Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
1. IDENTITAS MODUL
A. Identitas Modeul
Penyusun : Natanael Susetyo Lumban Gaol, [Link]
Instansi : SMK Negeri 1 Pollung
Tahun Pelajaran : 2025/2026
Semester : 1 / Ganjil
Fase/Kelas : F / XI TKR
Mata Pelajaran : Konsentrasi Keahlian
Elemen : Elektrikal Kendaraan Ringan
Alokasi Waktu : 2 JP (90 menit)
B. Kompetensi Awal
Peserta didik diharapkan telah memahami fungsi utama baterai dalam sistem kelistrikan
kendaraan dan mampu mengidentifikasi komponen-komponen baterai kendaraan
C. Profil Pelajar Pancasila
Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhlak Mulia
Bergotong royong
Mandiri
Bernalar kritis
D. Sarana dan Prasarana
Laptop, Proyektor, Unit Baterai Basah 12V, Hidrometer, Multimeter, LKPD dan Bahan
Ajar Pemeriksaan dan Perawatan Baterai Kendaraan.
E. Target Peserta Didik
Peserta didik regular kelas XI (fase F) khususnya pada jurusan Teknik Kendaraan
Ringan SMK Negeri 1 Pollung dan berjumlah sekitar 25 siswa yang belajar secara
kelompok dan melakukan praktik langsung di bengkel.
F. Model Pembelajaran
Pembelajaran menerapkan Model Problem Based Learning (PBL)
G. Metode dan Pendekatan Pembelajaran
Metode Pembelajaran : Diskusi, tanya jawab, praktik langsung, presentasi, dan
refleksi
Pendekatan : Kontekstual
H. Media Pembelajaran
Power Point, Video Pembelajaran dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
I. Sumber Belajar
Media Pembelajaran
Bahan Ajar Materi Pemeliharaan dan Perawatan Baterai Kendaraan
2. Komponen Inti
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran ini :
Peserta didik dapat memahami langkah-langkah pemeriksaan baterai sesuai dengan
prosedur yang benar
Peserta didik dapat melaksanakan pemeriksaan baterai sesuai prosedur yang benar
peserta didik dapat membuat laporan hasil kerja secara tertulis dan merefleksikan
pembelajaran.
B. Pemahaman Bermakna
Setelah mempelajari dan memahami materi ini, peserta didik mampu melaksanakan
pemeriksaan kondisi baterai secara rutin untuk memastikan baterai berfungsi optimal
dan mencegah kerusakan agar baterai dan kendaraan selalu siap pakai.
C. Pertanyaan Pemantik
Apa yang terjadi jika baterai kendaraan tiba-tiba rusak di tengah jalan?
Apa saja langkah penting yang harus diperiksa untuk mengetahui kondisi baterai
kendaraan?
D. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu
1. Guru memberi salam untuk membuka pembelajaran.
2. Guru menyapa peserta didik, mengecek kebersihan
kelas, mengecek kehadiran peserta didik, serta
menyiapkan peserta didik untuk pembelajaran.
3. Salah satu peserta didik memimpin doa sebelum
Pendahulua memulai pembelajaran.
10 Menit
n 4. Guru memberi Apersepsi kepada peserta didik
5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan materi
yang akan dipelajari.
6. Guru menayangkan video pembelajaran yang ada dan
siswa menyimak video tersebut kemudian
mendapatkan penjelasan dari guru.
INTI Orientasi Peserta Didik pada Masalah: 60 Menit
1. Guru menampilkan dan menyampaikan masalah
kontekstual yang terdapat dalam LKPD menggunakan
slide power point dan proyektor.
2. Guru memberi pertanyaan pemantik kepada peserta
didik :
Apa yang terjadi jika baterai kendaraan tiba-tiba
rusak di tengah jalan?
Apa saja langkah penting yang harus diperiksa
untuk mengetahui kondisi baterai kendaraan?
3. Peserta didik mengamati dan memahami masalah
yang disajikan oleh guru serta melakukan tanya jawab
bersama terkait permasalah tersebut.
Mengorganisasi Peserta Didik untuk Belajar:
1. Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok kecil
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu
sesuai dengan jumlah peserta didik yang ada.
2. Guru membagikan LKPD ke kelompok masing-
masing
3. Peserta didik dibimbing guru untuk memahami
petunjuk pengerjaan LKPD
4. Peserta didik berbagi tugas untuk mencari informasi
yang diperlukan untuk menyusun penyelesaian
masalah atau solusi terkait.
5. Guru memantau diskusi setiap kelompok dan
memastikan setiap anggota kelompok memahami
tugas masing-masing
Membimbing Penyelidikan:
1. Peserta didik dibimbing guru dalam melakukan
penyelidikan.
2. Guru mengamati diskusi setiap kelompok dan
memastikan keikutsertaan setiap peserta didik dalam
kelompok selama melakukan penyelidikan.
