0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan17 halaman

Modul Ajar

Modul ajar ini ditujukan untuk siswa kelas X Madrasah Aliyah dalam mata pelajaran Fikih, dengan fokus pada konsep dan sejarah perkembangan fikih dalam Islam. Pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik dan melibatkan berbagai metode seperti ceramah, diskusi, dan kolaborasi kelompok. Tujuan utama adalah agar siswa dapat menganalisis dan memahami fikih serta aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Diunggah oleh

AlikhlasMasciater
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan17 halaman

Modul Ajar

Modul ajar ini ditujukan untuk siswa kelas X Madrasah Aliyah dalam mata pelajaran Fikih, dengan fokus pada konsep dan sejarah perkembangan fikih dalam Islam. Pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik dan melibatkan berbagai metode seperti ceramah, diskusi, dan kolaborasi kelompok. Tujuan utama adalah agar siswa dapat menganalisis dan memahami fikih serta aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Diunggah oleh

AlikhlasMasciater
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR

MADRASAH ALIYAH (MA)


AL PADILLAH

Mata Pelajaran Fikih


Kelas X Fase E

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA


DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM
DIREKTORAT KURIKULUM SARANA KELEMBAGAAN
DAN KEPESERTA DIDIK AN MADRASAH
2022
A. INFORMASI UMUM

Identitas Madrasah
Nama Penyusun : Abd. Malik, [Link].I., MA
Nama Lembaga : MAN 2 Lamongan
Tahun : 2022/2023
Satuan Pendidikan : MA
Kelas : X (Sepuluh)
Mata Pelajaran : Fikih
Semester : Ganjil
Alokasi waktu : 8 JP
Fase :E
Elemen : Fikih Ibadah

Kompetensi Awal (hasil Asesmen awal)


a. Sebagian peserta didik telah memahami konsep fikih dalam Islam akan tetapi
memahami tetntang pengertian fikih menurut pendapat ulama’ dan ruang
lingkupnya
b. Sebagian peserta didik telah memahami perkembangan ilmu fikih akan tetapi
belum memahami dengan baik tentang periode periode perkembangan ilmu fikih

Profil Pelajar Pancasila/Profil Pelajar Rahmatal


Lil ‘alamin a. Berkeadaban (Taadub)
b. Keteladaan (Qudwah)
c. Beriman, bertakwa kepada tuhan YME, dan Berakhlak Mulia
d. Bernalar Kritis

Sarana dan Prasarana


a. LCD
b. Laptop
c. Papan Tulis
d. Bolpoin
e. Spidol

Target Peserta Didik


Perangkat ajar ini digunakan untuk siswa kelas reguler (25 sd 30 orang perkelas).
Peserta didik yang mengalami kesulitan belajar ditangani dengan teknik bimbingan
individu atau menggunakan tutor sebaya untuk membimbing peserta didik sehingga
dapat mencapai capaian pembelajaran.

Model dan Methode Pembelajaran Yang


Digunakan
a. Model : Pendekatan Saintifik
b. Methode : Cerama, tanya jawab, diskusi,

B. KOMPONEN INTI

Tujuan Pembelajaran
Menganalisis konsep fikih dan sejarah perkembangannya agar tumbuh keyakinan dan
kesadaran dalam beribadah

Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)


Melalui pembelajaran pendekatan saintifik, peserta didik dapat

a. Menganalisis Konsep fikih dalam Islam


b. Menganalisis sejarah perkembangan fikih pada zaman Nabi Muhammad
c. Menganalisis sejarah perkembangan fikih pada zaman sahabat
d. Menganalisis sejarah perkembangan fikih pada zaman tabiin
e. Menganalisis sejarah perkembangan fikih pada zaman tabiit tabi’in
f. Menganalisis sejarah perkembangan fikih pada zaman setelah madzhab

Pemahaman Bermakna
a. Memahami konsep fikih sangat penting sekali karena dalam beribadah tidak bisa lepas
dari ilmu fikih baik ibadah mahdha atau ghoiru mahdhah seperti shalat, zakat, puasa,
haji dan lain sebagainya.
b. Memahami perkembangan ilmu fikih adalah merupakan keniscayaan agar mengetahui
perkembangan ilmu fikih dari periode ke periode berikutnya

Kata Kunci
a. Fikih
b. Periode Perkembangan ilmu fikih

Pertanyaan Pemantik
a. Mengapa aturan Fikih dibutuhkan umat Islam?
b. Bagaimana mengkorelasikan dan mengaplikasikan aturan Fikih dalam kehidupan?
c. Bagaimana sejarah perkembangan ilmuFikih dari periode ke periode berikutnya?

