0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan37 halaman

Buku Abstrak Mei 2024 Fix

Seminar Nasional Biodiversitas Indonesia akan diselenggarakan pada 4 Mei 2024 di Solo, dengan agenda mencakup registrasi, upacara pembukaan, panel diskusi, dan sesi paralel mengenai keanekaragaman genetik, spesies, ekosistem, etnobiologi, dan ilmu serta teknologi hayati. Manuskrip yang terpilih akan dipublikasikan dalam jurnal Biodiversitas. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang pentingnya biodiversitas di Indonesia.

Diunggah oleh

farelantik
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan37 halaman

Buku Abstrak Mei 2024 Fix

Seminar Nasional Biodiversitas Indonesia akan diselenggarakan pada 4 Mei 2024 di Solo, dengan agenda mencakup registrasi, upacara pembukaan, panel diskusi, dan sesi paralel mengenai keanekaragaman genetik, spesies, ekosistem, etnobiologi, dan ilmu serta teknologi hayati. Manuskrip yang terpilih akan dipublikasikan dalam jurnal Biodiversitas. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang pentingnya biodiversitas di Indonesia.

Diunggah oleh

farelantik
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Seminar

Nasional
Biodiversitas

Abs Masy Biodiv Indon


vol. 11 | no. 1 | pp. 1-27| Mei 2024
ISSN: 2407-8069

Penyelenggara &
Pendukung

Manuskrip terseleksi
dipublikasikan pada:
Foto: Surya Prakosa on Unsplash
ALAMAT SEKRETARIAT
Sekretariat Masyarakat Biodiversitas Indonesia, Kantor Jurnal Biodiversitas, Gedung Pascasarjana Lt. 5 Universitas
Sebelas Maret Surakarta, Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta 57126, Jawa Tengah, Indonesia. Tel. +62-822 2649 8910. Email:
biodiversitas@[Link]. Website: [Link]

Penyelenggara Manuskrip terseleksi


& pendukung dipublikasikan pada:
THIS PAGE INTENTIONALLY LEFT BLANK
JADWAL
Seminar Nasional
Masyarakat Biodiversitas Indonesia (MBI)
Solo, 4 Mei 2024

PUKUL KEGIATAN PENANGGUNGJAWAB RUANG

4 Mei 2024
07.00-08.00 WIB Registrasi Panitia Selasar

08.00-08.30 WIB Upacara pembukaan MBI


- Menyanyikan Lagu Kebangsaan
Indonesia Raya
- Berdoa
- Sambutan dari MBI (Prof. Drs.
Sutarno, [Link]., Ph.D.)

08.30-09.15 WIB Panel I Moderator Selasar


Prof. Dr. Prabang Setyono, [Link]., Lia Kusumaningrum [Link]., [Link].
[Link]., [Link]., Ir., IPM.

09.15-10.00 WIB Panel II Selasar


Zuhud Rozaki, S.P., [Link], Ph.D.

10.00-11.30 WIB Sesi paralel


Grup 1: A-01 s.d. A-08 Moderator Prof. Dr. sc agr Nurhasanah, [Link] R1
Grup 2: B-01 s.d. B-08 Moderator Dr. Hafsah [Link] R2
Grup 3: B-09 s.d. B-16 Moderator Dr. Joko R. Witono, [Link] R3
Grup 4: B-17 s.d. D-03 Moderator Dr. Irmawati R4
Grup 5: D-04 s.d. E-03 Moderator Ari Pitoyo, [Link]., [Link] R5
Grup 6: E-04 s.d. E-11 Moderator Dr. Kusumadewi Sri Yulita R6
Grup 7: E-12 s.d. E-20 Moderator Prof. Dr. R. Pitopang, [Link] R7
Grup 8: E-21 s.d. E-29 Moderator Agustina Putri Cahyaningsih, [Link] R8

11.30-11.45 WIB Pengumuman Perihal Publikasi, Panitia Selasar


Pemenang Presentasi, & Sesi Penutup
Keterangan: A. Keanakeragaman Genetik, B. Keanekaragaman Spesies, C. Keanekaragaman Ekosistem, D. Etnobiologi
dan Sosial Ekonomi, E. Biosains (Ilmu dan Teknologi Hayati)
DAFTAR ISI
Seminar Nasional
Masyarakat Biodiversitas Indonesia (MBI)
Solo, 4 Mei 2024

KODE JUDUL AUTHOR HAL.

Keanekaragaman Genetik
A-01 Analisis truss morfometrik dan meristik strain ikan Jusmaldi, Satri, Nova Hariani 1
nila (Oreochromis niloticus Linnaeus, 1758) dari
kolam budidaya di Kota Samarinda, Indonesia

A-02 Analisis variasi genetik rambutan dan kerabat liarnya Nazrin Wahidy, Dindin Hidayatul 1
(Nephelium spp.) menggunakan penanda molekuler Mursyidin
trnL-F

A-03 Analisis keragaman dan kekerabatan genetik manggis Akhmad Fikri, Dindin Hidayatul 2
dan kerabat liarnya (Garcinia spp.) menggunakan Mursyidin
penanda molekuler trnL-F

A-04 Keragaman aktivitas protease Bacillus spp. tempe dan Tati Barus, Annes 2
keragaman genetiknya yang diakses berdasarkan gen
16S rRNA

A-05 Analisis proksimat dan aktivitas antioksidan umbi Zuraida Sagala, Triadiati, Dyah 3
garut (Maranta arundinaceae L.) pada beberapa aksesi Iswantini Pradono, Sulitijorini
yang berasal dari Pulau Jawa

A-06 Kendali genetik tiga populasi gandum bersegregasi di Nurwanita Ekasari Putri, Nurul 3
Dataran Medium Sumatera Barat Khairani, Irfan Suliansyah, Etti
Swasti, Sanna Paija Hasibuan,
Karlina Syahruddin

A-07 Penampilan agronomis dan variabilitas genetik Trie Riski Ismala, P.K. Dewi 3
berbagai F1 hasil persilangan Okra (Abelmoschus Hayati, Milga Sari, Syafaati
esculentus (L). Moench) Rahmawianti, Sutoyo

A-08 DNA barcoding padi lokal lahan rawa asal Sumatera Nurhasanah, Lika Nadilah, Laila 3
Selatan berdasarkan DNA kloroplas rbcL dan matK Hanum, Singgih Tri Wardana

Keanekaragaman Spesies
B-01 Karakterisasi trikoma daun tanaman hias Begonia spp. Hermalina Sinay, Ritha Lusian 4
(Begoniaceae) di Kota Ambon Karuwal

B-02 Kekayaan jenis tumbuhan paku (Pteridophyta) Sela Andriyani, Deselina, Wiryono 4
teresterial di Resort Balik Bukit Taman Nasional Bukit
Barisan Selatan

B-03 Identifikasi tumbuhan sumber pakan lebah kelulut Siti Rezqina Kamilya, Anang 5
Heterotrigona itama pada meliponikultur di Desa Kadarsah, Trisnu Satriadi
Padang Panjang, Kabupaten Banjar
vi

B-04 Struktur koloni dan bentuk sarang lebah kelulut Novilia Ulanda, Anang Kadarsah, 5
Heterotrigona itama mendukung praktik Trisnu Satriadi
meliponikultur berkelanjutan di Desa Padang Panjang

B-05 Kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam Dharmawan Wicaksono, Aditya 5


konservasi keanekaragaman hayati di Suaka Triyanto, Dian Kusuma, Dita
Margasatwa Gunung Tunggangan, Jawa Tengah, Rahmayani, Fadia Aulianissa
Indonesia Ainaya, Ahmad Dwi Setyawan

B-06 Keberagaman jenis tanaman pekarangan sebagai solusi M Irvan Mu’arif, Maria Theresia 6
mengatasi peningkatan laju emisi karbon di Bekasi Sri Budiastuti, Trisni Utami

B-07 Komposisi dan kelimpahan kecoak yang menginfestasi Trisnowati Budi Ambarningrum, 6
pasar di Kota Purwokerto Endang Srimurni Kusmintarsih,
Imam Widhiono, Hery Pratiknyo,
Trisno Haryanto

B-08 Spesies dan keragaman ektoparasit pada benih ikan Rokhmani, Bambang Heru 7
nila (Oreochromis niloticus) di Desa Beji Budianto, Alfinatun Nashihah
Kedungbanteng Banyumas

B-09 Analisis proksimat dan preferensi pakan bekantan Siti Fathiyah, Anni Nurliani, 7
(Nasalis larvatus) di Pusat Rehabilitasi Bekantan- Amalia Rezeki
Sahabat Bekantan Indonesia

B-10 Perilaku makan, minum, urinasi dan defekasi Bekantan Devita Setyorini, Anni Nurliani, 7
(Nasalis larvatus) di Pusat Rehabilitasi Sahabat Amalia Rezeki
Bekantan Indonesia

B-11 Sebaran Phytotelmata di lingkungan Universitas Nursitawati, Muhamat 8


Lambung Mangkurat Kampus Banjarbaru

B-12 Implementasi budi daya Keramba Jaring Apung (KJA) Santi Kurniasih, Sunarto, Prabang 8
dan resiko terhadap perikanan berkelanjutan di Waduk Setyono
Gajah Mungkur Wonogiri

B-13 Karakteristik morfologi spesies alga penyebab Rika Meliansyah, Elmia Dwi Fauzi 9
penyakit karat merah pada tanaman mangga
(Mangifera indica L.) di Kecamatan Kertajati,
Kabupaten Majalengka

B-14 Karakteristik morfo-anatomi dan lingkungan tumbuh Asep Zainal Mutaqin, Nadhira 9
Araceae di Arboretum Universitas Padjadjaran Zaachrany Rachma, Irvina Nur
Agustin, Lutfiah Zanah Setiawan,
Mohamad Nurzaman, Tia Setiawati,
Rusdi, Ruly Budiono, Joko
Kusmoro

B-15 Keragaman tungau parasit pada cicak Gekkonidae di Bambang Heru Budianto, 9
Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah Rokhmani

B-16 Keanekaragaman dan sebaran ikan di Sungai Siti Rukayah, Agus Nuryanto, W. 10
Jatinegara, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah Lestari

B-17 Kalender pembungaan dan keragaman polen sebagai Teguh Husodo, Hikmat Kasmara, 10
sumber pakan Apis cerana Fabr. di Taman Hutan Raya Wawan Hermawan, Joko Kusmoro,
Ir. H. Djuanda, Jawa Barat, Indonesia Syayidah Nuriyah, Indri Wulandari,
Dini Andari, Sya Sya Shanida,
Fadiah Khairina
vii

B-18 Ulat penggulung daun pisang Erionota thrax L. Lindung Tri Puspasari, Pudjianto 11
(Lepidoptera: Hesperiidae) dan parasitoidnya pada
pertanaman pisang di Jawa Barat

B-19 Struktur komunitas dan status kelangkaan Kupu-kupu Aginda Zahra Fauziyah, Tati 11
Endemik Jawa di Daerah Wisata Bagian Selatan Suryati Syamsudin
Taman Nasional Gunung Ciremai, Jawa Barat

B-20 Potensi plant growth promoting bakteri asal bawang Yulmira Yanti, Nurbailis, Winarto, 11
merah untuk mengendalikan Meloydogyne spp. pada Hasmiandy Hamid, M. Dzikri
tanaman tomat Dzulfahmi, Fatma Andria Wahyuni

Keanekaragaman Ekosistem

C-01 Layanan ekosistem komunitas serangga di Kawasan Siska Rasiska, Chay Asdak, 12
Budidaya Kawah Kamojang, Desa Wisata Laksana, Parikesit, Sudarjat, Budhi Gunawan
Sub-Daerah Aliran Sungai Cikaro, Kecamatan Ibun,
Kabupaten Bandung

Etnobiologi dan Sosial Ekonomi


D-01 Analisis strategi pengelolaan bank sampah Kota Fetria Widiyanti, Okid Parama 12
Madiun Astirin, Evi Gravitiani

D-02 Optimalisasi pengelolaan sampah dalam upaya Haniifah Hijriatunnisa 13


ketahanan pangan melalui budidaya maggot oleh
masyarakat Cisaladah, Kecamatan Jatinangor
Kabupaten Sumedang

D-03 Peran gender dalam pemanfaatan tumbuhan, di Indri Wulandari, Budiawati 13


Kecamatan Ciemas, Ciletuh-Palabuhanratu Geopark, Supangkat, Parikesit, Teguh
Jawa Barat, Indonesia Husodo, Johan Iskandar, Sya Sya
Shanida, Erri Noviar Megantara,
Elma Fauziah Gunawan

D-04 Analisis keberlanjutan dimensi ekonomi pada Hutan Harwindah, Ferdy Rosbarnawan 14
Kemasyarakatan (HKm) berbasis kopi di Hutan
Lindung Bukit Daun Provinsi Bengkulu

D-05 Tantangan dan upaya konservasi sapi kaur di Ferdy Rosbarnawan, Almidianto, 14
Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu Rahmi Wati, Harwindah, Jhon
Firison, Erpan Ramon, Andi Ishak
D-06 Pelemahan upaya konservasi kelapa dalam manna di Ferdy Rosbarnawan, Harwindah, 14
Kabupaten Bengkulu Selatan Siti Rosmanah, Andi Ishak, Jhon
Firison, Yahumri, Alfayanti, Taufik
Rahman, Wawan Eka Putra, Emlan
Fauzi
D-07 Etnobotani tumbuhan obat Suku Melayu di Kabupaten Suci Puja Lastari, Irwan Lovadi, 15
Kayong Utara, Kalimantan Barat, Indonesia Dwi Gusmalawati

D-08 Identifikasi food waste behavior yang mempengaruhi Risma Dwi Pratiwi, Joko Sutrisno, 15
timbulnya sampah makanan rumah tangga di Kota Ernoiz Antriyandarti
Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo
viii

Ilmu dan teknologi hayati


E-01 Aplikasi pupuk NPK berlapis mikroba untuk Reginawanti Hindersah, Pujawati 16
meningkatkan kualitas brokoli Suryatmana, Mieke Rochimi
Setiawati, Betty Natalie Fitriatin,
Fasa Aditya, Gita Bina Nugraha

E-02 Uji aktivitas antibakteri ekstrak n-heksana daun bakau Sri Rejeki Rahayuningsih, Karina 16
merah (Rhizophora stylosa Griff.) terhadap bakteri Kalasuba, Mia Miranti Rustama
Klebsiella pneumoniae, Staphylococcus aureus, dan
Escherichia coli

E-03 Trichoderma harzianum menekan kejadian penyakit Endah Yulia, Reginawanti 16


hawar bibit (Rhizoctonia solani) dan meningkatkan Hindersah
pertumbuhan tanaman jewawut sebagai tanaman
revegetasi lahan bekas tambang

E-04 Analisis frass yang berasal dari larva Black Soldier Fly Yunianto Setiawan, Edhi Sarwono, 17
(BSF) menggunakan sampah organik sayur dan buah Achmad Taufan Fatahillah Asghaf
di TPS3R Pasar Segiri, Samarinda

E-05 Somatik embriogenesis dan regenerasi tanaman sarang Yanti Puspita Sari, Miftahul 17
semut (Myrmecodia tuberosa Jack.) Jannah, Enos Tangke Arung

E-06 Pemanfaatan limbah cangkang kerang kapah (Meretrix Reza Enjelina Simon, Christine 17
sp.) murni sebagai katalis sintesis biodiesel dari Dyta Nugraeni
minyak jelantah

E-07 Struktur komunitas nematoda, pertumbuhan dan hasil Laode Muhammad Harjoni 18
padi gogo kultivar lokal pada tanah diamandemen Kilowasid, Fitri Wahyu Ningsi,
biochar diperkaya K-Sap dipupuk N dan P Tresjia Corina Rakian, La Ode Afa,
Gusti Ayu Kade Sutariati, Hamirul
Hadini, Andi Awaluddin, Eka
Febrianti, Wa Ode Nuraida, Waode
Siti Anima Hisein

E-08 Karakteristik fisikokimia gelatin ceker ayam (Gallus Yasmi Purnamasari Kuntana, 18
domesticus) sebagai bahan farmasetika dengan variasi Heidija Dziazahra, Andi Hiroyuki
konsentrasi asam sitrat dan lama penyimpanan

E-09 Risiko Antimicrobial Resistant (AMR) pada waste Andriani, Tati Ariyanti, Faidah 19
food dari bahan makanan yang asal hewan (daging, Rachmawati, Widodo Suwito, Faiz
telur, susu) Karimy, Suhaemi, Sri Mulyati,
Sukatma

E-10 Isolasi dan karakterisasi morfologi khamir asal Sri Hartati, Heryanto Simatupang, 19
tanaman kopi Sudarjat

E-11 Uji kemampuan ekstrak etanol propolis Trigona Hersanti, Andika Alif Suangga, 20
laeviceps untuk menekan pertumbuhan jamur Ichsan Nurul Bari
Colletotrichum acutatum dan perkembangan penyakit
Hawar kecambah benih cabai merah

E-12 Konsentrasi unsur hara daun dan pertumbuhan Dwi Susanto, Auliana 20
tanaman senggani (Melastoma malabathricum L.)
pada aplikasi pupuk NPK

E-13 Fitoremediasi limbah cair tahu menggunakan tanaman Septiani Krisna Dewi, Dwi Susanto, 20
ix

air kiambang (Salvinia molesta Mitchell) terhadap Hetty Manurung


penurunan senyawa amonia dan fosfat

E-14 Biodegradasi plastik PCL dan PET menggunakan tiga Maudy Rahayu, Bodhi Dharma, 21
strain Aktinomiset yang diisolasi dari TPA Bukit Ervinda Yuliatin, Fathurrahman
Pinang Samarinda, karakterisasi fenotip dan molekuler

E-15 Penggunaan tiga strain Aktinomiset dari Pantai Nur Ulmi, Bodhi Dharma, Ervinda 21
Samberah Muara Badak, Kalimantan Timur, Indonesia Yuliatin, Fathurrahman
sebagai pendegradasi plastik PCL dan PET serta
karakterisasi fenotip dan molekuler

E-16 Deteksi keturunan kelapa sawit (Elaeis guineensis Deni Arifiyanto, Mohammad 22
Jacq.) rendah asam lemak bebas menggunakan marka Basyuni, Revandy I.M. Damanik,
Simple Sequence Repeat (SSR) Rosmayati, Retno Puji Astari

E-17 Peningkatan kualitas kompos cair bulu ayam dengan Rika Serliana, Ratna Santi, Riwan 22
penambahan gedebog pisang Kusmiadi

E-18 Variasi virulensi Alternaria spp., penyebab penyakit Fitri Widiantini, Neneng Imas 23
bercak coklat asal Lembang pada tiga varietas tomat Nurjanah, Yusup Hidayat

E-19 Bioetanol kulit buah naga merah dengan variasi kadar Rina Budi Satiyarti 23
yeast (Saccharomyces cerevisae) dan lama fermentasi

E-20 Aplikasi vitamin B1 dan pupuk organik cair pada Novalina, Wilyus 23
benih padi IR 64 dan Inpari 32 sebagai penginduksi
pertumbuhan tanaman

E-21 Biomonitoring pencemaran timbal (Pb) hasil gas Wan Nisriani Luthfy, Sasi Gendro 24
buang kendaraan bermotor menggunakan lumut Sari, Muhamat
Hyophilla involuta

E-22 Biomonitoring pencemaran Kadmium (Cd) hasil gas Ahya Nabila, Sasi Gendro Sari, 24
buang kendaraan menggunakan lumut Hyophila Muhamat
involuta

E-23 Karakteristik edible film dari semi sefined carrageenan Adbel Simon, Christine Dyta 24
Kappaphycus alvarezii dengan asam malat sebagai Nugraeni
plasticizer

E-24 Fitoremediasi logam berat besi (Fe) dan mangan (Mn) Vida Gavrila Hutauruk, 25
dengan menggunakan tanaman purun tikus (Eleocharis Muhammad Fauzi Arif, Dwi
dulcis) pada air kolam lahan bekas tambang batubara Susanto

E-25 Sintesis biodiesel dari minyak jelantah dengan katalis Damaris Serly, Christine Dyta 25
kerang kapah (Meretrix sp.) variasi massa katalis Nugraeni

E-26 Keefektifan ekstrak air daun sirih hijau dan daun Ardelia Viona Anggarwati, Ceppy 26
kunyit dalam menekan serangan Aspergillus niger Nasahi, Syarif Hidayat
pada buah jeruk Dekopon di laboratorium

E-27 Pengaruh pemberian tepung kulit buah naga Yuli Andriani, Irfan Zidni, Fittrie 26
(Hylocereus polyrhizus) dalam pakan terhadap kualitas Meyllianawaty Pratiwy, Dikdik
warna dan performa pertumbuhan ikan komet Kurnia
(Carassius auratus)

E-28 Perbanyakan Trichoderma viride pada berbagai pupuk Nurbailis, Reflin, Denada Isgarnela 26
organik dan potensinya untuk pengendalian Sclerotium
x

rolfsii penyebab penyakit rebah kecambah pada cabai

E-29 Kerentanan larva Spodoptera frugiperda J.E. Smith Edo Rahman, Trizelia, Arneti 27
(Lepidoptera: Noctuidae) yang diberi pakan berbeda
terhadap infeksi Beauveria bassiana (Bals.) Vuill.

