Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA
Original Research Paper
Edukasi tentang Faktor Risiko, serta Bahaya Obesitas pada Pandemi Covid 19
di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Akademik Universitas Mataram
Catarina Budyono1*, Anak Agung Sagung Mas Meiswaryasti P1, Ima Arum Lestarini1, Novia Andansari
Putri R1, Niti Wedayani1, Eka Arie Yuliani1, Sekar Partiwi1
1Fakultas Kedokteran, Universitas Mataram, Mataram, Indonesia.
[Link]
Sitasi: Budyono, C., Meiswaryasti P, A.A.S., Lestarini, I.A., Putri R, N.A., Wedayani, N., Yuliani, E.A & Partiwi, S
(2022). Edukasi tentang Faktor Risiko, serta Bahaya Obesitas pada Pandemi Covid 19 di Poli Penyakit Dalam Rumah
Sakit Akademik Universitas Mataram. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 5(3)
Article history Abstract: Dampak obesitas cukup luas terhadap berbagai penyakit kronik
Received: 1 Juni 2022 degeneratif seperti hipertensi, penyakit jantung koroner, stroke, kanker dan
Revised: 31 Agustus 2022 diabetes tipe 2 serta kelainan tulang. Akibat banyaknya penyakit yang bisa
Accepted: 2 September 2022 ditimbulkan oleh obesitas sehingga angka morbiditas dan mortalitas
penderita obesitas cukup tinggi. Sehingga obesitas berdampak terhadap
*Corresponding Author:
biaya kesehatan baik yang langsung maupun yang tidak langsung. Pandemi
Catarina Budyono, Fakultas
Kedokteran, Universitas yang berkepanjangan menyebabkan masyarakat malas untuk melakukan
Mataram, Mataram, Indonesia. olahraga dan cenderung bekerja dari rumah. Tidak mengatur pola makan
Email: dan pola hidup sehat, hingga dapat menimbulkan status Gizi Obesitas yang
catarinabudyono@[Link] mampu berpengaruh pada berbagai macam penyakit sehingga menjadi
perlu untuk dilakukan edukasi tentang factor risiko dan bahaya obesitas
pada masa Pandemi COVID-19. Tahapan pendekatan yang dilakukan
dalam program ini adalah penyuluhan atau pemberian edukasi kepada
pengunjung poli Penyakit Dalam di Rumah Sakit Universitas Mataram.
Pengabdian masyarakat dilakukan di Poli RS UNRAM dan juga di aula RS
UNRAM. Dihadiri oleh 35 orang peserta dan 1 pembicara serta 4 orang
dokter muda dan 1 orang pegawai lab dari Fakultas Kedokteran Universitas
Mataram yang membagikan kuisioner dan flyer tentang obesitas. Dari
Analisis kuisioner yang dibagikan 32 orang mendapat skor kurang dari 50
dalam menjawab pertanyaan tentang faktor risiko dan bahaya obesitas dan
terjadi perubahan skor menjadi 29 responden mendapat nilai 80 setelah
diberikan edukasi. Dari hasil tersebut menjadi penting untuk melakukan
edukasi secara berkala untuk mengurangi keparahan yang terjadi dan
mencegah terjadinya metabolic syndrome karena obesitas.
Keywords: Bahaya, Faktor Risiko, Obesitas, Status Kesehatan.
Rumah Tangga (SKRT) kedua sudah mulai ada
Pendahuluan data kelebihan berat badan dan obesitas ini sejak
dilaksanakan Riset Kesehatan Dasar pada 2007
Di negara maju permasalahan kesehatan sampai dengan Riset Kesehatan Dasar pada 2013.
akibat obesitas saat ini melebihi masalah kesehatan Dari publikasi di The Lancet Juni 2016
akibat rokok dan alkohol. Beberapa ahli melaporkan bahwa pada tahun 1980 ditemukan
menyebutkan obesitas sudah suatu epidemi bahkan 1,225 milyar orang dewasa di dunia sudah
ada yang menyebutnya dengan pandemi. menderita kelebihan berat badan dan obesitas. Pada
Peningkatan prevalensi dari insiden obesitas di tahun 2011 meningkat menjadi 1,6 milyar orang
negara maju dan berkembang sudah terjadi sejak 25 dewasa mengalami kelebihan berat badan dan 400
tahun terakhir. Di Indonesia sejak Survei Kesehatan juta sudah obesitas. Kemudian pada tahun 2013
© 2022 The Author(s). This open access article is distributed under a Creative Commons Attribution (CC-BY) 4.0 license.
