Tabel 2.
13 Koefisien Situs (Fa) KelasSitus Parameterrespons spektralpercepatangempa(MCER)
terpetakan pada periode T= 0,2 detik Ss Ss≤0,25 Ss=0,5 Ss= 0,75 SA 0,8 S u 0,8 0,8 Ss=1,0 0,8
Ss≥1,25 0,8 SB 1,0 1,0 1,0 SC 1,0 1,2 1,2 1,1 1,0 SD 1,0 1,6 1,4 1,2 1,0 SE 1,1 2,5 1,7 1,0 1,2 0,9
0,9 SF SSb a) Untuk nilai-nilai antara Ssdapatdilakukaninterpolasilinier b) m b e r : Tata Cara
Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung SNI 03-
1726-2012 SS=Situsyang memerlukaninvestigasigeoteknikspesifikdananalisis respons situs-
spesifik, lihat pasal 6.10.1 Dalam menentukan faktor amplifikasi terkait percepatan yang
mewakili getaran perioda 1 detik (Fv). dapat ditentukan sesuai Tabel 2.15 Tabel 2.14 Koefisien
Situs (Fv) KelasSitus Parameterrespons spektralpercepatangempa(MCER) terpetakan pada
Ss≤0,1 Ss=0,2 Ss= 0,3 SA 0,8 0,8 0,8 Ss=0,4 Ss≥0,5 SB 0,8 1,0 1,0 1,0 0,8 SC 1,0 1,7 1,6 1,5 1,0 SD
1,4 2,4 2,0 1,8 1,3 SE 1,6 3,5 3,2 2,8 1,5 SF 2,4 SS 2,4 a) Untuk nilai-nilai antara S1
dapatdilakukaninterpolasilinier b)
SS=Situsyangmemerlukaninvestigasigeoteknikspesifikdananalisis respons situs-spesifik, lihat
pasal 6.10.1 Sumber : Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan
Gedung dan Non Gedung SNI 03-1726-2012. Parameter percepatan spektral desain Parameter
Percepatan spektral desain untuk periode pendek, SDS, dan pada periode 1 detik, SD1, harus
ditentukan melalui perumusan berikut : 27 SDS = 2/3 SMS f) Menentukan Spectrum Respons
Desain SD1 = 2/3 SM1 Bila spektrum respons desain diperlukan oleh tata cara ini dan prosedur
gerak tanah dari spesifik-situs tidak digunakan, maka kurva spektrum respons desain harus
dikembangkan dengan mengacu dan mengikuti Gambar 2.1 dan sesuai ketentuan di bawah ini
: a) Untuk perioda yang lebih kecil dari T0, spektrum respons percepatan desain, Saharus
diambil dari persamaan: � � 𝑆𝑎𝑎 = 𝑆𝑆𝐷𝐷𝑆𝑆 �0,4+0,6 𝑇𝑇 𝑇𝑇0 � b) Untuk perioda lebih
besar dari atau sama dengan T0 dan lebih kecil dari atau sama dengan Ts, spektrum respons
percepatan desain, Sa, sama dengan SDS. c) Untuk perioda lebih besar dari Ts, spektrum
respons percepatan desain, Sa, diambil berdasarkan persamaan: � � 𝑆𝑎𝑎 = 𝑆𝑆𝐷𝐷1 𝑇𝑇
Keterangan : SDS = parameter respons spektral percepatan desain pada perioda pendek SD1 =
parameter respons spektral percepatan desain pada perioda 1 detik T = perioda getar
fundamental struktur T0 = 0,2𝑆𝑆𝐷𝐷1 𝑆 𝑆𝐷𝐷𝑆𝑆 TS = 𝑆𝑆𝐷𝐷1 𝑆 𝑆𝐷𝐷𝑆𝑆 6 Gambar
2.1SpektrumRespons Desain Sumber : Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk
Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung SNI 03-1726-2012. g) Menentukan Kategori
Desain Seismik (A-D) Struktur harus di tetapkan memiliki suatu kategori desain seismik yang
mengikuti Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung (SNI-1726-
2012). Struktur dengan kategori resiko I, II, atau III yang berlokasi dimana parameter respons
spektral percepatan terpetakan pada perioda 1 detik, S1 , lebih besar atau sama dengan 0,75
harus di tetapkan sebagai struktur dengan kategori desain seismik E. Struktur yang berkategori
IV yang berlokasi dimana parameter respons spektral percepatan terpetakan pada perioda 1
detik, S1, lebih besar dari atau sama dengan 0,75, harus di tetapkan sebagai struktur dengan
kategori dengan seismik F. Semua struktur lainnya harus di tetapkan kategori seismik-nya
berdasarkan kategori resikonya dan parameter respons spektral percepatan desainnya, SDS
dan SD1 . Bangunan dan struktur harus di tetapkan ke dalam kategori desain seismik yang
lebih parah, dengan mengacu pada Tabel 2.16 danTabel 2.17, terlepas dari nilai perioda
fundamental getaran struktur T. 28 Tabel 2.15. Desain Seismik Berdasarkan Parameter
Respons Percepatan pada Perioda Pendek NilaiSDS Kategori Resiko SDS< 0,167 I atau II atau III
A IV A 0,167<SDS<SDS D 0,50 D D Sumber : Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk
Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedun SNI 03-1726-2012 g. Tabel 2.16. Desain Seismik
Berdasarkan Parameter Respons Percepatan Pada Perioda 1 detik Kategori Resiko NilaiSD1
SD1< 0,067 I atau IIatau III IV A A 0,067<SD1<SD1 D 0,20 D D Sumber : Tata Cara Perencanaan
Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung SNI 03-1726-2012 h)
Pemilihan Sistem Struktur dan Parameter Sistem (R, Cd, Ωo,) Setiap sistem penahan gaya
gempa yang dipilih harus dirancang dan didetailkan sesuai dengan persyaratan khusus bagi
sistem tersebut yang ditetapkan dalam dokumen acuan yang berlaku seperti dalam Tabel 2.17
29 30 Tabel 2.17 Faktor R, Cd dan Ωo untuk Sistem penahan Gaya Gempa Sistemstruktur beton
bertulang penahan gaya gempa R Ω0 Cd Batasansistemstruktur dan batasan tinggistruktur (m)
B C D E F A Sistemdindingpenumpu 1 Dinding geserbeton bertulang khusus 5 2.5 5 TB TB 48 48
30 2 Dinding geserbeton bertulangbiasa 4 2.5 4 TB TB TI TI TI 3 Dinding geserbeton
polosdidetail 2 2.5 2 TB TI TI TI TI 4 Dinding geserbeton polosbiasa 1.5 2.5 1.5 TB TI TI TI TI 5
Dinding geserpracetak menengah 4 2.5 4 TB TB 12 12 12 6 Dinding geserpracetak biasa 3 2.5 3
