Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah Vol 4 No 1, Januari 2021
E-ISSN : 2599-3410 | P-ISSN : 2614-3259
DOI : [Link]
Pengaruh Kualitas Layanan, Persepsi Harga dan Cita Rasa Terhadap
Kepuasan Konsumen
Sri Mutiara
Universitas Muhammadiyah Palopo
Srimutiaratiara89@[Link]
Rahmad Solling Hamid
Universitas Muhammadiyah Palopo
rahmadshamid@[Link]
Ahmad Suardi
Universitas Muhammadiyah Palopo
ahmadsuardi@[Link]
Abstrak Bisnis kuliner banyak diminati oleh pelaku usaha karena memiliki
prospek yang menjanjikan. Kepuasan konsumen menjadi faktor utama
yang menjadi fokus perhatian pada pelaku usaha. Kualitas layanan,
persepsi harga, dan cita rasa merupakan elemen penting yang dapat
berpengaruh terhadap kepuasan konsumen. Tujuan penelitian ini yaitu
untuk mengetahui dampak kualitas layanan, persepsi harga dan cita rasa
terhadap kepuasan konsumen. Populasi dalam penelitian ini yaitu
seluruh konsumen rumah makan Ulu Bete Kecamatan Masamba
Kabupaten Luwu Utara. Penentuan jumlah sampel untuk populasi yang
tidak diketahui yaitu dengan menggunakan pendekatan teknik non
probability sampling yaitu accidental sampling dan diperoleh 140
sampel. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis regresi linier
berganda. Hasil penelitian diperoleh informasi bahwa berdasarkan uji
simultan variabel kualitas layanan, persepsi harga dan cita rasa
berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan konsumen.
Berdasarkan uji parsial bahwa untuk variabel bukti fisik, daya tanggap,
jaminan, persepsi harga, dan cita rasa memiliki dampak positif dan
signifikan pada kepuasan konsumen, sedangkan variabel kehandalan
dan empati memiliki dampak positif tidak signifikan pada kepuasan
konsumen.
Kata Kunci Kualitas layanan, persepsi harga, cita rasa, dan kepuasan konsumen.
I. PENDAHULUAN
Bisnis kuliner saat ini telah menjadi perhatian dan diminati oleh pelaku usaha
karena memiliki prospek yang menjanjikan. Pengusaha bisnis kuliner harus lebih kreatif
dan inovatif dalam menyediakan layanan kepada konsumen dengan tujuan untuk
menciptakan kepuasan. Menurut Kotler (2008), kualitas pelayanan merupakan suatu
tindakan oleh wirausaha untuk ditawarkan pada konsumen yang pada dasarnya tindakan
itu berwujud atau tidak mengakibatkan susatu kepemilikan apapun. Lima dimensi yang
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Washliyah Sibolga 411
Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah Vol 4 No 1, Januari 2021
E-ISSN : 2599-3410 | P-ISSN : 2614-3259
DOI : [Link]
berpengaruh atas kualitas layanan yakni bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan,
dan empati.
Kompenen dimensi kualitas pelayanan bukti fisik yaitu kemampuan suatu
perusahaan dalam menunjukkan eksistensinya kepada pihak eksternal kemampuan sarana
dan prasarana fisik restoran dan keadaan lingkungan. Selanjutnya kehandalan, yaitu
kemampuan untuk memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan segera, akurat dan
memuaskan, ketanggapan, yaitu kemampuan pihak perusahaan untuk membantu dan
memberikan pelayanan yang cepat (responsif) dan tepat kepada pelanggan dan
penyampaian informasi yang jelas, jaminan, adaya nya kepastian yaitu pengetahuan,
kesopansantunan pihak restoran untuk menumbuhkan rasa percaya pada pelanggan,
empati yaitu memberikan perhatian yang tulus yang bersifat individu yang diberikan
kepada para dengan memahami keinginan pelanggan.
Selain kualitas pelayanan, persepsi harga juga memepengaruhi kepuasaan pada
konsumen. Persepsi harga merupakan pandangan mengenai harga tentang bagaimana
konsumen dalam memandang persepsi harga dengan maksud harga yang tinggi atau
rendah serta wajar itu mempunyai pengaruh kuat dengan maksud membeli serta
kepuasaan membeli. Harga menjadi faktor penting bagi usaha kuliner dan bisa di bilang
mempunyai pengaruh bagi konsumen untuk membeli produk tersebut (Montung dan
Sepang, 2015). Selanjutnya, cita rasa merupakan faktor yang diprediksi berpengaruh
terhadap kepuasan konsumen pada bisnis kuliner. Citarasa merupakan sebuah atribut
yang terdiri dari penampakan, rasa, aroma, tekstur serta suhu yang dapat membentuk
kerjasama dari kelima macam indra manusia. Jadi dengan adanya citarasa ini jika yang
ditawarkannya sesuai dengan keinginan, maka bisa menghasilkan suatu nilai kepuasaan
pada konsumen.
Kepuasan konsumen merupakan elemen utama pada keberhasilan bisnis kuliner.
Pelaku bisnis kuliner tentunya memiliki pemahaman bahwa kepuasan pelanggan
merupakan yang utama. Jika pelanggan merasa puas pada pelayanan dan makanan yang
disajikan, besar kemungkinan mereka akan melakukan pembelian ulang. Meningkatnya
jumlah pelanggan tetap dapat ditafsirkan sebagai keberhasilan bisnis dalam membangun
ikatan dengan para pelanggannya, yang tentu berujung pada peningkatan penjualan.
Beberapa hasil penelitian terdahulu yang mengkaji tentang pengaruh kualitas
layanan, persepsi harga, citarasa terhadap kepuasaan dan loyalitas konsumen
menghasilkan temuan yang berbeda atau adanya Gap hasil penelitian. Diantaranya
penelitian yang dilakukan oleh Montung, Sepang, (2015) yang meneliti tentang pengaruh
kualitas produk, kualitas layanan dan persepsi harga terhadap kepuasan pelanggan di
Restoran Kawan Baru memiliki hasil bahwa kualitas layanan berpengaruh positif
terhadap kepuasan pelanggan. Berbeda dengan hasil temuan penelitian yang dilakukan
oleh Maemunah, (2019) yang meneliti tentang pengaruh kualitas pelayanan, persepsi
harga, cita rasa, terhadap kepuasan konsumen dan loyalitas konsumen memiliki hasil
bahwa kualitas pelayanan berpengaruh negatif serta tidak signifikan terhadap kepuasan
konsumen. Selanjutnya hasil temuan yang sama dilakukan oleh Alfani dan Sulastini,
(2016) yang meneliti tentang analisis pengaruh kualitas produk, kualitas layanan, persepsi
harga terhadap kepuasan pelanggan memiliki hasil bahwa kualitas layanan tidak
berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan.
