0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan9 halaman

Bab 8

Modul ajar ini dirancang untuk siswa kelas IV SD dengan fokus pada kesehatan dan kebersihan melalui pembelajaran Bahasa Indonesia. Materi mencakup pemahaman teks narasi dan informatif, serta praktik pertolongan pertama, dengan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif. Tujuan akhir adalah agar siswa dapat menerapkan pengetahuan kesehatan dalam kehidupan sehari-hari dan mengembangkan keterampilan menulis serta berpikir kritis.

Diunggah oleh

sutriana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan9 halaman

Bab 8

Modul ajar ini dirancang untuk siswa kelas IV SD dengan fokus pada kesehatan dan kebersihan melalui pembelajaran Bahasa Indonesia. Materi mencakup pemahaman teks narasi dan informatif, serta praktik pertolongan pertama, dengan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif. Tujuan akhir adalah agar siswa dapat menerapkan pengetahuan kesehatan dalam kehidupan sehari-hari dan mengembangkan keterampilan menulis serta berpikir kritis.

Diunggah oleh

sutriana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA


BAB 8 : SEHATLAH RAGAKU

A. IDENTITAS MODUL
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Satuan Pendidikan : SDN MANGGALAI
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas / Fase / Semester : IV / B / II (Genap)
Alokasi Waktu : 12 JP (6 kali pertemuan @2 JP)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


● Pengetahuan Awal: Peserta didik memiliki pengalaman pribadi tentang sakit dan sehat,
pernah mendengar tentang alergi, dan memiliki pemahaman dasar tentang pentingnya
menjaga kebersihan dan minum air.
● Minat: Peserta didik tertarik pada cerita yang berhubungan dengan pengalaman anak-
anak seusia mereka, kegiatan interaktif, dan topik kesehatan praktis yang bisa diterapkan
sehari-hari.
● Latar Belakang: Peserta didik memiliki kebiasaan dan pemahaman yang berbeda-beda
tentang kesehatan dan kebersihan, yang menjadi dasar untuk diskusi dan berbagi
pengalaman.
● Kebutuhan Belajar:
○ Visual: Peserta didik akan dibantu dengan ilustrasi dalam cerita, infografik tentang
fungsi air bagi tubuh, dan gambar-gambar dalam teks "Suatu Hari".
○ Auditori: Pembelajaran didukung melalui kegiatan menyimak teks informatif,
diskusi kelompok, dan pembacaan cerita narasi.
○ Kinestetik: Peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan praktik pertolongan pertama
metode RICE dan membuat bagan "Pengingat Minum".

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


● Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai
○ Konseptual: Memahami ide pokok dan ide pendukung dalam teks, perbedaan antara
fakta dan opini, serta konsep swasunting (self-editing) dalam menulis.
○ Prosedural: Menganalisis struktur teks narasi (tokoh, masalah, solusi),
mengidentifikasi jenis paragraf (deduktif, induktif), mempraktikkan langkah-langkah
pertolongan pertama, dan menyunting tulisan sendiri.
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Materi sangat relevan karena
membahas isu kesehatan yang dekat dengan kehidupan anak-anak (alergi, kebersihan,
cedera ringan), memberikan pengetahuan praktis (pertolongan pertama), dan melatih
keterampilan menulis reflektif.
● Tingkat Kesulitan: Sedang. Membedakan fakta dan opini serta melakukan swasunting
secara sistematis adalah keterampilan berpikir tingkat tinggi yang memerlukan
bimbingan dan latihan.
● Struktur Materi: Dimulai dari konteks kesehatan personal melalui cerita narasi,
dilanjutkan dengan pemahaman teks informatif, analisis kritis untuk membedakan fakta
dan opini, praktik keterampilan pertolongan pertama, dan diakhiri dengan penulisan
narasi reflektif serta praktik penyuntingan.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Menanamkan nilai kepedulian terhadap kesehatan diri
sendiri dan orang lain, tanggung jawab, berpikir kritis, dan ketelitian.