Persiapan Pembelajaran
a. Guru menyiapkan komputer, pengeras suara, CD Pembelajaran interaktif, jaringan
internet dan link youtube.
b. Guru menyiapkan Slide tentang materi konsep Ilmu fikih dan perkembangannya
c. Guru menyiapkan bahan bacaan tentang konsep Ilmu fikih dan perkembangannya

Kegiatan Pembelajaran
Langkah-Langkah
Pembelajaran Pertemuan
Pertama
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran,
memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman
peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya serta mengajukan pertanyaan untuk
mengingat dan menghubungkan dengan materi selanjutnya.
Menyampaikan motivasi tentang apa yang dapat diperoleh (tujuan & manfaat) dengan mempelajari
materi konsep fikih
Menjelaskan hal-hal yang akan dipelajari, kompetensi yang akan dicapai, serta metode belajar yang
akan ditempuh,
Kegiatan Inti ( 110 Menit )
Kegiatan Literasi Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati,
membaca dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan
bacaan terkait materi konsep fikih
Critical Thinking Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi hal hal yang belum
dipahami. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi konsep fikih

Collaboration Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan,


mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar
informasi mengenai konsep fikih
Communication Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara
klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian
ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan

Creativity Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah
dipelajari terkait konsep fikih. Peserta didik kemudian diberi kesempatan untuk
menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami
Kegiatan Penutup (15 Menit)
Peserta didik membuat rangkuman/kesimpulan [Link] point-point penting yang muncul
dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
Guru membuat rangkuman/simpulan [Link] point-point penting yang muncul dalam
kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
Guru menutup pembelajaran dengan do’a

Pertemuan Kedua
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran,
memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman
peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya serta mengajukan pertanyaan untuk
mengingat dan menghubungkan dengan materi selanjutnya.
Menyampaikan motivasi tentang apa yang dapat diperoleh (tujuan & manfaat) dengan mempelajari
materi perkembangan fikih pada masa Nabi dan sahabat
Menjelaskan hal-hal yang akan dipelajari, kompetensi yang akan dicapai, serta metode belajar yang
akan ditempuh,
Kegiatan Inti ( 110 Menit )
Kegiatan Literasi Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati,
membaca dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan
bacaan terkait materi perkembangan fikih pada masa Nabi dan sahabat
Critical Thinking Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi hal hal yang belum
dipahami. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi
perkembangan fikih pada masa Nabi dan sahabat
Collaboration Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan,
mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar
informasi mengenai perkembangan fikih pada masa Nabi dan sahabat
Communication Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara
klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian
ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan

Creativity Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah
dipelajari terkait materi perkembangan fikih pada masa Nabi dan sahabat.
Peserta didik kemudian diberi kesempatan untuk menanyakan kembali hal-hal
yang belum dipahami
Kegiatan Penutup (15 Menit)
Peserta didik membuat rangkuman/kesimpulan [Link] point-point penting yang muncul
dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
Guru membuat rangkuman/simpulan [Link] point-point penting yang muncul dalam
kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
Guru menutup pembelajaran dengan do’a

Pertemuan Ketiga
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran,
memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman
peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya serta mengajukan pertanyaan untuk
mengingat dan menghubungkan dengan materi selanjutnya.
Menyampaikan motivasi tentang apa yang dapat diperoleh (tujuan & manfaat) dengan mempelajari
materi perkembangan fikih pada masa tabi’in dan tabi’it tabi’in
Menjelaskan hal-hal yang akan dipelajari, kompetensi yang akan dicapai, serta metode belajar yang
akan ditempuh,
Kegiatan Inti ( 110 Menit )
Kegiatan Literasi Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati,
membaca dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan
bacaan terkait materi perkembangan fikih pada masa tabi’in dan tabi’it tabi’in

Critical Thinking Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi hal hal yang belum
dipahami. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi perkembangan
fikih pada masa tabi’in dan tabi’it tabi’in
Collaboration Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan,
mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar
informasi mengenai perkembangan fikih pada masa tabi’in dan tabi’it tabi’in