Keterangan: A. Keanakeragaman Genetik, B. Keanekaragaman Spesies, C. Keanekaragaman Ekosistem, D. Etnobiologi


dan Sosial Ekonomi, E. Biosains (Ilmu dan Teknologi Hayati)
ABS SOC INDON BIODIV
Vol. 11, No. 1, Mei 2024 ISSN: 2407-8069
Hal.: 1-27 DOI: 10.13057/asnmbi/m100401

ABSTRAK
Webinar Nasional
Masyarakat Biodiversitas Indonesia (MBI)
Solo, 4 Mei 2024

Keanekaragaman Genetik jarak dari pangkal depan sirip ventral hingga pangkal depan
sirip anal dan jarak dari pangkal depan jari-jari sirip lemah
A-01 dorsal hingga pangkal depan sirip anal, sedangkan strain
ikan nila larasati, nila merah, dan nila putih cenderung
Analisis truss morfometrik dan meristik strain memiliki bentuk tubuh yang seragam. Analisis klaster
ikan nila (Oreochromis niloticus Linnaeus, 1758) menunjukkan strain ikan nila larasati, nila merah, dan nila
dari kolam budidaya di Kota Samarinda, putih mengelompok bersama karena kemiripan bentuk
tubuh yang tinggi, sedangkan nila hitam dan nila kekar
Indonesia
relatif berbeda dengan ketiga strain tersebut. Tidak
Jusmaldi, Satri, Nova Hariani ditemukan perbedaan yang signifikan antara lima strain
Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, ikan nila yang diperiksa berdasarkan karakter meristik.
Universitas Mulawarman. Jl. Barong Tongkok No. 4, Gunung Kelua,
Samarinda 75123, Kalimantan Timur, Indonesia

Saat ini banyak strain ikan nila (Oreochromis niloticus Karakterisasi, kolam budidaya, meristik, morfometrik, strain
Linnaeus, 1758) yang dipelihara oleh para pembudidaya ikan nila
ikan di Indonesia, seperti nila merah, nila putih, nila hitam,
dan hasil persilangan lainnya. Strain ini telah
dikembangbiakkan secara selektif atau varian alami yang A-02
menunjukkan berbagai warna, tingkat pertumbuhan dan
sifat-sifat lain yang diinginkan. Besarnya keragaman Analisis variasi genetik rambutan dan kerabat
fenotip pada ikan nila membuka peluang untuk liarnya (Nephelium spp.) menggunakan penanda
dimanfaatkan dalam program pemuliaan dan budidaya. molekuler trnL-F
Namun demikian, pemanfaatan keragaman fenotipe untuk Nazrin Wahidy1, Dindin Hidayatul Mursyidin2
tujuan pemuliaan dan budidaya memerlukan pengenalan 1
Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
karakter pada strain-strain tersebut. Tujuan penelitian ini Alam, Universitas Lambung Mangkurat. Jl. A. Yani Km 36, Banjarbaru
adalah untuk mengetahui keragaman morfologi antar strain 70714, Kalimantan Selatan, Indonesia
2
ikan nila dan menduga hubungan kekerabatannya Laboratorium Genetika dan Biologi Molekuker, Fakultas Matematika dan
Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lambung Mangkurat. Jl. A. Yani
berdasarkan tingkat keragaman dan kemiripan morfologi Km 36, Banjarbaru 70714, Kalimantan Selatan, Indonesia
antar populasi. Penelitian ini menggunakan metode truss
morfometrik dan meristik untuk karakterisasi morfologi Rambutan (Nephelium lappaceum L.) merupakan tanaman
dan dilanjutkan dengan analisis komponen utama dan buah dengan nilai nutrisi dan ekonomis tinggi. Namun, saat
klaster. Hasil analisis komponen utama menunjukkan ini variabilitas dan produktivitasnya relatif rendah karena
karakter yang berkontribusi kuat terhadap perbedaan berbagai faktor, seperti petani yang lebih banyak memilih
bentuk tubuh pada ikan nila hitam dan nila kekar adalah kultivar-kultivar dengan karakter buah permintaan pasar,
curah hujan yang tinggi, kegagalan propagasi, serangan
-------------------- hama, dan penyakit. Oleh karena itu, penting dilakukan
pemuliaan sebagai upaya meningkatkan produktivitas,
Catatan: Mengingat adanya beberapa kali tindakan tidak terpuji dari resistensi terhadap hama dan penyakit, serta
pihak ketiga terhadap penulis dengan memanfaatkan alamat email, maka
mulai tahun 2018 alamat email penulis untuk korespondensi (♥) tidak mengembangkan perkebunan rambutan yang berkelanjutan.
dicantumkan. Kolega yang berkepentingan dapat berkomunikasi dengan Upaya pemuliaan tanaman memerlukan beberapa gen
penulis melalui surat atau menghubungi panitia melalui alamat email unggul yang dapat diambil dari kebarat liarnya. Aplikasi
biodiversitas@[Link] penanda molekuler trnL-F dapat menjadi alternatif dalam
2 ABS MASY BIODIV INDON, Solo, 4 Mei 2024, hal. 1-27

analisis variasi genetik rambutan dan kerabat liarnya ‘Malaysia' dengan G. mangostana ‘Palembang’, dan G.
(Nephelium spp.). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan Mangostana cultivar ‘Mesta’ Malaysia dengan G.
untuk menganalisis variasi genetik rambutan dan kerabat Mangostana cultivar ‘Malaysia’. Sedangkan spesies
liarnya (Nephelium spp.) dengan penanda molekuler trnL- Calophyllum brasiliense Brazil dengan G. forbesii
F. Berdasarkan penanda trnL-F, plasma nutfah ini memiliki memiliki kekerabatan paling jauh dengan koefisien
tingkat keanekaragaman nukleotida rendah (0,002). divergensi 0,237. Hasil penelitian ini diharapkan dapat
Analisis filogenetik menunjukkan bahwa rambutan dan dimanfaatkan dalam program pemuliaan dan pelestarian
kerabat liarnya (Nephelium spp.) terbagi menjadi tiga (3) manggis dan kerabat liarnya di masa mendatang.
klad utama. Kekerabatan yang terdekat ditunjukkan oleh N.
lappaceum var. antalagi dan N. juglandifolium dengan
koefisien divergensi 0,002, sedangkan yang terjauh oleh N. DNA barcoding, filogenetik, Garcinia, keragaman genetik, trnL-F
lappaceum var. garuda dan N. subfalcatum dengan
koefisien 0,008. Walaupun rambutan dan kerabat liarnya
(Nephelium spp.) memiliki tingkat keanekaragaman A-04
nukleotida rendah, tetapi hubungan filogenetik plasma
nutfah ini tergolong unik. Oleh karena itu, informasi ini Keragaman aktivitas protease Bacillus spp. tempe
sangat penting dalam mendukung program pemuliaan dan keragaman genetiknya yang diakses
rambutan (Nephelium spp.) pada masa mendatang. berdasarkan gen 16S rRNA
Tati Barus, Annes
Fakultas Teknobiologi, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Jl.
Rambutan, trnL-F, variasi genetik, varietas
Jenderal Sudirman 51, Jakarta Selatan 12930, Jakarta, Indonesia

Mikroorganisme memiliki peranan penting dalam


A-03 menentukan kualitas pangan fermentasi tradisional, seperti
tempe yang merupakan pangan fermentasi khas Indonesia.
Analisis keragaman dan kekerabatan genetik Telah dilaporkan berbagai jenis bakteri ditemukan selama
manggis dan kerabat liarnya (Garcinia spp.) fermentasi, dan berperan dalam menentukan kualitas
menggunakan penanda molekuler trnL-F tempe. Bacillus spp. penghasil enzim protease merupakan
Akhmad Fikri1, Dindin Hidayatul Mursyidin2 salah satu jenis bakteri yang berlimpah pada tempe.
1
Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Keberadaan enzim protease pada tempe penting untuk
Alam, Universitas Lambung Mangkurat. Jl. A. Yani Km 36, Banjarbaru memecah molekul protein kedelai menjadi lebih sederhana.
70714, Kalimantan Selatan, Indonesia Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji
2
Laboratorium Genetika dan Biologi Molekuker, Fakultas Matematika dan keragaman genetik dan aktivitas protease Bacillus spp. dari
Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lambung Mangkurat. Jl. A. Yani
Km 36, Banjarbaru 70714, Kalimantan Selatan, Indonesia tempe. Enam belas isolat Bacillus spp. penghasil enzim
protease telah berhasil diisolasi dari tempe yang diambil
Garcinia merupakan salah satu genus dari familia dari beberapa pengrajin tempe di daerah Jakarta, Bogor,
Guttiferae yang anggotanya tersebar luas di wilayah tropik dan Tangerang. Isolat Bacillus ditumbuhkan pada media
dunia, adapun 100 spesies di antaranya terdapat di kawasan Triptic Soy Agar pada suhu 37°C selama 18 jam. Bacillus
Asia Tenggara. Manggis adalah salah satu species Garcinia spp. diidentifikasi berdasarkan sekuens gen 16S rRNA
yang buahnya dapat dimakan, berasa lezat dan disukai yang diamplifikasi menggunakan primer 63f dan 1387r.
banyak orang, sehingga dikenal sebagai queen of fruit. Keragaman genetiknya diakses berdasarkan sekuen gen
Sementara Indonesia menjadi negara eksportir manggis 16S rRNA dan dengan teknik Amplified 16S rDNA
terbesar di dunia, namun 30 dari 100 spesies Garcinia ini Restriction Analysis (ARDRA) menggunakan enzim
mengalami pertumbuhan akar yang lambat dan jumlah akar HaeIII, HinfI, HhaI, dan BstUI. Hasil penelitian
lateral yang terbatas menyebabkan bibit manggis peka menunjukkan bahwa Bacillus spp. pada tempe terdiri atas:
terhadap cekaman kekeringan. Penelitian ini bertujuan B. megaterium, B. amyloliquefaciens, B. subtilis, B.
untuk menganalisis keragaman dan kekerabatan secara pumilus, B. licheniformis, dan B. pumilus. Genetik dari
genetik plasma nutfah manggis dan kerabat liarnya Bacillus spp. tersebut sangat beragam. Berdasarkan
(Garcinia spp.) menggunakan penanda molekuler DNA sekuens gen 16S rRNA menunjukkan bahwa enam belas
barcoding trnL-F. Sepuluh sampel Garcinia yang berasal isolat Bacillus spp. tersebut bergabung dalam lima
dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kota Banjarbaru, kelompok. Berdasarkan ARDRA enam belas isolat Bacillus
Kalimantan Selatan telah berhasil dikoleksi dan spp. tersebut bergabung dalam delapan kelompok. Dengan
karakterisasi secara molekuler. Hasil penelitian demikian maka teknik ARDRA lebih dapat menunjukkan
memperlihatkan bahwa Garcinia spp. memiliki keragaman keragaman genetik Bacillus spp. Aktivitas protease dari
genetik relatif tinggi sebesar 0,054 dan mengelompok Bacillus spp. tersebut sangat beragam. Bahkan keragaman
kedalam empat klad utama. Klad I terdapat sebanyak 7 tersebut ditemukan dalam spesies yang sama. Aktivitas
spesies, klad II sebanyak 4 spesies dan klad III terdapat 4 protease tertinggi ditemukan yang dihasilkan oleh B.
spesies, dan klad IV 1 spesies (outgroup). Dalam hal ini, subtilis L15. Oleh karena itu, peran B subtilis L15 dalam
spesies yang memiliki kekerabatan paling dekat dengan menentukan kualitas tempe menarik untuk dikaji lebih
koefisien divergensi 0,000 yaitu G. mangostana cultivar lanjut.
ABS MASY BIODIV INDON, Solo, 4 Mei 2024, hal. 1-27 3

16S rRNA, Bacillus, genetik, protease, tempe Pengembangan gandum jangka panjang diharapkan dapat
diperluas hingga dataran medium. Penelitian ini bertujuan
untuk melihat kendali genetik karakter agronomis pada tiga
A-05 populasi gandum generasi F2. Penelitian ini dilaksanakan
mulai bulan April sampai dengan Juni 2023 di Kabupaten
Analisis proksimat dan aktivitas antioksidan umbi Agam, Sumatera Barat pada ketinggian 510 mdpl. Penelitian
garut (Maranta arundinaceae L.) pada beberapa ini menggunakan tiga populasi F2 (GR6/Sel, GR3/Sel, dan
aksesi yang berasal dari Pulau Jawa GR4/DWT) dan empat genotipe tetua. Pengamatan
dilakukan pada setiap individu tanaman F2 pada beberapa
Zuraida Sagala1, Triadiati1, Dyah Iswantini Pradono2,
karakter agronomi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa
Sulitijorini1
1
umumnya ketiga populasi memiliki heritabilitas arti luas
Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
yang tinggi. Karakter-karakter yang diamati pada setiap
Institut Pertanian Bogor. Jl. Agatis, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680,
Jawa Barat, Indonesia populasi dikendalikan oleh aksi gen aditif dan non aditif.
2
Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Institut Pertanian Bogor. Jl. Tanjung Kampus IPB, Bogor 16680, Jawa
Barat, Indonesia
Aksi gen aditif, aksi gen non aditif, heritabilitas, keragaman
Garut (Maranta arundinaceae L.) merupakan salah satu
tanaman penghasil pati yang mempunyai potensi sebagai
alternatif pengganti tepung terigu yang banyak dikonsumsi A-07
oleh masyarakat. Selain itu garut juga bisa menjadi pangan
fungsional karena tidak hanya bermanfaat sebagai pangan Penampilan agronomis dan variabilitas genetik
tetapi juga bermanfaat dalam bidang kesehatan. Umbi garut berbagai F1 hasil persilangan Okra (Abelmoschus
mengandung karbohidrat yang cukup tinggi dan esculentus (L). Moench)
mengandung senyawa biokatif fenol yang berfungsi Trie Riski Ismala, P.K. Dewi Hayati, Milga Sari,
sebagai antioksidan alami. Tujuan dari penelitian ini adalah Syafaati Rahmawianti, Sutoyo
untuk mengetahui profil proksimat dari umbi garut yang Universitas Andalas. Kampus Unand Limau Manis, Kota Padang 25175,
didapatkan dari hasil eksplorasi di sejumlah tempat di Sumatera Barat, Indonesia
pulau Jawa serta menentukan aktivitas antioksidan ekstrak
metanol umbi garut secara in vitro dengan metode DPPH. Okra merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang
Metode penelitian yang digunakan adalah ekstraksi umbi memiliki berbagai fungsi kesehatan. Penyerbukan sendiri
garut secara maserasi, selanjutnya dilakukan uji yang mendominasi sistem penyerbukan tanaman pada okra
antioksidan DPPH. Analisa proksimat meliputi kadar air menyebabkan keragaman genetik yang rendah. Dengan
dan kadar abu umbi garut serta skrining fitokimia. Hasil demikian salah satu cara untuk perbaikan karakter ataupun
analisa proksimat didapatkan kadar air terendah pada mendapatkan populasi dasar adalah melalui persilangan.
aksesi Banjar 1 (B7) 3,44% dan tertinggi pada aksesi Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penampilan
Sragen 3 (B12) yaitu 12,47%. Nilai kadar abu tertinggi ada agronomis dan variabilitas genetik berbagai hibrida hasil
pada aksesi Banjar 2 (B8) sebesar 8,94% dan terendah ada persilangan dari berbagai genotipe okra. Sebanyak 12
pada B10 (Sragen 1) yaitu 3,98%. Aktivitas antioksidan hibrida hasil persilangan yang telah dilakukan sebelumnya,
didapatkan hasi dengan nilai IC50 terendah 163,16 ppm dievaluasi bersama hibrida pembanding dalam Rancangan
pada aksesi Malang 1 (B4) dan standar asam askorbat IC50 Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Data
1,31 ppm. Hasil antioksidan ekstrak umbi garut diatas 100 penampilan agronomis dianalisis ragam dan dilanjutkan
ppm menyatakan aktivitas yang lemah, tetapi garut masih dengan BNT pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian
berpotensi sebagai pangan fungsional. menunjukkan bahwa terdapat beberapa hibrida yang
memiliki penampilan sifat agronomis yang bagus dan nyata
lebih baik dibandingkan varietas pembanding sehingga
Analisis proksimat, antioksidan, garut (M. arundinaceae), berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai varietas
skrining fitokimia, umbi hibrida. Sifat agronomis menunjukkan heritabilitas yang
tinggi, sejalan dengan variabilitas genotipik dan fenotipik
yang luas.
A-06
Kendali genetik tiga populasi gandum Heritabilitas, hibrida, perbaikan genetik, potensi hasil
bersegregasi di Dataran Medium Sumatera Barat
Nurwanita Ekasari Putri1, Nurul Khairani1, Irfan
Suliansyah1, Etti Swasti1, Sanna Paija Hasibuan1, A-08
Karlina Syahruddin2
1
DNA barcoding padi lokal lahan rawa asal
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas.
Kampus Unand, Limau Manis, Padang 25163, Sumatera Barat, Indonesia Sumatera Selatan berdasarkan DNA kloroplas
2
Badan Standarisasi dan Instrumen Pertanian (BSIP) Tanaman Serealia. Jl. rbcL dan matK
Dr. Ratulangi No. 274, Maros 90514, Sulawesi Selatan, Indonesia
4 ABS MASY BIODIV INDON, Solo, 4 Mei 2024, hal. 1-27

Nurhasanah, Lika Nadilah, Laila Hanum, Singgih Tri dilakukan dengan metode whole mount. Data anatomi
Wardana trikoma yang meliputi bentuk, tipe, dan jenis trikoma
Universitas Sriwijaya. Jl. Raya Palembang-Prabumulih Km. 32, Indralaya dideskripsikan berdasarkan tampilan yang diperoleh,
Utara, Ogan Ilir 30662, Sumatera Selatan, Indonesia sedangkan data jumlah dan panjang trikoma adalah rerata
10 bidang pandang, dari 3 ulangan dan ditampilkan sebagai
Padi lokal termasuk salah satu kekayaan plasma nutfah di rerata±standar deviasi (mean±SD). Hasil penelitian ini
Sumatera Selatan yang telah dibudidayakan secara turun menunjukkan bahwa terdapat 21 jenis Begonia yang
temurun oleh masyarakat dan beradaptasi terhadap dikoleksi dan dikarakterisasi anatomi trikomanya. Secara
lingkungan spesifiknya. Jumlah varietas padi lokal lahan umum, struktur trikoma pada tanaman hias Begonia terdiri
rawa di Sumatera Selatan diketahui sebanyak 115 varietas, dari bagian pangkal atau dasar (base), bagian
tetapi yang bertahan dan tetap ditanam oleh para petani median/tengah atau badan (body) dan bagian ujung (apeks
lokal adalah padi Siam dan Siputih. Introduksi padi atau tip), dengan jenis uniseriat dan multiseriat, bentuk
varietias unggul yg berumur genjah menyebabkan jarum atau kerucut, dan tipe glanduler atau non glanduler.
terjadinya erosi genetik padi lokal di daerah tertentu, Rerata panjang trikoma adalah 29,80-233,47 µm.
sehingga diperlukan upaya untuk mencegah hilangnya Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa
sumber daya genetik melalui pendekatan molekuler DNA trikoma pada daun tanaman hias Begonia di Kota Ambon
barcoding menggunakan DNA Kloroplas rbcL dan matK. memiliki variasi dalam jenis, bentuk, tipe, maupun
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi genetik ukurannya.
serta hubungan kekerabatan padi lokal lahan rawa
Sumatera Selatan berdasarkan gen rbcL dan matK. DNA
genom diisolasi dari daun padi menggunakan kit. Produk Begonia spp., karakterisasi, trikoma
PCR selanjutnya disekuensing dan rekonstruksi pohon
filogenetik dilakukan dengan MEGA 11 menggunakan
model Neighbor joining. Hasil penelitian padi lokal dengan
menggunakan gen rbcL menunjukkan adanya perbedaan B-02
urutan basa nukleotida sebanyak 7 titik, sedangkan Kekayaan jenis tumbuhan paku (Pteridophyta)
menggunakan gen matK menunjukkan adanya variasi
teresterial di Resort Balik Bukit Taman Nasional
genetik yang ditunjukkan dengan adanya peristiwa mutasi
substitusi berupa transversi dan transisi, serta gap. Analisis
Bukit Barisan Selatan
pohon filogenetik padi lahan rawa Siam dan Siputih Sela Andriyani, Deselina, Wiryono
menggunakan rbcL dan matK menunjukkan bahwa kedua Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu. Jl. W.R
padi lokal Siam dan Siputih mempunyai hubungan Supratman, Kandang Limun, Bengkulu 38371A, Indonesia
kekerabatan yang dekat. Jarak genetik berdasarkan gen
rbcL yaitu 0,000 dengan similaritas 100%, sedangkan Resort Balik Bukit merupakan resort yang berada di BPTN
menggunakan matK memiliki jarak genetik 0,0066 dengan II Liwa SPTN III Krui dengan luas kawasan 20,919 ha.
similaritas sebesar 99,34%. Salah satu jenis flora yang keberadaannya melimpah pada
kawasan TNBBS Resort Balik Bukit adalah tumbuhan
paku terestrial. Tumbuhan paku terestrial memiliki fungsi
DNA barcoding, matK, padi lokal, rbcL ekologi yang penting bagi ekosistem yaitu melindungi
tanah dari erosi dengan proses pembentukan humus dan
sebagai vegetasi penutup tanah. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui kekayaan jenis tumbuhan paku (Pteridophyta)
Keanekaragaman Spesies terestrial yang terdapat di Resort Balik Bukit TNBBS.
Penelitian ini menggunakan metode sistematik sampling
B-01 dengan membuat 32 transek yang mana 16 transek dibuat
di lokasi yang jauh dari sungai dan 16 transek dibuat pada
Karakterisasi trikoma daun tanaman hias Begonia lokasi dekat sungai. Ditemukan 17 jenis tumbuhan paku
spp. (Begoniaceae) di Kota Ambon terestrial dari 10 famili. Pada lokasi dekat sungai terdapat
Hermalina Sinay, Ritha Lusian Karuwal 10 jenis dari 6 famili dan lokasi jauh dari sungai ditemukan
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pattimura. Jl. Ir. M. 13 jenis dari 8 famili. Indeks nilai penting tertinggi adalah
Putuhena, Kampus Unpatti, Ambon 97233, Maluku, Indonesia tumbuhan paku Selaginella plana (Desv.) Hieron dengan
nilai INP 92,4 dan yang terendah adalah Pronephrium
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik repandum (Fee) Holtt dengan nilai INP 0,95 pada lokasi
trikoma pada daun tanaman hias Begonia yang ada di Kota jauh dari sungai. Indeks kemiripan yang didapat adalah
Ambon. Penelitian menggunakan tanaman hias Begonia 0,35 yang termasuk ke dalam kategori rendah. Hal ini
yang diperoleh dengan metode eksplorasi pada sentra- mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan jenis tumbuhan
sentra tanaman hias di Kota Ambon, dan juga koleksi paku yang berada pada lokasi dekat sungai dan jauh dari
pribadi. Identifikasi jenis tanaman, nama ilmiah, dan nama sungai dimana terdapat 4 jenis paku yang tumbuh di dekat
dagang dilakukan dengan membandingkan ciri-ciri sungai namun tidak tumbuh pada daerah jauh dari sungai
tanaman sampel dengan jenis-jenis tanaman pada koleksi dan terdapat 7 jenis yang tumbuh di lokasi jauh dari sungai
yang diakses pada situs online. Pengamatan trikoma namun tidak tumbuh di lokasi dekat sungai. Hal ini diduga
ABS MASY BIODIV INDON, Solo, 4 Mei 2024, hal. 1-27 5