D. DIMENSI PROFIL LULUSAN


● Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia:
Menunjukkan rasa syukur atas kesehatan dengan cara merawat tubuh.
● Kewargaan: Memahami pentingnya menjaga kesehatan agar dapat berpartisipasi aktif di
lingkungan sekolah dan masyarakat.
● Penalaran Kritis: Menganalisis informasi untuk membedakan antara fakta dan opini,
serta mengidentifikasi ide pokok dan pendukung dalam bacaan.
● Kreativitas: Menghasilkan tulisan narasi yang terstruktur dan bagan "Pengingat Minum"
yang fungsional.
● Kolaborasi: Bekerja sama dalam kelompok untuk mendiskusikan informasi tentang
kesehatan dan mempraktikkan metode RICE.
● Kemandirian: Melakukan swasunting terhadap tulisan sendiri dan bertanggung jawab
untuk menjaga asupan air minum harian.
● Kesehatan: Memperoleh pengetahuan dan kesadaran untuk menerapkan pola hidup
sehat, bersih, dan aman dari cedera.
● Komunikasi: Menceritakan kembali informasi yang didengar dan menyampaikan hasil
diskusi kelompok dengan jelas.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)


Pada akhir Fase B, peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:
 Menyimak
Memahami ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang
dibacakan dan/atau didengarkan); dan memahami isi teks sastra berbentuk teks aural.
 Membaca dan Memirsa
Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa; dan
memahami ide pokok, ide pendukung, pesan, dan informasi dalam teks sastra dan
nonsastra berbentuk cetak dan/atau elektronik.
 Berbicara dan Mempresentasikan
Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai,
menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks; menanggapi diskusi sesuai
tata cara; dan menceritakan kembali isi dan/atau informasi dari berbagai tipe teks yang
dibaca, dipirsa, atau didengar.
 Menulis
Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam; dan
menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif untuk
menulis teks sesuai dengan konteks.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU


● Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK): Keterkaitan langsung
dengan materi kesehatan, P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan), dan penyebab
cedera dalam olahraga.
● Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS): Konsep fungsi organ tubuh, pentingnya
air bagi kehidupan, dan penyebab penyakit (kuman, alergi).
● Matematika: Konsep pengukuran (misalnya, 2 liter air) dan urutan langkah dalam
sebuah prosedur.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
● Pertemuan 1: Peserta didik mampu memahami pesan dan informasi tentang kesehatan
sehari-hari dari teks narasi. (2 JP)
● Pertemuan 2: Peserta didik mampu memahami dan merangkum informasi dari teks
informatif yang dibacakan guru. (2 JP)
● Pertemuan 3: Peserta didik mampu mengidentifikasi ide pokok dan ide pendukung serta
jenis paragraf dalam teks informatif. (2 JP)
● Pertemuan 4: Peserta didik mampu membedakan informasi yang berupa fakta dan opini
dari sebuah teks. (2 JP)
● Pertemuan 5: Peserta didik mampu memahami dan mempraktikkan instruksi dari teks
prosedur untuk pertolongan pertama. (2 JP)
● Pertemuan 6: Peserta didik mampu menulis teks narasi dengan struktur yang baik dan
melakukan swasunting pada tulisannya. (2 JP)
D. INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik dapat menjelaskan penyebab gatal-gatal yang dialami Kidul dan pesan
dokter tentang pentingnya mandi.
2. Peserta didik dapat menyebutkan minimal tiga manfaat air putih bagi tubuh berdasarkan
teks yang didengar.
3. Peserta didik dapat menunjukkan kalimat utama pada minimal tiga paragraf dan
menentukan jenis paragrafnya.
4. Peserta didik dapat mengidentifikasi minimal dua pernyataan fakta dan dua pernyataan
opini dari teks "Suatu Hari".
5. Peserta didik dapat mendemonstrasikan langkah-langkah metode RICE dengan benar.
6. Peserta didik dapat menghasilkan tulisan narasi tentang pengalaman sakit dan
menunjukkan minimal satu perbaikan dari hasil swasunting.

E. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


Menjaga Raga Tetap Sehat dan Aman.

F. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran: Problem-Based Learning, Direct Instruction, Project-Based
Learning.
● Pendekatan: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
○ Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk sadar akan kondisi tubuhnya (rasa
haus, gatal, sakit) dan merefleksikan pentingnya tindakan preventif untuk menjaga
kesehatan.
○ Meaningful Learning: Menghubungkan materi kesehatan (alergi, dehidrasi, cedera)
dengan pengalaman nyata yang pernah atau mungkin dialami peserta didik, sehingga
pengetahuan menjadi aplikatif.
○ Joyful Learning: Pembelajaran dikemas melalui cerita yang jenaka, permainan
tebak fakta/opini, praktik P3K, dan kegiatan kreatif membuat pengingat minum.
● Metode Pembelajaran: Diskusi, simulasi, penugasan, kerja kelompok, presentasi,
ceramah interaktif.
● Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi
○ Diferensiasi Konten: Menyediakan teks dengan genre berbeda (narasi, informatif,
prosedur).
○ Diferensiasi Proses: Peserta didik dapat memilih peran saat praktik metode RICE
(pasien, penolong). Guru memberikan bimbingan yang berbeda saat peserta didik
melakukan swasunting.
○ Diferensiasi Produk: Tulisan narasi dapat bervariasi panjang dan kompleksitasnya.
Bagan "Pengingat Minum" dapat dihias sesuai kreativitas masing-masing.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: Bekerja sama dengan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) untuk
menyediakan perlengkapan praktik P3K atau sebagai narasumber.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Kemitraan dengan orang tua untuk memantau
kebiasaan hidup sehat anak di rumah dan berbagi pengalaman tentang penanganan sakit.
● Mitra Digital: Menggunakan video animasi dari sumber terpercaya (misal: Kemenkes)
untuk menjelaskan tentang alergi atau dehidrasi.
LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik: Menyiapkan area yang cukup luas dan aman untuk praktik pertolongan
pertama. Memajang poster atau bagan tentang tips hidup sehat.
● Ruang Virtual: Menampilkan infografik atau video kesehatan melalui proyektor.
● Budaya Belajar: Membangun budaya saling peduli, di mana peserta didik berani
meminta tolong saat sakit dan mau menolong teman yang membutuhkan.
PEMANFAATAN DIGITAL
● Mencari informasi tambahan tentang fakta-fakta kesehatan di internet (dengan bimbingan
guru).
● Menggunakan aplikasi pengingat minum air sebagai alternatif dari bagan manual.

G. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


PERTEMUAN 1 (2 JP : 70 MENIT)
Topik: Memahami Cerita "Garuk-Garuk"
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Pembukaan: Salam, doa, presensi.
● Apersepsi: Guru bertanya, "Siapa yang suka mandi? Siapa yang kadang-kadang malas
mandi? Mengapa?".
● Penyampaian Tujuan: Guru menyampaikan bahwa hari ini akan membaca cerita lucu
tentang seorang anak yang tidak suka mandi.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Membaca Nyaring (Meaningful): Peserta didik membaca cerita "Garuk-Garuk" secara
bergantian.
● Diskusi Pemahaman: Guru memandu diskusi tentang isi cerita: "Apa yang
menyebabkan Kidul gatal-gatal?", "Apa nasihat Dokter Tuti?".
● Analisis Narasi: Peserta didik mengisi tabel analisis narasi (tokoh, keinginan, halangan,
hasil akhir) untuk memahami struktur cerita.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi (Mindful): "Pelajaran apa yang kamu dapat dari pengalaman Kidul?".
● Rangkuman: Guru menyimpulkan pentingnya menjaga kebersihan tubuh untuk
mencegah infeksi, meskipun penyebab utama gatal bisa berbeda.
● Tindak Lanjut: Guru memberi petunjuk tentang pentingnya cairan bagi tubuh untuk
pertemuan berikutnya.
● Penutup: Doa dan salam.

PERTEMUAN 2 (2 JP : 70 MENIT)
Topik: Pentingnya Air bagi Tubuh
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Pembukaan: Salam, doa, presensi.
● Apersepsi: Guru bertanya, "Berapa gelas air yang sudah kalian minum hari ini?".
● Penyampaian Tujuan: Guru menjelaskan bahwa hari ini akan belajar mengapa tubuh
kita sangat membutuhkan air.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Menyimak (Meaningful): Guru membacakan teks "Pentingnya Air bagi Tubuh Kita".
Peserta didik diminta menyimak dan mencatat informasi penting.
● Diskusi Kelompok: Peserta didik dalam kelompok mendiskusikan kembali informasi
yang mereka dengar dan menjawab pertanyaan: "Apa itu dehidrasi?", "Apa saja manfaat
minum air putih?".
● Presentasi Hasil Diskusi: Setiap kelompok membagikan satu informasi paling penting
yang mereka dapatkan.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Apakah kamu sudah minum cukup air hari ini?".
● Rangkuman: Guru merangkum kembali manfaat-manfaat utama air bagi tubuh.
● Tindak Lanjut: Membuat bagan "Pengingat Minum" sebagai proyek kreatif.
● Penutup: Doa dan salam.

