0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan2 halaman

System Planner RCE Multiplier

Dokumen ini membahas pengembangan study planner untuk meningkatkan self-directed learning (SDL) di kalangan mahasiswa, dengan fokus pada proses perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Ditemukan bahwa karakteristik mahasiswa, seperti sifat introvert dan kepercayaan diri, berpengaruh besar terhadap pencapaian learning goals. Selain itu, mahasiswa menginginkan lebih banyak perhatian dari dosen dalam memeriksa dan melakukan follow-up terhadap rencana belajar mereka.

Diunggah oleh

mdy Dayas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan2 halaman

System Planner RCE Multiplier

Dokumen ini membahas pengembangan study planner untuk meningkatkan self-directed learning (SDL) di kalangan mahasiswa, dengan fokus pada proses perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Ditemukan bahwa karakteristik mahasiswa, seperti sifat introvert dan kepercayaan diri, berpengaruh besar terhadap pencapaian learning goals. Selain itu, mahasiswa menginginkan lebih banyak perhatian dari dosen dalam memeriksa dan melakukan follow-up terhadap rencana belajar mereka.

Diunggah oleh

mdy Dayas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

A.

Pengembangan study planner

1. Proses pengembangan Planning, Implementing, Monitoring, dan Evaluasi (selfreflection,


selfassessment) pada study planner atau sejenisnya. “Mahasiswa mendemonstrasikan berbagai
tingkat kompetensi dalam hal mempersempit learning objektif yang dapat membantu mahasiswa
untuk menentukan learning objektif yang tepat” “Meskipun residen memiliki kepercayaan diri akan
kemampuan mereka untuk mengidentifikasi kekuatan mereka atau area keterampilan yang perlu
ditingkatkan, residen merasa kurang percaya diri akan kemampuan mereka untuk menyusun
learning goals yang dapat membantu meningkatkan performa mereka, mengembangkan rencana
belajar yang efektif untuk mencapai learning goals, dan mengerjakan seluruh rencana belajar yang
telah mereka buat.” “Sejumlah kecil residen melaporkan bahwa mereka memliki waktu yang cukup
untuk mengembangkan ILP yang efektif.” “Banyak residen melaporkan kesulitan mengingat untuk
mengerjakan tujuan belajar mereka dan beberapa residen mendeteksi kemajuan belajar mereka
sendiri.” “Residen menggunakan sebuah sistem untuk mendeteksi kemajuan mereka ke arah
pencapaian learning goals.” “ Residen kurang percaya diri akan kemampuan mereka untuk membuat
learning goals yang spesifik untuk mengatasi kekurangan yang sebelumnya mereka identifikasi
sendiri, dan mengembangkan serta mengikuti rencana belajar yang sesuai dengan learning goals
tersebut.” “Kami menemukan 3 karakteristik residen yang besar kaitannya dengan tingkat
keberhasilan pencapaian learning goals SDL, dengan menggunakan ILP : 1. Penggunaan metode -
metode yang mampu mendeteksi kemajuan menuju pencapaian learning goals.

2. Kecenderungan residen terhadap lifelong learning. 3. Perilaku dan kepercayaan diri akan
kemampuan melakukan SDL.” Memonitor dokumen belajar “Secara periode, tim dosen meminta
mahasiswa untuk membuat sebuah dokumentasi (berupa catatan) hasil belajar, dan dokumentasi ini
akan di-review oleh dosen.” Melakukan follow-up “Mahasiswa berpendapat bahwa dosen haruslah
lebih memperhatikan dalam memeriksa study plan dan melakukan follow-up.” Vol. 5 | No. 3 |
November 2016 | Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia 133 Halimah Thania Nasution et al.,
Penggunaan Template Study Planner untuk Menunjang Proses Self-Directed Learning - Sebuah Studi
Literatur B. Karakteristik mahasiswa ”Faktor dari tingkat mahasiswa lebih erat kaitannya dengan
kemajuan menuju pencapaian tujuan pembelajaran SDL dibandingkan dengan faktor dari tingkat
program pendidikan”. “Level karakteristik mahasiswa memiliki hubungan yang sangat besar
terhadap kemajuan belajar mahasiswa menuju pencapaian learning goals.” Sifat & kepribadian
“Mahasiswa - mahasiswa yang memiliki sifat “introvert”, dimana, gaya belajar mereka bersifat
analitik dan sequential memperlihatkan penerimaan SDL dengan lebih antusias bila dibandingkan
dengan mahasiswa yang bersifat “extrovert”, dimana gaya belajar mereka lebih sintetik dan
random.” “Meskipun residen memiliki kepercayaan diri akan kemampuan mereka untuk
mengidentifikasi kekuatan mereka atau area keterampilan yang perlu ditingkatkan, residen merasa
kurang percaya diri akan kemampuan mereka untuk menyusun learning goals yang dapat membantu
meningkatkan performa mereka, mengembangkan rencana belajar yang efektif untuk mencapai
learning goals, dan mengerjakan seluruh rencana belajar yang telah mereka buat.” “Beberapa gaya
belajar dan kepribadian yang bersifat intrinsik kurang dapat menerima intervensi dari luar seperti
arahan atau feedback dari dosen.” “Residen berjenis kelamin wanita dan residen yang belum
memutuskan arah pendidikan ataupu jenis karir dimasa datang berhubungan atau mempunyai
sedikit kemajuan pada proses pencapaian learning goals.” “Keyakinan akan keberhasilan diri dapat
memberikan pengaruh yang positif terhadap penampilan dimasa datang.” Gaya belajar “Mahasiswa -
mahasiswa yang memiliki sifat “introvert”, gaya belajar mereka bersifat analitik dan sequential
memperlihatkan penerimaan SDL dengan lebih antusias bila dibandingkan dengan mahasiswa yang
bersifat “extrovert”, dimana gaya belajar mereka lebih sintetik dan random.” “Kecenderungan lebih
besar untuk terlibat dalam perilaku lifelong learning berkaitan dengan kesuksesan dalam pencapaian
tujuan pembelajaran, tingkat pelatihan mandiri, atau gaya belajar.”

Anda mungkin juga menyukai