Communication Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara
klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian
ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan

Creativity Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah
dipelajari terkait materi perkembangan fikih pada masa tabi’in dan tabi’it
tabi’in. Peserta didik kemudian diberi kesempatan untuk menanyakan
kembali hal-hal yang belum dipahami

Kegiatan Penutup (15 Menit)


Peserta didik membuat rangkuman/kesimpulan [Link] point-point penting yang muncul
dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
Guru membuat rangkuman/simpulan [Link] point-point penting yang muncul dalam
kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
Guru menutup pembelajaran dengan do’a

Pertemuan keempat
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran,
memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman
peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya serta mengajukan pertanyaan untuk
mengingat dan menghubungkan dengan materi selanjutnya.
Menyampaikan motivasi tentang apa yang dapat diperoleh (tujuan & manfaat) dengan mempelajari
materi perkembangan fikih pada masa setelah madzhab
Menjelaskan hal-hal yang akan dipelajari, kompetensi yang akan dicapai, serta metode belajar yang
akan ditempuh,
Kegiatan Inti ( 110 Menit )
Kegiatan Literasi Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca
dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan bacaan terkait
materi perkembangan fikih pada masa setelah madzhab
Critical Thinking Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi hal hal yang belum
dipahami. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi perkembangan
fikih pada masa setelah madzhab
Collaboration Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan,
mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar
informasi mengenai materi perkembangan fikih pada masa setelah madzhab

Communication Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara
klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian
ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan

Creativity Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah
dipelajari terkait materi perkembangan fikih pada masa setelah madzhab.
Peserta didik kemudian diberi kesempatan untuk menanyakan kembali halhal
yang belum dipahami
Kegiatan Penutup (15 Menit)
Peserta didik membuat rangkuman/kesimpulan [Link] point-point penting yang muncul
dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
Guru membuat rangkuman/simpulan [Link] point-point penting yang muncul dalam
kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan. Guru menutup pembelajaran dengan do’a

Pembelajaran Berdiferensiasi
a. Untuk siswa yang sudah memahami materi ini sesuai dengan tujuan pembelajaran dan
mengeksplorasi topik ini lebih jauh, disarankan untuk membaca materi menganalisis
konsep ilmu fikih dan perkembangannya dari berbagai referensi yang relevan.
b. Guru dapat menggunakan alternatif metode dan media pembelajaran sesua dengan
kondisi masing-masing agar pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan
(joyfull learning) sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.
c. Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini, disarankan untuk belajar kembali tata cara
pada pembelajaran di dalam dan atau di luar kelas sesuai kesepataan antara guru dengan
siswa. Siswa juga disarankan untuk belajar kepada teman sebaya

Asesmen
A. Asesmen Awal
Untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan peserta didik sebelum belajar tentang
konsep ilmu fikih dan perkembangannya, guru memberikan pertanyaan kepada peserta
mengenai konsep ilmu fikih dan perkembangannya baik secara lisan maupun tulis.
Contoh istrumen:

1. Jelaskan pengertian fikih?


2. Jelaskan sejarah perkembangan fikih pada zaman Nabi Muhammad
3. Jelaskan sejarah perkembangan fikih pada zaman sahabat
4. Jelaskan sejarah perkembangan fikih pada zaman tabiin
5. Jelaskan sejarah perkembangan fikih pada zaman tabiit tabi’in
Pemetaan Penguasaan Kompetensi Peserta didik hasil asesmen awal
No Kompetensi dan Lingkup Materi Sudah Belum (%)
(%)
1 Jelaskan pengertian fikih?
2 Jelaskan sejarah perkembangan fikih pada zaman Nabi
Muhammad
3 Jelaskan sejarah perkembangan fikih pada zaman sahabat

4 Jelaskan sejarah perkembangan fikih pada zaman tabiin


5 Jelaskan sejarah perkembangan fikih pada zaman tabiit tabi’in

Tindak lanjut hasil asesmen awal


Nomor Soal Tindak lanjut
No Nama Nilai
1 2 3 4 5

1 Ahmad
2 Fatimah
3 Muhammmaf

B. Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)


Asesmen formatif dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran berlangsung,
khususnya saat siswa melakukan kegiatan diskusi, presentasi dan refleksi tertulis.

