QRA Question
QRA Question
4. Apa itu Bridging Dokument Well control…? (WSR, Tool pusher dan Driller)
Suatu document yang menjembatani kebijakan antara PHR dan BP terkait Wellcontrol
6. Apakah Bridging document di share atau tidak Ketika melakukan de brief setelah drill ?Seharusnya
bridging document dibacakan Ketika melakukan de brief drill
8. Pastikan evident Rig induction yang telah dilakukan kepada driller, toll pusher dan rig supt.
9. Apakah driller daily checklist dilakukan oleh driller yang masuk siang dan malam ?
11. Tool pusher dan driller harus memahami fluida atau oli accumulator cukup untuk melakukan 2x
penutupan annular dan Ram BOP (atau 8” dari lobang intip 0li accumulator).
12. Pastikan evident dari sosialisasi dan implementasi SOP well safe ada di rig site.
14. Driller dan tool pusher harus mengetahui dan memahami apa apa saja informasi well control yang
ada di driller console :
15. Pastikan FOSV & IBOP berada dalam posisinya sesuai dengan operasi, kondisinya (terbuka/tertutup)
ada kunci FOSV beserta xrosover yang sesuai dengan tubular yang digunakan.
18. Jelaskan procedure memonitor sumur Ketika drilling, milling dan circulating
1. Driller atau orang yang didelegasikan harus mengetahui perubahan dari laju aliran (flow rate)
meningkat secara signifikan yang terdapat di flow line. Jika terjadi positif kick, driller harus
membunyikan klason dan melakukan shut in procedure (Mengacu ke SOP shut in). Kemudian
menginformasikan ke tool pusher dan WSR.
2. Driller atau orang yang didelegasikan harus memonitor penambahan volume (pit gain) di tanki
aktif jika terjadi positif kick, driller harus melakukan shut in procedure (mengacu ke SOP shut
in) kemudian menginformasikan ke tool pusher dan WSR
3. Driller atau orang yang didelegasikan harus melakukan flow check sebelum melakukan koneksi
pipa dan pompa dalam keadaan mati, jika ada aliran dari dalam sumur maka harus melakukan
shut in procedure (mengacu ke SOP shut in ) kemudian menginformasikan ke tool pusher dan
WSR.
4. Memonitor cutting sebagai tanda peringatan awal untuk pekerjaan deepening.( Kalau rig
memiliki shale shaker)
- Bentuk, ukuran dan jumlah cutting
- Perubahan pada temperature sebelum memasang sambungan pipa baru
5. Komunikasi antara driller dan derrickman sebelum dan selama pengisian completion fluid atau
selama operasi yang dapat memberikan pengaruh pada volume tanki
- Derrickman harus memberi tahu driller/tool pusher/WSR jika terjadi perubahan yang signifikan
pada volume tanki seperti saat pengisian air dengan menggunakan vacuum atau killing line.
Tiga positif kick indicator
1. Rate flow line -> Laju aliran bertambah di flow line
2. Ada aliran Ketika pompa mati
3. Pit gain -> Bertambahnya volume lumpur di tanki
Posible kick indicator
1. Drilling break (Perubahan ROP, Perubahan pressure, RPM, Torque, P/U, S/O weight
2. Perubahana cutting di shale shaker
- Bentuk, ukuran dan jumlah cutting
- Perubahan pada properties lumpur
- Perubahan pada temperature sebelum memasang sambungan pipa baru
20. Jelaskan procedure memonitor sumur pada saat pekerjaan wire line..!
1. Sebelum memulai loging, driller harus melakukan pengisian sumur
2. Driller melakukan flow check sebelum memulai logging
Jika sumur static, driller atau orang yang ditunjuk pada saat PJM akan memonitor aliran di tanki
Jika sumur mengalami loss circulation, driller memonitor loss rate, kemudian laporkan kepada
WSR untuk Tindakan lebih lanjut
Lakukan pengisian sumur setiap saat sesuai yang dibutuhkan sumur selama operasi logging
