0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan5 halaman

Uas Rapid

Dokumen ini adalah kertas kerja ujian untuk mata kuliah Pengembangan Aplikasi Berbasis RAPID yang diambil oleh mahasiswa Iqbal Awis Nurdiansyah. Terdapat penjelasan mengenai perbedaan antara Traditional Development dan RAD, serta berbagai fase dalam pengembangan sistem seperti Business Modeling, Data Modeling, dan Testing. Selain itu, dijelaskan juga tentang tema sistem peminjaman buku perpustakaan yang menggunakan aplikasi berbasis web dengan PHP dan framework CodeIgniter.

Diunggah oleh

maddiiqbal0
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan5 halaman

Uas Rapid

Dokumen ini adalah kertas kerja ujian untuk mata kuliah Pengembangan Aplikasi Berbasis RAPID yang diambil oleh mahasiswa Iqbal Awis Nurdiansyah. Terdapat penjelasan mengenai perbedaan antara Traditional Development dan RAD, serta berbagai fase dalam pengembangan sistem seperti Business Modeling, Data Modeling, dan Testing. Selain itu, dijelaskan juga tentang tema sistem peminjaman buku perpustakaan yang menggunakan aplikasi berbasis web dengan PHP dan framework CodeIgniter.

Diunggah oleh

maddiiqbal0
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KERTAS KERJA UJIAN

Semester : Ganji / Genap / Pendek*) Tahun akademik : . . .

Nomor Induk Mahasiswa 41518310022 Nomor Ujian : Paraf Mahasiswa

Nama Iqbal Awis Nurdiansyah

Fakultas / Program Studi Ilmu Komputer / Teknik Informatika Paraf Pengawas

Mata Kuliah Pengembangan Aplikasi Berbasis RAPID

Dosen Agung Prajuhana Putra, [Link] Nilai Ujian (00-100)

Waktu Hari Tanggal Jam Ruang

Pelaksanaan Ujian Senin 13 July 2020 19.00 – 22.00 DC-105-1

1. Perbedaan Traditional Development dengan RAD

Teknik SDLC secara tradisional mendefinisikan langkah development cycle menjadi beberapa
project kegiatan yang sangat berurutan.

Sedangkan RAD mengurangi (compress) semua tahap pada perputaran system menjadi
pekerjaan yang intensif melalui tim-tim kecil yang memiliki tugas masing-masing sehingga
perkembangan iterasi menjadi kegiatan kolaborasi secara parallel.

2. A.) Prototype
Secara umum : pembuatan prototype dalam bentuk yang kecil dari suatu system untuk menguji
fungsi yang kurang dan efisien
Prototipe menjadi bagian untuk menghasilkan system

B.) Joint Application Development (JAD)


- Merupakan proses manajemen yang membantu pengembangan untuk bekerja seara efektif
dengan user untuk mengembangkan teknologi system informasi
- Fungsi : menentukan proyek, perancangan dan mengawasi proyek sampai selesai.

3. A.) Business Modeling (Bisnis Model) :


Fase ini untuk perancangan dasar dari pengembangan produk berdasarkan informasi dan
distribusi informasi antar saluran bisnis. Analisis bisnis yang lengkap dilakukan untuk
menemukan informasi penting untuk bisnis, bagaimana hal itu dapat diperoleh, bagaimana dan
kapan informasi diproses dan faktor apa yang mendorong arus informasi yang berhasil.
B.) Data Modeling (Data Model) :
Fase ini untuk menganalisa informasi yang sudah dikumpulan dari fase Business Modeling.
Semua kumpulan data diidentifikasi dan didefinisikan secara rinci untuk mencari model bisnis
yang tepat.

C.) Process Modeling (Proses Pemodelan) :


Fase ini untuk untuk menetapkan arus informasi bisnis yang diperlukan untuk mencapai tujuan
bisnis yang spesifik sesuai model bisnis. Perubahan atau penyempurnaan pada kumpulan objek
data didefinisikan dalam fase ini. Deskripsi proses untuk menambahkan, menghapus, mengambil
atau memodifikasi objek data diberikan.

D.) Application Generation (Generasi Aplikasi) :


Fase ini untuk Sistem yang sebenarnya dibangun dan pengkodean dilakukan dengan
menggunakan automatic tools i untuk mengubah model proses dan data menjadi prototype
yang actual.

E.) Testing and Turnover :


Fase ini untuk pengujian keseluruhan sistem yang dibangun semua komponen perlu diuji secara
menyeluruh dengan cakupan uji yang lengkap. Dengan pengujian yang lengkap dapat
mengurangi risiko cacat sistem.