Budyono et al, Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 2022, 5 (3): 219-222 e-ISSN: 2655-5263
menjadi 2,3 milyar orang dengan kelebihan berat dikeluarkannya zat-zat yang bersifat oksidatif atau
badan dan 700 juta sudah obesitas. radikal bebas yang bisa menyebabkan umur sel
Di berbagai negara maju dan berkembang lebih tua; (2) Gangguan kecerdasan. Studi Human
juga memperlihatkan bahwa peningkatan prevalensi Brain Mapping melaporkan bahwa jaringan otak
obesitas seperti di Amerika Serikat dari tahun 1960- anak yang obesitas 4% lebih kurang dari anak
1980 terjadi peningkatan dari 2-9% menjadi 15%. dengan berat badan normal. Orang dewasa yang
Pada dekade 1980-1990 prevalensi obesitas ini menderita obesitas otaknya 8 tahun kelihatan lebih
meningkat dari 15% menjadi 20%. Sehingga pada menua dari orang dewasa dengan berat badan
tahun 2000 prevalensi obesitas pada orang dewasa normal. Hal ini disebabkan oleh efek radikal bebas
sudah menjadi 30%. Bahkan obesitas grade III dan gangguan pembuluh darah perifer karena kadar
(BMI ≥40) meningkat dari 1,3% pada tahun 1970 kadar lemak dan gula yang tinggi; (3) Resistensi
menjadi 4,7% di tahun 2000. Sebanyak 13% dari insulin. Obesitas merupakan faktor risiko
total populasi orang obesitas di dunia ada di munculnya resistensi insulin yang akan
Amerika Serikat. Akibat meningkatnya populasi bermanifestasi munculnya hipertensi, dislipidemia,
obesitas, maka berbagai penyakit kronik hiperuremia, disfungsi endotel dan lipotoksisitas
degeneratif yang disebabkan oleh obesitas akan terhadap sel beta. Akibat obesitas sentral akan
meningkat. Diperkirakan sebanyak 400.000 orang meningkatkan kejadian DM tipe 2, penyakit
per tahun terjadi kematian dini akibat penyakit kardiovaskuler dan gangguan pembekuan darah.
tersebut Di Brazil obesitas merupakan epidemi, Sebesar 60% penderita DM tipe 2 berhubungan
sehingga mereka tangani sesuai dengan kaidah dengan obesitas; (4) Kanker. Walaupun belum kuat
penyakit yang tingkat statusnya epidemi. Hasil 2 bukti ilmiah hubungan sebab akibat obesitas ilmiah
survei dalam 4 tahun terakhir ini ditemukan hubungan sebab akibat obesitas dengan kanker
peningkatan prevalensi kelebihan berat badan dari namun banyak bukti penurunan berat badan dan
43% menjadi 48%, sedangkan obesitas meningkat peningkatan aktivitas fisik dapat bermanfaat untuk
dari 11% menjadi 15%. mencegah perkembangan sel kanker. Hal ini diduga
Di Inggris, peningkatan prevalensi obesitas melalui peranan Insulin-Like Growth Factor (IGF)
juga terjadi hampir 2-3 kali lipat dalam kurun yaitu terjadinya peningkatan jumlah reseptor ini
waktu 20 tahun. Pada tahun 1980 ditemukan pria sehingga sel menjadi lebih reaktif terhadap IGF; (5)
dewasa menderita 6% dan wanita dewasa sebesar Osteoartritis sebagai efek mekanisme akibat
8%. Di tahun 2000 prevalensi obesitas meningkat obesitas berupa bisa osteoatritis pada sendi, vena
menjadi 21% dari penduduk dewasa di Inggris. Hal verikosa, kesulitan bernafas; (6) Kolelithiasis; (7)
yang menarik di Inggris pada tahun terakhir ini Kematian pada usia muda. Oleh karena luasnya
