DETERMINAN
Di susun guna untuk memenuhi tugas mata kuliah
Aljabar Linier
Dosen Pengampu:
Fatikha Riqya Nur
Disusun Oleh :
Fajri Alam Syah (2024010012)
Febrian Abdulloh Jamil (2024010013)
REKAYASA PERANGKAT LUNAK POLITEKNIK BALEKAMBANG
JEPARA 2024
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmatnya
penyusun dapat menyelesaikan makalah ini tepat waktu tanpa ada halangan yang berarti dan
sesuai dengan harapan. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Ibu Fitriyaningsih, [Link]
sebagai dosen pengampu mata kuliah pendidikan kewarganegaraan yang telah membantu
memberikan arahan dan pemahaman dalam penyusunan makalah ini. Kami menyadari bahwa
dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan karena keterbatasan kami. Maka dari
itu penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran untuk menyempurnakan makalah ini.
Semoga apa yang ditulis dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.
Jepara, 04 November 2024
Kelompok 4
Kata Pengantar…………………………………………………………………………….
Daftar Isi………………………………………………………………………………………
BAB I Pendahuluan……………………………………………………………………….
[Link] Belakang………………………………………………………….
[Link]……………………………………………………………………
[Link]………………………………………………………………………
BAB II Pembahasan……………………………………………………………………..
[Link] Determinan Matriks……………………………
[Link]-macam determinan matriks.............................
[Link]-sifat determinan Matriks.......................................
BAB III……………………………………………………………………………………………
Kesimpulan………………………………………………………………………….
Daftar Pustaka…………………………………………………………………….
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Matematika berasal dari bahasa latin Manthanein atau Mathema yang berarti “belajar atau hal yang
dipelajari”. Sedangkan matematika di dalam bahasa belanda dikenal dengan sebutan wiskund eyang
memiliki arti “ilmu pasti”. Jadi secara umum dapat diartikan bahwa matematika merupakan sebuah ilmu
pasti yang berkenaan dengan [Link] pemahaman mahasiswa terhadap konsep
matematika menimbulkan kesulitan dalammenyelesaikan soal matematika tidak hanya disebabkan oleh
siswa itu sendiri.
Dalam pembelajaran MATEMATIKA DASAR banyak mahasiswa yang masih kurang pahammengenai
pelajaran MATRIKS.
Disini kami selaku tim penyusun akan memberikan materi
yang berkaitan dengan pembahasan Matrik untuk memenuhi tugas Pembelajaran Matematika Dasar
B. Masalah
1. Apa pengertian Determinan
2. Apa Jenis Jenis Determinan
3. Apa saja sifat sifat Determinan
C. Tujuan Masalah
1. Mengetahui Pengertian Determinan
2. Mengetahui Jens Jenis Determinan
3. Mengetahui sifat sifat Determinan
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Determinan Matriks
Determinan Matrikx ialah suatu bilangan real yang di peroleh dari suatu proses
dengan aturan tertentu terhadap matriks bujur sangkar
Determinan dinyatakan sebagai jumlah semua hasil kali dasar bertanda dari
matriks bujur sangkar A. Determinan dari sebuah matriks bujur sangkar A’ dinotasikan
dengan det(A), atau [A].
B. Jenis Jenis Determinan Matriks
a. Determinan Ordo 2 x 2
Misalkan A = [ ac bd ] adalah matriks yang berordo 2 x 2 dengan elemen a dan d
terletak pada diagonal utama pertama, sedangkan b dan c terletak pada diaogal kedua.
Determinan matriks A dinotasikan “det A” atau “det [A]” adalah suatu bilangan yang
diperoleh dengan mengurangi hasil kali elemen-elemen pada diagonal utama dengan hasil
kali elemen-elemen diagonal kedua.
Dengan demikian, dapat diperoleh rumus det A sebagai berikut
det A = [ ]
a b
c d
= ad – bc
Contoh soal 1 :
Tentukan dterminan matriks-matriks berikut:
a. A = [ ]
5 2
4 3
b. B =
3[ ]
−4 −1
2
Penyelesaian :
a. det A = [ 54 23] = (5 x 3) – (2 x 4) = 7
det B = [
2 ]
−4 −1
b. = ((-4) x 2) – (3 x (-1)) = -5
3
b. Determinan Ordo 3 x 3
[ ]
a11 a12 a13
Jika A = a21 a22 a23 adalah matriks persegi berordo 3 x 3, dterminan A
a31 a32 a33
[ ]
a11 a12 a13
dinyatakan dengan det A = a21 a22 a23
a31 a32 a33
Ada 2 cara yang dapat digunakanuntuk menemukan determinan matriks berordo
3 x 3, yaitu aluran sarrus dan metode minor-konfaktor.