4. A.) Tim Hybrid :


Tim sebaiknya terdiri atas sekitar 6 anggota, termasuk Developer dan pengguna penuh dari
sistem plus personil yang menetapkan requirements. Developer yang dipilih sebagai anggota tim
sebaiknya bersifat “multi-talented”, yaitu yang dapat berperan sebagai analis, desainer, dan
pemrogram.

B.) Visual development :


Visual Development digunakan karena perkembangan software saat ini lebih mengarah ke arah
Visual Programming. Banyak bahasa tingkat tinggi yang mulai beralih ke arah Visual. Hal ini
dilakukan supaya proses perancangan sistem dapat dibuat lebih mudah, cepat dan dapat
dirubah kapan saja sesuai dengan keinginan user.

C.) Early prototypes :


Early prototype dibuat untuk memberitahukan kepada user mengenai sistem yang akan dibuat.
Prototype dibuat karena kita maupun user tidak mengetahui secara detail requirement yang
dibutuhkan. Dengan adanya prototype awal ini bisa memberikan gambaran mengenai sistem
yang akan dibuat nantinya.

D.) Evolutionary prototypes :


Developer mengembangkan prototype berdasarkan kebutuhan user setelah user melihat dan
mencoba Early Prototype. Hasil dari masukkan user diberikan kepada perancang untuk
mengembankan prototipe sehingga sesuai dengan keinginan user.
E.) Multiprogramming languages :
Dukungan terhadap Multiprogramming languages digunakan untuk mencoba suatu sistem
dengan menggunakan bahasa pemrograman yang berbeda. Hal ini dilakukan jika dalam tahap
pengembangan selanjutnya terjadi perubahan bahasa yang digunakan karena masing-masing
bahasa pemrograman mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

F.) Team Scheduling :


Team Scheduling sangat penting dalam suatu proses pengembangan sistem. Dengan adanya
penjadwalan kita dapat mengestimasi waktu pengerjaan dan mempunyai target yang jelas
dalam jangka waktu yang sudah ditetapkan. Pembuatan Gant chart sangat memudahkan project
manager dalam mengatur setiap proses yang terjadi.

G.) Workgroup Collaboration :


Dengan adanya Workgroup Collaboration, pengembang di lokasi yang berbeda dapat membuka
satu atau beberapa dokumen secara bersamaan. Hal ini dapat mempermudah dan
mempercepat dalam proses pengembangan sistem .

H.) Component Reuse :


Component Reuse digunakan untuk menghemat biaya dan waktu implementasi dalam
pengembangan sistem. Pengembang dapat menggunakan komponen yang sudah jadi. Jika ada
perubahan, pengembang hanya perlu merubah bagian-bagian tertentu saja.

I.) Standard API :


Dengan adanya API (Application Programming Interface) pengembang dapat memanggil dan
menggunakan suatu function di dalam program atau aplikasi lain. Dengan API yang berbeda-
beda maka proses dan cara kerja penggunaan/ pemanggilan function tersebut akan berbeda
pula. Oleh karena itu perlu dibuatkan suatu standar sehingga antara pengembang yang satu dan
yang lain menggunakan cara yang sama.

J.) Version Control :


Version Control digunakan untuk mengatur ‘ongoing development’ dari suatu dokumen digital,
seperti source code, blueprint, system model atau informasi berharga lainnya yang digunakan
oleh suatu team dalam pengembangan sistem. Perubahan terhadap dokumen dapat dikenali
dengan adanya Version Control.

5. A.) Tema sistem yang akan di buat adalah sistem peminjaman buku perpustakaan
B. )
C.)

D.) Aplikasi yang saya gunakan adalah aplikasi berbasis web yang menggunakan Bahasa
pemrograman PHP dengan framework codeigniter.

E.) Transaksi yang ada diaplikasi yang dibuat adalah system pengelolaan perpustakaan dimana
admin / petugas dapat mengelola sebuah perpustakaan berbasis aplikasi, agar transaksi
peminjaman dapat berjalan dengan baik.

Ketika mahasiswa meminjam buku, admin dapat langsung mengakses ketersediaan buku. Ketika
buku tersebut sedang dipinjam oleh mahasiswa lain, terdapat keterangan tanggal
mengembalikan, jadi mahasiswa yang ingin meminjam buku tersebut bisa menunggu sampai
tanggal yang telah di tentukan untuk meminjam buku tersebut.

Petugas juga dapat menginput buku baru yang masuk ke perpustakaan.

Mahasiswa anggota harus mencantum kan tanggal pengembalian buku.

Anda mungkin juga menyukai