0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan4 halaman

Teks Dialog

Dokumen ini menggambarkan skenario penerimaan pasien baru, Ny. Anna, yang mengalami nyeri hebat akibat batu ginjal di unit Gawat Darurat/Rawat Inap. Proses melibatkan peran Kepala Ruangan, Perawat Primer, Perawat Pelaksana, dan Dokter Jaga dalam memberikan pengkajian, intervensi awal, dan perencanaan kolaboratif untuk manajemen nyeri dan kenyamanan pasien. Komunikasi yang efektif dan empati terhadap pasien menjadi fokus utama dalam proses penerimaan dan perawatan.

Diunggah oleh

pputrinabila22
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan4 halaman

Teks Dialog

Dokumen ini menggambarkan skenario penerimaan pasien baru, Ny. Anna, yang mengalami nyeri hebat akibat batu ginjal di unit Gawat Darurat/Rawat Inap. Proses melibatkan peran Kepala Ruangan, Perawat Primer, Perawat Pelaksana, dan Dokter Jaga dalam memberikan pengkajian, intervensi awal, dan perencanaan kolaboratif untuk manajemen nyeri dan kenyamanan pasien. Komunikasi yang efektif dan empati terhadap pasien menjadi fokus utama dalam proses penerimaan dan perawatan.

Diunggah oleh

pputrinabila22
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

skenario Pengkajian dan Perencanaan Pasien Baru (Penerimaan Pasien) di unit Gawat

Darurat/Rawat Inap,

📝 Draf Teks Dialog Video Simulasi: Penerimaan Pasien


Baru
Skenario: Penerimaan Pasien Ny. Anna (45 tahun) dengan keluhan nyeri hebat akibat batu
ginjal, dari UGD ke Ruang Rawat Inap.
Peran Nama (Contoh) Deskripsi Singkat
Kepala Ruangan (Karú) Bu Devi Mengawasi dan memimpin
penerimaan pasien.
Perawat Primer (PP) Ns. Rian Perawat yang bertanggung
jawab penuh atas
perencanaan pasien (Tim A).
Perawat Pelaksana (PA 1) Pr. Tika Melakukan bedside
assessment dan tindakan
keperawatan awal.
Perawat Pelaksana (PA 2) Pr. Joko Melengkapi administrasi,
orientasi ruangan, dan tanda
vital.
Dokter Jaga Dr. Farhan Memberikan instruksi medis
awal di ruangan.
Pasien Baru Ny. Anna Pasien yang baru dirawat.
Keluarga Pasien Tn. Budi Suami dari Ny. Anna,
memberikan informasi
tambahan.

Bagian 1: Kedatangan Pasien dan Orientasi Ruangan

Lokasi: Pintu Masuk Kamar Rawat Inap


Peran Dialog Catatan/Aksi
Karú (Bu Devi) "Selamat siang Ns. Rian, Memberi instruksi kepada PP.
pasien baru kita, Ny. Anna dari
UGD sudah tiba. Prioritas kita
adalah manajemen nyeri dan
kenyamanan. Silakan pimpin
tim Anda."
PP (Ns. Rian) "Siap, Bu Devi. Selamat siang, Menyambut pasien dan
Bapak dan Ibu. Saya Ns. Rian, keluarga.
Perawat Primer yang akan
bertanggung jawab merawat
Ibu Anna di ruangan ini. Saya
ditemani oleh Pr. Tika dan Pr.
Joko."
PA 2 (Pr. Joko) "Selamat datang di ruang Memberi orientasi singkat.
rawat kami, Bapak/Ibu. Ini
adalah tempat tidur Ibu Anna.
Bapak, saya akan bantu
membereskan barang-barang
dan mendata administrasi
awal. Ini adalah tombol panggil
perawat jika ada kebutuhan
mendesak."
Pasien (Ny. Anna) (Dengan suara menahan sakit) Mengeluh nyeri hebat.
"Aduh... sakit sekali sus... di
pinggang... tolong..."
PP (Ns. Rian) "Tahan sebentar ya, Bu. Kami Memberi instruksi cepat
akan segera tangani nyerinya. kepada PA.
Pr. Tika, tolong segera lakukan
pengkajian nyeri dan TTV. Pr.
Joko, segera siapkan tiang
infus dan cairan $NS$ sesuai
instruksi UGD."

