0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan35 halaman

Modul Ajar Informatika

Dokumen ini adalah program tahunan dan semester untuk mata pelajaran Informatika di SMP-IT Abu Syafa Binjai tahun pelajaran 2025/2026. Materi pembelajaran mencakup berbagai topik seperti berpikir komputasional, teknologi informasi, sistem komputer, dan pemrograman, dengan alokasi waktu yang terperinci. Tujuan pembelajaran dirancang untuk mengembangkan keterampilan generik dan pemahaman konsep yang relevan dengan kebutuhan masa depan siswa.

Diunggah oleh

alensaaldebaran
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan35 halaman

Modul Ajar Informatika

Dokumen ini adalah program tahunan dan semester untuk mata pelajaran Informatika di SMP-IT Abu Syafa Binjai tahun pelajaran 2025/2026. Materi pembelajaran mencakup berbagai topik seperti berpikir komputasional, teknologi informasi, sistem komputer, dan pemrograman, dengan alokasi waktu yang terperinci. Tujuan pembelajaran dirancang untuk mengembangkan keterampilan generik dan pemahaman konsep yang relevan dengan kebutuhan masa depan siswa.

Diunggah oleh

alensaaldebaran
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

INSTRUMEN PEMBELAJARAN

KURIKULUM MERDEKA (DEEP LEARNING)


SMP-IT ABU SYAFA BINJAI
TAHUN PELAJARAN 2025/2026

Nama Pendidik : Hadi Sufyan, [Link]


NUPTK :-
Mata Pelajaran : Informatika

SMP-IT ABU SYAFA BINJAI


KOTA BINJAI
2026
PROGRAM TAHUNAN (PROTA)
KURIKULUM MERDEKA (DEEP LEARNING)
MATA PELAJARAN INFORMATIKA
TAHUN PELAJARAN 2025/2026

Nama Sekolah : SMP-IT Abu Syafa Binjai


Nama Penyusun : Hadi Sufyan, [Link]
NUPTK :-
Mata pelajaran : Informatika
Kelas : VII (Tujuh)

SMP-IT ABU SYAFA BINJAI


KOTA BINJAI
2026
PROGRAM TAHUNAN (PROTA)
Mata Pelajaran : Informatika
Kelas : VII
Tahun Pelajaran : 2025/2026
Alokasi Waktu : 2 JP/Minggu

Alokasi
No Materi Pokok Alur Tujuan Pembelajaran
Waktu (JP)
1 Bab 1 : Informatika dan 1. Peserta didik mampu 4
Keterampilan Generik menjelaskan pengertian
informatika, bidang-
bidang pengetahuan di
dalamnya, serta
pentingnya belajar
informatika sebagai
bekal masa depan yang
terintegrasi dengan
Profil Pelajar Pancasila.
2. Peserta didik mampu
menerapkan
keterampilan generik
untuk berkolaborasi,
merencanakan pekerjaan
dalam kelompok, dan
memahami cara
mengomunikasikan hasil
kerja secara efektif.
2 Bab 2 : Berpikir 1. Peserta didik mampu 8
Komputasional menerapkan konsep
algoritma dan
pengenalan pola untuk
menyelesaikan masalah
dengan aturan dan
urutan tertentu.
2. Peserta didik mampu
menerapkan konsep
optimasi penjadwalan
untuk menemukan
solusi paling efisien
dalam mengelola
sumber daya yang
terbatas.
3. Peserta didik mampu
menerapkan konsep
struktur data untuk
menyusun informasi
yang memiliki
keterurutan dan
dependensi.
4. Peserta didik mampu
menerapkan konsep
representasi data biner
(ya/tidak) untuk
menginterpretasikan dan
menyajikan informasi.
3 Bab 3 : Teknologi 1. Peserta didik mampu 10
Informasi dan Komunikasi mengenali berbagai
objek pada antarmuka
pengguna grafis (GUI)
serta mampu mengelola
folder dan file.
2. Peserta didik mampu
menggunakan peramban
dan mesin pencari untuk
menemukan informasi
yang relevan dan
kredibel.
3. Peserta didik mampu
membuat, mengirim,
dan membalas surel
dengan memperhatikan
etika komunikasi digital.
4. Peserta didik mampu
menggunakan aplikasi
pengolah kata untuk
membuat dokumen
sederhana.
5. Peserta didik mampu
menggunakan aplikasi
presentasi untuk
membuat beberapa slide
sederhana.
4 Bab 4 : Sistem Komputer 1. Peserta didik mampu 10
mengidentifikasi dan
mengkategorikan
berbagai jenis perangkat
keras (hardware)
berdasarkan fungsinya.
2. Peserta didik mampu
menjelaskan perbedaan
dan fungsi dari
perangkat lunak
(software) sistem
operasi dan aplikasi.
3. Peserta didik mampu
menjelaskan cara
interaksi antarperangkat
dan menganalisis
manfaat teknologi.
4. Peserta didik mampu
menganalisis
permasalahan sederhana
pada perangkat keras
dan memilih spesifikasi
komputer.
5. Peserta didik mampu
memahami konsep dasar
sistem bilangan biner
dan mengonversi
bilangan desimal ke
biner.
5 Bab 5 : Jaringan Komputer 1. Peserta didik mampu 4
dan Internet menjelaskan konsep
dasar jaringan komputer
dan internet, serta
mendemonstrasikan cara
menghubungkan
perangkat ke internet.
2. Peserta didik mampu
menjelaskan pentingnya
proteksi data dan
mempraktikkan cara
kerja enkripsi sederhana.
6 Evaluasi Akhir Semester 1. Peserta didik mampu 2
Ganjil menunjukkan
penguasaan kompetensi
pada Bab 1–5 melalui
asesmen tertulis dan
praktik sederhana secara
mandiri dan
bertanggung jawab.
7 Bab 6 : Analisis Data 1. Peserta didik mampu 8
menjelaskan konsep
data, analisis data, dan
mengenali antarmuka
aplikasi pengolah
lembar kerja.
2. Peserta didik mampu
menggunakan formula
dan fungsi dasar (SUM,
AVERAGE, MAX,
MIN) untuk mengolah
data.
3. Peserta didik mampu
menggunakan fungsi
logika (IF) dan fitur
pengolahan data
lanjutan (Sort dan
Filter).
4. Peserta didik mampu
menerapkan
keterampilan analisis
data untuk
menyelesaikan studi
kasus sederhana.
8 Bab 7 : Algoritma dan 1. Peserta didik mampu 8
Pemrograman menjelaskan konsep
dasar pemrograman dan
mengenali antarmuka
Scratch.
2. Peserta didik mampu
menggunakan blok-blok
dasar untuk membuat
animasi sederhana.
3. Peserta didik mampu
menerapkan blok event
(kejadian) dan kontrol
(perulangan) untuk
membuat program
interaktif.
4. Peserta didik mampu
menerapkan konsep
algoritma dalam
aktivitas unplugged dan
menyelesaikan proyek
mini.
9 Bab 8 : Dampak Sosial 1. Peserta didik mampu 6
Informatika menjelaskan
perkembangan TIK serta
menganalisis dampak
positif dan negatifnya.
2. Peserta didik mampu
menjelaskan konsep
kolaborasi maya dan
media sosial, serta
menerapkan etika yang
baik.
3. Peserta didik mampu
mengidentifikasi
informasi pribadi dan
memahami pentingnya
hukum privasi.
10 Bab 9 : Praktika Lintas 1. Peserta didik mampu 8
Bidang Informatika menjelaskan konsep
artefak komputasional
dan cara kerja Makey
Makey.
2. Peserta didik mampu
merakit sirkuit
sederhana menggunakan
Makey Makey dan
material konduktif.
3. Peserta didik mampu
merancang dan
mengembangkan proyek
alat musik sederhana.
4. Peserta didik mampu
mempresentasikan hasil
karyanya dan
menerapkan pemikiran
strategis.
11 Evaluasi Akhir Semester 1. Peserta didik mampu 2
Genap menunjukkan
penguasaan kompetensi
pada Bab 6–9 melalui
asesmen tertulis dan
praktik sederhana secara
mandiri dan
bertanggung jawab.

