0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan20 halaman

Semester II

Dokumen ini membahas tentang pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja di Rumah Sakit Umum Daerah Tgk. Chik Ditiro Sigli, termasuk tujuan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dan mencegah kecelakaan kerja. Selain itu, dokumen ini menyajikan hasil pengukuran kinerja terkait sistem utilitas, keselamatan kerja, dan pengelolaan bahan berbahaya selama semester II tahun 2024.

Diunggah oleh

yus nita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan20 halaman

Semester II

Dokumen ini membahas tentang pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja di Rumah Sakit Umum Daerah Tgk. Chik Ditiro Sigli, termasuk tujuan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dan mencegah kecelakaan kerja. Selain itu, dokumen ini menyajikan hasil pengukuran kinerja terkait sistem utilitas, keselamatan kerja, dan pengelolaan bahan berbahaya selama semester II tahun 2024.

Diunggah oleh

yus nita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Rumah sakit merupakan suatu instansi yang menyelenggarakan pelayanan

kesehatan berupa tindakan kuratif dan rehabilitative, dengan tidak mengesampingkan

aspek promotif dan preventif baik terhadap pasien, pengunjung maupun tenaga kerja

di lingkungan rumah sakit.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit ( K3RS) adalah segala kegiatan

untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan bagi sumber daya

manusia rumah sakit, pasien, pendamping pasien, pengunjung, maupun lingkungan

rumah sakit melalui upaya pencegahan kecelakan kerja dan penyakit akibat kerja.

Faktor bahaya yang dihadapi berbeda pada setiap unit kerja tergantung dari jenis

pekerjaan yang dilakukan, intensitas pekerjaan, beban kerja dan kondisi pekerja

maupun kesesuaian antara lingkungan kerja dengan pekerja.

Penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja berdampak pada menurunnya

produktivitas, jumlah hari yang hilang akibat kesakitan, dan terganggunya proses

pelayanan. Dengan demikian, diperlukan adanya kegiatan monitoring atau

pengawasan yang berkelanjutan terkait pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja

di Rumah Sakit.

Kegiatan pengawasan kesehatan dan keselamatan kerja dilaksanakan berdasarkan

pedoman yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan melalui Keputusan Menteri

Kesehatan No.66 tahun 2016 tentang Standar Pedoman Kesehatan dan Keselamatan

Kerja di Rumah Sakit.

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis merasa perlu untuk membuat

suatu laporan kegiatan berdasarkan hasil monitoring pelaksanaan kesehatan dan

keselamatan kerja di Rumah Sakit Umum Daerah Tgk. Chik Ditiro Sigli.

1
A. Tujuan

Adapun tujuan yang hendak dicapai adalah:

1. Terwujudnya penyelengaraan keselamatan dan kesehatan kerja rumah sakit secara

prima, efektif, professional dengan nurani yang islami serta terjangkau bagi

masyarakat.

2. Meningkatkan dan mengembanggkan kompetensi sumber daya manusia sesuai

standar, memberdayakan karyawan secara profesional sehingga tercapai bermutu

dan islami,dengan nurani mewujudkan sehat.

3. Mencengah timbulnya Kecelakaan Akibat Kerja (KAK), Penyakit Akibat Kerja

(PAK), penyakit menular dan penyakit tidak menular bagi Seluruh Sumber Daya

Manusia Rumah Sakit

2
BAB II

HASIL KERJA

Strategi pencapaian tujuan dan sasaran merupakan penjabaran operasional kebijakan

dan program sebagai upaya pencapaian target (sasaran kerja) Komite Keselamatan Dan

Kesehatan Kerja Rumah Sakit Umum Daerah Tgk Chik Ditiro Sigli. Pengukuran kinerja

dilakukan untuk membandingkan kinerja yang dicapai dengan standar, rencana atau target

menggunakan indikator yang telah ditetapkan. Pengukuran kinerja diperlukan untuk

mengetahui sejauh mana keberhasilan dan kegagalan dari sasaran dengan alat ukur berupa

indikator-indikator.