Luwu Utara khususnya daerah Masamba sudah banyak terdapat bisnis kuliner
mulai dari warung kaki lima hingga restaurant, salah satunya adalah Rumah Makan Ulu
Bete Laut yang di dirikan oleh ibu Mahfirah tahun 2006. Sudah 14 tahun rumah makan
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Washliyah Sibolga 412
Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah Vol 4 No 1, Januari 2021
E-ISSN : 2599-3410 | P-ISSN : 2614-3259
DOI : [Link]
ini berjalan hingga saat ini menyediakan menu khas nusantara seperti Ulu Bete Laut (ikan
masak dengan bumbu rempah-rempah yang melimpah). Dengan melihat persaingan yang
begitu ketat pada bisnis kuliner yang ada di Luwu Utara, rumah makan ulu bete mampu
bertahan pada menu khas makanan yang di berikan kepada konsumen. Berangkat dari
uraian tersebut, maka tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis pengaruh kualitas
layanan, persepsi harga, cita rasa terhadap kepuasan konsumen pada rumah makan Ulu
Bete di Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara.
II. LANDASAN TEORI
1. Kepuasan Konsumen
Menurut Kotler (2009) bahwa kepuasan (satisfaction) adalah perasaan senang atau
kecewa yang timbul karena membandingkan kinerja yang dipersepsikan produk atau hasil
terhadap ekspetasi mereka. Jika kinerja gagal memenuhi ekspetasi, pelanggan akan tidak
merasa puas. Jika kinerja sesuai dengan ekspetasi, maka konsumen akan merasa puasa.
Kepuasaan sebagai perasaan senang atau kecewa seseorang yang timbul karena
membandingkan antara kinerja atas produk dengan ekspetasi mereka atas produk yang
bertalian. Kepuasan atau ketidakpuasan pelanggan merupakan respon pelanggan terhadap
evaluasi ketidak sesuaian yang dirasakan antara harapan sebelumnya dan kinerja aktual
produk yang di rasakan setelah pemakaiannya. Kepuasan adalah semacam langkah
perbandingan antara pengalaman dengan hasil evaluasi, dapat menghasilkan sesuatu yang
nyaman secara rohani, bukan hanya nyaman karena dibayangkaan atau diharapkan.
Kepuasan pelanggan terhadap suatu produk ataupun jasa, sebenarnya sesuatu yang sulit
untuk didapat jika perusahaan jasa atau industri tersebut tidak benar-benar mengerti apa
yang diharapkan oleh konsumen. Untuk produk atau layanan dengan kualitas yang sama,
dapat memberikan tingkat kepuasan yang berbeda-beda bagi konsumen yang berbeda.
Oleh karena itu, suatu perusahaan harus selalu memperhatikan kualitas produk maupun
pelayanan yang diberikan kepada konsumen.
Kepuasan konsumen merupakan respon konsumen terhadap ketidaksesuaian antara
tingkat kepentingan sebelumnya dan kinerja aktual yang dirasakan setelah pemakaian.
Menurut (Hardiyatih, 2010), kepuasan pelanggan adalah respon dari perilaku yang
ditunjukkan oleh pelanggan dengan membandingkan antara kinerja atau hasil yang
dirasakan dengan harapan. Apabila hasil yang dirasakan dibawah harapan, maka
pelanggan akan kecewa, kurang puas bahkan tidak puas. Namun sebalknya bila sesuai
dengan harapan, pelanggan akan puas dan bila kinerja melebihi harapan, pelanggan akan
sangat [Link] pelanggan merupakan suatu perasaan atau penilaian emosional dari
pelanggan atas penggunaan suatu produk barang atau jasa dimana harapan dan kebutuhan
mereka terpenuhi, (Sugianto & Sugiharto, 2013)
2. Kualitas Layanan
Kualitas atau biasa dikenal dengan mutu merupakan penilaian baik buruknya
sesuatu. Menurut Tjiptono, (2004) mendefinisikan kualitas sebagai kesesuaian untuk
digunakan atau yang menekankan orientasi harapan pelanggan pertemuan. Lebih lanjut,
menurut Handoko (2010) kualitas ditentukan oleh sekumpulan kegunaan dan fungsinya,
termasuk di dalammya daya tahan, ketidaktergantungan pada produk lainatau komponen
lain, eksklusifitas, kenyamanan, dan wujud luar (warna, benrtuk, kemasan, dan lain
sebagainya). Kualitas merupakan salah satu faktor yang menjadi pertimbangan konsumen
sebelum membeli suatu produk. Menurut Kotler (2000) bahwa pelayanan (service) adalah
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Washliyah Sibolga 413
Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah Vol 4 No 1, Januari 2021
E-ISSN : 2599-3410 | P-ISSN : 2614-3259
DOI : [Link]
setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain,
yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun.
Pelayanan yang prima mampu mempertahankan pelanggan yang telah ada, bahkan
mampu menarik konsumen baru.
Kualitas layanan adalah ukuran seberapa bagus tingkat layanan yang diberikan
mampu sesuai dengan ekspetasi pelanggan Wijaya, (2010). Menurut Tjiptono, (2005)
kualitas pelayanan merupakan tingkat keunggulan (excellence) yang diharapkan dan
pengendaalian atas keunggulan tersebut untuk memenuhi keinginan pelanggan. Kualitas
pelayanan merupakan salah satu faktor utama keberhasilan sebuah perusahaan, karena
dengan kualitas pelayanan baik dapat memberi nlai lebih terhadap para konsumen dan
juga bisa mempengaruhi kepuasan konsumen karena terjadinya interaksi antara
konsumen dengan perusahaan yang bisa saling bekerja sama. Dimensi kualitas layanan
menurut Tjiptono (2011) yaitu:
1. Bukti fisik (Tangible), yaitu kemampuan suatu perusahaan dalam menunjukkan
eksistensinya kepada pihak eksternal, kemampuan sarana dan prasaranan fisik restoran
dan keadaan lingkungan sekitar adalah bukti nyata dari pelayanan yang diberikan oleh
restoran.
2. Kehandalan (Realibility), yaitu kemampuan untuk memberikan pelayanan yang
dijanjikan dengan segera, akurat dan memuaskan kinerja harus sesuai denganharapan
pelanggan.
3. Daya tanggap (responsiveness), yaitu kemampuan untuk membantu dan memberikan
pelayanan yang cepat dan tepat kepada para pelanggan dengan penyampaian informasi
yang jelas.
4. Jaminan (assurance), adanya kepastian yaitu pengetahuan, kesopansantunan, dan
kemapuan pihak restoran untuk menumbuhkan rasa percaya pada pelanggan.
5. Empati (Empathy), yaitu memberikan perhatian yang tulus yang bersifat individu atau
pribadiyang diberikan kepada para pelanggandengan berupa memahami keinginan
konsumen.
