0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan5 halaman

RT 4

Dokumen ini membahas perencanaan proyek eksplorasi batubara oleh PT Rinjani Indonesia di Mamberamo Raya, Papua, dengan luas wilayah eksplorasi 45.380 Ha. Proyek ini meliputi berbagai tahapan, mulai dari perencanaan konseptual hingga rehabilitasi pasca penambangan, yang bertujuan untuk mengevaluasi potensi cadangan batubara dan dampak lingkungan. Setiap tahapan dirancang untuk memastikan keberhasilan eksplorasi dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.

Diunggah oleh

nikelsulawesi143
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan5 halaman

RT 4

Dokumen ini membahas perencanaan proyek eksplorasi batubara oleh PT Rinjani Indonesia di Mamberamo Raya, Papua, dengan luas wilayah eksplorasi 45.380 Ha. Proyek ini meliputi berbagai tahapan, mulai dari perencanaan konseptual hingga rehabilitasi pasca penambangan, yang bertujuan untuk mengevaluasi potensi cadangan batubara dan dampak lingkungan. Setiap tahapan dirancang untuk memastikan keberhasilan eksplorasi dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.

Diunggah oleh

nikelsulawesi143
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

3827587489y75689y

Iuovhtruibhunh

Y37ry438y4587ty5687t5867y86h8hytbj n mmldAMDLMWLFK

83YR84YT854TY

INUVIRUVBHTIUBHTIHN

U498GU598HU6

PERENCANAAN PROYEK IUP EKSPLORASI BATUBARA PT


RINJANI INDONESIA PADA DAERAH MAMBERAMO RAYA, PAPUA
Ratna Savira Adrianda1*
Stevanus Nalendra Jati2*

1
Teknik Geologi, Universitas Sriwijaya
2
Teknik Geologi, Universitas Sriwijaya
*
Corresponding author: ratnasaviraa@[Link]

PT Rinjani Indonesia akan melakukan eksplorasi batubara daerah Mamberamo Raya,


Papua berdasarkan Lampiran II Keputusan Bupati Mamberamo Raya No.009 Tahun 2011
tentang pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi dengan luas wilayah ekspolasi
45.380 Ha. Batasan wilayah eksplorasi batubara PT Rinjani Indonesia dapat dilihat dari tabel
dibawah ini :
Tabel 1. Data Batas Wilayah Eksplorasi Batubara PT Rinjani Indonesia

Titik Bujur Timur Lintang Selatan


Koordinat Derajat Menit Detik Derajat Menit Detik
1 137 51 49 2 47 20
2 138 00 00 2 47 15
3 138 00 00 2 45 45
4 138 11 33 2 45 45
5 138 11 33 2 53 07
6 137 51 40 2 53 07

Dari data batas wilayah diatas, maka didapatkan peta administrasi dan peta geologi
(Gambar 1.) dari lokasi IUP eksplorasi. Berdasarkan daripeta yang telah dibuat, diketahui lokasi
IUP eksplorasi termasuk kedalam endapan Kuarter dan Formasi UNK dari Kelompok
Mamberano.

Gambar 1. Peta Administrasi (kiri) dan Peta Geologi IUP Eksplorasi PT Rinjani Indonesia
(kanan).

Perencanaan proyek mempunyai peran yang sangat besar. Perencanaan proyek


merupakan salah satu funsi manajemen proyek yang meliputi kegiatan memilih dan menentukan
langkah-langkah kegiatan yang diperlukan untuk mencapai sasaran eksplorasi. Perencanaan
proyek dimaksudkan untuk menjembatani antara sasaran yang akan diraih dengan keadaan pada
saat awal. Perencanaan proyek untuk IUP eksplorasi PT Rinjani Indonesia dibuat berdasarkan
diagram tahapan dan kegiatan eksplorasi dibawah ini :

Gambar 2. Diagram Tahapan dan Kegiatan Eksplorasi.