3. Pada saat TOH wire line tool, driller harus menjaga sumur dalam kondisi penuh setiap saat
4. Jika ada aliran, driller/tool pusher harus shut in sumur (lihat SOP shut in)
21. Jelaskan procedure memonitor sumur saat pekerjaan tidak ada pipa didalam sumur !
1. Jika tidak ada string didalam sumur maka tool pusher harus menutup blind/shear ram
2. Tool pusher membuka gate valve no.2 pada choke line untuk memonitor SICP
3. Tool pusher atau orang yang didelegasikan akan memonitor SICP setiap 5 menit atau sesuai
arahan dari WSR. Catat hasil monitor ini ke dalam out of hole monitoring sheet
4. Jika ada kenaikan pada SICP, tool pusher harus melaporkan hal ini ke WSR untuk dilakukan
Tindakan lebih lanjut
5. Data out of hole monitoring sheet ini disimpan selama 3 bulan di rig site
6. Sebelum membuka blind/shear ram tool pusher harus memastikan SICP = 0 dan membuka
valve dichoke manifold untuk mengalirkan fluida melalui panic line jika terdapat tekanan
terkurung.
22. Jelaskan procedure shut in sumur saat drilling, milling dan sirkulasi
1. Jika ada indicator kick yang positif maka driller harus membunyikan alarm, kemudian lakukan
3S proses penutupan sumur saat drilling (space out, shut off pump, shut in well)
2. Driller menyesuaikan ketinggian string (space out) untuk mencegah tool joint berada di dalam
BOP (mengacu ke BOP space out)
3. Driller mematikan pompa
4. Tool pusher menutup anular BOP dari accumulator unit. Jika tool pusher tidak memungkinkan
maka driller dapat menutup anular.
Tool pusher dan driller memiliki hak dan tanggung jawab untuk menutup sumur tanpa
persetujuan WSR
Tool pusher harus memastikan tidak ada kebocoran di anular dan besar tekanan yang diberikan
kepada annular BOP sudah sesuai
5. Tool pusher membuka valve #2 dan memonitor SICP di choke manifold lalu melaporkan nilai
SICP yang stabil ke WSR.
1. Sebelum melakukan triping driller harus memastikan FOSV + x-over yang sesuai dengan string
dan kunci FOSV yang sesuai bearda di WPF (FOSV dalam keadaan terbuka
2. Sebelum triping driller harus melakukan flow check, tripping dapat dilanjutkan jika tidak ada
aliran dari dalam sumur
3. Jika ada indicator kick yang positif maka driller harus membunyikan alarm kemudian lakukan 3S
proses penutupan sumur saat triping (stab in FOSV, Space out, Shut in well)
4. Floorman #1 mengangkat dengan air/hyd winch dan memasang FOSV dalam keadaan terbuka
5. Floorman #2 mengambil kunci FOSV dan menutup FOSV
6. Driller melakukan space out string, pastikan tidak ada tool joint pada BOP area (mengacu ke
BOP space out diagram)
7. Tool pusher menutup annular BOP dari accumulator unit. Jika tool pusher tidak memungkinkan
maka driller dapat menutup annular
8. Tool pusher membuka valve #2 dan memonitor SICP di choke manifold, kemudian melaporkan
nilai SICP yang stabil ke WSR
Lakukan Langkah berikut apabila tidak memungkinkan memasang FOSV karena terjadinya steam
kick berbahaya (air panas, H2S dll)
1. Jika ada indicator kick yang positif (steam kick maka driller harus membunyikan alarm
2. Semua crew di rig floor harus menuju muster point
3. Driller menyesuaikan ketinggian string (space out) untuk mencegah tool joint berada didalam
BOP
4. Tool pusher menutup annular BOP dari accumulator unit, jika tool pusher tidak memungkinkan
maka driller dapat menutup annular
5. Driller melakukan pemompaan dengan kecepatan maximum (min 5 bpm) dan melakukan
pengecekan di tanki (melalui choke manifold). Pada saat situasi sudah memungkinkan untuk
memasang Kembali FOSV maka floorman harus memasang FOSV + x-over yang sesuai ke string
dan menutup valvenya
Note : jika memungkinkan panic line dapat dibuka selama pemasangan FOSV untuk mendivert
aliran
Kondisi khusus untuk sumur dengan ESP (kalau untuk di SLO) disesuaikan dengan rig tempat
bekerja.
