Modul Matkul SIM
Modul Matkul SIM
1
berjalan proyek tersebut berkembang melalui suatu siklus hidup system (system life
cycle).
2
Data Audio adalah Data yang di tampilkan berupa suara ex: suara manusia ,dll
Data Video adalah Data yang ditampilkan berupa gambar yang bergerak dan
juga dilengkapi dengan suara.
Proses/Model
Data/Informasi Output/Informasi
DataBase
Penerima/User
Data/Kejadian
(Pengumpulan )
3
1.1. Manajemen Informasi
Adalah seluruh aktifitas memperoleh informasi, menggunakannya seefektif
mungkin, dan membuangnya pada saat yang tepat (McLeod, 1998)
Pentingnya Manajemen Informasi dalam Perusahaan
Ada 2 alasan kenapa para manajer sekarang ini, memberikan perhatian yang semakin
besar terhadap manajemen informasi.
Kompleksitas kegiatan bisnis yang semakin meningkat
1. Pengaruh Ekonomi Internasional
2. Persaingan Dunia
3. Kompleksitas Teknologi yang Meningkat
4. Batas waktu yang Singkat
5. Kendala kendala Sosial
Kemampuan komputer yang semakin baik Peranan Manajer dalam Pengelolaan Manajemen
Informasi Dalam pengelolaan manajemen informasi pada perusahaan , manajer sangatlah
berperan penting, sehingga untuk mendukung hal tersebut manajer harus memiliki
beberapa keahlian dan pengetahuan manajemen
Keahlian Manajemen
Seorang manajer yang berhasil banyak memiliki keahlian, tetapi ada dua yang
mendasar yaitu komunikasi dan pemecahan masalah.
Keahlian komunikasi
Manajer menerima dan mengirimkan informasi dalam bentuk lisan dan tertulis.
Komunikasi tertulis meliputi laporan, surat, memo, e_mail dan terbitan berkala.
Komunikasi lisan terjadi saat rapat, menggunakan telpon,voice mail,meninjau fasilitas,
makan bisnis, dan kunjungan sosial.
Pengetahuan manajemen
Ada dua jenis pengetahuan manajer yang merupakan kunci di dalam manajemen
informasi menggunakan komputer yaitu : Mengerti komputer dan mengerti informasi.
Mengerti komputer yaitu pengetahuan mengenai komputer yang mencakup pengertian
mengenai istilah-istilah komputer, pemahaman mengenai keunggulan dan kelemahan
komputer, serta kemampuan menggunakan komputer dsb.
Mengerti informasi yaitu pengetahuan yang meliputi bagaimana menggunakan
informasi pada tiap tahap dari prosedur pemecahan masalah, di mana informasi diolah,
4
dan bagaimana membagikan informasi dengan orang [Link] dan Sistem
Manajemen sering mengatakan bahwa seorang manajer harus memandang
organisasinya sebagai suatu sistem.
Pengertian Sistem
Sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang saling terintegrasi dengan
maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan. Suatu oerganisasi seperti perusahaan
atau area fungsional dalam perusahaan ( Pemasaran, Sumber Daya Manusia, Keuangan,
Manufaktur, dll) cocok dengan definisi ini.
Elemen Sistem
Sebuah sistem tidak memiliki kombinasi elemen yang sama, tetapi memiliki
susunan dasar yang sama. ( Input, Output, Transformasi, Mekanisme pengendalian,
Tujuan)
5
Tujuan
Mekanisme
Pengendalian
Sistem Perusahaan
Tanggung jawab utama manajer adalah memastikan bahwa perusahaan mencapai
tujuannya. Berbagai usaha diarahkan untuk membuat berbagai bagian perusahaan
bekerjasama seperti seharusnya. Manajer adalah elemen pengendali dalam sistem, yang
bertugas menjaga sistem agar tetap berjalan dan bergerak menuju tujuannya.
Sistem perusahaan berada dalam satu atau lebih sistem lingkungan yang lebih besar,
dan sistem perusahaan juga terdiri dari sistem yang lebih kecil atau sub sistem . Walaupun
setiap subsistem memiliki tujuan masing-masing, tetapi tujuan-tujuan subsistemnya
mendukung dan memberi kontribusi pada tujuan keseluruhan.
Sistem perusahaan merupakan sistem Lingkaran tertutup karena memiliki 3
elemen kontrol dan juga merupakan sistem terbuka karena dihubungkan dengan
lingkungannya melalui arus sumber daya.
Pandangan Sistem ini,
1. Mencegah manajer tersesat dalam kompleksitas struktur organisasi dan rincian
pekerjaan.
6
2. Menyadari perlunya memiliki tujuan-tujuan yang baik
3. Menekankan pentingnya kerja sama semua bagian dalam organisasi
4. Mengakui keterkaitan organisasi dengan lingkungannya.
5. Memberikan penilaian yang tinggi pada informasi umpan balik yang hanya dapat
dicapai dengan cara sistem lingkaran tertutup.
Data dan Informasi
Data dan informasi telah digabungkan dalam pengelompokan jenis-jenis sumber daya
, namun keduanya tidak sama. Data terdiri dari fakta-fakta dan angka-angka yang secara
relatif tidak berarti bagi pemakai. Informasi adalah data yang telah diproses, atau data yang
memiliki arti.