1) Teknik Asesmen : Observasi, Unjuk Kerja


2) Bentuk Instrumen : Pedoman/lembar observasi
Lembar kerja pengamatan kegiatan pembelajaran dengan pendekatan Saintifik

v No Nama Siswa Aspek Yang diamati Skor

Ide/Gagasa Aktif Kerja sama 1 2 3 4


n
Ahmad

imah

uhammad

Nilai = skor x 25

C. Assesmen Sumatif
a. Asesmen
Pengetahuan
Teknik Asesmen:
• Tes : Tertulis
• Non Tes : Observasi

Bentuk Instrumen:

• Asesmen tidak tertulis : Daftar pertanyaan


• Asesmen tertulis : Jawaban singkat

b. Asesmen
Keterampilan 1)
Teknik Asesmen
: Kinerja

2) Bentuk Instrumen : Lembar Kinerja

Pengayaan
a. Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai kompetensi dan
tujuan pembelajaran.
b. Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan yang lebih variatif dengan menambah
keluasan dan kedalaman materi yang mengarah pada high order thinking
c. Program pengayaan dilakukan di luar jam belajar efektif.

Remedial
a. Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kompetensi dan
tujuan pembelajaran
b. Guru melakukan pembahasan ulang terhadap materi yang telah diberikan dengan
cara/metode yang berbeda untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih
memudahkan peserta didik dalam memaknai dan menguasai materi ajar misalnya
lewat diskusi dan permainan.
c. Program remedial dilakukan di luar jam belajar efektif.

Refleksi Peserta didik


No Pertanyaan Refleksi Jawaban Refleksi

1 Bagian manakah yang menurut kamu hal paling sulit dari pelajaran ini?

2 Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki hasil belajarmu?


3 Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami pelajaran
ini?
4 Jika kamu diminta untuk memberikan bintang 1 sampai 5, berapa
bintang yang akan kamu berikan pada usaha yang telah kamu
lakukan?
5 Apakah kamu sudah dapat Menganalisis konsep fikih dan
perkembangannya?
:

Refleksi Guru
Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan kegiatan pengajaran di kelas,
misalnya:

1. Bagaimana membuat peserta didik merasa nyaman di madrasah?


2. Bagaimana membuat kegiatan pembelajaran lebih menarik?
3. Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran?
4. Kesulitan apa yang dialami peserta didik?

Glosarium
1. Konsep : rancangan
2. Fikih : ilmu yang membahas tentang hukum hukum syara’ yang bersifat amaliy
(yang dikerjakan ) yang diperoleh melalui dalil-dalil yang terperinci
3. Periode : Kurun waktu
4. Tadwin : Pembukuan

Daftar Pustaka
1. Kementerian Agama, Fikih kelas X Untuk MA, Jakarta: Kementerian Agama, 2020
2. Kementerian Agama, Buku Siswa Fikih, (Jakarta: Kementerian Agama, 2015
3. CV Safira Buku Pembelajaran Fikih 2022 Time MGMP Fikih Jawa timur
4. Kementerian Agama, Al-Qur’an dan Terjemahnya,(Jakarta: Direktorat Jendral BIMAS
Islam, 2012)

C. LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1. Bahan Ajar
Konsep Fikih A. Pengertia fikih
Kata Fikih berasal dari kata ‫ ِفْقهًا‬- ‫ يَْفَقه‬- ‫ فَِقَه‬yang berarti faham ( ‫) فهم مَج َّر د‬
yang berarti sekedar faham atau juga berarti mengerti ( ‫ ) فهٌم َعِمْيق‬yang berarti
faham yang mendalam).

Sedangkan fikih dalam arti Istilah adalah.

‫الِعْل م بِاألَْح َكاِم الَّش ْر ِعَّيِة الَعَمِلَّيِة المْكتََسِب ِمن أَِدلَِّتَها التَّْفِصْيِل َّيِة‬

Artinya : ilmu yang membahas tentang hukum hukum syara’ yang bersifat amaliy
(yang dikerjakan ) yang diperoleh melalui dalil-dalil yang terperinci.