PERTEMUAN 3 (2 JP : 70 MENIT)
Topik: Ide Pokok dan Jenis Paragraf
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Pembukaan: Salam, doa, presensi.
● Apersepsi: Guru menampilkan kembali paragraf pertama dari teks "Pentingnya Air bagi
Tubuh Kita" dan bertanya, "Apa kalimat utama dari paragraf ini?".
● Penyampaian Tujuan: Guru menyampaikan bahwa hari ini akan belajar menemukan
ide pokok dan mengenal jenis-jenis paragraf.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Penjelasan Konsep: Guru menjelaskan perbedaan paragraf deduktif (ide pokok di awal)
dan induktif (ide pokok di akhir).
● Analisis Teks Terbimbing: Guru bersama peserta didik menganalisis teks "Pentingnya
Air bagi Tubuh Kita" paragraf per paragraf, menggarisbawahi kalimat utama, dan
menentukan jenis paragrafnya.
● Latihan Individu: Peserta didik mengerjakan latihan di buku untuk mengidentifikasi ide
pokok pada beberapa paragraf baru.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Bagaimana cara termudah untuk menemukan ide pokok dalam sebuah
paragraf?".
● Rangkuman: Guru menegaskan kembali ciri-ciri paragraf deduktif dan induktif.
● Tindak Lanjut: Memberi gambaran tentang materi fakta dan opini.
● Penutup: Doa dan salam.

PERTEMUAN 4 (2 JP : 70 MENIT)
Topik: Membedakan Fakta dan Opini
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Pembukaan: Salam, doa, presensi.
● Apersepsi: Guru memberikan dua kalimat: "Ibu kota Indonesia adalah Jakarta." dan
"Menurutku, Jakarta adalah kota terbaik." Guru bertanya, "Apa perbedaan kedua kalimat
ini?".
● Penyampaian Tujuan: Guru menjelaskan bahwa hari ini akan belajar membedakan
pernyataan yang berupa fakta dan yang berupa opini.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Penjelasan Konsep (Meaningful): Guru menjelaskan bahwa fakta dapat dibuktikan
kebenarannya, sedangkan opini adalah pendapat pribadi.
● Analisis Teks "Suatu Hari": Peserta didik membaca teks "Suatu Hari" dan
menganalisis setiap balon ucapan.
● Diskusi Kelompok: Dalam kelompok, peserta didik memisahkan mana pernyataan yang
merupakan fakta (misal: "tanganku patah" setelah diperiksa dokter) dan mana yang opini
(misal: "Aku rasa penyakitku cukup parah").
● Presentasi Hasil Diskusi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisisnya.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi (Mindful): "Mengapa penting bagi kita untuk bisa membedakan fakta dan opini
saat menerima informasi?".
● Rangkuman: Guru merangkum kembali perbedaan kunci antara fakta dan opini.
● Tindak Lanjut: Memberi gambaran tentang praktik pertolongan pertama.
● Penutup: Doa dan salam.

PERTEMUAN 5 (2 JP : 70 MENIT)
Topik: Pertolongan Pertama untuk Kaki Terkilir (RICE)
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Pembukaan: Salam, doa, presensi.
● Apersepsi: Guru bertanya, "Siapa yang pernah jatuh atau terkilir saat berolahraga? Apa
yang kalian lakukan setelah itu?".
● Penyampaian Tujuan: Guru menjelaskan bahwa hari ini akan belajar cara memberikan
pertolongan pertama yang benar untuk kaki terkilir.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Membaca Teks Prosedur: Peserta didik membaca teks "Pertolongan Pertama untuk
Kaki Terkilir" dan memahami singkatan RICE (Rest, Ice, Compression, Elevate).
● Demonstrasi: Guru mendemonstrasikan langkah-langkah metode RICE menggunakan
alat peraga (perban/kain, kantong es/botol air, bantal/tas).
● Praktik Kelompok (Joyful & Meaningful): Dalam kelompok, peserta didik secara
bergantian mempraktikkan metode RICE pada teman yang berperan sebagai "pasien".
Guru mengawasi dan memberikan koreksi.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Langkah mana dalam metode RICE yang menurut kalian paling penting?".
● Rangkuman: Guru mengulas kembali urutan dan tujuan setiap langkah dalam metode
RICE.
● Tindak Lanjut: Menugaskan untuk menulis pengalaman saat sakit untuk pertemuan
terakhir.
● Penutup: Doa dan salam.