Perubahan data menjadi informasi dilakukan oleh pengolah informasi(information
processor). Pengolah Informasi adalah salah satu elemen kunci dalam sistem koseptual,
yang meliputi elemen-elemen komputer, elemen-elemen non komputer dan
kombinasinya.
8
3. Relevan,
Informasi harus mempunyai manfaat bagi si penerima. Relevansi informasi untuk
tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda. Misalnya informasi mengenai sebab-
musabab kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan adalah kurang relevan
dan akan lebih relevan bila ditujukan kepada ahli teknik perusahaan.
4. Ekonomis,
Informasi yang dihasilkan mempunyai manfaat yang lebih besar dibandingkan
dengan biaya mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir
keuntungannya dengan satuan nilai uang tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya.
Nilai Informasi
Yang menentukan nilai informasi ( value of informations) adalah :
Manfaat
Biaya
9
1.5 Sistem Informasi Fungsional
o Sistem informasi akuntansi (Accounting information system)
o Sistem informasi keuangan (Finance information system)
o Sistem informasi manufaktur (Manufacturing/production information system)
o Sistem informasi SDM (Human resources information system atau HRIS)
transaksi
MIS Mengonversi data yang berasal dari TPS Semua level manajemen
menjadi informasi yang berguna untuk
mengelola organisasi dan memantau kinerja
10
EIS Menyediakan informasi yang mudah diakses Manajemen tingkat menengah dan
dan bersifat interaktif, tanpa mengharuskan atas
eksekutif menjadi ahli analisis
11
Model Sistem Pemrosesan Transaksi
Pemasukan
Data
Basis
Data
12
Tabel 1.3 Contoh SPT
Cara Pemrosesan pada SPT
Pemrosesan batch
Transaksi ditumpuk dulu dan kemudian diproses belakangan pada waktu tertentu
misalnya pada waktu sore hari atau malam hari. Kelemahan pemrosesan batch adalah
membuat basis data tidak pernah dalam keadaan terkini, karena seringkali terdapat data
transaksi yang terlambat untuk dimasukkan ke dalam basis data.
Pemrosesan online
Tidak ada penundaan pemrosesan. Setiap transaksi terjadi segera dibukukan.
Dengan demikian, data selalu dalam keadaan mutakhir.
Pemrosesan Hibrid
o Merupakan perpaduan antara pemrosesan batch dan online
o Model seperti ini dijumpai pada beberapa sistem POS (Point-of-sale). Data
dimasukkan seketika ke dalam komputer ketika transaksi terjadi, tetapi
pemrosesan lebih lanjut (misalnya pemutakhiran ke sediaan) dilakukan pada
waktu malam hari.
o Model seperti ini juga sering dilakukan pada bank yang offline (belum tersedia
layanan komunikasi ke pusat atau komunikasi sedang terputus).
13
Istilah Lain-lain Tentang SPT
o CIS (customer integrated system) merupakan contoh lain hasil pengembangan
dari TPS. Sistem ini memanfaatkan teknologi yang memungkinkan pelanggan
dapat melaksanakan transaksinya sendiri. Contoh ATM dan B2C
o Istilah lain untuk CIS adalah pemrosesan interaktif
Waktu Beberapa jam atau hari setelah Beberapa detik setelah setiap
tanggapan tumpukan dikirim untuk diproses transaksi diproses
14
2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan.
3. Adanya instruksi-instruksi (dari pimpinan atau dari luar organisasi misalnya
pemerintah).
Pengembangan sistem informasi yang berbasis komputer dapat merupakan tugas
kompleks yang membutuhkan banyak sumber daya dan dapat memakan waktu yang lama
untuk menyelesaikannya.
15
Sistem Informasi Manajemen (SIM atau MIS)
o Sistem informasi yang digunakan untuk menyajikan informasi yang digunakan
untuk mendukung operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah
organisasi.
o SIM menghasilkan informasi untuk memantau kinerja, memelihara
koordinasi,dan menyediakan informasi untuk operasi organisasi.
o Umumnya SIM mengambil data dari sistem pemrosesan transaksi
o Sistem peringatan manajemen (management alerting system), karena sistem ini
memberikan peringatan kepada pemakai (umumnya manajemen) terhadap
masalah maupun peluang (Haag, 2000)
o Sistem pelaporan manajemen atau management reporting system (Zwass, 1998)
Informasi
Sistem Untuk
Basis Data Informasi Informasi Pemakai
Manajemen
16
Karakteristik SIM (Diadaptasi dari Turban, 1998)
• Beroperasi pada tugas-tugas yang terstruktur, yakni pada lingkungan yang telah
mendefinisikan hal-hal berikut secara tegas dan jelas: prosedur operasi, aturan
pengambilan keputusan, dan arus informasi
• Meningkatkan efisiensi dengan mengurangi biaya
• Menyediakan laporan dan kemudahan akses yang berguna untuk pengambilan
keputusan tetapi tidak secara langsung (manajer menggunakan laporan dan
informasi dan membuat kesimpulan-kesimpulan tersendiri untuk melakukan
pengambilan keputusan).