Bagian 2: Pengkajian dan Pemberian Intervensi Awal

Lokasi: Samping Tempat Tidur Pasien


Peran Dialog Catatan/Aksi
PA 1 (Pr. Tika) "Ibu Anna, saya Tika. Untuk Melakukan pengkajian nyeri.
memudahkan kami membantu,
saya perlu tahu, skala nyeri Ibu
dari 0 sampai 10, berapa? (0
tidak nyeri, 10 nyeri paling
parah)."
Pasien (Ny. Anna) "Se-sekitar $8$ atau $9$, Sus. Menunjukkan nyeri hebat.
Ini sudah sejak pagi tadi..."
PA 1 (Pr. Tika) "Baik. Kami akan masukkan Menanyakan riwayat alergi.
obat anti nyeri sekarang.
Bapak Budi, maaf, boleh saya
cek riwayat alergi obat Ibu
Anna?"
Keluarga Pasien (Tn. Budi) "Tidak ada alergi setahu saya, Memberikan informasi.
Sus. Tolong segera diobati ya,
Sus."
PP (Ns. Rian) "Pr. Tika, setelah pengkajian, Mengkonfirmasi tindakan.
berikan injeksi Ketorolac $30$
mg IV sesuai instruksi UGD. Pr.
Joko, bagaimana TTV-nya?"
PA 2 (Pr. Joko) "Tanda vital, Ns. Rian: $TD Melaporkan TTV.
140/90$ mmHg, Nadi
$110x/menit$ (cepat dan
dangkal), Suhu
$37.8^{\circ}C$, dan Respirasi
$24x/menit$. Pasien tampak
gelisah."

Bagian 3: Visit Dokter dan Perencanaan Kolaboratif

Lokasi: Samping Tempat Tidur Pasien, setelah 5 menit intervensi


Peran Dialog Catatan/Aksi
PP (Ns. Rian) "Selamat siang, Dokter Farhan. Memberi laporan singkat
Ny. Anna sudah kami kepada Dokter.
pindahkan. Nyeri awal skala
$8-9$. Setelah injeksi
Ketorolac $30$ mg 5 menit
yang lalu, nyeri turun ke skala
$6$. TTV terbaru: $TD
140/90$, Nadi $110$, Suhu
$37.8$."
Dokter Jaga (Dr. Farhan) "Terima kasih, Ns. Rian. Saya Memberikan instruksi lanjutan
periksa sebentar ya, Ibu Anna. (kolaborasi).
(Melakukan auskultasi perut
dan pemeriksaan fisik singkat).
Ns. Rian, tolong buatkan jadwal
USG Abdomen hari ini juga.
Terapi cairan $RL$ teruskan
$15$ tetes/menit. Berikan
antipyretic oral jika suhu di
atas $38^{\circ}C$. Dan,
pastikan Intake-Output (I/O)
pasien di monitor ketat setiap
4 jam."
PP (Ns. Rian) "Baik, Dokter. Instruksi USG, Memastikan perencanaan.
monitoring I/O ketat, dan
pemberian antipyretic kami
catat. Dokter, apakah perlu
bladder training atau terapi
non-farmakologi lain untuk
mendukung penurunan nyeri?"
Dokter Jaga (Dr. Farhan) "Untuk saat ini fokus di hidrasi Mengakhiri visit.
dan obat nyeri dulu. Jika
nyerinya menetap di skala $4$
ke atas setelah 2 jam, hubungi
saya. Terima kasih."
Karú (Bu Devi) Mengawasi dari jarak dekat, Memberikan arahan penutup.
mendekati Ns. Rian. "Ns. Rian,
pastikan Bapak Budi mengerti
prosedur rawat inap dan
rencana tindakan hari ini,
terutama terkait persiapan
USG. Tingkatkan komunikasi
terapeutik."

💡 Poin Kunci Visual dalam Video


1.​ Peralatan: Pastikan ada alat-alat TTV, status pasien, dan injeksi (simulasi).
2.​ Komunikasi: Perawat Primer (PP) berfungsi sebagai koordinator yang memberikan
instruksi. PA fokus pada tindakan di samping tempat tidur.
3.​ Etika: Tunjukkan sikap empati (terutama kepada Ny. Anna yang kesakitan) dan
profesionalisme saat berinteraksi dengan Dokter.

Anda mungkin juga menyukai