3. Guru memastikan peserta didik melakukan
penyelidikan sesuai dengan prosedur yang sesuai.
Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Setiap kelompok menyimpulkan penyelidikannya
dalam menyelesaikan permasalahan kontekstual yang
diberikan oleh guru
2. Guru dan peserta didik melakukan ice breaking
3. Peserta didik menyajikan dan mempresentasikan hasil
diskusinya di depan kelas.
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu
Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan
Masalah:
1. Setiap Kelompok menganalisis hasil pemecahan
masalah kelompok lain dan guru memberikan
kesempatan kepada kelompok untuk memberikan
tanggapan atas pemaparan hasil diskusi kelompok
lainnya.
2. Peserta didik beserta guru memberikan apresiasi bagi
kelompok yang telah menyajikan hasil diskusinya dan
bagi kelompok lain yang memberikan tanggapan
terhadap kelompok yang presentasi
3. Peserta didik beserta guru menyimpulkan materi yang
telah dipelajari serta membuat rangkuman sesuai
dengan masukan yang didapatkan dari hasil diskusi.
1. Peserta didik mengumpulkan LKPD
2. Peserta didik diberikan dan mengerjakan asesmen
formatif
3. Peserta didik bersama guru melakukan refleksi.
Penutup 15 Menit
4. Guru menyampaikan materi pembelajaran yang akan
dipelajari selanjutnya.
5. Guru menutup pembelajaran dengan berdoa dan
mengucapkan salam penutup
Penilaian
Asesmen proses dan produk (pengamatan praktik, presentasi, laporan)
Penilaian kinerja praktik baterai
Penilaian sikap dan kerjasama kelompok
2. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
A. Tujuan Praktik
Melakukan pemeriksaan visual baterai.
Mengukur berat jenis elektrolit dan tegangan baterai.
Melaksanakan perawatan baterai sesuai SOP dan memakai APD.
B. Alat dan Bahan
Baterai kendaraan (tipe basah 12V)
Multimeter
Hidrometer
Air suling (untuk pengisian elektrolit)
Sikat kawat atau sikat khusus untuk terminal baterai
Lap kain bersih
Sarung tangan dan kacamata pelindung
C. Langkah Kerja
1. Pemeriksaan Visual Baterai
Periksa kondisi fisik kotak baterai: pastikan tidak retak, bocor, menggelembung,
atau deformasi.
Periksa terminal baterai: bersihkan karat dan kerak dengan sikat kawat jika
ditemukan, pastikan koneksi kencang dan tidak longgar.
Periksa level cairan elektrolit: harus berada di antara batas minimal (Lower Level)
dan maksimal (Upper Level). Tambahkan air suling jika kurang.
Pastikan tutup baterai dan lubang ventilasi bersih dan tidak tersumbat.
Cek kabel dan konektor apakah ada kerusakan seperti pecah, terkelupas, atau
terbakar.
2. Pengukuran Tegangan Baterai
Atur multimeter ke pengukuran DC voltage (maksimum 50 Volt).
Tempatkan probe merah di terminal positif (+) dan probe hitam di terminal
negatif (–).
Baca tegangan baterai. Tegangan ideal baterai saat mesin mati adalah 12,6 – 12,8
Volt. Tegangan di bawah 12 V berarti baterai lemah atau perlu diisi ulang.
3. Pengukuran Berat Jenis Elektrolit
Periksa terlebih dahulu hidrometer dengan air murni, pastikan menunjukkan berat
jenis 1.000.
Masukkan ujung hidrometer ke dalam tiap sel baterai hingga pelampung naik.
Baca berat jenis elektrolit di tiap sel. Berat jenis yang baik berada di rentang 1,25
– 1,28 g/ml pada suhu 20°C.
Catat hasil pengukuran semua sel.
4. Analisis dan Tindakan
Jika berat jenis elektrolit turun di bawah batas normal, lakukan pengisian ulang
dengan charger.
Jika baterai bocor, deformasi, atau berat jenis sangat rendah di semua sel, baterai
harus diganti.
Bersihkan terminal baterai dari korosi dan rapatkan sambungan kabel untuk
memastikan koneksi elektrik optimal.
D. Hasil Pemeriksaan
Item Pemeriksaan Kondisi / Hasil Keterangan
Kondisi Kotak Baterai [Baik/Kurang Baik/Rusak]
Kondisi Terminal [Bersih/Karat/Longgar]
Level Elektrolit [Normal/Kurang]
Tegangan Baterai (Volt) [.....] Ideal 12,6 – 12,8 Volt
Berat Jenis Elektrolit Sel 1: [...], Sel 2: [...] Ideal 1,25 – 1,28 g/ml
Kondisi Kabel & Konektor [Baik/Rusak]
E. Kesimpulan
Tuliskan ringkasan kondisi baterai dan rekomendasi perawatan atau penggantian.
