MODUL AJAR
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SD
Disusun Oleh:
Silvi Yulanda 23129252
23 BB 07
Dosen Pengampu:
Ari Suriani, [Link]., [Link]
Inggria Kharisma, [Link]
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2025
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA
BAHASA INDONESIA SD FASE C KELAS 5
INFORMASI UMUM
A. Identitas Modul
Nama penyusun : Silvi Yulanda
Institusi : SDN -
Tahun pelajaran : 2025
Jenjang sekolah : SD
Mata pelajaran : Bahasa Indonesia
Fase/kelas : C/5
BAB / Tema : 2. Buku Jendela Dunia
Topik : Kalimat Langsung dan Tidak Langsung
Alokasi waktu : 2 x 40 menit (1 Kali Pertemuan)
B. Kompetensi Awal
• Peserta didik membedakan antara pernyataan langsung dan tidak langsung dalam
percakapan sehari-hari.
• Peserta didik mampu memahami isi percakapan sederhana dalam bentuk dialog.
C. Profil Pelajar Pancasila
• Beriman dan bertaqwa pada Tuhan yang Maha Esa
• Gotong royong
• Mandiri
• Berpikir kritis
• Kreatif
D. Sarana dan Prasarana
• Bahan Ajar
• Alat tulis
• Lembar kerja peserta didik (LKPD)
• Video Pembelajaran
• LCD (infocus)
• Laptop
E. Target Peserta Didik
• Peserta didik reguler/tipikal : kemampuan umum, tidak ada kesulitan dalam
mencerna dan memahami materi ajar.
• Peserta didik dengan pencapaian tinggi : mencerna dan memahami dengan cepat,
mampu mencapai keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS), dan memiliki
keterampilan memimpin.
F. Model Pembelajaran
1. Model Pembelajaran : Tatap Muka (Luring)
2. Model Pembelajaran : STAD (Student Team Achiviment Division)
3. Metode Pembelajaran : Diskusi, tanya jawab, latihan soal
4. Pendekatan : Kooperatif
KOMPONEN INTI
A. Tujuan Kegiatan Pembelajaran
Capaian Pembelajaran
Pada akhir Fase C, peserta didik mampu berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar
sesuai dengan tujuan dan konteks sosial. Peserta didik menunjukkan minat terhadap
teks, mampu memahami, mengolah, dan menginterpretasi informasi dan pesan dari
paparan lisan dan tulis tentang topik yang dikenali dalam teks narasi dan informatif.
Peserta didik mampu menanggapi dan mempresentasikan informasi yang
dipaparkan; berpartisipasi aktif dalam diskusi; menuliskan tanggapannya terhadap
bacaan menggunakan pengalaman dan pengetahuannya; menulis teks untuk
menyampaikan pengamatan dan pengalamannya dengan lebih terstruktur. Peserta
didik memiliki kebiasaan membaca untuk hiburan, menambah pengetahuan, dan
keterampilan.
Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik dapat menyebutkan ciri-ciri kalimat langsung dan tidak
langsung. (C1)
2. Peserta didik dapat menjelaskan arti kalimat langsung dan tidak langsung.
(C2)
3. Peserta didik dapat menjelaskan contoh kalimat langsung dan tidak langsung.
(C2)
4. Peserta didik dapat mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak
langsung dan sebaliknya dengan benar. (C3
B. Pemahaman Bermakna
Pada pembelajaran hari ini peserta didik diajak untuk menyebutkan kalimat yang
sering diucapkan ketika berhadapan langsung dengan temannya, dan juga mampu
memberikan contoh kalimat langsung dan tidak langsung.
C. Pertanyaan Pemantik
1. Bagaimana kalimat yang diucapkan ketika hendak meminta tolong?
2. Bagaimana kalimat yang diucapkan saat hendak bercerita kepada teman?
3. Apakah pernah berbicara langsung kepada teman?
4. Apakah pernah menyampaikan pesan yang sudah diucapkan teman kalian secara
tidak langsung?
D. Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu
KEGIATAN PENDAHULUAN
1. Peserta didik menjawab salam dan berdo’a.
(Comunication/4C)(Religius, Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan
Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia)
2. Peserta didik dicek kesiapan diri dan guru mengisi lembar kehadiran
dan memeriksa kerapian pakaian, posisi dan tempat duduk
disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran . (Comunication/4C)
15 Menit
3. Peserta didik diajak menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”
bersama guru. (Nasionalisme)
4. Peserta didik dan guru mengaitkan materi yang akan dipelajari
dengan kebiasaan sehari-hari peserta didik. (Comunication/4C)
5. Peserta didik diberikan salah satu pertanyaan pemantik:
• Bagaimana kalimat yang diucapkan ketika hendak meminta
tolong?
• Bagaimana kalimat yang diucapkan saat hendak bercerita
kepada teman?
• Apakah pernah berbicara langsung kepada teman?
• Apakah pernah menyampaikan pesan yang sudah
diucapkan teman kalian secara tidak langsung (Bernalar
Kritis/4C)
6. Peserta didik diberitahu bahwa topik pembelajaran yang akan
dipelajari dan peserta didik mendengarkan tujuan pembelajaran
yang disampaikan guru “Pertanyaan dari ibu tadi kira-kira hari
ini kita akan belajar tentang apa? Jadi tujuan pembelajaran hari
ini yaitu kita bisa mengetahui bagaimana menuliskan kalimat
langsung dan bagaimana kalimat tidak langsung
itu”.(Comunication/4C)
KEGIATAN INTI
Sintaks 1: Orientasi Pada Masalah
1. Guru mengajukan pertanyaan kepada peserta didik “ada yang tahu
apa perbedaan dari kalimat langsung dan tidak langsung?”
2. Guru mengajak peserta didik untuk bersama-sama memperhatikan
video pembelajaran yang ditampilkan pada proyektor. (Bernalar
Kritis/4C)
3. Peserta didik mendengarkan penjelasan terkait video
tersebut (Comunication, Bernalar Kritis/4C)
4. Guru memberikan penjelasan untuk menguatkan 50 Menit
penyampaian materi berdasarkan video tersebut.
(Communication/4C)
5. Peserta didik menjawab pertanyaan mendasar berdasarkan
video tersebut dan mengaitkanya dengan materi yang akan
dipelajari. (Comunication, Bernalar Kritis/4C)
Sintaks 2 : Mengorganisasikan Peserta Didik untuk Belajar
1. Peserta didik menerima penjelasan guru bahwa pembelajaran kali
ini akan di lakukan secara diskusi kelompok.
2. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari
4-5 oarang berdasarkan tingkat kemampuan yang berbeda.
(Colaboration/4C)
3. Peserta didik dan guru melakukan perencanaan secara kolaboratif
mengenai:
• Mengelompokkan contoh kalimat yang diberikan guru,
• Mengubah kalimat langsung menjadi tidak langsung dan
[Link]/4C)
4. Peserta didik berdiskusi dan saling mengoreksi serta menjelaskan
jawaban dari masing-masing kelompok. (Colaboration, Bernalar
Kritis/4C)
Sintaks 3 : Mengawasi Jalannya Diskusi
1. Guru membagikan LKPD kepada setiap kelompok.
2. Guru menginformasikan kepada peserta didik untuk saling
bertukar pikiran, berdiskusi, dan mengklarifikasi ide serta
pendapat.
3. Guru memantau keaktifan peserta didik selama
melaksanakan diskusi, memantaurealisasi perkembangan
dan membimbing jika mengalami kesulitan.
4. Peserta didik melakukan sesuai jadwal, mencatat setiap tahapan,
mendiskusikan setiap masalah yang muncul selama
penyelesaian proyek dengan guru.
Sintaks 4 : Penilaian Hasil
1. Guru mempersilahkan setiap kelompok ke depan kelas untuk
memperesentasikan hasil diskusinya.
2. Peserta didik mempresentasikan hasil projek yang telah dilakukan.
3. Guru mempersilahkan kelompok lain untuk menanggapi dan
mengajukan pertanyaan kepada kelompok penyaji setelah
kelompok penyaji selesai presentasi.