Berdasarkan pengukuran kinerja tersebut diperoleh informasi mengenai kondisi,

kendala dan permasalahan, upaya yang sudah dilakukan dan rencana tindak lanjut untuk

upaya pencapaian program di masa yang akan datang. Adapun hasil pengukuran kinerja

semester II TAHUN 2024 adalah sebagai berikut:

A. Pencapaian Target Sistem Utilitas Dan Peralatan Medis Semester 1I Tahun 2024

a. Sistem Utilitas

PENCAPAIAN
SEMESTER
No Indikator Target
Juli Agustus Sep Okt Nov Des

1 Instalasi Listrik 100% 100% 100% 100% 75% 85% 90%

2 Instalasi air bersih 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

3 Instalasi gas medis 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

4 Instalasi 100% 100% 100% 95% 100% 90% 90%


Pengelolaan air
limbah (IPAL)

5 Instalasi Limbah 100% 60% 73.33% 86.67% 86.67% 80.00% 93.33%


Padat Medis dan
Domestik

3
No PENCAPAIAN
SEMESTER
Indikator Target
Juli Agt Sep Okt Nov Des

1 Pemeliharaan alat 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%


kesehatan

2 Kalibrasi alat 100% 100% 100% 100% 80% 80% 80%


kesehatan

3 Monitoring 80% 100% 100% 100% 100% 100% 100%


perbaikan kerusakan
alat kesehatan
b. Peralatan Medis

B. Keselamatan Kerja Dan Keamanan RS

a. Keselamatan

PENCAPAIAN
SEMESTER
No Indikator Target
Juli Agt Sep Okt Nov Des

1 Pelaporan insiden 100% 0% 0.06% 0% 0% 0.06% 0.19%


kecelakaan kerja
<1x 24 jam

2 Ronde fasilitas 100% 90% 90% 90% 90% 90% 90%

b. Keamanan

PENCAPAIAN
SEMESTER
No Indikator Target
Juli Agt Sep Okt Nov Des

1 Pelaporan insiden 100% 80% 80% 80% 80% 80% 80%


terkait keamanan
RS

2 Monitoring CCTV 100% 80% 80% 80% 80% 80% 80%

4
C. Bahan Berbahaya Dan Beracun(B3)

PENCAPAIAN
SEMESTER
No Indikator Target
Juli Agt Sep Okt Nov Des

1 Pelaporan limbah 100% 73.33% 86.67% 86.67% 86.67% 80.00% 93.33%


padat medis dan
domerstik

2 Instalasi pengelola 100% 100% 100% 100% 100% 90% 90%


air limbah (IPAL)

D. Pengendalian Kebakaran Dan Kesiapsiagaan Bencana

PENCAPAIAN
SEMESTER
No Indikator Target
Juli Agt Sep Okt Nov Des

1 Monitoring 100% 97.2% 97.2% 97.2% 97.2% 97.2% 97.2%


Pemeliharaan Apar

2 Monitoring 100% 50% 50% 50% 50% 50% 50%


Kepatuhan
Pengisian papan
Komando Apar

3 Monitoring 100% 80% 80% 80% 80% 80% 80%


Kawasan Bebas
Merokok

5
BAB III

PEMBAHASAN

A. Hasil Pengukuran Sistem Utilitas Semester 1I Tahun 2024 sebagai berikut:

Grafik 1. Instalasi Listrik

Instalasi Listrik

95%
85%
75%
65%
55%
45%
Persentase

35%
25%
15%
5%
Juli Agustus September Oktober November Desember
Capaian 1 1 1 0.75 0.85 0.9
Standar 1 1 1 1 1 1

Analisa :

Dari grafik diatas dapat di lihat bahwa untuk Instalasi listrik dari bulan juli –
Desember rata-rata nilai yang dicapai 91,6% ,artinya belum mencapai nilai standar 100%.