Contoh Laporan Hasil SIM
Divisi/
Cabang Rasio
Penjualan/
Penjuala Rencana Rencana
n
Jawa Tengah
Kudus 1.200.0 1.750.00 0,69
Magelang 00 0 1,12
Semarang 2.350.0 2.100.00 1,00
00 0
Total 5.000.5 5.000.00 0,97
00 0
17
BAB II
Teknologi Informasi
Menurut kamus oxford (1995)adalah suatu studi atau penggunaan
peralatan elektronika terutama komputer untuk menyimpan, menganalisa dan
mendistribusikan informasi apa saja.
Menurut alter (1992)adalah mencakup perangkat keras dan perangkat lunak
untu melaksanakan satu atau sejumlah tugas pemrosesan data
seperti menangkap, mentransmisikan, menyimpan, mengambil, memanipulasi atau
menampilkan data.
18
BAB III
Hirarki
Hirarki adalah : adanya hubungan antara atasan dan bawahan
Hirarki dalam suatu organisasi dapat mempengaruhi berbagai hal, diantaranya :
[Link] informasi
[Link] kendali manajemen
[Link] informasi
d. Penyaringan informasi
Pemusatan Wewenang
Pemusatan wewenang dalam pengelolaan sebuah perusahaan terdiri atas :
a. Manajemen terpusat
b. Manajemen tersebar
c. Manajemen koordinatif
Jenis Informasi Yang Dibutuhkan Manajer
Insyinyur Grafik
19
Pengaruh sifat manajer terhadap Sistem Informasi
Sifat Manajer Dampaknya Terhadap Sistem
Informasi
Manajer tidak akan mengendalikan diri pada sistem Sistem harus sederhana dan mudah
yang tidak dipahami dipahami
20
BAB IV
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM SISTEM INFORMASI
Transformasi
Birokrasi SI
Tradisional menuju
SI Berbasis TI
Makin Flat
21
1. Perencanaan
2. Rekrutmen
3. Seleksi
4. Sosialisasi
5. Pelatihan dan pengembangan
6. Penilaian
7. Apresiasi
22
Pengurangan Jumlah SDM SI
Untuk mencegah timbulnya gejolak apabila terjadi pengurangan jumlah SDM pimpinan
dapat mengambil langkah-langkah berikut :
- Meningkatkan volume transaksi
- Mempertimbangkan dengan hati-hati penambahan SDM
Konsep Manajemen Sumber Daya Informasi
Manajemen sumber daya informasi (Information Resourch Management) IRM
adalah dengan tujuan mengindentifikasi, memperoleh dan mengelola sumber daya
informasi yang diperlukan.
Elemen-elemen IRM yang Diperlukan agar suatu perusahaan dapat mencapai IRM secara
penuh, perlu ada satu set kondisi tertentu. Kondisi-kondisi tersebut meliputi :
- Kesadaran bahwa keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui sumber daya
informasi yang unggul.
- Kesadaran bahwa jasa informasi adalah suatu area fungsional utama.
- Kesadaran bahwa CIO adalah executive puncak.
- Perhatian pada sumber daya informasi perusahaan saat membuat perencanaan
strategis.
- Rencana strategis formal untuk mendorong dan mengelola nd-user computing
Apa itu CBIS ?
Computer Based Information System (CBIS) atau yang dalam Bahasa Indonesia
disebut juga Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan sistem pengolah data
menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu
pengambilan keputusan. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS yang akan dibahas
pada bagian ini antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan “basis
komputer” sebagai kata kuncinya.
Kontribusi CBIS
Saat ini sistem informasi merupakan isu yang paling penting dalam pengendalian
manajemen. Hal ini disebabkan karena tujuan dari pengendalian manajemen adalah untuk
membantu manajemen dalam Mengkoordinasi subunit-subunit dari organisasi dan
mengarahkan bagian-bagian tersebut untuk mencapai tujuan perusahaan. Dua hal yang
menjadi perhatian dari definisi diatas adalah mengkoordinasi dan mengarahkan. Tentu
saja dalam dua proses tersebut diperlukan satu sistem agar proses koordinasi dan
pengarahan dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.
Manfaat utama dari perkembangan sistem informasi bagi sistem pengendalian
manajemen adalah :
· penghematan waktu (time saving)
· penghematan biaya (cost saving)
· peningkatan efektivitas (effectiveness)
· pengembangan teknologi (technology development)
· pengembangan personel akuntansi (accounting staff development).
Dengan berbagai manfaat dan kontribusi yang diberikan tersebut, diharapkan
setiap perusahaan dapat bertahan dalam arena kompetisi yang semakin ketat.
TUGAS KONTROL CBIS mencakup semua fase siklus hidup, selama siklus hidup dibagi
menjadi kontrol- kontrol yang berhubungan dengan pengembangan sistem, desain dan
operasi Metode untuk mendapatkan dan memelihara kontrol CBIS
1. Manajemen dapat melakukan kontrol langsung
2. Manajemen mengontrol CBIS secara tidak langsung dengan terus menerus.
23
BAB V
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Pengolahan Data
Adalah manipulasi atau transformasi simbol-simbol seperti angka dan abjad,
untuk tujuan meningkatkan kegunaannya.