karena faktor lingkungan cahaya mempengaruhi setiap B-04


pertumbuhan tumbuhan paku.
Struktur koloni dan bentuk sarang lebah kelulut
Heterotrigona itama mendukung praktik
Kekayaan jenis, tumbuhan paku terestrial meliponikultur berkelanjutan di Desa Padang
Panjang
Novilia Ulanda1, Anang Kadarsah1, Trisnu Satriadi2
B-03 1
Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam, Universitas Lambung Mangkurat. Jl. A. Yani Km. 36, Banjarbaru
Identifikasi tumbuhan sumber pakan lebah 70714, Kalimantan Selatan, Indonesia
kelulut Heterotrigona itama pada meliponikultur 2
Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung
di Desa Padang Panjang, Kabupaten Banjar Mangkurat. Jl. A. Yani Km. 36, Banjarbaru 70714, Kalimantan Selatan,
Indonesia
Siti Rezqina Kamilya1, Anang Kadarsah1, Trisnu
Satriadi2 Lebah Heterotrigona itama merupakan lebah yang
1
Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan membentuk suatu koloni dan tidak memiliki sengat. Salah
Alam, Universitas Lambung Mangkurat. Jl. A. Yani Km. 36, Banjarbaru
70714, Kalimantan Selatan, Indonesia
satu lokasi budidaya yang menerapkan praktik
2
Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung meliponikultur adalah Kebun lebah di Desa Padang
Mangkurat. Jl. A. Yani Km. 36, Banjarbaru 70714, Kalimantan Selatan, Panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
Indonesia struktur koloni, bentuk sarang dan keefektifan sarang lebah
kelulut dalam mempertahankan kondisi internal koloni
Meliponikultur merupakan kegiatan budidaya lebah tanpa sebagai strategi mendukung keberlanjutan praktik
sengat atau lebah kelulut (Heterotrigona itama). meliponikultur. Prosedur identifikasi warna dan ciri fisik
Meliponikultur tentunya memerlukan ketersediaan sumber lebah dilakukan di Laboratorium Biologi Dasar dengan
pakan. Sumber pakan lebah kelulut berupa nektar, polen, mengawetkan lebah menggunakan alkohol 70%.
dan resin pada suatu tanaman. Tujuan penelitian ini adalah Identifikasi struktur koloni dilakukan dengan menghitung
untuk mengidentifikasi tumbuhan sumber pakan lebah jumlah ratu, lebah pekerja dan lebah jantan. Untuk aktivitas
kelulut pada meliponikultur di Desa Padang Panjang, keluar sarang dilakukan saat siang hari. Struktur sarang
Kabupaten Banjar. Metode penelitian dilakukan dengan lebah diukur dengan menghitung jumlah, bentuk, dan
kombinasi metode purposive sampling dan metode petak volume. Ukuran sarang dan pintu masuk dapat diukur
bersarang. Plot pengamatan dibuat seperti bentuk lingkaran dengan bantuan jangka sorong. Lebah H. itama memiliki
(radius) dengan 4 jalur berdasarkan arah mata angin. Titik ukuran 4-6 mm dengan warna hitam kecoklatan. Terdapat 3
pusat plot penelitian merupakan sarang lebah kelulut yang sarang di kebun karet dan 3 sarang di kebun cempedak.
telah dipilih dari beberapa sarang yang ada. Kuadrat pada Masing-masing sarang memiliki 1 lebah ratu, lebah jantan
masing-masing jalur terdapat tiga buah dengan jarak 50 lebih banyak didapati di kebun karet sedangkan lebah
meter, 150 meter, dan 250 meter. Ukuran plot ditentukan pekerja lebih banyak di kebun cempedak. Bentuk sarang
berdasarkan habitus tanaman yaitu semai (2x2 m2), corong dan jumlah pot madu di kebun cempedak lebih
pancang (5x5 m2), tiang (10x10 m2), dan pohon (20x20 besar. Batumen lebih banyak didapati di kebun karet
m2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 20 jenis sedangkan di kebun cempedak dilapisi involucrum lebah
tumbuhan sumber pakan lebah Heterotrigona itama pada pekerja lebih banyak ditemui di kebun cempedak karena
meliponikultur di Desa Padang Panjang, Kabupaten Banjar. aktivitas koloni lebah cenderung lebih aktif di kebun
Berdasarkan analisis Indeks Nilai Penting (INP) diketahui cempedak dibandingkan kebun karet. Ukuran log pada
bahwa INP tingkat semai yang paling tinggi adalah Rumput kebun cempedak rata-rata lebih besar daripada log kebun
Teki sebesar 60,85% sedangkan Takokak memiliki INP karet. Sedangkan ukuran topping secara rata-rata kebun
terendah dengan nilai 0,47%. Adapun pada tingkat pancang karet lebih besar dibanding kebun cempedak. Struktur
INP tertinggi adalah tumbuhan Karamunting dengan nilai tambahan seperti batumen dan involucrum sangat
178,80%. Adapun Santos Lemon dan Jeruk Siam memiliki membantu untuk melindungi struktur internal sarang dari
nilai INP terendah pada habitus pancang, yaitu hanya guncangan.
5,98%. Selanjutnya pada tingkat tiang menunjukkan
tumbuhan Karet dengan nilai INP sebesar 270,93%.
Tumbuhan Telekan menjadi tumbuhan dengan nilai INP Heterotrigona itama, koloni, sarang
terendah pada tingkat tiang, yaitu 6,48%. Nilai INP
tertinggi pada tingkat pohon juga ditunjukkan oleh
tumbuhan Karet dengan nilai sebesar 179,48%, sedangkan
INP terendah pada tingkat pohon adalah Akasia dengan B-05
nilai 9,94%. Kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam
konservasi keanekaragaman hayati di Suaka
Lebah kelulut, meliponikultur, pakan, tumbuhan
Margasatwa Gunung Tunggangan, Jawa Tengah,
Indonesia
6 ABS MASY BIODIV INDON, Solo, 4 Mei 2024, hal. 1-27

Dharmawan Wicaksono1, Aditya Triyanto2, Dian memiliki biodiversitas sedang yang berkisar antara 0,9
Kusuma1, Dita Rahmayani1, Fadia Aulianissa Ainaya1, sampai 3. Penyerapan nilai karbon tersimpan juga rendah
Ahmad Dwi Setyawan1 hingga sedang dikarenakan kondisi perumahan padat
1
Program Studi Ilmu Lingkungan, Fakultas Matematika dan Ilmu penduduk di Kota Bekasi dan pertimbangan pohon besar
Pengetahuan Alam, Universitas Sebelas Maret. Jl. Ir. Sutami No. 36A, yang tinggi dapat tumbang akibat cuaca ekstrim membuat
Surakarta 57126, Jawa Tengah, Indonesia penduduk tidak menanam jenis tanaman tahun lebih
2
Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam, Universitas Sebelas Maret. Jl. Ir. Sutami No. 36A, Surakarta 57126, banyak. Rekomendasi dari penelitian ini adalah dengan
Jawa Tengah, Indonesia membuat program penanaman tanaman tinggi penyerapan
karbon seperti pohon Angsana (Pterocarpus indicus),
Suaka Margasatwa merupakan kawasan alam yang Mangga (Mangifera indica) dan Sawo (Manilkara zapota).
dimaksudkan untuk konservasi yang masih memiliki Serta membuat kelompok pemberdayaan masyarakat sekitar
ekosistem asli dengan keanekaragaman biodiversitas di yang peduli akan pentingnya menanam tanaman di
dalamnya. Konservasi perlu dilakukan untuk tetap menjaga pekarangan rumah.
potensi sumber daya flora dan fauna serta ekosistem dalam
suaka margasatwa. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap Biodiversitas, emisi karbon, kota, pekarangan
upaya menjaga keanekaragaman hayati di Suaka
Margasatwa Gunung Tunggangan. Penelitian ini
menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, dengan B-07
melakukan wawancara terhadap 120 masyarakat yang
bertempat tinggal di sekitar Suaka Margasatwa Gunung Komposisi dan kelimpahan kecoak yang
Tunggangan. Dari 120 responden, sebanyak 75 orang menginvestasi pasar di Kota Purwokerto
dengan persentase 62,5% menyatakan ketersediaan
Trisnowati Budi Ambarningrum, Endang Srimurni
masyarakat untuk turut serta menjaga kawasan Suaka
Kusmintarsih, Imam Widhiono, Hery Pratiknyo, Trisno
Margasatwa Gunung Tunggangan. Selain itu sebanyak 72
Haryanto
responden dari 120 responden (60%) menyatakan
Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman. Jl. Dr. Suparno No. 63,
ketersediaan dalam melakukan upaya konservasi alam dan Banyumas 53122, Jawa Tengah, Indonesia
satwa liar yang terdapat dalam Suaka Margasatwa Gunung
Tunggangan. Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk
mengetahui komposisi kecoak yang menginvestasi tiga
pasar besar di Kota Purwokerto. Penelitian dilakukan
Keanekaragaman hayati, konservasi, Suaka Margasatwa menggunakan metode survei dengan teknik sampling
Gunung Tunggangan secara acak. Sampling dilakukan menggunakan hand sortir
dan baiting trap pada setiap titik sampling. Data yang
diperoleh dianalisis menggunakan Indeks Keragaman
B-06 Shanon Wiener (H’). Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pada tahun 2021 diperoleh tiga spesies kecoak dari ketiga
Keberagaman jenis tanaman pekarangan sebagai pasar dengan kelimpahan kecoak tertinggi pada pasar 3
solusi mengatasi peningkatan laju emisi karbon di (133 individu). Ketiga spesies kecoak yang diperoleh
Bekasi adalah Blattella germanica, Periplaneta americana, dan
M Irvan Mu’arif1, Maria Theresia Sri Budiastuti1, Nauphoeta cinerea, dengan jumlah individu terbanyak
Trisni Utami2 adalah N. cinerea pada pasar 1 (83 individu) dan pasar 3
1
Program Studi Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana, Universitas
(97 individu), sedangkan pada pasar 2 individu terbanyak
Sebelas Maret. Jl. Ir. Sutami No. 36A, Surakarta 57126, Jawa Tengah, adalah B. germanica (52 individu). Tahun 2022 diperoleh
Indonesia lima spesies kecoak pada pasar 1 dan pasar 3 dengan
2
Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas jumlah masing-masing 2467 dan 6175 individu, sedangkan
Sebelas Maret. Jl. Ir. Sutami No. 36A, Surakarta 57126, Jawa Tengah,
Indonesia
pada pasar 2 hanya diperoleh tiga spesies dengan jumlah 81
individu. Pada tahun 2022 ditemukan kecoak Blatta
Penurunan keberadaan tanaman hijau di Bekasi terjadi lateralis dan Pycnoscelus surinamensis pada pasar ke 1 dan
karena perkembangan pesat industri manufaktur dan ke 3, sedangkan pada pasar ke 2 tidak ditemukan kedua
jumlah kendaraan bermotor. Hal ini menyebabkan spesies tersebut. Individu terbanyak yang diperoleh pada
peningkatan laju emisi karbon dioksida sekaligus menjadi pasar 1 dan 2 adalah B. germanica (1690 dan 59 individu),
salah satu penyebab utama krisis iklim. Penelitian ini sedangkan pada pasar 3 adalah N. cinerea (1860 individu).
mengkaji tentang keanekaragaman tanaman di pekarangan Indeks Keragaman (H’) tahun 2021 pasar 1 (0.64), pasar 2
dalam menyerap emisi karbon di Kota Bekasi, Jawa Barat, (0.55), dan pasar 3 (0.76), sedangkan H’ tahun 2022 pada
Indonesia. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer pasar 1 (0.84), pasar 2 (0.69), dan pasar 3 (0.90). Telah
dan sekunder. Data primer di peroleh dari lapangan melalui terjadi peningkatan populasi yang signifikan dan
wawancara mendalam, observasi, partisipatif dan penambahan dua spesies yang ditemukan pada pasar 1 dan
dokumentasi. Hasilnya adalah sebagian besar pekarangan 3. Hal tersebut dimungkinkan karena belum ada upaya
pengendalian oleh pengelola pasar serta adanya distribusi
ABS MASY BIODIV INDON, Solo, 4 Mei 2024, hal. 1-27 7

1
barang dari luar daerah yang memungkinkan terbawanya Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam, Universitas Lambung Mangkurat. Jl. A. Yani Km. 36, Banjarbaru
kecoak masuk ke kedua pasar tersebut. Oleh karena itu 70714, Kalimantan Selatan, Indonesia
diperlukan tindakan pengendalian untuk menurunkan 2
Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu
populasi kecoak pada ketiga pasar tersebut. Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Jl. Brigjen H. Hasan Basri,
Banjarmasin 70713, Kalimantan Selatan, Indonesia

Investasi, kecoak, kelimpahan, monitoring, pengendalian Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makanan
kesukaan dan menganalisis kandungan nutrisi pakan
bekantan (Nasallis larvatus) di Pusat Rehabilitasi
Bekantan-Sahabat Bekantan Indonesia. Tahapan penelitian
B-08 yaitu pengamatan preferensi pakan yang dilakukan selama
Spesies dan keragaman ektoparasit pada benih 14 hari dengan uji palatabilitas yaitu menghitung berat
pakan yang dikonsumsi dan pemeriksaan sampel pakan
ikan nila (Oreochromis niloticus) di Desa Beji
yaitu melakukan pengujian uji kadar air, kadar abu, serat
Kedungbanteng Banyumas kasar, karbohidrat, protein, dan lemak. Hasil identifikasi
Rokhmani, Bambang Heru Budianto, Alfinatun menunjukkan frekuensi pemberian pakan tertinggi selama
Nashihah 14 hari secara berturut-turut yaitu daun singkong, ubi
Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman. Jl. Dr. Suparno No. 63 singkong, buah pisang, daun kelakai, daun katuk, daun
Purwokerto, Banyumas 53122, Jawa Tengah, Indonesia kangkung, daun kangkung kampung, daun selada.
Selebihnya pakan diberikan sebagai selingan dengan
Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan jenis ikan frekuensi kurang dari 10 kali dalam 14 hari. Hasil analisis
budidaya air tawar yang dikenal luas oleh masyarakat dan proksimat menunjukkan bahwa kadar air merupakan
menjadi unggulan pada komoditas perikanan dan mudah parameter yang memiliki nilai paling tinggi dari parameter
dibudidayakan. Usaha budidaya ikan nila tidak terlepas dari lainnya pada seluruh sampel. Nilai kadar air tertinggi
berbagai penyakit ikan, salah satunya serangan ektoparasit. terdapat pada selada yaitu 92,86% dan terendah yaitu pada
Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk daun kelakai 19,83%. Kadar abu yang paling sedikit yaitu
mengetahui jenis ektoparasit, prevalensi, intensitas dan buah tomat sebesar 0,06% dan paling banyak adalah daun
keragaman ektoparasit pada benih ikan nila. Metode katuk sebesar 2,30%. Kadar serat kasar paling tinggi
penelitian yang digunakan yaitu metode survey dengan dimiliki oleh daun singkong sebesar 36,19%, sedangkan
teknik random sampling. Jumlah sampel yang diperiksa yang terendah adalah ubi singkong sebesar 2,50%. Kadar
sebanyak 100 ekor benih ikan nila ukuran 3-5 cm yang karbohidrat paling banyak yaitu ubi singkong sebesar
diperoleh dari kolam budidaya ikan di Desa Beji. 42,39% dan paling sedikit daun kangkung sebesar 2,16%.
Pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga kali ulangan Kadar protein tertinggi yaitu daun kangkung kampung
dengan interval waktu satu minggu. Variabel yang diamati sebesar 34,65% dan terendah yaitu pisang sebesar 6,30%.
meliputi prevalensi, intensitas dan keragaman ektoparasit. Kandungan kadar lemak terendah yaitu buah jambu kristal
Parameter penelitiuan ini adalah jenis dan jumalah sebesar 1,17% dan selada memiliki kandungan kadar lemak
ektoparasit yang menginfeksi benih ikan nila. Identifikasi tertinggi sebesar 11,56%.
ektoparasit yang menginfeksi ikan nila dianalisis secara
deskriptif kuantitatif Hasil penelitian ini ada tiga jenis
ektoparasit yang menginfeksi yaitu Trichodina sp, Bekantan, frekuensi, nutrisi, pakan, preferensi
Gyrodactylus sp., Ichthyophthirius multifilis. Nilai
prevalensi ektoparasit pada benih ikan nila yang
dibudidayakan di Desa Beji yaitu sebesar 9% dikategorikan
sebagai infeksi rendah, dan nilai intensitas sebesar 1,5 B-10
ind/ekor termasuk dalam kategori rendah. Keragaman
Perilaku makan, minum, urinasi dan defekasi
ektoparasit termasuk kategori rendah atau kurang beragam.
Bekantan (Nasalis larvatus) di Pusat Rehabilitasi
Sahabat Bekantan Indonesia
Desa Beji, intensitas, keragaman, Oreochromis niloticus, Devita Setyorini1, Anni Nurliani1, Amalia Rezeki2
1
prevalensi Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam, Universitas Lambung Mangkurat. Jl. A. Yani Km. 36, Banjarbaru
70714, Kalimantan Selatan, Indonesia
2
Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu
B-09 Pendidikam, Universitas Lambung Mangkurat. Jl. Brigjen H. Hasan Basri,
Banjarmasin 70713, Kalimantan Selatan, Indonesia
Analisis proksimat dan preferensi pakan Bekantan
(Nasalis larvatus) di Pusat Rehabilitasi Bekantan- Bekantan merupakan primata yang persebarannya hanya
Sahabat Bekantan Indonesia ditemukan di pulau Kalimantan. Primata ini tergolong
hewan terancam punah (Endangered species) oleh IUCN.
Siti Fathiyah1, Anni Nurliani1, Amalia Rezeki2 Sehingga diperlukan perlindungan khusus yaitu dengan
upaya konservasi untuk dapat mengurangi tingkat
penurunan populasi. Dalam pelaksanaan konservasi
8 ABS MASY BIODIV INDON, Solo, 4 Mei 2024, hal. 1-27

terhadap fauna endemik bekantan, diperlukan data-data Phytotelmata diantaranya tanaman hias Bromelia sp.,
mengenai morfologis, anatomis, maupun tingkah laku dari Alcantarea, bambu (Bambusa vulgaris), pisang (Musa
hewan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis paradisiaca), kelapa (Cocos nucifera), Roystonea regia,
dan mengkaji perilaku makan, minum, urinasi dan defekasi Xanthosoma sagittifolium, Tradescantia pallida, Heliconia
bekantan (Nasalis larvatus) di Pusat Rehabilitasi Bekantan- psittacorum, Sansevieria liberica, Agave succulent dan
Sahabat Bekantan Indonesia (SBI). Penelitian ini Phytotelmata tersebaran secara kelompok dan individu,
menggunakan metode scan sampling untuk pengamatan kemudian ditemukan 4 tipe Phytotelmata pada bagian
aktivitas makan, minum, urinasi, dan defekasi bekantan lubang pohon, lubang buah, ketiak daun, bagian pohon yang
serta wawancara sebagai data pelengkap. Dua ekor gugur seperti daun, kulit buah tanaman yang gugur.
bekantan betina dewasa bernama Mimin dan Cikita di
Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia diamati selama kurun
waktu 1 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Banjarbaru, Phytotelmata, sebaran, tempat perindukan, tipe
perilaku makan mendominasi keseluruhan perilaku dengan
persentase sebesar 40,17%. Aktivitas minum memiliki
B-12
persentase terendah yaitu 4,81%. Persentase aktivitas
urinasi bekantan yaitu 39,46%, sedangkan aktivitas
defekasi memiliki persentase 15,56%. Aktivitas bekantan Implementasi budidaya Keramba Jaring Apung
tertinggi terjadi pada rentang waktu sore hari mulai pukul (KJA) dan resiko terhadap perikanan
14.00-18.00, sedangkan aktivitas terendah terjadi pada
berkelanjutan di Waduk Gajah Mungkur
rentang waktu siang hari mulai pukul 10.00-14.00.
Aktivitas pada siang hari lebih banyak digunakan oleh Wonogiri
bekantan untuk beristirahat. Hasil data menunjukkan Santi Kurniasih1, Sunarto1, Prabang Setyono2
1
bahwa peningkatan aktivitas urinasi dan defekasi tidak Program Studi Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana, Universitas
selalu seiring dengan peningkatan aktivitas makan dan Sebelas Maret. Jl. Ir. Sutami No. 36A, Surakarta 57126, Jawa Tengah,
Indonesia
minum. 2
Program Studi Ilmu Lingkungan, Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam, Universitas Sebelas Maret. Jl. Ir. Sutami No. 36A,
Surakarta 57126, Jawa Tengah, Indonesia
Bekantan, betina, perilaku, SBI, scan sampling
Karamba jaring Apung (KJA) menjadi upaya intensifikasi
produksi ikan di Waduk Gajah Mungkur. Peningkatan
produksi ikan KJA berbanding lurus dengan jumlah KJA,
B-11 sehingga dapat mengakibatkan penurunan kualitas perairan.
Sebaran Phytotelmata di lingkungan Universitas Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh KJA
Lambung Mangkurat Kampus Banjarbaru terhadap kualitas air pada kawasan KJA Waduk Gajah
Mungkur, dan resiko kondisi perairan KJA terhadap
Nursitawati, Muhamat keberlanjutan perikanan budi daya KJA pada Waduk Gajah
Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Mungkur Wonogiri. Teknik pengambilan data dilakukan
Universitas Lambung Mangkurat. Jl. A. Yani Km 36, Banjarbaru 70714,
Kalimantan Selatan, Indonesia
secara purposive sampling, yang dianalisis dengan evaluasi
baku mutu dan analisis struktur komunitas plankton. Hasil
Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru merupakan penelitian menunjukkan parameter kualitas air yang diukur
kampus yang dikategorikan sebagai Ruang Terbuka Hijau sesuai dengan baku mutu air untuk kegiatan perikanan,
(RTH) yang memiliki tanaman berkayu, semak belukar dan namun parameter COD dan BOD melebihi baku mutu kelas
hamparan rumput. Jenis tanaman yang berada di Universitas III. Kawasan budi daya KJA di Waduk Gajah Mungkur
Lambung Mangkurat khususnya lokasi Banjarbaru, banyak termasuk perairan eutrofik yang memiliki indeks
dari tanaman tersebut yang memiliki ciri-ciri sebagai keanekaragaman rendah dan tercemar sedang. Indeks
phytotelmata. Phytotelmata adalah tumbuhan yang pada keseragaman <0,6, yang mengindikasikan tidak ada jenis
bagian tubuhnya mampu menampung genangan air yang yang mendominansi dikarenakan nilai C yang yang relatif
sebagian besar diakibatkan air hujan, kebanyakan digunakan rendah yaitu 0,13-0,21. Koefisien saprobik tingkat
oleh berbagai organisme hewan aquatik untuk pencemaran pada perairan kawasan KJA tergolong sangat
berkembangbiak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui rendah-rendah dengan sedikit senyawa organik dan
sebaran, jenis dan tipe Phytotelmata yang berpotensi sebagai anorganik yang berada pada fase
tempat perindukan alami nyamuk di Universitas Lambung mesosaprobik/oligosaprobik. Terdapat enam famili ikan
Mangkurat kampus Banjarbaru. Penelitian ini bersifat yang telah ditemukan di waduk Gajah Mungkur, yaitu
deskriptif observasional. Penentuan titik sampling Cyprinidae, Pangasiidae, Eleotrididae, Cichlidae,
menggunakan metode purposive sampling berdasarkan Channidae, dan Bagridae. Rasio daya dukung ptoduksi ikan
pengamatan langsung adanya genangan air pada salah satu dan kja waduk sudah mencapai 43% dan 94%. Konflik
bagian tertentu Phytotelmata yang ditemukan. Phytotelmata sosial, kematian massal ikan, dan meningkatnya
yang telah ditemukan difoto kemudian diidentifikasi jenis pencemaran perairan merupakan resiko budi daya KJA.
dan tipenya. Data yang diperoleh akan ditampilkan dalam Pentingnya komitmen, implementasi, dan pengawasan
bentuk tabel dan gambar. Hasil penelitian ditemukan 13 jenis dalam penerapan pengelolaan KJA dengan pendekatan
ABS MASY BIODIV INDON, Solo, 4 Mei 2024, hal. 1-27 9

ekosistem agar perikanan budi daya KJA dapat Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Padjadjaran. Jl. Raya Bandung Sumedang Km. 21, Jatinangor,
berkelanjutan demi menjaga ketahanan pangan. Sumedang 45363, Jawa Barat, Indonesia