3. Persepsi Harga
Persepsi harga merupakan nilai yang terkandung dalam suatu harga. Menurut
Maemunah (2019), persepsi harga mempengaruhi kepuasan pada konsumen, dalam
persepsi harga masing-masing individu memberikan penilainnya tidak sama antara
konsumen satu dengan konsumen lainnya. Persepsi harga merupakan pandangan
mengenai harga tentang bagaimana konsumen dengan memandang persepsi harga dengan
maksud harga yang tinggi atau rendah serta wajar itu mempunyai pengaruh kuat dengan
maksud membeli serta kepuasan membeli. Sedangkan menurut Alfani dan Sulastini,
(2016) persepsi harga adalah kecenderungan konsumen untuk menggunakan harga dalam
memberi penilaian tentang produk. Menurut Harjati dan Venesia, (2015) persepsi harga
yang dipikirkan oleh seseorang dapat menjadi nilai tentang apa yang dipikirkannya, untuk
itu didalam pemasaran persepsi sangat bernilai untuk ditanamkan kepada masyarakat
bahwa produk atau pelayanan tersebut bernilai dan dibutuhkan.
Strategi penetapan harga menjadi sesuatu yang perlu diperhatikan dalam tiga
situasi, Amanah, (2010) berikut ini :
a. Ketika harga produk baru sedang ditetapkan.
b. Ketika sedang mempertimbangkan melakukan perubahan jangka panjang bagi suatu
produk yang telah mapan.
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Washliyah Sibolga 414
Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah Vol 4 No 1, Januari 2021
E-ISSN : 2599-3410 | P-ISSN : 2614-3259
DOI : [Link]
c. Ketika sedang mempertimbangkan melakukan perubahan jangka pendek.
Pada dasarnya terdapat tujuan penetapan harga, Amanah (2010) yaitu:
a. Tujuan berorientasi pada laba
Asumsi teori ekonomi klasik menyatakan bahwa setiap perusahaan selalu memiliki
harga yang dapat menghasilkan laba paling tinggi. Tujuan ini dikenal dengan istilah
maksimal laba.
b. Tujuan berorientasi pada volume
Selain tujuan berorientasi pada laba, ada pula perusahaan yang menetapkan harganya
berdasarkan tujuan berorientasi pada volume tertentu atau biasa yang dikenal dengan
istilah volume pricing objectives.
c. Tujuan berorientasi pada citra
Citra (image) suatu perusahaan dapat dibentuk melalui strategi penetapan harga.
Perusahaan dapat menetapkan harga tinggi untuk membenuk atau mempertahankan
citra prestisius.
d. Tujuan stabilisasi harga
Pada pasar yang konsumennya sangat sensitif terhadap harga, bila suatu perusahaan
menurunkan, maka para pesaingnya harus menurunkan harga mereka.
Tujuam menetapan harga diatas implikasi yang penting terhadap strategi bersaing
perusahaan. Tujuan yang ditetapkan harus konsisten dengan cara yang ditempuh
perusahaan dan menempatkan posisi relatifnya dalam persaingan.
4. Cita Rasa
Cita rasa merupakan atribut makanan yang meliputi penampakan, bau, rasa, tekstur,
dan suhu. Citarasa ialah bentuk kerjasama dari kelima macam indera manusia yakni
perasa, penciuman, perabaan, penglihatan dan pendengaran. Menurut Drummond dan
Brefere (2010) mengemukakan bahwa cita rasa merupakan cara dalam pemilihan
makanan atau minuman yang dibedakan dari rasa itu. Rasa sendiri merupakan ahsil kerja
pengecap rasa (taste buds) yang terletak di lidah, pipi, kerongkongan, atap mulut, yang
merupakan bagian dari cita rasa. Ada kalanya makanan yang tersedia tidak mempunyai
bentuk yang menarik meskipun kandungan gizinya tinggi, dengan arti lain kualitas dari
suatu produk makanan sangat ditentukan oleh tingkat kesukaan konsumen terhadap
makanan tersebut. Umumnya pengolah makanan selalu berusaha untuk menghasilkan
produk yang berkualitas baik. Kualitas makanan adalah keseluruhan sifat-sifat dari
makanan tersebut yang berpengaruh terhadap konsumen.
III. METODOLOGI PENELITIAN
Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan penelitian deskriptif
kuantitatif. Penelitian ini dilakukan secara langsung dan lokasi yang dipilih oleh peneliti
adalah Rumah Makan Ulu Bete Laut Masamba Kabupaten Luwu Utara. Populasi
merupakan keseluruhan dari objek atau subjek yang berada pada suatu wilayah serta telah
memenuhi syarat yang ditetapkan yang berhubungan pada masalah penelitian,
keseluruhan individu yang terdapat dalam ruang lingkup penelitian. kemudian ditarik
kesimpulannya (Hamid, 2019). Populasi pada penelitian ini yaitu pelanggan rumah
makan ulu bete Masamba Kabupaten Luwu Utara. Sampel merupakan keseluruhan dari
kelompok individu yang ditetapkan atau dipilih yang bersumber dari populasinya
(Hamid, 2019). Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan dengan penedekatan
teknik non probability sampling yaitu accidental sampling. Penarikan sampel dengan non
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Washliyah Sibolga 415
Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah Vol 4 No 1, Januari 2021
E-ISSN : 2599-3410 | P-ISSN : 2614-3259
DOI : [Link]
probability sampling pada umumnya digunakan untuk penelitian yang populasinya tidak
dapat diketahui, sehingga tidak dapat kesimpulan yang berlaku umum terhadap populasi
(Gulo, 2002). Accidental sampling adalah salah satu prosedur sampling yang memilih
sampel yang telah memenuhi karakteristik penelitian dan kebetulan dijumpai oleh
peneliti. Sehingga penentuan jumlah sampel mengacu pada pendapat Malhotra (2006),
batas minimum untuk jumlah sampel yaitu empat atau lima kali dari jumlah item
pertanyaan. Sehingga dalam penelitian ini menggunakan 140 sampel yang diperoleh dari
5 x 28 (jumlah indikator penelitian).
Penelitian ini melalui teknik pengujian data yaitu uji validitas, uji reliabilitas, dan
uji hipotesis dengan pendekatan analsisi regresi linier berganda. Uji regresi linear
berganda bertujuan untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan
variabel dependen apakah positif atau negatif. Adapun bentuk persamaan regresi adalah:
Y= a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + b5X5 + b6X6 + b7X7 + e
Dimana:
Y = Kepuasan Konsumen
a = Harga Y bila X = 0 (harga konstan)
b1-b7 = Koefisien regresi
X1 = Bukti Fisik
X2 = Kehandalan
X3 = Daya Tanggap
X4 = Jaminan
X5 = Empati
X6 = Persepsi Harga
X7 = Cita Rasa
e = Standar error
Berikut disajikan defenisi dan indikator untuk setiap variabel yang digunakan
pada penelitian ini.