TB TI TI TI TI B SistemRangka 1 Dinding geserbeton bertulang khusus 6 2.5 5 TB TB 48 48 30 2
Dinding geserbeton bertulangbiasa 5 2.5 4.5 TB TB TI TI TI 3 Dinding geserbeton polosdetail 2
2.5 2 TB TI TI TI TI 4 Dinding geserbeton polosbiasa 1.5 2.5 1.5 TB TI TI TI TI 5 Dinding
geserpracetak menengah 5 2.5 4.5 TB TB 12 12 12 6 Dinding geserpracetak biasa 4 2.5 4 TB TI
TI TI TI C Sistemrangka pemikulmomen 1 Rangkabeton bertulangpemikul momenkhusus 8 3 5.5
TB TB TB TB TB 2 Rangkabeton bertulangpemikul momenmenengah 5 3 4.5 TB TB TI TI TI 3
Rangkabeton bertulangpemikul momen biasa 3 3 2.5 TB TI TI TI TI 1 D Sistemgandadengan
rangka pemikulmomenkhusus Dinding geserbeton bertulang khusus 7 2 Dinding geserbeton
bertulangbiasa 6 2.5 2.5 5.5 TB TB TB TB TB 5 TB TB TI TI TI 1 E Sistemgandadengan rangka
pemikulmomenmenengah Dinding geserbeton bertulang khusus 6.5 2 Dinding geserbeton
bertulangbiasa 5.5 2.5 2.5 5 TB TB 48 30 30 4.5 TB TB TI TI TI F Sisteminteraktifdinding
geserrangka dengan rangka pemikulmomen betonbertulangbiasadan dinding geserbeton
bertulangbiasa 4.5 2.5 4 G Sistemkolomkantileverdidetailuntukmemenuhipersyaratan: TB TI TI
TI TI Rangka beton 1 bertulangpemikul momenkhusus 2.5 2 Rangka beton bertulangpemikul
momenmenengah 1.5 1.25 1.5 10 10 10 10 10 1.25 3 Rangka beton bertulangpemikul momen
biasa 1.5 10 10 TI TI TI 1 1.25 1 10 TI TI TI Sumber : Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa
untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung SNI 03-1726-2012. i) Batasan Perioda
fundamental struktur (T) TI Dalam menentukan periode fundamental strukturT dapat
diperoleh dari hasil analisis struktur yang akan ditinjau. Namun SNI Gempa 2012 memberi
persyaratan bahwa periode fundamental yang akan dipakai sebagai perhitungan tidak boleh
melebihi dari batas atas periode fundamental pendekatan yang mana nilainya adalah perkalian
dari koefisien periode batas atas (Cu) yang dapat dilihat pada Tabel 2.19 dengan periode
pendekatan (Ta). 31 32 Untuk memudahkan pelaksanaan, periode alami fundamental T ini
boleh langsung digunakan periodependekatan Ta. Periode pendekatan ditentukan berdasarkan
persamaan berikut ini : Ta =Ct. hnx ...............................................................(1) Tabel2.18
Koefisien Batas Atas Periode SD1 KoefisienCu >0.4 1.4 0.3 1.4 0.2 1.5 0.15 1.6 < + = � �
𝑴𝑴𝑴= 𝟏𝟏 𝟖𝟖 • Akibat Muatan Hidup � � 𝑴𝑴𝑴= 𝟏𝟏 𝟒𝟒 • Akibat Muatan Angin Hidup -
Angin Tekan � � 𝑴𝑴𝑴= 𝟏𝟏 𝟖𝟖 𝒙 𝒙 𝒒𝒒 𝑽𝑽𝒅𝒅𝒏𝒏 𝜶𝜶 𝒙𝒙 𝒍𝒍𝟎𝟎 � � 𝒙 𝒑𝒑 𝒄𝒄𝒄𝒄𝑽𝑽 𝜶𝜶 𝒙𝒙
𝒍𝒍𝟎𝟎 � � 𝒙 𝑪𝑪 𝒙𝒙 𝒍𝒍𝟎𝟎𝒙𝒙 (𝟎𝟎,𝟎𝟎𝟎𝟎 𝜶𝜶−𝟎𝟎,𝟎𝟎𝟒𝟒) - Angin Hisap � � 𝑴𝑴𝑴= 𝟏𝟏 𝟖𝟖 𝒙 𝒙
