0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan8 halaman

Penerapan Location Based Serviced (LBS) Dalam Prototipe Pengenalan Ruangan Dengan Metode Extreme Programming

Dokumen ini membahas penerapan Location Based Service (LBS) dalam pengenalan ruangan menggunakan metode Extreme Programming (XP). Aplikasi ini memanfaatkan Google Maps API dan GPS untuk menampilkan informasi ruangan secara otomatis saat pengguna berada dalam radius tertentu. Prototipe yang dikembangkan mengikuti tahapan planning, design, coding, dan testing, dengan pengujian dilakukan menggunakan metode black box.

Diunggah oleh

Adib Fuadil
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan8 halaman

Penerapan Location Based Serviced (LBS) Dalam Prototipe Pengenalan Ruangan Dengan Metode Extreme Programming

Dokumen ini membahas penerapan Location Based Service (LBS) dalam pengenalan ruangan menggunakan metode Extreme Programming (XP). Aplikasi ini memanfaatkan Google Maps API dan GPS untuk menampilkan informasi ruangan secara otomatis saat pengguna berada dalam radius tertentu. Prototipe yang dikembangkan mengikuti tahapan planning, design, coding, dan testing, dengan pengujian dilakukan menggunakan metode black box.

Diunggah oleh

Adib Fuadil
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

[E-ISSN 2656-0321]

[Vol 15 No 1]
[ Januari 2021]

PENERAPAN LOCATION BASED SERVICED (LBS) DALAM


PROTOTIPE PENGENALAN RUANGAN DENGAN METODE
EXTREME PROGRAMMING
Viktor Handrianus Pranatawijaya a,1,*
a
Universitas Palangka Raya, Kampus Tunjung Nyaho Jalan Yos Sudarso, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Indonesia
1 *
viktorhp@[Link]

ARTICLE INFO ABSTRACT

Keywords Location Based Service (LBS) is a service to provide information that


Location Based Service (LBS) has been created, compiled, selected or filtered by considering the
Geographic Information System (GIS).
Google Map Application Programming
location of users or other people or current mobile devices [1]. It is
Interface (API). possible to implement LBS using GPS because mobile devices have
Ruangan GPS services [6]. Based on these services, making an application for
Extreme Programming room recognition can be done by utilizing the Google Maps API by
implementing GIS, LBS, and GPS.
Implementation of application with extreme programming methods is
carried out in accordance with the stages. In the planning part, an
analysis is carried out on the business needs and user stories, in the
design, use case diagrams and activity diagrams are made, coding is
done by implementing the design using the mobile programming
language, and testing is done using black box testing.
The application of LBS is carried out when calling the room
information page which functions to find the location of the room and
displays notifications and room information when the user enters the
radius that has been determined in the room data. Determining the
radius is very important to do so that the information about the room
that is displayed does not overlap with other rooms. This is done to
keep the room information displayed to the user only to display
information about one room only. Therefore, when determining the
radius of the room, it must be determined carefully so that the radius
can create a circle that does not intersect with other radius circles. The
room information displayed is obtained from data management by the
admin through the building management page, rooms, and items. In
managing, admins can add, edit, and delete data.

1. Pendahuluan
Location Based Service (LBS) merupakan suatu layanan untuk memberikan informasi yang telah
dibuat, disusun, dipilih atau disaring dengan mempertimbangkan lokasi pengguna atau orang lain atau
perangkat mobile saat ini [1]. Pengguna ponsel dapat mencari dan mengukur posisi pengguna untuk
mendapatkan informasi berdsarkan lokasi dan dapat dilihat dengan memanfaatkan layanan
Geographic Information System (GIS). Dua unsur utama dari LBS adalah [2] (1) Location Manager
(API Maps) dengan menyediakan perangkat bagi sumber atau source untuk LBS, Application
Programming Interface (API) Maps menyediakan fasilitas untuk menampilkan atau memanipulasi
peta dan (2) Location Providers (API Location) dengan menyediakan teknologi pencarian lokasi yang
digunakan oleh perangkat. API Location berhubungan dengan data GPS dan data lokasi real-time.
Lokasi, perpindahan, serta kedekatan dengan lokasi tertentu dapat ditentukan melalui Location
Manager.
Informasi pada masa sekarang sangat erat kaitannya dengan media digital yang memungkinkan
terjadinya kombinasi antara informasi teks, dan gambar. Informasi berupa data geografis yang ada
sekarang pun dimungkinkan untuk terintegrasi dengan data lain sehingga informasi yang didapat
menjadi lebih baik dan dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan [3]. Dengan berkembangnya bahasa
pemrograman maka GIS pun dapat menjadi lebih interaktif karena pengguna dapat melihat detil suatu