prevalensi obesitas pria dan wanita dewasa sudah dampak dari obesitas pada manusia sehingga angka
makin tidak berbeda. morbiditas meningkat dan akhirnya angka
Mekanisme dasar dari terjadinya kelebihan mortalitas juga meningkat. Laporan OECD tahun
berat badan sampai obesitas adalah 2010, mengungkapkan bahwa orang obesitas 8- 10x
ketidakseimbangan masukan energi dan lebih cepat risiko meninggal dibanding orang yang
pengeluarannya. Penyebab dari ketidakseimbangan tidak obesitas. Setiap kelebihan berat badan 15 kg
tersebut adalah mudahnya akses dan variasi jenis dari berat badan ideal maka akan meningkat risiko
makanan yang kaya energi. Sebaliknya oleh kematian sebesar 30%
kemajuan teknologi dan perubahan gaya hidup Dampak obesitas cukup luas terhadap
terjadi penurunan pengeluaran energi dari 1,69 berbagai penyakit kronik degeneratif seperti
kkal/menit/KgBB menjadi 1,57 kkal/menit/KgBB hipertensi, penyakit jantung koroner, stroke, kanker
Pada tahun 2015 terdapat 4 juta kematian di dan diabetes tipe 2 serta kelainan tulang. Akibat
dunia yang penyebab awalnya adalah obesitas. banyaknya penyakit yang bisa ditimbulkan oleh
Berbagai dampak obesitas terhadap kesehatan obesitas sehingga angka morbiditas dan mortalitas
masyarakat seperti: (1) Percepatan proses penuaan. penderita obesitas cukup tinggi. Sehingga obesitas
Umur biologis adalah usia tubuh yang dipengaruhi berdampak terhadap biaya kesehatan baik yang
oleh kondisi kesehatan secara umum. Salah satu langsung maupun yang tidak langsung.
untuk menghitung umur biologis melalui komposisi Diperkirakan di negara maju obesitas
lemak dalam tubuh. Bila sel lemak berlebih maka menghabiskan 2- 10% biaya kesehatan nasional
220
Budyono et al, Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 2022, 5 (3): 219-222 e-ISSN: 2655-5263
masing- masing negara setiap tahun. Di negara di Poliklinik penyakit dalam RS UNRAM yang
berkembang bisa melebihi dari 10%. dibantu oleh coas dan dokter muda. Pada Pagi hari
Untuk itu diperlukan langkah pencegahan dilakukan pembagian flayer tentang faktor risiko
sedini mungkin. Apabila sudah terjadi kelebihan dan bahaya obesitas kepada pasien pengunjung Poli
berat badan sejak anak-anak dan dewasa sudah penyakit dalam di RS UNRAM. Pada flyer tersebut
terbentuk sel adiposa yang berfungsi untuk menjelaskan beberapa tentang faktor risiko dan
penyimpanan lemak. Sehingga tidak mudah bahaya obesitas pada era pandemic COVID 19
menurunkannya bahkan mengeluarkan biaya pula yang mudah dipahami oleh orang awam.
untuk menurunkan. Di Amerika Serikat diperlukan
biaya setiap tahun sebesar 5% dari biaya kesehatan
nasional. Di samping biaya langsung ada pula biaya
tidak langsung berupa kehilangan hari kerja,
kematian pada usia muda, biaya asuransi yang
tinggi, produktivitas yang tidak optimal. Karena
besarnya dampak obesitas terhadap status kesehatan
masyarakat baik berupa kesakitan, kecacatan dan
kematian dini serta pengeluaran biaya kesehatan
yang tinggi bagi keluarga dan Negara. Untuk itu
persoalan obesitas dan berbagai penyakit yang
menyertainya sudah merupakan permasalahan
kesehatan yang mesti ditanggulangi secara
komprehensif baik preventif, promotif dan kuratif.