Rencana Tindak Lanjut :

 Melakukan koordinasi dengan unit terkait dan meningkatkan kualitas supervisi


secara berkala oleh kepala instalasi

 Meningkatkan kemampuan teknis petugas

 Meningkatkan koordinasi antar petugas listrik di lapangan

6
Grafik 2. Instalasi Air Bersih

Instalasi Air Bersih


95%
85%
75%
65%
55%
45%
Persentase

35%
25%
15%
5%
Juli Agustus September Oktober November Desember
Capaian 1 1 1 1 1 1
Standar 1 1 1 1 1 1

Analisa :

Dari grafik diatas dapat di lihat bahwa rata-rata capaian indikator untuk air bersih
dari bulan Juli- Desember sudah mencapai nilai standar yaitu 100%.

Rencana Tindak Lanjut :

 Mempertahankan pencapaian hasil yang sudah sesuai standar

 Mempertahankan kerja sama yang baik dengan unit terkait

Grafik [Link] Gas Medis

Instalasi Gas Medis


95%
85%
75%
65%
55%
45%
Persentase

35%
25%
15%
5%
Juli Agustus September Oktober November Desember
Capaian 1 1 1 1 1 1
Standar 1 1 1 1 1 1

Analisa :

7
Dari grafik diatas dapat di lihat bahwa rata-rata capaian indikator untuk gas medis
dari bulan Juli – Desember sudah mencapai nilai standar yaitu 100%.

Rencana Tindak Lanjut :

 Mempertahankan pencapaian hasil yang sudah sesuai standar

 Mempertahankan kerja sama yang baik dengan unit terkait

Grafik 4. Instalasi pengelolaan air limbah (IPAL)

Instalasi pengelolaan Air Limbah (IPAL)


99%
97%
95%
93%
Persentase

91%
89%
87%
85%
Juli Agustus September Oktober November Desember
capaian 1 1 0.95 1 0.9 0.9
Standar 1 1 1 1 1 1

Analisa :

Dari grafik diatas dapat di lihat bahwa untuk pengelolaan air limbah rata-rata nilai
yang dicapai dari bulan Juli- Desember yaitu 95,8% artinya masih didapatkan dibawah
standar .

Rencana Tindak Lanjut :

 Melakukan koordinasi dengan unit terkait dan meningkatkan kualitas supervisi

 Melakukan monitoring pengelolaan air limbah secara berkala

8
Grafik 5. Instalasi limbah padat medis dan domestic

Instalasi Limbah padat Dan Domestik


95%
85%
75%
65%
55%
45%
Persentase

35%
25%
15%
5%
Juli Agustus September Oktober November Desember
Capaian 0.6 0.7333 0.8667 0.8667 0.8 0.9333
Standar 1 1 1 1 1 1

Analisa :

Dari grafik diatas dapat di lihat bahwa untuk instalasi limbah padat dan domestik
dari bulan Juli- Desember belum memenuhi nilai standar yaitu 100%. Dengan Rata-rata
persentase yang di dapatkan setiap bulan belum mencapai nilai standar yang di tentukan..

Rencana Tindak Lanjut :

 Melakukan koordinasi dengan unit terkait dan meningkatkan kualitas supervisi

 Melakukan monitoring limbah padat dan domestic secara berkala

B. Hasil Pengukuran Peralatan Medis Semester 1I Tahun 2024 sebagai berikut:

Grafik 1. Pemeliharaan alat Kesehatan


Pemeliharaan Alat Kesehatan
95%
85%
75%
Persentase

65%
55%
45%
35%
25%
15%
5%
Juli Agustus September Oktober November Desember
Capaian 1 1 1 1 1 1
Standar
Analisa : 1 1 1 1 1 1

Analisa :

9
Dari grafik diatas dapat di lihat untuk pemeliharaan alat kesehatan capaian
persentase rata-rata dari bulan Juli- Desember yaitu 100%, artinya sudah mncapai nilai
standar yang telah ditentukan.

Rencana Tindak Lanjut :

 Mempertahankan pencapaian hasil yang sudah sesuai standar

 Mempertahankan kerja sama yang baik dengan unit terkait

Grafik 2. Kalibrasi Alat Kesehatan

Kalibrasi Alat Kesehatan

95%
85%
75%
65%
55%
45%
Persentase

35%
25%
15%
5%
Juli Agustus September Oktober November Desember
Capaian 1 1 1 0.8 0.8 0.8
Standar 1 1 1 1 1 1

Analisa :

Dari grafik diatas dapat di lihat bahwa untuk kalibrasi alat kesehatan capaian
persentase rata-rata dari bulan Juli- Desember yaitu 90%, artinya belum mncapai nilai
standar yang telah ditentukan.