Setiap tumbuhan memiliki lingkungan tumbuh tertentu


Keramba Jaring Apung (KJA), kualitas air, perikanan yang mempengaruhi beberapa karakteristik yang spesifik.
berkelanjutan, resiko, Waduk Gajah Mungkur Aracea adalah salah satu kelompok tumbuhan yang banyak
tumbuh menyebar dengan berbagai kondisi lingkungan
tumbuh di daerah tropis ataupun sub-tropis. Penelitian ini
B-13 bertujuan untuk mengetahui karakteristik lingkungan
tumbuh dan morfo-anatomi beberapa tumbuhan dari famili
Karakteristik morfologi spesies alga penyebab Araceae di Arboretum Universitas Padjadjaran yang
penyakit karat merah pada tanaman mangga merupakan kawasan khusus dengan beragam fungsi.
(Mangifera indica L.) di Kecamatan Kertajati, Penelitian ini bersifat kualitatif dan kualitatif dengan teknik
Kabupaten Majalengka pengambilan sampel dilakukan secara acak melalui survey
Rika Meliansyah, Elmia Dwi Fauzi eksploratif di wilayah kajian. Parameter lingkungan yang
diamati diantaranya adalah intensitas cahaya, suhu udara,
Program Studi Agroteknologi, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan,
Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Jl. Raya Bandung-Sumedang kelembaban udara, pH tanah, kelembaban tanah, dan
Km. 21, Jatinangor, Sumedang 45363, Jawa Barat, Indonesia kandungan unsur hara tanah. Parameter morfo-anatomi
yang diobservasi diantaranya adalah ketebalan helai daun,
Penurunan produksi mangga dapat disebabkan oleh jumlah dan kerapatan stomata daun, serta kadar klorofil.
beberapa faktor, salah satunya adalah penyakit karat merah Data dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil
yang disebabkan oleh alga parasit tumbuhan dari genus penelitian, ditemukan beberapa species tumbuhan dari
Cephaleuros. Penyakit karat merah masih dianggap sebagai famili Araceae di Arboretum Universitas Padjadjaran, yaitu
penyakit minor, namun apabila gejala terdapat pada daun Sente (Alocasia macrorrhizos (L.) [Link]), Talas Bogor
muda tanaman mangga dapat memengaruhi penurunan (Colocasia esculenta L. Schott), dan Singonium
produksi buah mangga sehingga perlu diwaspadai. (Syngonium podophyllum Schott.). Hasil pengamatan
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakter morfologi parameter lingkungan tumbuh, yaitu intensitas cahaya,
alga dari genus Cephaleuros yang berasosiasi dengan suhu udara, kelembaban udara, pH tanah, dan kandungan
penyakit karat merah pada tanaman mangga di Kecamatan unsur hara tanah dari ketiga species yang ditemukan adalah
Kertajati Kabupaten Majalengka. Penelitian dilaksanakan variatif. Lingkungan tumbuh tersebut secara umum
di lahan perkebunanan Kelompok Tani Mangga Desa dikategorikan menjadi area ternaungi dan tidak ternaungi.
Mekarjaya Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka. Demikian juga hasil pengamatan terhadap morfo-anatomi
Metode penelitian yang digunakan adalah survei lapangan yang meliputi ketebalan helai daun, jumlah dan kerapatan
melalui pengamatan langsung terhadap gejala penyakit stomata daun, serta kadar klorofil ditemukan fenomena
serta identifikasi tanda penyakit secara makroskopis dan yang bervariatif.
mikroskopis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
penyakit karat merah pada tanaman mangga di Kecamatan
Kertajati Kabupaten Majalengka disebabkan oleh alga Araceae, Arboretum Universitas Padjadjaran, lingkungan
Cephaleuros virescens berdasarkan hasil pengamatan tumbuh, morfo-anatomi
gejala dan karakter morfologinya. Gejala penyakit berupa
bercak berwarna jingga kecoklatan bertekstur seperti
beludru pada permukaan atas dan bawah daun. Alga
B-15
tersebut memiliki rata-rata ukuran sporangiofor 151,3-225
×16,8-26 μm dan rata-rata ukuran sporangium 25-32,8× Keragaman tungau parasit pada cicak
16,5-25 μm. Gekkonidae di Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah
Bambang Heru Budianto, Rokhmani
Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman. Jl. Dr. Suparno No. 63
Alga, Cephaleuros, diagnosis, morfometri, morfospesies Purwokerto, Banyumas 53122, Jawa Tengah, Indonesia

Kondisi geografis pada ketinggian wilayah di atas 1.000


B-14 mdpl seperti di Wonosobo, kemungkinan merupakan faktor
yang menentukan jenis dan keragaman tungau yang
Karakteristik morfo-anatomi dan lingkungan menginvestasi cicak Gekkonidae. Tujuan penelitian adalah
tumbuh Araceae di Arboretum Universitas mengetahui jenis dan keragaman tungau yang
Padjadjaran menginvestasi cicak Gekkonidae di Wonosobo. Metode
Asep Zainal Mutaqin, Nadhira Zaachrany Rachma, penelitian yang dilakukan adalah survai dengan teknik
Irvina Nur Agustin, Lutfiah Zanah Setiawan, pengambilan sampel acak. Sampel berupa cicak
Mohamad Nurzaman, Tia Setiawati, Rusdi, Ruly Gekkonidae yang diperoleh diawetkan dalam alkohol 70%,
Budiono, Joko Kusmoro dan disimpan terpisah berdasarkan spesies dan lokasi
10 ABS MASY BIODIV INDON, Solo, 4 Mei 2024, hal. 1-27

penangkapan. Selanjutnya cicak di bawa ke Laboratorium terutama pada parameter lebar dan kedalaman sungai,
Entomologi-Parasitologi, Fakultas Biologi, Universitas oksigen terlarut, substat.
Jenderal Soedirman, Purwokerto untuk diidentifikasi dan
diisolasi tungau yang menginvestasi menggunakan jarum
preparat. Tungau yang diperoleh diidentifikasi setelah Ikan, keanekaragaman, sebaran, Sungai Jatinegara
melalui serangkaian proses preparasi, maturasi dan
mounting. Hasil penelitian diperoleh 4 jenis cicak
B-17
Gekkonidae yaitu Hemidactylus frenatus, H. platyurus, H.
garnotii, dan Gehyra mutilate. Tungau parasit yang
menginvestasi cicak Gekkonidae meliputi 5 spesies yaitu Kalender pembungaan dan keragaman polen
Geckobia keegani, G. turkestana, G. simplex, G. sebagai sumber pakan Apis cerana Fabr. di Taman
gleadovania dan G. diversipilis. Hasil penelitian juga
Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Jawa Barat,
menunjukkan bahwa keragaman tungau yang menginvestasi
cicak Gekkonidae di Wonosobo adalah 0,815 (H’ = 0,815)
Indonesia
dengan nilai Evenness (E) mencapai 0,588 (E = 0,588) atau Teguh Husodo1,2,3, Hikmat Kasmara1, Wawan
memiliki distribusi dengan pola teratur. Hermawan1, Joko Kusmoro1, Syayidah Nuriyah3, Indri
Wulandari1,2,3, Dini Andari3, Sya Sya Shanida3, Fadiah
Khairina3,4
1
Cicak Gekkonidae, Evenness, keragaman, teratur, tungau Departmen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Padjadjaran. Jl. Raya Bandung-Sumedang Km. 21, Jatinangor,
Geckobia Sumedang 45363, Jawa Barat, Indonesia
2
Program Studi Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana, Universitas
Padjadjaran. Jl. Sekeloa, Coblong, Bandung 40134, Jawa Barat, Indonesia

B-16
3
Pusat Unggulan IPTEK Perguruan Tinggi Center of Environment and
Sustainable Science (PUIPT CESS), Direktorat Riset dan Pengabdian
pada Masyarakat, Universitas Padjadjaran. Jl. Sekeloa, Coblong, Bandung
Keanekaragaman dan sebaran ikan di Sungai 40132, Jawa Barat, Indonesia
4
Jatinegara, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah Program Studi Magister Biomanajemen, Sekolah Ilmu dan Teknologi
Hayati, Institut Teknologi Bandung. Jl. Ganesa No. 10, Coblong, Bandung
Siti Rukayah, Agus Nuryanto, W. Lestari 40132, West Java, Indonesia
Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman. Jl. Dr. Suparno No. 63
Purwokerto, Banyumas 53122, Jawa Tengah, Indonesia Belum tersedianya informasi mengenai periode mekarnya
tanaman sebagai sumber pakan Apis cerana Fabr. di Taman
Sungai Jatinegara terletak di Kabupaten Kebumen Jawa Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Informasi mengenai musim
Tengah. Hulu sungai ini merupakan Waduk Sempor, berbunga berguna untuk berbagai kepentingan. Temuan ini
mengalir melintasi berbagai area hutan, pertanian, akan menjadi dasar untuk memahami pentingnya A. cerana
perumahan. Kondisi ini diduga mempengaruhi fisika kimia dalam penyerbukan tanaman dan sumber daya jenis
air yang berdampak pada keanekaragaman ikan. Data tanaman untuk lebah madu sehingga praktik perlebahan
keanekaragaman dan sebaran ikan di Sungai Jatinegara dapat dilakukan secara berkelanjutan. Tanaman yang
belum ada, padahal data tersebut penting untuk menambah mekar menentukan periode mekar pada saat pengamatan.
informasi tentang keanekaragaman ikan air tawar di Pengamatan periode mekar dilakukan setiap bulan pada
Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data minggu kedua dan keempat selama enam bulan (Desember
keanekaragaman dan sebaran ikan. Penelitian ini dilakukan 2021-Mei 2022). Penangkapan serbuk sari dilakukan pada
selama setahun, menerapkan metode survei dengan teknik bulan Agustus 2021 (musim kemarau). Identifikasi serbuk
purposive random sampling. Pengambilan sampel pada sari dilakukan dengan menggunakan metode asetolisis.
sembilan stasiun di zona hulu, tengah, hilir, tiap zona Secara keseluruhan, hasil pengamatan yang terekam
diwakili tiga stasiun, diulang 12 kali dengan interval satu menunjukkan adanya 249 spesies tumbuhan dari 82 famili.
bulan. Pengambilan sampel ikan dengan menggunakan Gill Famili Asteraceae memiliki kekayaan jenis yang paling
net, bubu, jala. Variabel yang diamati meliputi jumlah melimpah. Sebagian besar tumbuhan diidentifikasi sebagai
species dan individu, persebarannya. Ikan yang berhasil tumbuhan berbunga polen (30,92%), nektarifer (9,64%),
ditangkap selama penelitian berjumlah 10.331 individu, dan tumbuhan yang menghasilkan keduanya (18,47%).
yang diidentifikasi menjadi 47 spesies dan 30 famili, nilai Berdasarkan periode pembungaan, pembungaan tertinggi
ini menunjukan keanekaragaman di Sungai Jatinegara terjadi pada Bulan Desember 2021, dan Januari-Februari
masih tinggi. Famili Cyprinidae memiliki jumlah species 2022, dengan kisaran 82,13%-87,95% (n: 249 spesies
paling banyak yaitu sembilan species diikuti oleh Famili tumbuhan berbunga). Tumbuhan berbunga terendah terjadi
Bagridae dengan tiga species. Zona hulu ditemukan 30 pada April 2022.
species dan 1.989 individu, zona tengah 32 species dan
2.918 individu, tertinggi pada zona hilir ditemukan 42
species dan 5.424 individu. Hasil penelitian ini Apis cerana, beekeeping, taman kota
membuktikan di Sungai Jatinegara terjadi perbedaan
keanekaragaman dan pola persebaran longitudinal antar
zona yang diduga disebabkan perbedaan fisika kimia air
ABS MASY BIODIV INDON, Solo, 4 Mei 2024, hal. 1-27 11

B-18 Kupu-kupu merupakan serangga yang sangat bergantung


pada kualitas habitat dan ketersediaan tumbuhan pakan.
Ulat penggulung daun pisang Erionota thrax L. Potensi Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) sebagai
(Lepidoptera: Hesperiidae) dan parasitoidnya habitat kupu-kupu, dengan berbagai aktivitas masyarakat
pada pertanaman pisang di Jawa Barat terutama aktivitas wisata berpengaruh terhadap kelimpahan
kupu kupu di alam. Penelitian ini bertujuan untuk
Lindung Tri Puspasari1, Pudjianto2 menganalisis struktur komunitas serta status kelangkaan
1
Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, kupu-kupu pada tiga lokasi wisata berbeda. Ketiga lokasi
Universitas Padjadjaran. Jl. Raya Bandung-Sumedang Km. 21, Jatinangor,
Sumedang 45363, Jawa Barat, Indonesia tersebut yaitu Bumi Perkemahan Cipanten (Stasiun I),
2
Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Curug Muara Jaya (Stasiun II), dan Curug Ibun Pelangi
Bogor. Jl. Kamper, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680, Jawa Barat, (Stasiun III). Pada setiap lokasi, pengamatan kehadiran
Indonesia kupu kupu dilakukan dengan metode pollard walk dari jam
09.00-16.00 WIB, kegiatan diulang tiga kali selama periode
Pisang (Musa spp.) merupakan tanaman budidaya yang bulan Agustus-September tahun 2022 untuk sesi 1.
penting karena buahnya yang banyak diminati konsumen Kegiatan yang sama dilakukan pada tahun 2023 di periode
serta mengandung banyak vitamin dan mineral yang bulan September untuk sesi 2. Jumlah wisatawan pada
bermanfaat bagi kesehatan. Serangan hama penggulung setiap lokasi diperoleh dari pengelola kawasan. Hasil
daun pisang Erionota thrax dapat menyebabkan kerugian pengamatan ditemukan 15 spesies pada sesi 1 dan 16
ekonomi diantaranya pengurangan 50% daun yang spesies pada sesi 2. Pada sesi 1 ditemukan 6 spesies pada
menyebabkan penurunan produksi mencapai 28%. stasiun I, dan masing-masing 14 spesies pada stasiun II dan
Pemanfaatan musuh alami seperti parasitoid sebagai agens III. Pada sesi 2 ditemukan 11 spesies pada stasiun I dan
pengendali hayati hama E. thrax di lapangan merupakan pada stasiun II dan III masing-masing 15 spesies, dengan
pengendalian yang aman bagi manusia dan lingkungan. spesies dominan pada kedua sesi Ypthima nigricans.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis Spesies Polyura athamas, Stibochiona croatia, dan
parasitoid yang memarasit E. thrax di Cianjur, Jawa Barat. Zemeros flegyas hanya ditemukan pada sesi 1, sedangkan
Penelitian dilakukan pada lahan pisang di daerah Bogor, spesies Cyrestis lutea, Heliophorus sp., Appias lyncida, dan
Cianjur dan Padalarang Jawa Barat. Pengambilan sampel Graphium sarpedon hanya ditemukan pada sesi 2.
E. thrax dilakukan secara purposive sampling dengan Ditemukan 12 spesies yang sama pada pengamatan sesi 1
mengumpulkan daun E. thrax dari berbagai stadia secara dan 2 dari total 19 spesies yang ditemukan pada kedua sesi
langsung. Pengambilan sampel dilakukan beserta daun tersebut (Is = 0,78). Keanekaragaman spesies Kupu kupu
yang digulungnya. Sampel yang diambil kemudian di pada sesi 2 (H’ = 2,04) lebih tinggi dibandingkan dengan
pelihara di Laboratorium hingga keluar parasitoidnya. sesi 1 ( H’ = 1,8). Terdapat 3 spesies yang merupakan
Hasil penelitian ditemukan sembilan spesies parasitoid Kupu-kupu Endemik Jawa, yaitu Ypthima nigricans,
(delapan spesies dari Ordo Hymenoptera dan satu spesies Mycalesis sudra, dan Cyrestis lutea. Secara lokal, dari hasil
dari Ordo Diptera) yang memarasit E. thrax pada lokasi simulasi VORTEX10, ketiga spesies tersebut beresiko
penelitian. Empat spesies sebagai parasitoid telur punah populasinya. Hasil studi ini diharapkan mampu
(Ooencyrtus erionotae, Pediobius erionotae, Agiommatus menggambarkan kondisi populasi kupu-kupu di lokasi
sumatraensis, dan Anastatus sp.), tiga spesies sebagai wisata kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, serta
parasitoid larva (Apanteles erionotae, Charops sp. dan memberikan informasi mengenai spesies endemik dan
Tachinidae sp.), dua spesies sebagai parasitoid pupa yaitu status kelangkaannya.
Brachymeria sp. dan Xanthopimpla sp. Hasil penelitian ini
bermanfaat sebagai data tambahan mengenai
keanekaragaman hayati serangga parasitoid untuk program Endemik Jawa, kupu-kupu, status kelangkaan, struktur
pengelolaan hama terpadu hama penggulung daun pisang. komunitas

Banana skipper, Diptera, Hymenoptera, Jawa Barat,


parasitisasi B-20
Potensi plant growth promoting bakteri asal
bawang merah untuk mengendalikan Meloydogyne
B-19 spp. pada tanaman tomat
Struktur komunitas dan status kelangkaan Kupu- Yulmira Yanti, Nurbailis, Winarto, Hasmiandy Hamid,
kupu Endemik Jawa di Daerah Wisata Bagian M. Dzikri Dzulfahmi, Fatma Andria Wahyuni
Selatan Taman Nasional Gunung Ciremai, Jawa Fakultas Pertanian, Universitas Andalas. Kampus Unand, Limau Manis,
Padang 25163, Sumatera Barat, Indonesia
Barat
Aginda Zahra Fauziyah, Tati Suryati Syamsudin Meloidogyne spp. merupakan penyebab penyakit bengkak
Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung. Jl. akar pada tanaman tomat. Patogen ini menyebabkan
Ganesa No. 10, Coblong, Bandung 40132, West Java, Indonesia kerusakan mencapai 68,3% jika tidak dikendalikan. Salah
satu alternatif pengendalian yang dapat dilakukan untuk
12 ABS MASY BIODIV INDON, Solo, 4 Mei 2024, hal. 1-27

mengendalikan Meloidogyne spp. yaitu pemanfaatan transek berjalur dengan radius 500 meter, menggunakan
mikroorganisme dari kelompok plant growth promoting jaring serangga di 80 titik pengamatan dengan metode
bakteri. Tujuan penelitian untuk mendapatkan isolat yang kuadrat sistematik sampling yang berukuran (10×10)
terbaik dalam mengendalikan Meloidogyne spp. penyebab meter. Identifikasi serangga dilakukan di Laboratorium
penyakit bengkak akar pada tanaman tomat. Penelitian Hama, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Hasil
dilakukan secara eksperimen menggunakan Rancangan penelitian menunjukkan bahwa herbivora (78,41%)
Acak Lengkap (RAL) dengan 15 perlakuan, 6 ulangan. mendominasi di kawasan budidaya Kawah Kamojang, sub-
Perlakuan terdiri dari Bacillus weihenstephanensis galur DAS Cikaro, Desa Wisata Laksana, Kecamatan Ibun,
RBTLL 3.2, Bacillus cereus galur MRDKBTE 1.3, Kabupaten Bandung. Keanekaragaman jenis herbivor,
Bacillus thuringiensis galur MRSNRZ 3.1, Bacillus predator dan parasitoid terkategori sedang
mycoides galur MRSNUMBE 2.2, Bacillus mycoides galur (1,637<H<2,374), sedangkan polinator rendah (H’<0,503).
MRBPBT 2.1, Bacillus subtilis galur MRTDUMBE 3.2, Hampir semua serangga tersebar merata di kawasan
Bacillus cereus galur MRPLUMBE 1.3, Serratia budidaya Kawah Kamojang (0,658<E<0,686), kecuali
marcescens galur MRPLEBUN 1.3, Serratia marcescens polinator (E<0,458). Kekayaan jenis herbivor dan
galur MRBPUMBE 3.3, Serratia marcescens galur parasitoid terkategori sedang (3,324<R<3,914), sedangkan
MRPLEMBE 1.4, Pseudomonas hibiscicola strain predator dan polinator rendah (0,487<R<1,849), dan
MRTLDRZ.2.1, Pseudomonas hibiscicola strain seluruh serangga beranekaragam (0,121<C<0,738).
MRTLDRZ.2.2, Nematisida dengan bahan aktif Serangga yang paling banyak dan sering ditemui yang di
Carbofuran, dan Kontrol. Peubah yang diamati pada kawasan budidaya Kawah Kamojang adalah herbivor
penelitian ini yaitu jumlah bengkak akar, jumlah kelompok (Cicadellidae; 32,314), predator (Gryllidae: 68,269 dan
telur, jumlah telur dalam kelompok telur, jumlah nematoda Formicidae; 62,979), parasitoid (Braconidae; 94,873 dan
dalam tanah, tinggi tanaman, jumlah daun tanaman, jumlah Ichneumonidae; 37,268), dan polinator (Syrphidae;
buah dan bobot buah. Hasil penelitian menunjukkan 165,037). Berdasarkan indeks persamaan Jaccard dan
perlakuan Bacillus spp. terbaik untuk pengendalian Sorensen, komunitas serangga yang kemiripannya kuat
Meloidogyne spp. tanaman tomat. adalah di kawasan budidaya dekat TWA dan HL (0,647
dan 0,786).