92
[Link]
[E-ISSN 2656-0321]
[Vol 15 No 1]
[ Januari 2021]

tempat beserta informasi mengenai tempat tersebut pada peta. Peta dibuat dengan memanfatkaan
layanan dari Google Map API.
Suatu fasilitas untuk mengetahui sebuah informasi gedung, ruangan, dan barang telah
dikembangkan dengan menggunakan pemetaan yang memanfaatkan Google Map API [4]. Untuk
mengoptimalkan penyampaian informasi ruangan dengan mudah maka dapat diterapkan LBS sehingga
pada saat melewati ruangan dalam radius tertentu maka dapat menampilkan informasi ruangan
tersebut secara otomatis. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia [5] ruangan adalah tempat yang
lega, kamar (besar), bilik (dalam rumah), kelas (tempat belajar), tempat dalam kapal (perahu), tempat
muatan; palka. Penyajian ruang ujian pun pernah dilakukan dengan memanfaatkan LBS [6].
Oleh sebab itu, penerapan LBS dengan menggunakan Global Positioning System (GPS)
dimungkinkan dilakukan karena perangkat mobile memiliki layanan GPS [6]. Berdasarkan layanan
tersebut maka dalam pembuatan aplikasi untuk pengenalan ruangan dapat dilakukan dengan
memanfaatkan Google Maps API dengan menerapkan GIS, LBS, dan GPS.

2. Metodologi Penelitian
Dalam penelitian penulis menggunakan beberapa tahap penelitian yaitu :

2.1. Tahap Studi Pustaka dan Observasi


Metode ini melakukan studi pustaka terhadap buku dan jurnal ilmiah sebagai pendukung dalam
penelitian tentang GIS, LBS, GPS. Observasi dilakukan untuk mengambil data-data mengenai ruangan
pada penelitian ini. Pengumpulan data dalam proses penelitian merupakan suatu kegiatan yang sangat
penting untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan sesuai dengan tujuan penelitian [7]. Data yang
digunakan untuk ruangan dapat dilihat pada tabel 1,2, dan 3.
Tabel 1. Tabel gedung
column_name type
id_gedung int
nama_gedung varchar
tipe varchar
luas double
kondisi varchar
lokasi text
latitude varchar
longtitude varchar
radius decimal
tanggal_perolehan date
jumlah_ruangan int

Informasi mengenai gedung (tabel 1) diperlukan karena ruangan merupakan bagian dari gedung.
Pemberian lokasi pada ruangan diperlukan agar dalam penerapan LBS dapat ditentukan ruangannya
(tabel 2). Pada setiap ruangan akan diberikan titik lokasi dan diberikan radius tiap ruangan. Radius
tiap ruangan digunakan lingkaran untuk membuatnya dan titik sebagai titik pusat lingkaran tersebut
sehingga untuk fasilitas push pada LBS dapat dilakukan berdasarkan radius lingkaran yang ada.

Tabel 2. Tabel ruangan


column_name type
id_ruangan int
id_gedung int
nama_ruangan varchar
luas varchar
photo varchar
Latitude varchar

93
[Link]
[E-ISSN 2656-0321]
[Vol 15 No 1]
[ Januari 2021]

Longtitude varchar

Setelah didapat informasi mengenai ruangan dengan penerapan LBS maka informasi yang ditampilkan
adalah barang yang ada pada ruangan tersebut sehingga diperlukan data barang yang disimpan pada
tabel 3.
Tabel 3. Tabel barang
column_name type
id_barang int
id_ruangan int
Nama varchar
Jumlah int

2.2. Tahap Pengembangan Perangkat Lunak


Model yang digunakan untuk pengembangan aplikasi dalam penelitian ini adalah Extreme
Programming (XP) [8], berikut ini merupakan tahapannya:

Gambar 1. Tahapan model Extreme Programming [8]

1. Planning
Pada tahap ini identifikasi dan analisis kebutuhan bisnis dilakukan. Begitupula kebutuhan pengguna
dan kebutuhan sistem. Pembuatan user stories dari setiap kebutuhan dilakukan juga. User stories
berfungsi sebagai dasar pembangunan sistem.
2. Design
Tahapan desain merupakan tahapan dimana user stories pada tahap planning diterapkan untuk
membuat perancangan alur kerja dari sistem yang akan dibangun.