Tabel 1. Defenisi dan Indikator Variabel Penelitian
Variabel Definisi Indikator Sumber
Bukti Fisik Kemampuan suatu 1. Lokasi parkir Saidani dan
(X1) perusahaan dalam 2. Penampilan Sugiharto
menunjukkan karyawan (2013)
eksistensinya kepada 3. Interior
pihak eksternal 4. Peralatan makan
Kehandalan Kemampuan 1. Kecepatan Saidani dan
(X2) untukmemberikan 2. Ketepatan Sugiharto
pelayanan yang 3. Kenyamanan (2013)
dijanjikan dengan 4. Keramahan
segera, akurat dan
memuaskan
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Washliyah Sibolga 416
Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah Vol 4 No 1, Januari 2021
E-ISSN : 2599-3410 | P-ISSN : 2614-3259
DOI : [Link]
Daya tanggap Kemampuan pihak 1. Penanganan Sasongko dan
(X3) perusahaan untuk keluhan Subagio (2013)
membantu dan 2. Pengetahuan
memberikan karyawan
pelayanan yang cepat 3. Pelayanan terbaik
dan tepat kepada para
pelanggan dengan
penyampaian
informasi yang jelas
Jaminan Jaminan adanya 1. Kejujuran Sasongko dan
(X4) kepastian yaitu 2. Kesopanan Subagio (2013)
pengetahuan, 3. kepercayaan
kesopansantunan dan
kemampuan pihak
resotoran untuk
menumbuhkan rasa
percaya terhadap
pelanggan
Empati Memberikan perhatian 1. Komunikasi yg Utami, Surya, I.
(X5) yang tulus dan bersifat baik M. J (2015)
individu atau pribadi 2. Perhatian terhadap
kepada para pelanggan konsumen
dengan berupaya 3. Senyum, Sapa,
memahami keinginan Salam
konsumen
Persepsi Harga Kecenderungan 1. Keterjangkauan Wiedyani dan
(X6) konsumen untuk harga Prabowo (2019)
menggunakan harga 2. Kesesuaian harga
dalam memberi dengan kualitas
penilaian tentang produk/jasa
kualitas produk 3. Daya saing harga
4. Kesesuaian harga
dengan manfaat
Cita Rasa Cita rasa merupakan 1. Aroma Maimunah
(X7) atribut makanan yang 2. Rasa (2020)
meliputi penampakan, 3. Rangsangan mulut
bau, rasa, tekstur, dan
suhu
Kepuasan Kepuasan konsumen 1. Kepuasan terhadap Yola dan
Konsumen merupakan respon kemampuan untuk Budianto (2013)
(Y) konsumen terhadap melaksanakan jasa
ketidaksesuaian antara yang dijanjikan
tingkat kepentingan 2. Kepuasan terhadap
sebelumnya dan kemauan
kinerja aktual yang membantu
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Washliyah Sibolga 417
Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah Vol 4 No 1, Januari 2021
E-ISSN : 2599-3410 | P-ISSN : 2614-3259
DOI : [Link]
dirasakan setelah konsumen layanan
pemakaian setelah pakai
3. Kepuasan
pengetahuan dan
kesopanan
4. Kepuasan terhadap
peduli konsumen
IV. HASIL PENELITIAN
1. Gambara Umum Responden
Berikut adalah gambaran umum dari responden yang digunakan didalam penelitian ini
yaitu terdiri dari usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan jumlah
kunjungan.
a. Deskripsi Responden Berdasarkan Usia
Berikut merupakan penyajian hasil uji deskripsi berdasarkan usia.
Tabel 2. Deskripsi Responden Berdasarkan Usia
No Usia Jumlah responden Persentase
1 18-30 Tahun 98 70,0
2 31-40 Tahun 30 21,4
3 41-50 Tahun 10 7,1
4 >50 Tahun 2 1,4
Jumlah 140 100
Tabel 2 menunjukkan bahwa responden yang berkunjung kerumah makan ulu bete
mayoritas berumur 18-30 tahun sebesar 70% atau 98 orang. Selanjutnya yaitu berusia 31-
40 tahun sebesar 21,4% atau 30 orang, dan yang berusia 41-50 tahun sebesar 7,1% atau
10 orang, sisanya berusia >50 tahun sebesar 1,4% atau 2 orang.
b. Deskripsi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Berikut merupakan penyajian hasil uji deskripsi berdasarkan jenis kelamin.
Tabel 3. Deskripsi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
No Jenis Kelamin Jumlah Responden Persentase
1 Laki-laki 63 45,0
2 Perempuan 77 55,0
Jumlah 140 100
Tabel 3 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 63 orang atau 45% responden laki-laki dan
sebanyak 77 orang atau 55% responden perempuan.
c. Deskripsi Responden Berdasarkan Pendidikan
Berikut penyajian hasil uji deskripsi berdasarkan pendidikan terakhir.
Tabel 4. Deskripsi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan
No Pendidikan Jumlah Responden Persentase
1 SMA 86 61,4
2 DIII 9 6,4
3 S1 35 25,0
4 S2 4 2,9
5 Lainnya 6 4,3
Jumlah 140 100
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Washliyah Sibolga 418
Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah Vol 4 No 1, Januari 2021
E-ISSN : 2599-3410 | P-ISSN : 2614-3259
DOI : [Link]
Tabel 4 menunjukkan bahwa sebanyak 68 orang atau 61,4% responden berpendidikan
terakhir SMA, selanjutnya sebanyak 9 orang atau 6,4% responden berpendidikan terakhir
DIII dan sebanyak 35 orang atau 25,0% responden berpendidikan terakhir S1 serta
sebanya 4 orang atau 2,9% responden berpendidikan terakhir S2 , dan liannya sebanyak
6 orang atau 4,3% .
d. Deskripsi Responden Berdasarkan Pekerjaan
Berikut merupakan hasil uji deskripsi berdasarkan pekerjaan.
Tabel 5. Deskripsi Responden Berdasarkan Berdasarkan Pekerjaan
No Pekerjaan Jumlah Responden Persentase
1 PNS 30 21,4
2 Karyawan Swasta 49 35,0
3 Pelajar/Mahasiswa 32 22,9
4 Wiraswasta 29 20,7
Jumlah 140 100
Tabel 5 menunjukkan bahwa sebanyak 30 orang atau 21,4% responden bekerja sebagai
PNS,selanjutnya sebanyak 49 orang atau 35,0% responden bekerja sebagai karyawan
swasta dan sebanyak 32 orang atau 22,9% responden adalah pelajar/mahasiswa, sisanya
sebanyak 29 orang atau 20,7% adalah wiraswasta.
e. Deskripsi Responden Berdasarkan Jumlah Kunjungan
Berikut hasil uji deskripsi berdasarkan jumlah kunjungan.