Rencana Tindak Lanjut :

 Mengupayakan agar tepat waktu kalibrasi alat medis selama setahun sekali supaya
keakuratan alat dapat terjamin demi keselamatan pasien

 Mempertahankan kerja sama yang baik dengan unit terkait

Grafik 3. Monitoring Perbaikan Kerusakan Alat Kesehatan

10
Monitoring Perbaikan kerusakan Alat Kesehatan
95%
85%
75%
65%
55%
45%
Persentase

35%
25%
15%
5%
Juli Agustus September Oktober November Desember
Capaian 1 1 1 1 1 1
Standar 0.8 0.8 0.8 0.8 0.8 0.8

Analisa :

Dari grafik diatas dapat di lihat bahwa untuk monitoring perbaikan kerusakan alat
kesehatan capaian persentase nilai rata-rata dari bulan Juli- Desember yaitu 100%, artinya
sudah mncapai nilai standar yang telah ditentukan.

Rencana Tindak Lanjut :

 Mempertahankan pencapaian hasil yang sudah sesuai standar

 Meningkatkan kualitas supervisi oleh kepala instalasi

 Meningkatkan koordinasi antar petugas dilapangan

 Mempertahankan kerja sama yang baik dengan unit terkait

11
C. Hasil Pengukuran Keselamatan Kerja Dan Keamanan RS Semester 1I Tahun 2024
Sebagai Berikut:

a. Keselamatan

Grafik 1. Pelaporan Insiden kecelakaan kerja <1x24 Jam

Pelaporan Insiden Kecelakaan Kerja <1x24 jam


95%
85%
75%
65%
55% Grafik 2. Ronde fasilitas
45%
Persentase

35%
25%
15%
5%
Juli Agustus September Oktober November Desember
Capaian 0 0.0006 0 0 0.0006 0.0019
Standar 1 1 1 1 1 1

Analisa :

Berdasarkan grafik diatas dari bulan juli- Desember angka pelaporan insiden
kecelakaan kerja <1x 24 jam belum memenuhi standar 100%, rata-rata nilai capaiannya
masih 0,051%, Hal ini diakibatkan karena kurangnya pemahaman staf tentang alur
pelaporan insiden kecelakaan kerja RS.

Rencana Tindak Lanjut :

 Peningkatan kesadaran staf terhadap alur pelaporan insiden kecelakaan kerja di setiap
ruangan

 Edukasi tentang resiko kecelakaan kerja di RS

 Koordinasi dengan semua unit dalam hal pelaporan insiden kecelakaan kerja

12
Grafik 2. Ronde fasilitas

Ronde Fasilitas
99%
97%
95%
93%
Persentase

91%
89%
87%
85%
Juli Agustus September Oktober November Desember
Capaian 0.9 0.9 0.9 0.9 0.9 0.9
Standar 1 1 1 1 1 1

Analisa :

Dari grafik diatas dapat di lihat untuk ronde fasilitas dari bulan juli-desember belum
memenuhi nilai standar yaitu 100%. Dengan rata-rata nilai persentase yang di dapatkan
yaitu 90%, artinya belum mencapai nilai standar yang di tentukan..

Rencana Tindak Lanjut :

 Tetap melakukan ronde fasilitas secara berkala.

b. Keamanan

Grafik 1. Pelaporan Insiden Terkait Keamanan RS

Pelaporan Insiden Terkait Keamanan RS


95%
85%
75%
65%
55%
45%
Persentase

35%
25%
15%
5%
Juli Agustus September Oktober November Desember
Capaian 0.8 0.8 0.8 0.8 0.8 0.8
Standar 1 1 1 1 1 1

13
Analisa :

Dari grafik diatas dapat di lihat bahwa untuk pelaporan insiden terkait keamanan RS
dari bulan juli-desember rata- rata nilai persentase yaitu 80%, artinya belum mencapai
nilai standar 100%.

