
langsung produk tidak
mencegah terkontaminasinya
karkas, daging, dan jeroan dari
bahaya biologis, kimiawi,
dan/atau fisik
29. Pekerja yang menangani X
langsung produk tidak
mendapatkan pelatihan terkait
higiene sanitasi
VII. Higiene Sanitasi
30. Penanganan Limbah dan
Kotoran
30.1. Limbah dan kotoran tidak X
ditangani dengan baik
30.2. Fasilitas pembuangan X
sampah/kotoran dalam
ruang produksi tidak
tertutup
31. Tidak memiliki Standard X
Operating Procedures(SOP)
pembersihan dan disinfeksi
- 118 -
Aspek yang dinilai MN MY OK Keterangan
32. Program Pengendalian Serangga,
Rodensia dan/atau Binatang
Pengganggu Lainnya
32.1. Tidak memiliki program X
tertulis dalam
pengendalian serangga,
rodensia dan/atau
binatang pengganggu
lainnya
32.2. Pengendalian serangga, X
rodensia dan/atau
binatang pengganggu
lainnya di ruang produksi
tidak dilakukan secara
efektif
33. Bahan-Bahan Kimia
33.1. Bahan kimia dan sanitiser X
tidak diberi label dan
tidak disimpan pada
ruang khusus dan
terpisah dengan ruang
yang lain
33.2. Penggunaan bahan kimia X
dan sanitiser yang tidak
diizinkan dan tidak sesuai
dengan persyaratan
VIII. Pengujian oleh Pihak Eksternak Terakreditasi
34. Tidak ada pengujian keamanan X
pangan terhadap produk akhir
di laboratorium minimal 1 kali
setahun
35. Tidak dilakukan pemeriksaan X
kualitas air bersih di
laboratorium minimal 1 kali
setahun
- 119 -
Aspek yang dinilai MN MY OK Keterangan
36. Tidak ada pengujian X
laboratorium untuk melihat
efektifitas program sanitasi di
laboratorium
37. Peralatan tidak dikalibrasi X
minimal 1 kali setahun
Keterangan :
MN = Penyimpangan Minor
MY = Penyimpangan Mayor
OK = Tidak ada Penyimpangan
b. Penentuan Tingkat Nomor Kontrol Veteriner Unit Usaha
Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R)
1. Jumlah Penyimpangan (Incompliance)
a. Penyimpangan Minor 38 Penyimpangan
b. Penyimpangan Mayor 37 Penyimpangan
2. Tingkat Nomor Kontrol Veteriner
Jumlah Penyimpangan
Tingkat
Minor Mayor Kriteria Penilaian
I ≤8 ≤4 Jumlah penyimpangan
maksimal 12,
mayor maksimal 4
II ≤13 ≤10 Jumlah penyimpangan
maksimal 23, mayor maksimal
10
III ≤19 Jumlah penyimpangan
maksimal 37
3. Keterangan Tingkat Nomor Kontrol Veteriner
a. Tingkat I Sangat baik (kualifikasi ekspor)
b. Tingkat II Baik
c. Tingkat III Cukup