Mengetahui, Binjai, 2025


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

(Muammar Fahmi Alwi, S.H., [Link]) (Hadi Sufyan, [Link])


NUPTK. NUPTK.
PROGRAM SEMESTER (PROMES)
KURIKULUM MERDEKA (DEEP LEARNING)
MATA PELAJARAN INFORMATIKA
TAHUN PELAJARAN 2025/2026

Nama Sekolah : SMP-IT Abu Syafa Binjai


Nama Penyusun : Hadi Sufyan, [Link]
NUPTK :-
Mata pelajaran : Informatika
Kelas / Semester : VII (Tujuh)

SMP-IT ABU SYAFA BINJAI


KOTA BINJAI
2026
PROGRAM SEMESTER (PROMES)
Mata Pelajaran : Informatika
Kelas : VII
Tahun Pelajaran : 2025/2026
Alokasi Waktu : 2 JP/Minggu

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)


Pada akhir Fase D, murid memiliki kemampuan sebagai berikut:
A. Berpikir Komputasional: Menerapkan berpikir komputasional untuk problem dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menghadapi masalah
komputasi; memahami konsep himpunan data terstruktur dalam kehidupan sehari-hari; memahami konsep lembar kerja pengolah data; menerapkan
berpikir komputasional dalam menyelesaikan persoalan yang mengandung himpunan data berstruktur sederhana dengan volume kecil; serta
menuliskan sekumpulan instruksi dengan menggunakan sekumpulan kosakata terbatas atau simbol dalam format pseudocode.
B. Literasi Digital: Memahami cara kerja dan penggunaan mesin pencari di internet; mengetahui kualitas informasi dan kredibilitas sumber informasi
digital; mengenal ekosistem media pers digital; membedakan fakta, opini, dan hoaks; memahami pemanfaatan perangkat teknologi pengolah
dokumen, lembar kerja, dan presentasi; mampu mendeskripsikan komponen, fungsi, dan cara kerja komputer; memahami konsep dan penerapan
konektivitas jaringan lokal dan internet baik kabel maupun nirkabel; mengetahui jenis ruang publik virtual; memahami pemanfaatan perangkat
teknologi digital untuk produksi dan diseminasi konten; memahami pentingnya menjaga rekam jejak digital, mengamalkan toleransi dan empati di
dunia digital, memahami dampak perundungan digital, membuat kata sandi yang aman; memahami pengamanan perangkat dari berbagai jenis
malware, memilah informasi yang bersifat privat dan publik, melindungi data pribadi dan identitas digital serta memiliki kesadaran penuh
(mindfulness) dalam dunia digital.
C. Analisis Data: Kemampuan untuk menstrukturkan, menginput, memproses (antara lain menganalisis, mengambil kesimpulan, membuat keputusan,
dan memprediksi), dan menyajikan data dalam berbagai bentuk representasi, seperti teks, audio, gambar, dan video.
D. Algoritma dan Pemrograman: Mengembangkan solusi dari berbagai persoalan dengan membaca bermakna dan menulis teks algoritmik terstruktur
(logis, sistematis, bertahap, konvergen, dan linier) menjadi kumpulan instruksi yang dapat dikerjakan orang lain atau komputer, berdasarkan
paradigma pemrograman prosedural dengan ukuran dan kompleksitas program yang menaik secara bertahap dan berjenjang, dapat dikerjakan secara
mandiri atau berkolaborasi dengan yang lain.

