0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan6 halaman

Pertambangan: "Ring of Fire"

Dokumen ini menjelaskan potensi pertambangan di Indonesia yang kaya akan berbagai bahan tambang, termasuk minyak bumi, batu bara, dan logam seperti nikel dan bijih besi. Namun, kegiatan pertambangan juga menimbulkan masalah lingkungan serius seperti kerusakan ekosistem, pencemaran, dan konflik sosial. Solusi yang diusulkan meliputi penerapan AMDAL, reklamasi lahan, penggunaan teknologi ramah lingkungan, dan pelibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.

Diunggah oleh

angelavanetha
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan6 halaman

Pertambangan: "Ring of Fire"

Dokumen ini menjelaskan potensi pertambangan di Indonesia yang kaya akan berbagai bahan tambang, termasuk minyak bumi, batu bara, dan logam seperti nikel dan bijih besi. Namun, kegiatan pertambangan juga menimbulkan masalah lingkungan serius seperti kerusakan ekosistem, pencemaran, dan konflik sosial. Solusi yang diusulkan meliputi penerapan AMDAL, reklamasi lahan, penggunaan teknologi ramah lingkungan, dan pelibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.

Diunggah oleh

angelavanetha
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERTAMBANGAN

Pendahuluan

Indonesia adalah salah salah satu negara yang terletak di dalam kawasan “Ring of
fire”. Indonesia terletak di pertemuan lempeng Eurasia (Indo-Australia) dan
lempeng Pasifik menjadikan Indonesia memiliki banyak gunung berapi (Utomo &
Purba 2019). Magma yang keluar dari perut bumi pada wilayah tersebut
mengandung berbagai logam berharga yang menjadikan Indonesia menjadi salah
satu negara dengan potensi bahan tambang yang melimpah (Sunan & Pratomo, 2020) .

Pertambangan adalah kegiatan pengambilan endapan bahan galian berharga dan


bernilai ekonomis dari dalam kulit bumi, baik secara mekanis maupun manual yg
terletak di permukaan, di bawa permukaan bumi dan di bawa permukaan air.
Pertambangan mineral dan batu bara merupakan tahapan kegiatan penelitian,
pengelolaan, dan pengusahaan mineral atau bata bara yg meliputi penyelidikan
umum , eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan
pemurnian, pengangkutan dan penjualan serta kegiatan pasca tambang (Alkhair &
Trianda, 2020).

Bahan tambang terbagi menjadi tiga golongan, yaitu :

1. Bahan Galian A
: Merupakan bahan strategis yang berfungsi untuk pertahanan, keamanan, dan
perekonomian negara seperti minyak bumi, batu bara dan gas alam (Lutfi et al.,
2019).
2. Bahan Galian B
: Merupakan bahan vital karena untuk menjamin kepentingan hidup orang
banyak seperti besi, mangan, tembaga, dsb (Arianto, 2020).
3. Bahan Galian C
: Merupakan bahan yang tidak termasuk dalam bahan galian A dan B, serta
mudah untuk didapatkan seperti marmer, pasir, pasir kuarsa, dsb (Alkhabsi &
Trianda, 2020).

1. Minyak bumi

Merupakan sumber energi yang banyak digunakan untuk keperluan industri,


transportasi, dan rumah tangga. Minyak bumi juga merupakan salah satu sumber
daya alam yang tidak dapat diperbarui sehingga persediaan dari minyak bumi sangat
terbatas dan dapat habis jika tidak digunakan dengan hemat. Setiap pulau di
Indonesia seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua
memiliki beberapa cadangan minyak bumi.

2. Batu Bara

Merupakan bahan tambang fosil yang berasal dari sisa tumbuhan purba dan
digunakan sebagai sumber energi. Tujuan utama pemanfaatannya adalah sebagai
bahan bakar pembangkit listrik dan industri. Manfaat batu bara antara lain
menghasilkan listrik, mendukung industri semen dan baja, serta menambah
pendapatan negara.

3. Nikel

Merupakan logam tambang yang banyak digunakan sebagai campuran baja dan
bahan baterai. Tujuan penambangan nikel adalah untuk memenuhi kebutuhan
industri logam dan teknologi. Manfaat nikel meliputi pembuatan stainless steel,
baterai kendaraan listrik, alat elektronik, dan meningkatkan ekspor nasional.