Tugas pengolahan data perusahaan dilaksanakan oleh Sistem Informasi Akuntansi
(SIA) yang mengumpulkan data yang menjelaskan kegiatan perusahaan, mengubah data
tersebut menjadi informasi, serta menyediakan informasi bagi pemakai di dalam maupun
diluar perusahaan.
Tugas pengolahan data
1. Pengumpulan data
Setiap tindakan yang dilakukan perusahaan yang melibatkan semua elemen
lingkungan yang disebut dengan transaksi.
2. Manipulasi Data
Data dimanipulasi untuk menghasilkan/mengubahnya menjadi suatu informasi.
operasi manipulasi meliputi :
a. Pengklarifikasian
Elemen-elemen data tertentu dalam catatan digunakan sebagai kode
(dalam catatan gaji dipakai kode karyawan).
b. Penyortiran
Catatan-catatan disusun sebagai urutan tertentu berdasarkan kode atau
elemen data tertentu (misal file catatan gaji disusun sehingga semua
catatan tiap pegawai terkumpul menjadi satu).
c. Penghitungan
Operasi aritmatika dan logika dilaksanakan pada elemen-elemen data
tambahan (misal upah per jam dikalikan dengan jam kerja untuk
menghasilkan pendapatan kotor).
d. Pengikhtisaran
terdapat banyak data yang perlu disintesiskan, atau disarikan, menjadi
bentuk total, subtotal, rata-rata, dst.
3. Penyimpanan Data
Data disimpan disuatu tempat hingga diperlukan. Data disimpan di media
penyimpanan sekunder, dan file dapat di integrasikan secara logis untuk membentuk
suatu database.
4. Penyiapan dokumen
SIA menghasilkan output untuk perorangan dan organisasi baik dalam maupun
luar organisasi.
24
Karakteristik SIA
1. Melaksanakan tugas yang diperlukan ; perusahaan tidak memutuskan untuk
pengolahan data atau tidak, apabila semua elemen menuntut dilakukan
pengolahan data maka dilakukan, dan begitu sebaliknya.
2. Berpegang pada prosedur yang relatif standar.
3. Menangani data yang rinci ; perusahaan menyediakan jejak audit (audit trail),
jejak audit adalah kronologi kegiatan yang dapat ditelusuri dari awal sampai
akhir.
4. Terutama berfokus historis. Menjelaskan masa lampau.
SIKLUS SIA
Pengolaha
n Pesanan Penagiha Piutang Penerimaan Buku Pelaporan
Penjualan n Kas Besar Keuangan
Sistem Pemrosesan
Transaksi Sistem
Pengeluaran dan Penerimaan Pelaporan
Kas dan
Sistem Analisis Pemrosesa
Pemrosesan Penjuala Utang Pengeluaran n Buku
Transaksi n Kas Besar
Penjualan
Pmbelian Pembayaran
Gaji
Pencatatan
Pemrosesan Kehadiran
Sediaan
Sistem Pemrosesan
Sistem Pemrosesan Transaksi
Transaksi Pembelian Penggajian
Tabel 5 Siklus SIA
25
BAB VI
SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF ( EIS )
• Laporan yang
ditentukan oleh
• Informasi MIS
Internal • Kemampuan
• Informasi drill-down
Eksternal • Perangkat DSS
26
CONTOH EIS
Karakteristik EIS
27
• Dapat digunakan secara langsung oleh eksekutif tanpa perantara
• Menyajikan informasi dalam bentuk teks, grafik, dan tabel
• Terkadang dilengkapi fasilitas komunikasi elektronis (e-mail dan konferensi
dengan komputer), kemampuan analisis data (spreadsheet, bahasa query, dan
DSS), dan perangkat produktivitas pribadi (seperti kalendar elektronis)
Model sistem Informasi Eksekutif terdiri dari :
1. Data base yang berisi data dari SIA dan dilengkapi dengan kotak pos elektronik
(elektronic mail box) :
yaitu yang digunakan oleh eksekutif untuk mengirimkan dan menerima surat elektronik
dan kalender elektronik, yang digunakan eksekutif untuk mengadakan pertemuan.
2. Perangkat lunak EIS
Menggunakan isi database untuk menghasilkan tampilan yang telah disusun sebelumnya
(preformatted) yang diturunkan (downloaded) ke workstation eksekutif dan disimpan di
database eksekutif. Eksekutif memasukan permintaan informasi dan menerima
tampilan.
Dialog Antara Eksekutif dan EIS
1. Eksekutif memasukan instruksi kedalam sistem melalui menu.
2. Informasi dapat ditampilkan dalam bentuk tabel, grafik, atau narasi.
Drill down
Berarti eksekutif dapat memulai dari gambaran sekilas dan kemudian secara
bertahap-tahap mengambil informasi yang lebih rinci.
Rute ke EIS
Ada tiga rute utama untuk mendapatkan perangkat lunak yang menghasilkan
informasi eksekutif
1. Spesialis informasi perusahaan dapat mengembangkan perangkat lunak pesanan
(custom software).