PROGRAM SEMESTER GANJIL

Alokasi Juli Agust Sept Okt Nov Des


Materi
Waktu 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Bab 1 : Informatika dan Keterampilan Generik 4
Bab 2 : Berpikir Komputasional 8
Bab 3 : Teknologi Informasi dan Komunikasi 10
Bab 4 : Sistem Komputer 10
Bab 5 : Jaringan Komputer dan Internet 4
Evaluasi Akhir Semester Ganjil 2
JUMLAH JAM PELAJARAN
SEMESTER GENAP

Alokasi Jan Feb Maret April Mei Juni


Materi
Waktu 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Bab 6 : Analisis Data 8
Bab 7 : Algoritma dan Pemrograman 8
Bab 8 : Dampak Sosial Informatika 6
Bab 9 : Praktika Lintas Bidang Informatika 8
Evaluasi Akhir Semester Genap 2
JUMLAH JAM PELAJARAN

Mengetahui, Binjai, 2025


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

(Muammar Fahmi Alwi, S.H., [Link]) (Hadi Sufyan, [Link])


NUPTK. NUPTK.
MODUL AJAR
KURIKULUM MERDEKA (DEEP LEARNING)
INFORMATIKA (SEMESTER GANJIL)
TAHUN PELAJARAN 2025/2026

Nama Sekolah : SMP-IT Abu Syafa Binjai


Nama Penyusun : Hadi Sufyan, [Link]
NUPTK :-
Mata pelajaran : Informatika
Fase D, Kelas / Semester : VII (Tujuh) / I (Ganjil)

SMP-IT ABU SYAFA BINJAI


KOTA BINJAI
2026
MODUL AJAR
MATA PELAJARAN : INFORMATIKA
BAB 1: Informatika dan Keterampilan Generik
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMP-IT ABU SYAFA BINJAI
Nama Penyusun : Hadi Sufyan, [Link]
Mata Pelajaran : Informatika
Kelas / Fase /Semester: VIII / - / I (Ganjil)
Alokasi Waktu : 2 JP (1 kali pertemuan)
Tahun Pelajaran : 2025/ 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


● Pengetahuan Awal: Peserta didik kelas VIII SMP-IT Abu Syafa Binjai
telah memperoleh dasar-dasar bahasa Arab pada kelas sebelumnya, seperti
pengenalan mufradat, membaca teks Arab sederhana, serta mengetahui
secara umum adanya jumlah ismiyah dan jumlah fi’liyah. Namun
pemahaman mereka tentang klasifikasi kata dalam bahasa Arab (isim, fi’il,
dan huruf) masih bersifat permukaan dan belum sistematis. Sebagian siswa
masih cenderung menghafal contoh tanpa memahami ciri-ciri gramatikalnya
secara mendalam. Oleh karena itu, pembelajaran pada materi ini diarahkan
untuk memperkuat fondasi konseptual sekaligus melatih kemampuan
analisis mereka.
● Minat: Minat belajar peserta didik terhadap mata pelajaran Nahwu
tergolong cukup baik, terutama ketika materi dikaitkan dengan pemahaman
Al-Qur’an dan praktik ibadah sehari-hari. Siswa lebih antusias apabila
pembelajaran disajikan secara interaktif, menggunakan diskusi kelompok,
permainan edukatif, atau kuis digital. Mereka juga menunjukkan
ketertarikan yang tinggi ketika diberi tantangan untuk menganalisis kalimat
secara langsung. Oleh sebab itu, strategi pembelajaran perlu dirancang
menarik dan kontekstual agar minat tersebut dapat terus tumbuh.
● Latar Belakang: Peserta didik berasal dari lingkungan sekolah Islam
terpadu yang memiliki budaya religius kuat. Mereka terbiasa dengan
kegiatan tahfizh, pembiasaan ibadah, serta pembelajaran nilai-nilai Islam
dalam keseharian. Namun latar belakang kemampuan bahasa Arab mereka
cukup heterogen; sebagian siswa memiliki pengalaman belajar tambahan di
madrasah atau pesantren, sementara sebagian lainnya hanya belajar di
sekolah formal. Perbedaan ini menjadi pertimbangan dalam merancang
pembelajaran yang inklusif dan kolaboratif.
● Kebutuhan Belajar
○ Visual: Sebagian peserta didik memiliki gaya belajar visual sehingga
membutuhkan media pembelajaran yang menampilkan peta konsep,
diagram klasifikasi kata, serta penggunaan warna untuk membedakan
isim, fi’il, dan huruf. Penyajian materi dalam bentuk bagan atau tabel
akan membantu mereka memahami struktur secara lebih jelas dan
sistematis.
○ Auditori: Peserta didik dengan kecenderungan auditori lebih mudah
memahami materi melalui penjelasan lisan yang runtut dan diskusi
interaktif. Mereka membutuhkan pengulangan konsep secara verbal
serta kesempatan untuk mendengar dan menyampaikan pendapat dalam
forum diskusi. Pembacaan contoh kalimat secara bersama juga
membantu mereka memahami pola bahasa dengan lebih baik.
○ Kinestetik: Peserta didik dengan gaya belajar kinestetik membutuhkan
aktivitas yang melibatkan gerak dan praktik langsung. Kegiatan seperti
mengelompokkan kartu kata, menuliskan hasil analisis di papan tulis,
atau menyusun kalimat secara berkelompok akan membantu mereka
memahami konsep secara lebih konkret dan mendalam.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


● Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai
○ Konseptual: Materi ini menekankan pada pemahaman konsep dasar
ilmu nahwu, yaitu pengertian nahwu secara bahasa dan istilah serta
pembagian kata dalam bahasa Arab menjadi isim, fi’il, dan huruf.
Peserta didik diharapkan memahami makna setiap kategori beserta ciri-
cirinya secara logis, bukan sekadar menghafal. Konsep ini menjadi
fondasi penting untuk pembelajaran nahwu pada materi berikutnya.
○ Prosedural: peserta didik juga dilatih untuk mampu mengidentifikasi
jenis kata dalam suatu kalimat melalui langkah-langkah sistematis
berdasarkan tanda-tandanya. Mereka belajar bagaimana menentukan
suatu kata termasuk isim, fi’il, atau huruf dengan menganalisis ciri yang
melekat padanya. Kemampuan ini merupakan keterampilan dasar yang
sangat penting dalam kajian tata bahasa Arab.
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Materi ini sangat
relevan dengan kehidupan peserta didik karena membantu mereka
memahami bacaan Al-Qur’an, doa, dan teks Arab lainnya dengan lebih
tepat. Kesalahan dalam memahami struktur kata dapat menyebabkan
perubahan makna yang signifikan. Dengan mempelajari nahwu, siswa tidak
hanya meningkatkan kemampuan bahasa, tetapi juga memperkuat kualitas
ibadah dan pemahaman agama mereka. Selain itu, pembelajaran ini melatih
ketelitian dan kemampuan berpikir sistematis yang berguna dalam berbagai
aspek kehidupan.
● Tingkat Kesulitan: Materi ini berada pada tingkat kesulitan sedang karena
memerlukan pemahaman konseptual dan ketelitian analitis. Meskipun
konsep pembagian kata tergolong dasar, proses mengidentifikasi jenis kata
dalam kalimat membutuhkan latihan dan pemahaman mendalam terhadap
ciri-ciri gramatikalnya. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran harus
bertahap dan disertai contoh konkret.
● Struktur Materi: Struktur materi disusun secara sistematis dan bertahap,
dimulai dari pengertian ilmu nahwu secara bahasa dan istilah, kemudian
dilanjutkan dengan tujuan dan manfaatnya. Setelah itu, peserta didik
mempelajari pembagian kata dalam bahasa Arab beserta ciri-cirinya, lalu
mengaplikasikannya dalam latihan identifikasi kalimat. Urutan ini dirancang
agar siswa memahami konsep secara utuh sebelum masuk ke tahap praktik.
● Integrasi Nilai dan Karakter:
○ Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan
Berakhlak Mulia: Pembelajaran nahwu diarahkan untuk
menumbuhkan kesadaran bahwa ilmu ini merupakan alat penting dalam
memahami Al-Qur’an dan Hadis. Peserta didik didorong untuk
memiliki adab dalam belajar, bersungguh-sungguh, serta menghormati
bahasa Al-Qur’an sebagai bagian dari keimanan dan ketakwaan kepada
Allah SWT.
○ Bernalar Kritis: Materi ini melatih peserta didik untuk berpikir analitis
dan logis dalam menentukan jenis kata berdasarkan ciri-cirinya. Mereka
tidak hanya menebak, tetapi harus memberikan alasan yang rasional
atas setiap jawaban yang diberikan. Proses ini membangun kemampuan
berpikir kritis secara bertahap.
○ Kreativitas: Peserta didik didorong untuk menyusun kalimat sederhana
secara mandiri dengan variasi struktur yang berbeda. Kegiatan ini
melatih mereka untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu
mengembangkan contoh baru secara kreatif sesuai kaidah yang benar.
○ Kolaborasi/Bergotong Royong: Melalui diskusi kelompok, peserta
didik belajar bekerja sama dalam menganalisis kalimat dan saling
memberikan masukan. Proses ini membangun sikap saling menghargai
pendapat, berbagi tanggung jawab, dan menyelesaikan tugas bersama
secara efektif.
○ Kemandirian: Peserta didik dilatih untuk mengerjakan latihan individu
serta melakukan refleksi terhadap kesalahan yang dibuat. Dengan
demikian, mereka belajar mengelola proses belajarnya sendiri dan
mengembangkan strategi belajar yang lebih efektif.
○ Kepedulian: Dalam proses pembelajaran, peserta didik dibiasakan
untuk membantu teman yang mengalami kesulitan serta menjaga
suasana kelas yang positif. Sikap saling mendukung ini menumbuhkan
kepedulian sosial dan budaya belajar yang sehat.

D. DIMENSI PROFIL LULUSAN


● Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan
Berakhlak Mulia: Pembelajaran ilmu nahwu diarahkan untuk
menumbuhkan kesadaran bahwa bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur’an
yang harus dipahami dengan benar dan penuh penghormatan. Peserta didik
dibimbing untuk menyadari bahwa mempelajari nahwu bukan sekadar
memahami struktur bahasa, tetapi juga sebagai bentuk ikhtiar menjaga
kemurnian makna firman Allah SWT dan sabda Rasulullah ‫ﷺ‬. Dalam
proses pembelajaran, siswa dibiasakan beradab dalam menuntut ilmu,
bersungguh-sungguh, tidak meremehkan kesalahan, serta menghargai
pendapat teman sebagai bagian dari akhlak mulia.
● Kewargaan: Peserta didik dilatih untuk menghargai perbedaan kemampuan
dan latar belakang teman-temannya. Mereka belajar bersikap adil, saling
mendukung, dan bertanggung jawab dalam kerja kelompok. Sikap ini
mencerminkan nilai kewargaan yang baik, yaitu mampu hidup bersama
dalam keberagaman dengan menjunjung tinggi etika, toleransi, dan
tanggung jawab sosial.
● Kreativitas: Peserta didik diberi kesempatan untuk menyusun kalimat
sederhana secara mandiri dan mengembangkan variasi contoh sesuai
pemahaman mereka. Aktivitas ini mendorong mereka untuk tidak hanya
mengulang contoh dari guru, tetapi juga menciptakan struktur kalimat baru
yang sesuai dengan kaidah nahwu. Kreativitas tersebut memperkuat
pemahaman sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dalam menggunakan
bahasa Arab.
● Kolaborasi: Model pembelajaran berbasis diskusi kelompok mendorong
peserta didik untuk bekerja sama dalam menganalisis kalimat dan
menyelesaikan permasalahan yang diberikan. Mereka belajar membagi
tugas, saling melengkapi, dan mencapai kesepakatan bersama berdasarkan
argumentasi yang rasional. Proses kolaboratif ini membentuk kemampuan
bekerja dalam tim serta menghargai kontribusi setiap anggota kelompok.
● Kemandirian: Peserta didik dilatih untuk mengerjakan latihan secara
individu dan melakukan refleksi terhadap kesalahan yang ditemukan.
Mereka dibimbing untuk mengembangkan strategi belajar yang efektif,
seperti membuat ringkasan, peta konsep, atau latihan tambahan secara
mandiri. Sikap ini membangun tanggung jawab pribadi dalam belajar dan
membentuk karakter pembelajar sepanjang hayat.
● Kesehatan: Pembelajaran yang aktif, interaktif, dan menggembirakan
membantu menciptakan suasana kelas yang positif dan sehat secara
psikologis. Diskusi yang santun serta penghargaan terhadap setiap pendapat
menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Selain itu,
pengaturan waktu belajar yang seimbang dan aktivitas yang melibatkan
gerak ringan mendukung kesehatan fisik dan mental peserta didik.
● Komunikasi: Peserta didik dilatih untuk menyampaikan pendapat secara
jelas, runtut, dan santun. Mereka belajar mengungkapkan alasan
berdasarkan kaidah nahwu serta menanggapi pendapat teman dengan bahasa
yang baik. Kemampuan komunikasi ini tidak hanya penting dalam
pembelajaran bahasa Arab, tetapi juga dalam kehidupan akademik dan
sosial secara umum.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)