Meloidogyne spp., tanaman tomat, plant growth promoting


bakteri Kawasan budidaya, layanan ekosistem serangga, nilai
konservasi tinggi

Keanekaragaman Ekosistem
Etnobiologi dan Sosial Ekonomi
C-01
D-01
Layanan ekosistem komunitas serangga di
Kawasan Budidaya Kawah Kamojang, Desa Analisis strategi pengelolaan bank sampah Kota
Wisata Laksana, Sub-Daerah Aliran Sungai Madiun
Cikaro, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung Fetria Widiyanti, Okid Parama Astirin, Evi Gravitiani
Siska Rasiska1, Chay Asdak2, Parikesit2, Sudarjat1, Program Studi Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana, Universitas
Budhi Gunawan2 Sebelas Maret. Jl. Ir. Sutami No. 36 A, Surakarta 57126, Jawa Tengah,
1
Indonesia
Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian,
Universitas Padjadjaran, Jl. Bandung-Sumedang Km 21, Jatinangor-
Sumedang 45363, Jawa Barat, Indonesia Mewujudkan tata kelola lingkungan yang baik, terpadu dan
2
Pusat Unggulan IPTEK Perguruan Tinggi Center of Environment and mandiri merupakan tujuan smart environment dalam
Sustainable Science (PUIPT CESS), Direktorat Riset dan Pengabdian pelaksanaan program Smart City di Kota Madiun. Program
pada Masyarakat, Universitas Padjadjaran. Jl. Sekeloa, Coblong, Bandung
40132, Jawa Barat, Indonesia
Smart City memiliki fokus dalam pengembangan sistem
tata kelola limbah atau sampah rumah tangga. Masyarakat
Serangga memiliki peran yang sangat penting di Kawasan Kota Madiun sebagai penghaasil sampah rumah tangga
budidaya Kawah Kamojang, Desa Wisata Laksana, Sub- diketahui kurang memiliki kesadaran dalam mengelola
Daerah Aliran Sungai Cikaro, Kecamatan Ibun, Kabupaten sampah khususnya sampah anorganik. Dinas Lingkungan
Bandung, diantaranya sebagai polinator, herbivora, Hidup Kota Madiun menginisiasi program Bank Sampah
predator, parasitoid dan dekomposer. Peranan dari serangga untuk menangani sampah dari sumbernya sehingga secara
tersebut sangat penting di dalam konteks layanan bertahap dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan
ekosistem, seperti penyerbuk, pengendalian hayati, sehat. Namun dalam pelaksanaannya masih mengalami
dekomposer, transfer energi melalui rantai makanan. kendala menurunnya kinerja Bank Sampah Unit baik
Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara kualitas maupun kuantitas. Penelitian ini bertujuan
keanekaragaman serangga dan peran fungsionalnya. untuk mengetahui strategi pengelolaan bank sampah di
Metode observasi dilakukan pada bulan Juli-November Kota Madiun dengan teknik analisis SWOT. Berdasarkan
2022, dengan teknik pengambilan sample dilakukan secara hasil analisis SWOT disimpulkan bahwa dari matriks IFAS
ABS MASY BIODIV INDON, Solo, 4 Mei 2024, hal. 1-27 13

dinyatakan faktor internal Kelemahan lebih kecil dari pada dan dekomposer. Oleh karena itu, pengelolaan sampah
faktor internal Kekuatan sebesar -0,35 merupakan selisih melalui budidaya maggot tidak hanya dapat membagun
dari nilai total kekuatan dengan nilai tolal kelemahan yaitu ketahanan pangan di Indonesia, tetapi juga dapat
1,17-1,87 dan dari matriks EFAS dinyatakan faktor menciptakan peluang usaha, serta mendukung aktivitas
Eksternal Peluang lebih besar dari pada faktor Eksternal kinerja dari wirausaha yang masyarakat telah tekuni.
Ancaman sebesar 0,30 merupakan selisih dari nilai total
kekuatan dengan nilai tolal kelemahan yaitu 1,67-1,37.
Koordinat angka (-0,35:0,30) pada diagram Cartesius Ketahanan pangan, maggot lalat BSF
berada pada kuadran wilayah stabilitas menunjukkan
bahwa diperlukan strategi konsolidasi untuk mengurangi
D-03
kelemahan yang ada dan mempertahankan pencapaian
pasar. Stabilitas perlu diarahkan guna mempertahankan
suatu keadaan dengan berupaya memanfaatkan peluang dan Peran gender dalam pemanfaatan tumbuhan, di
memperbaiki kelemahan tersebut. Terdapat dua strategi Kecamatan Ciemas, Ciletuh-Palabuhanratu
stabilitas yang pertama strategi perbaikan secara agresif
Geopark, Jawa Barat, Indonesia
yaitu strategi konsolidasi internal dengan mengadakan
perbaikan faktor-faktor kelemahan untuk memaksimalkan Indri Wulandari1,2,3, Budiawati Supangkat3,4,
adanya sebuah peluang pasar yang terbuka luas. Yang Parikesit , Teguh Husodo , Johan Iskandar1,2,3,4,
1,2,3 1,2,3

berikutnya strategi perbaikan pilihan yaitu strategi Sya Sya Shanida3, Erri Noviar Megantara1,2,3, Elma
konsolidasi internal dengan memperbaiki kelemahan untuk Fauziah Gunawan3
1
memanfaatkan peluang dengan pilihan yang prioritas Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana,
Universitas Padjadjaran. Jl. Dipati Ukur No. 35, Bandung 40132, Jawa
secara efektif dan optimal. Barat, Indonesia
2
Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Padjadjaran. Jl. Raya Bandung-Sumedang KM 21, Jatinangor,
Bank sampah, Kota Madiun, strategi pengelolaan Sumedang 45363, Jawa Barat, Indonesia
3
Pusat Unggulan IPTEK Perguruan Tinggi Center of Environment and
Sustainable Science (PUIPT CESS), Direktorat Riset dan Pengabdian
pada Masyarakat, Universitas Padjadjaran. Jl. Sekeloa, Coblong, Bandung
D-02 40132, Jawa Barat, Indonesia
4
Departmen Anthropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas
Padjadjaran. Jl. Raya Bandung-Sumedang KM 21, Jatinangor, Sumedang
Optimalisasi pengelolaan sampah dalam upaya 45363, Jawa Barat, Indonesia
ketahanan pangan melalui budidaya maggot oleh
masyarakat Cisaladah, Kecamatan Jatinangor Pengelolaan sumber daya alam, salah satunya dipengaruhi
Kabupaten Sumedang oleh peran gender. Umumnya, masyarakat memiliki
Haniifah Hijriatunnisa persepsi bahwa laki-laki memiliki peran yang lebih
signifikan dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumber
Departmen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Padjadjaran. Jl. Raya Bandung-Sumedang Km 21, Jatinangor, daya alam. Padahal, baik laki-laki maupun perempuan
Sumedang 45363, Jawa Barat, Indonesia memiliki hak dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumber
daya alam. Kajian pengetahuan lokal berbasis gender
Sampah makanan yang banyak memberikan dampak terkait pemanfaatan sumber daya alam, terutama tumbuhan,
negatif, khususnya terhadap lingkungan dan usaha dalam masih sangat minim. Penelitian ini bertujuan untuk
membangun ketahanan pangan. BSF (Hermetia illucens) mengetahui pembagian peran gender di masyarakat lokal
adalah sejenis lalat berwarna hitam yang larvanya (maggot) Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, Jawa Barat. Pendekatan
mampu mendegradasi sampah organik. Masyarakat Desa metode campuran antara kualitatif dan kuantitatif
Cisaladah sudah membudidayakan maggot tersebut untuk digunakan dalam penelitian ini. Laki-laki cenderung
pengelolaan sampahnya. Oleh karena itu, Desa Cisaladah melakukan pekerjaan yang berat dan sulit, sementara
sudah mulai mengoptimalisasi pengelolaan sampahnya perempuan melakukan pekerjaan yang ringan. Perempuan
untuk ketahanan pangan melalui buiddaya maggot tersebut. cenderung berperan dalam pekerjaan rumah tangga,
Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan tanaman obat, bercocok tanam di lahan
seberapa besar potensi kegiatan budidaya maggot di Desa kering, membantu laki-laki bertani di sawah, sedangkan
Cisaladah dalam mengoptimalisasi pengelolaan sampah. laki-laki cenderung berperan dalam mencari nafkah, bertani
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan di sawah, mengumpulkan kayu bakar dalam jumlah
pengambilan data primer yang dilakukan dengan banyak, dan membuat perabot dan bangunan. Satu-satunya
melakukan wawancara mendalam terhadap beberapa petani pekerjaan yang dapat dilakukan oleh perempuan adalah
dan pekerja pengolah sampah yang berada diperkebunan ritual meletakkan minuman di samping nasi. Namun,
Desa Cisaladah Kecamatan Jatinangor, Kabupaten dibandingkan dengan laki-laki, perempuan memiliki peran
Sumedang, Jawa Barat. Adapun data sekunder yang ganda karena mereka juga bertanggung jawab atas
digunakan selama penelitian didapatkan melalui studi keberlangsungan hidup keluarganya (peran domestik).
literatur. Telah diketahui berbagai manfaat maggot dalam
mengoptimalisasi pengelolaan sampah, seperti sebagai
alternatif pakan ternak, bahan pembentuk pupuk kompos, Gender, lahan pertanian, mixed-method
14 ABS MASY BIODIV INDON, Solo, 4 Mei 2024, hal. 1-27

D-04 informan. Data yang dikumpulkan meliputi deskripsi Sapi


Kaur, pola persebaran, sistem pemeliharaan, pemanfaatan,
Analisis keberlanjutan dimensi ekonomi pada serta tantangan dan upaya dalam konservasi. Hasil
Hutan Kemasyarakatan (HKm) berbasis kopi di penelitian menunjukkan bahwa jumlah populasi sapi kaur
Hutan Lindung Bukit Daun Provinsi Bengkulu terus menurun dan saat ini diperkirakan hanya tersisa 10%
dari jumlah populasi sapi di Kabupaten Kaur dan hanya
Harwindah, Ferdy Rosbarnawan terkonsentrasi pada dua dari limabelas kecamatan yaitu
Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Kecamatan Kaur Selatan dan Nasal. Hal ini disebabkan
Bengkulu. Jl. Pembangunan No. 15, Bengkulu 38225, Bengkulu,
Indonesia karena persaingan dengan jenis Sapi Bali yang memiliki
perilaku makan dan kemampuan reproduksi yang lebih
Hutan Kemasyarakatan (HKm) merupakan salah satu adaptif terhadap lingkugan dan upaya pengembangannya
program perhutanan sosial yang dikenalkan sebagai didukung melalui program pemerintah. selain itu, fungsi
langkah inovasi pembangunan masyarakat tepi hutan yang sapi kaur secara tradisional sebagai sapi pekerja (sapi
inklusif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, penarik pedati) untuk mengangkut hasil bumi dan bahan
membantu peningkatan ekonomi lokal dan meningkatkan bangunan telah tergantikan oleh peran kendaraan bermotor
kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan roda empat. Upaya konservasi perlu diupayakan oleh
indeks keberlanjutan dan status keberlanjutan pengelolaan Pemerintah Daerah yang dapat dilakukan yaitu dengan
HKm berdasarkan dimensi ekonomi; serta menentukan pemantauan populasi, penetapan atau pelepasan rumpun
atribut sensitif dari dimensi ekonomi keberlanjutan sapi kaur sebagai sumberdaya genetik, dan peningkatan
pengelolaan HKm berbasis kopi di Hutan Lindung Bukit fungsi ekonomi Sapi Kaur melalui berbagai program
Daun Provinsi Bengkulu. Penelitian dilaksanakan di Desa pemerintah daerah.
Tebat Monok, Kelilik dan Kandang, Kabupaten Kepahiang.
Analisis yang digunakan adalah analisis RapVCF dengan
teknik MDS (Multidimensional Scaling), analisis leverage Genetik, konservasi, lokal, Sapi Kaur, sumberdaya
dan analisis Monte Carlo. Responden dipilih dengan teknik
purposive sampling sebanyak 50 orang. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa HKm di ketiga desa memiliki status D-06
cukup berkelanjutan pada dimensi ekonomi. Atribut
sensitif pada dimensi ekonomi meliputi 1) pasaran produk Pelemahan upaya konservasi Kelapa Dalam
biji kopi; (2) kredit pertanian; (3) ketersediaan input Manna di Kabupaten Bengkulu Selatan
pertanian; (4) luas kepemilikan lahan dan (5) harga input Ferdy Rosbarnawan1, Harwindah1, Siti Rosmanah2,
pertanian. Andi Ishak2, Jhon Firison2, Yahumri2, Alfayanti2,
Taufik Rahman2, Wawan Eka Putra2, Emlan Fauzi2
1
Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi
Dimensi ekonomi, HKm, keberlanjutan Bengkulu. Jl. Pembangunan No. 15, Bengkulu 38225, Bengkulu,
Indonesia
2
Badan Riset dan Inovasi Nasional. Jl. Jenderal Gatot Subroto No. 10,
Jakarta Selatan 12710, Jakarta, Indonesia
D-05
Kelapa Dalam Manna merupakan salah satu sumberdaya
Tantangan dan upaya konservasi Sapi Kaur di genetis yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Bengkulu
Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu Selatan yang penting dilestarikan. Tanaman ini telah
Ferdy Rosbarnawan1, Almidianto1, Rahmi Wati1, dikonservasi oleh masyarakat secara turun-temurun, namun
Harwindah1, Jhon Firison2, Erpan Ramon2, Andi Ishak2 adanya kecenderungan penurunan luas pertanaman
1
Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi mengindikasikan semakin melemahnya upaya konservasi
Bengkulu. Jl. Pembangunan No. 15, Bengkulu 38225, Bengkulu, insitu Kelapa Dalam Manna. Penelitian ini bertujuan untuk
Indonesia mengetahui faktor-faktor penyebab pelemahan upaya
2
Badan Riset dan Inovasi Nasional. Jl. Jenderal Gatot Subroto No. 10,
Jakarta Selatan 12710, Jakarta, Indonesia konservasi insitu Kelapa Dalam Manna. Penelitian
dilaksanakan di Kecamatan Pino dan Manna Kabupaten
Sapi kaur merupakan sapi lokal endemik yang dipelihara Bengkulu Selatan pada bulan April sampai dengan Mei
oleh masyarakat di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu 2022. Pengumpulan data primer dilakukan melalui
yang jumlah populasinya terus menurun. Oleh karena itu wawancara mendalam dengan informan kunci dan
diperlukan upaya konservasi Sapi Kaur untuk observasi lapangan. Data sekunder digunakan diperoleh
menyelamatkan kekayaan genetisnya. Penelitian ini dari hasil desk study. Data yang dikumpulkan berupa
bertujuan untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan morfologi Kelapa Dalam Manna, luas pertanaman, upaya
dalam konservasi sapi kaur. Penelitian ini merupakan konservasi insitu, dan faktor-faktor penyebab melemahnya
penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. konservasi insitu. Analisis data dilakukan secara deskriptif
Pengumpulan data dilakukan melalui diskusi kelompok dengan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan
terfokus pada bulan maret 2024 dengan melibatkan 10 bahwa kelapa dalam manna tidak lagi dibudidayakan oleh
orang petugas peternakan Kabupaten Kaur sebagai masyarakat dan cenderung luas pertanamannya semakin
ABS MASY BIODIV INDON, Solo, 4 Mei 2024, hal. 1-27 15

berkurang. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu: dilakukan dengan cara direbus (43,90%). Cara penggunaan
(1) persaingan lahan karena ekspansi kelapa sawit yang tumbuhan obat yang paling sering dilakukan adalah dengan
lebih menguntungkan bagi masyarakat dalam pemanfaatan cara diminum (38,46%). Penelitian ini mendemonstrasikan
lahan pekarangan, (2) abrasi pantai di pesisir Bengkulu bahwa masyarakat Melayu di Desa Sungai Sepeti masih
Selatan menghilangkan lahan pertanaman kelapa dalam menerapkan pengetahuan tentang tumbuhan obat
manna, (3) belum ada industri rakyat yang memanfaatkan tradisional dan mempraktikkan pengetahuan tersebut dalam
bahan baku tanaman Kelapa Dalam Manna, serta (4) belum kehidupan sehari-hari.
adanya dukungan kebijakan dalam pemanfaatan Kelapa
Dalam Manna.
Desa Sungai Sepeti, etnobotani, Melayu, tumbuhan obat

Kelapa Dalam Manna, konservasi insitu


D-08
D-07 Identifikasi food waste behavior yang
mempengaruhi timbulnya sampah makanan
Etnobotani tumbuhan obat Suku Melayu di rumah tangga di Kota Surakarta dan Kabupaten
Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Sukoharjo
Indonesia Risma Dwi Pratiwi, Joko Sutrisno, Ernoiz
Suci Puja Lastari, Irwan Lovadi, Dwi Gusmalawati Antriyandarti
Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Program Studi S2 Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas
Universitas Tanjungpura. Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak Maret. Jl. Ir. Sutami No. 36A, Surakarta 57126, Jawa Tengah, Indonesia
78124, Kalimantan Barat, Indonesia
Sampah makanan atau food waste merupakan isu global
Masyarakat Melayu di Desa Sungai Sepeti telah lama yang menjadi perhatian berbagai negara dan telah
memanfaatkan tumbuhan untuk pengobatan tradisional. diidentifikasi sebagai masalah ekonomi, lingkungan dan
Namun, pengetahuan dan praktik pemanfaatan tumbuhan sosial yang signifikan. Menurut statistik dunia yang dirilis
sebagai obat tradisional oleh masyarakat Melayu di Desa oleh Food Agriculture Organization (FAO) makanan yang
Sungai Sepeti belum terdokumentasi secara baik. Penelitian hilang atau terbuang menjadi sampah yang tidak dapat
ini bertujuan untuk mendata dan menganalisis jenis didaur ulang setiap tahunnya sebesar 1,3 miliar ton
tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat Melayu di diseluruh dunia. Indonesia menempati negara kedua
Desa Sungai Sepeti termasuk pengetahuan dan praktik penghasil sampah makanan terbanyak di dunia setelah
pemanfaatannya. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret Arab Saudi. Sampah makanan mencapai 40,08 persen dari
sampai Agustus 2023 di Desa Sungai Sepeti Kabupaten total sampah yang dihasilkan masyarakat di Indonesia.
Kayong Utara. Responden yang terlibat sebanyak 15 orang Rumah tangga merupakan penyumbang terbesar tingginya
yang dipilih dengan metode purposive sampling. Data persentase sampah makanan tersebut. Sikap rumah tangga
tumbuhan obat diperoleh melalui wawancara mendalam dalam proses pembelian makanan ini sering kali berpotensi
dengan memberikan pertanyaan semi-terstruktur untuk terjadi pemborosan pangan. Banyak faktor penyebab
menyelidiki nama lokal, bagian tumbuhan yang digunakan, kondisi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
cara pengolahan dan metode penggunaan. Indeks Frekuensi mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya
Sitasi Relatif (RFC) untuk setiap spesies, Jumlah sampah makanan rumah tangga. Penelitian ini
Penggunaan Per Spesies (Number of Uses–NU), Indeks menggunakan pendekatan observasi, wawancara dan
Kepentingan Kultural (Cultural Importance Index -CI), penyebaran kuesioner pada seratus responden yang
Fidelity Level (FL) per spesies dan Rasio Kesepakatan memenuhi kriteria dalam pengambilan sampel. Metode
Informan (RKI) digunakan untuk analisa data. Selain RKI, analisis dalam penelitian ini menggunakan metode statistik
data dianalisis dengan menggunakan paket ethnobotanyR deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan, food waste
di R. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat behavior disebabkan oleh faktor perencanaan, belanja,
Melayu di Desa Sungai Sepeti memanfaatkan 60 jenis penyimpanan, memasak, makan, mengelola sisa makanan.
tumbuhan yang tergolong ke dalam 36 famili. Nilai RFC Karena itu, pentingnya kesadaran dalam perencanaan
tertinggi adalah Cocos nucifera dan Citrus aurantifolia konsumsi pangan rumah tangga untuk mengurangi jumlah
(0,733%). Nilai RKI tertinggi yaitu pada kategori sampah makanan yang dihasilkan.
pemanfaatan defisiensi vitamin dan mineral dan gangguan
sistem pernafasan. Nilai NU tertinggi adalah Allium
sativum, Areca catechu, Carica papaya, Kaempferia Food waste behavior, rumah tangga, sampah makanan
galanga, dan Orthosiphon aristatus (5). Nilai FL tertinggi
ditemukan pada Cassia alata (100%). Nilai Indeks
Kepentingan Kultural (Cultural Importance Index - CI)
tertinggi yaitu Cocos nucifera (1,2%). Bagian tumbuhan
yang sering digunakan sebagai obat adalah bagian daun
(41,43%). Cara pengolahan obat paling banyak adalah
16 ABS MASY BIODIV INDON, Solo, 4 Mei 2024, hal. 1-27

Ilmu dan Teknologi Hayati untuk menghambat pertumbuhan bakteri K. pneumoniae, S.