Ilmu Fikih adalah salah satu sekian banyak ilmu dalam syari’at Islam yang khusus
membahas tentang hukum hukum syari’at Islam baik bersifat wajib, sunnah, haram,
makruh maupun mubah yang diambil dari sumbernya yaitu Al-Qur’an, Al-Hadits, Ijma’
dan Qiyas. yang obyeknya adalah semua perbuatan orang mukallaf. orang mukallaf
adalah orang yang sudah terbebani melakukan kewajiban maupun meninggalkan
larangan yaitu setiap orang Islam yang sudah baligh dan berakal sehat. Dengan
demikian fikih dapat dikatakan meliputi semua aspek kehidupan manusia, segala
macam bentuk perbuatan manusia masuk pada salah satu dari lima hukum tersebut.

B. Sejarah dan Perkembangan Fiqih


a. Zaman Rasulullah S.A.W
Pada zaman Rasulullah S.A.W., hukum-hukum diambil dari wahyu (al-Quran) dan
penjelasan oleh baginda (as-Sunnah). Segala masalah yang timbul akan dirujuk kepada
Rasulullah S.A.W. dan baginda akan menjawab secara terus berdasarkan ayat al-Quran
yang diturunkan atau penjelasan baginda sendiri. Namun, terdapat sebagian Sahabat
yang tidak dapat merujuk kepada Nabi lantaran berada di tempat yang jauh daripada
baginda, misalnya Muaz bin Jabal yang diutuskan ke Yaman. Baginda membenarkan
Muaz berijtihad dalam perkara yang tidak ditemui ketentuan di dalam al-Quran dan as-
Sunnah.
Setelah kewafatan Rasulullah S.A.W, berbagai masalah yang timbul dirujuk kepada para
Sahabat. Mereka mampu mengistinbat hukum terus dari al-Quran dan as-Sunnah
kerena: 1. Penguasaan bahasa Arab yang baik;
2. Mempunyai pengetahuan mengenai sabab an-nuzul sesuatu ayat atau sabab wurud
al-Hadits;
3. Mereka merupakan para perawi hadits.
Hal ini menjadikan para Sahabat mempunyai kemampuan yang cukup untuk
mengistinbatkan hukum-hukum. Mereka menetapkan hukum dengan merujuk kepada
al-Quran dan as-Sunnah. Sekiranya mereka tidak menemui ketetapan hukum tentang
sesuatu masalah, mereka akan berijtihad dengan menggunakan kaedah qias. Inilah cara
yang dilakukan oleh para mujtahid dalam kalangan para Sahabat seperti Saidina Abu
Bakar as-Siddiq, Saidina Umar bin al-Khattab, Saidina Uthman bin Affan dan Saidina Ali
bin Abu Talib. Sekiranya mereka mencapai kata sepakat dalam sesuatu hukum maka
berlakulah ijma’.
Terdapat perbedaan periodisasi fiqh di kalangan ulama fiqh kontemporer.
Muhammad Khudari Bek (ahli fiqh dari Mesir) membagi periodisasi fiqh menjadi enam
periode. Menurut Mustafa Ahmad az-Zarqa, periode keenam yang dikemukakan
Muhammad Khudari Bek tersebut sebenarya bisa dibagi dalam dua periode, karena
dalam setiap periodenya terdapat ciri tersendiri. Periodisasi menurut az-Zarqa adalah
sebagai berikut:

1. Periode risalah.
Periode ini dimulai sejak kerasulan Muhammad SAW sampai wafatnya Nabi SAW (11
H./632 M.). Pada periode ini kekuasaan penentuan hukum sepenuhnya berada di
tangan Rasulullah SAW. Sumber hukum ketika itu adalah al-Qur'an dan sunnah Nabi
SAW. Pengertian fiqh pada masa itu identik dengan syariat, karena penentuan hukum
terhadap suatu masalah seluruhnya terpulang kepada Rasulullah SAW.
Periode awal ini juga dapat dibagi menjadi periode Makkah dan periode Madinah.
Pada periode Makkah, risalah Nabi SAW lebih banyak tertuju pada masalah aqidah. Ayat
hukum yang turun pada periode ini tidak banyak jumlahnya, dan itu pun masih dalam
rangkaian mewujudkan revolusi aqidah untuk mengubah sistem kepercayaan
masyarakat jahiliyah menuju penghambaan kepada Allah SWT semata. Pada periode
Madinah, ayat-ayat tentang hukum turun secara bertahap. Pada masa ini seluruh
persoalan hukum diturunkan Allah SWT, baik yang menyangkut masalah ibadah
maupun muamalah. Oleh karenanya, periode Madinah ini disebut juga oleh ulama fiqh
sebagai periode revolusi sosial dan politik.