4. Guru mengkonfirmasi dan mengapresiasi hasil project yang telah
diselesaikan oleh peserta didik.
Sintaks 5: Evaluasi
1. Guru memberikan penegasan ulang atau penguatan materi telah
dilakukan oleh peserta didik. (Comunication/4C)
2. Guru mengolah skor individu dan kelompok berdasarkan peningkatan
hasil. Kelompok terbaik mendapat penghargaan (pujian/tanda
bintang). (Mengevaluasi/4C)
KEGIATAN PENUTUP
1. Peserta didik dibimbing membuat simpulan pembelajaran.
(Communication, Bernalar Kritis/4C)
2. “Jadi kesimpulan pembelajaran hari ini kita sudah belajar tentang
apa saja?”
3. Peserta didik diberi kesempatan menanyakan hal-hal yang belum
dipahami mengenai materi yang telah dipelajari.
(Communicaton/4C)
15 menit
4. “Anak-anak apakah ada pertanyaan? Apa ada yang belum dipahami
silahkan kalian bertanya! Jika tidak ada yang bertanya ibu anggap
anak-anak sudah paham”
5. Peserta didik mengerjakan soal evaluasi yang sudah dibagikan
kepada siswa.(Bernalar Kritis/4C)
6. Guru menanyakan pesan dan kesan kepada siswa tentang
pembelajaran hari ini. (Communication/4C)
7. Peserta didik mendengarkan pesan moral yang disampaikan guru.
(Comunication/4C)
8. Mengajak semua peserta didik berdo’auntuk mengakhiri
kegiatan pembelajaran. (Comunication/4C)
E. Asesmen/Penilaian
No Bentuk Penilaian Teknik Penilaian Instrumen Penilaian Waktu Penilaian
Penilaian pengetahuan Pre tes
awal peserta didik Sebelum proses
1. Asesmen Awal pembelajaran
Penilaian sikap Lembar observasi sikap Selama proses pembelajaran
dan diluar proses
Formatif pembelajaran
2.
Penilaian soal(post tes) dan kunciProses dan akhir
pengetahuan jawaban pembelajaran
Penilaian Rubrik penilaian Selama proses pembelajaran
keterampilan
F. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
Wah, Pembelajaran sudah selesai. Apa saja yang sudah ananda pelajari? Berilah tanda
centang () sesuai dengan pengalaman ananda.
Pengalaman Saya YA TIDAK
Apakah materi pembelajaran hari ini sulit?
Apakah ananda sudah memahami
pembelajaran hari ini?
Apakah ananda menyukai kegiatan
berkelompok?
Refleksi Guru
Agar proses belajar selanjutnya lebih baik lagi, mari lakukan refleksi diri dengan menjawab
pertanyaan berikut.
Pertanyaan Jawaban
Apakah pemilihan media pembelajaran telah mencerminkan
tujuan pembelajaran yang akan dicapai?
Apakah gaya penyampaian materi mampu ditangkap oleh
pemahaman peserta didik?
Apakah pemilihan metode pembelajaran sudah efektif untuk
menerjemahkan tujuan pembelajaran?
Kesulitan apa yang dialami peserta didik dalam
pembelajaran?
Apakah guru dapat mengatasi peserta didik yang tidak
fokus dalam pembelajaran?
G. Kegiatan Pengayaan dan Remedial
1. Pengayaan
Pengayaan peserta didik yang daya tangkap dan daya kerjanya lebih dari peserta didik
lain, guru memberikan kegiatan pengayaan yang lebih menantang dan memperkuat daya
serapnya terhadap materi yang telah dipelajari.
2. Remedial
Remedial peserta didik yang hasil belajarnya belum mencapai target guru melakukan
pengulangan materi dengan pendekatan yang lebih individual dan memberikan tugas
individual tambahan untuk memperbaiki hasil belajar peserta didik yang bersangkutan.