2. Eksekutif dapat menggunakan perangkat lunak produktivitas perorangan
(personal productivity software) seperti ; sistem manajemen database dan paket
grafik.
3. Perusahaan dapat menciptakan perangkat lunak EIS khusus.
Mengapa EIS berbeda dengan MIS dan DSS?
` MIS menyediakan laporan-laporan standar yang dibuat berdasarkan periode yang
tertentu (harian, mingguan, dan sebagainya). Hasilnya dipakai untuk memantau
indikator-indikator yang sama dari waktu ke waktu dan tak dapat digunakan untuk
menganalisis masalah atau situasi baru.
` DSS awalnya dirancang untuk menganalisa masalah dan situasi baru, tetapi dalam
prakteknya perangkat-perangkat yang disediakan terlalu menuntut kepakaran.
Hanya analis yang bisa memanfaatkannya. Sementara itu, hanya sedikit manajer
yang mempunyai kemampuan analis. Oleh karena itu, DSS jarang dipakai secara
langsung oleh eksekutif pada tingkat menengah dan atas.
` Berbeda dengan tipe sistem informasi yang lain, EIS secara pokok tidak dirancang
untuk menyelesaikan masalah tertentu
` EIS dirancang untuk membantu eksekutif mencari informasi yang diperlukan
manakala mereka membutuhkannya dan dalam bentuk apapun yang paling
bermanfaat
28
BAB VII
SISTEM INFORMASI PEMASARAN
Subsistem
Produk
Informasi Basis
Pemasaran Data pesaing Data Subsistem
Tempat
Peramalan
Subsistem Penjualan
Promosi
Subsistem
Pemrosesan Data transaksi
Subsistem
Transaksi Harga
29
Subsistem Input pemasaran
Input ini menyediakan catatan kegiatan penjualan yang terinci, yang dapat
menjadi dasar bagi laporan periodik dan khusus, atau model matematika.
Yang terdiri dari :
Subsistem penelitian pemasaran (Marketing research subsystem ) :
mengumpulkan data mengenai segala aspek operasi pemasaran penjualan, namun
terutama aspek-aspek yang berkaitan dengan pelanggan atau calon pelanggan. Data
dikumpulkan terutama melalui survei.
Subsistem inteligen pemasaran (marketing intelligence subsystem):
mengumpulkan data dan informasi mengenai pesaing perusahaan.
Subsistem output pemasaran
semua produk dan jasa yang ditawarkan oleh fungsi pemasaran disebut bauran
pemasaran ( marketing mix ), yang mencakup :
- Produk ( produck )
- Tempat ( place ) produk itu dijual
- Promosi ( promotion )
- Harga ( price ) produk
30
BAB VIII
SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR
Implementasi CIM
„ Menyederhanakan proses produksi, perancangan produk, organisasi pabrik
sebagai dasar yang penting untuk pengotomasikan dan pengintegrasian
„ Mengotomasikan proses-proses produksi dan fungsi-fungsi bisnis yang
mendukungnya dengan komputer, mesin, dan robot.
„ Mengintegrasikan seluruh proses produksi dan pendukungnya dengan memakai
komputer, jaringan komunikasi, dan teknologi informasi yang lain
31
Sistem Keteknikan
CAD / CAE
Sistem
Pengendalian CAM
Sistem
Perencanaan Manufaktur
Simulasi dan
Sumber Daya
Prototipe
Manufaktur
Produk
Sistem-sistem Produksi
Sistem Keterangan
32
CAE (computer-aided engineering) Sistem yang dirancang untuk
menganalis karakteristik dari suatu
desain dan dipakai untuk
mensimulasikan kinerja produk di
bawah kondisi yang berbeda-beda
dengan tujuan untuk mengurangi
kebutuhan membuat prototipe
(Martin, 2002). Dalam beberapa
literatur (misalnya McLeod, 1998),
CAE identik dengan CAD
33
- Merancang sistem penjadwalan dan persediaan
- Menyediakan data dan informasi yang menggambarkan subsistem rekayasa
industri.
- Subsistem intelejen manufaktur
34
BAB IX
SISTEM INFORMASI KEUANGAN
Subsistem
Intelijen
Keuangan Subsistem
Peramalan dan
Perencanaan
Subsistem Basis Keuangan
Audit Data
Internal Subsistem
Manajemen
Dana
Subsistem
Pemrosesan Subsistem
Transaksi Pengendalian
Keuangan
35
mengumpulkan informasi dari elemen-elemen lingkungan yang mempengaruhi
arus uang – masyarakat keuangan, pemegang saham dan pemilik, serta pemerintah.
Subsistem output keuangan
- Subsistem peramalan ( forecasting subsystem )
melakukan peramalan jangka panjang lima sampai sepuluh tahun kedepan untuk
menyediakan dasar bagi perencanaan strategis.
- Subsistem manajemen dana ( fund management subsystem )
berkaitan dengan arus uang melalui perusahaan, manajemen ingin mengetahui
sebelumnya kelebihan atau kekurangan kas sehingga mereka dapat merencanakan
cara menaganinya.
- Subsistem pengendalian
menyiapkan anggaran operasi tahunan dan kemudian menyediakan informasi
umpan balik kepada para manajer sehingga mereka dapat memantau biaya aktual
dibandingkan dengan anggaran.