Aturan Sarrus
Untuk menentukan determinan dengan saluran sarrus, perhatikan alur
berikut. Misalnya, kita akan menghitung determinan matriks A3 x 3, Gambaran
perhitungannya adalah sebagai berikut.
Det A =
Metode Minor-Konfaktor
Misalkan matriks A dituliskan dengan [aij]. Minor elemen aij yang di
dinotasikan dengan Mij adalah determinan setelah elemen-elemen baris ke-i dan
kolom ke-j dihilangkan . Misalnya, dari matriks A3 x 3 kita hilangkan baris ke-2
[ ]
a11 a12 a13
kolom ke-1 sehingga : a21 a22 a23
a31 a32 a33
Akan diperoleh M21 = [
a12 a 13
a32 a 33 ]
. M21 adalah minor dari elemen matriks A
baris ke-2 kolom ke-1 atau M21 = minor a21. Sejalan dengan itu, kita dapat
memperoleh minor yang lain, misalnya :
M13 = [ a21 a12
a31 a32 ]
Kofaktor elemen aij, dinotasikan Kij adalah hasil kali (-1)i+j dengan minor
elemen tersebut. Dengan demikian, konfaktor suatu matrik dirumuskan dengan :
Kij = (-1)i+j Mij
Dari matriks A diatas, kota peroleh misalnya konfaktor a21 dan a13 berturut
turut adalah
K21 = (-1)2+1 M21 = -M21 = [ a21 a12
a31 a32 ]
K13 = (-1)1+3 M13 = M13 = [ a21 a22
a31 a32 ]
[ ]
K 11 K 12 K 13
Konfaktor dari matriks A3 x 3 adalah kof(A) = K 21 K 22 K 23
K 31 K 32 K 33
Nilai dari suatu determinan merupakan hasil penjumlahan dari perkalian
elemen-elemen suatu baris (atau kolom) dengan konfaktornya. Untuk menghitung
determinan, kita dapat memilih dahulu sebuah baris (atau kolom) kemudian kita
gunakan aturan di atas.
c. Sifat Sifat determinan
1. Jika A adalah sebarang matriks kuadrat yang mengandung sebaris bilangan nol,
maka det(A) = 0
Contoh :
[ ]
1 2 3
Misal matriks A = 1 0 1
0 0 0
Dengan menggunakan aturan konfaktor, maka
[ ]
1 2 3
det(A) = 1 0 1
0 0 0
= a31M31 – a32M32 + a33M33
=0 [ ] [ ] [ ]
2 3
0 1
-0
1 3
1 1
+0
1 2
1 0
= 0(2.1 -3.0) – 0(1.1 – 1.3) + 0(1.0 – 1.2)
=0
2. Jika A adalah matriks segitiga n x n maka det(A) adalah hasil kali entri-entri
pada diagonal utama, yakni det(A) = a11a22…ann
Contoh :
[ ]
2 1 3
det(A) = 0 3 1
0 0 3
= a31M31 – a32M32 + a33M33
=0 [ ] [ ] [ ]
1 3
3 1
-0
2 3
0 1
+0
2 1
0 3
= 0(1.1 – 3.3) – 0(2.1 – 0.3) + 0(2.3 – 0.1)
= 0 – 0 + 3.2.3
= 18
Hasil ini sama dengan perkalian entri pada diagonal utama yaitu 2 x 3 x 3 = 18
3. Misalkan A’ adalah matriks yang dihasilkan bila baris tunggal A dikalikan oleh
konstanta k, maka det(A’) = k det(A)
Contoh :
[ ] [ ]
2 1 3 4 2 6
Missal k = 2 dan A = 0 3 1 maka kA = 0 3 1
0 0 3 0 0 3
[ ]
4 2 6
det(A) = 0 3 1
0 0 3
berdasarkan sifat 3 maka det(kA) = det(A’) = 4.3.3 = 36
karena det(A) = 18 dan k = 2 maka [Link](A) = 2.18 = 36
jadi det(A’) = [Link](A)
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Pada dasarnya dalam kehidupan sehari hari kita sering berhadapan dengan
persoalan yang apabila kita telusuri ternyata merupakan masalah matematika. Dengan
kata lain kita selalu bersentuhan dengan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan
matematika entah itu kita sadari ataupun tidak. Agar mudah dipahami maka persoalan
tersebut diubah kedalam bahasa atau persamaan matematika supaya persoalan tersebut
lebih mudah diselesaikan. Tetapi terkadang suatu persoalan sering kali memuat lebih dari
dua persamaan dan beberapa variabel, sehingga kita mengalami kesulitan untuk mencari
hubungan antara variabel-variabelnya.
Adapun matriks sendiri merupakan susunan elemen-elemen yang berbentuk
persegi panjang yang diatur dalam baris dan kolom dan dibatasi sebuah tanda kurung
disebut matriks.
Daftar Pustaka
[Link]
[Link]
[Link]