H. LAMPIRAN
1. Bahan Ajar
2. Media Pembelajaran
3. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
4. Soal Evaluasi dan kunci jawaban
I. INSTRUMEN PENILAIAN
1. Instrumen Penilaian Kompetensi Sikap
Sikap: Dimensi Profil Pelajar Pancasila (beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME & berakhlak
mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, bernalar kritis, mandiri, kreatif) dinilai melalui
pengamatan dan dituangkan dalam jurnal sikap peserta didik.
Hari/Tanggal:
No Nama Dimensi Profil Pelajar Pancasila
. Siswa Beriman Berkebinekaan Bergotong- Bernalar Mandiri Kreatif
dan Global royong Kritis
Bertakwa
Kepada
Tuhan
YME &
Berakhlak
Mulia
1.
2.
3.
…
Keterangan
Skor:
1 = Belum Terlihat
2 = Mulai Terlihat
3 = Mulai Berkembang
4 = Membudaya
Pedoman Penskoran:
Skor Maksimal = 24
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑐𝑜𝑟𝑒 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
Nilai = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑐𝑜𝑟𝑒 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙
× 100
Panduan Konversi Nilai:
Konversi Nilai Prediket Klasifikasi
93-100 A Sangat baik
84-92 B Baik
75-83 C Cukup
< 75 D Perlu bimbingan
2. Instrumen Penilaian Pengetahuan
Kisi-kisi Soal Evaluasi
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Materi: Kalimat Langsung dan Tidak Langsung
No. Indikator Ranah Kognitif Bentuk Soal Nomor
Soal
1. Siswa dapat mengenali kalimat langsung C1 (Mengingat) Pilihan Ganda 1
berdasarkan tanda petik dan kata
pengiring.
2. Siswa dapat mengenali kalimat tidak C1 (Memahami) Pilihan Ganda 2,3
langsung dari penggunaan kata
penghubung.
3. Siswa dapat membedakan kalimat C2 (Menerapkan) Pilihan Ganda 4,5
langsung dan tidak langsung
berdasarkan ciri-cirinya.
4. Siswa dapat mengubah kalimat langsung C3 (Menerapkan) Pilihan Ganda 6,7
menjadi tidak langsung secara tepat.
5. Siswa dapat mengubah kalimat tidak C3 (Memahami) Pilihan Ganda 8
langsung menjadi kalimat langsung
secara tepat .
6. Siswa dapat memilih kalimat C4 (Menganalisis) Pilihan Ganda 9,10
langsung/tidak langsung yang sesuai
dengan situasi .
Soal Evaluasi
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Materi: Kalimat Langsung dan Tidak Langsung
Nama:
No. Absen:
Hari/Tgl:
A. Pilihan Ganda
Pilih jawaban yang paling benar!
1. Kalimat berikut yang merupakan kalimat langsung adalah....
A. Rini mengatakan bahwa dia sudah belajar.
B. Ayah berkata bahwa ibu sedang memasak.
C. Rini berkata, “Saya sudah belajar.”
D. Dia mengatakan bahwa mereka akan pulang.
2. Kalimat tidak langsung yang benar adalah....
A. Ibu berkata, “Kamu harus rajin belajar.”
B. Rudi berkata bahwa dia akan datang besok.
C. “Saya mau ikut lomba,” kata Adik.
D. Ayah berkata, “Saya pergi ke kantor.”
3. Kalimat berikut yang merupakan kalimat tidak langsung adalah....
A. Siti berkata, “Aku senang belajar.”
B. “Ayo kita bermain bola!” ajak Edo.
C. Ibu berpesan agar aku tidak lupa sarapan.
D. “Tolong ambilkan buku itu,” kata guru.
4. Ciri khas dari kalimat langsung adalah....
A. Menggunakan kata sambung “bahwa”
B. Menggunakan tanda petik dua (“...”)
C. Tidak menggunakan tanda baca
D. Tidak memakai huruf kapital
5. Perhatikan kalimat berikut:
Ani berkata, “Saya ingin menjadi dokter.”
Kalimat tersebut merupakan....