36
BAB X
SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA
Istilah lain yang sering dipakai yaitu HRMIS (Human Resource Management
Information System) dan HRMS (Human Resource Management System)
Sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi
personalia. Misalnya berisi informasi gaji, ringkasan pajak, dan tunjangan-tunjangan,
hingga kinerja pegawai.
Subsistem Subsistem
Penggajian Perencanaan SDM
Subsistem
Subsistem Basis
Perekrutan
Riset Data
SDM Subsistem
Kompensasi dan
Tunjangan
Subsistem
Intelijen Subsistem
SDM Angkatan Kerja
Subsistem
Pelaporan
Lingkungan
Gambar 10 HRIS
Sistem input HRIS
- Subsistem penelitian sumber daya manusia
penelitian ini mengungkapkan tugas-tugas pekerjaan yang harus dilaksanakan,
pengetahuan dan keahlian yang diperlukan, dan tingkat kompensasi yang sesuai.
37
SDM harus mengetahui perkembangan terakhir dari berbagai pengaruh dari
lingkungan yang mempengaruhi arus personil.
Informasi dikumpulkan dari :
☻Masyarakat keuangan, yang menyediakan perkiraan ekonomi yang mempengaruhi
perencanaan personil jangka panjang.
☻Serikat pekerja, masyarakat global, dan bahkan pesaing, yang berfungsi sebagai
sumber-sumber pegawai baru.
☻pemasok, seperti agen tenaga kerja, universitas dan perusahaan pencari eksekutif, yang
menyalurkan personil keperusahaan.
☻pemerintah, yang mengeluarkan peraturan yang mendukung dan mengatur program-
program seperti Equal Employment Opportunity (EEO), Affirmative Action Program
(AAP), serta Occupational safety and Health Administration (OSHA), berbagai peraturan
tersebut mempengaruhi kebijakan dan praktek personalia perusahaan.
Subsistem output HRIS
- Subsistem perencanaan tenaga kerja
mencakup semua aplikasi yang membantu perusahaan mengantisipasi kebutuhan
SDM ke masa depan, seperti bagan perusahaan, perkiraan gaji, analisis/evaluasi
pekerjaan, dan pembuatan model kerja.
- Subsistem perekrutan
Digunakan untuk menelusuri lamaran-lamaran kerja sebelum dipanggil, juga
untuk melakukan pencarian internal untuk mengidentifikasi pegawai yang patut
dipertimbangkan untuk kesempatan kerja yang berkembang dalam perusahaan.
- Subsistem kompensasi
Digunakan untuk mengkompensasi para pegawai untuk pekerjaan mereka.
- Subsistem benefit.
Mencakup berbagai aplikasi yang mendukung baik pegawai yang masih bekerja
maupun telah pensiun.
- Subsistem pelaporan lingkungan
bertanggung jawab melaporkan kebijakan dan praktek personalia SDM kepada
pemerintah. Subsistem ini menciptakan catatan yang berkaitan dengan bahan-bahan
beracun yang digunakan, selain pada pemerintah, subsistem ini juga
bertanggungjawab pada serikat pekerja, dengan menyimpan catatan para pekerja
dari serikat pekerja perusahaan.
38
BAB XI
SISTEM INFORMASI ORGANISASI
Informasi adalah salah satu sumber daya yang tersedia bagi manajer. Informasi
dapat dikelola seperti sumber daya yang lain, dan perhatian pada topik ini bersumber dari
dua pengaruh. Pertama, bisnis telah menjadi semakin kompleks, dan kedua, komputer
telah mencapai kemampuan yang lebih baik.
Output informasi dari komputer digunakan oleh para manajer, non manajer, serta
orang-orang dan organisasi-organisasi dalam lingkungan perusahaan, dan dalam semua
area fungsional, manajer melaksanakan berbagai fungsi dan peran, dna untuk berhasil
manajer memerlukan dalam komunikasi dan pemecahan masalah. Manajer perlu mengerti
komputer (computer literature), tetapi yang lebih penting, mereka perlu mengerti
informasi (informasi literature).
Awalnya aplikasi komputer utama adalah pengolahan data akuntansi. Aplikasi
tersebut diikuti oleh empat aplikasi lain: Sistem Informasi Manajemen (Management
Information System), sistem pendukung keputusan (decision support System), otomatisasi
kantor (Office automation) dan sistem pakar (expert system). Kelima, aplikasi ini
membentuk informasi berbasis komputer (computer-based information system) atau
CBIS.
Perusahaan-perusahaan membentuk suatu organisasijasa informasi yang terdiri
dari para spesialis informasi untuk menyediakan keahlian dalam pengembangan sistem
yang berbasis komputer. Para spesialis ini ini mencakup analis komputer (System
Analysts), pengelola database (database administrator), spesialis jaringan (Network
spesialists), programer dan operator. Dalam beberapa tahun terakhir, para pemakai telah
melakukan sebahagian besar pkerjaan para spesialis-suatu fenomena yang disebut end-
user computing.