Pada akhir pembelajaran materi ‫َتْعِرْيُف ِلِعْلِم الَّنْح ِو َو َاْجَز اُء‬
‫الُج َمِل‬, peserta didik mampu memahami pengertian ilmu nahwu secara
bahasa dan istilah serta menjelaskan urgensinya dalam menjaga makna
Al-Qur’an dan Hadis. Peserta didik juga mampu mengidentifikasi dan
membedakan jenis kata dalam bahasa Arab (isim, fi’il, dan huruf)
berdasarkan ciri-cirinya secara tepat. Selain itu, peserta didik
menunjukkan sikap teliti, kritis, dan bertanggung jawab dalam
menganalisis kalimat sederhana serta mampu menyusun contoh kalimat
sesuai kaidah dasar nahwu.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU


Pembelajaran materi ini memiliki keterkaitan dengan beberapa
disiplin ilmu lain, diantaranya sebagai berikut:
1. Bidang Al-Qur’an dan Hadis. Ilmu nahwu menjadi alat penting untuk
memahami struktur ayat dan hadis secara benar.
2. Bidang Bahasa Indonesia: siswa belajar tentang klasifikasi kata (nomina,
verba, dan partikel) sehingga dapat membandingkan dengan konsep isim,
fi’il, dan huruf dalam bahasa Arab.
3. Pendidikan Agama Islam: pembelajaran ini memperkuat pemahaman
bacaan shalat dan doa. Integrasi lintas disiplin ini membantu peserta didik
memahami bahwa ilmu nahwu bukan ilmu yang berdiri sendiri,
melainkan memiliki fungsi praktis dalam berbagai bidang keilmuan Islam
dan bahasa.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik mampu menjelaskan pengertian ilmu nahwu secara
bahasa dan istilah dengan benar
2. Peserta didik mampu mengidentifikasi serta membedakan jenis
kata dalam bahasa Arab berdasarkan ciri-cirinya, dan menyusun
kalimat sederhana sesuai kaidah dasar nahwu.
3. Peserta didik mampu menunjukkan sikap disiplin, teliti, dan
bertanggung jawab dalam proses analisis kalimat serta menyadari
pentingnya kaidah bahasa dalam menjaga makna.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Kerangka pembelajaran disusun secara bertahap dimulai
dari orientasi masalah tentang pentingnya menjaga makna bahasa
Arab, kemudian eksplorasi konsep definisi nahwu dan pembagian
kata, dilanjutkan dengan praktik identifikasi jenis kata dalam
kalimat, dan diakhiri dengan refleksi serta evaluasi pembelajaran.
Kerangka ini dirancang untuk menumbuhkan pemahaman
konseptual yang kuat sebelum menuju aplikasi praktis.