Tabel 6. Deskripsi Responden Berdasarkan Berdasarkan Jumlah Kunjungan
No Kunjungan Jumlah Responden Persentase
1 1 kali 24 17,1
2 2 kali 46 32,9
3 3 kali 31 22,1
4 4 kali 23 16,4
5 5 kali 16 11,4
Jumlah 140 100
Tabel 6 menunjukkan bahwa sebanyak 24 orang atau 17,1% responden berkunjung 1 kali
dalam 1 bulan terakhir dan sebanyak 46 orang atau 32,9% responden berkunjung 2 kali
dalam 1 bulan terakhir, selanjutnya sebanyak 31 orang atau 22,1% responden berkunjung
dalam 1 bulan terakhir, serta sebanyak 23 orang atau 16,4% responden berkunjung dalam
1 bulan terakhir, sisanya sebanyak 16 orang atau 11,4 responden yang berkunjung dalam
1 bulan terakhir.
2. Uji Validitas dan Reliabilitas
a. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu kuesioner. Pengujian
ini dilakukan dengan menggunakan Person Corelation, pedoman suatu model dikatakan
valid jika tingkat signifikannya dibawah 0,05 maka butir pertanyaan tersebut dikatakan
valid. Tabel 7 berikut menunjukkan hasil uji validitas dari tujuh variabel yang digunakan
dalam penelitian ini, yaitu Bukti Fisik, Kehandalan, Daya Tanggap, Jaminan, Empati,
Persepsi Harga, dan Cita Rasa.
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Washliyah Sibolga 419
Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah Vol 4 No 1, Januari 2021
E-ISSN : 2599-3410 | P-ISSN : 2614-3259
DOI : [Link]
Tabel 7. Hasil Uji Validitas
Variabel Item Person Sig Keterangan
Correlation (2-Tailed)
Bukti Fisik XI.1 0,711 0,000 Valid
X1.2 0,801 0,000 Valid
X1.3 0,808 0,000 Valid
X1.4 0,811 0,000 Valid
Kehandalan X2.1 0,882 0,000 Valid
X2.2 0,893 0,000 Valid
X2.3 0,817 0,000 Valid
X2.4 0,785 0,000 Valid
Daya Tanggap X3.1 0,855 0,000 Valid
X3.2 0,846 0,000 Valid
X3.3 0,811 0,000 Valid
Jaminan X4.1 0,871 0,000 Valid
X4.2 0,924 0,000 Valid
X4.3 0,837 0,000 Valid
Empati X5.1 0,847 0,000 Valid
X5.2 0,847 0,000 Valid
X5.3 0,845 0,000 Valid
Persepsi Harga X6.1 0,786 0,000 Valid
X6.2 0,798 0,000 Valid
X6.3 0,743 0,000 Valid
X6.4 0,788 0,000 Valid
Cita Rasa X7.1 0,907 0,000 Valid
X7.2 0,923 0,000 Valid
X7.3 0,864 0,000 Valid
Kepuasan Konsumen Y1.1 0,786 0,000 Valid
Y1.2 0,827 0,000 Valid
Y1.3 0,795 0,000 Valid
Y1.4 0,784 0,000 Valid
Berdasarkan tabel 7, maka dapat diketahui variabel independen dan dependen beserta
item-item pertanyaan yang diuji berdasarkan aplikasi SPSS versi.26 dinyatakan valid,
karena nilai Corrected Item-Correlation lebih kecil dari Signifikansi 0,05 (5 %)
b. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas dilakukan untuk menilai konsistensi dari instrumen penelitan. Suatu
instrumen penelitian dapat dikatakan reliabel jika nila Cronbach Alpha berada diatas
0,06. Tabel 8 menunjukkan hasil uji reliabilitas untuk 7 variabel independen dan 1
variabel dependen dalam penelitian ini.
Tabel 8. Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Cronbach’s Keterangan
Alpha
Bukti Fisik ,787 Reliabel
Kehandalan ,867 Reliabel
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Washliyah Sibolga 420
Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah Vol 4 No 1, Januari 2021
E-ISSN : 2599-3410 | P-ISSN : 2614-3259
DOI : [Link]
Daya Tanggap ,786 Reliabel
Jaminan ,862 Reliabel
Empati ,814 Reliabel
Persepsi Harga ,788 Reliabel
Cita Rasa ,879 Reliabel
Kepuasan Konsumen ,809 Reliabel
Tabel 8 menunjukkan nilai cronbach’s alpha atas variabel bukti fisik sebesar 787,
kehandalan sebesar 867, daya tanggap sebesar 789, jaminan sebesar 862, empati sebesar
814, persepsi harga sebesar 788, cita rasa sebesar 879, dan kepuasan konsumen sebesar
809. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan dalam kuesioner ini reliabel
karena mempunyai nilai cronbach’s alpha lebih besar dari 0,6. Hal ini menunjukkan
bahwa setiap item pertanyaan yang digunakan akan mampu memperoleh data yang
konsisten yang berarti bila pernyataan itu diajukan kembali akan diperoleh jawaban yang
relatif sama dengan jawaban sebelumnya.
3. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda
Analisis regresi linear berganda digunakan dalam penelitian ini dengan tujuan untuk
membuktikan hipotesis mengenai adanya pengaruh variabel periklanan celebrity
endorser dan label halal pada keputusan pembelian. Adapun hasil perhitungan regresi
linear berganda dapat tersaji pada tabel 9.
Tabel 9. Regresi Linear Berganda
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 3,314 ,639 5,189 0,000
Bukti Fisik 0,138 0,066 0,156 2,073 0,040
Kehandalan 0,051 0,055 0,064 0,926 0,356
Daya Tanggap 0,179 0,086 0,154 2,083 0,039
Jaminan 0,202 0,073 0,198 2,778 0,006
Empati 0,103 0,082 0,099 1,266 0,208
Persepsi Harga 0,174 0,073 0,188 2,370 0,019
Cita Rasa 0,150 0,068 0,155 2,207 0,029
Nilai konstanta pada koefisien regresi pada tabel 9 dapat dijelaskan bahwa untuk nilai
konstanta untuk persamaan regresi berdasarkan perhitungan statistik diatas sebesar 3,314
artinya apabila variabel bebas bernilai nol maka kepuasan konsumen rumah makan ulu
bete tetap 3,314. Variabel bukti fisik memiliki koefisien positif sebesar 0,138. Nilai
koefisien regresi positif menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu persen variabel bukti
fisik dengan asumsi variabel lain tetap, maka akan meningkatkan kepuasan konsumen
rumah makan ulu bete sebesar 0,138 atau 13,8%. Selanjutnya untuk variabel kehandalan
memiliki koefisien positif sebesar 0,051. Nilai koefisien regresi positif menunjukkan
bahwa setiap kenaikan satu persen variabel kehandalan dengan asumsi variabel lain tetap,
maka akan meningkatkan kepuasan konsumen rumah makan ulu bete sebesar 0,051 atau
05,1%.