3. Coding
Tahap ini merupakan tahapan implementasi atau pembuatan kode program sesuai dengan rancangan
sistem yang dibuat pada tahap sebelumnya. Tahap ini dapat dilakukan secara iteratif (code refactoring)
jika terdapat perubahan.

94
[Link]
[E-ISSN 2656-0321]
[Vol 15 No 1]
[ Januari 2021]

4. Testing
Pada tahapan ini dilakukan pengujian perangkat lunak/sistem. Pengujian dilakukan pada setiap modul
yang sedang dibuat. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan sistem yang dikembangkan sesuai
dengan permintaan dan kebutuhan pengguna/klien. Sehingga perbaikan modul dapat dilakukan sampai
modul yang dikembangkan sesuai dengan permintaan.

3. Hasil dan Pembahasan


Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi pencatatan aktivitas mahasiswa menggunakan webservice
dengan metode pengembangan perangkat lunak Extreme Programming yang terdiri dari beberapa
tahapan yaitu planning, design, coding, testing.

3.1. Planning
Pada tahap ini dilakukan analisis kebutuhan bisnis dan kebutuhan sistem dalam penggunaannya.
User stories akan dibuat berdasarkan kebutuhan pelanggan. User stories berfungsi sebagai dasar
pembuatan aplikasi. Berikut adalah user stories yang telah dibuat.
Tabel 4. User Stories
Pengguna/User Kebutuhan Sistem

Admin merupakan pengguna dengan otoritas akses penuh pada


Admin halaman Kelola data gedung, ruangan, barang, dan user.

User merupakan pengguna yang dapat memanfaatkan fasilitas untuk


User pengenalan ruangan dengan memanfaatkan LBS

Admin pada aplikasi ini untuk melakukan pengelolaan informasi mengenai gedung, ruangan, dan
barang, serta user. User pada aplikasi ini menjalankan aplikasi untuk mendapatkan informasi
mengenai barang yang ada pada ruangan di gedung yang datanya telah di inputkan oleh admin.
Fasilitas pencarian informasi sangat diperlukan dalam pembuatan sistem [9]. Cara mendapatkan
informasi pada LBS ini, terbagi atas dua bagian yaitu dengan cara push dan pull. Untuk push
dilakukan berada pada lokasi yang sudah ditentukan titiknya dalam radius tertentu dan secara otomatis
sistem LBS akan memberikan informasi tanpa harus meminta informasi tersebut. Pada pull informasi
diberikan oleh LBS sesuai dengan permintaan pengguna. Informasi yang diberikan pun dapat
memberikan rute bagi pengguna untuk sampai pada lokasi ruangan yang dituju dari posisi pengguna,
hal tersebut telah dilakukan pada penelitian sebelumnya [10][11].
3.2. Design
1) Use Case
Diagram use case digunakan untuk menggambarkan user yang menggunakan sistem dan
perilaku user terhadap aplikasi. Use case digunakan untuk mendeskripsikan fasilitas-fasilitas
pengguna yang dapat dilakukan sistem berdasarkan hak akses [12][13]. Untuk mengetahui
sifat dari aplikasi yang akan dibuat dilakukan pemodelan proses bisnis menggunakan Use
Case Diagram [14][15].

95
[Link]
[E-ISSN 2656-0321]
[Vol 15 No 1]
[ Januari 2021]

Gambar 2. Use Case Diagram Aplikasi


3.3. Coding
Pada tahap ini mengimplementasikan seluruh rancangan desain yang sudah dilakukan
sebelumnya ke dalam Bahasa pemrograma. Pada bagian coding ditunjukkan dengan menampilkan
hasil running dari programnya [16]. Pembuatan halaman Kelola gedung, ruangan, barang, dan user
dilakukan penulis setelah menu utama dan login aplikasi telah dibuat. Berikut ini merupakan contoh
halaman login dan Kelola ruangan yang dapat diimplementasikan pada saat coding.

Gambar 3. Halaman Login dan Kelola Ruangan

96
[Link]
[E-ISSN 2656-0321]
[Vol 15 No 1]
[ Januari 2021]

Tampilan halaman Kelola menampilkan data sesuai dengan data yang dikelolanya dan
memiliki tombol tambah, edit, dan hapus yang digunakan untuk mengelola data. Untuk tampilan
pengguna setelah melakukan login ditampilkan peta beserta textbox untuk mencari lokasi dengan
tombol carinya. (gambar 4). Tampilan Peta juga digunakan pada halaman tersebut. Pada saat
pengguna melewati ruangan maka akan ditampilkan notifikasi dan pop up dari peta berisi informasi
dari ruangan yang dilalui.