A. Kalimat tidak langsung
B. Kalimat langsung
C. Kalimat ajakan
D. Kalimat perintah
6. Ubah kalimat langsung ini menjadi kalimat tidak langsung:
Ibu berkata, “Kamu harus berhati-hati.”
A. Ibu berkata bahwa saya harus berhati-hati.
B. Ibu berkata bahwa kamu berhati-hati.
C. Ibu mengatakan, “Saya harus berhati-hati.”
D. Ibu mengatakan kamu berhati-hati.
7. “Aku akan belajar lebih rajin,” kata Riko.
Kalimat tidak langsung dari pernyataan di atas adalah ....
A. Riko mengatakan bahwa dia belajar lebih rajin.
B. Riko mengatakan bahwa dia akan belajar lebih rajin.
C. Riko mengatakan, “Dia akan belajar lebih rajin.”
D. Riko berkata, “Saya rajin belajar.”
8. Kalimat langsung dari: Guru meminta agar siswa tidak ribut di kelas adalah ....
A. Guru berkata, “Siswa tidak boleh ribut di kelas.”
B. Guru berkata, “Kalian jangan ribut di kelas.”
C. Guru berkata bahwa siswa ribut.
D. Guru berkata, “Siswa ribut di kelas.”
9. Situasi: Temanmu berkata bahwa dia tidak membawa buku gambar. Kalimat langsung yang
paling tepat untuk menyampaikan hal itu adalah ....
A. “Dia tidak membawa buku gambar.”
B. “Saya tidak membawa buku gambar,” kata teman saya.
C. Temanku berkata tidak membawa buku gambar.
D. Temanku membawa buku gambar.
10. Kapan kita menggunakan kalimat tidak langsung?
A. Saat mengucapkan langsung ucapan orang lain
B. Saat menulis cerita yang banyak dialog
C. Saat menyampaikan kembali ucapan orang lain
D. Saat membacakan kutipan secara lengkap
Kunci Jawaban Soal Evaluasi
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Materi: Kalimat Langsung dan Tidak Langsung
A. Pilihan Ganda
1. C
2. B
3. C
4. B
5. B
6. A
7. B
8. B
9. B
10. C
Pedoman penskoran
Bentuk Soal Skor Maksimal per Soal Jumlah Soal Total Skor
Pilihan Ganda 2 10 20
Total 10 20
Jumlah skor maksimal = 100
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑐𝑜𝑟𝑒 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
Nilai = × 100
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑐𝑜𝑟𝑒 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙
Panduan Konversi
Konversi nilai (skala 1-100) Predikat Klasifikasi
93-100 A Sangat baik
84-92 B Baik
75-83 C Cukup
< 75 D Perlu bimbingan
3. Instrumen Penilaian Kompetensi Keterampilan
Hari / tanggal:
No. Aspek yang dinilai Tidak Baik Kurang Cukup Baik Sangat
baik Baik baik
1. Pembagian tugas
dalam kelompok
2. Keaktifan kelompok
3. Proses Diskusi
4. Hasil akhir Diskusi
5. Presentasi
Skor Penilaian:
Tidak baik :1
Kurang baik : 2
Cukup baik :3
Sangat Baik :4
Pedoman Penskoran:
Skor Maksimal = 20
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑐𝑜𝑟𝑒 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
Nilai = × 100
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑐𝑜𝑟𝑒 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙
Panduan Konversi
Konversi nilai (skala 1-100) Predikat Klasifikasi
93-100 A Sangat baik
84-92 B Baik
75-83 C Cukup
< 75 D Perlu bimbingan
Diketahui Oleh Padang, 31 Mei 2025
Dosen Pengampu Disusun Oleh
(Ari Suriani, [Link]., [Link]) (Silvi Yulanda)
(Inggria Kharisma, [Link])
LAMPIRAN 1
BAHAN AJAR
KALIMAT LANGSUNG DAN KALIMAT TIDAK LANGSUNG
1. KALIMAT LANGSUNG
Kalimat langsung adalah sebuah kalimat yang merupakan hasil kutipan langsung dari
pembicaraan seseorang yang sama persis seperti apa yang dikatakannya. Pada kalimat
langsung yang berupa kalimat berita, kalimat ini memuat peristiwa atau kejadian dari
sumbernya secara langsung, ketika dituliskan. Nantinya akan menirukan, mengutip, atau
mengulang kembali ujaran dari sumber tersebut, yang diapit oleh tanda petik dua.
a. Ciri-Ciri Kalimat Langsung
Dalam sebuah kalimat langsung ini memiliki ciri-ciri berupa:
• Pada kalimat langsung, biasanya kalimat akan ditandai dengan adanya tanda
petik dua (“...”).