Berdasarkan diagram diatas, tahapan dalam melakukan perencanaan proyek untuk IUP
eksplorasi batubara PT Rinjani Indonesia terbagi menjadi beberapa kegiatan dimana pada tiap
tahapan memiliki kegiatan yang berbeda-beda, diantaranya :
a. Tahapan Perencanaan Konseptual
Pada tahapan ini dilakukan kegiatan berupa studi literatur mengenai karakteristik
cadangan batubara yang terletak di daerah Mamberamo Raya. Dimana pada tahapan ini
kita akan mengetahui keadaan geologi regional dari daerah yang akan dilakukan
eksplorasi.
b. Tahapan Perencanaan Detil
Pada tahapan ini dilakukan analisis kesesuaian studi literatur dengan keadaan dilapangan
atau keadaan yang sesungguhnya, sehingga nantinya akan dipertimbangkan layak atau
tidak layak daerah lokasi IUP untuk dilakukan eksplorasi dan memiliki prospek yang
bagus atau tidak.
c. Tahapan Survei Tinjau
Pada tahapan ini dilakukan kegiatan survei regional inderaja, geokimia, geofisika, dan
airbone yang nantinya dapat diketahui gambaran mengenai kodisi geologi dan cadangan
pada daerah tersebut. Kegiatan survei dapat berupa pemetaan geologi regional,
pemotretan udara, pengambilan citra satelit dan metode survei tidak langsung lainnya
untuk mengedintifikasi daerah-daerah anomial atau meneraliasasi yang prospektif untuk
diselidiki lebih lanjut. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi daerah-daerah anomali
atau mineralisasi yang prospektif untuk diselidiki lebih lanjut. Perkiraan kuantitas
sebaiknya hanya dilakukan apabila datanya cukup tersedia atau ada kemiripan dengan
endapan lain yang mempunyai kondisi geologi yang sama.
d. Tahapan Pencapaian Target
Pada tahapan ini dilakukan kegiatan pemetaan, survei dan sampling geokimia, survei
geofisika, dan pemodelan endapan sehingga dari tahapan ini kita akan mengetahui
informasi geologi seperti stratigrafi, korelasi, kemenerusan, konfigurasi struktur,
pengukuran penampang statigrafi, pembuatan paritan, pembuatan sumuran, pemboran uji
(scout drilling), pecontoh, dan analisis. Metoda yang digunakan adalah pemetaan geologi
untuk mengidentifikasi singkapan, dan metoda yang tidak langsung seperti studi
geokimia dan geofisika. Paritan yang terbatas, pemboran dan pencontohan mungkin juga
dilaksanakan. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi suatu endapan mineral yang akan
menjadi target eksplorasi selanjutnya. Estimasi kuantitas dihitung berdasarkan
interpretasi data geologi, geokimia dan geofisika. Data yang telah didapatkan pada
tahapan ini akan dianalisis untuk menentukan kualitas dan rank batubara yang terdapat
pada lokasi IUP eksplorasi yang nantinya akan mampengaruhi harga jual dari batubara
dan pada tahapan ini akan dilakukan pengambilan keputusan mengenai penseleksian
daerah target.
e. Tahapan Pemboran dan Sampling Ekplorasi
Pada tahapan ini dilakukan kegiatan semi ekplorasi berupa pemboran dan sampling semi
detail serta analisis dan evaluasi cadangan sehingga dapat diketahui gambaran awal
bentuk tiga dimensi cadangan. Kegiatan utama dalam tahap ini adalah sampling dengan
jarak yang lebih dekat (rapat), yaitu dengan memperbanyak sumur uji atau lubang bor
untuk mendapatkan data yang lebih teliti mengenai penyebaran dan ketebalan cadangan
(volume cadangan) batubara, penyebaran kadar atau kualitas secara vertikal maupun
horizontal. Dari sampling yang rapat tersebut dihasilkan cadangan terhitung dengan
klasifikasi terukur, dengan kesalahan yang kecil (<20%), sehingga dengan demikian
perencanaan tambang yang dibuat menjadi lebih teliti dan resiko dapat dihindarkan.
Pengetahuan atau data yang lebih akurat mengenai kedalaman, ketebalan, kemiringan,
dan penyebaran cadangan secara 3-Dimensi (panjang-lebar-tebal) serta data mengenai
kekuatan batuan sampling, kondisi air tanah, dan penyebaran struktur (kalau ada)
akan sangat memudahkan perencanaan eksplorasi.
