0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan1 halaman

Menu 4

Dokumen ini membahas perencanaan struktur bawah dan atas gedung, termasuk sloof dan pondasi, yang harus memenuhi standar nasional di Indonesia, khususnya di Semarang. Perencanaan harus mengikuti SNI dan pedoman terkait, seperti spesifikasi beton struktural dan ketahanan gempa. Mutu bahan yang digunakan direncanakan dengan beton f’c = 30 MPa dan baja tulangan dengan mutu yang sesuai.

Diunggah oleh

zafiareyn
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan1 halaman

Menu 4

Dokumen ini membahas perencanaan struktur bawah dan atas gedung, termasuk sloof dan pondasi, yang harus memenuhi standar nasional di Indonesia, khususnya di Semarang. Perencanaan harus mengikuti SNI dan pedoman terkait, seperti spesifikasi beton struktural dan ketahanan gempa. Mutu bahan yang digunakan direncanakan dengan beton f’c = 30 MPa dan baja tulangan dengan mutu yang sesuai.

Diunggah oleh

zafiareyn
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Struktur Bawah Struktur atas adalah seluruh bagian struktur yang berada dibawah muka tanah,

dan harus mampu menerima beban struktur atas yang diteruskan ketanah dibawahnya.
Perencanaan struktur bawah ini meliputi : a. Perencanaan Sloof b. Perencanaan Pondasi. 2.2
Landasan Dalam Perencanaan Pada perencanaan struktur gedung bertingkat harus
berpedoman pada syarat- dan ketentuan yang berlaku di negara tempat proyek tersebut
dilaksanakan. Dalam kasus ini proyek dilaksanakan di Indonesia tepatnya di daerah Semarang
maka harus berpedoman pada aturan Standar Nasional Indonesia (SNI) mengenai perencanaan
gedung dan buku 7 pedoman lain yang dirasa sesuai untuk digunakan. Adapun syarat-syarat
dan ketentuan tersebut terdapat pada buku pedoman, antara lain: a. Persyaratan Beton
Struktural untun Bangunan Gedung SNI 03-1729-2013. b. Spesifikasi untuk Gedung Baja
Stuktural SNI 2847-2012. c. Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur
Bangunan Gedung dan Non Gedung SNI 1726-2012. d. Pedoman Perencanaan Pembangunan
untuk Rumah dan Gedung (PPPURG 1987). e. Peraturan-peraturan lain yang relevan. 2.3 Mutu
Bahan Gedung direncanakan dengan mutu bahan beton f’c = 30 MPa baik pada struktur atas
maupun struktur bawah. Dengan bahan pendukung baja tulangan menggunakan mutu baja fy
= 400 Mpa (tulangan pokok) dan fy = 240 MPa (tulangan sengkang). Sedangkan untuk
perencanaan kuda-kuda baja menggunakan bahan den

Anda mungkin juga menyukai