2. Periode al-Khulafaur Rasyidin.


Periode ini dimulai sejak wafatnya Nabi Muhammad SAW sampai Mu'awiyah bin Abu
Sufyan memegang tampuk pemerintahan Islam pada tahun 41 H./661 M. Sumber fiqh
pada periode ini, disamping al-Qur'an dan sunnah Nabi SAW, juga ditandai dengan
munculnya berbagai ijtihad para sahabat. Ijtihad ini dilakukan ketika persoalan yang
akan ditentukan hukumnya tidak dijumpai secara jelas dalam nash. Pada masa ini,
khususnya setelah Umar bin al-Khattab menjadi khalifah (13 H./634 M.), ijtihad sudah
merupakan upaya yang luas dalam memecahkan berbagai persoalan hukum yang
muncul di tengah masyarakat. Persoalan hukum pada periode ini sudah semakin
kompleks dengan semakin banyaknya pemeluk Islam dari berbagai etnis dengan budaya
masing-masing.

3. Periode awal pertumbuahan fiqh.


Masa ini dimulai pada pertengahan abad ke-1 sampai awal abad ke-2 H. Periode
ketiga ini merupakan titik awal pertumbuhan fiqh sebagai salah satu disiplin ilmu dalam
Islam. Dengan bertebarannya para sahabat ke berbagai daerah semenjak masa al-
Khulafaur Rasyidin (terutama sejak Usman bin Affan menduduki jabatan Khalifah, 33
H./644 M.), munculnya berbagai fatwa dan ijtihad hukum yang berbeda antara satu
daerah dengan daerah lain, sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat daerah
tersebut.
4. Periode keemasan.
Periode ini dimulai dari awal abad ke-2 sampai pada pertengahan abad ke-4 H.
Dalam periode sejarah peradaban Islam, periode ini termasuk dalam periode Kemajuan
Islam Pertama (700-1000). Seperti periode sebelumnya, ciri khas yang menonjol pada
periode ini adalah semangat ijtihad yang tinggi di kalangan ulama, sehingga berbagai
pemikiran tentang ilmu pengetahuan berkembang. Perkembangan pemikiran ini tidak
saja dalam bidang ilmu agama, tetapi juga dalam bidang-bidang ilmu pengetahuan
umum lainnya.
Dinasti Abbasiyah (132 H./750 M.-656 H./1258 M.) yang naik ke panggung
pemerintahan menggantikan Dinasti Umayyah memiliki tradisi keilmuan yang kuat,
sehingga perhatian para penguasa Abbasiyah terhadap berbagai bidang ilmu sangat
besar. Para penguasa awal Dinasti Abbasiyah sangat mendorong fuqaha untuk
melakukan ijtihad dalam mencari formulasi fiqh guna menghadapi persoalan sosial yang
semakin kompleks.
Pada awal periode keemasan ini, pertentangan antara ahlul hadits dan ahlurra 'yi
sangat tajam, sehingga menimbulkan semangat berijtihad bagi masing-masing aliran.
Semangat para fuqaha melakukan ijtihad dalam periode ini juga mengawali munculnya
mazhab-mazhab fiqh, yaitu Mazhab Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hambali. Upaya ijtihad
tidak hanya dilakukan untuk keperluan praktis masa itu, tetapi juga membahas
persoalan-persoalan yang mungkin akan terjadi yang dikenal dengan istilah fiqh taqdiri
(fiqh hipotetis).