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran: Model pembelajaran yang digunakan adalah
Problem Based Learning (PBL). Model ini dipilih karena mampu
mendorong peserta didik berpikir kritis dalam menganalisis struktur kalimat
serta aktif membangun pemahaman melalui pemecahan masalah nyata,
seperti menganalisis perbedaan struktur kalimat yang dapat memengaruhi
makna.
● Pendekatan: Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan saintifik dan
konstruktivistik. Peserta didik tidak hanya menerima informasi dari guru,
tetapi mengamati, menanya, menganalisis, dan menyimpulkan konsep
melalui proses berpikir mandiri dan kolaboratif.
● Metode Pembelajaran: Diskusi, Tanya Jawab, Simulasi, Presentasi.
● Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Diferensiasi Konten: Guru menyajikan materi melalui berbagai media
seperti teks tertulis, peta konsep, tabel klasifikasi, serta contoh kalimat
yang dekat dengan kehidupan siswa seperti kalimat tentang sekolah,
ibadah, dan aktivitas sehari-hari. Hal ini memungkinkan siswa dengan
gaya belajar berbeda tetap dapat memahami materi secara optimal.
○ Diferensiasi Proses: Peserta didik diberikan kesempatan untuk bekerja
secara individu saat refleksi dan latihan mandiri, serta bekerja secara
berkelompok saat analisis kalimat. Guru memberikan pendampingan
lebih intensif kepada kelompok yang memerlukan bantuan tambahan,
sementara kelompok yang lebih cepat memahami diberi tantangan
analisis tambahan.
○ Diferensiasi Produk: Hasil kerja peserta didik dapat disajikan dalam
berbagai bentuk, seperti jawaban tertulis di buku, presentasi lisan, atau
peta konsep sederhana tentang pembagian kata. Fleksibilitas ini
memberi ruang bagi siswa untuk menampilkan pemahaman sesuai
potensi dan gaya belajarnya.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: Kemitraan dilakukan dengan guru Tahfizh atau guru
Al-Qur’an untuk memberikan contoh ayat pendek yang dianalisis secara
bersama. Kolaborasi ini memperkuat integrasi antara ilmu nahwu dan
pemahaman Al-Qur’an sehingga pembelajaran lebih autentik.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Orang tua dapat dilibatkan
dengan meminta siswa menunjukkan hasil analisis kalimat di rumah serta
membaca doa harian dengan memperhatikan struktur katanya. Hal ini
mendorong kesinambungan pembelajaran antara sekolah dan rumah.
● Mitra Digital: Pemanfaatan platform seperti Quizizz atau Google
Classroom digunakan untuk latihan interaktif identifikasi jenis kata. Media
digital ini membantu meningkatkan partisipasi dan motivasi belajar siswa.
LINGKUNGAN BELAJAR
Lingkungan belajar dirancang kondusif, kolaboratif, dan religius.
Pengaturan tempat duduk berbentuk kelompok kecil mendukung diskusi
aktif. Suasana kelas dibangun dengan budaya saling menghargai, tidak
menertawakan kesalahan, serta menumbuhkan keberanian bertanya.
Lingkungan virtual melalui platform digital melengkapi ruang fisik untuk
memperluas akses latihan dan refleksi.
PEMANFAATAN DIGITAL
Pemanfaatan digital dilakukan melalui kuis interaktif menggunakan
Quizizz untuk menguji pemahaman identifikasi isim, fi’il, dan huruf
secara real-time. Selain itu, guru dapat menampilkan peta konsep digital
melalui proyektor agar visualisasi materi lebih menarik. Penggunaan
teknologi ini bertujuan meningkatkan keterlibatan siswa, mempercepat
umpan balik, dan menciptakan pembelajaran yang lebih
menggembirakan.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
Kegiatan
Pertemuan Jenis Kegiatan Nama Kegiatan Keterangan
Pertemuan 1 Persiapan Analisis Kesiapan 1. Guru menyiapkan
Kelas VIII-B pembelajaran dan Perangkat modul ajar, peta
(18 Juli 2025) Pembelajaran konsep pembagian
kata (isim, fi’il,
huruf), kartu kata
untuk aktivitas
kelompok, serta
kuis digital
(Quizizz). Guru juga
melakukan
identifikasi kesiapan
siswa berdasarkan
hasil asesmen
diagnostik
sebelumnya untuk
menentukan
pembagian
kelompok
heterogen. Media
disiapkan dalam
bentuk visual
(diagram), auditori
(penjelasan lisan
terstruktur), dan
kinestetik (kartu
klasifikasi kata).
Pendahuluan 1. Orientasi dan 1. Guru membuka
Apersepsi pembelajaran
Kontekstual dengan salam dan
motivasi tentang
pentingnya menjaga
makna bahasa Al-
Qur’an melalui ilmu
nahwu. Guru
menampilkan dua
kalimat sederhana di
papan dan meminta
siswa mengamati
perbedaannya.
Siswa diberi
kesempatan
menyampaikan
pendapat awal.
Kegiatan ini
mengakomodasi
diferensiasi proses
melalui tanya jawab
terbuka dan
membangun rasa
ingin tahu siswa.
2. Penyampaian 2. Guru menjelaskan
Tujuan dan capaian dan tujuan
Alur pembelajaran serta
Pembelajaran aktivitas yang akan
dilakukan, termasuk
kerja kelompok dan
kuis interaktif. Hal
ini membantu siswa
memahami arah
belajar dan
menumbuhkan
kesiapan mental.
Kegiatan Inti 1. Eksplorasi 1. Guru menjelaskan
Konsep definisi ilmu nahwu
(Diferensiasi dan pembagian kata
Konten) menggunakan peta
konsep visual. Bagi
siswa visual
disediakan diagram
warna, bagi auditori
diberikan penjelasan
runtut, dan bagi
kinestetik diberikan
kartu kata untuk
diamati langsung.
2. Diskusi 2. Siswa dibagi dalam
Kelompok kelompok
Analisis heterogen. Setiap
Kalimat kelompok
(Diferensiasi mendapatkan
Proses) beberapa kalimat
untuk dianalisis
jenis katanya.
Kelompok dengan
kemampuan lebih
tinggi diberi kalimat
tambahan sebagai
tantangan. Guru
memberikan
pendampingan
khusus kepada
kelompok yang
membutuhkan
bantuan lebih
intensif.
3. Presentasi dan 3. Guru memberikan
Klarifikasi penguatan dan
klarifikasi konsep
yang belum tepat.
Aktivitas ini melatih
komunikasi dan
kolaborasi siswa.
4. Kuis Interaktif 4. Siswa mengikuti
Digital kuis Quizizz untuk
(Diferensiasi mengidentifikasi
Produk) jenis kata secara
individu. Hasil
dapat langsung
terlihat sehingga
siswa mengetahui
tingkat
pemahamannya.
Produk hasil belajar
dapat berupa
jawaban tertulis atau
skor kuis digital.
Penutup 1. Refleksi dan 1. Guru mengajak
Umpan Balik siswa merefleksikan
pembelajaran
dengan pertanyaan:
“Apa yang paling
kamu pahami hari
ini?” dan “Apa yang
masih
membingungkan?”
Siswa menuliskan
jawaban singkat
secara individu.
2. Penguatan dan 2. Guru
Tindak Lanjut menyimpulkan
materi tentang
definisi nahwu dan
pembagian kata.
Guru memberikan
tugas rumah ringan
berupa membuat
tiga kalimat
sederhana dan
menentukan jenis
setiap katanya.
Pembelajaran
ditutup dengan doa
bersama.
Pertemuan 1 Persiapan Analisis Kesiapan 1. Guru menyiapkan
Kelas VIII-A pembelajaran dan Perangkat modul ajar, peta
(18 Juli 2025) Pembelajaran konsep pembagian
kata (isim, fi’il,
huruf), kartu kata