Jenis-jenis utama sumber daya
Manajer mengelola lima j enis utama sumber daya:
• Manusia
• Material
• Mesin (termasuk fasilitas dan energi)
• Uang
• Informasi (termasuk data)
Tugas manajer adalah mengelola sumber daya ini agar dapat digunakan dengan
cara yang paling efektif. Empat jenis sumber daya yang pertama memiliki wujud, mereka
ada secara fisik dan dapat disentuh. Kita menggunakan istilah sumber daya fisik untuk
menggambarkannya. Jenis sumber daya yang kelima, informasi, kita memiliki nilai dari
apa yang diwakilkannya, bukan dari bentuk wujudnya. Kita menggunakan istilah sumber
daya konseptual untuk menggambarkan informasi dan data. Para manajer menggunakan
sumber daya konseptual untuk mengelola sumber daya fisik.
Manajemen Sumber Daya
Sumber daya diperoleh dan disusun agar siap digunakan saat diperlukan. Sangat
sering proses penyusunan membutuhkan pengubahan suatu bahan mentah menjadi
suatu bentuk yang lebih halus, seperti pelatihan pegawai atau konstruksi suatu bagian
mesin yang khusus. Setelah sumber daya ini disusun, manajer berusaha untuk
memaksimalkan penggunaannya.
39
Bagian Informasi Dikelola
Manajer memastikan bahwa data mentah yang diperlukan terkumpul dan
kemudian diproses menjadi informasi yang berguna. Kemudian ia memastikan bahwa
orang yang layak dalam organisasi menerima informasi yang berguna. Kemudian ia
memastikan bahwa orang yang layak dalam organisasi menerima informasi tersebut
dalam waktu yang tepat sehingga informasi tersebut dapat dimanfaatkan, akhirnya
manajer membuang informasi yang tidak berguna dan menggantikannya dengan
informasi yang mutkahir dan akurat. Seluruh aktifitas ini memperoleh informasi,
menggunakannya seselektif mungkin, dan membuangnya pada saat yang tepat, ini disebut
Perhatian pada Manajemen Informasi
Para manajer memberikan perhatian yang semakin besar pada manajemen informasi
pada tahun-tahun terakhir ini karena dua alasan utam. Pertama, kegiatan bisnis telah
menjadi semakin kompleks. Kedua, komputer telah mencapai kemampuan yang
semakin baik.
• Kompleksitas Kegiatan Bisnis yang meningkat
Bisnis memang selalu kompleks, tetapi sekarang lebih kompleks dari pada
sebelumnya. Semua perusahaan terkena pengaruh ekonomi internasional dan bersaing
dalam pasar internasional, teknologi bisnis menjadi semakin kompleks, batas waktu
untuk bertindak semakin singkat, dan terdapat pula kendala-kendala sosial.
• Kemampuan Komputer yang semakin Baik
Pada tahun 1950-an komputer diletakkan di dalam ruangan besar, dan hanya boleh
disentuh oleh para spesialis komputer perusahaan. Para pemakain tidak pernah
berhubungan langsung dengan perangkat keras, tapi penggunaan seperti ini dirasa
cocok oleh para pemakai.
Para pemakai sekarang memiliki terminal keyboard atau komputer mikro diruang
mereka. Banyak komputer mikri yang dihubungkan dengan komputer-komputer lain
dalam satu jaringan.
Para pemakaian sekarang tidak memandang komputer sebagai sesuatu yang
istimewa, tetapi sebagai bahan dari peralatan kantor yang dibutuhkan.
Siapakah Para Pemakai?
Awalnya, para pemakai output komputer adalah pegawai adminitrasi dibagian
akuntansi, yang komputernya melakukan aplikasi seperti pembayaran gaji,
pengelolaan persediaan, dan penagihan. Sebagian informasi juga disediakan bagi para
manajer, tetapi hanya sebagai produk sampingan dari aplikasi akuntansi.
Para pemakai meliputi :
• Manajer
• Non-manajer
• Orang-orang dan organisasi-organisasi dalam lingkungan perusahaan
Dimana terdapat para manajer perlu disadari bahwa para manajer ada diberbagai
tingkat dan dalam berbagai area fungsional di dalam perusahaan.
Tingat-tingkat Manajemen :
Manajer pada tingkat tertinggi hirarki organisasi, seperti direktur dan para wakil
direktur disebut berada pada tingkat perencanaan strategis (strategic planning level).
Istilah ini menunjukkan pengaruh yang ditimbulkan keputusan-keputusan tersebut pada
seluruh organisasi pada tahun-tahun yang akan datang. Manajer tingkat menengah
40
mencakup manajer wilayah, direktur produk dan kepala divisi. Tingkat mereka disebut
tingkat pengendalian manajemen (management control level), yang bermakna
tanggung jawab untuk melaksanakan rencana dan memastikan tercapainya tujuan.
Manajer tingkat bawah mencakup kepala departemen, penyelia (supervisior), dan
pemimpin proyek yang bertanggung jawab menyelesaikan rencana-rencana yang telah
ditetapkan oleh para manajer ditingkat yang lebih tinggi. Tingkat terendah ini disebut
tingkat pengendalian operasional (operational control level) yaitu tempat
berlangsungnya operasi perusahaan.