• Huruf pertama pada kalimat yang dipetik akan menggunakan huruf kapital.
• Kalimat petikan dan kalimat pengiring dipisah menggunakan tanda baca koma
(,).
• Kalimat langsung yang berupa dialog berurutan, harus menggunakan tanda baca
titik dua (:) di depan kalimat langsung.
• Pada bagian kutipan, umum terdapat adanya kalimat tanya, kalimat berita,
maupun kalimat perintah.
b. Struktur Kalimat Langsung
Struktur pada penulisan sebuah kalimat langsung biasanya sangat sederhana, yakni
berupa:
1) “[pernyataan yang diucapkan oleh subjek]” (,) [kata kerja diawali dengan
huruf kecil] [subjek]. Contohnya, “Kemarin Arkie mengerjakan tugas kelompok
matematika”, kata Felix,
2) [subjek] [kata kerja] (,) “[pernyataan yang diucapkan oleh subjek dengan
diawali huruf kapital] [tanda baca]” contohnya, Felix berkata, “Kemarin Arkie
mengerjakan tugas kelompok matematika”
c. Contoh Kalimat Langsung
• “Aku akan menonton konser hari ini”, kata Sabda.
• “Jangan bergerak!”, gertak polisi kepada pencuri itu.
• Luna berkata, “Farel akan membersihkan jendela rumah besok lusa.”
• “Siapa yang belum mengumpulkan tugas hari ini?”, tanya Bu Guru sebelum
memulai pelajaran matematika.
• “Ida, kamu dipanggil Bu Heni”, kata Clara “Disuruh menemui Beliau di kantor
guru.”
2. KLIMAT TIDAK LANGSUNG
Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang menyampaikan isi pembicaraan orang lain
secara tidak langsung. Kalimat ini tidak menggunakan tanda petik, dan biasanya mengalami
perubahan kata ganti orang dan waktu.
a. Ciri-Ciri Kalimat Tidak Langsung
Dalam sebuah kalimat tidak langsung, terdapat ciri-ciri sebagai berikut:
• Tidak menggunakan tanda petik dua.
• Intonasi seolah mendatar dan menurun pada akhir kalimat.
• Pelaku yang menyatakan ujaran dapat mengalami perubahan bergantung pada
konteks kalimatnya, yakni: kata ganti orang pertama menjadi orang ketiga. Kata
ganti orang kedua menjadi orang pertama.
• Memiliki kata tugas berupa: agar, sebab, bahwa, untuk, tentang, supaya, dan
lainnya.
• Pada bagian kutipan biasanya berbentuk kalimat berita.
b. Struktur Kalimat Tidak Langsung
Sama halnya dengan kalimat langsung, pada kalimat tidak langsung ini juga memiliki
strukturnya tersendiri, yakni sebagai berikut.
[subjek] [predikat] [kata sambung] [kata yang diucapkan oleh subjek]
Contohnya, Kynan mengatakan bahwa kemarin Fara telah pergi ke sekolah.
c. Contoh Kalimat Tidak Langsung
• Neo menyuruhku untuk membukakan gerbang nanti jika ada tukang paket
datang.
• Bu Dewi mengatakan bahwa laki-laki yang tadi lewat adalah suami barunya.
• Ibu meminta Karina untuk segera membelikannya garam di warung sebelah.
• Dokter menyarankan Lisa untuk tidak makan makanan pedas seperti seblak lagi.