aureus dan E. coli. Metode yang digunakan adalah metode
E-01 eksperimetal, Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola
faktorial 3 × 7, perlakuan pertama adalah tiga jenis bakteri
Aplikasi pupuk NPK berlapis mikroba untuk dan perlakuan kedua adalah konsentrasi ekstrak (500 ppm,
meningkatkan kualitas brokoli 750 ppm, 1000 ppm, 1250 ppm, 1500 ppm, kontrol positif
antibiotik amoksisilin, kontrol negatif akuades). Data
Reginawanti Hindersah1, Pujawati Suryatmana1, Mieke dianalisis dengan ANOVA, hasil berbeda nyata diuji jarak
Rochimi Setiawati1, Betty Natalie Fitriatin1, Fasa berganda duncan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian
Aditya2, Gita Bina Nugraha2 didapatkan bahwa nilai KHM terhadap K. pneumoniae dan
1
Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan, Fakultas Pertanian, E. coli adalah 500 ppm, sedangkan KHM S. aureus adalah
Universitas Padjadjaran. Jl. Raya Bandung Sumedang Km. 21, Jatinangor,
Sumedang 45363, Jawa Barat, Indonesia 750 ppm. Nilai KBM terhadap bakteri K. pneumoniae dan
2
Indonesian Fertilizer Research Institute, PT. Pupuk Indonesia. Jl. Taman E. coli adalah 750 ppm dan nilai KBM terhadap bakteri S.
Anggrek No. 2, Kemanggisan, Jakarta Barat 11480, Jakarta, Indonesia aureus adalah 1000 ppm. Konsentrasi efektif yang dapat
menghambat pertumbuhan bakteri K. pneumoniae dan E.
Peningkatan kualitas brokoli merupakan salah satu cara coli yaitu 500 ppm (daya hambat sedang) untuk bakteri K.
untuk mengurangi sisa makanan karena sebenarnya bagian pneumoniae (7.9 mm) dan E. coli (7.1 mm) sedangkan
brokoli yang dapat dimakan adalah daun dan bunganya. Di bakteri S. aureus 750 ppm (6.4 mm), kategori daya hambat
sisi lain, pemupukan berimbang yang menggunakan pupuk sedang. Hasil uji ini menunjukkan bahwa K. pneumoniae
kimia dan organik, serta pupuk hayati mendukung usaha dan E. coli lebih sensitif terhadap ekstrak dibandingkan S.
budidaya sayuran yang ramah lingkungan. Percobaan di aureus. Perbedaan sensitivitas ketiga jenis bakteri ini
rumah kaca telah dilakukan untuk mengetahui peran pupuk berkaitan dengan perbedaan komposisi dinding sel. Ekstrak
NPK berlapis Bacillus (BCF) terhadap pertumbuhan, hasil, n-heksana R. stylosa diketahui lebih efektif menghambat
serta kandungan unsur hara dan vitamin brokoli. Rancangan pertumbuhan bakteri Gram-negatif dibandingkan kelompok
penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak bakteri Gram-positif.
Kelompok (RAK) yang menguji empat perlakuan BCF dan
dua perlakuan NPK dosis anjuran; perlakuan kontrol adalah
tanpa pupuk NPK. Pupuk BCF dan NPK diberikan satu dan Antibakteri, penyakit infeksi, Rhizophora stylosa
setengah dosis. Percobaan membuktikan bahwa BCF
meningkatkan pertumbuhan tanaman dan diameter bunga;
Selain itu, BCF meningkatkan kandungan klorofil,
kandungan N dan P pada daun, serta kandungan vitamin B E-03
dan K pada bunga. Hasil percobaan menyimpulkan bahwa Trichoderma harzianum menekan kejadian
BCL bermanfaat untuk meningkatkan kualitas brokoli
penyakit Hawar bibit (Rhizoctonia solani) dan
sebagai pangan fungsional.
meningkatkan pertumbuhan tanaman Jewawut
sebagai tanaman revegetasi lahan bekas tambang
Bacillus, kadar N-P-K, pupuk berimbang, vitamin Endah Yulia1, Reginawanti Hindersah2
1
Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian,
Universitas Padjadjaran. Jl. Raya Bandung Sumedang Km. 21, Jatinangor,
Sumedang 45363, Jawa Barat, Indonesia
E-02 2
Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian,
Universitas Padjadjaran. Jl. Raya Bandung Sumedang Km. 21, Jatinangor,
Uji aktivitas antibakteri ekstrak n-heksana daun Sumedang 45363, Jawa Barat, Indonesia
bakau merah (Rhizophora stylosa Griff.) terhadap
bakteri Klebsiella pneumoniae, Staphylococcus Revegetasi lahan bekas tambang merupakan salah satu
upaya untuk memperbaiki dan memulihkan kondisi lahan.
aureus, dan Escherichia coli
Salah satu penentu keberhasilannya adalah pemilihan
Sri Rejeki Rahayuningsih, Karina Kalasuba, Mia tanaman yang sesuai dengan kondisi lahan tersebut serta
Miranti Rustama memiliki kondisi kesehatan yang baik. Tanaman Jewawut/
Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, foxtail millet (Setaria italica L.) memiliki karakteristik
Universitas Padjadjaran. Jl. Raya Bandung Sumedang Km. 21, Jatinangor, yang cocok sebagai tanaman revegetasi namun Jewawut
Sumedang 45363, Jawa Barat, Indonesia
menjadi inang bagi banyak patogen termasuk Rhizoctonia
solani. Rhizoctonia solani merupakan penyebab penyakit
Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan
hawar daun dan pelepah daun dengan kehilangan hasil
infeksi saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri
dapat mencapai lebih dari 90%. Pengendalian secara kimia
Klebsiella pneumoniae, Staphylococcus aureus, dan
pada tanaman jewawut dianggap mahal sehingga dapat
Escherichia coli merupakan masalah kesehatan di
dilakukan alternatif pengendalian yaitu penggunaan agens
Indonesia. Bakau merah (Rhizophora stylosa Griff.)
biokontrol. Dilaporkan bahwa pengendalian biologi pada
diketahui berpotensi memiliki senyawa antibakteri.
tanaman jewawut selain dapat menyediakan perlindungan
Penelitian ini bertujuan mendapatkan konsentrasi ekstrak n-
tanaman sekaligus meningkatkan kesuburan tanah dan
heksana daun bakau merah yang efektif sebagai antibakteri
ABS MASY BIODIV INDON, Solo, 4 Mei 2024, hal. 1-27 17

keanekaragaman hayati. Penelitian ini bertujuan untuk E-05


menguji kemampuan jamur antagonis Trichoderma
harzianum dan metabolit sekundernya dalam menekan Somatik embriogenesis dan regenerasi tanaman
kejadian penyakit akibat R. solani dan meningkatkan sarang semut (Myrmecodia tuberosa Jack.)
pertumbuhan tanaman jewawut. Metode yang dilakukan
Yanti Puspita Sari1, Miftahul Jannah1, Enos Tangke
adalah aplikasi T. harzianum dan metabolit sekundernya
Arung2
melalui perlakuan pada tanah. Penelitian dilakukan di 1
Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
rumah kaca Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Alam, Universitas Mulawarman. Jl. Barong Tongkok No. 4, Gunung
Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran pada bulan Kelua, Samarinda 75123, Kalimantan Timur, Indonesia
2
Desember 2023 sampai Februari 2024. Hasil menunjukkan Laboratorium Kimia Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan, Universitas
bahwa perlakuan T. harzianum dan metabolit sekundernya Mulawarman. Jl. Penajam, Kampus Gunung Kelua, Samarinda 75119,
Kalimantan Timur, Indonesia
dapat menekan kejadian penyakit akibat R. solani mencapai
80%. Gejala penyakit yang muncul pada bibit tanaman
Tanaman sarang semut (Myrmecodia tuberosa Jack.)
jewawut adalah rebah semai (damping-off), busuk pangkal
adalah salah satu tanaman obat endemik Kalimantan yang
akar dan pangkal batang serta Hawar atau busuk bibit.
mempunyai banyak manfaat diantaranya yaitu memiliki
Perlakuan T. harzianum dan metabolit sekundernya mampu
antioksidan yang tinggi, anti mikroba dan dapat
meningkatkan pertumbuhan tanaman Jewawut.
menghambat perkembangan penyakit kanker. Permintaan
masyarakat yang meningkat mengakibatkan keberadaan
tanaman tersebut di alam menjadi langka dan terancam
Agens biokontrol, damping-off, foxtail millet, metabolit
punah. Budidaya dengan metode kultur jaringan melalui
sekunder
induksi kalus embriogenik merupakan salah satu teknik
yang dapat dilakukan. Dengan teknik kultur jaringan akan
dapat menghasilkan tanaman dalam jumlah yang banyak
E-04 dan waktu yang relatif lebih singkat. Tujuan dari penelitian
ini untuk mengetahui kombinasi konsentrasi dari Zat
Analisis frass yang berasal dari larva Black Soldier Pengatur Tumbuh (ZPT) yang terbaik yaitu 2,4-D (1, 2
Fly (BSF) menggunakan sampah organik sayur ppm) dan Kinetin (1,2,3 ppm) untuk menginduksi kalus
dan buah di TPS3R Pasar Segiri, Samarinda embriogenik tanaman sarang semut dan fase-fase
Yunianto Setiawan, Edhi Sarwono, Achmad Taufan perkembangan kalus. Preparasi dari kalus embriogenik
Fatahillah Asghaf menggunakan metode paraffin. Hasil penelitian ini
Fakultas Teknik, Universitas Mulawarman. Jl. Sambaliung, Samarinda menunjukan bahwa media Murashige Skoog (MS) dengan
75242, Kalimantan Timur, Indonesia penambahan ZPT 2,4-D dan Kinetin dengan kombinasi
yang berbeda menghasilkan tekstur kalus kompak pada
Sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai pakan untuk semua perlakuan dan warna kalus hijau-hijau kekuningan.
budidaya larva Black Soldier Fly (BSF), salah satunya Kombinasi ZPT 2,4-D dan Kinetin dengan konsentrasi
adalah belatung. Pada penelitian ini, pembiakan belatung masing-masing 2 ppm merupakan konsentrasi terbaik
dilakukan di TPS3R Pasar Segiri. Sampah yang digunakan dalam menginduksi kalus embriogenik tanaman sarang
untuk pakan belatung adalah sampah buah mangga dan semut (Myrmecodia tuberosa Jack.) dengan morfologi
apel, serta sampah sayur sawi putih dan wortel dengan kalus kompak berwarna hijau kekuningan, berat basah
variasi yang digunakan adalah 50% sayur + 50% buah, kalus embriogenik 2,70 gr, fase kalus embriogenik yang
75% sayur + 25% buah, dan 25% sayur + 75% buah. didapatkan adalah fase globular, heart, torpedo dan
Penelitian ini dilakukan selama 18 hari dengan pemberian kotiledon, serta regenasi tanaman menghasilkan tunas 2
pakan sebanyak 100 gram per hari. Hasil dari penelitian ini dan 5 akar.
berupa singkong yang diuji pada parameter kadar air, pH,
C-Organik, unsur hara makro, C/N Rasio, Fe, dan Cd yang
dibandingkan dengan Peraturan Menteri Pertanian Embriogenesis, regenerasi, sarang semut, somatik
Republik Indonesia Nomor 261 Tahun 2019 tentang Syarat
dan Tata Cara Pemberian Pupuk Organik, Pupuk Hayati,
dan Pembenah Tanah, bagian Pupuk Organik Padat. Pada
E-06
penelitian ini, disimpulkan bahwa variasi pakan
mempengaruhi parameter yang disebabkan oleh bahan Pemanfaatan limbah cangkang kerang kapah
yang digunakan. Kualitas singkong yang paling baik adalah (Meretrix sp.) murni sebagai katalis sintesis
variasi 50% sayur + 50% buah dan telah memenuhi standar biodiesel dari minyak jelantah
mutu berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor
261 Tahun 2019. Rendemen singkong yang dihasilkan oleh Reza Enjelina Simon, Christine Dyta Nugraeni
larva BSF yang berasal dari sampah organik di TPS3R Jurusan Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu
Kelautan, Universitas Borneo Tarakan. Jl. Amal Lama No. 1, Kota
Pasar Segiri Samarinda selama 18 hari adalah sebesar 44%. Tarakan 77115, Kalimantan Utara, Indonesia

Black soldier fly larvae, kasgot, maggot, sampah


18 ABS MASY BIODIV INDON, Solo, 4 Mei 2024, hal. 1-27

Semakin meningkatnya kebutuhan konsumsi pangan memperbaiki kinerja agronomi tanah diamandemen biochar
dengan peningkatan penggunaan minyak goreng berupa untuk pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan
minyak jelantah. Minyak jelantah termasuk limbah yang untuk: (1) Menganalisis pengaruh pupuk N dan P pada
dapat mencemari lingkungan sehingga mengakibatkan tanah diamandemen biochar diperkaya ekstrak Kappaphycus
naiknya kadar COD (Chemical Oxygen Demand) dan BOD alvarezii berpengaruh terhadap kelimpahan nematoda tanah
(Biology Oxygen Demand) dalam perairan serta dapat serta pertumbuhan dan produksi padi gogo Wakawondu,
mengakibatkan adanya bau busuk akibat dari degradasi dan (2) Mempelajari hubungan antar kelimpahan tiap
biologi. Oleh karena itu, akan sangat bermanfaat apabila kelompok trofik nematoda tanah, pertumbuhan dan
minyak jelantah dapat dijadikan sebagai bahan baku dalam produksi padi Wakawondu pada tanah diamandemen
pembuatan biodiesel. Saat ini kebutuhan konsumsi seafood biochar diperkaya sap Kappaphycus alvarezii dibawah
kini semakin meningkat, tetapi pemanfaatannya hanya kondisi penambahan pupuk N dan P. Perlakuan terdiri atas
berupa dagingnya saja, sedangkan cangkang kerangnya 10 taraf, yaitu: (i) tanpa biochar - K sap, pupuk N dan P,
dibuang menjadi limbah yang dapat mencemari (ii) tanpa pupuk N dan P, (iii) tanpa N dan 25 kg P2O5/ha,
lingkungan. Tujuan dari penelitian ini, adalah mengetahui (iv) tanpa N dan 50 kg P2O5/ha, (v) 40 kg N/ha dan tanpa
proses pembentukan katalis limbah cangkang kerang kapah P, (vi) 40 kg N/ha dan 25 kg P2O5/ha, (vii) 40 kg N/ha dan
(Meretrix sp.) murni untuk diaplikasikan sebagai biokatalis 50 kg P2O5/ha, (viii) 80 kg N/ha dan tanpa P, (ix) 80 kg
pada sintesis biodiesel. Metode yang digunakan pada N/ha dan 25 kg P2O5/ha, dan (x) 80 kg N/ha dan 50 kg
penelitian ini, pertama-tama cangkang kerang kapah P2O5/ha. Tiap perlakuan diulangi sebanyak 3 kali dan
dikeringkan, dihaluskan, dan diayak dengan ayakan 200 diacak menggunakan rancangan acak kelompok. Hasilnya,
mesh. Kemudian serbuk cangkang kerang yang didapatkan pemberian N dan P pada tanah diamandemen biochar
dijadikan katalis sintesis biodiesel dengan metode refluks. diperkaya K-sap berpengaruh tidak nyata terhadap
Biodiesel yang didapatkan kemudian dievap untuk kelimpahan nematoda, pertumbuhan dan produksi padi
memisahkan uap yang ada. Setelah itu, diuji densitasnya gogo Wakawondu. Kelompok trofik paling dominan adalah
menggunakan hidrometer pada suhu 40°C, kemudian parasit tanaman. Parasit tanaman terbanyak terjadi pada
biodiesel dipanaskan hingga mendidih dengan BK-N80-P50, sedangkan paling sedikit terjadi pada kontrol.
menggunakan hot plate untuk mendapatkan hasil uji Disimpulkan bahwa pemupukan pada tanah netral memicu
bilangan asam. Uji penyabunan dilakukan dengan cara kehadiran nematoda herbivora sehingga resiko tanaman
merefluks biodiesel pada suhu 100°C. Hasil biodiesel yang terserang nematoda herbivora tinggi.
didapatkan dianalisis dengan parameter uji densitas,
bilangan asam dan bilangan penyabunan. Hasil yang
didapatkan diketahui bahwa kualitas biodiesel yang Kelompok trofik, keragaman, nematoda, padi gogo, pupuk
didapatkan memiliki nilai densitas 0,872 kg/m3, bilangan
asam 0,546 N dan bilangan penyabunan 49 N. Berdasarkan
E-08
data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa hasil yang
didapatkan memenuhi SNI 04-7182-2015.
Karakteristik fisikokimia gelatin ceker ayam
(Gallus domesticus) sebagai bahan farmasetika
Biodiesel, cangkang kerang kapah, katalis, minyak goreng dengan variasi konsentrasi asam sitrat dan lama
penyimpanan
Yasmi Purnamasari Kuntana1, Heidija Dziazahra2,
E-07 Andi Hiroyuki2
1
Struktur komunitas nematoda, pertumbuhan dan Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Padjadjaran. Jl. Raya Bandung-Sumedang Km. 21, Jatinangor,
hasil padi gogo kultivar lokal pada tanah Sumedang 45363, Jawa Barat, Indonesia
2
diamandemen biochar diperkaya K-Sap dipupuk Departemen Anatomi dan Embriologi, Fakultas Kedokteran Hewan,
Universitas Padjadjaran. Jl. Raya Bandung-Sumedang Km. 21, Jatinangor,
N dan P Sumedang 45363, Jawa Barat, Indonesia
Laode Muhammad Harjoni Kilowasid1, Fitri Wahyu
Ningsi1, Tresjia Corina Rakian1, La Ode Afa1, Gusti Ceker ayam sebagai limbah by product dari Rumah
Ayu Kade Sutariati1, Hamirul Hadini1, Andi Pemotongan Ayam (RPA) memiliki jumlah dan kandungan
Awaluddin1, Eka Febrianti1, Wa Ode Nuraida1, Waode kolagen yang melimpah sehingga memiliki prospektifitas
Siti Anima Hisein2 untuk ditingkatkan nilai gunanya sebagai bahan
1
Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Halu Oleo. Jl. farmasetika melalui pembuatan gelatin. Proses transformasi
H.E.A. Mokodompit, Kendari 93232, Sulawesi Tenggara, Indonesia kolagen ceker ayam menjadi gelatin dapat dilakukan secara
2
Jurusan Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Halu Oleo. Jl.
H.E.A. Mokodompit, Kendari 93232, Sulawesi Tenggara, Indonesia
kimiawi menggunakan asam sitrat. Asam sitrat sebagai
asam poliprotik, bersifat mempermudah proses konversi
Nematoda tanah dapat berperan sebagai pengontrol laju tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan
daur hara dan parasit tanaman. Penggunaan biochar konsentrasi asam sitrat dan lama penyimpanan yang paling
diperkaya ekstrak rumput laut mampu memperbaiki baik terhadap karakteristik fisikokimia gelatin ceker ayam
kesuburan tanah. Pemupukan nitrogen dan pospor yang dihasilkan untuk diaplikasikan sebagai bahan farmasi.
ABS MASY BIODIV INDON, Solo, 4 Mei 2024, hal. 1-27 19

Penelitian bersifat eksperimental di laboratorium dengan Penggunaan antibiotika yang tidak tepat merupakan salah
menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). satu sumber penyebaran AMR. Penularan bakteri AMR
Variasi konsentrasi asam sitrat yang digunakan sebagai pada manusia dapat terjadi secara kontak langsung ataupun
larutan perendaman yaitu sebesar 0,4%, 0,7% dan 1% dan tidak langsung melalui makanan yang telah terkontaminasi.
variasi lama penyimpanan yang dilakukan yaitu selama 0, Tujuan penelitian adalah melakukan karakterisasi bakteri
1, 2, 3, dan 4 minggu. Parameter karakteristik fisikokimia AMR pada produk pangan asal hewan daging, telur, dan
yang diamati adalah rendemen, aktivitas air (Aw), derajat susu yang berpotensi sebagai waste food. Hasil penelitian
keasaman (pH), viskositas, dan kekuatan gel. Hasil diharapkan dapat memberikan informasi mengenai bahaya
menunjukkan terdapat pengaruh perbedaan konsentrasi dampak buruk yang ditimbulkan dalam aspek kesehatan
asam sitrat sebagai larutan perendaman dan lama masyarakat. Sampel yang digunakan adalah daging, susu,
penyimpanan terhadap karakteristik fisikokimia gelatin dan telur yang dilakukan uji sentivitas menggunakan
ceker ayam. Perlakuan konsentrasi asam sitrat 0,4% beberapa cakram antibiotika dengan metode Kirby Bauer.
menghasilkan gelatin terbaik dan sesuai dengan standar Hasil penelitian memberikan informasi bahwa waste food
mutu SNI. Kriteria nilai gelatin farmasi yang diperoleh dari bahan makanan asal hewan daging, susu, dan telur
kekuatan gel 146,62 gr bloom, viskositas 50,50 mps, telah terkontaminasi oleh bakteri AMR bersifat resisten dan
rendemen 8,5%, pH 3,96 dan Aw 0,57. Hasil lama multidrug resistance terhadap beberapa jenis antibiotika.
penyimpanan terbaik ditunjukkan pada lama penyimpanan Waste food dari bahan makanan asal hewan yang
minggu ke-0 hingga minggu ke-1. Nilai karakteristik mencemari lingkungan dan air dapat berperan sebagai
fisikokimia selama minggu ke-0 hingga minggu ke-1 sesuai sumber kontaminan AMR yang berbahaya bagi hewan,
dengan standar untuk seluruh parameter pengamatan. manusia, dan lingkungan.
Kesimpulan ceker ayam berpotensi menjadi gelatin yang
digunakan sebagai salah satu sumber bahan farmasetika.
Antimicrobial resistant, daging, susu, telur, waste food

Asam sitrat, bahan farmasetika, ceker ayam, gelatin,


karakteristik fisikokimia E-10
Isolasi dan karakterisasi morfologi khamir asal
E-09 tanaman kopi
Sri Hartati, Heryanto Simatupang, Sudarjat
Risiko Antimicrobial Resistant (AMR) pada waste Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian,
food dari bahan makanan yang asal hewan Universitas Padjadjaran. Jl. Raya Bandung-Sumedang Km. 21, Jatinangor,
(daging, telur, susu) Sumedang 45363, Jawa Barat, Indonesia

Andriani1, Tati Ariyanti1, Faidah Rachmawati1,


Widodo Suwito2, Faiz Karimy2, Suhaemi1, Sri Mulyati1, Khamir merupakan salah satu mikroba yang berperan
Sukatma1 sebagai agens biokontrol penyakit tanaman. Khamir
1
memiliki habitat yang luas salah satunya jaringan
Pusat Riset Veteriner, Organisasi Riset Kesehatan, Badan Riset dan
Inovasi Nasional. Jl. Raya Jakarta - Bogor Km. 46, Cibinong, Bogor tumbuhan. Isolasi khamir dari jaringan tumbuhan
16911, Jawa Barat, Indonesia merupakan salah satu cara untuk mendapatkan kandidat
2
Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan, Organisasi Riset Pertanian dan khamir sebagai agens biokontrol. Isolat khamir hasil isolasi
Pangan, Badan Riset Inovasi Nasional. Jl. Jogja - Wonosari, km 31, 5, perlu dikarakterisasi secara morfologi sebagai pengenalan
Playen, 174 WNO, Gading II, Gading, Playen, Gunung Kidul 55861,
Yogyakarta, Indonesia awal untuk tujuan identifikasi. Penelitian ini bertujuan
untuk mendapatkan isolat khamir dari jaringan daun dan
Sampah makanan (waste food) disebabkan terbuangnya buah kopi dan mengkarakterisasi isolat khamir tersebut
sisa makanan yang tidak habis dikonsumsi. Sisa makanan secara morfologi. Khamir diisolasi dari daun dan buah kopi
dapat dimanfaatkan sebagai pakan hewan maupun dibuang yang diperoleh dari perkebunan kopi di Desa Cipanjalu,
sebagai limbah. Sampah makanan asal hewan seperti Desa Margamulya dan Desa Pulosari Kecamatan
daging, susu dan telur secara global dapat menimbulkan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Indonesia
masalah kesehatan masyarakat, khususnya masalah serta Desa Warna Sari Kecamatan Pangalengan, Kabupaten
resistensi mikroba atau Antimicrobial Resistance (AMR). Bandung. Tahapan percobaan yang dilakukan adalah
Munculnya AMR memberikan dampak masalah kesehatan isolasi khamir dari permukaan dan jaringan daun dan buah
di banyak negara di dunia saat ini, yang dapat kopi dan karakterisasi koloni dan sel khamir secara
meningkatkan risiko komplikasi penyakit dan kesulitan morfologi. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 48 isolat
pengobatan pada penderita yang terinfeksi oleh pathogen khamir asal daun dan buah kopi yang terdiri dari 22 isolat
dan dapat mengakibatkan dampak ekonomi dan sosial berasal dari daun dan 26 isolat dari buah kopi. Karakteristik
berupa meningkatnya biaya perawatan dan angka kematian. koloni isolat khamir yang didapatkan didominasi oleh
Antimikroba yaitu antibiotika saat ini digunakana untuk koloni berwarna putih, elevasi convex, tekstur butyrous,
mengobati pasien yang terinfeksi oleh patogen, selain itu permukaan mengkilap, tepi bergelombang, dan berbentuk
juga digunakan untuk pengobatan pada peternakan sebagai sirkular. Karakteristik mikroskopis dari isolat khamir yang
penghasil bahan makanan seperti daging, susu, dan telur. didapatkan menunjukkan ukuran sel berkisar 1-11,3 ×
20 ABS MASY BIODIV INDON, Solo, 4 Mei 2024, hal. 1-27