Istilah eksekutif serig digunakan untuk menggambarkan seorang manajer pada
tingkat perencanaan strategis. Dibeberapa perusahaan, direktur dan sejumlah wakil
direktur membentuk suatu komite eksekutif yang menangani masalah-masalah besar
yang dihadapi perusahaan.
Area fungsional disamping berbagai tingkat organisasi tersebut, manejer terdapat
dalam area fungsional perusahaan, dimana sumbr daya dipisahkan menurut pekerjaan
yang dilakukan. Tiga area fungsional yang tradisional adalah pemasaran, manufaktur dan
keuangan. Belakangan ini, dua area tambahan menjadi semakin pnting, yaitu sumber
daya manusia dan jasa informasi.
Fungsi-fungsi Manajemen:
Pada awal abad ini, skitar tahun 1914, seorang ahli teori manajemen
berkebangsaan Prancis, Henry Fayol, menyatakan bahwa manajer melaksanakan lima
fungsi-fungsi manajemen yang utama.
Pertama, manajer merencanakan (plan) apa yang akan mreka lakukan. Kemudian,
mreka mngorganisasikan (Organize) untuk mencapai rencana tersebut. Selanjutnya
mereka mnyusun staff (Staff) organisasi mereka dengan sumber daya yang diperlukan.
Dengan sumbr daya yang ada, mereka mengarahkan (Direct) untuk melaksanakan rncana.
Akhirnya mereka mengendalikan (Control) sumber daya, menjaga aagar tetap beroperasi
secara optimal.
Peran-peran manajerial dalam dua dasawarsa trakhir ini, gagasan pran-peran
manajerial ini menjadi populer. Henry Mintzbrg, professor pada McGill University di
Kanada, menganggap bahwa fungsi-fungsi fayol tidak membrikan gambaran yang
menyeluruh. Ia mengembangkan kerangka kerja yang lebih rinci yang trdiri dari sepuluh
peran manajerial yang dimainkan oleh para manajer, meliputi aktivitas intr-personal,
informational da decisional.
Keahlian Manajer
Dua keahlian yang sangat dibutuhkan bagi seorang manajer yaitu komunikasi dan
pemecahan masalah. Manajer berkomunikasi dengan bawahannya, atasannya,
manajer lain ditingkat yang sama, dan dengan orang-orang diluar perusahaan. Merka
juga mmecahkan masalah dengan membuat perubahan-perubahan pada operasi
perusahaan sehingga perusahaan dapat mencapai tujuannya.
’ Keahlian Komunikasi
Tiap manajer memiliki pilihan medianya sendiri. Seorang manajer mungkin
lebih menyukai percakapan telepon dari pada elektronic mail, sementara yang
lain mungkin kebalikannya. Para manajer menuyusn suatu paduan media
komunikasi yang sesuai dengan gaya manajemn mereka.
’ Keahlian Pemecahan Masalah
Selama Proses pemecahan masalah, manajer trlibat dalam pengambilan
keputusan (decision making) , yaitu tinakan memilih dari berbagai alternatif
tinakan. Keputusan adalah suatu tindakan tertentu yang telah dipilih.
Umumnya manajer perlu membuat keputusan-keputusan brganda dalam
proses pemecahan masalah tunggal.
Pengetahun Manajemen
Istilah “ mngrti (Literacy)” digunakan untuk menggambarkan dua jenis
pengtahuan yang merupakan kunci untuk menggunakan komputer (Computer
Literacy,), an yang lain adalah mngrti informasi (Information Literacy).
’ Mengerti Komputer
Pengetahuan mengenai komputer yang diperlukan untuk berfungsi dimasa
kini disebut mengrti komputer (computer literacy). Pengetahuan ini mencakup
pengertian mengenai istilah-istilah komputer, pemahaman mengnai
keunggulan da kelemahan komputer, kemampuan menggunakan komputer(
walau tak perlu mnjadi seorang programmer).
’ Mengerti Informasi
Selain mngrti komputer, manajer perlu mengerti informasi. Mengrti informasi
(Information Literacy) meliputi pengertian bagaimana menggunakan
informasi pada tiap tahap dari prosedur pemecahan masalah, dimana
informasi dapat diperoleh, dan bagaimana membagikan informasi dengan
orang lain.
42
Manajemen dan sistem
Sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang
sama untuk mencapai tujuan suatu organisasi seperti perusahaan atau suatu area
fungsional cocok dengan defenisi. Organisasi terdiri dari sejumlah sumber daya seperti
yang telah kita bahas seblumnya, dan sumber daya tersebut bekrja menuju tercapainay
suatu tujuan yang ditentukan oleh pemilik atau manajemen.
44
BAB XII
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN (DSS)
Sistem berbasis
komputer yang lain
Manajemen Manajemen
Data Model
Manajemen
Pengetahuan
Antarmuka
Pemakai
Pemakai
46
Teknik Pemodelan DSS
Teknik Pendekatan
47
menemukan jawaban tertentu, seperti
harga terendah sebuah kamera
48
DAFTAR PUSTAKA
Jogiyanto HM,MBA, Akt., Ph.D, Sistem Teknologi Informasi, Andi Offset, 2003
49