f. Tahapan Pemboran, Sampling Rinci, dan Perhitungan Cadangan
Pada tahapan ini dilakukan kegiatan pemastian model endapan , untuk melakukan hal ini
dilakukan beberapa pengujian yaitu uji geoteknik, uji hidrologi, hidrogeologi, uji metoda
pengolahan, dan uji kadar serta perhitungan cadangan. Tahapan ini bertujuan untuk
mengetahui kuantitas dan kualitas serta model tiga-dimensi cadangan secara lebih rinci,
pemboran dan percontohan yang dilakukan dengan jarak yang sesuai dengan kondisi
geologinya, penampangan (logging) geofisika, serta pengkajian geohidrologi dan
geoteknik serta dilakukan penyelidikan pendahuluan pada cadangan yang dipandang
perlu sebagai bahan pengkajian lingkungan yang berkaitan dengan rencana kegiatan
penambangan yang diajukan.
g. Tahapan Persiapan Penambangan
Pada tahapan ini dilakukan kegiatan pembukaan lokasi pertambangan dengan
merencanakan secara teknis, ekonomi dan lingkungan kegiatan penambangan, agar dalam
pelaksanaan kegiatannya dapat dilakukan dengan baik, aman terhadap lingkungan. Pada
tahapan ini juga dipersiapkan fasilitas penambangan sebelum operasi penambangan
dilakukan. Pekerjaan tersebut seperti pembuatan akses jalan tambang, pelabuhan,
perkantoran, bengkel, mes karyawan, fasilitas komunikasi dan pembangkit listrik untuk
keperluan kegiatan penambangan, serta fasilitas pengolahan bahan galian.
h. Tahapan Penambangan
Pada tahapan ini dilakukan kegiatan penambangan untuk batubara yang dibagi atas dua
bagian yaitu tambang terbuka dan tambang bawah tanah. Pengertian tambang terbuka
secara umum adalah kegiatan penambangan bahan galian yang berhubungan langsung
dengan udara luar. Terdapat tahapan umum dalam kegiatan penambangan terbuka yaitu
pembersihan lahan, pengupasan tanah pucuk dan menyimpannya di tempat tertentu,
pembongkaran dan penggalian tanah penutup (overburden) dengan menggunakan bahan
peledak atau pun tanpa bahan peledak dan memindahkannya ke disposal area, penggalian
bahan galian atau eksploitasi, dan membawanya ke stockpile untuk diolah dan dipasarkan
serta melakukan reklamasi lahan bekas penambangan. Pengertian tambang bawah tanah
secara umum adalah tambang yang tidak berhubungan langsung dengan udara luar.
Terdapat beberapa tahapan dalam tambang bawah tanah yaitu, pembuatan jalan utama
(main road), pemasangan penyangga (supported), pembuatan lubang maju untuk
produksi, ventilasi, drainase, dan fasilitas tambang bawah tanah lainnya. Setelah itu
melakukan operasional penambangan bawah tanah dengan atau tanpa bahan peledak dan
kemudian membawa bahan galian ke stockpile untuk diolah dan dipasarkan.
Gambar 3. Ilustrasi Bentuk Penambangan Bawah Tanah (kiri) dan Tambang Terbuka
(kanan).
i. Tahapan Rehabilitasi Pasca Penambangan
Pada tahapan ini dilakukan kegiatan merehabilitasi kembali lingkungan yang telah rusak
baik itu akibat penambangan atau kegiatan yang lainnya dengan cara penanaman kembali
atau penghijauan suatu kawasan yang rusak akibat kegiatan penambangan tersebut.
Dalam kegiatan rehabilitasi ini terdiri dari dua kegiatan yaitu pemulihan lahan bekas
tambang untuk memperbaiki lahan yang terganggu ekologinya dan mempersiapkan lahan
bekas tambang yang sudah diperbaiki ekologinya untuk pemanfaatannya selanjutnya.

Gambar 4. Contoh Bentuk Pemulihan Bentuk Lahan Setelah Eksplorasi.


Dari uraian tentang perencanaan proyek eksplorasi diatas, dapat disimpulkan bahwa
setiap kegiatan pada tiap-tiap perencanaan tahapan proyek bertujuan untuk melakukan
peninjauan terhadap lokasi IUP yang telah ditentukan sehingga dapat diketahui keprospekan
lokasi eksplorasi pada daerah Mamberamo Raya, Papua dan mengetahui kondisi gelogi pada
daerah lokasi IUP ekplorasi batubara sehingga dapat diketahui kontrol-kontrol apa saja yang
mempengaruhi penyebaran, kualitas dan rank batubara pada daerah Mamberamo Raya, Papua.

Anda mungkin juga menyukai