Rencana Tindak Lanjut :

 Meningkatkan kerja petugas dalam pemantauan pelaporan keamanan RS

 Mempertahankan kerja sama yang baik dengan unit terkait

Grafik 2. Monitoring CCTV

Monitoring CCTV
95%
85%
75%
65%
55%
45%
Persentase

35%
25%
15%
5%
Juli Agustus September Oktober November Desember
Capaian 0.8 0.8 0.8 0.8 0.8 0.8
Standar 1 1 1 1 1 1

Analisa :

Dari grafik diatas dapat di lihat bahwa untuk monitoring CCTV dari bulan juli-
desember belum memenuhi nilai standar yaitu 100%. Rata-rata nilai persentase yang di
dapatkan setiap bulan masih dibawah standar yaitu 80%, artinya belum memenuhi standar
yang telah ditetapkan.

Rencana Tindak Lanjut :

 Melakukan koordinasi dengan unit terkait dan meningkatkan kualitas supervisi

 Melakukan monitoring secara berkala

 Meningkatkan kerja sama petugas dalam hal melakukan pemantauan

14
D. Hasil Pengukuran Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Semester 1I Tahun 2024 sebagai
berikut:

Grafik [Link] Limbah Padat Medis Dan Domestik

Instalasi Limbah padat Dan Domestik


95%
85%
75%
65%
55%
45%
Persentase

35%
25%
15%
5%
Juli Agustus September Oktober November Desember
Capaian 0.6 0.7333 0.8667 0.8667 0.8 0.9333
Standar 1 1 1 1 1 1

Analisa :

Dari grafik diatas dapat di lihat bahwa untuk instalasi limbah padat dan domestik
dari bulan juli-desember belum memenuhi nilai standar yaitu 100%. Rata-rata persentase
yang di dapatkan yaitu 80%, artinya belum mencapai nilai standar yang di tentukan..

Rencana Tindak Lanjut :

 Melakukan koordinasi dengan unit terkait dan meningkatkan kualitas supervisi

 Melakukan monitoring limbah padat dan domestic secara berkala

Grafik 2. Instalasi pengelolaan air limbah (IPAL)

Instalasi pengelolaan Air Limbah (IPAL)

99%
97%
95%
93%
Persentase

91%
89%
87%
85%
Juli Agustus September Oktober November Desember
capaian 1 1 0.95 1 0.9 0.9
Standar 1 1 1 1 1 1

15
Analisa :

Dari grafik diatas dapat di lihat bahwa untuk pengelolaan air limbah sesuai rencana
masih belum sesuai standar yang di tentukan yaitu 100%, dengan nilai rata-rata dari bulan
Juli – Desember yaitu 95,8%.

Rencana Tindak Lanjut :

 Melakukan koordinasi dengan unit terkait dan meningkatkan kualitas supervisi

 Melakukan monitoring pengelolaan air limbah secara berkala

E. Hasil Pengukuran Pengendalian Kebakaran Dan Kesiapsiagaan Bencana Semester 1I


Tahun 2024 sebagai berikut:

Grafik 1. Monitoring pemeliharaan APAR

Monitoring Pemeliharaaan APAR

100%
Grafik 2. Monitoring kepatuhan pengisian papan komando APAR
99%

98%
Persentase

97%

96%

Juli Agustus Oktober September November Desember


Capaian 0.97 0.97 0.97 0.97 0.97 0.97
Standar 1 1 1 1 1 1

Analisa :

Dari grafik diatas dapat di lihat bahwa untuk monitoring pemeliharaan APAR dari
bulan juli-desember rata- rata persentase nilai yang didapat yaitu 97% artinya belum
memenuhi nilai standar 100% yang telah ditentukan.

Rencana Tindak Lanjut :

 Meningkatkan pemantauan secara berkala

 Mempertahankan kerja sama yang baik dengan semua unit kerja

16
Grafik 2. Monitoring Kepatuhan pengisian Papan Komando APAR

Monitoring Kepatuhan Pengisian Papan


Komando APAR
95%
85%
75%
65%
55%
45%
Persentase

35%
25%
15%
5%
Juli Agustus September Oktober November Desember
capaian 0.5 0.5 0.5 0.5 0.5 0.5
Standar 1 1 1 1 1 1

Analisa :

Dari grafik diatas dapat di lihat bahwa untuk monitoring kepatuhan pengisian papan
komando APAR dari bulan juli-desember belum mencapai 100%, Rata-rata nilai
persentase yang di dapatkan yaitu 50 % ,artinya belum memenuhi nilai standar yang di
tetapkan.