PERTEMUAN 6 (2 JP : 70 MENIT)
Topik: Menulis Narasi dan Swasunting
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Pembukaan: Salam, doa, presensi.
● Apersepsi: Beberapa peserta didik berbagi singkat tentang pengalaman sakit yang akan
mereka tulis.
● Penyampaian Tujuan: Guru menjelaskan bahwa hari ini akan menulis cerita
pengalaman dan belajar cara memeriksanya sendiri.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Menulis Draf: Peserta didik menulis draf cerita tentang pengalaman sakit dengan
struktur awal-tengah-akhir.
● Penjelasan Swasunting (Meaningful): Guru menjelaskan konsep swasunting dan
memberikan daftar periksa sederhana (ejaan, tanda baca, huruf kapital, alur cerita).
● Praktik Swasunting: Peserta didik memeriksa tulisan mereka sendiri menggunakan
daftar periksa dan memberikan tanda perbaikan.
● Menulis Final: Peserta didik menulis ulang ceritanya dengan rapi berdasarkan perbaikan
yang telah mereka lakukan.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi Bab 8 (Mindful): "Apa kebiasaan sehat baru yang ingin kalian mulai setelah
belajar di bab ini?".
● Rangkuman: Guru merangkum seluruh materi Bab 8 dan memberikan apresiasi atas
perjalanan belajar selama satu tahun.
● Apresiasi: Guru memberikan pujian untuk tulisan-tulisan terbaik dan semangat belajar
peserta didik.
● Penutup: Doa dan salam.

H. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN DIAGNOSTIK
● Tanya Jawab: Di awal bab, guru bertanya tentang kebiasaan mandi dan minum untuk
mengetahui pemahaman awal tentang pola hidup sehat.
● Observasi: Mengamati diskusi awal untuk mengetahui pengetahuan peserta didik
tentang alergi dan cedera.
ASESMEN FORMATIF
● Tanya Jawab: Seputar materi, seperti “Apa itu dehidrasi?", "Apa perbedaan fakta dan
opini?".
● Diskusi Kelompok: Penilaian keaktifan dan kemampuan berkolaborasi saat diskusi fakta
dan opini.
● Latihan Soal/Tugas Tulis:
○ Mengisi tabel analisis narasi "Garuk-Garuk".
○ Mengidentifikasi ide pokok dalam paragraf.
● Observasi: Pengamatan ketepatan langkah saat praktik metode RICE.
● Produk (Proses):
○ Draf tulisan narasi tentang pengalaman sakit.
○ Catatan hasil swasunting.
ASESMEN SUMATIF
● Produk (Proyek):
○ Tulisan Narasi Akhir: Penilaian berdasarkan struktur cerita (awal-tengah-akhir),
penggunaan kaidah bahasa yang benar, dan penerapan hasil swasunting.
○ Bagan "Pengingat Minum": Penilaian berdasarkan kreativitas dan fungsionalitas.
● Praktik (Kinerja):
○ Simulasi P3K: Kemampuan mendemonstrasikan metode RICE secara urut dan
benar.
● Tes Tertulis: Soal singkat di akhir bab yang berisi:
○ Menjawab pertanyaan pemahaman dari teks singkat tentang kesehatan.
○ Mengidentifikasi 1 kalimat fakta dan 1 kalimat opini dari beberapa pilihan.
○ Menjelaskan secara singkat apa itu swasunting.

Mengetahui, ..........., ......................... 2026


Kepala Sekolah Guru KELAS IV

ADENAN LUANDE,[Link] SUDARMIN D. SIPATU,[Link]


NIP.196907081990031008 NIP. 197012282007012035

Anda mungkin juga menyukai