untuk aktivitas
kelompok, serta
kuis digital
(Quizizz). Guru juga
melakukan
identifikasi kesiapan
siswa berdasarkan
hasil asesmen
diagnostik
sebelumnya untuk
menentukan
pembagian
kelompok
heterogen. Media
disiapkan dalam
bentuk visual
(diagram), auditori
(penjelasan lisan
terstruktur), dan
kinestetik (kartu
klasifikasi kata).
Pendahuluan 1. Orientasi dan 1. Guru membuka
Apersepsi pembelajaran
Kontekstual dengan salam dan
motivasi tentang
pentingnya menjaga
makna bahasa Al-
Qur’an melalui ilmu
nahwu. Guru
menampilkan dua
kalimat sederhana di
papan dan meminta
siswa mengamati
perbedaannya.
Siswa diberi
kesempatan
menyampaikan
pendapat awal.
Kegiatan ini
mengakomodasi
diferensiasi proses
melalui tanya jawab
terbuka dan
membangun rasa
ingin tahu siswa.
2. Penyampaian 2. Guru menjelaskan
Tujuan dan capaian dan tujuan
Alur pembelajaran serta
Pembelajaran aktivitas yang akan
dilakukan, termasuk
kerja kelompok dan
kuis interaktif. Hal
ini membantu siswa
memahami arah
belajar dan
menumbuhkan
kesiapan mental.
Kegiatan Inti 1. Eksplorasi 1. Guru menjelaskan
Konsep definisi ilmu nahwu
(Diferensiasi dan pembagian kata
Konten) menggunakan peta
konsep visual. Bagi
siswa visual
disediakan diagram
warna, bagi auditori
diberikan penjelasan
runtut, dan bagi
kinestetik diberikan
kartu kata untuk
diamati langsung.
2. Diskusi 2. Siswa dibagi dalam
Kelompok kelompok
Analisis heterogen. Setiap
Kalimat kelompok
(Diferensiasi mendapatkan
Proses) beberapa kalimat
untuk dianalisis
jenis katanya.
Kelompok dengan
kemampuan lebih
tinggi diberi kalimat
tambahan sebagai
tantangan. Guru
memberikan
pendampingan
khusus kepada
kelompok yang
membutuhkan
bantuan lebih
intensif.
3. Presentasi dan 3. Guru memberikan
Klarifikasi penguatan dan
klarifikasi konsep
yang belum tepat.
Aktivitas ini melatih
komunikasi dan
kolaborasi siswa.
4. Kuis Interaktif 4. Siswa mengikuti
Digital kuis Quizizz untuk
(Diferensiasi mengidentifikasi
Produk) jenis kata secara
individu. Hasil
dapat langsung
terlihat sehingga
siswa mengetahui
tingkat
pemahamannya.
Produk hasil belajar
dapat berupa
jawaban tertulis atau
skor kuis digital.
Penutup 1. Refleksi dan 1. Guru mengajak
Umpan Balik siswa merefleksikan
pembelajaran
dengan pertanyaan:
“Apa yang paling
kamu pahami hari
ini?” dan “Apa yang
masih
membingungkan?”
Siswa menuliskan
jawaban singkat
secara individu.
2. Penguatan dan 2. Guru
Tindak Lanjut menyimpulkan
materi tentang
definisi nahwu dan
pembagian kata.
Guru memberikan
tugas rumah ringan
berupa membuat
tiga kalimat
sederhana dan
menentukan jenis
setiap katanya.
Pembelajaran
ditutup dengan doa
bersama.
Pertemuan 1 Persiapan Analisis Kesiapan 1. Guru menyiapkan
Kelas VIII-C pembelajaran dan Perangkat modul ajar, peta
(23 Juli 2025) Pembelajaran konsep pembagian
kata (isim, fi’il,
huruf), kartu kata
untuk aktivitas
kelompok, serta
kuis digital
(Quizizz). Guru juga
melakukan
identifikasi kesiapan
siswa berdasarkan
hasil asesmen
diagnostik
sebelumnya untuk
menentukan
pembagian
kelompok
heterogen. Media
disiapkan dalam
bentuk visual
(diagram), auditori
(penjelasan lisan
terstruktur), dan
kinestetik (kartu
klasifikasi kata).
Pendahuluan 1. Orientasi dan 1. Guru membuka
Apersepsi pembelajaran
Kontekstual dengan salam dan
motivasi tentang
pentingnya menjaga
makna bahasa Al-
Qur’an melalui ilmu
nahwu. Guru
menampilkan dua
kalimat sederhana di
papan dan meminta
siswa mengamati
perbedaannya.
Siswa diberi
kesempatan
menyampaikan
pendapat awal.
Kegiatan ini
mengakomodasi
diferensiasi proses
melalui tanya jawab
terbuka dan
membangun rasa
ingin tahu siswa.
2. Penyampaian 2. Guru menjelaskan
Tujuan dan capaian dan tujuan
Alur pembelajaran serta
Pembelajaran aktivitas yang akan
dilakukan, termasuk
kerja kelompok dan
kuis interaktif. Hal
ini membantu siswa
memahami arah
belajar dan
menumbuhkan
kesiapan mental.
Kegiatan Inti 1. Eksplorasi 1. Guru menjelaskan
Konsep definisi ilmu nahwu
(Diferensiasi dan pembagian kata
Konten) menggunakan peta
konsep visual. Bagi
siswa visual
disediakan diagram
warna, bagi auditori
diberikan penjelasan
runtut, dan bagi
kinestetik diberikan
kartu kata untuk
diamati langsung.
2. Diskusi 2. Siswa dibagi dalam
Kelompok kelompok
Analisis heterogen. Setiap
Kalimat kelompok
(Diferensiasi mendapatkan
Proses) beberapa kalimat
untuk dianalisis
jenis katanya.
Kelompok dengan
kemampuan lebih
tinggi diberi kalimat
tambahan sebagai
tantangan. Guru
memberikan
pendampingan
khusus kepada
kelompok yang
membutuhkan
bantuan lebih
intensif.
3. Presentasi dan 3. Guru memberikan
Klarifikasi penguatan dan
klarifikasi konsep
yang belum tepat.
Aktivitas ini melatih
komunikasi dan
kolaborasi siswa.
4. Kuis Interaktif 4. Siswa mengikuti
Digital kuis Quizizz untuk
(Diferensiasi mengidentifikasi
Produk) jenis kata secara
individu. Hasil
dapat langsung
terlihat sehingga
siswa mengetahui
tingkat
pemahamannya.
Produk hasil belajar
dapat berupa
jawaban tertulis atau
skor kuis digital.
Penutup 1. Refleksi dan 1. Guru mengajak
Umpan Balik siswa merefleksikan
pembelajaran
dengan pertanyaan:
“Apa yang paling
kamu pahami hari
ini?” dan “Apa yang
masih
membingungkan?”
Siswa menuliskan
jawaban singkat
secara individu.
2. Penguatan dan 2. Guru
Tindak Lanjut menyimpulkan
materi tentang
definisi nahwu dan
pembagian kata.
Guru memberikan
tugas rumah ringan
berupa membuat
tiga kalimat
sederhana dan
menentukan jenis
setiap katanya.
Pembelajaran
ditutup dengan doa
bersama.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
1. ASESMEN DIAGNOSTIK
a. Tujuan : Asesmen diagnostik bertujuan untuk mengetahui
tingkat kesiapan awal peserta didik sebelum memasuki materi
pembelajaran. Melalui asesmen ini, guru dapat
mengidentifikasi sejauh mana pemahaman siswa tentang
konsep dasar pembagian kata dalam bahasa Arab serta
mengetahui miskonsepsi yang mungkin sudah terbentuk.
b. Waktu Pelaksanaan: Dilaksanakan pada awal pembelajaran
(10–15 menit pertama).
c. Bentuk Asesmen: Tes tertulis singkat berbentuk essay dan
identifikasi sederhana.
d. Instrumen Asesmen Diagnostik
Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas:
 Apa yang kamu ketahui tentang ilmu nahwu?
 Sebutkan pembagian kata dalam bahasa Arab yang pernah
kamu pelajari.
 Tentukan jenis kata dari contoh berikut (isim, fi’il, atau
huruf): ( ‫ ِفي‬, ‫ ُمْس ِلٌم‬, ‫) َكَتَب‬
Tindak Lanjut:
 Jika sebagian besar siswa belum memahami pembagian
kata, guru akan memberikan penguatan konsep lebih
mendalam.
 Jika mayoritas sudah memahami dasar klasifikasi, guru
dapat langsung masuk ke analisis yang lebih aplikatif.