𝑪𝑪 𝒙𝒙 𝒍𝒍𝟎𝟎𝒙𝒙 (𝟎𝟎,𝟎𝟎𝟒𝟒) b. Kontrol Kuat Tekan lentur yang Terjadi (SNI 2002) Mu ≤ Φ . Mn
Keterangan : Mu : Kombinasi Beban Momen Terfaktor. Φ : Faktor Reduksi kekuatan. Mn :
Kekuatan Momen Nominal. c. Kontrol Lendutan (f) yang Terjadi Fx = � � 𝟓 𝒙𝒙 𝒒𝒒𝒙𝒙 𝒙𝒙 Ɩ⁴ 𝟖
𝟖𝟖𝟖𝟒𝟒 𝒙𝒙 𝑬𝑬 𝒙𝒙 𝒍𝒍𝑴𝑴 + 𝑷𝑷𝒙𝒙 𝒙𝒙 Ɩ³ 𝟒 𝟒𝟖𝟖 𝒙𝒙 𝑬𝑬 𝒙𝒙 𝒍𝒍𝑴𝑴 Fy = 𝟓𝟓 𝐱𝐱 𝐪𝐪𝐪𝐪 𝐱𝐱 Ɩ⁴ 𝟖
𝟖𝟖𝟖𝟒𝟒 𝐱𝐱 𝐄𝐄 𝐱𝐱 𝐥𝐥𝐱𝐱 F=�𝐟𝐟𝐱𝐱²+ 𝐟𝐟𝐪𝐪² + 𝐏𝐏𝐪𝐪 𝐱𝐱 Ɩ³ 𝟒 𝟒𝟖𝟖 𝐱𝐱 𝐄𝐄 𝐱𝐱 𝐥𝐥𝐱𝐱 0,628 Pengaruh
desak, bila = 𝜹𝜹 𝒅𝒅 > 0,628 35 n1 = 𝐏𝐏 𝟎 𝟎,𝟎𝟎 𝐱𝐱 𝟎𝟎 𝐱𝐱 𝟎𝟎,𝟓𝟓 𝐱𝐱 𝛔𝛔 𝐱𝐱 𝛑𝛑 𝐱𝐱 𝐝𝐝² Jarak
baut : 2,5 d ≤ a ≥ 7d e > 1,5 d e ≥ 2d 2.6.2 Perencanaan Pelat Lantai Pelat lantai merupakan
suatu konstruksi yang menumpu langsungpada balok dan dinding [Link] lantai dirancang
dapat menahanbeban mati dan beban hidup secara bersamaan sesuai kombinasipembebanan
yang bekerja diatasnya. Prinsip pelat lantai khususnya dalam pengaruh momen dalam
menahan beban diatasnya dapat dilihat pada Gambar 2.2. Gambar 2.2. Prinsip Desain Pelat
Sumber : Dokumentasi Pribadi 36 Menentukan Type Pelat Rasio 𝑙𝑙𝑦𝑦 𝑙𝑙𝑥𝑥 > 2 Rasio 𝑙𝑙𝑦𝑦 𝑙𝑙𝑥𝑥 =
1 𝑑𝑑 𝑑𝑑 � 2 (desain pelat 1 arah) (desain pelat 2 arah) a) Menentukan Tebal Pelat � �
𝐥𝐅𝐅�𝟎𝟎,𝟖𝟖 + 𝐟𝐟𝐪𝐪 𝐡 𝐡 = 𝟏 𝟏𝟓𝟓𝟎𝟎𝟎𝟎 � 𝟖 𝟖𝟎𝟎+𝟗𝟗𝟗𝟗 Dimana : β Ln = Ly/Lx = Panjang bersih
pelat b) Menentukan Momen Wu = 1,2 WD + 1,6 WL Keterangan : WL WD = beban hidup
diambil sesuai fungsi pelat = beban mati c) Menentukan Momen Nominal (Mn) dan
(MomenMr) � � 𝐌𝐫𝐫 =∅∙𝐌𝐌𝐅𝐅 � � 𝐌𝐅𝐅 =𝐀𝐀𝐬𝐬∙𝐟𝐟𝐪𝐪(𝐝𝐝−𝟎𝟎,𝟓𝟓𝟓𝟓) d) Menentukan
Rasio Tulangan � � 𝛒𝐛𝐛 =��𝟗𝟗∙𝐱𝐱 𝟎𝟎,𝟖𝟖𝟓𝟓 𝐱𝐱 ∙𝐟𝐟′ 𝐜𝐜�𝒙𝒙 𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎 𝐟 𝐟𝐪𝐪
(𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎+𝐟𝐟𝐪𝐪) �→ Tulangan seimbang (balance) � � 𝛒𝐦𝐦𝐦𝐦𝐱𝐱 = 𝟎𝟎,𝟕𝟕𝟓𝟓∙𝛒𝛒𝐛𝐛→
Tulangan maksimal/over � � 𝛒𝐦𝐦𝐦𝐦𝐅𝐅 = 𝟏𝟏,𝟒𝟒 𝐟 𝐟𝐪𝐪 𝛒 𝛒 =𝐀𝐀𝐬𝐬 𝐛 𝐛𝐝𝐝 → Tulangan 37
ρ =tulangan direncanakan atau didesain Perlu diperhatikan pelat tipis tulangan banyak defleksi
atau lentur besar-besar maka tebal pelat diambil maksimal. ρmin < 𝜌𝜌 < ρb < ρmax → ρ =ρb
(runtuh tarik/lentur) ρmin < 𝜌𝜌 ρmax (runtuh tekan/geser/mendadak) e) Menentukan Luas
Tulangan (As) � � 𝐀𝐬𝐬 = 𝐌 𝐌𝐮𝐮 ∅∙ 𝐟𝐟𝐪𝐪 ∙ �𝐝𝐝−𝐦𝐦 𝟎𝟎 � � Asmin = ρmin ∙ b∙d →
maksimum Untuk pelat satu arah maka selanjutnya dicari tulangan susut: Assst Assst =
0,002.b.h (fy = 300 MPa) = 0,0018.b.h (fy = 400 MPa)` 2.6.3 Perencanaan Balok Balok berfungsi
sebagai penyangga bangunan yang ada di atasnya, serta sebagai pelimpah beban kombinasi
pada pelat dan atau atap. a) Syarat Kelangsingan Balok hmin b = 1 = l × 16 1 h 2 × terpanjang
tabel 9.1.a tebal minimum h) SNI 03-1728-2002 hal. 130