3. PERBEDAAN KALIMAT LANGSUNG DAN KALIMAT TIDAK LANGSUNG
Kalimat langsung dan kalimat tdak langsung memiliki perbedaan yang paling mencolok
yakni ada tidaknya tanda petik dua (“...”). pada kalimat langsung adalah berupa kalimat
berita yang memuat peristiwa atau kejadian dari sumber lain, dengan langsung menirukan,
mengutip, atau mengulang kembali ujaran dari sumber tersebut. Sementara itu, kalimat
tidak langsung adalah ragam kalimat berita yang memuat peristiwa atau kejadian dari
sumber lain tetapi susunannya telah diubah oleh penutur, yakni dengan tidak menirukan
atau mengucapkannya tapi secara langsung. Berikut ini beberapa perbedaan antara kalimat
langsung dan kalimat tidak langsung:
Aspek Kalimat Langsung Kalimat Tidak Langsung
Tanda petik Menggunakan tanda petik Tidak menggunakan tanda
(“...”) petik
Bentuk kalimat Mengutip ucapan asli Menyampaikan isi ucapan
Kata ganti Tidak berubah Berubah sesuai sudut
pandang
Contoh Ayah berkata, “Belajarlah Ayah berkata agar aku
yang rajin.” belajar dengan rajin.
LAMPIRAN 2
MEDIA PEMBELAJARAN
Youtube
Video Pembelajaran:
1. Link: [Link]
2. Link: [Link]
LAMPIRAN 3
LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
GLOSARIUM
Kalimat Kalimat yang menirukan atau mengutip secara persis ucapan seseorang, dan
Langsung ditandai dengan tanda petik dua (“...”).
Kalimat yang menyampaikan isi pembicaraan orang lain secara tidak persis
Kalimat Tidak
(bukan kutipan langsung), tanpa tanda petik, dan sering mengalami
Langsung
perubahan kata ganti dan waktu.
Kalimat Bagian kalimat langsung yang merupakan kutipan ucapan dari seseorang,
Petikan biasanya berada di dalam tanda petik.
Kalimat Bagian kalimat yang menjelaskan siapa yang mengatakan ucapan dalam
Pengiring kalimat langsung, contohnya: “kata ibu”, “ujar Budi”.
Huruf besar yang digunakan di awal kalimat petikan dalam kalimat
Huruf Kapital
langsung.
Kata Ganti Kata yang menggantikan nama pelaku dalam kalimat, seperti: saya, kamu,
Orang dia. Dalam kalimat tidak langsung, kata ganti ini bisa berubah.
Kata penghubung dalam kalimat tidak langsung, seperti: bahwa, agar, untuk,
Kata Tugas
supaya, yang menunjukkan hubungan antara dua bagian kalimat.
Jenis kalimat yang digunakan untuk menanyakan sesuatu. Bisa muncul
Kalimat Tanya
dalam kalimat langsung.
Kalimat yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau pernyataan.
Kalimat Berita
Umum digunakan dalam kalimat tidak langsung.
Kalimat Kalimat yang berisi instruksi atau ajakan, sering digunakan dalam kalimat
Perintah langsung.
Struktur
Pola penulisan kalimat langsung, misalnya: “Ucapan,” kata si A. atau Si A
Kalimat
berkata, “Ucapan.”
Langsung
Struktur
Pola kalimat tidak langsung seperti: Subjek + predikat + kata sambung + isi
Kalimat Tidak
pernyataan (tanpa tanda petik).
Langsung
REFERENSI
Arifin, Z. & Tasai, S. (2006). Cermat Berbahasa Indonesia. Jakarta: Akademika Pressindo.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Bahasa Indonesia Kelas 5 SD/MI. Jakarta:
Kemendikbud.
Mulyono, D. (2018). Panduan Lengkap Bahasa Indonesia SD/MI. Bandung: Yrama Widya.
Sutarno. (2016). Belajar Bahasa Indonesia yang Menyenangkan untuk Sekolah Dasar.
Yogyakarta: Deepublish.
Yusri, R. (2019). Bahasa Indonesia untuk SD Kelas Tinggi. Jakarta: Grasindo.