Nama : Ardila Tri Wahyuni
NIM : 10123006
Mata Kuliah : Metodologi Penelitian
MODEL–MODEL PENELITIAN PENGEMBANGAN (RESEARCH AND
DEVELOPMENT / R&D)
Penelitian Pengembangan (Research and Development) merupakan pendekatan
penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan produk baru, memperbaiki produk yang sudah
ada, serta menguji keefektifan produk tersebut melalui proses sistematis. Dalam bidang
pendidikan, penelitian R&D banyak digunakan untuk mengembangkan media, perangkat
pembelajaran, kurikulum, dan program pelatihan. Berikut beberapa model penelitian
pengembangan yang umum digunakan.
A. Model Borg & Gall
Model Borg & Gall adalah model pengembangan komprehensif yang mencakup
serangkaian langkah mulai dari penelitian awal hingga diseminasi produk. Setiap langkah
melibatkan uji coba bertahap yang memungkinkan peneliti melakukan revisi berulang
untuk meningkatkan kualitas produk. Karena itu, model ini menghasilkan produk
pendidikan yang lebih valid, efektif, dan siap diterapkan secara luas.
Tahapan Utama Model Borg & Gall:
1. Research and Information Collecting – Pengumpulan data, analisis kebutuhan,
observasi, dan rumusan tujuan.
2. Planning – Menetapkan tujuan, desain awal, keahlian yang dibutuhkan, jadwal, dan
pembiayaan.
3. Develop Preliminary Form of Product – Membuat prototipe awal produk.
4. Preliminary Field Testing – Uji coba awal skala kecil.
5. Main Product Revision – Revisi dari hasil uji coba awal.
6. Main Field Testing – Uji coba skala besar.
7. Operational Product Revision – Penyempurnaan produk berdasarkan uji utama.
8. Operational Field Testing – Pengujian dalam kondisi nyata.
9. Final Product Revision – Revisi akhir.
10. Dissemination and Implementation – Penyebaran dan penerapan produk.
B. Model ADDIE
Model ADDIE terdiri dari lima tahap inti yang fleksibel dan sering digunakan
dalam pengembangan sistem pembelajaran. Setiap tahap saling terkait dan dapat
dievaluasi secara formatif, sehingga perbaikan dapat dilakukan sejak awal proses. Karena
struktur yang sederhana namun efektif, model ini banyak dipakai dalam pembuatan
modul, media digital, hingga program pelatihan.
Tahapan Model ADDIE:
1. Analysis – Mengidentifikasi kebutuhan, sasaran, dan tujuan.
2. Design – Merancang strategi, media, dan struktur produk.
3. Development – Menghasilkan prototipe atau produk nyata.
4. Implementation – Menguji coba atau menerapkan produk.
5. Evaluation – Evaluasi formatif dan sumatif untuk mengukur efektivitas.
C. Model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate)
Model 4D adalah model yang ringkas namun sangat efektif untuk pengembangan
perangkat pembelajaran. Model ini bergerak dari pendefinisian kebutuhan, perancangan
prototipe, pengembangan melalui validasi dan uji coba, hingga penyebaran produk final.
Kesederhanaannya membuat model ini mudah diterapkan, namun tetap mampu
menghasilkan produk yang valid dan praktis.
Tahapan Model 4D:
1. Define – Analisis kebutuhan, peserta didik, tugas, konsep, dan tujuan pembelajaran.
2. Design – Menentukan rancangan produk, format, dan instrumen penilaian.
3. Develop – Validasi ahli, uji coba, dan revisi hingga diperoleh produk yang valid.
4. Disseminate – Menyebarkan produk final untuk digunakan secara luas.
D. Model Dick & Carey
Model Dick & Carey menempatkan pembelajaran sebagai suatu sistem yang
tersusun dari komponen-komponen yang saling berhubungan. Proses dimulai dari
penetapan tujuan instruksional, analisis keterampilan, hingga penyusunan strategi
pembelajaran dan evaluasi menyeluruh. Model ini cocok untuk merancang program
instruksional yang terstruktur, terukur, dan efektif.
Tahapan Model Dick & Carey:
1. Menentukan tujuan instruksional.
2. Melakukan analisis instruksional.
3. Menganalisis peserta didik dan konteks.
4. Menulis tujuan performa spesifik.
5. Mengembangkan instrumen penilaian.
6. Menyusun strategi instruksional.
7. Mengembangkan atau memilih materi pembelajaran.
8. Melaksanakan evaluasi formatif.
9. Melaksanakan evaluasi sumatif.
10. Melakukan revisi berdasarkan hasil evaluasi.
E. Model Waterfall
Model Waterfall adalah model pengembangan berurutan yang digunakan ketika
kebutuhan produk sudah ditentukan sejak awal. Prosesnya berjalan linier mulai dari
analisis kebutuhan hingga pemeliharaan. Walaupun terstruktur dan relatif kaku, model ini
membantu menghasilkan produk yang terdokumentasi baik dan stabil karena setiap tahap
harus diselesaikan sebelum bergerak ke tahap berikutnya.
Tahapan Model Waterfall:
1. Requirements Analysis – Mengumpulkan dan mendokumentasikan kebutuhan secara
rinci.
2. System Design – Merancang arsitektur dan komponen produk.
3. Implementation/Coding – Mengembangkan produk sesuai rancangan.
4. Testing/Verification – Menguji fungsi dan kesesuaian produk.
5. Deployment/Installation – Mendistribusikan dan memasang produk pada pengguna.
6. Maintenance – Perbaikan dan penyesuaian produk dalam jangka panjang.