1. Sebelum melakukan triping driller harus memastikan FOSV + x-over yang sesuai dengan
string dan kunci FOSV yang sesuai, cable cutter dan binding cable berada di rig floor
2. Jika ada indicator kick yang positif maka driller harus membunyikan alarm
3. Floorman #1 mengangkat dengan air/hyd winch dan memasang FOSV dalam keadaan
terbuka
4. Floorman #2 mengambil kunci FOSV dan menutup FOSV
5. Driller mengangkat string setinggi +/- 15 ft
6. ESP crew akan mengikat cable minimal dengan 3 pcs cable clamp pada string dan pada
floor area untuk menjaga cable tidak jatuh dari shock absorber Ketika dipotong
7. ESP crew melakukan pemotongan cable diatas cable clamp
8. Driller memasukkan string ke sumur dan memastikan tidak ada cable atau tool joint
didalam BOP (space out)
9. Tool pusher Tool pusher menutup annular BOP dari accumulator unit. Jika tool pusher tidak
memungkinkan maka driller dapat menutup annular
10. Tool pusher membuka valve #2 dan memonitor SICP di choke manifold, kemudian
melaporkan nilai SICP yang stabil ke WSR
1. Sebelum melakukan pekerjaan wire line, pada saat PJM pastikan cable cutter tersedia di truck unit
2. Jika ada indicator kick yang positif maka driller harus membunyikan alarm
3. Wire line operator harus meningkatkan pack-off pressure pada lubricator
4. Jika memungkinkan maka cabut wire line keluar dari sumur dan tool pusher atau driller akan
menutup blind/shear ram (sesuai spesifikasi BOP)
5. Jika tidak memungkinkan mengeluarkan wire line maka atas persetujuan WSR :
Tool pusher menutup annular BOP
Wire line operator mengendurkan wire line sampai pada posisi aman untuk dipotong, matikan
sumber listrik, lalu operator memotong dengan wire line cutter dan pastikan wire line terjatuh
Tool pusher menutup blind/shear ram untuk mengamankan sumur
6. Tool pusher membuka valve #2 dan memonitor SICP di choke manifold, kemudian melaporkan nilai
SICP yang stabil ke WSR
27. Jelaskan shut in Ketika run out of hole / tidak ada pipa didalam sumur
1. Jika tidak ada string didalam sumur maka tool pusher harus menutup blind/shear ram
2. Tool pusher harus membuka manual gate valve nomor #2 pada choke line untuk memonitor
tekanan casing di choke manifold
3. Tool pusher menginformasikan situasi well control ke WSR termasuk nilai SICP yang stabil, fluida
yang keluar dari sumur, kedalaman top of perforation, string di dalam sumur, waktu terjadi kick, pit
gain (jika memungkinkan)
Jika terjadi kick saat disconnect / make up tubular, lakukan procedure shut in sebagai berikut :
1. Pastikan sumur sudah tertutup dan aman (proses 3S untuk shut in sudah dilakukan)
2. Floorman #1 memasang IBOP diatas FOSV yang telah tertutup, buka valve FOSV secara perlahan
dan pastikan IBOP menahan pressure
Driller memastikan bahwa torsi make up yang sesuai telah digunakan Ketika memasang IBOP
Tool pusher sebagai operator choke harus mengatur tekanan annular untuk operasi striping
dengan arahan dari WSR
Tool pusher harus memastikan arah aliran dari choke manifold dan katup yang diperlukan
3. Floorman harus membuat stand pertama dan memulai striping kedalam sumur melalui annular
BOP
Driller akan memantau sumur di flow line untuk memastikan tidak ada tambahan fluida karena
kebocoran berlebihan di annular
Tool pusher akan menentukan kecepatan striping sesuai arahan dari WSR. Kecepatan striping
yang dianjurkan adalah 20 ft/mnt
Rig supt harus memastikan fungsi dari annular dan menjaga tekanan tutup yang tepat
Rig supt harus menurunkan pressure annular serendah mungkin atau sehingga ada kebocoran
kecil pada annular yang memungkinkan tool joint melewatinya
Floorman sebaiknya melumasi string dengan pelumas untuk setiap string yang dimasukkan
guna mengurangi keausan karet annular.