2. ASESMEN FORMATIF
a. Penilaian Diskusi Kelompok
Judul: Rubrik Penilaian Analisis Jenis Kata dalam Kalimat
Aspek yang Skor 1 Skor 2 Skor 3 Skor 4
Dinilai
Ketepatan Banyak Cukup tepat Hampir Seluruhnya
Identifikasi kesalahan seluruhnya tepat dan
tepat beralasan
Keaktifan Pasif Kadang Aktif Sangat aktif
Diskusi berpartisipasi dan membantu
teman
Argumentasi Tidak mampu Penjelasan Penjelasan Penjelasan
menjelaskan kurang tepat cukup logis sangat logis
dan sistematis
Kerjasama Tidak bekerja Kurang Bekerja Sangat
sama kompak sama baik kompak dan
saling
mendukung

Nilai akhir = (Total skor ÷ 16) × 100

b. Kuis Interaktif (Quizizz)


Bentuk soal: pilihan ganda identifikasi jenis kata.
Tujuan: mengukur ketepatan analisis secara cepat dan
menyenangkan.
Kriteria ketuntasan: minimal 75% jawaban benar.
Tindak Lanjut Formatif:
 Siswa yang belum mencapai ketuntasan diberikan latihan
tambahan.
 Siswa yang sudah tuntas diberikan soal tantangan (analisis
struktur kalimat lebih kompleks).
3. ASESMEN SUMATIF
Tujuan : Asesmen sumatif bertujuan untuk mengukur pencapaian
kompetensi peserta didik setelah pembelajaran selesai, baik dari
aspek pengetahuan, keterampilan analisis, maupun kemampuan
menyusun kalimat sesuai kaidah dasar nahwu.
Waktu Pelaksanaan : Dilaksanakan pada akhir pertemuan atau
sebagai tugas akhir.
Bentuk Asesmen: Tes tertulis berbentuk essay berbasis
Taksonomi Bloom (Anderson).
Instrumen Asesmen Sumatif:
Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas dan sistematis:
a. (C2 – Memahami) Jelaskan pengertian ilmu nahwu secara
bahasa dan istilah.
b. (C3 – Menerapkan) Tentukan jenis setiap kata dalam kalimat
berikut:( ‫) َذَهَب الَّطاِلُب ِإَلى اْلَمْدَر َس ِة‬
c. (C4 – Menganalisis) Jelaskan perbedaan struktur dasar antara
jumlah ismiyah dan jumlah fi’liyah.
d. (C5 – Mengevaluasi) Mengapa kesalahan dalam menentukan
jenis kata dapat menyebabkan perubahan makna? Berikan
contoh sederhana.
e. (C6 – Mencipta) Buatlah tiga kalimat berbeda yang masing-
masing mengandung isim, fi’il, dan huruf, lalu jelaskan jenis
setiap katanya.
Kriteria Ketuntasan: Peserta didik dinyatakan tuntas apabila:
 Minimal memperoleh nilai 75.
 Mampu menjelaskan konsep dengan bahasa sendiri secara
runtut.
 Mampu mengidentifikasi jenis kata dengan ketepatan minimal
75%.
Mengetahui, Binjai, 2025
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

(Muammar Fahmi Alwi, S.H., [Link]) (Hadi Sufyan, [Link])


NUPTK. NUPTK.

Anda mungkin juga menyukai