5. Periode tahrir, takhrij dan tarjih dalam mazhab fiqh.


Periode ini dimulai dari pertengahan abad ke-4 sampai pertengahan abad ke-7 H.
Yang dimaksudkan dengan tahrir, takhrij, dan tarjih adalah upaya yang dilakukan ulama
masingmasing mazhab dalam mengomentari, memperjelas dan mengulas pendapat
para imam mereka. Periode ini ditandai dengan melemahnya semangat ijtihad
dikalangan ulama fiqh. Ulama fiqh lebih banyak berpegang pada hasil ijtihad yang telah
dilakukan oleh imam mazhab mereka masing-masing, sehingga mujtahid mustaqill
(mujtahid mandiri) tidak ada lagi.
Mustafa Ahmad az-Zarqa mengatakan bahwa dalam periode ini untuk pertama kali
muncul pernyataan bahwa pintu ijtihad telah tertutup. Menurutnya, paling tidak ada
tiga faktor yang mendorong munculnya pernyataan tersebut.
a. Dorongan para penguasa kepada para hakim (qadi) untuk menyelesaikan perkara di
pengadilan dengan merujuk pada salah satu mazhab fiqh yang disetujui khalifah
saja.
[Link] sikap at-taassub al-mazhabi yang berakibat pada sikap kejumudan
(kebekuan berpikir) dan taqlid (mengikuti pendapat imam tanpa analisis) di
kalangan murid imam mazhab.
c. Munculnya gerakan pembukuan pendapat masing-masing mazhab yang
memudahkan orang untuk memilih pendapat mazhabnya dan menjadikan buku itu
sebagai rujukan bagi masingmasing mazhab, sehinga aktivitas ijtihad terhenti.
Ulama mazhab tidak perlu lagi melakukan ijtihad, sebagaimana yang dilakukan oleh
para imam mereka, tetapi mencukupkan diri dalam menjawab berbagai persoalan
dengan merujuk pada kitab mazhab masing-masing. Dari sini muncul sikap taqlid
pada mazhab tertentu yang diyakini sebagai yang benar, dan lebih jauh muncul pula
pernyataan haram melakukan talfiq.

6. Periode kemunduran fiqh.


Masa ini dimulai pada pertengahan abad ke-7 H. sampai munculnya Majalah al-
Ahkam al'Adliyyah (Hukum Perdata Kerajaan Turki Usmani) pada 26 Sya'ban l293.
Perkembangan fiqh pada periode ini merupakan lanjutan dari perkembangan fiqh yang
semakin menurun pada periode sebelumnya. Periode ini dalam sejarah perkembangan
fiqh dikenal juga dengan periode taqlid secara membabi [Link] masa ini, ulama fiqh
lebih banyak memberikan penjelasan terhadap kandungan kitab fiqh yang telah disusun
dalam mazhab masing-masing. Penjelasan yang dibuat bisa berbentuk mukhtasar
(ringkasan) dari buku-buku yang muktabar (terpandang) dalam mazhab atau hasyiah
dan takrir (memperluas dan mempertegas pengertian lafal yang di kandung buku
mazhab), tanpa menguraikan tujuan ilmiah dari kerja hasyiah dan takrir tersebut.
Mustafa Ahmad az-Zarqa menyatakan bahwa ada tiga ciri perkembangan fiqih yang
menonjol pada periode ini.
a. Munculnya upaya pembukuan terhadap berbagai fatwa, sehingga banyak
bermunculan buku yang memuat fatwa ulama yang berstatus sebagai pemberi
fatwa resmi (mufti) dalam berbagai mazhab.
b. Muncul beberapa produk fiqh sesuai dengan keinginan penguasa Turki Usmani,
seperti diberlakukannya istilah at-Taqaddum (kedaluwarsa) di pengadilan.
Disamping itu, fungsi ulil amri (penguasa) dalam menetapkan hukum (fiqh) mulai
diakui, baik dalam menetapkan hukum Islam dan penerapannya maupun
menentukan pilihan terhadap pendapat tertentu
c. Di akhir periode ini muncul gerakan kodifikasi hukum (fiqih) Islam sebagai
mazhab resmi pemerintah. Hal ini ditandai dengan prakarsa pihak pemerintah
Turki Usmani, seperti Majalah al-Ahkam al-'Adliyyah yang merupakan kodifikasi
hukum perdata yang berlaku di seluruh Kerajaan Turki Usmani berdasarkan fiqih
Mazhab Hanafi

Lampiran 2. Instrumen Asesmen

1. Assesmen Formatif (Selama Proses


Pembelajaran) Dimensi Sikap: a.
Unjuk Kerja 1
Lembar kerja pengamatan kegiatan pembelajaran dengan pendekatan Saintifik

No Nama Siswa Aspek Yang diamati Skor

Ide/Gagasan Aktif Kerja sama 1 2 3 4

1 Ahmad
2 Fatimah
3 Muhammad
Nilai = skor x 25
b. Unjuk Kerja 2
Pengamatan : Menyebutkan pengertian fikih menurut ulama’

Nama :