D. Pertanyaan Refleksi
1. Mengapa penting melakukan pemeriksaan visual sebelum pengukuran baterai?
2. Apa tanda-tanda baterai yang mengalami kerusakan fisik saat dilakukan pemeriksaan
visual?
3. Apa langkah-langkah perawatan yang harus dilakukan jika ditemukan baterai yang berat
jenis elektrolitnya rendah?
3. Rubrik Penilaian Praktik Perawatan Baterai
Aspek Penilaian Kriteria Skor 1 Skor 2 Skor 3 Skor 4
Menyiapkan alat
Menyiapkan dan
dan bahan Tidak
Menyiapkan Menyiapkan mengecek alat
1. Persiapan Alat sebelum praktik menyiapkan
sebagian alat semua alat tapi dengan rapi dan
dan Bahan (baterai, alat dengan
dan bahan kurang rapi lengkap sesuai
hidrometer, baik
kebutuhan
avometer, APD)
Mengenakan
Menggunakan Menggunakan
2. Penggunaan APD (sarung Tidak Menggunakan
APD lengkap APD lengkap
Alat Pelindung tangan, kacamata menggunakan APD tapi tidak
tapi kurang dengan disiplin
Diri (APD) pelindung) selama APD lengkap
disiplin dan benar
praktik
Memeriksa
Memeriksa
kondisi fisik
Tidak Melakukan Memeriksa dengan teliti dan
3. Pemeriksaan baterai
melakukan pemeriksaan dengan cukup mengidentifikasi
Visual Baterai (kerusakan,
pemeriksaan seadanya teliti masalah dengan
kebocoran,
benar
terminal korosi)
Aspek Penilaian Kriteria Skor 1 Skor 2 Skor 3 Skor 4
Pengukuran
voltase baterai
Melakukan Melakukan Melakukan
dan berat jenis Tidak
4. Pemeriksaan pengukuran pengukuran pengukuran
elektrolit melakukan
Teknis tapi hasil dengan benar dengan benar,
menggunakan pengukuran
kurang akurat tapi perlahan cepat, dan tepat
hidrometer dan
avometer
Membilas,
mengisi elektrolit Melaksanakan Melaksanakan
Melaksanakan
5. Pelaksanaan jika diperlukan, Tidak sesuai SOP dengan SOP perawatan
sebagian
Perawatan membersihkan SOP sedikit baterai dengan
langkah SOP
terminal baterai ketidaktepatan tepat dan teliti
sesuai SOP
Berpartisipasi
aktif dan
Aktif, baik
6. Kerjasama berkontribusi Aktif tapi
Tidak ikut Pasif, sedikit komunikasi,
dan dalam kelompok partisipasi
berkontribusi kontribusi partisipasi
komunikasi serta saling kurang
optimal
membantu antar
anggota
Menjaga Membersihkan
7. Kebersihan Membersihkan
kebersihan area Tidak dan merapikan
dan Penataan Membersihkan dengan baik
kerja dan membersihkan tempat kerja
Tempat seadanya tapi kurang
merapikan alat dan merapikan dengan sangat
Kerja rapih
setelah praktik baik
Aspek Penilaian Kriteria Skor 1 Skor 2 Skor 3 Skor 4
Mematuhi
Mematuhi prosedur
8. Keselamatan Mematuhi
prosedur Tidak Mematuhi keselamatan dan
Kerja dan prosedur
keselamatan kerja mematuhi sebagian pengelolaan
Pengelolaan dengan sedikit
dan penanganan prosedur prosedur limbah secara
Limbah kelalaian
limbah baterai disiplin dan
lengkap
Menyajikan data
hasil pemeriksaan Tidak
9. Laporan dan Kurang Jelas tapi Jelas, lengkap,
dengan bahsa membuat
Refleksi lengkap kurang rinci bahasa baik
yang jelas dan laporan
baik
Petunjuk Penilaian
Skor 1: Perilaku atau hasil yang kurang sesuai dengan standar, perlu bimbingan lanjutan
Skor 2: Cukup, namun perlu peningkatan dan pengulangan untuk efektivitas
Skor 3: Baik, sesuai prosedur dan kompeten dalam pelaksanaan
Skor 4: Sangat baik, teliti, cepat, dan disiplin dalam melaksanakan semua langkah secara
mandiri
STUDI KASUS
Pak Budi, seorang pengemudi ojek online, mengeluhkan mobilnya sering mogok di pagi hari dan
sulit distarter. Awalnya, mobil terasa normal saat berjalan, namun setelah parkir beberapa jam
atau semalaman, mobil menjadi sulit dihidupkan kembali. Lampu indikator di dasbor tampak
redup saat distarter. Pak Budi menduga ada masalah dengan aki (baterai) mobilnya, tetapi ia
tidak yakin apa penyebab pastinya karena aki tersebut belum terlalu lama diganti (sekitar 1
tahun). Pak Budi membawa mobilnya ke bengkel tempat kalian magang/belajar dan meminta
bantuan untuk mendiagnosis masalahnya.