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Washliyah Sibolga 421
Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah Vol 4 No 1, Januari 2021
E-ISSN : 2599-3410 | P-ISSN : 2614-3259
DOI : [Link]
Kemudian untuk variabel daya tanggap memiliki koefisien positif sebesar 0,179. Nilai
koefisien regresi positif menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu persen variabel daya
tanggap dengan asumsi variabel lain tetap, maka akan meningkatkan kepuasan konsumen
rumah makan ulu bete sebesar 0,179 atau 17,9%. Variabel jaminan memiliki koefisien
positif sebesar 0,202. Nilai koefisien regresi positif menunjukkan bahwa setiap kenaikan
satu persen variabel daya tanggap dengan asumsi variabel lain tetap, maka akan
meningkatkan kepuasan konsumen rumah makan ulu bete sebesar 0,202 atau 20,2%.
Variabel empati memiliki koefisien positif sebesar 0,103. Nilai koefisien regresi positif
menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu persen variabel empati dengan asumsi variabel
lain tetap, maka akan meningkatkan kepuasan konsumen rumah makan ulu bete sebesar
0,103 atau 10,3%. Untuk variabel persepsi harga memiliki koefisien positif sebesar 0,174.
Nilai koefisien regresi positif menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu persen variabel
persepsi harga dengan asumsi variabel lain tetap, maka akan meningkatkan kepuasan
konsumen rumah makan ulu bete sebesar 0,174 atau 17,4%. Variabel cita rasa memiliki
koefisien positif sebesar 0,150. Nilai koefisien regresi positif menunjukkan bahwa setiap
kenaikan satu persen variabel cita rasa dengan asumsi variabel lain tetap, maka akan
meningkatkan kepuasan konsumen rumah makan ulu bete sebesar 0,150 atau 15,0%.
4. Uji hipotesis
a. Secara parsial (uji t)
Pengaruh bukti fisik terhadap kepuasan konsumen berpengaruh positif signifikan dengan
nilai probabilitas sebesar 0,040 lebih kecil dari level of significance (α = 0,05).
Selanjutnya pengaruh kehandalan terhadap kepuasan konsumen berpengaruh positif
signifikan dengan nilai probabilitas sebesar 0,356 lebih besar dari level of significance (α
= 0,05). Variabel daya tanggap terhadap kepuasan konsumen berpengaruh signifikan
terhadap kepuasan konsumen dengan nilai probabilitas sebesar 0,039 lebih kecil dari level
of significance (α = 0,05). Varaibel jaminan terhadap kepuasan konsumen berpengaruh
signifikan dengan nilai probabilitas sebesar 0,006 lebih kecil dari level of significance (α
= 0,05). Selanjutnya untuk variabel empati terhadap kepuasan konsumen berpengaruh
tidak signifikan dengan nilai probabilitas sebesar 0,208 lebih besar dari level of
significance (α = 0,05). Untuk variabel harga terhadap kepuasan konsumen berpengaruh
signifikan dengan nilai probabilitas sebesar 0,019 lebih kecil dari level of significance (α
= 0,05). Sedangakan untuk pengaruh cita rasa terhadap kepuasan konsumen berpengaruh
signifikan dengan nilai probabilitas sebesar 0,029 lebih kecil dari level of significance (α
= 0,05).
b. Secara Simultan (uji F)
Berikut disajikan hasil pengujian secara simultan (Uji F).
Tabel 10. Hasil Uji F
Sum of Mean
Model Squares Df Square F Sig.
1 Regression 703,903 7 100,558 56,257 .000b
Residual 235,947 132 1,787
Total 939,850 139
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Washliyah Sibolga 422
Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah Vol 4 No 1, Januari 2021
E-ISSN : 2599-3410 | P-ISSN : 2614-3259
DOI : [Link]
Berdasarkan tabel 10 hasil pengujian secara simultan pengaruh variabel independen
(bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati, harga, dan cita rasa) terhadap
variabel dependen (kepuasan konsumen) secara simultan dengan nilai probabilitas
sebesar 0,000 lebih kecil dari level of significance (α = 0,05).
c. Koefisien determinasi (R²)
Uji koefisien determinasi ini digunakan untuk mengukur seberapa jauhvariabel-variabel
bebas dalam menerangkan variabel terikatnya. Nilai koefisien determinasi untuk dua
variabel bebas tersaji pada tabel 11.
Tabel 11. Hasil Koefisien Determinasi (R²)
R Adjusted Std. Error of
Model R Square R Square the Estimate
1 .865a 0,749 0,736 1,33697
Berdasakan Tabel 11 hasil koefisien determinasi (R²) diatas, diperoleh nilai
adjusted R square sebesar 0,736. Artinya besaran variasi perubahan kepuasan konsumen
rumah makan ulu bete Masamba Kabupaten Luwu Utara dapat dipengaruhi oleh variabel
bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati, harga, dan cita rasa sebesar
74,9%. Sedangkan sisanya sebesar 26,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak di
terdapat dalam model penelitian ini.
5. Pembahasan
a. Pengaruh Bukti Fisik terhadap kepuasan konsumen
Pengaruh bukti fisik terhadap kepuasan konsumen berpengaruh positif signifikan hasil
yang diperoleh dengan uji t tingkat signifikan 0,040 yang lebih kecil dari 0,05 sehingga
variabel bukti fifik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen.
Hasil temuan ini mendukung hasil temuan penelitian yang dilakukan oleh Montung dan
Sepang, (2015) bahwa dimensi kualitas layanan berdampak positif terhadap kepuasan
pelanggan pada restoran Baruna Sanur. Hasil temuan ini mengindikasikan bahwa dimensi
kualitas layanan yaitu bukti fisik yang ada pada rumah makan ulu bete Masamba
Kabupaten Luwu Utara dipersepsikan positif oleh responden. Tersedianya lokasi parkir
yang strategis, penampilan karyawan, tersedianya tempat ibadah (musholla), dan
peralatan makan yang bersih. Hasil temuan ini juga sejalan dengan apa yang dikemukakan
oleh Kotler (2009) bahwa kepuasan merupakan perasaan senang atau kecewa yang timbul
karena membandingkan antara kinerja atau hasil terhadap ekspektasi pelanggan.
b. Pengaruh kehandalan terhadap kepuasan konsumen
Variabel kehandalan berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kepuasan
konsumen rumah makan ulubete luwu utara, hasil yang diperoleh dengan uji t tingkat
signifikan sebesar 0,356 yang lebih besar dari 0,05 sehingga variabel kehandalan
berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kepuasan konsumen. Hasil temuan
ini mendukung hasil temuan penelitian yang dilakukan oleh Maemunah (2019) bahwa
dimensi kualitas layanan berdampak tidak signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Hasil
temuan ini memberikan informasi bahwa kehandalan yang dimiliki oleh rumah makan
ulu bete Masamba Kabupaten Luwu Utara seperti kecepatan pelayanan, ketepatan
pelayanan, kenyamanan, serta keramahan masih belum diterima dengan baik oleh
pelanggan. Beberapa faktor tersebut memang snagatlah sensitif dirasakan langsung oleh
konsumen.