Gambar 4. Halaman Tampil Ruangan

3.4. Testing
Testing atau pengujian merupakan elemen kunci dari XP. Pengujian dilakukan untuk dapat
memastikan apakah aplikasi dapat berjalan dengan baik dan benar sesuai dengan kebutuhan dan tujuan
yang diharapkan [17]. Oleh sebab itu diperlukan pembuatan formular untuk menguji halaman-
halaman yang ada pada aplikasi. Pembuatan formular tersebut didasari dari metode black box testing.
Metode tersebut menguji dari tampilan antarmuka yang ada.
Tabel 5. Pengujian Halaman Kelola Gedung
No. Halaman Kelola Gedung Proses Hasil
1 2 3 4

1 Tombol Tambah Tekan tombol Tambah

2 Tombol Edit Tekan tombol Edit

3 Tombol Hapus Tekan tombol Hapus

4 Tampilan Halaman Load Halaman

Pada saat memanggil halaman Kelola Gedung (lihat tabel 5) terdapat empat hal yang dapat diuji.
Pengujian pada tabel 5 dapat digunakan juga untuk menguji halaman Kelola Ruangan, Barang, dan
User. Pada halaman tampil informasi ruangan (lihat tabel 6) pengujian dilalkukan dengan melakukan
pencarian dan berada pada radius yang telah ditentukan pada tabel ruangan sehingga informasi
ruangan dapat ditampilkan.

97
[Link]
[E-ISSN 2656-0321]
[Vol 15 No 1]
[ Januari 2021]

Tabel 6. Pengujian Halaman Tampil Informasi Ruangan


No. Halaman Kelola Gedung Proses Hasil
1 2 3 4

1 Tombol Pencarian Tekan tombol Pencarian

2 Tampilan Halaman Load Halaman

Pada saat memanggil halaman login (lihat tabel 7) terdapat tiga hal yang dapat [Link]
tombol login setelah melakukan pengisian username dan password. Lalu menampilkan halaman
registrasi pengguna dan menampilkan halaman login.

Tabel 7. Pengujian Halaman Login


No. Halaman Kelola Gedung Proses Hasil
1 2 3 4

1 Tombol Login Tekan tombol Login

2 Tombol Register Tekan tombol Register

3 Tampilan Halaman Load Halaman

4. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang dilakukan maka diambil kesimpulan sebagai berikut :
Penerapan LBS dilakukan pada saat memanggil halaman informasi ruangan yang berfungsi
untuk mencari lokasi ruangan dan menampilkan notifikasi dan informasi ruangan pada saat pengguna
masuk dalam radius yang telah ditentukan pada data ruangan tersebut. Penentuan radius sangat
penting dilakukan sehingga informasi mengenai ruangan yang ditampilkan tidak beririsan dengan
ruangan yang [Link] tersebut dilakukan untuk menjaga informasi ruangan yang tampil pada
pengguna hanya menampilkan informasi satu ruangan saja. Oleh sebab itu pada saat menentukan
radius ruangan harus ditentukan dengan seksama sehingga radius tersebut dapat membuat lingkaran
yang tak beririsan dengan lingkaran radius lainnya.
Informasi ruangan yang ditampilkan didapatkan dari pengelolaan data oleh admin melalui
halaman kelola gedung, ruangan, dan barang. Dalam melakukan pengelolaan, admin dapat menambah,
mengedit, dan menghapus data.
Tahapan yang dilakukan dalam pembuatan prototipe aplikasi ini menggunakan model XP yaitu
planning, design, coding, dan testing. Pengujian black-box dapat dilakukan dengan menjalankan
langkah-langkah yang telah diberikan di format tabel pengujian sebelumnya. Sehingga untuk
memastikan aplikasi berjalan dengan baik dapat ditentukan dari keberhasilan dalam melakukan
pengujian.
Prortotipe yang dibuat memerlukan koneksi internet dan harus menghidupkan GPS pada ponsel
sehingga aplikasi dan penerapan LBS pada GIS dapat berjalan dengan semestinya. Pengembangan
aplikasi selanjutnya dapat ditambahkan fasilitas mengenai aktifitas atau kegiatan pada ruangan
tersebut. Sehingga informasi yang ditampilkan pada ruangan menjadi lebih lengkap.