4. Bijih Besi

Merupakan bahan tambang yang mengandung unsur besi sebagai bahan dasar
pembuatan baja. Tujuan pemanfaatannya adalah untuk industri besi dan baja.
Manfaatnya dapat dirasakan dalam pembuatan bangunan, kendaraan, mesin, dan
berbagai peralatan rumah tangga.

5. Bauksit

Merupakan bahan tambang utama untuk menghasilkan aluminium. Tujuan


penambangannya adalah untuk memproduksi aluminium bagi berbagai kebutuhan
industri. Manfaat bauksit terlihat pada pembuatan kaleng minuman, pesawat
terbang, kabel listrik, dan peralatan dapur.

6. Gas Bumi

Merupakan sumber energi fosil berbentuk gas yang berasal dari dalam bumi.
Tujuannya sebagai bahan bakar dan bahan baku industri. Manfaat gas bumi antara
lain untuk memasak, pembangkit listrik, industri pupuk, serta lebih ramah
lingkungan dibandingkan batu bara.

7. Mangan

Merupakan logam tambang yang digunakan sebagai campuran dalam pembuatan


baja. Tujuan pemanfaatannya adalah untuk meningkatkan kualitas dan kekuatan
baja. Manfaat mangan meliputi industri baja, baterai, cat, dan bidang kesehatan.

8. Marmer, Pasir, dan Pasir Kuarsa


Merupakan bahan tambang non-logam yang banyak digunakan dalam bidang
konstruksi dan industri. Tujuannya sebagai bahan bangunan dan bahan baku
industri. Manfaatnya antara lain marmer untuk lantai dan dinding, pasir untuk bahan
bangunan, serta pasir kuarsa untuk kaca, keramik, dan elektronik.

Permasalahan dalam Dunia Pertambangan

1. Kerusakan Lingkungan

Kegiatan pertambangan sering membuka lahan besar-besaran (deforestasi) sehingga


merusak hutan, tanah menjadi gundul, dan memicu erosi serta longsor.

2. Pencemaran Air dan Tanah

Limbah tambang seperti merkuri dan bahan kimia lain dapat mencemari sungai dan
tanah. Akibatnya air tidak layak konsumsi dan merusak ekosistem.

3. Pencemaran Udara

Debu dan gas dari aktivitas tambang serta alat berat menyebabkan kualitas udara
menurun dan berbahaya bagi kesehatan masyarakat sekitar.

4. Kerusakan Ekosistem dan Keanekaragaman Hayati

Habitat hewan dan tumbuhan rusak atau hilang, sehingga banyak spesies terancam
punah.

5. Konflik Sosial

Sering terjadi konflik antara perusahaan tambang dan masyarakat lokal, misalnya soal
lahan adat, ganti rugi, dan hilangnya mata pencaharian.

6. Masalah Kesehatan Masyarakat

Masyarakat sekitar tambang berisiko terkena penyakit pernapasan, penyakit kulit, dan
gangguan kesehatan lain akibat pencemaran.

7. Tambang Ilegal

Pertambangan tanpa izin sulit dikontrol, tidak memperhatikan keselamatan kerja, dan
memperparah kerusakan lingkungan.

Solusi untuk permasalahan di dalam dunia pertambangan


1. Penerapan AMDAL yang ketat
Sebelum kegiatan pertambangan dimulai, harus dilakukan kajian lingkungan
melalui AMDAL untuk mengetahui dampak yang mungkin terjadi. Semua
aktivitas tambang wajib dilaksanakan sesuai dengan hasil AMDAL agar tidak
merusak keseimbangan lingkungan. AMDAL (Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan) adalah kajian sistematis mengenai dampak besar dan penting suatu
rencana usaha/kegiatan terhadap lingkungan hidup, yang digunakan sebagai
prasyarat pengambilan keputusan penyelenggaraan usaha. AMDAL bertujuan
mencegah kerusakan lingkungan dan memastikan pembangunan berkelanjutan,
wajib bagi proyek berpotensi risiko tinggi.

2. Reklamasi dan rehabilitasi lahan


Lahan bekas tambang harus segera direklamasi dengan menutup lubang-lubang
bekas galian dan menanam kembali vegetasi. Tujuan reklamasi adalah
mengembalikan fungsi lahan agar dapat digunakan kembali dan tidak menjadi
sumber kerusakan lingkungan.