Rencana Tindak Lanjut :

 Melakukan supervisi rutin oleh petugas dalam hal pengisian papan komando APAR

 Meningkatkan kesadaran petugas dalam hal pengisian papan komando APAR

 Meningkatkan kerja sama yang baik dengan kepala ruangan dalam hal pentingnya
pengisian papan komando APAR

17
Grafik 3. Monitoring Kawasan Bebas Merokok

Monitoring Kawasan Bebas Merokok


95%
85%
75%
65%
55%
45%
Persentase

35%
25%
15%
5%
Juli Agustus September Oktober November Desember
capaian 0.8 0.8 0.8 0.8 0.8 0.8
Standar 1 1 1 1 1 1

Analisa :

Dari grafik diatas dapat di lihat bahwa untuk monitoring kawasan bebas merokok
dari bulan juli-desember belum mencapai 100%, Rata-rata nilai persentase yang
didapatkan yaitu 80%, artinya belum memenuhi nilai standar yang telah ditentukan

Rencana Tindak Lanjut :

 Melakukan koordinasi dengan unit terkait dalam hal monitoring kawasan bebas
merokok

 Meningkatkan kesadaran pasien dan pengunjung dalam hal bahayanya merokok

 Meningkatkan kerja sama yang baik dengan unit terkait

18
BAB IV

PENUTUP

Komite Keselamatan dan Kesehatan kerja Rumah Sakit Umum Daerah [Link] Ditiro
Sigli semester II tahun 2024 selalu berupaya melaksanakan tugas dan fungsi dalam upaya
peningkatan keselamatan dan kesehatan di rumah sakit. Keberhasilan atas pencapaian kinerja pada
semester II tahun 2024 hendaknya dapat dipertahankan dan ditingkatkan serta dapat menjadi
parameter untuk pencapaian kinerja selanjutnya. Hal-hal yang kendala dan permasalahan untuk
mencapai target dan rencana kinerja diharapkan terselesaikan.

A. Kesimpulan

Kesimpulan Laporan Komite K3RS Semester II tahun 2024 adalah :

1. Program Komite K3RS sudah terlaksanakan.

2. Pencatatan dan pelaporan sementara masih dalam proses penyempurnaan .

3. Pelaporan dari unit terkait masih belum tepat waktu.

4. Kesadaran pegawai dalam pelaporan insiden kecelakaan kerja belum optimal.

5. Penerapan budaya Kesehatan & keselamatan kerja masih belum optimal.

6. Monitoring pemantauan CCTV masih belum terlaksana secara optimal.

B. Rekomendasi

Pelaksanaan kegiatan dan monitoring tetap harus dilakukan agar program dapat
dicapai. Rekomendasi dari Laporan Komite K3RS Semester II tahun 2024 adalah :

1. Perlu komitmen dari seluruh pihak terkait agar program terlaksana dengan optimal.

2. Meningkatkan koordinasi dan sosialisasi untuk pelaksaan program dan kegiatan secara
menyeluruh dan berkesinambungan;

3. Meningkatkan supervisi secara berkala untuk melihat kegiatan yang dilaksanakan sudah
sesuai dengan standar yang ditetapkan;

4. Perlu peningkatan kesadaran untuk seluruh petugas terhadap pengisian papan komando
APAR;

5. Perlu Peningkatan kesadaran dari unit terkait dalam hal pelaporan harus tepat waktu

6. Kesadaran pegawai dalam pelaporan insiden kecelakaan kerja harus lebih optimal.

7. Penerapan budaya Kesehatan & keselamatan kerja harus ditingkatkan.

8. Monitoring pemantauan CCTV harus ditingkatkan dari pihak Keamanan RS.

19
20

Anda mungkin juga menyukai