Tool pusher sebagai operator choke harus menutup choke saat melakukan penyambungan pipa
dan mengatur bukaan choke saat memulai Kembali proses striping
4. Lanjutkan striping kedalam sumur dengan kecepatan tertentu sampai tekanan casing naik ke safety
factor yang diinginkan (SF) + kenaikan pressure yang dihitung (PI) + HP penetrasi
HP penetrasi : (h “gas sesudah”-h “gas sebelum”) x 0.052 x (MW lumpur – Berat gas)
Asumsi : berat gas = 1,9 ppg
Apabila tidak sempat untuk menghitung HP penetrasi, asumsikan HP penetrasi sama dengan
100 psi
5. Lanjutkan striping kedalam lobang dengan kecepatan tertentu sambal menjaga tekanan casing
konstan dengan membuang fluida melalui choke. Ukur volume fluida yang dibuang sebenarnya
dalam tanki terukur kapasitasnya.
Hitung penambahan volume antara total mud yang dibuang dan total displacement pipa
tertutup dengan cara mengurangi antara total mud yang dibuang dan total displacement pipa
tertutup.
Tool pusher sebagai operator choke menerima arahan dan perintah dari WSR
Rig supt harus memastikan fungsi dari annular dan menjaga tekanan tutup yang tepat pada
accumulator
6. Ketika perbedaan antara volume lumpur yang keluar dan displacement pipa dengan ujung tertutup
sama dengan mud increament (MI) naikkan tekanan casing sebesar PI
Tool pusher berkoordinasi dengan derrickman untuk memantau volume lumpur yang dibuang
7. Ulangi Langkah 5 & 6 sampai TD, hentikan operasi striping dan tutup choke
8. Lanjutkan ke procedure well kill sesuai arahan dari WSR
34. Apa yang dimaksud dengan special operation procedure ? dan sebutkan salah satu contohnya !
Special operation adalah pekerjaan dimana kondisi sumur dalam kondisi satu barrier (barrier HP/
hydrostatic pressure yaitu fluida)
Contohnya : saat N/D x-mast tree, Run screen liner, run mesh rite dll
38. Jelaskan apa yang dimaksud well control drill dan jenis drill yang ada di rig workover ?
Well control drill adalah Latihan yang dilakukan untuk melatih seluruh crew dalam situasi wel control.
Jenis drill di workover :
- Hole monitoring drill
- Shut in drill
- Well kill drill
- Choke drill
- Special operation drill
Latihan ini harus dilakukan satu minggu sekali untuk setiap crew, dengan Latihan yang sesuai
dengan operasi yang sedang berlangsung atau yang akan dating.
Keseluruhan drill dapat dilakukan dengan cara simulasi ataupun table top/walktrough. Namun
sangat dianjurkan drill dilakukan dengan cara simulasi (kecuali striping drill)
Pemilihan drill agar dapat dilakukan variative atau bergantian, agar seluruh crew dapat
mengerti dan memahami untuk detiap kondisi well control yang akan terjadi.
39. Jelaskan pada saat bulhead berapa maximum dan minimum press untuk pemompaan kill fluid ?
Untuk maksimum press didapat dari data di bawah ini :
1. Rating pressure surface equipment (line stand pipe, BOP ataupun hose yang dilewati aliran pompa)
2. Rating well head (kapasitas pressure wellhead)
3. Rating casing (casing burst/casing pecah) data dari well program
4. Rating fracture formation (Leak of Test) data dari well program
5. Rating tubing (tubing burst/tubing collaps)
Jadi untuk nilai maksimum pressure adalah nilai terendah dari rating pressure diatas.