3. Penggunaan teknologi ramah lingkungan


Perusahaan tambang perlu menggunakan teknologi yang ramah lingkungan
untuk mengolah limbah sebelum dibuang ke alam. Teknologi ini juga berfungsi
untuk mengurangi debu, emisi gas, serta mencegah terjadinya pencemaran air
akibat air asam tambang.

4. Pengawasan dan penegakan hukum yang tegas


Pemerintah harus melakukan pengawasan secara rutin terhadap kegiatan
pertambangan. Perusahaan yang melanggar aturan lingkungan harus diberi
sanksi tegas agar menimbulkan efek jera dan mencegah kerusakan lingkungan
yang lebih besar.

5. Pengelolaan limbah yang baik


Limbah cair dan limbah padat hasil pertambangan harus diolah sesuai dengan
standar yang berlaku. Limbah tidak boleh dibuang langsung ke sungai atau
lingkungan sekitar karena dapat mencemari air dan membahayakan makhluk
hidup.

6. Pelibatan masyarakat sekitar


Masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah tambang perlu dilibatkan dalam
pengelolaan lingkungan. Hal ini dapat dilakukan melalui pemberdayaan
masyarakat, keterbukaan informasi, serta dialog antara perusahaan dan warga
agar tercipta hubungan yang harmonis.
7. Penambangan berkelanjutan
Kegiatan pertambangan harus dilakukan sesuai kebutuhan dan tidak secara
berlebihan. Penambangan berkelanjutan bertujuan untuk menyeimbangkan
antara kepentingan ekonomi dengan kelestarian lingkungan agar sumber daya
alam tetap terjaga.

8. Edukasi lingkungan
Para pekerja tambang perlu diberikan pelatihan tentang pentingnya menjaga
lingkungan. Edukasi ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa
kegiatan pertambangan harus dilakukan secara bertanggung jawab terhadap
alam.

6. Reklamasi dan rehabilitasi lahan


Lahan bekas tambang harus segera direklamasi dengan menutup lubang-lubang
bekas galian dan menanam kembali vegetasi. Tujuan reklamasi adalah
mengembalikan fungsi lahan agar dapat digunakan kembali dan tidak menjadi
sumber kerusakan lingkungan.

7. Penggunaan teknologi ramah lingkungan


Perusahaan tambang perlu menggunakan teknologi yang ramah lingkungan
untuk mengolah limbah sebelum dibuang ke alam. Teknologi ini juga berfungsi
untuk mengurangi debu, emisi gas, serta mencegah terjadinya pencemaran air
akibat air asam tambang.

8. Pengawasan dan penegakan hukum yang tegas


Pemerintah harus melakukan pengawasan secara rutin terhadap kegiatan
pertambangan. Perusahaan yang melanggar aturan lingkungan harus diberi
sanksi tegas agar menimbulkan efek jera dan mencegah kerusakan lingkungan
yang lebih besar.

9. Pengelolaan limbah yang baik


Limbah cair dan limbah padat hasil pertambangan harus diolah sesuai dengan
standar yang berlaku. Limbah tidak boleh dibuang langsung ke sungai atau
lingkungan sekitar karena dapat mencemari air dan membahayakan makhluk
hidup.

10. Pelibatan masyarakat sekitar


Masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah tambang perlu dilibatkan dalam
pengelolaan lingkungan. Hal ini dapat dilakukan melalui pemberdayaan
masyarakat, keterbukaan informasi, serta dialog antara perusahaan dan warga
agar tercipta hubungan yang harmonis.
11. Penambangan berkelanjutan
Kegiatan pertambangan harus dilakukan sesuai kebutuhan dan tidak secara
berlebihan. Penambangan berkelanjutan bertujuan untuk menyeimbangkan
antara kepentingan ekonomi dengan kelestarian lingkungan agar sumber daya
alam tetap terjaga.

8. Edukasi lingkungan
Para pekerja tambang perlu diberikan pelatihan tentang pentingnya menjaga
lingkungan. Edukasi ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa
kegiatan pertambangan harus dilakukan secara bertanggung jawab terhadap
alam.

Anda mungkin juga menyukai