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Washliyah Sibolga 423
Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah Vol 4 No 1, Januari 2021
E-ISSN : 2599-3410 | P-ISSN : 2614-3259
DOI : [Link]
c. Pengaruh daya tanggap terhadap kepuasan konsumen
Variabel daya tanggap berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen
rumah makan ulu bete luwu utara, hasil yang diperoleh dengan uji t tingkat signifikan
sebesar 0,039 yang lebih kecil dari 0,05 sehingga variabel daya tanggap berpengaruh
positif signifikan terhadap kepuasan konsumen. Hasil temuan ini mendukung hasil
temuan penelitian yang dilakukan oleh Montung dan Sepang, (2015) bahwa dimensi
kualitas layanan berdampak positif terhadap kepuasan pelanggan pada restoran Baruna
Sanur. Hasil temuan ini mengindikasikan bahwa daya tanggap yang dimiliki rumah
makan ule bete Masamba Kabupaten Luwu Utara berupa penanganan keluhan yang
dirasakan oleh responden dipersepsikan dengan baik. Selain itu pengetahuan karyawan
dalam memberikan pelayanan yang prima sudah dapat dirasakan dan dipersepsikan
dengan baik oleh responden.
d. Pengaruh jaminan terhadap kepuasan konsumen
Variabel jaminan berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen rumah makan ulu
bete luwu utara, hasil uji t tingkat signifikan sebesar 0,006 yang lebih kecil dari 0,05
sehingga variabel daya tanggap berpengaruh terhadap kepuasan konsumen. Hasil temuan
ini mendukung hasil temuan penelitian yang dilakukan oleh Montung dan Sepang, (2015)
bahwa dimensi kualitas layanan berdampak positif terhadap kepuasan pelanggan pada
restoran Baruna Sanur. Hasil temuan ini mengindikasikan bahwa jaminan yang diberikan
oleh rumah makan ulu bete Masamba Kabupaten luwu Utara berupa kejujuran, kesopnan,
serta pemahaman yang dimiliki oleh karyawan dipersepsikan dengan baik oleh
responden.
e. Pengaruh empati terhadap kepuasan konsumen
Variabel empati berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kepuasan rumah
makan ulu bete luwu utara, hasil yang diperoleh dengan uji t tingkat signifikan sebesar
0,208 yang lebih besar dari 0,05 sehingga variabel empati berpengaruh positif namun
tidak signifikan. Hasil temuan ini mendukung hasil temuan penelitian yang dilakukan
oleh Maemunah (2019) bahwa dimensi kualitas layanan berdampak tidak signifikan
terhadap kepuasan pelanggan. Hasil temuan ini memberikan informasi bahwa empati
yang dimiliki oleh rumah makan ulu bete Masamba Kabupaten Luwu Utara seperti
komunikasi yang baik dengan pelanggan, perhatian terhadap pelanggan, serta
memberikan senyum, sapa, dan salam juga masih belum dipersepsikan dengan baik oleh
responden. Hal ini mengindikasikan bahwa indikator tersebut dinilai belum konsisten
diterapkan pada rumah makan ulu bete Masamba Kabupaten Luwu Utara.
f. Pengaruh Persepsi Harga terhadap Kepuasan Konsumen
Pengaruh harga terhadap kepuasan konsumen berpengaruh positif signifikan hasil yang
di peroleh dengan uji t tingkat signifikan 0,019 lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan
bahwa konsumen menggunakan harga sebagai bahann pertimbangan dalam menentukan
pembelian suatu produk. Hasil penelitian ini mendukung penelitian Montung dan Sepang,
(2015) dimana dalam penelitian tersebut menemukan bahwa persepsi harga berpengaruh
signifikan terhadap kepuasan konsumen. Hasil temuan penelitian ini membarikan
informasi bahwa persepsi terhadap harga yang ditawarkan untuk menu makanan dan
miniman pada rumah makan ulu bete dirasakan terjangkau oleh konsumen. Selain itu
konsumen juga menganggap bahwa adanya kesesuaian antara harga dengan kualitas yang
ditawarkan serta manfaat yang langsung dirasakan oleh responden.
g. Pengaruh Cita Rasa terhadap Kepuasan Konsumen
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Washliyah Sibolga 424
Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah Vol 4 No 1, Januari 2021
E-ISSN : 2599-3410 | P-ISSN : 2614-3259
DOI : [Link]
Pengaruh cita rasa terhadap kepuasan konsumen berpengaruh positif signifikan hasil yang
diperoleh dengan uji t tingkat signifikan 0,029 lebih kecil dari 0,05. Hasil penelitian ini
mendukung penelitian Maemunah (2019) dimana dalam penelitian tersebut menemukan
bahwa cita rasa berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen. Hasil temuan
penelitian ini mememberikan informasi bahwa cita rasa pada makan dan minuman yang
ditawarkan pada rumah makan ulu bete berupa aroma dan rasanya dipersepsikan dengan
baik artinya bahwa cita rasa makanan dan miniman sudah mampu melekat dibenak
konsumen.
V. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis statistik yang telah diuraikan sebelumnya dapat diambil
beberapa kesimpulan diantaranya yaitu pertama, secara parsial bukti fisik berpengaruh
positif signifikan terhadap kepuasan konsumen rumah makan Ulu Bete. Hal ini
menunjukkan bahwa bukti fisik dipersepsikan baik oleh responden dalam meningkatkan
kepuasan. Kedua, secara parsial kehandalan berpengaruh positif tidak signifikan terhadap
kepuasan konsumen. Hal ini menunjukkan bahwa kehandalan berupa kecepatan
pelayanan, ketepatan pelayanan, kenyamanan, serta keramahan masih belum
dipersepsikan dengan baik oleh pelanggan dalam meningkatkan kepuasan. Ketiga, secara
parsial daya tanggap berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan. Artinya bahwa
daya tanggap berupa penanganan keluhan yang dirasakan oleh responden dan
pengetahuan karyawan dipersepsikan dengan baik oleh responden dalam meningkatkan
kepuasan. Keempat, secara parsial jaminan berpengaruh positif signifikan terhadap
kepuasan. Artinya bahwa jaminan berupa kejujuran, kesopnan, serta pemahaman yang
dimiliki oleh karyawan dipersepsikan dengan baik oleh responden dalam menigkatkan
kepuasan. Kelima, secara parsial empati berpengaruh positif tidak signifikan terhadap
kepuasan konsumen. Hal ini menunjukkan bahwa empati berupa komunikasi yang baik
dengan pelanggan, perhatian terhadap pelanggan, serta memberikan senyum, sapa, dan
salam juga masih belum dipersepsikan dengan baik oleh responden dalam meningkatkan
kepuasan. Keenam, secara parsial persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kepuasan konsumen. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi harga berupa harga
yang ditawarkan untuk menu makanan dan miniman terjangkau oleh konsumen, selain
itu kesesuaian antara harga dengan kualitas yang ditawarkan serta manfaat yang langsung
dirasakan oleh responden dapat meningkatkan kepuasan. Ketujuh, cita rasa berpengaruh
positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen rumah makan. Hal ini menunjukkan
bahwa cita rasa berupa aroma dan rasa makanan dan minuman dipersepsikan dengan baik
artinya bahwa cita rasa makanan dan miniman sudah mampu melekat dibenak konsumen
dan dapat meningkatkan kepuasan konsumen. Terakhir, bahwa kualitas layanan dalam
hal ini terdiri dari lima dimensi yang menjadi variabel yaitu bukti fisik, kehandalan, daya
tanggap, jaminan, dan empati, secara simultan berpengaruh positif terhadap kepuasan
konsumen.