Kreteria Baik Sekali Baik Cukup Perlu


Bimbingan Guru

Menyebutkan Dapat Dapat Dapat Belum dapat


pengertian fikih menyebutkan menyebutkan menyebutkan menyebutkan
menurut ulama’ pengertian sebagian sebagian kecil pengertian fikih
fikih pengertian pengertian fikih menurut ulama’
menurut fikih menurut ulama’
ulama’secara menurut
lengkap ulama’

c. Unjuk Kerja 3
Pengamatan : Menjelaskan perkembangan fikih

Nama :

Kreteria Baik Sekali Baik Cukup Perlu


Bimbingan Guru

Menjelaskan Dapat Dapat Dapat Belum dapat


perkembangan menjelaskan menjelaskan menjelaskan menjelaskan
fikih dalam perkembangan sebagian sebagian kecil perkembangan
fikih dalam perkembangan perkembangan fikih dalam
satu periode
satu periode fikih dalam fikih dalam periode
secara lengkap satu periode periode

Keterangan
BS : Baik Sekali

B : Baik
C : Cukup
BG : Perlu Bimbingan Guru

2. Asesmen Sumatif (Asesmen setelah proses


pembelajaran)

a. Asesmen
Pengetahuan
Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini dengan jelas!
1) Jelaskas ruang lingkup pembahasan fikih!
2) Apa perbedaan syariah dangan fikih?
3) Jalaskan!jika fikih itu sudah ada sejak pada masa nabi!
4) Jelaskan perbedaan perkembangan fikih pada masa sahabat dan tabiin!
5) Jelaskan perbedaan perkembangan fikih pada masa Tabiin dan tabi’it tabi’in!

Skor Perolehan

Nilai = X 100

Skor Maksimal

Konversi Nilai

Konversi Nilai (Skala 0- Predikat Klasifikasi


100)
86-100 A SB (Sangat baik)
71-85 B B (Baik)
56-70 C C (Cukup)
>50 D D (Kurang)

b. Assesmen
Keterampilan
Asesmen
keterampilan
presentasi
Kelompok :…..
NO Nama Peserta Penggunaan Kejelasan Komunik Kebenaran
Didik Bahasa Penyampaian atif Konsep
1 Ahmad
2 Fatimah
3 Muhammad
Keterangan: Isilah dengan kreterian sangat baik, baik, cukup atau kurang pada setiap
kolom

Rubrik Asesmen keterampilan presentasi

No Indikator Kreteria Penilaian Kreteria Kreteria Kreteria


Penilaian kurang Penilaian Penilaian Baik Penilaian
Cukup Sangat Baik
1 Penggunaan Menggunakan Menggunakan Menggunaka Menggunaka
Bahasa bahasa yang bahasa yang n bahasa n bahasa yang
kurang baik, baik, akan yang baik, baik, baku dan
kurang baku dan tetapi kurang baku akan terstruktur
tidak terstruktur baku dan tidak tetapi tidak
terstruktur terstruktur

2 Kejelasan Artikulasi Artikulasi Artikulasi jelas, Artikulasi jelas,


Penyampaian kurang jelas, jelas, akan suara suara
suara tidak tetapi suara terdengar dan terdengar dan
terdengan dan kurang agak tidak
bertele-tele terdengar dan berteletele berteletele
bertele-tele
3 Komunikatif Membaca seringa kadang tidak
catatan membaca membaca membaca
sepanjang catatan catatan catatan
menjelaskan sepanjang sepanjang sepanjang
menjelaskan menjelaskan menjelaskan
4 Kebenaran Menjelaskan 1 Menjelaskan 2 Menjelaskan 2 Menjelaskan
Konsep dari 4 konsep dari 4 konsep dari 4 konsep semua konsep
dengan benar dengan benar dengan benar dengan benar

Keterangan
BS : Baik Sekali

B : Baik
C : Cukup
BG : Perlu Bimbingan Guru

Konversi Nilai

Konversi Nilai (Skala 0- Predikat Klasifikasi


100)
86-100 A SB (Sangat baik)
71-85 B B (Baik)
56-70 C C (Cukup)
>50 D D (Kurang)

Mengetahui, Jakarta, ……………2022

Kepala Madrasah, Guru Mata Pelajaran,

(………………………………) (……………………..………)

Catatan:
Modul ini hanyalah contoh yang bisa disempurnakan, disesuaikan dan dikembangkan
oleh guru sesuai dengan kebutuhan dan kondisi peserta didik/madrasah.

Anda mungkin juga menyukai