42. Bearapa nilai low dan high pressure untuk annular dan ram BOP ?
Low pressure 250 – 350 psi
High pressure 500 + MASP atau sesuai well program
BOP test procedure di dtump test (untuk yang menggunakan Blind shear ram)
1. Pasangkan BOP stack (drilling spool + blind shear ram + annular) di stump test yang ada di skid BOP
2. Sambungkan hose dari BOP test pump (c/w chart record) ke port di stump test skid
3. Isi accumulator pressure
4. Lakukan fungtion test blind shear ram
5. Lakukan test # 1 tekanan terhadap blind shear ram, valve #1, valve #2
Test tekanan terdiri dari test tekanan rendah (250-350 psi) dan ikuti dengan test tekanan tinggi
(500 + MASP) hold 5 menit
Bleed off tekanan secara perlahan setelah test tekanan selesai
6. Buka blind shear ram, masukkan pup joint yang dilengkapi FOSV dan IBOP kedalam annular.
Catatan : FOSV dalam posisi tertutup dan IBOP terbuka
7. Lakukan fungtion test annular kemudian tutup annular
8. Lakukan test # 2 tekanan terhadap annular, FOSV, valve #1, valve#2.
Test tekanan terdiri dari test tekanan rendah (250-350 psi) dan ikuti dengan test tekanan tinggi
(500+MASP) hold 5 menit
Bleed off tekanan secara perlahan setelah test tekanan selesai
9. Tutup IBOP dan buka FOSV
10. Lakukan test # 3 tekanan terhadap annular, IBOP, valve#1,valve#2
Test tekanan terdiri dari test tekanan rendah (250-350 psi) dan ikuti dengan test tekanan tinggi
(500+MASP) hold 5 menit
Bleed off tekanan secara perlahan setelah test tekanan selesai
Catat tekanan accumulator awal, tekanan manifold, dan tekanan annular. Regulator Manifold
dan annular di set pada operating pressure yang direkomendasikan manufaktur untuk BOP
stack.
Tutup semua preventers (Gunakan pipa untuk penutupan annular)
Ukur dan catat waktu penutupan untuk setiap preventer akhir accumulator, manifold dan
annular. ( Penghitungan waktu di stop watch dimulai saat handle mulai digerakkan dan
berakhir ketika pressure sudah kembali ke posisi awal )
Test accumulator berhasil, jika setiap element BOP dapat tertutup dalam waktu kurang dari 30
detik. Selain itu, pada akhir test harus ada setidaknya :1,200 psi accumulator pressure tersisa
didalam 3,000 psi accumulator.
Waktu penutupan untuk annular preventers 18-3/4" atau lebih besar tidak boleh melebihi 45
detik.
Amati tekanan yang tersisa setidaknya 5 menit untuk mendeteksi kemungkinan RAM piston
seal mengalami kebocoran.
Buka kembali BOP.
Gunakan lampiran 8.8 untuk me-record Drawdown Test.
50. Bagian choke manifold yang mana yang hanya dilakukan fuction test saja ? (tanpa press test)
Manual choke dan hydraulic choke
54. Kapan driller daily check list di isi dan jelaskan apa saja yang diisi !
Driller daily check list diisi sebelum memulai pekerjaan (harus diisi dengan tulisan tangan)
- Accumulator data
- FOSV + xover
- IBOP + xover
- BOP
- Choke mmanifold
- dll
56. Kapan air pump dan electric pump accumulator hidup dan mati..?
- Air pump hidup di 2600 psi dan mati di 2900 psi
- Electric pump hidup di 2700 psi dan mati di 3000 psi
58. Sebutkan safety valave beserta jumlahnya yang harus tersedia di rig floor !
FOSV (full opening safety valve) = 2 ea
IBOP (inside BOP) = 1 ea