1,2-10,6 µm dengan bentuk bulat, oval, hingga elips. Isolat Antraknosa, lethal concentration 50%, perkecambahan
khamir yang diperoleh memiliki karakteristik makroskopis konidia, propolis
dan mikroskopis yang sama dengan beberapa genus khamir
seperti Saccharomyces sp., Cryptococcus sp.,
Metschnikowia sp., Candida sp., dan Pichia sp.. E-12
Konsentrasi unsur hara daun dan pertumbuhan
Agens biokontrol, elevasi, koloni khamir, sel khamir tanaman senggani (Melastoma malabathricum L.)
pada aplikasi pupuk NPK
Dwi Susanto, Auliana
E-11 Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Mulawarman. Jl. Barong Tongkok No. 4, Gunung Kelua,
Uji kemampuan ekstrak etanol propolis Trigona Samarinda 75123, Kalimantan Timur, Indonesia
laeviceps untuk menekan pertumbuhan jamur
Colletotrichum acutatum dan perkembangan Tumbuhan Melastoma malabatricum dikenal sebagai
penyakit Hawar kecambah benih cabai merah tumbuhan pionir semak berkayu. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui konsentrasi unsur hara daun dan
Hersanti1, Andika Alif Suangga2, Ichsan Nurul Bari1
1
pertumbuhan tanaman yang diberi perlakuan pupuk
Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian,
Universitas Padjadjaran. Jl. Raya Bandung-Sumedang Km. 21, Jatinangor,
majemuk NPK. Penelitian menggunakan rancangan acak
Sumedang 45363, Jawa Barat, Indonesia lengkap dengan perlakuan pupuk majemuk NPK dengan
2
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas lima dosis yaitu P0: 0 g (tanpa pupuk) sebagai kontrol, P1:
Padjadjaran. Jl. Raya Bandung-Sumedang Km. 21, Jatinangor, Sumedang 40 g, P2: 80 g, P3: 120 g dan P4:160 g, setiap kelompok
45363, Jawa Barat, Indonesia
terdiri dari 5 tanaman. Pengambilan sampel tanaman dan
pengukuran pertumbuhan dilakukan pada umur 6 bulan
Keanekaragaman flora dan fauna di Indonesia setelah tanam. Konsentrasi N total daun diukur metode
menyediakan banyak sumber daya alam yang dapat Kjeldahl, Fosfor diukur dengan teknik kalorimeterik
berpotensi sebagai bahan pengendali hama dan penyakit spektrofotometer pada panjang gelombang 470 nm,
tanaman. Propolis lebah Trigona laeviceps diketahui Kalium, calsium dan magnesium diukur dengan Atomic
memiliki khasiat antimikroba yang dapat dimanfaatkan Absorption Spectrofotometer pada panjang gelombang
sebagai alternatif pengendalian penyakit tanaman ramah masing-masing 766,5 nm,489,5 nm dan 245,2 nm. Hasil
lingkungan. Jamur Colletotrichum acutatum merupakan penelitian menunjukkan aplikasi pupuk NPK meningkatkan
patogen penyebab penyakit antraknosa pada cabai yang pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun dan jumlah
dapat menurunkan produksi tanaman. Penelitian ini cabang tanaman, dengan hasil teringgi pada perlakuan P1
bertujuan untuk menguji keefektifan ekstrak etanol propolis yang berbeda nyata dengan perlakuan kontrol. Konsentrasi
lebah T. laeviceps dalam menghambat pertumbuhan jamur unsur hara daun meningkat dengan perlakuan pemberian
C. acutatum secara in vitro dan menekan perkembangan pupuk NPK. Konsentrasi unsur hara daun tertinggi adalah
penyakit hawar kecambah benih cabai merah. Percobaan nitrogen, calsium, kalium, diikuti fosfor, dan magnesium.
dilaksanakan di Laboratorium Fitopatologi, Departemen Nitrogen daun terbanyak pada perlakuan P1 yaitu 3.47%,
Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, diikuti unsur hara calsium, kalium, fosfor dan magnesium,
Universitas Padjadjaran, Penelitian dilakukan dengan yaitu masing-masing adalah 0.578%, 0.484%, 0.150%, dan
metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak 0,114%.
Lengkap (RAL) yang terdiri atas 2 tahap. Tahap pertama
yaitu uji penentunan konsentrasi Lethal Concentration 50%
(LC50) ekstrak etanol propolis yang menghasilkan nilai
Melastoma malabatricum, pertumbuhan, unsur hara daun
LC50 sebesar 12,8%. Tahap kedua yaitu pengujian ekstrak
etanol propolis dalam menghambat pertumbuhan koloni
dan perkecambahan konidia C. acutatum, serta kemampuan
dalam menekan kejadian penyakit hawar kecambah benih E-13
cabai merah. Percobaan terdiri dari empat perlakuan
ekstrak etanol propolis konsentrasi 12,8%, 19,2%, 25,6%, Fitoremediasi limbah cair tahu menggunakan
dan 32%, perlakuan fungisida mankozeb, serta perlakuan tanaman air kiambang (Salvinia molesta Mitchell)
kontrol. Ulangan dilakukan sebanyak 4 kali. Hasil terhadap penurunan senyawa amonia dan fosfat
penelitian diperoleh bahwa ekstrak etanol propolis Septiani Krisna Dewi, Dwi Susanto, Hetty Manurung
konsentrasi 19,2% menghambat pertumbuhan koloni C. Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
acutatum sebesar 60,28%, menghambat perkecambahan Universitas Mulawarman. Jl. Barong Tongkok No. 4, Gunung Kelua,
konidia sebesar 22,78%, serta menekan kejadian penyakit Samarinda 75123, Kalimantan Timur, Indonesia
hawar kecambah benih cabai merah sebesar 30%.
Limbah industri tahu mengandung senyawa-senyawa
berbahaya salah satunya adalah amonia dan fosfat.
Senyawa-senyawa ini merupakan bahan pencemar yang
sulit untuk terurai secara alami diperairan. Hal ini akan
ABS MASY BIODIV INDON, Solo, 4 Mei 2024, hal. 1-27 21

membuat kualitas perairan menjadi terganggu. Penelitian adalah film Polycaprolacton (PCL) dan plastik
ini bertujuan untuk memanfaatkan tanaman Kiambang Polyethylene Terephthalate (PET) komersial (AQUA). Uji
(Salvinia molesta Mitchell) sebagai agen fitoremediasi biodegradasi dan perhitungan sel dilakukan pada hari ke-0,
amonia dan fosfat dalam limbah cair tahu. Penelitian ini 15, 30, dan ke-45. Analisis statistik dilakukan dengan
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang menggunakan aplikasi Rstudio. Untuk mengetahui jenis
terdiri dari dua faktorial dan setiap perlakuan dilakukan dari ke-3 strain aktinomiset dilakukan identifikasi dengan
pengulangan sebanyak 4 kali. Perlakuan 1 terdiri atas 4 sekuensing terhadap gen 16s rRNA. Analisis yang
variasi konsentrasi limbah cair tahu dan perlakuan 2 terdiri dilakukan adalah BLASTn, penjajaran, dan konstruksi
dari 5 variasi biomassa kiambang. Uji analisis kimia terdiri pohon filogenetik dengan software MEGA. Pengamatan
atas kandungan amonia, fosfat dan pH. Parameter morfologi koloni dan mikroskopik, serta uji biokimia juga
pertumbuhan tanaman terdiri dari luas daun, jumlah daun, dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian degradasi plastik
dan biomassa kiambang. Data yang didapatkan dianalisis dari tiga strain bakteri aktinomiset, didapatkan bahwa
menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan ketiga strain aktinomiset mampu mendegradasi plastik jenis
menggunakan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan PCL dengan nilai tertinggi sebesar 9,174% yaitu strain Tpa
bahwa tanaman kiambang (S. molesta), limbah cair tahu, 66, dan untuk jenis plastik PET dengan nilai tertinggi
dan interaksi limbah cair tahu dan biomassa kiambang sebesar 4,386% yaitu strain Tpa 22. Pertumbuhan sel
mampu menurunkan kandungan amonia dan fosfat selama tertinggi terjadi pada hari ke-45 sebesar 341,483 x 104
6 minggu. Penurunan kandungan amonia tertinggi CFU/mL yaitu pada strain Tpa 78 dan terendah pada hari
sebanyak 1,684 mg/L pada perlakuan T4P3 dengan ke-0 sebesar 24,53 x 04 CFU/mL yaitu pada strain Tpa 78.
biomassa 500 gr dan penurunan kandungan fosfat tertinggi Dari tiga strain yang diisolasi dari TPA Bukit Pinang,
sebanyak 18,388 mg/L pada perlakuan T4P1 dengan hanya satu strain yang berhasil diidentifikasi secara
biomassa 125 gr. Pada minggu ke-1 tanaman kiambang (S. molekuler yaitu strain Tpa 66, yang diduga merupakan
molesta) mampu menurunkan kandungan amonia dan genus Streptomyces dengan persentase similaritas sebesar
fosfat sesuai standar baku mutu. 97,66% dengan Streptomyces sp. FSH1C.

Amonia, fitoremediasi, fosfat, limbah cair tahu, Salvinia Aktinomiset, biodegradasi, PCL, PET, plastik
molesta Mitchell

E-15
E-14
Penggunaan tiga strain Aktinomiset dari Pantai
Biodegradasi plastik PCL dan PET menggunakan Samberah Muara Badak, Kalimantan Timur,
tiga strain Aktinomiset yang diisolasi dari TPA Indonesia sebagai pendegradasi plastik PCL dan
Bukit Pinang Samarinda, karakterisasi fenotip PET serta karakterisasi fenotip dan molekuler
dan molekuler Nur Ulmi1, Bodhi Dharma1,2, Ervinda Yuliatin1,2,
1 1,2 1,2
Maudy Rahayu , Bodhi Dharma , Ervinda Yuliatin , Fathurrahman3
Fathurrahman3 1
Laboratorium Mikrobiologi dan Genetika Molekuler, Departemen
1
Laboratorium Mikrobiologi dan Genetika Molekuler, Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas
Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman. Jl. Barong Tongkok No. 4, Gunung Kelua, Samarinda
Mulawarman. Jl. Barong Tongkok No. 4, Gunung Kelua, Samarinda 75123, Kalimantan Timur, Indonesia
2
75123, Kalimantan Timur, Indonesia Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
2
Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman. Jl. Barong Tongkok No. 4, Gunung Kelua,
Universitas Mulawarman. Jl. Barong Tongkok No. 4, Gunung Kelua, Samarinda 75123, Kalimantan Timur, Indonesia
3
Samarinda 75123, Kalimantan Timur, Indonesia Program Studi Statistika, Departemen Matematika, Fakultas Matematika
3
Program Studi Statistika, Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman. Jl. Barong
dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman. Jl. Barong Tongkok No. 4, Gunung Kelua, Samarinda 75123, Kalimantan Timur,
Tongkok No. 4, Gunung Kelua, Samarinda 75123, Kalimantan Timur, Indonesia
Indonesia
Hingga saat ini, sampah plastik masih menjadi
Kebutuhan dalam menggunakan plastik semakin meningkat permasalahan dikalangan masyarakat, terutama plastik
dan pengelolaan sampah plastik yang kurang tepat dapat jenis Polyethylene Terephthalate (PET) yang sulit terurai di
menimbulkan masalah pada lingkungan. Jenis plastik yang alam. Oleh sebab itu, perlu adanya metode yang efektif dan
sering digunakan adalah plastik PET karena sifatnya tidak ramah lingkungan dalam mengatasi permasalahan ini yaitu
mudah terdegradasi. Diperlukan upaya dalam menguraikan dengan biodegradasi. Penelitian sebelumnya ditemukan
sampah plastik dengan memanfaatkan mikroorganisme enzim mirip PETase (SM14est) dari genus Streptomyces
untuk mengurangi pencemaran sampah limbah plastik. melalui uji degradasi Polycaprolactone (PCL). Penelitian
Penelitian dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap ini dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL)
(RAL) Faktorial yang terdiri dari 3 jenis bakteri Faktorial yang terdiri dari 3 jenis bakteri Aktinomiset isolat
aktinomiset yaitu Tpa 22, Tpa 66, Tpa 78 dan dilakukan lokal yaitu Pmb36, Pmb37, Pmb58 dan dilakukan dengan 3
dengan 3 ulangan untuk setiap perlakuan. Substrat uji ulangan untuk setiap perlakuan. Substrat uji adalah film
22 ABS MASY BIODIV INDON, Solo, 4 Mei 2024, hal. 1-27

PCL dan plastik PET komersial (AQUA). Uji biodegradasi kelapa sawit genotipe rendah asam lemak bebas. Hasil
dan perhitungan sel dilakukan pada hari ke-0, 15, 30, dan visualisasi alel-alel SSR menggunakan gel poliakrilamid,
ke-45. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan dikuantifikasikan dan dianalisis sesuai Hukum Segregasi
aplikasi R Studio. Untuk mengetahui nama spesies dari mendel, menggunakan Software Uvitech 1D. Berdasarkan
ketiga aktinomiset yang digunakan dilakukan identifikasi hasil analisis pada persilangan SL81 terdapat individu yang
dengan sekuensing terhadap gen 16S rRNA. Analisis yang tidak murni sedangkan pada SL33, keseluruhan
dilakukan adalah penjajaran, BLASTn, dan konstruksi keturunannya adalah murni ditunjukkan dengan nilai
pohon filogenetik dengan software MEGA. Pengamatan probabilitas kemurnian adalah 1. Ketiga marka SSR pada
morfologi koloni dan mikroskopik, serta uji biokimia juga penelitian ini dapat digunakan untuk melakukan
dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan pengurangan identifikasi kermunian keturunan pada kelapa sawit.
berat dan persentase degradasi plastik PCL tertinggi
berturut sebesar 370×10-5 g pada hari ke-30 dan 98,333%
pada hari ke-45 dari strain Pmb58. Pengurangan berat dan Asam lemak bebas, kelapa sawit, mikrosatelit, segregasi
persentase degradasi plastik PET tertinggi berturut sebesar mendel, Simple Sequence Repeat
12×10-5 g pada hari ke-45, dan 3,247% pada hari ke-45
dari strain Pmb58. Pertumbuhan koloni ketiga strain pada
E-17
substrat plastik PCL mengalami peningkatan dibandingkan
pada substrat plastik PET. Rata-rata jumlah sel dari ketiga
strain pada plastik PCL tertinggi sebanyak 5,2×105 Peningkatan kualitas kompos cair bulu ayam
CFU/mL hari ke-30, sedangkan rata-rata jumlah koloni dengan penambahan gedebog pisang
ketiga strain pada plastik PET tertinggi sebanyak 4,1×105
CFU/mL hari ke-15. Berdasarkan analisis filogenetik, Rika Serliana, Ratna Santi, Riwan Kusmiadi
strain Pmb36 diduga merupakan spesies baru, dengan Universitas Bangka Belitung. Gang IV No.1, Balun Ijuk, Merawang,
Kabupaten Bangka 33172, Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia
similaritas 69,09% terhadap Streptomyces silaceus. Strain
Pmb37 diduga merupakan genus Streptomyces, dengan
Kegiatan pertanian menghasilkan produk sisa berupa
similaritas 97,81% terhadap Streptomyces cavourensis.
limbah hasil pengolohan panen dalam bentuk bahan padat
Strain Pmb58 diduga merupakan genus Streptomyces,
maupun cair. Batang pisang mengandung potasium yang
dengan similaritas 89,92% terhadap Streptomyces
tinggi. Selain itu, adanya industri peternakan ayam
luteogriseus.
menambah jumlah limbah organik yang berpotensi protein
dan nitrogen tinggi terbuang ke lingkungan. Pemanfaatan
limbah bulu ayam dan gedebog pisang sebagai bahan baku
Berat, biodegradasi, PET, polycaprolactone, Streptomyces kompos cair adalah alternatif untuk mengurangi polusi
lingkungan yang disebabkan oleh limbah hasil pertanian
dan peternakan. Tujuan penelitian untuk (1) mengetahui
E-16 pengaruh penambahan kotoran ayam dan gedebog pisang
terhadap sifat fisik dan kimia kompos cair berbahan dasar
Deteksi keturunan kelapa sawit (Elaeis guineensis limbah bulu ayam, (2) mengetahui komposisi limbah bulu
Jacq.) rendah asam lemak bebas menggunakan ayam, kotoran ayam, dan gedebog pisang terbaik untuk
marka Simple Sequence Repeat (SSR) menghasilkan kompos cair yang sesuai Standar Nasional
Deni Arifiyanto1,3, Mohammad Basyuni2, Revandy I.M. Indonesia (SNI). Penelitian ini menggunakan rancangan
Damanik4, Rosmayati4, Retno Puji Astari1,3 acak kelompok faktorial dengan enam perlakuan dengan 3
1
Program Doktoral Ilmu Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas ulangan. Faktor yang diujikan adalah kandungan kompos
Sumatera Utara. Jl. Dr. A. Sofian No. 3, Medan 20155, Sumatera Utara, gedebog pisang dan limbah bulu ayam dengan penambahan
Indonesia aktivator EM4. Variabel yang digunakan adalah suhu,
2
Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara. Jl. kadar air, warna, pH, N-total, C-organik, rasio C/N, fosfor,
Tri Dharma Ujung No. 1 Medan 20155, Sumatera Utara, Indonesia
3
PT. Socfin Indonesia. Jl. K.L. Yos Sudarso No. 106, Medan 20244, besi dan kalium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Sumatera Utara, Indonesia penambahan gedebog pisang, kotoran ayam dan aktivator
4
Jurusan Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara. Jl. Tri EM4 meningkatkan kandungan hara Kalium (K) dan Besi
Dharma Ujung No. 1 Medan 20155, Sumatera Utara, Indonesia (Fe) kompos cair berbahan baku limbah bulu ayam.
Kualitas kompos cair bulu ayam terbaik adalah komposisi 2
Program pemuliaan kelapa sawit sangat memerlukan benih kg bulu ayam + 0,4 kg kotoran ayam + 0,5 kg gedebog
yang bermutu dan murni dengan melakukan analisis pisang + 0,02 L EM4.
kemurnian pada keturunan yang diperoleh. Keturunan yang
murni adalah keturunan yang memiliki alel-alel dari kedua
induknya. Sidik jari DNA dapat memberikan informasi Gedebog pisang, kompos, limbah pertanian
kemurnian keturunan yang diperoleh. Salah satu metode
analisis DNA yang digunakan adalah Simple Sequence
Repeat (SSR) yang unggul dan efisien untuk membedakan
alel indukan dan keturunannya. Penelitian ini bertujuan
untuk mengidentifikasi kemurnian individu keturunan
ABS MASY BIODIV INDON, Solo, 4 Mei 2024, hal. 1-27 23

E-18 mengandung karbohidrat dalam bentuk selulosa. Proses


pembuatan bioetanol melibatkan beberapa tahap, termasuk
Variasi virulensi Alternaria spp., penyebab pretreatment, delignifikasi, hidrolisis, fermentasi, dan
penyakit bercak coklat asal Lembang pada tiga destilasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis
varietas tomat variasi penambahan jumlah ragi roti (Yeast Saccharomyces
cerevisae) terhadap jumlah bioetanol yang dihasilkan.
Fitri Widiantini1, Neneng Imas Nurjanah2, Yusup Penelitian ini menggunakan variasi jumlah ragi roti (Yeast
Hidayat1
1
Saccharomyces cerevisiae) sebanyak 10%, 15%, dan 20%,
Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, serta lama waktu fermentasi selama 1 hari (24 jam), 2 hari
Universitas Padjadjaran. Jl. Ir Sukarno Km. 21, Jatinangor, Sumedang
45363, Jawa Barat, Indonesia (48 jam), dan 3 hari (72 jam). Uji kualitatif hasil hidrolisis
2
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas dilakukan melalui uji fitokimia menggunakan uji benedict
Padjadjaran. Jl. Ir Sukarno Km. 21, Jatinangor, Sumedang 45363, Jawa dan molish, sementara uji kuantitatif hasil destilasi
Barat, Indonesia menggunakan alkohol meter untuk menentukan kadar
bioetanol yang dihasilkan dari proses fermentasi. Hasil uji
Salah satu penyakit penting pada tanaman tomat adalah kualitatif menunjukkan adanya hasil yang positif dalam
penyakit bercak coklat yang disebabkan oleh jamur hidrolisis kulit buah naga merah, ditunjukkan oleh perubahan
Alternaria spp. Tingkat virulensi Alternaria spp. dapat warna pada uji benedict dan molish. Uji kuantitatif
bervariasi disebabkan oleh tekanan dari inang dan menggunakan alkohol meter menghasilkan kadar bioetanol
lingkungan yang berbeda. Lembang merupakan salah satu tertinggi sebesar 6% dari volume ragi roti sebanyak 20%,
sentra produksi tomat dimana tanaman tomat dengan lama fermentasi 2 hari. Hasil penelitian ini
dibudidayakan secara terus menerus demikian pula dengan menunjukkan bahwa waktu fermentasi 2 hari merupakan
aplikasi fungisidanya. Penelitian ini bertujuan untuk waktu fermentasi dengan hasil yang paling baik.
menguji tingkat virulensi isolat Alternaria spp. asal
Lembang serta respon ketahanan beberapa varietas tomat
terhadap isolat Alternaria spp. tersebut. Penelitian Bioetanol, fermentasi, kulit buah naga merah, ragi
menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan
Acak Lengkap pola Faktorial. Faktor pertama adalah isolat
terdiri atas 5 taraf, yaitu Alternaria isolat CBD, KAB, LSR,
CKD, dan CKL. Faktor ke dua adalah varietas tomat terdiri E-20
atas 3 taraf, yaitu Servo, Mahira, dan Dokter Benih Wigati.
Perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Tingkat virulensi dilihat Aplikasi vitamin B1 dan pupuk organik cair pada
berdasarkan luas gejala yang ditimbulkannya pada daun benih padi IR 64 dan Inpari 32 sebagai
tomat. Hasil percobaan menunjukkan adanya pengaruh penginduksi pertumbuhan tanaman
interaksi antara isolat Alternaria spp. dan varietas tomat, Novalina1, Wilyus2
ukuran luas lesi paling kecil terdapat pada kombinasi 1
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera
perlakuan isolat CKD dan varietas Servo yaitu 1,89 cm2. Utara. Jl. Prof. A. Sofyan No. 3, Medan 20155, Sumatera Utara, Indonesia
2
Isolat LSR merupakan isolat paling virulen, dengan rata- Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jambi.
Mendalo Darat, Muaro Jambi 36657, Jambi, Indonesia
rata luas lesi 7,67 cm2. Isolat yang rendah virulensinya
adalah isolat KAB dan CKD dengan rata-rata luas lesi 2,96
Vitamin B1 memegang peranan penting dalam berbagai
cm2 dan 3,32 cm2. Varietas moderat tahan adalah varietas
Servo dengan kisaran luas lesi 1,89 cm2-3,82 cm2, proses metabolisme pada tanaman. Aplikasi vitamin B1
dan pupuk organik cair pada saat perendaman benih
sedangkan varietas paling rentan adalah varietas Dokter
diharapkan dapat menginduksi pertumbuhan dan produksi
Benih Wigati dengan kisaran luas lesi 3,37 cm2-7,63 cm2.
tanaman. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh
pemberian vitamin B1 dan pupuk organik cair pada saat
perendaman benih padi varietas IR 64 dan Inpari 32
Detached-leaf assay, patogenisitas, resistensi terhadap
terhadap daya kecambah, pertumbuhan bibit, pertumbuhan
fungisida
vegetatif dan generatif serta produksi. Namun dalam artikel
ini hanya dibatasi untuk data pertumbuhan bibit. Penelitian
ini dilaksanakan dari bulan November 2023 hingga Maret
E-19 2024. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial RAK
yang terdiri dari dua faktor yaitu varietas (IR 64 dan Inpari
Bioetanol kulit buah naga merah dengan variasi 32) dan vitamin dan POC (kontrol/air, vitamin B1, Vitamin
kadar yeast (Saccharomyces cerevisae) dan lama B1 dan POC lumut, Vitamin B1 dan POC sirih), 4
fermentasi ulangan/kelompok. Benih padi direndam sesuai perlakuan
Rina Budi Satiyarti selama 2 hari, selanjutnya disemai pada cawan petri yang
UIN Sunan Gunung Djati. Jl. A.H. Nasution No. 105A, Bandung 40614, telah diisi dengan tanah, masing-masing sebanyak 25
Jawa Barat, Indonesia benih. Variabel yang diamati adalah daya kecambah, tinggi
bibit padi, panjang akar, bobot bibit. Data dianalisis
Limbah kulit buah naga merah merupakan salah satu menggunakan sidik ragam dan uji Duncan pada taraf α 5%.
sumber yang potensial untuk dijadikan bioetanol karena Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor vitamin B1 dan
24 ABS MASY BIODIV INDON, Solo, 4 Mei 2024, hal. 1-27