Daftar Pustaka

[1] Pranatawijaya, V.H. dan Saragih A.S. (2015). Analisis dan Desain Location Based Service Pada Jurusan
Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya. Jurnal Teknologi Informasi 9 (1), 1-8.

98
[Link]
[E-ISSN 2656-0321]
[Vol 15 No 1]
[ Januari 2021]

[2] Pranatawijaya, V.H., dkk. (2018). Penerapan Location Based Service Pada Jurusan Teknik Informatika
Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya. Jurnal Teknologi Informasi 12 (1), 70-80.
[3] Pranatawijaya, V.H. (2014). Penerapan Google Maps API Pada Sistem Informasi Geografis (SIG) Tempat
Wisata Dan Rekreasi Kota Palangkaraya Berbasis Web. Jurnal Teknologi Informasi 8 (1), 53-58.
[4] Pranatawijaya, V.H., dkk. (2018). Rancang Bangun Aplikasi Pemetaan Gedung Universitas Palangka Raya
pada Sub. Bag Barang Milik Negara (BMN) BUK Universitas Palangka Raya. 12 (2), 74-79.
[5] KBBI, 2020. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). [Online] Available at: [Link]
[Diakses 9 Desember 2020].
[6] PBAA, Putra; Pranatawijaya, VH; NNK, Sari. (2020). Implementasi Location Based Service Pada Aplikasi
Mobile Penyajian Ruang Ujian. Jurnal Sains dan Informatika: Research of Science and Informatic 6 (1), 26-
30.
[7] Pranatawijaya, V.H., dkk. (2019). Penerapan Skala Likert dan Skala Dikotomi Pada Kuesioner Online.
Jurnal Sains dan Informatika 5 (2), 128-137.
[8] R. V. Anand and M. Dinakaran. (2016). Popular Agile Methods in Software Development: Review and
Analysis. Int. J. Appl. Eng. Res. ISSN, vol. 11, no. 5, pp. 973–4562.
[9] PBAA, Putra; Pranatawijaya, VH; Widiatry, W; Lisa, L. (2017). Rancang Bangun Sistem Informasi
Pencarian Data Mahasiswa Dan Dosen Pada Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya. Jurnal Teknologi
Informasi 11 (2).
[10] Pranatawijaya, V.H. (2019). Rancangan Aplikasi Bergerak Penjadwalan Distribusi Sembako pada UD.
Kuning Mas Palangka Raya. Jurnal Teknologi Informasi 13 (2), 60-69.
[11] Pranatawijaya, V.H., dkk. (2018). Sistem Informasi Geografis Mencari Rute Lokasi Travel Di Kota
Palangka Raya Berbasis Website. Jurnal Teknologi Informasi 13 (1), 76-82.
[12] Pranatawijaya, V.H. (2017). Pengembangan Perangkat Lunak Generate File Untuk Migrasi Data EPSBED
Ke Format Table Feeder PDDIKTI. Jurnal SAINTEKOM 6 (1), 1-11.
[13] Pranatawijaya, V.H. (2017). Analisis Dan Desain Penerapan Location Based Service (LBS) Untuk Layanan
Pengiriman Katering Di Kota Palangka Raya. Jurnal Teknologi Informasi 11 (2), 46-53.
[14] Pranatawijaya, V.H., dkk. (2017). Implementasi Algoritma Genetika Pada Penjadwalan Program Profesional
Jurusan Teknik Informatika Universitas Palangka [Link] Sains dan Informatika : Vol.5 No. 2
(2019)90-98.
[15] PBAA, Putra; NNK, Sari; Pranatawijaya, VH. (2017). Analisis Dan Desain Website Monitoring Konsultasi
Bimbingan Kartu Rencana Studi (KRS). Jurnal Teknologi Informasi 11 (1), 58-68.
[16] Pranatawijaya, V.H. (2020). Implementasi Augmented Reality Pada Menu Rumah Makan. Jurnal Teknologi
Informasi 14 (1), 21-29.
[17] Pranatawijaya, V.H. (2020). Implementasi Pencatatan Aktivitas Mahasiswa Menggunakan Web Service
Pada Feeder Pddikti Dengan Metode Extreme Programming. Jurnal Teknologi Informasi 14 (2), 179-188.

99
[Link]

Anda mungkin juga menyukai