DAFTAR PUSTAKA
Amanah, D. 2010. Pengaruh Harga dan Kualitas Produk terhadap Kepuasan Konsumen
pada Majestyk Bakery & Cake Shop Cabang H.M Yamin Medan. Jurnal Keuangan
& Bisnis, Vol: 2., Hal: 71-87.
Drummond, K. E., & Brefere, L. M. (2010). Nutrition for foodservice and culinary
professionals (p. 480). Wiley.
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Washliyah Sibolga 425
Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah Vol 4 No 1, Januari 2021
E-ISSN : 2599-3410 | P-ISSN : 2614-3259
DOI : [Link]
Gulo, W. (2002). Metodelogi Penelitian. Jakarta: Grasindo.
Hamid, R. S., & Patra, I. K. (2019). PENGANTAR STATISTIKA UNTUK RISET
BISNIS DAN EKONOMI Konsep Dasar dan Aplikasi SPSS versi 25. Banten: CV.
AA. RIZKY.
Handoko, T, H. 2010. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia (Edisi 2).
BPFE. Yogyakarta.
Hardiyati, R., & KHASANAH, I. (2010). Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan
Terhadap Kepuasan Konsumen Menggunakan Jasa Penginapan (Villa) Agrowisata
Kebun Teh Pagilaran (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS DIPONEGORO).
Harjati, L., & Venesia, Y. 2015. Pengaruh Kualitas Layanan dan Persepsi Harga Terhadap
Kepuasan Pelanggan Pada Maskapai Penerbangan Tiger Air Mandala. E-Journal
WIDYA Ekonomika, Vol 1, Hal 64–74.
Kotler, P. 2000. Manajemen Pemasaran. Jilid kedua. Jakarta: Prenhallindo.
Kotler, P. dan G. A. 2008. Principles Of Marketing. Twelfth Edition. Pearson.
Kotler. 2009. Manajemen Pemasaran (Edisi 13). Penerbit Erlangga.
Maemunah, S. 2019. Pengaruh kualitas pelayanan, persepsi harga, cita rasa terhadap
kepuasan konsumen dan loyalitas konsumen. IQTISHADequity, Vol 1(No. 2), 57–68
Maemunah, S. 2019. Pengaruh kualitas pelayanan, persepsi harga, cita rasa terhadap
kepuasan konsumen dan loyalitas konsumen. IQTISHADequity, Vol 1(No. 2), 57–
68.
Maimunah, S. (2020). PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, PERSEPSI HARGA,
CITA RASA TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DAN LOYALITAS
KONSUMEN. iqtishadEQUITY jurnal MANAJEMEN, 1(2).
Malhotra, Naresha K. (2006). Marketing Research: An Applied Orientation (5th Edition).
Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall.
Muhammad, A., & Sulastini. 2016. Analisis Pengaruh Kualitas Produk, Kualitas Layanan
Dan Persepsi Harga Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada Minyak Goreng Kemasan
CV. Indo Sari Abadi. Jurnal Komunikasi Bisnis Dan Manajemen, 3(6), 95–107
Pamela Montung, Jantje Sepang, D. A. 2015. Pengaruh Kualitas Produk, Kualitas
Layanan Dan Persepsi Harga Terhadap Kepuasan Pelanggan Di Restoran Kawan
Baru. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 15(5), 678–689.
Saidani, B., & Arifin, S. (2012). Pengaruh kualitas produk dan kualitas layanan terhadap
kepuasan konsumen dan minat beli pada ranch market. JRMSI-Jurnal Riset
Manajemen Sains Indonesia, 3(1), 1-22.
Sasongko, F., & Subagio, H. (2013). Manajemen Pemasaran Internasional Jilid II
Salemba Empat. Jurnal Manajemen Pemasaran PETRA, 1(1), 186.
Sugianto, J., & Sugiharto, S. (2013). Analisa pengaruh service quality, food quality, dan
price terhadap kepuasan pelanggan restoran Yung Ho Surabaya. Jurnal Manajemen
Pemasaran, 1(2), 1-10.
Sugianto, J., & Sugiharto, S. 2013. Analisa Pengaruh Service Quality, Food Quality dan
Price Terhadap Kepuasan Pelanggan Restoran Yung Ho Surabaya. Jurnal
Manajemen Pemasaran Petra, 1(2), 1–10.
Tjiptono, Fandi. 2004. Manajemen Jasa, Edisi ketiga. ANDI: Yogyakarta.
Tjiptono, Fandi. 2005. Pemasaran Jasa, Edisi Pertama, Malang: Bayu Media Publishing.
Utami, Ida Ayu Inten Surya, I. M. J. 2015. Pelanggan Restoran Baruna Sanur Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana , Bali , Indonesia dalam bidang kuliner (
Gonius , 2013 ). Sehingga menjadikan bisnis restoran. E-Jurnal Manajemen Unud,
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Washliyah Sibolga 426
Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah Vol 4 No 1, Januari 2021
E-ISSN : 2599-3410 | P-ISSN : 2614-3259
DOI : [Link]
4(7), 1984–2000.
Wiedyani, A. H., & Prabowo, R. E. (2019). PENGARUH KUALITAS LAYANAN,
PERSEPSI HARGA, DAN KEPERCAYAAN TERHADAP KEPUASAN
PENUMPANG KERETA API ARGO MURIA JURUSAN SEMARANG
TAWANG-JAKARTA GAMBIR.
Wijaya, T. (2010). Manajemen Kualitas Jasa: Desain Servqual,QFD, dan Kano disertai
Contoh Aplikasi dalam Kasus Penelitian. PT. Indeks. Jakarta.
Yola, M., & Budianto, D. (2013). Analisis kepuasan konsumen terhadap kualitas
pelayanan dan harga produk pada supermarket dengan menggunakan metode
Importance Performance Analysis (IPA). Jurnal Optimasi Sistem Industri, 12(12),
301-309.
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Washliyah Sibolga 427