POC berpengaruh nyata terhadap tinggi dan bobot bibit E-22


padi. Tinggi dan bobot bibit padi pada perlakuan Vitamin
B1 dan POC lebih tinggi dibandingkan kontrol. Biomonitoring pencemaran Kadmium (Cd) hasil
gas buang kendaraan menggunakan lumut
Hyophila involuta
Benih padi, pertumbuhan, pupuk organik cair, varietas,
Ahya Nabila, Sasi Gendro Sari, Muhamat
vitamin B1
Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Lambung Mangkurat. Jl. A. Yani Km. 36, Banjarbaru 70714,
Kalimantan Selatan, Indonesia
E-21
Arus lalu lintas di Kota Banjarbaru sebagai Ibukota Provinsi
Biomonitoring pencemaran Timbal (Pb) hasil gas Kalimantan Selatan meningkat sejalan dengan aktivitas
buang kendaraan bermotor menggunakan lumut masyarakat. Polusi udara berupa logam beracun Kadmium
Hyophilla involuta (Cd) diemisikan dari asap kendaraan bermotor diyakini
semakin meningkat sejalan dengan kepadatan arus lalu
Wan Nisriani Luthfy, Sasi Gendro Sari, Muhamat
lintas. Hal ini berdampak buruk bagi kesehatan dan kualitas
Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Lambung Mangkurat. Jl. A. Yani Km. 36, Banjarbaru 70714,
lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk
Kalimantan Selatan, Indonesia memantau dan mengurangi polusi udara dengan melakukan
biomonitoring kualitas udara menggunakan lumut
Emisi gas buang kendaraan bermotor berupa logam Hyophila involuta. Hyophila involuta adalah lumut
beracun Timbal (Pb) memberikan efek negatif terhadap kosmopolit yang mudah ditemukan di substrat bebatuan.
kualitas udara dan makhluk hidup yang terpapar. Kegiatan Penelitian ini bertujuan untuk mengukur konsentrasi logam
biomonitoring penting dilakukan untuk memantau dan Cd pada H. involuta yang terpapar gas buang kendaraan
mengevaluasi tingkat polutan Pb yang terakumulasi di bermotor dan mengidentifikasi pengaruh akumulasi Cd
lingkungan, salah satu cara dengan memanfaatkan jasa terhadap anatomi sel talus. Pengambilan sampel lumut
lumut Hyophilla involuta. Penelitian ini bertujuan untuk dilakukan di tiga lokasi berbeda yaitu Taman Hutan Raya
mengukur kandungan Pb dan klorofil pada H. involuta Sultan Adam (lokasi jauh dari polutan), Jalan Trikora, dan
yang tumbuh di tepi jalan raya dan yang tumbuh jauh dari Jalan Karang Rejo, Banjarbaru (lokasi terpadat arus lalu
tepi jalan raya (kontrol). Pengambilan sampel dilakukan lintas). Pengukuran logam Cd dilakukan menggunakan
pada 3 lokasi yaitu Tahura (Taman Hutan Raya) Sultan metode AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry) dan
Adam, Jalan Karang Rejo dan Jalan Trikora Banjarbaru. pengamatan sel thalus dibantu dengan mikroskop Nikon
Lumut langsung diambil dari substrat menggunakan pisau Eclipse E100. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan
pedang, kemudian disimpan didalam plastik klip kedap uji ANOVA untuk kemudian diuji lebih lanjut dengan uji
udara dan langsung dibawa ke laboratorium untuk dilakukan Post-Hoc. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi Cd
preparasi sampel. Konsentrasi Pb diukur menggunakan meningkat sejalan dengan peningkatan arus lalu lintas,
instrument AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry) dengan nilai berkisar antara [0,625] sampai [0,158] mg/kg.
dan kandungan klorofil a dan b diukur dengan metode Konsentrasi Cd di daerah jauh dari sumber polutan berbeda
spektrofotometry pada panjang gelombang 645 nm nyata dengan konsentrasi Cd di tepi jalan raya.
(klorofil b) dan panjang gelombang 663 nm (klorofil a).
Data dianalisis menggunakan uji ANOVA untuk kemudian
dilanjutkan dengan uji Post Hoc. Hasil penelitian Anatomi sel, emisi, Hyophila involuta, Kadmium
menggambarkan bahwa konsentrasi Pb dan konsentrasi
klorofil thalus lumut di tiga lokasi pengamatan tidak
menunjukkan perbedaan yang signifikan. Rerata kandungan E-23
Pb berkisar antara 11,8 mg/kg sampai 12,6 mg/kg. Rata-
rata kandungan klorofil a secara berurutan dari Tahura, Karakteristik edible film dari semi refined
Trikora dan Karang Rejo adalah (29,50 mg/L), (29,01 carrageenan Kappaphycus alvarezii dengan asam
mg/L) dan (29,00) dan klorofil b adalah (54,07 mg/L), malat sebagai plasticizer
(52,59 mg/L) dan (53,31 mg/L). Total klorofil secara
berurutan di lokasi Tahura, Trikora dan Karangrejo sebesar Adbel Simon, Christine Dyta Nugraeni
Jurusan Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
(84,55 mg/L), (81,57 mg/L), (82,29 mg/L).
Universitas Borneo Tarakan. Jl. Amal Lama No. 1, Kota Tarakan 77115,
Kalimantan Utara, Indonesia

Emisi, Hyophilla, klorofil, lumut, Timbal Peningkatan konsumsi makanan saat ini menyebabkan
banyaknya penggunaan plastik menyebabkan banyak
sampah plastik yang menumpuk jumlah limbah plastik di
indonesia mencapai 66 juat ton per tahun. Indonesia
menduduki peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik
mencapai 187,2 juta ton pertahun setelah China dengan
total 262,9 juta ton. Salah satu masalah pada penambahan
ABS MASY BIODIV INDON, Solo, 4 Mei 2024, hal. 1-27 25

plastik banyaknya sampah plastik pada daerah perairan pertama adalah air kolam bekas tambang batubara dengan
Indonesia yang mengakibatkan rusaknya ekosistem laut, dilakukan pengenceran pada konsentrasi 100%, 75%, 50%,
salah satu cara solusi dari permasalahan sampah plastik ini 25% dan 0% (sebagai kontrol) dan yang kedua yaitu faktor
adalah dengan membuat edible film dari rumput. Tujuan berat tanaman pada berat 0, 100 dan 200 gr dengan masing-
dari penelitian ini adalah memperoleh kadar asam malat masing 4 pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan
yang optimal pada pembuatan edible film Semi Refined kondisi fisik purun tikus mengalami perubahan warna
Carrageenan (SRC) yang diperoleh dari rumput laut menjadi hijau kekuningan. pH air mengalami peningkatan
Kappaphycus alvarezi. Adapun metode yang dilakukan yaitu dari 3-5 hingga 7. Nilai penurunan konsentrasi Fe
dalam penelitian ini adalah pertama-tama pembuatan semi tertinggi pada perlakuan P4 K2 dengan nilai 0.26 ppm,
refined carrageenan kemudian membuat edible film dari sedangkan mangan Mn terdapat pada P3 K2 dengan nilai
rumput laut dan dilakukan pengujian parameter uji 0.32 ppm. Nilai penyerapan logam Fe tertinggi terdapat
ketebalan uji tarik dan elongasi. Hasil yang didapatkan pada perlakuan P4 K2 dengan nilai 57.91% dan logam Mn
dengan penambahan asam malat dapat meningkatkan tertinggi terdapat pada P1 K2 dengan nilai 40.84%.
ketebalan film hingga 0,006333mm. Kuat tarik pada edible
film dengan penambahan asam malat mengalami penurunan
seiring bertambahnya kosentrasi asam malat yang Fitoremediasi, konsentrasi, logam berat, pencemaran
ditambahkan. Terjadi peningkatan perpanjangan menjadi
36.866% pada edible film dengan kosentrasi asam malat
E-25
0,3%. Edible film yang dihasilkan memenuhi standar
japanese industrial standar untuk parameter ketebalan dan
kuat tarik, namun belum memenuhi parameter perpanjangan Sintesis biodiesel dari minyak jelantah dengan
yaitu minimal 70%. katalis Kerang Kapah (Meretrix sp.) variasi massa
katalis
Asam malat, edible film, rumput laut, semi refined Damaris Serly, Christine Dyta Nugraeni
carrageenan Jurusan Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu
Kelautan, Universitas Borneo Tarakan. Jl. Amal Lama No. 1, Kota
Tarakan 77115, Kalimantan Utara, Indonesia

E-24 Banyaknya penggunaan minyak goreng di masyarakat


menyebabkan jelantah yang dihasilkan juga semakin
Fitoremediasi logam berat Besi (Fe) dan Mangan banyak, padahal penggunaan minyak goreng secara
(Mn) dengan menggunakan tanaman purun tikus berulang dapat mengakibatkan kerusakan pada struktur
(Eleocharis dulcis) pada air kolam lahan bekas minyak. Minyak goreng bekas atau minyak jelantah adalah
tambang batubara limbah yang berasal dari minyak nabati dan dapat
Vida Gavrila Hutauruk1, Muhammad Fauzi Arif2, Dwi digunakan kembali untuk keperluan memasak. Selain
Susanto3 berbahaya untuk kesehatan, minyak goreng bekas juga bisa
1
menjadi limbah yang dapat merusak kelestarian lingkungan
Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam, Universitas Mulawarman. Jl. Barong Tongkok No. 4, Samarinda jika langsung dibuang tanpa pengolahan. Oleh karena itu
75123, Kalimantan Timur, Indonesia perlu adanya alternatif pengolahan minyak goreng bekas
2
Laboratorium Biologi Dasar, Program Studi Biologi, Fakultas menjadi barang yang bernilai ekonomis. Beberapa cara
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman. Jl. telah dilakukan seperti mengolah minyak goreng bekas
Barong Tongkok No. 4, Samarinda 75123, Kalimantan Timur, Indonesia
3
Laboratorium Fisiologi dan Perkembangan Tumbuhan, Program Studi menjadi bahan bakar alternatif seperti biodiesel. FFA
Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas tingkat tinggi ini membentuk sabun dalam proses
Mulawarman. Jl. Barong Tongkok No. 4, Samarinda, 75123, Kalimantan transesterifikasi ketika katalis basa CaO ditambahkan.
Timur, Indonesia Salah satu sumber CaO adalah cangkang kerang kerangan.
Pada saat ini permintaan makanan seafood yang cukup
Pencemaran logam berat merupakan salah satu bahan isu meningkat yang mengakibatkan limbah cangkang kerang
lingkungan yang dapat merusak lingkungan dan menyebabkan kurang termanfaatkan, sehingga pada penelitian ini
polusi. Logam berat seperti Fe, Mn, Cd, Cr dan lainnya disintetis CaO dari cangkang Kerang Kapah melalui proses
adalah salah satu polutan beracun bagi makhluk hidup. kalsinasi pada suhu tinggi. Tujuan penelitian ini adalah
Teknologi penanganan logam berat dengan tanaman dapat untuk mendapatkan karakteristik biodiesel dari minyak
menjadi alternatif yang dapat dilakukan untuk mengurangi jelantah dengan katalis CaO dari limbah cangkang kerang
tingkat keracunan elemen logam berat di lingkungan kapah yang terkalsinasi. Adapun metode yang di gunakan
perairan, yaitu fitoremediasi. Penelitian ini bertujuan untuk pertama-tama preparasi katalis. Katalis diperoleh dari
mengetahui pengaruh tanaman purun tikus (Eleocharis proses kalsinasi cangkang kerang kapah pada suhu 900°C
dulcis) terhadap sifat fisika dan kimia air dan mengetahui selama 3 jam. Langkah berikutnya sintetis biodiesel dari
keefektifan tanaman dalam mengurangi kadar logam berat proses melalui proses refluks. Prekusor yang digunakan
pada air kolam lahan bekas tambang batubara. Penelitian adalah minyak jelantah, metanol dan cangkang kerang
dilakukan selama 14 hari pada dengan menggunakan kapah sebagai katalis. Hasil biodiesel yang didapatkan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor perlakuan, dianalisis dengan parameter uji densitas, bilangan asam dan
26 ABS MASY BIODIV INDON, Solo, 4 Mei 2024, hal. 1-27

1
bilangan penyabunan. Hasil yang didapatkan diketahui Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran. Jl. Ir.
Sukarno Km. 21, Kabupaten Sumedang 45363, Jawa Barat, Indonesia
bahwa kualitas biodiesel yang didapatkan memiliki nilai 2
Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
densitas 0,881 kg/m3, bilangan asam 0,378 N dan bilangan Universitas Padjadjaran. Jl. Raya Bandung-Sumedang Km. 21, Kabupaten
penyabunan 26,6 N. berdasarkan hasil yang di peroleh Sumedang 45363, Jawa Barat, Indonesia
maka dapat disimpulkan bahwa penelitian ini telah
memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI 04-7182- Warna ikan hias akan memudar bila tidak ada zat pewarna
2006). (karoten) dalam pakan. Kulit buah naga dapat digunakan
sebagai bahan pakan alami untuk meningkatkan kecerahan
warna pada ikan. Riset ini bertujuan untuk mengetahui
Bilangan asam, CaO, metil ester, penyabunan pengaruh pemberian tepung kulit buah naga dalam pakan
terhadap kualitas warna dan performa pertumbuhan ikan
komet. Metode riset yang digunakan yaitu metode
E-26 eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak
Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan
Keefektifan ekstrak air daun sirih hijau dan daun yaitu perlakuan A (kontrol), B (penambahan tepung kulit
kunyit dalam menekan serangan Aspergillus niger buah naga 5%), C (penambahan tepung kulit buah naga
pada buah Jeruk Dekopon di laboratorium 10%) dan D (penambahan tepung kulit buah naga 15%).
Sebelum penelitian dilakukan uji pendahuluan pada tepung
Ardelia Viona Anggarwati, Ceppy Nasahi, Syarif kulit buah naga yaitu uji pigmentasi warna menggunakan
Hidayat chromameter diperoleh hasil nilai a positif (merah) dan b
Universitas Padjadjaran. Jl. Raya Bandung Sumedang Km. 21, Jatinangor, positif (kuning), nilai chroma 26,32 artinya terdapat
Sumedang 45363, Jawa Barat, Indonesia
kandungan pigmen karotenoid, nilai hue 3,18° menunjukkan
warna orange merah, serta uji kandungan aktivitas
Salah satu kendala dalam mempertahankan kualitas dan antioksidan menggunakan metode DPPH hasilnya sebesar
kuantitas buah Jeruk Dekopon (Citrus reticulata) adalah 33494,8571 ppm. Parameter yang diamati meliputi tingkat
serangan patogen pasca panen. Salah satu patogen yang kecerahan warna pada bagian kepala, badan dan ekor
sering menginfeksi buah Jeruk Dekopon adalah jamur menggunakan Tocca Color Finder (TCF), kelangsungan
Aspergillus niger penyebab penyakit kapang hitam, hidup, pertumbuhan, konversi pakan, hubungan panjang
tindakan pengendalian ramah lingkungan yang dapat berat dan kualitas air. Hasil riset menunjukkan bahwa
dilakukan adalah penggunaan fungisida botani yang antara penambahan tepung kulit buah naga 15% dalam pakan
lain berasal dari daun sirih hijau dan daun kuyit. Ekstrak air dapat meningkatkan kualitas warna yang optimal pada
daun sirih dan daun kunyit diketahui dapat berperan tubuh ikan yaitu kepala, badan dan ekor. Penambahan
sebagai anti jamur yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tepung kulit buah naga dalam pakan dapat mempengaruhi
dan perkembangan jamur. Tujuan dari penelitian ini adalah bobot dan panjang ikan namun di uji lanjut menggunakan
untuk mengetahui kemampuan dan konsentrasi terbaik analisis ANOVA tidak memberikan pengaruh nyata.
ekstrak air daun sirih dan daun kunyit dalam mengendalikan Penambahan tepung kulit buah naga juga memberikan nilai
A. niger. Metode penelitian yang digunakan adalah konversi pakan dan laju pertumbuhan spesifik terbaik pada
percobaan dengan menggunakan metode Rancangan Acak penambahan 10% dengan nilai 0,09±0,03 dan 0,934±0,215.
Lengkap (RAL) yang terdiri dari 7 perlakuan dengan 4
ulangan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa ekstra air
daun sirih pada konsentrasi 50 g/L, 100 g/L, 150 g/L dan
Ikan komet, kecerahan warna, tepung kulit buah naga
ekstrak air daun kunyit pada konsentrasi 50 g/L, 100 g/L,
150 g/L tidak mampu menekan pertumbuhan A. niger
penyebab kapang hitam pada jeruk dekopon. Oleh karena
itu ekstrak air daun sirih dan daun kunyit pada konsentrasi E-28
tersebut tidak direkomendasikan untuk penanganan
penyakit kapang hitam pada buah Jeruk Dekopon. Perbanyakan Trichoderma viride pada berbagai
pupuk organik dan potensinya untuk
pengendalian Sclerotium rolfsii penyebab penyakit
Citrus reticulata ‘Shiranui’, Piper betle rebah kecambah pada cabai
Nurbailis, Reflin, Denada Isgarnela
Departemen Proteksi tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Jl.
E-27 Raya Unand, Padang 25163, Sumatera Barat, Indonesia

Pengaruh pemberian tepung kulit buah naga Penyakit rebah kecambah yang disebabkan Sclerotium
(Hylocereus polyrhizus) dalam pakan terhadap rolfsii merupakan salah satu penyakit penting pada cabai.
kualitas warna dan performa pertumbuhan Ikan Pengendalian ini dapat dilakukan menggunakan agens
Komet (Carassius auratus) hayati Trichoderma viride yang diperbanyak bahan organic.
Penelitian bertujuan mendapatkan jenis pupuk organik
Yuli Andriani1, Irfan Zidni1, Fittrie Meyllianawaty terbaik sebagai medium pertumbuhan T. viride yang efektif
Pratiwy1, Dikdik Kurnia2 untuk pengendalian rebah kecambah dan peningkatan
ABS MASY BIODIV INDON, Solo, 4 Mei 2024, hal. 1-27 27

pertumbuhan bibit cabai. Penelitian terdiri atas tahap, Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas.
Kampus Unand, Limau Manis, Padang 25163, Sumatera Barat, Indonesia
Rancangan yang digunakan adalah Acak Kelompok
(RAK). Tahap 1 perbanyakan T. viridae pada pupuk
organik terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan Spodoptera frugiperda J.E. Smith (Lepidoptera: Noctuidae)
perlakuannya adalah: A. Pupuk kandang sapi, B. Pupuk merupakan hama utama pada tanaman jagung. Spodoptera
kandang ayam, C. Sekam bakar. Tahap 2 terdiri dari 5 frugiperda, bersifat polifag yang dapat menimbulkan
perlakuan yaitu perlakuan A. Pupuk kandang sapi, B. kerusakan pada berbagai tanaman inang. Salah satu upaya
Pupuk kandang ayam, C. Sekam bakar, perlakuan D. untuk mengendalikan hama S. frugiperda adalah
(Tanah (kontrol positif)), dan perlakuan E. (Kontrol menggunakan agen hayati salah satunya cendawan
negatif)). Trichoderma viride yang diperbanyak pada Beauveria bassiana (Bals.) Vuill. Tujuan penelitian adalah
pupuk organik diintroduksikan ke media tanam. Parameter untuk mengetahui pengaruh pakan berbeda terhadap
yang diamati: Tahap 1. Jumlah propagule T. viride, kerentanan larva S. frugiperda yang diaplikasikan cendawan
kerapatan konidia T. viridae pada masing-masing pupuk entomopatogen Beauveria bassiana. Penelitian ini
organik. Tahap 2: Masa inkubasi, pre-emergence damping dilaksanakan di Laboratorium Pengendalian hayati, Fakultas
off, post emergence damping off, pertumbuhan bibit cabai. Pertanian, Universitas Andalas. Tanaman yang digunakan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan sekam sebagai pakan S. frugiperda adalah jagung, sorgum, dan
bakar sebagai media perbanyakan T. viride merupakan rumput gajah. Kerapatan konidia B. bassiana yang
yang terbaik dalam menekan penyakit rebah kecambah dan digunakan adalah 108 konidia/mL. Suspensi konidia
peningkatan pertumbuhan bibit cabai dengan efektivitas disemprotkan pada tubuh larva. Hasil penelitian menunjukkan
79.65%, dan 86.03%. bahwa kerentanan larva S. frugiperda setelah aplikasi B.
bassiana sangat dipengaruhi oleh jenis pakan yang
diberikan. Mortalitas larva yang diberi pakan rumput gajah
setelah diaplikasikan B. bassiana lebih tinggi (93.3%)
Cabai, pupuk organik, rebah kecambah, Sclerotium rolfsii,
dibandingkan dengan mortalitas larva yang diberi pakan
Trichoderma viride
jagung dan sorgum (63.3% dan 45.0%). Perbedaan mortalitas
itu mempengaruhi jumlah pupa dan imago yang terbentuk.
Larva yang diberi pakan rumput gajah lebih rentan
E-29 terhadap infeksi B. bassiana dibandingkan dengan yang
diberi pakan jagung dan sorgum.
Kerentanan larva Spodoptera frugiperda J.E.
Smith (Lepidoptera: Noctuidae) yang diberi pakan
berbeda terhadap infeksi Beauveria bassiana Beauveria bassiana, jagung, rentan, rumput gajah, sorgum
(Bals.) Vuill.
Edo Rahman, Trizelia, Arneti

Anda mungkin juga menyukai