Metode
Metode Pelaksanaan kegiatan pengabdian
ini adalah dengan: memberikan pengarahan oleh
pasien poli Penyakit Dalam yang datang pada siang
hari bahwa akan dilakukan pengabdian berupa
edukasi dan disepakati kapan dapat dilakukan.
Pasien Poli yang datang di pagi hari mendapatkan
flyer tentang bahaya obesitas. Edukasi yang
diberikan oleh dokter spesialis dan dokter muda
yang sedang dalam stase Penyakit Dalam. Langkah
awal yang dilakukan pada pengabdian adalah Pre- Gambar 1. Flyer faktor risiko dan bahaya obesitas
Test yang dilakukan untuk mengetahui pengetahuan yang dibagikan kepada pasien poli penyakit dalam
pasien tentang Obesitas sebelum diberikan edukasi. RS UNRAM.
Setelah dilakukan Pre-Test kemudian dilakukan
Penyuluhan sebagai edukasi kepada peserta. Selanjutnya dilakukan edukasi di aula RS
Kemudian dilakukan Focus Grup Discussion UNRAM lantai 2 dan diberikan juga quisioner untu
(FGD) yang bertujuan untuk memfollow up mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat
pengetahuan yang telah diberikan melalui edukasi tentang faktor risiko dan bahaya obesitas. Hasil dari
serta mencatat data, dan sebagai penutup dilakukan kuisioner yang dibagikan adalah 32 orang
Post-Test dilakukan untuk mengetahui seberapa mendapat skor kurang dari 50 dalam menjawab
pengetahuan peserta terhadap edukasi yang pertanyaan tentang faktor risiko dan bahaya
diberikan. obesitas dan terjadi perubahan skor menjadi 29
responden mendapat nilai 80 setelah diberikan
Hasil dan Pembahasan edukasi. Hal ini menunjukkan setelah diberikannya
edukasi pengetahuan masyarakat tentang faktor
Pengabdian masyrakat faktor risiko dan risiko dan bahaya obesitas bertambah.
bahaya obesitas dilakukan di Aula RS UNRAM dan
221
Budyono et al, Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 2022, 5 (3): 219-222 e-ISSN: 2655-5263
regional, and national prevalence of
overweight and obesity in children and
adults during 1980–2013: a systematic
analysis for the Global Burden of Disease
Study 2013. Lancet. 2014; 384(9945):766-
781.
Kesimpulan
Pengabdian Masyarakat mengenai bahaya
obesitas amatlah penting, agar masyarakat dapat
mengetahui, mencegah dan mengurangi kesakitan
yang terjadi akibat dari obesitas. Perlu dilakukan
pengabdian secara berkala dan juga pemeriksaan
BMI serta anjuran makanan sehat yang dapat
diberikan untuk mencegah obesitas.
Ucapan Terima Kasih
Penulis mengucapkan terima kasih kepada
LPPM (PNBP) yang telah memberi dukungan
terhadap pengabdian ini. Kepada Mitra Pengabdian
RS UNRAM yang telah memberikan kesempatan
sehingga Pengabdian ini berlangsung dengan
lancar.
Daftar Pustaka
Human Development Reports. Global 2016 Human
Development Report. New York: United
Nations Development Programme; 2016.
Heymsfield SB, Wadden TA. Mechanisms,
Phatophysiology and Management of
Obesity. N Engl J Med. 2017; 376:254-266.
doi: 10.1056/NEJMra1514009.
NCD Risk Factor Collaboration (NCD-RisC).
Trend in Adult Body-Mass Index in 2010
Countries from 1975-2014: A Poolid
Analysis of 1698 Population-Based
Mearsuarement Studies with 19,2 million
Participants. Lancet. 2016;
387(10026):1377-1396. DOI:
10.1016/S0140-6736(16)30054-X.
Ng M, Fleming T, Robinson M, Thomson B,
Graetz N, Margono C, et al. Global,
222